KAJEN – Dasar pengajuan Raperda ini adalah ketentuan Bab VIII Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 juncto ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 61/2911/SJ Tahun 2016, tanggal 4 Agustus 2016, tentang Tindak Lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
Demikian Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengawali sambutannya pada rapat paripurna dalam rangka Penyampaian Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (15/8/2016).
Dijelaskan bahwa secara garis besar penataan organisasi perangkat daerah dilaksanakan berdasarkan atas urusan pemerintahan wajib terkait pelayanan dasar, urusan pemerintahan wajib tidak terkait pelayanan dasar, dan urusan pemerintahan pilihan.
“Berdasarkan pembagian perumpunan urusan maka dilakukan penilaian variabel guna menentukan tipelogi perangkat daerah yang disinergikan dengan kedekatan karakteristik dan keterkaitan antar penyelenggaraan urusan pemerintahan,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, penataan organisasi perangkat daerah juga dilaksanakan dengan pendekatan fungsi dan tepat ukuran serta diarahkan pada peningkatan pelayanan publik.
“Saya berharap Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah ini dapat segera ditetapkan untuk menjadi dasar penyusunan KUA/ PPAS 2017 dan berkesinambungan dengan Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2017,” tegas Bupati.
Dalam paripurna tersebut, Bupati Asip Kholbihi didampingi Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti menyerahkan Raperda kepada Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., didampingi salah satu wakil ketuanya yakni Nunung Sugiantoro, MT. Dan saksikan oleh perwakilan Muspida, anggota DPRD yang hadir, Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM beserta Kepala SKPD se Kabupaten Pekalongan dan tamu undangan lainnya yang memenuhi ruang rapat paripurna DPRD tersebut. (d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 15 Agustus 2016
KAJEN – Berita menggembirakan terlontar dari Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si saat orang nomor satu “Kota Santri” tersebut memberikan sambutannya pada upacara peringatan HUT Provinsi Jawa Tengah ke-66 di Lapangan belakang Setda pagi hari tadi (15/8). Di depan peserta upacara yang merupakan ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan tersebut Asip mengemukakan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Pekalongan berencana akan menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab. Pekalongan hingga 100%.
Untuk itu Bupati Pekalongan mengajak para ASN Kabupaten Pekalongan untuk tetap menjaga disiplin kerja, meningkatkan pelayanan yang mudah, cepat, murah dan ramah sehingga mampu menjadi Khodimul Umah yang baik dan bertanggungjawab.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH. MH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Pekalongan mengajak ASN untuk menjaga kebersamaan dan menyatukan derap langkah untuk bekerja dan berkarya nyata, utamanya melayani rakyat dengan pelayanan yang semakin baik. “ Maka, saya wanti-wanti betul untuk terus merawat spirit (roh) pelayanan yaitu cepat, mudah, murah serta harus ramah. Dan itu Jawa Tengah,” ujar Ganjar.
Ganjar juga mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada semua pihak karena makin dikenalnya branding JATENG GAYENG. Bukan saja di Jawa Tengah, tetapi juga di luar provinsi bahkan di luar negeri. Dijelaskan Ganjar bahwa selama hampir 3 tahun, dirinya bersama Wagub dan rakyat Jawa Tengah telah berhasil membangun kebersamaan, kegotong royongan dan bahu membahu menyelesaikan berbagai PR besar Jawa Tengah. “Apresiasi saya sampaikan kepada seluruh komponen masyarakat Jawa Tengah yang telah mengambil peran positif dan kontributif dalam pembangunan di Jawa Tengah,”.
Lebih lanjut Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah untuk terus berkontribusi guna menuntaskan PR-PR besar yang belum selesai, dan menjadi problem solver atau part of solution Jawa Tengah. Hal tersebut menurutnya harus dijawab dengan kerja keras, optimisme serta semangat juang pantang menyerah harus terus dikobarkan. “Saya yakin dengan dilandasi kearifan lokal Jawa Tengah kita mampu menuntaskannya. Jalan kita masih panjang, cita-cita masih harus terus kita bentangkan dan kerja keras harus direalisasikan dalam suatu karya nyata dengan semakin handarbeni Jawa Tengah untuk mewujudkan Jawa Tengah sejahtera dan berdikari,” tegasnya menutup sambutan. (dian’s/diyon)
Sebagai salah salah usaha untuk mensukseskan program Petungkriyono Cultural Technoforestry Park dan dalam rangka untuk mensukseskan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 serta Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-394, Pemkab Pekalongan menggelar festival olahraga tradisional yaitu Bakiak dan Egrang. Festival atau lomba olahraga tradisional tersebut diikuti oleh pelajar SMA dan SMP sederajat di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.M.Si. Kegiatan dilaksanakan sehari penuh yaitu pada Sabtu (13/8/2016) di lapangan SMA I Petungkriyono.
Namun bukan hanya para pelajar yang mengikuti olahraga tradisional tersebut, Ibu Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM, Ketua TP PKK Kabupaten Ibu Munafah Asip, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Pabung Kodim 0710/Pekalongan, serta para Kepala SKPD yang turut hadir pada acara tersebut tidak mau kalah dari para pelajar. Mereka ikut ambil bagian menjadi peserta festival olahraga tradisional yaitu bakiak.
Meski diguyur hujan, para pelajar dan pejabat Pemkab Pekalongan tetap semangat dan dengan riang gembira mengikuti festival olahraga tradisional tersebut.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi menyampaikan rasa terimakasihnya pada seluruh masyarakat desa Wringinagung Kecamatan Doro yang telah “nguri-uri” tradisi leluhur dengan mengadakan kegiatan Sedekah Bumi atau kerap disebut dengan “Legenonan” ini. Hal tersebut diungkapkan Bupati pada saat menghadiri acara Sedekah Bumi di Desa Wringinagung Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan pada Minggu malam kemarin (14/8).
Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa Sedekah Bumi menurut para orang tua adalah sedekahnya ahli bumi yang mengandung maksud agar sebagai umat di bumi ini kita bersedekah kepada sesama agar wasilah amal jariyah, wasilah sodakhoh, infaq. “Serta mengandung maksud agar menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dengan harapan desa Wringinagung bertambah subur makmur, rakyat sejahtera dan anak anak menjadi anak yang soleh solekhah berguna bagi agama, nusa dan bangsa,” ujarnya.
Asip juga menyampaikan bahwa dirinya sebagai Bupati bersama Wakil Bupati Ibu Arini mempunyai sebuah program yaitu Kartu Kajen Sehat untuk membantu masyarakat yang tidak mampu agar mendapatkan pelayanan kesehatan dari Pemerintah. “Kartu Kajen Sehat ini seperti Kartu BPJS yang dikeluarkan oleh Pemkab. Pekalongan dan akan dibayarkan oleh Pemerintah pula. Jadi bapak dan ibu tidak perlu membayar ketika membutuhkan perawatan di rumah sakit,” jelas Asip.
Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan keinginannya bagi para generasi muda yang ingin belajar “dalang” atau “sinden” akan disekolahkan oleh Pemerintah sebagai bentuk kepedulian Pemkab. Pekalongan kepada para generasi muda yang ingin mengembangkan bakatnya dengan melestarikan kebudayaan leluhur. “Saya berharap Pak Mangun memberi inspirasi pada anak muda yang ingin bersekolah dalang atau menjadi sinden. Insyaallah akan saya sekolahkan anak anak ini agar kelak menjadi dalang yang piawai seperti Pak Mangun,” ujarnya.
KAJEN – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Basuki Hadimuljono kemarin (11/8) melakukan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan lokasi rob di Desa Wonokerto, Kecamatan Wonokerto. Rombongan yang tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB tersebut disambut oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Antono, Kepala Bappeda dan Kepala PSDA ESDM Kab. Pekalongan, serta masyarakat Desa Wonokerto.
Pada kesempatan tersebut Basuki meninjau secara langsung wilayah – wilayah yang terdampak rob, dan melakukan dialog dengan perwakilan warga Wonokerto, Sumarrosul. Disampaikan Sumarrosul kepada Menteri bahwa secara lisan warga Wonokerto telah sepakat jika kedepan akan dilaksanakan pembangunan bendungan untuk mengendalikan rob, termasuk jika tanah mereka terkena proyek atau harus direlokasi. Dijelaskan Sumarrosul bahwa saat ini dari 11 desa yang ada, sudah 9 desa yang terdampak rob, ini berarti sekitar 85% wilayah Wonokerto yang telah terdampak rob. Kondisi masyarakat juga cukup memprihatinkan dan perlu penanganan segera dan permanen.
Sementara itu Menteri PU dan Perumahan Rakyat dalam keterangannya mengungkapkan bahwa secara umum kondisi di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) memang terjadi penurunan, sehingga banyak wilayah Pantura yang mengalami rob. Dijelaskan Basuki bahwa untuk Kabupaten Pekalongan ada 2 sistem yang terdampak rob, yaitu di Wonokerto dan Tirto. Namun menurutnya hal tersebut penangannya secara teknis tidak terlalu susah, tapi yang lebih diperlukan adalah kesepakatan warga, karena dikhawatirkan terjadi konflik antara yang mau mendapatkan air dengan yang tidak ingin mendapatkan air,karena pasti ada alur sungai yang membawa air laut masuk. “Ini yang harus dikendalikan, dan tidak ada cara lain kecuali dengan membangun Polder atau bendungan karena sebenarnya kondisi seperti ini jika dilakukan pemompaan, pasti ketarik semua, pasti kering!” tegasnya.
KAJEN – Jamaah calon haji Kabupaten Pekalongan kloter 4 hari ini dilepas dan diberangkatkan oleh Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH, M.Si di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen. Tampak hadir mendampingi Bupati, antara lain Ketua DPRD Kab. Pekalongan, segenap jajaran Muspida Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan beserta Kepala SKPD, serta pengurus IPHI Kabupaten Pekalongan dan pengurus Forum KBIH Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan 705 orang Jamaah calon haji yang hari ini akan diberangkatkan merupakan golongan yang beruntung karena tidak semua penduduk Kabupaten Pekalongan mendapatkan anugerah dan kenikmatan dari Allah SWT untuk menjadi tamu Allah di musim haji tahun ini. “ Hendaknya ini disyukuri, ditengah antrian panjang sampai lebih kurang 20 tahun daftar tunggu untuk berhaji, untuk itu gunakan kesempatan ini sebaik – baiknya,” imbaunya.
Ditambahkan Asip bahwa Haji merupakan ibadah yang membutuhkan stamina fisik yang prima dan kemantapan psikis, oleh karena itu Asip menghimbau kepada para jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan dan memperkuat mentalnya. “ Terus jaga kesabaran dan keikhlasan agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan khusu’ dan Saudara bisa menjadi haji mabrur,” tegasnya.
Tak lupa Asip juga mengingatkan calon jamaah haji untuk mematuhi dan menaati segala ketentuan dan peraturan ibadah haji dan instruksi petugas resmi dari pemerintah, serta segera beradaptasi dengan lingkungan dan budaya, serta norma yang berlaku di tanah suci. “Jagalah kekompakan dan kebersamaan antar sesama jamaah, serta Jaga nama baik bangsa dan daerah sebagai perwujudan rasa cinta dan bangga sebagai Bangsa Indonesia dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Sedangkan kepada para petugas pendamping haji, Bupati mengingatkan agar memahami dan menyadari bahwa kesempatan berhaji yang diperoleh bukanlah hadiah tapi sebuah tugas amanah yang mengandung konsekuensi tanggung jawab. Untuk itu dirinya mengamanatkan agar para petugas peka dan tanggap terhadap permasalahan seluruh jamaah haji yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, serta mengutamakan pelayanan kepada jamaah daripada kepentingan pribadi. “ Jalin komunikasi yang terus menerus dan melaporkan setiap perkembangan jamaah kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam hal ini ke Bagian Kesra atau Kantor Kementrian Agama atau langsung melaporkan kepada Bupati,“ jelasnya.
KAJEN – Rafa Fazlur Rahman (22 tahun) asal Kesesi dan Ayu Lia Putri (17 tahun) dari Bojong berhasil dinobatkan menjadi Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2016, Sabtu (6/8) kemarin. Kemenangannya ini setelah berhasil menyisihkan 19 finalis lainnya dalam Malam Grand Final Pemilihan Mbak dan Mas Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan di Kajen (6/8).
Adapun untuk juara II Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan 2016 diraih oleh Alfiyan Tanjung (17 th) dari Kajen dan Rima Iklima Dewi (16 th) dari Kedungwuni. Untuk juara III adalah Arno Johan (17 th) dari Kesesi dan Desi Khikma F (18 th) asal Paninggaran .
Ada beberapa kategori kejuaraan dalam ajang bergengsi tersebut, yaitu antara lain juara kategori Multimedia adalah Rizal Aminurdin (17 th) dari Kajen dan Nisrina Hazna Fadhilah (18 th) dari Kedungwuni. Sedang juara berbakat putri adalah Amanata Siti Sapnarni (19 th) dari Wiradesa dan putra Robih Arnan (23 th) dari Wonopringgo. Untuk juara inteligensia dinobatkan pada Mohammad Khoirun Nahdi (20 th) asal Buaran dan Arisya Mega Aryani Rosyadi (17 th) dari Kajen. Sementara untuk juara favorit tamu undangan disandang oleh Rafia Fazlur Rahman yang juga juara 1 dan Arisya Mega.
Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi dalam sambutannya saat membuka acara tersebut memberikan apresiasi kepada para finalis Mas dan Mbak Duta Wisata Kab. Pekalongan 2016. Bupati menyampaikan tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempromosikan seluruh daerah Kab. Pekalongan baik ditingkat regional, nasional, maupun internasional. Sisi lain acara tersebut untuk mengeksplorasi sejauh mana Sumber daya manusia di Kab. Pekalongan mampu bersaing ditingkat Jawa Tengah, nasional, maupun internasonal.
KAJEN – Berbicara tentang pembangunan, selama ini Pemkab. Pekalongan hanya berkonsentrasi pada pembangunan di daerah hilir saja. Jarang sekali pembangunan dilakukan di tingkat hulu. Sementara kalau berbicara masalah hutan di Kabupaten Pekalongan, selama ini masyarakat hanya menjadi penonton saja, mereka bisa berinteraksi dengan hutan, tetapi tidak bisa menyapa dengan baik. Masyarakat asing bisa masuk hutan.
Hal tersebut membuat Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M,Si ingin merubah pandangan masyarakat menjadi masyarakat yang mengenal hutan, masyarakat yang mempunyai budaya, bergaul dan akrab dengan hutan, tidak hanya menjadi penonton saja seperti yang selama ini kita saksikan. “Kita harus bertanggungjawab, bekerja keras dan bekerja cerdas untuk membangun di tingkat hulu,” tegasnya pada acara Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) “Petungkriyono Cultural - Techno Forestry Park” antara Pemkab. Pekalongan, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur dan Yayasan Kehutanan Indonesia, Jumat (5/8) di aula lantai I Sekretariat Daerah.
Menurut Bupati, penandatangan yang dilakukan merupakan salah satu upaya Pemkab. untuk berikhtiar bagaimana Pemkab. Pekalongan bisa mempunyai inisiatif progressif bagi Indonesia dan Dunia dalam rangka membangun dengan konsep keseimbangan “Keanekaragaman hayati (biodiversity) Petungkriyono adalah sumber daya dan kekayaan alam bagi kita, namun juga warisan bagi anak-cucu di masa yang akan datang. Oleh karena itu harus dikelola dengan bijaksana agar dapat memberi makna bagi kemanusiaan. Dan kita ingatkan pada generasi muda untuk peduli pada lingkungan dan bertanggungjawab melestarikannya,” tegas Bupati.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan beberapa langkah strategis yang penting dilakukan dengan berbagai pihak yang benar-benar memiliki komitmen untuk bersama-sama mengembangkan gagasan yang memadukan kepentingan ekonomi masyarakat, peningkatan PAD dan sekaligus kepentingan konservasi ekologi. “Sinergitas Tripartait antara Pemkab. Pekalongan, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur dan Yayasan Kehutanan Indonesia ini menghadirkan jawaban atas tantangan tersebut,” tambahnya.
KAJEN – Sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, khususnya di Puskesmas se-Kabupaten Pekalongan dalam melakukan penatalaksanaan stabilisasi prarujukan maternal dan neonatal sesuai standar, maka pada hari ini (1/8) digelar Lokakarya yang bertajuk “Lokakarya Stabilisasi Maternal dan Neonatal Puskesmas di Kabupaten Pekalongan” di Aula lt. 2 Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Pekalongan.
Lokakarya yang akan dilaksanakan 1 – 2 Agustus 2016 tersebut, diikuti oleh tenaga kesehatan dari 27 Puskesmas yang terdiri dari dokter fungsional dan bidan koordinator, Tim Mentor klinis dari RSUD Kajen, serta Tim Program USAID EMAS Kab. Pekalongan dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti.
Kegiatan diawali oleh pemaparan oleh Kepala Dinkes Kab. Pekalongan, dr. Sutanto Setiabudi, M.Kes tentang situasi terakhir kematian ibu dan bayi baru lahir serta berbagai kegiatan yang telah dan akan dilakukan dalam upaya menekan AKI – AKB di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. M.Si dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati mengungkapkan terimakasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang telah bekerja keras, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan dunia kesehatan di Kabupaten Pekalongan, termasuk kepada USAID EMAS.” Usai berakhirnya Program Emas USAID saya minta program-program yang sudah ditanamkan oleh USAID Emas untuk tetap diteruskan dan ditularkan,” tegas Wabup.
Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir yang terjadi di Kab. Pekalongan, dimana pada Tahun 2015 di Kabupaten Pekalongan, terjadi 22 kasus kematian ibu melahirkan, serta 97 kasus kematian bayi baru lahir. Sedangkan hingga Juni 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Pekalongan sudah mencapai 10 kasus dan Angka Kematian Bayi Baru lahir sudah mencapai 50 kasus.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 15 Agustus 2016
Senin, 15 Agustus 2016
Tak lupa Asip juga memohon dukungan pada seluruh masyarakat semoga dapat menjalankan amanah memangku jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan sehingga Kab. Pekalongan menjadi kabupaten yang benar-benar loh jinawi, toto tentrem, kerto raharjo dan mendapat rahmat dari Allah Swt.
Sementara itu Kepala Desa Wringinagung Sanuji menyampaikan rasa terimakasihnya pada seluruh warganya yang telah menjaga persatuan dan kesatuan di desanya serta telah bersama-sama melaksanakan acara Legenonan tersebut. (451h & Hamhum)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Minggu, 14 Agustus 2016
Ditambahkan Basuki bahwa sebelum kunjunga hari itu, sebelumnya telah dilakukan peninjauan oleh Kepala Badan Litbang Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Dr. Ari, dimana dalam laporannya Dr. Ari menyarankan pentingnya diterapkan sistem “Zonasi” , yaitu dipisahkannya pemukiman warga dengan tambak, karena kedua zona tersebut memiliki perbedaan kebutuhan. Zona Pemukiman tidak butuh air, sedangkan zona tambak sangat membutuhkan air. Hal tersebut menurutnya harus dipetakan dan yang paling penting harus disepakati oleh seluruh warga. Basuki juga menekankan agar semaksimal mungkin untuk tidak menggunakan tanah warga, karena kebanyakan tanah yang ditempati adalah milik mereka satu-satunya.
Ditegaskan Basuki, jika pemetaan dan kesepakatan warga yang saat ini baru secara lisan telah diformalkan, maka diproyeksikan paling lambat di Tahun 2017 secara fisik akan dilaksanakan. “ Saat ini hal tersebut sedang dalam proses oleh pihak desa dan Pemkab. Pekalongan, saya berharap cepat terselesaikan, mudah – mudahan ada manfaatnya saya kesini,” ujarnya. (dian’s/H-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 12 Agustus 2016
Terakhir, Bupati menitip pesan kepada seluruh Jamaah Haji Kabupaten Pekalongan agar saat melaksanakan Wukuf di Padang Arofah yang merupakan saat dan tempat yang paling mujarab di kabulkannya doa seseorang, untuk mendoakan bagi kebaikan dan kemaslahatan Seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Selamat menunaikan ibadah Haji, Semoga diberi kemudahan dan kelancaran melaksanakan seluruh rangkaian rukun ibadah dan mendapat predikat haji yang mabrur,” tukasnya menutup sambutan.
Sementara itu, Kloter 5 Jamaah calon haji Kab. Pekalongan rencananya akan diberangkatkan malam nanti tepatnya pukul 22.00 WIB di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti. (dian’s/Aan)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 9 Agustus 2016
Bupati mengharap kepada Mas dan Mbak yang terpilih untuk mengemban beberapa tugas mulia antara lain mengenalkan jati diri seni budaya masyarakat Kab. Pekalongan khususnya pada generasi muda. Menurutnya, kekuatan terbesar di tengah era globalisasi saat ini adalah kekuatan jati diri. “Saya berharap untuk para juri untuk dapat menampilkan sejauh mana kemampuan dan internalisasi pengenalan jati diri masyarakat Kab. Pekalongan yang harus dimiliki oleh Mas dan Mbak. Semoga dalam kegiatan ini ditemukan Duta Wisata yang berkualitas dan mampu menjadi penerus dalam mempromosikan pariwisata di Kab. Pekalongan,” ujar Asip.
Terkait dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) “Cultural-Techno Forestry Park” antara Pemkab. Pekalongan, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur dan yayasan Kehutanan Indonesia Jumat (5/8) yang merupakan salah satu upaya Pemkab. untuk berikhtiar bagaimana Pemkab. Pekalongan bisa mempunyai inisiatif progressif bagi Indonesia dan Dunia dalam rangka membangun dengan konsep keseimbangan yang telah dilaksanakan di Petungkriyono, Bupati menyampaikan bahwa Petungkriyono akan Go Internasional dan akan kedatangan tamu dari Amerika Latin. Sehubungan dengan itu finalis Duta Wisata yang terpilih diharapkan menguasai materi seputar Petungkriyono dengan baik. “Sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata diharapkan mampu mengemban tugas dalam mempromosikan berbagai wisata yang ada di Kab. Pekalongan, salah satunya wisata alam dan khususnya harus paham tentang Petungkriyono,” tegas Asip.
Di bagian lain Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Fuadi Jaman dalam laporannya memaparkan bahwa acara tersebut merupakan bagian integral dari pembangunan pariwisata serta pelestarian nilai-nilai seni dan budaya nasional. “Duta wisata merupakan atraksi wisata yang bertujuan melestarikan budaya daerah, serta sarana pengembangan potensi bakat kreatifitas kecerdasan para generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan dalam mepromosikan kekayaan seni, budaya dan pariwisata,” ujarnya.
Lebih lanjut Farid mengharapkan Duta Wisata dapat memiliki disiplin, dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi untuk membantu pemerintah daerah dan memamerkan serta mempromosikan keanekaragaman kebudayaan daerah kepada para wisatawan. “Para Duta Wisata diharapkan mempunyai kepribadian luhur serta mempunyai kemampuan menyangkut potensi wisata dan potensi ekonomi Kabupaten Pekalongan. Sehingga wajib mengetahui, memahami, menguasai dan mampu mengkomunikasikan berbagai potensi pariwisata dan budaya yang dimiliki daerah dengan sebaik-baiknya,” jelas Fuadi.
Sementara maksud dan tujuan diadakannya pemilihan Duta Wisata ini lanjut Farid adalah untuk meningkatkan citra pariwisata Kab. Pekalongan, meningkatkan promosi kepariwisataan Kab. Pekalongan, dan memperoleh insan generasi muda yang memiliki kepribadian, etika dan penampilan yang menawan, berwawasan serta menguasai materi yang handal mengenai Kab. Pekalongan dan bidang kepariwisataan.
Malam grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tersebut dihadiri pula oleh Wakil Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Ketua Komisi, perwakilan FKPD, para Asisten, para SKPD, Mas dan Mbak Duta Wisata dari Purbalingga, Kab. Batang, Kendal, dan Pemalang, serta para tamu undangan.
Tak ketinggalan dihadirkan 3 juri untuk memberikan penilaian terhadap para finalis, yaitu dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Supomo, SE, M.Par, Basuki, S.Pd, M.Pd dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, dan juri tamu Kidung Paramadita, S.Pd Miss Indonesia Peringkat IV 2016.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Minggu, 7 Agustus 2016
Dijelaskan Bupati, program–program yang akan dilaksanakan dalam “Petungkriyono Cultural-Techno Forestry Park” ini diantaranya akan dikembangkan program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, eko edukasi wisata, laboratorium alam, bank genetika, bank bibit, teknologi hijau, energi hijau, keuangan hijau (green financing), dan lain-lain program yang relevan.
“Pemkab. Pekalongan akan memberikan dukungan bagi pengembangan program ini, baik itu infrastruktur, regulasi / kebijakan dan bentuk-bentuk dukungan lain yang diperlukan, sesuai dengan kewenangan dan aturan perundang-undangan,” jelas Bupati.
Tak lupa Bupati juga menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan program Petungkriyono Cultural-Techno Forestry Park tersebut, diantaranya adalah pentingnya pemberdayaan potensi dan kearifan lokal yang sudah ada, sehingga masyarakat Petungkriyono bukan hanya menjadi “penonton” dari program ini. Disamping itu juga diutamakan konsep keseimbangan sehingga tetap terjaga kelestariannya, termasuk fungsi ekologisnya, dan dapat memberi kontribusi lebih luas bagi Indonesia dan dunia. “Libatkan pula masyarakat setempat pada setiap prosesnya, baik perencanaan dan pelaksanaan program, sehingga akan tumbuh sense of crisis dan sense of belonging (kepedulian dan rasa memiliki) masyarakat untuk ikut menjaga tujuan dari program ini, “ pesannya.
Terakhir Bupati menyampaikan harapannya dengan dilasanakannya MoU ini pengembangan dan pengelolaan kawasan Petungkriyono akan menjadi terarah dan terprogram dengan baik serta terpetakan dengan baik segala data dan potensi kawasan Petungkriono sebagai dasar memformulasikan kebijakan-kebijakan dan langkah strategis yang dianggap perlu. “Semoga acara hari ni tidak berhenti pada MoU saja, namun ada tindak lanjut yang nyata dalam rangka percepatan pembangunan sebuah kawasan,” harapnya.
Di bagian lain Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( Bapak Prof.DR.Ir. San Afri Awang, M.Sc) menyampaikan acara penandatanganan ini sangat mendasar karena memang type seperti ini, Kabupaten Pekalongan adalah yang pertama di seluruh Jawa. “Sekaligus kita membuktikan bahwa ada beberapa perubahan dalam tata pemerintahan kita seperti direction Presiden yang ingin mengkapitalisasi kekayaan alam agar menjadi kekuatan ekonomi baru di dalam kancah perekonomian Internasional,” ujarnya.
San Afri Awang menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus berubah, dan kuncinya adalah pemberdayaan masyarakat. “Harapan saya, Yayasan Kehutanan Indonesia menjadi pembuka pertama dimana kalau hubungan kelembagaan Perhutani dan Pemda dalam kontek nasional sifatnya konkuren. Jadi kehutanan itu dikelola oleh Pusat, Propinsi dan Kabupaten. Tetapi khusus di Jawa diberikan pre velatenya pada Perum Perhutani,” jelas Awang.
Ditambahkan Awang, dengan Cultural - Techno Forestry Park ini diharapkan akan menjadi icon dari Kabupaten Pekalongan. ”Dan itu tidak bisa disandarkan pada satu komponen saja tetapi semua komponen harus mendukungnya, Ini harus kita bangun dari waktu ke waktu” harap Awang.
Sementara Komisi II DPR RI ( Budiman Sudjatmiko, M.Sc, M.Phill ) yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati laut dan darat terkaya di dunia, disamping itu juga merupakan negara dengan sosial kultur yang terkaya pula.
Menurutnya, ini adalah sebuah upaya pertama yang diketahui, dimana dua jenis kekayaan tersebut hendak disatukan dalam satu wilayah yang secara fenomental mulai dibuka hari ini di Pekalongan. “Selamat untuk Pekalongan. Petungkriyono adalah upaya sadar terorganisir dan sistematis untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara dengan Bio dan Socio Cultural terkaya di dunia,” ujarnya.
Hadir dalam acara tersebut Direktur Rencana, Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan ( Ir. Kustanta Budi Prihatna, M.Eng.), Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Jajaran FKPD Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah; Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah; Kepala Balai Pengelolaan DAS Pemali – Jratun; Perwakilan Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Tengah; Adm. Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, ( Akham Taufik ) ; Ketua Umum Yayasan Kehutanan Indonesia (Taru J. Wisnu); Lembaga Donor dan CSR Perusahaan; (451H & Didik)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 5 Agustus 2016
Untuk itu Asip menekankan agar hal tersebut menjadi perhatian, sehingga angka tersebut tidak bergerak naik, karena menurutnya kasus – kasus kematian Neonatus dan Maternal yang terjadi di Kabupaten Pekalongan masih berada pada level 3 yang berarti kasus kematian tersebut masih bisa dicegah. “ Ini berarti kita masih memiliki kesempatan besar untuk menurunkan AKI bahkan menjadikannya Nol kasus, apabila kita bisa menekan seminimal mungkin berbagai faktor yang telah kita analisa sebagai penyebab terjadinya kematian ibu dan bayi baru lahir,” terangnya.
Bupati juga berpesan agar para peserta Lokakarya mengikuti kegiatan ini dengan sungguh – sungguh sehingga pengetahuan dan ketrampilannya bisa bertambah untuk membantu maysrakat yang membutuhkan. Terakhir, Bupati mengingatkan pentingnya komitmen dan sinergitas yang kuat dari semua pihak sehingga dapat terwujud pelayanan yang optimal kepada masyarakat. (dian’s/her)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 1 Agustus 2016