Kabupaten Pekalongan akhirnya meraih peringat pertama pada ajang Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2016 Kategori Kabupaten dengan jumlah Penduduk di bawah 1 juta jiwa. setelah menyisihkan menyisihkan tiga finalis lainnya yaitu Kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan, Bangka dan Kabupaten Pekalongan GunungKidul Propinsi Jogjakarta. Dan setelah diseleksi dari 110 kota / Kabupaten lainnya di indonesia.
IRSA merupakan program penghargaan terhadap kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan program-program keselamatan di jalan raya. Pada kesempatan ini Kabupaten Pekalongan unggul dalam penilaian Manajemen Keselamatan Jalan, Jalan yang Berkeselamatan dan Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan.
Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti atas nama Pemkab Pekalongan, Arini merasa bangga dengan terpilihnya Kabupaten Pekalongan sebagai juara IRSA dan terima kasih kepada semua pihak karena Kabupaten Pekalongan meraih prestasi ini. “Dengan terpilihnya Kabupaten Pekalongan meraih peringkat pertama ini diharapkan, saya bersama Bapak Bupati Asip Kholbihi dapat semakin giat menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di Kabupaten Pekalongan ini dan memotivasi kepada semua elemen untuk menigkatkan keselamatan jalan raya”, ucap Arini.
Untuk sekedar diketahui, ajang ini merupakan rangkaian kegiatan dari “I Wanna Get Home Safety!”. (IWGHS) yang diselenggarakan oleh Adira Insurance bekerjasama dengan Majalah SWA. Secara lebih spesifik, tujuan program ini diantaranya, untuk mengetahui dan memperoleh feedback terkait penerapan road safety di lingkungan pemerintah kota dan pemerintah kabupaten. Selain itu juga untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang menerapkan road safety management dengan baik, memberikan inspirasi dan role model bagi pemerintah daerah lain tentang pelaksanaan road safety management yang baik, dan mendorong penerapan road safety yang semakin baik dari waktu ke waktu di Indonesia. (red)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 7 Desember 2016
KAJEN – Nasionalisme sebagai perwujudan rasa cinta bangsa Indonesia terhadap Negara dan Tanah Air berdasarkan Pancasila kini berada dalam pusaran peradaban baru bernama globalisasi dan kian mendapat tantangan yang begitu besar. Rrasa nasionalisme yang mulai terkikis, luntur perlahan dan digantikan faham baru seiring dengan perkembangan jaman ini menjadikan Pemkab. Pekalongan Kamis pagi tadi (24/11) menggelar satu kegiatan Derap Merah Putih Siswa SMP, SMA/SMK Tahun 2016 di Lapangan Gemex Kedungwuni Pekalongan.
Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Nilai-Nilai Nasionalisme bagi Siswa SMP, SMA/SMK Tingkat Kabupaten Pekalongan tersebut bertujuan untuk memberikan kegiatan bagi siswa di alam terbuka yang menyenangkan dengan mengandung unsur olahraga dan pendidikan. Disamping itu juga untuk mendorong inisiatif guru, dalam mengimplementasikan pendidikan dan penanaman nilai-nilai nasionalisme bagi peserta didik.
Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si saat memberikan sambutannya dalam acara tersebut menyampaikan bahwa hari ini nasionalisme harus direfresh kembali dengan cara antara lain menghormati lambang–lambang negara yang harus pula dimaknai secara nyata mengingat saat ini banyak yang ingin mengganti bendera kita Merah Putih. “Hari ini ada pula yang ingin merubah NKRI dengan negara yang sesuai dengan seleranya sendiri. Dan hari ini muncul pula kelompok yang tidak bertanggungjawab yang ingin agar kebhinnekaan kita dihilangkan,” ujar Asip.
Lebih lanjut Asip menyampaikan, sejatinya nasionalisme sekarang ini bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, aksi atau kegiatan sesuai dengan kepribadian dan karakter masing-masing pribadi. “Anak-anakku bisa berperang melawan pihak pihak yang ingin mengganti Pancasila melalui media sosial seperti facebook, twitter, dan lain sebagainya. Kita akan mengcounter itu,” tegas Asip.
KAJEN – Kabupaten Pekalongan punya gawe besar, dimana selama dua hari berturut – turut yaitu 23 – 24 November 2016 digelar acara bertajuk Indonesia Forestry Summit “Membangun dari Hutan untuk Kesejahteraan Masyarakat” di Hotel Santika Pekalongan. Kegiatan yang dihadiri oleh elemen masyarakat kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemprov Jawa Tengah, Praktisi Kehutanan, LSM, Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan beserta jajaran SKPD yang membidangi kehutanan di Kabupaten Pekalongan tersebut dibuka oleh Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, MSc.
Pada hari pertama perhelatan, dilangsungkan dialog dengan panelis diantaranya Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Anggota DPR-RI Budiman Sujatmiko, Guru Besar Manajemen Lingkungan Universitas Diponegoro Prof. Sudharto P Hadi, Ph.D, Kepala Dinas Kehutanan Prov. Jateng, Bowo Suryoko, serta Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH. M.Si.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan menegaskan komitmennya untuk melestarikan dan menjaga hutan alam Petungkriyono, yang merupakan salah satu kawasan hutan alam yang tersisa di Indonesia, dan satu – satunya paru – paru Pulau Jawa, untuk itu Asip sudah mengusulkan ke pusat perihal pelarangan penebangan pohon purba di hutan seluas 12.000 hektar tersebut. Selain itu Asip juga akan menggalakkan penanaman pohon di kawasan kosong di hutan Petungkriyono. Hal itu menurutnya sangat penting dilakukan sebagai upaya penjagaan dan pelestarian hutan dan harus dilaksanakan bersama- sama.
Asip juga menyatakan bahwa pengelolaan hutan alam Petungkriyono akan dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk kesejahteraan masyarakat, seperti yang selama ini telah berjalan, karena menurutnya hutan Petungkriyono menyimpan banyak potensi diantaranya pesona alamnya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi obyek wisata, dan penelitian. Oleh karena itu Asip menyatakan akan segera membuat kebijakan yang sesuai dengan situasi riil daerah, sehingga bisa mendukung pembangunan daerah sekaligus tetap melindungi kawasan hutan tetap hijau dan lestari.
KAJEN - Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan Perpuseru dalam membangun kualitas SDM melalui transformasi perpustakaan. Penghargaan tersebut diterima Bupati Pekalongan H. AsIp Kholbihi, SH, MSi di Jakarta Rabu (16/11) lalu. “Terimakasih pada para arsiparis, para pustakawan dan para petugas penyelenggara perpustakaan taman baca - taman baca di Kabupaten, karena Kabupaten Pekalongan mendapat penghargaan perpustakaan transpormatif. Semoga bermanfaat dan menjadi kewajiban kita sebagai khodimul ummah untuk mencerdaskan masyarakat,” ujar Asip.
Lebih lanjut Asip menyampaikan bahwa kedepan lebih di tingkatkan lagi sehingga nanti juga akan dikembangkan dengan berbagai ilmu pengetahuan. “Jadi membaca adalah bagian dari bagaimana kita meningkatkan ilmu kita,” kata Asip.
Pada kesempatan tersebut Asip mengungkapkan komitmen Pemkab. Pekalongan dalam rangka mencerdaskan generasi muda, pertama akan meningkatkan kualitas sumber daya perpustakaan dengan membenahi sarana dan prasarana perpustakaan. “Kab. Pekalongan ini sudah mempunyai perpustakaan digital dan ini akan kita kembangkan. Perpustakaan desa nanti akan kita dorong di semua desa supaya terbentuk karena regulasinya memungkinkan dengan dana desa,” jelasnya.
Terkait dengan perpustakaan fase kabupaten, menurut Asip Kantor Perpustakaan Kabupaten juga akan dibenahi supaya lebih representatif lagi untuk menarik warga masyarakat supaya rajin membaca karena dengan membaca inilah masa depan akan lebih terarah, pengetahuan akan kita dapatkan, sehingga hal-hal yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat lewat perpustakaan ini semakin konkrit.
“Yang lebih penting, bahwa perpustakaan sekarang harus menyesuaikan dengan dinamika masyarakat, terutama adalah perpustakaan yang transpormatif, tentunya dengan menggunakan sarana prasarana digital. “Komputernya harus disediakan. Masing-masing desa, saya perintahkan kepada seluruh Kepala Desa nanti agar perpustakaan desa ini harus berbasis teknologi, berbasis digital, dan untuk sarana dan prasaranya nanti akan kita kerjasamakan dengan pihak lain,” lanjutnya.
KAJEN – Semarak Muharam dapat di wujudkan dalam berbagai hal yang positif seperti pengajian akbar yang di laksanakan di Lapangan Batalyon Infantri 407 Wonopringgo Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan dengan tema “Silaturahmi budaya dan pengajian umum dalam rangka Semarak Muharam 1438 H dan Hari Santri Tahun 2016” pada hari Jumat (28/10/2016).
Kegiatan pengajian akbar tersebut dimulai pada pukul 19.30 WIB dan di hadiri ribuan pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan serta diisi oleh pembicara DR. Zastrow Al Ngatawi, Ki Ageng Ganjur serta bintang tamu Mel Sandi dan Candra Malik. Hadir pula Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. M.Si, Ketua PCNU KH. Muslikh Khudori beserta pengurus dan Muspika Kec. Wonopringgo.
Bupati dalam sambutan menyambut baik kegiatan yang digelar pada malam hari itu. Katanya, kegiatan yang dilaksanakan oleh Ki Zastrow sudah menjelajah kemana-mana dalam rangka merekatkan kembali tali silaturahmi, dalam rangka merangkai kembali ukhuwah Nahdliyyah diantara kita dan dalam rangka mempertahankan NKRI.
“Karena NKRI adalah amanat dari para ulama, para kyai dan para pendiri negeri ini agar kita pertahankan di tengah situasi pergaulan global, di tengah-tengah erosi kebangsaan, dan di tengah maraknya paham keberagamaan yang kadang-kadang mengancam eksistensi NKRI,” ungkap Bupati.
Melalui acara inilah kita merefresh kembali, ayo kita kembalikan semangat juang kita di era pembangunan ini. Bupati mengajak kepada seluruh anak-anak Kabupaten Pekalongan, para generasi muda untuk membangun Kabupaten Pekalongan supaya lebih baik. Karena, terang Bupati, misi kita adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang bahagia lahir batin, memiliki ciri religiusitas serta menjunjung tinggi nilai-nilai lokal. “Karena kota kita adalah Kota Santri, maka saya berharap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan, dakwah Islamiyah, kita adakan terus-menerus guna membuka wawasan kita,” terangnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si hari ini (28/10) menjadi pembina upacara pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 88 tingkat Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di Alun – alun Kajen. Upacara dihadiri pula oleh Muspida Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan beserta para kepala SKPD, para PNS di Lingkungan Pemkab. Pekalongan serta para pemuda dan pelajar Kab. Pekalongan. Upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran tari kolosal kreativitas karya seni pemuda Kab. Pekalongan yang berkolaborasi dengan Sanggar “Surya Budaya-Wiradesa dan siswa SMA N 1 Wiradesa dengan ilustrasi musik live dari “komunitas marawis Pekalongan (Kompak) dan Display drumband dari “Gema Nada Kharisma” SMP Islam Pegandon Karangdadap.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati Pekalongan menyerahkan secara langsung piala dan penghargaan kepada juara Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 yaitu di Bidang Pendidikan diraih oleh Rizqy Rahmad Hani, S.Pd ( Juara 1), M. Chairul Kamal (Juara 2), M. Fairuz Rosyid (Juara 3), di bidang Seni Budaya Pariwisata dan Bela negara diraih oleh Abdullah (juara 1), Cahya Ari Safira (juara 2), Rofi Rendiyanto (juara 3), serta di bidang pangan diraih oleh Giat Pamungkas (juara 1), Suroso (juara 2), Nur Ardiyah (juara 3). Penghargaan lain yang juga diberikan oleh Bupati yaitu kepada Juara Wirausaha Pemuda Kab. Pekalongan yang diraih oleh M. Choirul Kamal (Juara 1), Ghani Yulisetyawan (juara 2), dan Ardi Wiyono (juara 3), serta juara lomba kebangsaan pemuda oleh Ita Vera (juara 1), Siti Umriyati (juara 2), Ardiansyah (juara 3), dan yang terakhir juara lomba organisasi kepemudaan tingkat Kab. Pekalongan yang diraih oleh Iqro Klub (juara 1), PC IPPNU (juara 2), serta PC IPNU ( juara 3).
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Pekalongan, menyampaikan salam hangatnya kepada tokoh-tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan mancanegara beserta keluarganya. Dirinya berpesan kepada mereka untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga demi kemajuan dan kemakmuran Bangsa Indonesia, serta terus menjaga keutuhan NKRI.
KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 1438 H/2016 M yang jatuh pada hari Sabtu, 22 Oktober 2016, para santri di Kabupaten dan Kota Pekalongan bersatu padu untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya adalah diawali dengan Lomba Rebana pada hari Jumat (21/10) kemarin yang diikuti oleh Santriwan dan santriwati dari beberapa Pondok Pesantren di wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Wayang Santri dengan dalang Ki Enthus Susmono juga ikut memeriahkan Peringatan Hari Santri Nasional yang merupakan kegiatan bersama Kabupaten dan Kota Pekalongan yang digelar di Kabupaten Pekalongan ini. Wayang santri dipentaskan pada Jumat malam (21/10) di halaman Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen dengan tokoh Lupit dalam lakonnya Lupit Kembar Mustika Delima.
Kegiatan yang lain adalah Seminar para kyai utuk memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Istighotsah untuk mendoakan negara Republik Indonesia demi kebaikan dan kemaslahatan bangsa dan negara juga diselenggarakan untuk memperingati hari yang baru pertama kali diperingati tersebut.
Selanjutnya sebagai puncak acara, kurang lebih 4000 santri putra dan putri dari beberapa pondok pesantren serta sekolah sekolah dibawah yayasan maarif dan masyarakat umum di wilayah Kab/Kota Pekalongan mengikuti Kirab Merah Putih pada hari sabtu pagi, 22 Oktober 2016. Kirab dilepas oleh wakil Bupati Pekalongan Ir.Arini Harimurti di Lapangan Kebon Agung Kajen dan diterima oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi di Boulevarrd Rumah Dinas Bupati Pekalongan jalan Mandurorejo Kajen.
Bupati yang pagi itu didampingi oleh para Ulama dan Asisten Sekda serta beberapa Kepala SKPD Kab. Pekalongan menyampaikan harapannya pada para Santri sebagai generasi penerus bangsa untuk terus menerus mencari ilmu sebagai bekal bagi kehidupan untuk keselamatan dunia dan akhirat. “Mondok bukan pilihan, tetapi adalah sebuah keharusan karena menyeimbangkan ilmu umum dan ilmu agama ini sangat penting bagi kita. Adik-adik sekalian jangan kuatir, kalian bisa menjadi Bupati seperti saya atau profesi apapun yang mulia kalau Allah menghendaki,” ujar Asip.
Jakarta - Perhelatan pesta olahraga rekreasi dunia atau TAFISA Games yang ke-enam, akan dimulai dari tanggal 6 hingga 12 Oktober mendatang. Sebanyak 87 negara dan 29 provinsi telah mengonfirmasi kehadirannya dalam ajang yang dikenal sebagai olimpiade- nya olahraga rekreasi dan tradisional dari seluruh dunia ini.
Lebih dari 9000 delegasi yang terdiri dari atlet, official dan manajer yang berasal dari negara-negara di 5 benua akan mengikuti 50 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sebagian besar olahraga rekreasi, perlombaan dan eksebisi ini akan digelar di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, sementara sejumlah lokasi lain yang juga digunakan antara lain: Arena Jakarta International Expo-Kemayoran, Taman Mini Indonesia Indah, Bintaro Exchange Mall, Gelanggang Olahraga (GOR) Cempaka Putih, GOR Sunter, GOR Tanjung Priok hingga Kepulauan Seribu.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi berharap pelaksanaan event olahraga rekreasi dunia ini menjadi bukti bahwa Indonesia mulai mendapatkan kepercayaan untuk menggelar event-event olahraga berkelas internasional. Menpora mengajak semua pihak bekerjasama dan sama sama bekerja untuk menyukseskan pelaksanaan event ini.
"TAFISA juga menjadi momentum berkumpulnya masyarakat olahraga dunia untuk melihat bahwa fondasi olahraga benar benar dipupuk dari olahraga tradisional dan olahraga rekreasi. Saya mengajak semua pihak menyukseskan acara ini demi harumnya nama bangsa Indonesia, mendorong industri olahraga dan pariwisata di tanah air dan dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat," harap Imam.
Upacara Pembukaan TAFISA Games 2016 akan berlangsung pada tanggal 8 Oktober
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan rob yang terjadi di wilayah Pantura Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut diperkuat dengan dilaksanakannya rapat pembahasan bersama Pemkab. Pekalongan dengan jajaran Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam hal ini dengan Kepala Balai Sungai Kementerian PUPR di Jakarta baru –baru ini.
Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Arini Harimurti dalam laporannya kepada Kemeterian PUPR mengungkapkan harapannya kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR untuk dapat membantu pelaksanaan pembangunan atau penanganan permasalahan banjir rob di Kabupaten Pekalongan secepat mungkin. “ Saya berharap secara fisik penanganan rob pada 2017 sudah dapat tereaslisasi, mengingat kondisi masyarakat yang terdampak sangat memprihatinkan,” terang Arini.
Ditegaskan Arini bahwa Pemkab. Pekalongan siap membantu kelancaran pelaksanaan program penanganan banjir rob, yang rencanannya akan dilaksanakan dengan sistem sharing dengan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Tengah.” Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di lapangan,” tegas Arini.
Sementara itu, dalam pembahasan yang juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Kab. Pekalongan, Kepala Dinas PSDAESDM, Kab. Pekalongan serta Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kab, Pekalongan serta PSDA Provinsi Jawa Tengah tersebut, Direktur Sungai dan Pantai Kemen PUPR, Ir. Hari Suprayogi, M.Eng menyampaikan bahwa penanganan rob di Jawa Tengah menjadi prioritas Kemeterian PUPR termasuk yang terjadi di Kab. Pekalongan, dan diharapkan dapat terselesaikan dalam waktu dekat. Namun ditambahkan Hari bahwa dalam pelaksanaannya diperlukan kajian dan DED yang akurat dan mendalam, oleh karena itu pihaknya berjaji akan segera menyelesaikan Basic Desain penanganan rob supaya bisa diselesaikan di Tahun 2016. “ Harus ada kejelasan pembagian tugas dan tanggungjawab antara pusat, propinsi dan daerah karena ini tidak dapat diselesaikan oleh salah satu pihak saja, namun harus ada kerjasama dan sinergitas,” ungkap Hari.
Selanjutnya Asip menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan atas penyelenggaraan acara yang sangat positif untuk menyegarkan kembali semangat kita dan para Generasi Muda dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dengan menghargai perbedaan ini. “Ini adalah ketentuan sang pencipta yang harus diterima. Dan Indonesia adalah rumah besar perbedaan itu. Ayo kita lawan mereka yang ingin mengganti Pancasila secara baik dengan tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan,” pesan Asip.
Sementara itu Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan Letkol Riza Anom Putranto, SIP menyampaikan, kekuatan pokok untuk melawan mereka yang ingin menghancurkan bangsa ini ada di TNI/Polri, dan kekuatan pendukung ada di semua lapisan masyarakat. “Saya harap kegiatan ini dilaksanakan dengan baik, dan selesainya dapat dipraktekkan dalam sekolah dan dalam lingkungan masyarakat sehingga NKRI tetap ada hingga akhir hayat. Ini ttugas generasi muda sebagai penerus dan perekat persatuan bangsa untuk melaksanakan nasionalisme dengan baik,” harap Dandim.
Dibagian lain Kapolres Pekalongan AKBP Roy Ardhya Chandra, S.IK memberikan pembinaan tentang Narkoba dan Penyalahgunaan Obat-obatan Terlarang. Kapolres menegaskan agar Generasi Muda menjauhi Narkoba dan jangan coba-coba menyentuhnya karena ini sangat berbahaya dan bila sudah terlibat, maka Polres akan menindaklanjuti dengan tegas. “Jangan sekali–kali mengenal atau mendekati Narkoba, karena sekali kalian mengenal Narkoba maka akan sangat sulit bagi kalian untuk lepas dari jerat Narkoba yang dapat saya pastikan akan membawa dampak buruk pada masa depan kalian!,” tegas Kapolres.
Dalam kesempatan tersebut, dalam sesi pembinaan karakter, Arif Suharsoyo dari Dindik Provinsi Jawa Tengah memberikan wawasan kebangsaan mellalui seni wayang kulit dengan mengajak dialog peserta bagaimana persatuan dan kesatuan itu.
Sementara Plt. Kepala Dindik Kab. Pekalongan Dra. Sri Sugiarti menambahkan, bentuk kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 970 siswa siswi SMP. SMA/SMK Se Kab. Pekalongan tersebut adalah kegiatan kelompok lari kecil dengan membawa Bendera Merah Putih melewati suatu rute dengan jarak kurang lebih 3 km dibagi menjadi 3 pos. (451h/d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 24 November 2016
Asip juga berpesan agar dalam mengelola dan menjaga hutan untuk kemaslahatan umat juga harus dilandasi dengan semangat religi, agar benar-benar tertanam di hati sehingga benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. “Perlu dukungan berbagai pihak, kementerian dan sejumlah pihak untuk bersama-sama berkomitmen menjaga kelestarian hutan Petungkriyono, dan dalam acara ini semuanya sudah mendukung, karena tidak bisa kalau Pemkab Pekalongan saja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Prov.Jateng mengungkapkan bahwa diperlukan langkah-langkah inovatif, dan ide-ide brilian yang langsung bisa dieksekusi dalam pengelolaan hutan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga membawa manfaat bagi masyarakat sekitarnya. “ Menteri akan melaunching Petungkriyono Forestry Park, sebagai tempat penelitian dan juga wisata hutan,” ungkapnya.
Pada bagian lain, San Afri Awang mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab. Pekalongan dalam menjaga keutuhan dan kelestarian hutan Petungkriyono, diantaranya dengan melarang penebangan pohon di hutan. San Afri juga berpesan agar kelestarian daerah – daerah dataran tinggi dijaga, karena tempat ini merupakan sumber air bersih.
Hari kedua perhelatan diteruskan dengan kegiatan field trip, yang diikuti oleh para tamu yang hadir pada saat pembukaan, Muspida, dan perwakilan SKPD terkait, dengan rangkaian acara penanaman pohon di obyek wisata Curug Bajing sebagai bentuk tindakan nyata pelestarian lingkungan, serta penandatanganan Komunike Petungkriyono untuk penyelamatan hutan dan kemanusiaan oleh pemerintah, peneliti, pecinta hutan, pemerhati lingkungan hidup yang diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan atau rekomendasi bagi semua pihak dan pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 24 November 2016
Dijelaskan Asip, saat ini ada beberapa operator jaringan seluler yang sudah bekerjasama, yang memudahkan desa mendapat akses internet yang baik. “Jadi intinya semua desa di Kabupaten Pekalongan harus ada perpustakaan yang memadai dan ini didukung oleh sistem pendanaan yang berorientasi kepada pemberdayaan. Bisa diambilkan dari dana desa dan nanti sportingnya bisa menggunakan dana APBD. Tetapi yang lebih penting, menggerakkan partisipasi dan sumberdaya serta sumberdana dari masyarakat. Saya kira ini akan lebih efektif,” jelas Asip.
Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pekalongan Tuti Iriyanti, SH, MSi mengungkapkan selama ini perpustakaan di Indonesia identik dengan sebuah tempat yang membosankan dan berbau apek. Dengan cap demikian, tak heran bila masyarakat malas berkunjung ke perpustakaan. Citra negatif itulah yang coba diubah oleh Pihak Swasta melalui program 'PerpuSeru'. “PerpuSeru merupakan program pengembangan perpustakaan di Indonesia dengan tujuan menjadikannya pusat belajar dan berkegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” tambah Tuti.
Dijelaskan Tuti, dengan adanya program PerpuSeru, perpustakaan bertranformasi menjadi sebuah tempat yang menyenangkan dan pusat belajar serta berkegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. “Masyarakat dapat merasakan secara langsung dampak dari program tersebut terhadap peningkatan kualitas hidup mereka,” ujarnya. (451h/H-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 17 November 2016
“Saya akan kembangkan beberapa program antara lain mengembalikan kembali melalui maklumat (Peraturan Daerah) Bupati Pekalongan, bertepatan dengan Hari Santri bahwa setiap waktu maghrib sampai isya kita semua harus belajar. Kita gunakan waktu tersebut untuk mengaji, untuk belajar sambil nguri-nguri apa yang dahulu sudah dilakukan oleh para pendahulu, para leluhur kita, nenek moyang dan para orang-orang tua kita,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, pada tahun 60-an, 70-an sampai penghujung 80-an setiap rumah di kampung-kampung setiap waktu setelah sholat maghrib suara yang terdengar adalah suara orang mengaji. Tetapi awal tahun 90-an tradisi ini pelan-pelan hilang dan setiap rumah suara yang terdengar adalah suara televisi. Oleh karena itu, mulai Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda kita akan bangun kembali semangat untuk mempertahankan nilai-nilai/ tradisi-tradisi lama yang baik sambil terus menerus kita melakukan inovasi dan akselerasi guna membangun masyarakat seutuhnya dengan hal-hal yang lebih baik. Dengan harapan apa yang menjadi cita-cita kita bersama yaitu Kabupaten Pekalongan yang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera akan terwujud.
Dalam kesempatan malam hari itu, Bupati juga mempromosikan Petungkriyono yang merupakan salah satu destinasi ekowisata Internasional di Kabupaten Pekalongan yang kita sebut Petungkriyono Culutral Techno Forestry Park.
Petungkriyono, kata Bupati, adalah taman hutan pertama yang ada di Indonesia. Karena apa? Karena data dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia ternyata satu-satunya hutan rimba yang tersisa di pulau Jawa adalah hanya ada di Kabupaten Pekalongan yaitu di wilayah Kecamatan Petungkriyono.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bisa datang ke Petungkriyono untuk menikmati sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT karena alamnya yang elok, hutannya yang mempersona, masyarakatnya dari hari ke hari semakin agamis. Insya Allah Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan konsisten membangun peradaban di Kabupaten Pekalongan khususnya di Kecamatan Petungkriyono dengan pendekatan kebudayaan,” ungkap Bupati,
Jalannya pengajian akbar tersebut dijaga dan diamankan oleh gabungan Polsek Wonopringgo dan Banser GP Ansor Kabupaten Pekalongan yang tersebar di seluruh area kegiatan. (d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 28 Oktober 2016
Pada sambutannya kali ini, Menpora banyak menyoroti kalimat seruan Bung Karno, yaitu “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.Dikemukakan Imam, bahwa berdasarkan data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No.40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara16 -30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014).
Lebih lanjut Imam menjelaskan bahwa mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa. “ Rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia,” terangnya.
Bonus demografi ini menurut Imam akan menjadi windows opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. “ Usia produktif diatas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju, itu adalah rasio usia produktif terbaik Indonesia,” tegasny.
Kondisi tersebut menurut Menpora tentu ada relevansinya dengan pidato Bung Karno tentang sepuluh pemuda mengguncang dunia, karena sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia namun dibutuhkan pula pemuda yang berkualitas dan memiliki visi yang besar untuk menatap dunia.
Menpora dalam sambutannya juga menyampaikan rasa bangganya kepada para generasi muda Indonesia yang mampu menorehkan prestasi, terutama di kancah internasional, seperti Rio Haryanto (pebalap mobil internasional F.1), Owi – Butet ( Peraih emas cabang olahraga Bulutangkis di Olimpiade Rio de Jeneiro Brasil), serta talenta – talenta muda di sektor – sektor lain seperti Industri kreatif, musik, start up, dan teknologi informasi.
Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia. “ Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia,”.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 28 Oktober 2016
Lebih lanjut Asip menyampaikan bahwa hari santri ini sebenarnya untuk menumbuhkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme sekaligus mengenang kembali perjuangan para leluhur pada tahun 1948 yaitu pada saat Agresi Bellanda II. Saat itu, ratusan kyai di nusantara dibawah pimpinan Ky.H.Hasyim Asyari bersepakat untuk bersatu padu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pada saat itu baru merdeka. “Ayo, semangat dan jiwa mempertahankan kemerdekaan ini kita warisi. Jangan putus asa dan jangan pesismis. Santri harus optimis, dan mencari ilmu itu panjang masanya,” pesan Bupati.
Menurut Bupati, semangat ini sekarang hendaknya di elaborasi dalam bentuk belajar, semangat untuk bersatu dan menghargai orang lain serta untuk mencintai dan mempertahankan NKRI dan untuk yang tidak bisa ditawar yaitu NKRI harga mati. “Insya allah kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan antara Pemkab dan Kota Pekalongan bersama-sama,” ujar Bupati.
Sementara itu Wakil Bupati Pekalongan dalam sambutannya saat melepas para Santri menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh yang terlibat dalam acara ini, khususnya paserta kirab dan panitia penyelenggara sehingga seluruh komponen masyarakat dapat menyaksikan bersama kemeriahan dan kekompakan para santri di willayah Kabupaten dan Kota Pekalongan dalam memperingatai Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober ini.
Menurut Arini hal ini menunjukkan bahwa kekompakan para santri ini merupakan cerminan khususnya di Kabupaten dan kota Pekalongan untuk saling mendukung didalam syiar Islam maupun didalam menjaga dan memperkokoh Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana tema peringatan Hari Santri bahwa “Kita Bertekad untuk Memperkokoh Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. “Saya harap kekompakan ini senantiasa dijaga sehingga NKRI tetap eksis, dan Saya harap ditahun mendatang kegiatan ini akan dapat ditingkatkan sehingga diantara kita semakin kompak dan semakin kokoh,” harap Arini. (451h & Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Sabtu, 22 Oktober 2016
2016 di Pantai Carnaval, Ancol Beach City. Presiden Joko Widodo direncanakan akan menghadiri upacara pembukaan yang memadukan unsur unsur kebudayaan Indonesia dalam balutan teknologi dengan tema: "Budaya Bertemu Teknologi, Indonesia Hebat."
Ketua Panitia Pelaksana TAFISA yang juga ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman mengatakan, pelaksanaan event TAFISA Games 2016 menjadi momentum awal dari kebangkitan olahraga tradisional Indonesia.
"Melalui TAFISA kita akan memperkenalkan olahraga tradisional yang dimiliki Indonesia. Pada saat kongres TAFISA di Frankfurt, Jerman tahun 2011 lalu, Indonesia bisa mengalahkan Belanda karena kekayaan olahraga tradisionalnya, maka penetapan Indonesia sebagai tuan rumah adalah bentuk penghormatan dunia," jelas Hayono.
Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Hayono juga mengatakan TAFISA merupakan pesta olahraga internasional yang begitu kuat mencerminkan kekayaan dan keragaman olahraga bangsa bangsa di dunia.
"Momen ini menjadi terasa istimewa karena menjadi ajang pertemuan dan penjalinan persahabatan yang erat bagi seluruh warga dunia yang mencintai olahraga," kata Hayono lagi.
TAFISA Games 2016 memiliki banyak agenda antara lain kejuaraan dan kompetisi dalam kategori Action Sports, Extreme Sports, Adventure Sports, E- Sports dan nomor khusus untuk penyandang disabilitas. Selain itu ada juga ajang eksibisi yang akan diisi oleh sejumlah negara.
TAFISA Games 2016 tidak hanya menggelar perlombaan dan eksebisi puluhan cabang yang penuh dengan keunikan kultural seperti senam Zumba dari Kolombia, seni bela diri Chanbara dari Jepang, seni bela diri Muay-Thai asal Thailand, dan juga seni bela diri Pencak Silat khas Indonesia. Lebih daripada itu TAFISA menjadi perhelatan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menampilkan bentuk olahraga rekreasi dan tradisional dari latar belakang budayanya masing-masing.
Selama penyelenggaraan TAFISA akan dilakukan sejumlah pemecahan rekor dunia antara lain: pemecahan rekor dunia pelajar bermain egrang terbanyak dan pemecahan rekor dunia layang-layang. Sementara itu sebagai event pendukung akan digelar pula berbagai eksebisi yang mengenalkan berbagai produk dalam bidang fashion olahraga, kuliner, kerajinan tangan hingga obat-obatan tradisional Indonesia. Biro Humas Kemenpora dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo.
#TAFISAGames2016
#SportsAreFun
Jumat, 7 Oktober 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 7 Oktober 2016