KAJEN - Selepas Upacara Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap IV Ta. 2024 di Lapangan Dukuh Bumirasa, Desa Tenogo, pada Kamis (31/10/2024).
Pjs Bupati Pekalongan Widi Hartanto didampingi Ketua DPRD H. Munir, Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, Kadis PMD Kab. Pekalongan Agus Dwi Nugroho, Camat Paninggaran Arif Nugroho, serta Danramil 13/Paninggaran Lettu Sugiono meninjau hasil pengaspalan jalan Tenogo-Bedagung, Kecamatan Paninggaran sepanjang 1.268 meter dengan lebar 3 m.
Proyek pengaspalan jalan tersebut adalah hasil kolaborasi antara Pemerintah kabupaten Pekalongan dengan Kodim 0710 Pekalongan dan berbagai pihak yang menghabiskan anggaran sebesar 519,3 juta.
Disampaikan oleh Pjs Bupati Pekalongan Widi Hartanto saat ditemui rekan media dirinya berharap semoga proyek pengaspalan jalan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat. "Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat tadi saya juga sudah buktikan aspalnya juga kuat, saya bantingkan kendi tiga kali kondisi aspalnya masih aman," ucap Widi Hartanto sambil bergurau. Widi masyarakat juga diharapkan turut menjaga kapasitas tonase jangan sampai berlebih agar jalannya bisa lebih awet.
Mewakili Komadan Kodim 0710/Pekalongan Perwira Penghubung Kodim 0710/Pekalongan Mayor Kav Purbo Suseno pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Polres Pekalongan, serta seluruh pihak yang terlibat harapannya kolaborasi ini tetap bisa berlanjut “Saya mewakili Komandan Kodim 0710/Pekalongan mengucapkan banyak terima kasih dan pengghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama pemerintah kabupaten pekalongan dan warga masyarakat yang sudah bersinergi dengan sangat baik sehingga program TMMD ini bisa berjalan dengan baik dan sukses”, terang Pabung
Tardi salah satu warga Bedagung mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada TNI dan pemerintah daerah atas suksesnya program TMMD sengkuyung IV Ta. 2024 di Desanya. Menurutnya jalan tersebut sebelumnya sudah rusak dan susah dilewati selama 5 tahun, sehingga adanya perbaikan dari program TMMD ini sangat bermanfaat dalam menunjang aksivitas warga sehari-hari. “ Terimakasih Kepada pemerintah daerah, TNI dan semua pihak atas suksesnya program TMMD ini, dengan jalan yang sudah bagus ini jelas akan bermanfaat bagi kami dalam melakukan aktivitas sehari-hari”,tandasnya.
Kamis, 31 Oktober 2024
KAJEN - Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan melantik Mabi Saka Dan Pengurus Saka Pariwisata Kwarcab Pekalongan Masa Bakti 2024 -2029. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si di Objek Wisata Linggo Asri, Rabu 30 Oktober 2024.
JEPARA - Kabupaten Pekalongan kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam rangkaian kegiatan Jambore Pemuda Jawa Tengah 2024 yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah di Banjarnegara pada 21-24 Oktober 2024. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 tingkat Provinsi Jawa Tengah dan mencakup berbagai lomba, antara lain Tari Kreasi Daerah, Video Inovasi Pemuda, Lomba Pidato Bahasa Inggris, dan penilaian Defile Kontingen Terbaik.
KAJEN – Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Pekalongan, Widi Hartanto meminta kepada pemuda untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan. Demikian disampaikannya pada kegiatan upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96 Tahun 2024 Tingkat Kabupaten Pekalongan di Lapangan Belakang Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, pada Senin (28/10/2024) pagi.
KAJEN – Sebagai salah satu upaya percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) menggelar Sosialiasi Pengembangan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI), Rabu (23/10/2024), di Gedung Sanggar Pramuka Koordinator Wilayah (Korwil) Kajen.
Dua Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Pekalongan yakni Raperda tentang Penyelenggaraan Reklame dan Raperda tentang Pemberdayaan Usaha Mikro.
Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, didampingi Wakil Ketua DPRD Ruben R Prabu Faza. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, serta para anggota dewan.
Dalam sambutannya, Widi Hartanto memberikan apresiasi atas inisiatif DPRD yang telah mengajukan kedua Raperda tersebut. Menurutnya, hal ini menunjukkan komitmen DPRD dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan reklame, yang diharapkan dapat mencapai keseimbangan berbagai aspek pemerintahan dan pembangunan daerah. Selain itu, pemberdayaan usaha mikro menjadi upaya dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif serta mengembangkan ekonomi daerah.
Widi Hartanto memberikan sejumlah saran untuk penyempurnaan Raperda dalam tahap pembahasan selanjutnya, khususnya mengenai Raperda tentang Penyelenggaraan Reklame. Dalam Raperda ini, Pemerintah Daerah memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan penyelenggaraan reklame, menentukan lokasi dan titik reklame, mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi terkait reklame, menyediakan sarana dan prasarana di bidang reklame, menerbitkan izin, serta memungut pajak atau retribusi sesuai ketentuan perundang-undangan.
Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan reklame di Kabupaten Pekalongan sebelumnya telah diatur melalui Peraturan Bupati Pekalongan Nomor 50 Tahun 2015, namun masih terbatas dalam pengaturannya. “Untuk itu dengan disampaikannya Raperda ini, kami harapkan dalam pembahasan lebih lanjut untuk dilakukan pencermatan secara substantif terkait materi muatan agar apa yang diatur lebih terperinci dan lebih luas sehingga dapat mengakomodir peran Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Reklame," ujarnya.
Sementara itu, terkait Raperda tentang Pemberdayaan Usaha Mikro, Widi Hartanto menekankan agar strategi dan langkah pengembangan usaha mikro diatur secara lebih rinci, mencakup tanggung jawab teknis seperti pendataan, kemitraan, kemudahan perizinan, dan penguatan kelembagaan.
Menutup sambutannya, Pjs Bupati berharap agar kedua Raperda tersebut dapat dikonsultasikan secara komprehensif dan substantif dengan Pemerintah Provinsi.
“Kami berharap agar Raperda ini dapat disusun sesuai kaidah, norma, dan kewenangan yang berlaku, sehingga bisa menjadi payung hukum yang efektif di Kabupaten Pekalongan," tandasnya.
Sumber : Prokompim Kabupaten Pekalongan
Kamis, 31 Oktober 2024
Saka merupakan organisasi pendukung Gerakan Pramuka yang melekat pada kwartirnya baik di tingkat Ranting, Cabang, Daeran, maupun Nasional. Di Kwarcab Pekalongan sudah ada 11 saka yang sudah di SK kan dan salah satunya adalah Saka Pariwisata yang dikukuhkan
Dalam sambutannya, M. Yulian Akbar mengatakan, bahwa Saka Pariwisata adalah wadah pendidikan dan pembinaan di bidang pariwisata bagi anggota Gerakan Pramuka untuk membantu, membina, dan mengembangkan kegiatan pariwisata. "Setelah dikukuhkan Kepengurusannya baik Mabisaka maupun Pengurus Saka, saya berharap segera membuat program kerja, sehingga anggota Saka Pariwisata dapat membantu setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Pekalongan
Yulian mengingatkan, bahwa Saka Pariwisata memiliki tiga krida yang akan diterapkan dalam merekrut anggota khususnya pramuka penegak dan pramuka pandega, yaitu Krida Penyuluh Wisata, Krida Pemandu Wisata, dan Krida Kuliner Wisata. "Dengan dikukuhkannya Mabi dan Pengurus Saka Pariwisata berarti sudah ada dua Saka yang telah mengadakan reorganisasi atau pembaharuan, Kwarcab berharap semua saka untuk bisa mencontohnya sehingga semua Saka akan memperbaharui kepengurusannya," ujarnya.
Tak lupa dirinya memberikan selamat atas dikukuhkannya Majelis Pembimbing Saka dan Pengurus Satuan Karya Pariwisata masa bakti 2024-2029, "semoga Saka Pariwisata semakin maju kedepannya" pungkasnya.
Rabu, 30 Oktober 2024
Mahasiswa KKN diterima langsung oleh Pjs Bupati Pekalongan, Widi Hartanto. Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Forkompimda, beberapa Kepala Dinas, para Camat dan Kepala Desa.
Dalam sambutannya, Pjs Bupati Widi berharap mahasiswa dapat membantu mempercepat target pembangunan Kabupaten Pekalongan, terutama di tingkat desa. “Teman-teman perlu berkontribusi dalam program percepatan pemerintah. Banyak program yang masuk ke desa, seperti ADD dan kegiatan lainnya yang didukung oleh pemkab, dinas, kecamatan, hingga desa,” ungkapnya.
Dirinya menekankan pentingnya peran KKN dalam pemberdayaan masyarakat, sekaligus sebagai sarana mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh sehingga memberikan dampak positif. Ia juga mengimbau mahasiswa untuk mendorong potensi lokal, khususnya UMKM, mengingat sektor ini memiliki ketahanan ekonomi yang kuat. “Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan. Teman-teman dari perguruan tinggi bisa menjadi bagian dari sinergi ini, apalagi UIN sebagai perguruan tinggi negeri yang ada di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Terkhir, dalam kesempatan itu, Pjs Bupati Widi menyampaikan tentang prinsip Amati, Tiru, dan Modifikasi, sembari berharap para mahasiswa yang mengikuti KKN dapat berinovasi. Ia juga berpesan agar pada mahasiswa menghargai muatan lokal, adat istiadat, dan tradisi setempat. “Karena kesuksesan kita dalam bekerja tanpa dukungan masyarakat, tanpa dukungan dari pimpinan di tingkat wilayah tersebut maka akan sulit, teman-teman tidak mungkin dapat berjalan sendiri,” tambahnya.
Kepala Pemeberdayaan Masyarakat UIN KH Abdurrahman Wahid Jauhari Ali menuturkan, total ada 586 mahasiswa yang diterjunkan dengan dua lokasi yakni di Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan. Untuk Kota Pekalongan ada 27 Desa dan Kabupaten Pekalongan 26 dengan dua jenis KKN yakni KKN Tematik dan KKN Reguler. “sebagian besar KKN regular, untuk KKN tematik ada KKN Ramah Perempuan dan Anak, Wisata, Penanggulangan Sampah dan juga Kampung Pramuka. Kita berharap ada inovasi yang lahir dari program ini dan bisa melahirkan produk unggulan di masing-masing lokasi KKN,” pintanya.
Senin, 28 Oktober 2024
Najwa Diah Widayati, pemuda berbakat asal Kabupaten Pekalongan, berhasil meraih Juara 1 dalam kategori Video Inovasi Pemuda Putri. Selain itu, Kabupaten Pekalongan juga berhasil memenangkan kategori Defile Kontingen Terbaik. Atas prestasi gemilang ini, Najwa beserta perwakilan kontingen menerima penghargaan secara langsung dari Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., pada upacara Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan di Jepara.
Najwa menerima hadiah uang tunai sebesar 5 juta rupiah, ditambah bonus 2 juta rupiah dari Bank Jateng. Sementara itu, penghargaan sebagai Defile Kontingen Terbaik juga mendapat apresiasi dengan hadiah 5 juta rupiah dari Bank Jateng.
Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Ari Lanang, mewakili Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, ST, MT., menyampaikan apresiasi dan harapan atas capaian ini. “Melihat hasil Jambore Pemuda Jawa Tengah pada 2023 yang selalu mendapatkan medali emas, prestasi tahun 2024 ini membuktikan bahwa Kabupaten Pekalongan memiliki potensi dan bakat yang tak kalah dengan kabupaten dan kota lainnya. Mari kita, pemuda Kabupaten Pekalongan, terus menggali dan menunjukkan potensi yang ada. Bersama Pemkab Pekalongan, kita dapat berkolaborasi untuk memajukan Kabupaten Pekalongan ke depan,” ungkap Ari Lanang kepada RKS FM usai mengikuti upacara di Jepara pada Senin (28/10).
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pemuda Kabupaten Pekalongan untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mengharumkan nama daerah di kancah provinsi maupun nasional.
Senin, 28 Oktober 2024
Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh jajaran Forkopimda, kepala instansi vertikal, sekretaris daerah, staf ahli bupati, asisten Sekda, perwakilan akademisi, serta ratusan pemuda, PGRI, dan ASN. "Pesan saya pada momentum hari sumpah pemuda tahun 2024 ini, kami berharap pemuda di Kabupaten Pekalongan dapat terus berkontribusi, berperan aktif dalam pembangunan khususnya di Kabupaten Pekalongan.," tambahnya.
Pjs Bupati Pekalongan, Widi Hartanto dalam upacara bertindak sebagai Pembina upacara membacakan sambutan tertulis dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Ario Bimo Nandito Ariotedjo. Sambutan tersebut mengusung tema "Maju Bersama Indonesia Raya," yang mengajak semua elemen untuk meningkatkan pelayanan kepemudaan demi mencapai Indonesia yang sejahtera secara bersinergi di tingkat pusat dan daerah.
Upacara juga diisi dengan pembacaan Ikrar Damai Pilkada Serentak 2024 yang dipimpin perwakilan pemuda Kabupaten Pekalongan. Dalam ikrar tersebut, mereka berkomitmen mendukung pilkada dengan berpartisipasi aktif dan mengajak masyarakat untuk tidak golput, serta menolak dan melawan praktik politik identitas yang dapat merusak kerukunan, persatuan dan kesatuan.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada perwakilan pemuda yang telah menyampaikan ikrar pemilu damai. Kita berharap agar ikrar pilkada damai di Kabupaten Pekalongan harapan kita bersama bisa berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun," ujarnya.
Setelah upacara bendera, Pjs Bupati Pekalongan melakukan penyerahan hadiah lomba Program Kepemudaan, yakni Lomba Kreasi Baris Berbaris Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2024 untuk jenjang SMA/SMK/MA. Juara 1 diraih oleh SMAN 1 Kedungwuni, diikuti oleh Juara 2 SMA N 1 Kajen.
Pada kesempatan ini, diumumkan juga bahwa pemuda-pemudi Kabupaten Pekalongan meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah, yakni Juara I Defile dalam Jambore Pemuda dan Juara 1 kategori Lomba Video yang diraih oleh Najwa Diah Widayati dari SMAN 1 Kajen. Upacara ditutup dengan penampilan dari Juara 1 Lomba Kreasi Baris Berbaris Tingkat Kabupaten Pekalongan 2024, yaitu SMA Negeri 1 Kedungwuni.
Senin, 28 Oktober 2024
Kegiatan penilaian interviu ini merupakan proses klarifikasi dan validasi yang dilakukan oleh Kemenpan RB terhadap bukti dukung yang disampaikan oleh Pemerintah Daerah.
Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., Kepala Dinkominfo, Supriyadi, S.E., M.M., Kepala Bapperida, Trisno Suharsanto, S.E., M.Si., Kabag Organisasi Setda, Abdul Cholik, S.E., M.M. dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang bertindak sebagai Asesor Internal SPBE Kabupaten Pekalongan Tahun 2024.
Acara dipimpin oleh Tim dari Kemenpan RB. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan interviu pada setiap indikator penilaian SPBE. Pemerintah Kabupaten Pekalongan diberi kesempatan untuk melengkapi data dukung sesuai arahan dari Kemenpan RB.
Jumat, 25 Oktober 2024
Demikian disampaikannya pada saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi bertajuk “Gempur Rokok Ilegal Tahap III yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dalam upaya memberantas peredaran rokok ilegal di Wilayah Kabupaten Pekalongan, di Objek Wisata Linggoasri, Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, pada Kamis (24/10/2024). Selain sosialisasi, acara juga dimeriahkan dengan hiburan seni dan budaya lokal Kabupaten Pekalongan serta pameran produk lokal yang menambah daya tarik pengunjung.
Acara ini diikuti oleh peserta dari unsur desa wisata (Deswita) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dengan menghadirkan narasumber, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, serta Pelaksana Pemeriksa dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C-Tegal, Agung Setiawan. Turut hadir, Pjs Bupati Pekalongan Widi Hartanto, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD terkait, serta Forkopimcam.
"Diharapkan partisipasi dari pelaku pariwisata semakin besar. Mereka bisa melaporkan dan menginformasikan kepada satgas gempur rokok ilegal agar dapat segera ditindaklanjuti. Tanpa partisipasi masyarakat, kami akan kesulitan mendapatkan informasi tentang peredaran rokok ilegal yang mungkin sudah beredar di beberapa tempat," ujarnya.
Lebih lanjut, Pjs Bupati Widi menekankan bahwa acara sosialisasi Gempur Rokok Ilegal tidak hanya bertujuan untuk mensosialisasikan pemberantasan rokok ilegal, tetapi juga untuk mendorong pelaku wisata dan sebagai ajang mempromosikan Linggoasri sebagai destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan.
Hal senada dikatakan Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, pihaknya menjelaskan bahwa sosialiasi Gempur Rokok illegal tahap ketiga menargetkan objek-objek wisata di Kabupaten Pekalongan khususnya objek wisata yang dikelola oleh desa.
"Harapan kami adalah para pengelola wisata di desa ini memahami apa itu rokok ilegal dan mengapa pemerintah gencar melakukan kampanye ini. acara ini juga menjadi momen penting untuk mengumpulkan semua desa wisata di Kabupaten Pekalongan ," jelas Wahyu.
Kamis, 24 Oktober 2024
Sosialisasi diikuti OPD terkait di lingkungan Pemkab Pekalongan, penilik dan pengawas dari 19 koordinator wilayah Dindikbud Kabupaten Pekalongan.
Didin Nasrudin, SH, M.Si dalam sambutan mewakili Kepala Dindikbud, Kholid, S.Pd, menurunkan angka stunting. Kondisi stunting Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi, yaitu 28,60 persen. Angka tersebut masih lebih tinggi dari stunting Provinsi Jawa Tengah. “Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Pertemuan kali ini merupakan salah satu upaya untuk menurunkan stunting, juga meningkatkan cakupan PAUD Holistik,” ungkap Didin.
Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal Informal (PAUDNI) Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Yakub Ali Roja’i, S.Pd, M.Pd dalam kesempatan tersebut menyampaikan materi “Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif sebagai Strategi Percepatan Penurunan Stunting”. Dalam materinya, Yakub menyampaikan bahwa PAUD yang berkualitas adalah PAUD yang aman dan nyaman bagi peserta didiknya. Menurutnya, PAUD berkualitas juga mendukung penurunan stunting.
Menurut Yakub, Satuan PAUD berperan dalam percepatan penurunan stunting. “Satuan Pendidikan Anak Usia Dini berkontribusi melalui pendidikan dengan memberikan stimulasi seluruh aspek tumbuh kembang anak. PAUD berkualitas mendukung percepatan penurunan stunting,” jelasnya.
Dijelaskannya, Pengembangan Anak Usia Dini adalah kondisi di mana semua unit bekerjasama sehingga anak 0-6 tahun mendapatkan layanan yang holistik. “Anak usia 0-6 tahun masuk PAUD sehingga mendapatkan stimulasi (kognitif, bahasa sosio-emosional, fisik motorik dan agama-moral) yang diperlukan, orang tua/wali anak usia dini ikut kelas orangtua sehingga memahami kebutuhan esensial anak usia dini (gizi, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan) dan memahami pentingnya memiliki fasilitas sanitasi bersih, pembiasaan cuci tangan, menjaga kebersihan, menguatkan pemahaman anak mengenai hidup bersih dan sehat dalam kegiatan pembelajaran, fasilitas sanitasi dan air bersih di satuan PAUD,” ujarnya.
Kasi PAUD, Rose Diana Soeroto, S.Pi dalam kegiatan tersebut menyampaikan materi “PAUD Berkualitas dan 8 Indikator Layanan Esensial yang perlu Dipenuhi oleh Satuan PAUD”
Delapan Indikator Layanan Esensial tersebut yaitu kelas orang tua sebagai wahana untuk berbagi informasi mengenai kebutuhan esensial anak (intervensi gizi-sensitif), pemantauan pertumbuhan anak (tinggi/berat badan dan lingkar kepala), pemantauan perkembangan anak, berkoordinasi dengan unit lain terkait pemenuhan gizi dan Kesehatan, menerapkan PHBS melalui pembiasaan, memberikan PMT dan/atau makanan bergizi secara berkala (minimal 3 bulan sekali), memantau kepemilikan identitas (NIK) peserta didik, ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih (minimal, menggunakan material sederhana dan ada air mengalir).
Satuan PAUD berkualitas memiliki minimal 6 dari 8 indikator tersebut dan Satuan memutakhirkan data pokok pendidikan (Dapodik) secara berkala, sehingga target Perpres Perpres 72/21 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yaitu Persentase Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang mengembangkan Pendidikan/ Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif sebesar 70% di 2024. Yang menjadi penanggung jawab dalam hal ini, yaitu Pemerintah Kabupaten/ Kota dengan dukungan dari Kemendikbudristek. “Dinas Pendidikan dapat berkoordinasi dengan OPD lain untuk mendukung satuan PAUD yang ada mencapai target dan mendukung seluruh desa memiliki PAUD,” ujar Rose.
Sosialisasi diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama terkait PAUD Holistik Integratif.
Rabu, 23 Oktober 2024