KAJEN - Musim penghujan tak hanya identik dengan musibah banjir dan longsor, tapi juga berimbas pada rusaknya jalan-jalan aspal yang menyebabkan terjadinya lubang-lubang. Terlebih jika hujan turun dengan intensitas tinggi, maka akan semakin memperluas lubang-lubang yang ada di jalan tersebut.
Karena seperti diketahui, bahwa air adalah musuh utama bagi aspal. Karena itulah, semakin sering jalan tergenang air, maka semakin mempercepat kerusakan jalan itu sendiri.
Banyak jalan-jalan utama di daerah-daerah yang tak luput dari kerusakan, yang bahkan sudah berlangsung menahun. Kabupaten Pekalongan, menjadi salah satu daerah yang terdampak adanya musim penghujan ini yang menyebabkan beberapa jalan rusak dan berlubang di jalan-jalan arteri dan jalan umum.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Pekalongan di sela-sela kunjungannya di daerah Kecamatan Kedungwuni langsung berhenti ketika menemui jalan yang berlubang, dan meminta kepada dinas terkait untuk segera memperbaiki.
“jalan di Kecamatan Kedungwuni terutama yang jalan utama menuju Pasar Kedungwuni beberapa titik ada yang rusak, saya minta kepada Pemda untuk gerak cepat memperbaiki, jangan nunggu sampai ada komplain,” katanya.
Tidak hanya itu, bahkan terlihat menyemprot langsung beberapa titik jalan berlubang tersebut dengan cat warna putih, agar bisa terlihat dan segera dilakukan perbaikan.
“fokus utama selama saya menjabat adalah rehabilitasi dan perbaikan jalan, maka saya minta masyarakat untuk bersabar karena akan dikerjakan tahap demi tahap, tidak bisa sim salabim,” pungkasnya.
Senin, 6 Maret 2023
KAJEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan meminta agar warga masyarakat dapat ikut mengawasi penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kota Santri. Pasalnya, belakangan terjadi pencurian suku cadang PJU berupa kontaktor dan timer yang mengakibatkan padamnya ratusan lampu PJU di wilayah Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Sudah menjadi kebiasaan bagi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E,.M.M jika berkunjung ke masyarakat pada saat bertepatan hari Jumat, yakni dirinya memberikan bantuan kepada orang-orang yang kurang mampu serta memberikan bantuan ke Masjid. Seperti yang dilakukan saat Bupati berada di Kecamatan Paninggaran karena ada beberapa kegiatan, Jumat (24/2/2023). Dirinya memberikan 50 paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu serta memberikan bantuan ke Masjid Khoirul Huda.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M meminta kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa memanfaatkan pensertifikatan tanah gratis melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Hal itu lantaran di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2023 ada kuota sebanyak 27 ribu lebih sertifikat tanah gratis dari program ini.
Kondisi Jembatan Galangpengampon yang mempunyai panjang 150 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut menghubungkan dukuh galangwolu dan dukuh sibetok yang biasanya digunakan warga untuk kegiatan sehari-hari.
Namun pasca luapan sungai beberapa waktu yang lalu menyebabkan kondisi jembatan menjadi miring sehingga berpotensi membahayakan. Untuk itu Bupati beserta rombongan meninjau langsung jembatan untuk melihat secara langsung kondisinya.
Dikatakan Bupati, bahwa setelah mencoba berjalan dijembatan tersebut kondisi jembatan sudah goyang dan mengkhawatirkan. Untuk itu dirinya mengajak dinas terkait untuk mengecek dan menghitung berapa anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki jembatan ini.
"Karena ini sudah tahun 2023 dan sudah masuk bulan Maret, maka sepertinya sulit untuk dianggarakan tahun ini, namun kita upayakan agar masuk di tahun 2024," katanya, Senin (6/3/2023).
Menurutnya, untuk memperbaiki jembatan memerlukan anggaran yang cukup besar sehingga harus satu persatu. "Tahun ini kita memperbaiki jembatan yang ada di Kecamatan Bojong-Sragi, mungkin yang lainnya menunggu tahun berikutnya. Karena dengan anggaran yang agar bisa dibagi-bagi dan pembangun bisa berjalan," terangnya.
Dirinya meminta kepada masyarakat untuk bersabar karena dimasa kepemimpinannya akan banyak jalan dan jembatan yang akan diperbaiki.
Senin, 6 Maret 2023
Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten 1 Setda Totok Budi Mulyanto, S.E, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Supriyadi, SE., MM, Perwakilan BPN Pekalongan, Forkompimcam Wonopringgo, Perwakilan Kepala Desa Wonopringgo serta masyarakat Desa Galangpengampon.
Bupati Pekalongan mengatakan bahwa pada kesempatan ini ada 630 Sertipikat yang dibagikan untuk warga Desa Galangpengampon. Dirinya berharap para kepala Desa SE Kabupaten Pekalongan bagi warganya yang belum punya sertipikat untuk segera mendaftar program PTSL. "Kita dari Pemkab Pekalongan bersama BPN di tahun 2023 ini ada program Sertipikat gratis sebanyak 27 ribu. Jadi bagi warga yang belum mempunyai sertipikat agar segera mengurus program sertipikat gratis tanpa dipungut biaya," katanya.
Dirinya berharap agar sertipikat yang sudah didapat dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan apabila untuk keperluan ekonomi agar diperhitungkan secara matang.
Sementara itu Kepala Desa Galangpengampon Muhammad Wildan mengucapkan terikasih kepada Bupati Pekalongan, Pemkab Pekalongan dan BPN Pekalongan yang telah memberikan program PTSL di desanya. "Saya atas nama warga Desa Galangpengampon mengucapkan terimakasih atas sertipikat tanah yang diberikan kepada warga lewat program PTSL ini," ucapnya.
Pihaknya juga berterimakasih atas program kesehatan dengan cukup pakai KTP dari Bupati Pekalongan yang sudah banyak membantu warga di desanya. "Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini sudah banyak warga kami yang menggunakannya dan sangat bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Senin, 6 Maret 2023
Menanggapi sejumlah laporan mengenai padamnya PJU di sejumlah ruas jalan, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan Agus Purwanto, S.STP, MAP, didampingi Sekretaris Muhammad Abdillah Abadi, SH, M.Pop, HR dan Kepala Bidang Lalu Lintas Dan Angkutan, Suhirdi, S.Pi, di kantornya, kemarin mengungkapkan, padamnya PJU biasanya dikarenakan ada suku cadangnya yang rusak atau dicuri. Namun, pihaknya sering tidak bisa serta merta mengetahui kondisi PJU, dikarenakan jumlah tenaga monitoring PJU dan teknisi di dinasnya yang sangat terbatas. Sedangkan wilayah Kabupaten Pekalongan cukup luas dan jumlah PJU mencapai sekitar 12.900 unit, sehingga petugas sering tidak dapat menjangkau seluruh PJU. Pihaknya meminta agar warga melapor kepada pihaknya atau ke pihak kepolisian, jika ada hal-hal yang mencurigakan di sekitar unit PJU. “Karena disinyalir pencurian suku cadang PJU dilakukan pada siang hari oleh orang yang mengaku sebagai petugas Dishub,” ungkap Agus.
Saat ini, jumlah tenaga monitoring dan teknisi PJU di Dishub Kabupaten Pekalongan, disebutkan, hanya 12 orang. “Mereka setiap malam berkeliling mengecek PJU. Namun karena wilayah yang luas dan jumlah lampu yang mencapai 12 ribuan, tidak bisa dalam satu malam 12 ribu lampu tersebut kita cek,” tutur Agus.
Dengan luasnya wilayah dan jumlah PJU yang banyak, kata dia, terkadang ada beberapa ruas atau titik lampu yang padam, namun pihaknya sering tidak bisa langsung mengetahui kondisi PJU di lapangan tanpa adanya pengecekan oleh petugas atau laporan masyarakat. “Kita belum punya aplikasi semacam Smart System PJU, yang dapat mengontrol dari jauh atau dari kantor, Kami berharap ke depan kita bisa menerapkan aplikasi tersebut. Ini menjadi tantangan kita,” harap Agus.
Selain keterbatasan jumlah SDM, Dishub juga memerlukan tambahan armada, karena jumlah armada monitoring dan pemeliharaan saat ini hanya 2 unit.
Karena jumlah tenaga monitoring dan teknisi yang terbatas, pihaknya berharap partisipasi masyarakat agar ikut mengawasi dan melaporkan jika ada kerusakan atau lampu PJU yang padam. “Mungkin ada masyarakat yang menilai ini lampu mati sampai beberapa hari tapi kok belum diperbaiki, Karena jangkauan yang luas dan keterbatasan personel kami, sehingga kami tidak bisa merespon cepat kerusakan,” ujar Agus Purwanto.
Dia mengakui, aduan masyarakat cukup banyak, yang masuk ke pihaknya. “Kami menyadari aduan masyarakat cukup banyak sebenarnya Namun kami berkomitmen untuk menerangi semua jalan dengan sebaiknya-baiknya,” ungkap dia. Dikatakannya, warga dapat menyampaikan laporan atau aduan PJU melalui Layanan Aduan Aplikasi maupun Website LaporGub, WA Lapor Bupati 085600900300, IG dishub_kabpkl maupun WA Penerangan Jalan Umum Dishub Kabupaten Pekalongan 085866434997. “Yang semuanya, muaranya ke Tim PJU kami,” ucap Agus.
Pihaknya mengharapkan masyarakat melapor jika ada PJU yang padam, karena selain dari hasil monitoring, dasar pemeliharaan PJU juga dari laporan warga. “Dari laporan yang masuk, kami inventarisir, kemudian kami terjunkan tim ke lokasi yang diadukan, kita lihat kebenaran aduan, baru kemudian ditindaklanjuti. Kalau sudah menggunakan Smart PJU, lebih enak, karena bisa dikontrol dari komputer, laptop, maupun hp. Ke depan harus berbasis elektronik atau berbasis teknologi,” ujar Agus. Pihaknya akan terus mengusulkan pengadaan aplikasi dan perangkat Smart System PJU. (Tim Dinkominfo)
Jumat, 3 Maret 2023
Total ada ribuan atlet pelajar dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA se Kabupaten Pekalongan mengikuti turnamen ini diantaranya tingkat SD/MI sebanyak 1.118 atlet, SMP/MTs 2.324 atlet dan jenjang SMA/SMK/MA sebanyak 1.636 atlet sehingga total ada 5.708 atlet yang berlaga.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M mengucapkan syukur bahwa POPDA 2023 sudah dibuka secara resmi dan terlihat anak-anak dan guru bersemangat mengikuti event ini. “semoga Popda kali ini berjalan dengan lancar, anak-anak semua sehat dari awal hingga akhir dan tidak ada masalah apapun sehingga bisa sukses dan dapat menghasilkan bibit unggul yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan,” kata Bupati.
Bupati mengaku sudah menyiapkan apresiasi bagi anak-anak yang nanti bisa juara di Popda Tingkat Propinsi Jawa Tengah. “kita sudah siapkan apresiasi agar mereka bisa lebih semangat lagi dalam bertanding,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto, M.Si dalam sambutannya menyampaikan Popda 2023 akan berlangsung dari 27 Februari hingga 7 Maret 2023. “ada 18 Cabang Olahraga yang dipertandingkan dan diselenggarakan dibeberapa tempat yang tersebar di Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Adapun tema yang diusung dalam even kali ini yakni ‘Sportif Merah Prestasi Olahraga Kabupaten Pekalongan’. “tujuannya yakni sebagai wadah berkompetisi bagi atlet pelajar Kabupaten Pekalongan dan menyiapkan atlet yang akan bertanding di Popda Tingkat Karisidenan Pekalongan dan Popda Tingkat Propinsi,” paparnya.
Selasa, 28 Februari 2023
“ini kebetulan saya ada kegiatan di Kecamatan Paninggaran dan pas hari Jumat. Tadi pagi ada penyuluhan bahaya Narkoba di SMA 1 Paninggaran dan siangnya kita memberikan sertifikat gratis program PTSL kepada warga di dua Desa Yakni Desa Werdi dan Desa Lambangggelun,” katanya.
Bupati berharap dengan memberikan bantuan tersebut, dirinya bisa dekat dengan masyarakat dan bisa tahu masukan-masukan secara langsung dari masyarakat. “dengan dekat kita bisa tahu perkembangan yang ada di desa dengan mendengar langsung dari warga,” terangnya.
Sementara itu, Takmis Masjid Khoirul Huda Agus Joko Santoso mewakili takmir masjid mengucapkan terikasih atas bantuan yang diberikan Bupati Pekalongan, dirinya berharap agar Bupati bisa diberikan umur panjang serta dapat memmimpin Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik.
“bantuan ini sangat bermanfaat dan membantu masyarakat khususnya yang lemah secara ekonomi. Dan semoga siapapun yang menjadi pemimpin mempunyai kepedulian kepada masyarakat miskin,” harapnya.
Jumat, 24 Februari 2023
Menurut data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pekalongan, total bidang tanah di Desa Werdi sebanyak 2.424 bidang. Adapun yang sudah bersertifikat sebanyak 1.676 atau baru 69,14 persen atau tersisa 748 bidang atau 30, 86 persen.
Dan jika masyarakat sanggup, maka BPN akan menyelesaikan sisa bidang tanah yang belum bersertifikat pada tahun ini. Karena tahun ini ada program 27.944 sertifikat gratis di Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada masyarakat yang sudah menerima sertipikat tanah dan berharap dengan sudah memiliki sertipikat masyarakat lebih tenang, dan mengetahui kejelasan batas dan luas tanahnya, karena banyak orang bersengketa karena batas tanahnya.
“Saya minta dimanfaatkan dengan baik, agar hati kita tenang, semuanya sudah jelas, asal sertipikatnya jangan disekolahkan, karena sertipikat itu untuk kejelasan, apalagi kalau sertipikat rumah sampai melayang, sayang jangan sampai itu terjadi, kita harus jaga rumah kita karena rumah itu sangat penting,” ujarnya.
Diungkapkan Fadia, bahwa dalam pengurusan sertipikat tanah melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) ini, masyarakat hanya dikenakan biaya pra sertifikasi saja itu pun untuk kepentingan membeli patok.
“materai, serta pemberkasan, dan tidak serupiah-pun masuk ke pemerintah ataupun BPN, sedangkan untuk biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) digratiskan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Pekalongan, Imawan Abdul Ghofur, ST.,M.Si mengungkapkan bahwa, target program PTSL Tahun 2023 di Kabupaten Pekalongan sebanyak 27.944 sertipikat. Pihaknya mempersilahkan kepada masyarakat yang belum memiliki sertipikat tanah untuk segera mengajukan permohonan, dan Insya Allah akan diselesaikan maksimal sampai Tahun 2025.
Jumat, 24 Februari 2023
“masyarakat yang belum mempunyai sertifikat dan sesuai kriterianya segera mendaftar, sayang kalau program ini tidak dimanfaatkan,” katanya saat menyerahkan sertifikat tanah sebanyak 570 sertifikat kepada warga Desa Lambanggelun Kecamatan Paninggaran, Jumat (24/2/2023). Untuk di Desa Lambanggelun sendiri ada 2.289 bidang tanah dan yang sudah tersertifikat ada 1.539 bidang atau 59,79 persen.
Fadia menegaskan pengurusan sertipikat tanah melalui program PTSL ini, masyarakat hanya dikenakan biaya pra sertifikasi saja itu pun untuk kepentingan membeli patok, materai, serta pemberkasan, dan tidak serupiah-pun masuk ke pemerintah ataupun BPN, sedangkan untuk biaya BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan) digratiskan. “Sayang kalau kesempatan seperti ini tidak dimanfaatkan dengan baik,”tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPN Kabupaten Pekalongan, Imawan Abdul Ghofur, ST.,M.Si menuturkan untuk capaian sertifikat tanah di Kabupaten Pekalongan sudah mencapai 70 persen dari 560 ribuan bidang tanah atau kurang 30 persen. Dirinya meminta kepada masyarakat yang belum mempunyai sertifikat agar bisa segera mengurus dengan datang ke Pemerintah Desanya masing-masing untuk diusulkan ke BPN. “bagi yang belum bisa datang ke desa untuk diusulkan kepada kami. Target kita pada tahun 2025 kekurangan sisa bidang tanah yang belum tersertifikat bisa selesai,” terangnya.
Tak lupa Imawan mengucapkan terimakasih kepada Bupati Fadia Arafiq beserta jajaran Pemkab Pekalongan atas dukungan penuhnya, sehingga program PTSL dapat berjalan dengan sukses. “Masih ada kesempatan sampai tahun 2025, silahkan dimanfaatkan sebaik baiknya, semoga dengan dukungan dari Ibu Bupati, kesempatan ini sangat terbuka untuk Bapak ibu sekalian,” ujarnya menutup sambutan.
Jumat, 24 Februari 2023
Dalam sambutannya di depan 530 civitas hospitalia RSUD Kajen yang telah menandatangani pakta integritas, Fadia berpesan agar semua unsur yang ada di RSUD Kajen terus solid, selalu taat aturan dan terus menjaga agar tidak ada komplain, dan tidak ada pungutan – pungutan apapun diluar aturan.
Fadia mengungkapkan, bahwa Tahun 2023 RSUD Kajen akan punya hajat besar, yaitu melaksanakan pembangunan gedung baru senilai Rp 47 Milyar bersumber dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.
Diungkapkan Fadia, dirinya memilih RSUD Kajen terlebih dulu yang akan dibangun, karena RSUD Kajen dinilainya yang paling memenuhi syarat.
Terkait hal tersebut, Fadia menekankan agar semua elemen di RSUD Kajen dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin utamanya dalam melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Saya berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, saya ingin masyarakat yang berobat ke RSUD Kajen antriannya tidak berjubel, yang rawat inap dapat tempat yang layak, sekarang bukannya tidak layak, namun kapasitasnya belum memadai, apalagi untuk mengakomodir program saya yaitu pengobatan gratis cukup dengan menunjukkan KTP, ini salah satunya yang ingin saya perbaiki,” jelas Fadia.
Pada kesempatan tersebut Fadia juga mengungkapkan bahwa nantinya akan ada sistem reward, yaitu berupa pemberian sertifikat dan tambahan kesejahteraan bagi karyawan RSUD Kajen yang selama 3 bulan berturut turut menjadi terbaik dalam berbagai unsur penilaian yang telah ditentukan oleh manajemen, namun akan ada juga punishment bagi yang tidak disiplin.
“Saya minta reward dan punishment harus disiapkan, saya mengedepankan sistem kekeluargaan, santun namun tegas, karena semua ada resikonya, yang penting semua harus sesuai aturan, jangan tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Menutup sambutannya Fadia berharap RSUD Kajen sebagai rumah sakit percontohan penerapan WBK, agar semua harus sesuai aturan, jangan sampai ada yang diluar aturan.
“Saya berharap RSUD Kajen bisa jadi rumah sakit terbaik di Kabupaten Pekalongan bahkan mungkin terbaik di luar Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Kajen dr. Imam Prasetyo mengungkapkan bahwa rumah sakit sebagai organisasi yang kompleks perlu sinergi yang luar biasa yang kompak antara manajemen, tenaga medis, tenaga keperawatan serta tenaga lainnya, karena rumah sakit tanpa 3 komponen tersebut tidak akan berjalan maksimal.
“Alhamdulillah RSUD Kajen Tahun 2022 lalu sudah dapat predikat paripurna, ini adalah salah satu ikhtiyar untuk menjaga kualitas mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya.
Terkait pencanangan WBK dokter Imam melaporkan bahwa RSUD Kajen telah melaksanakan berbagai terobosan, diantaranya telah menerapkan rekam medis elektronik, absensi dengan geotek melalui handphone serta menerapkan 6 area perubahan, yaitu area manajemen, area tatalaksana, area sumber daya manusia, area akuntabilitas, area pengawasan dan area pelayanan public.
“Saya mohon dukungan, arahan dan bimbingan dari Ibu Bupati, Dewan Pengawas, Inspektur, serta seluruh civitas hospitalita RSUD Kajen untuk mewujudkan WBK, “ ujar Imam.
Kamis, 23 Februari 2023