KAJEN–Mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) hari ini menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, ST, MT, serta dihadiri oleh Plt. Kepala DKPP,Satpol PP dan Damkar, BPBD, serta Sat Intel dan Sat Binmas Polres Pekalongan.
Rakor yang dilaksanakan di Aula DKPP tersebut menghasilkan beberapa kebijakan, diantaranya adalah penutupan sementara Pasar Hewan Kajen untuk 3 kali pasaran, mulai Hari Rabu (18/05/2022) besok, meningkatkan surveilans ke lokasi – lokasi penampungan ternak yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan, serta menindaklanjuti laporan jika ada ternak yang menunjukkan gejala mengarah ke PMK.
DKPP bekerjasama dengan Satpol PP dan Polres Pekalongan juga akan melakukan pemantauan lalu lintas ternak, diantaranya dengan mengawasi kendaraan pembawa ternak terutama di daerah – daerah perbatasan, guna pencegahan masuknya ternak dari luar wilayah Kabupaten Pekalongan yang membawa PMK.
DKPP juga telah menyediakan line Hotline yaitu di nomer 085866671553 (drh. Arif Rahman), 085701498498 (drh. Imam Sulistiana) dan 089503378507 (drh. Mu’tasim). Keberadaan line hotline tersebut diharapkan akan mempermudah masyarakat untuk melaporkan dengan segera jika menjumpai hewan ternak yang terindikasi PMK, guna mencegah penyebaran PMK di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Selasa, 17 Mei 2022
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. meminta guru PAUD di Kabupaten Pekalongan untuk dapat berperan sebagai sahabat dan teman yang baik bagi anak-anak di Kabupaten Pekalongan. Hal ini diungkapkan bupati sewaktu menghadiri kegiatan Halal Hi Balal IGTKI-PGRI Kabupaten Pekalongan yang bertempat di Islamic Center Kecamatan Kedungwuni, Selasa (17/5) siang.
KAJEN – Mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, telah melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) serta sosialisasi ke pasar - pasar hewan, peternak, serta pengepul hewan ternak yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Pekalongan mengundang keprihatinan bersama. berkaitan dengan hal itu dalam rangka memantau dan memastikan kondisi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak banjir Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE. MM melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat Banjir.
KAJEN - 32 desa di kabupaten Pekalongan akan menggelar pemilihan kepala desa serentak pada 23 Februari 2022 mendatang. Jelang pelaksanaan Pilkades serentak ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD ) Kabupaten Pekalongan mengadakan acara Rapat koordinasi pemantapan pelaksanaan pilkades serenak kabupaten Pekalongan 2022 di aula lantai I Setda dengan dihadiri Sekda M Yulian Akbar S.Sos.,M.Si, Plt Kepala Dinas PMD Toharno, tim pengendali pilkades serentak 2022, para kepala OPD terkait, para camat , serta segenap Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) dari 32 desa se-kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutan pada kegiatan tersebut, bupati menyampaikan bahwa anak-anak merupakan calon generasi penerus dan calon-calon pemimpin masa depan. Oleh karenanya para guru PAUD diharapkan tidak hanya berperan sebagai seorang guru yang bertugas mengajar tetapi juga dapat menjadi sahabat dan teman yang baik bagi anak-anak. “Anak merupakan cikal bakal orang-orang hebat di Kabupaten Pekalongan, cikal bakal para pemimpin di Kabupaten Pekalongan, dan juga cikal bakal yang berguna untuk nusa dan bangsa. Jadi kita harus dapat menjadi teman yang baik bukan hanya menjadi guru tapi menjadi teman dan sahabat yang baik untuk anak-anak,” tutur bupati
Bupati membagikan pendapat dan pengalamannya mendidik anak bahwa anak-anak sekarang ini lebih cenderung mendengarkan dan mematuhi ucapan gurunya dibandingkan ucapan orang tuanya terutama bagi anak-anak. Bahkan sering kali anak-anak dengan kesadaran sendiri mengaplikasikan kebiasaan yang diajarkan gurunya di lingkungan rumahnya secara sukarela. Oleh karena itu, peran guru PAUD sangat penting untuk pembentukan dan perkembangan kepribadian anak, “Guru sangat berpengaruh terhadap anak-anak juga berpengaruh terhadap perkembangan dan juga akhlak anak-anak,” ujar bupati.
Selain itu, bupati juga meminta agar para guru PAUD juga dapat menjadi teman dan rekan yang baik bagi para orang tua dalam proses pengawasan tumbuh kembang anak, “Saya minta kepada para guru PAUD untuk menjadi sahabat yang baik dan juga bisa menjadi teman yang baik untuk orang tua sehingga apapun perkembangan anak memang harus sangat kita awasi,” ujar bupati.
Menurutnya, anak-anak sekarang ini sangat dekat dengan teknologi komunikasi dan juga media sosial, oleh karena itu, pengawasan yang ketat perlu dilakukan agar anak tidak terjerumus meniru hal-hal negatif yang berasal dari media sosial dan internet. Kerja sama yang baik antara guru disekolah dengan orang tua sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang anak, “Pemantauan guru-guru harus sangat jeli sekali. Mana yang boleh dicontoh mana yang tidak boleh dicontoh, itu memang harus sangat diperhatikan,” ungkap bupati.
Pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru PAUD, menurut Fadia, memiliki peran yang penting karena akan terus membekas dalam diri anak sampai tumbuh dewasa. Peran dan jasa guru bisa menjadi tidak terlupakan bahkan sampai kelak anak tersebut dewasa, “Pahlawan yang luar biasa buat saya yang tidak bisa terbayarkan dengan apapun. Oleh sebab itu, kita harus semangat mengajar untuk anak-anak semua, semangat mendidik untuk masa depan Kabupaten Pekalongan, dan semangat untuk menjadi sahabat yang baik untuk para anak-anak Kabupaten Pekalongan,” ucap bupati.
Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan pesannya kepada guru TK yang hadir, “Saya titip pesan kepada bapak/ibu guru sekalian, saya titip anak-anak Kabupaten Pekalongan generasi anak-anak kita ini, saya yakin sedikit banyaknya tergantung dari para guru-guru semuanya di Kabupaten Pekalongan ini,” ungkap bupati.
Selasa, 17 Mei 2022
DKPP menggandeng Satbimas Polres Pekalongan melaksanakan Monev di Pasar Hewan Kebonagung di Kajen pada Rabu (11/05/2022) dan Pasar Hewan Wiradesa pada Kamis (12/05/22) lalu. Petugas melakukan sampling dan mengecek hewan ternak yang dijual di pasar tersebut untuk memastikan tidak ada kasus PMK pada hewan ternak yang dijual belikan. khususnya sapi yang datang dari wilayah timur atau luar Kabupaten Pekalongan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP, melalui drh. Mu’tasim Billah (fungsional medik veteriner) mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ditemukan kasus PMK di wilayah Kabupaten Pekalongan, namun dijelaskan Mu’tasim bahwa dirinya bersama tim akan secara kontinyu melaksanakan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) kepada masyarakat, terutama kepada para peternak dan pengepul hewan ternak di wilayah Kabupaten Pekalongan supaya mereka tetap waspada dan lebih berhati – hati.
Kepada para peternak, Mu’tasim menghimbau agar senantiasa menjaga biosecurity (membatasi keamanan lingkungan termasuk lalu lintas orang ke kandang), rajin melakukan disinveksi kandang, dan yang terpenting, yaitu agar segera lapor jika menemukan hewan ternaknya terindikasi terkena PMK. “Masyarakat bisa segera melaporkan indikasi PMK ke petugas penyuluh peternakan kami yang ada dilapangan, atau dapat segera melapor ke DKPP,” terang Mu’tasim.
Ditambahkan Mu’tasim, bahwa PMK ini memang penyakit yang mudah sekali menular, namun tidak bersifat zoonosis (tidak menular ke manusia), hanya saja manusia bisa menjadi carrier (agen pembawa virus) jika manusia itu berinteraksi dengan hewan ternak yg sehat. Untuk itu pihaknya sudah menginstruksikan kepada petugasnya di lapangan untuk selalu memakai masker dan melarang berpindah kandang jika sudah selesai berinteraksi dengan hewan ternak yang ditangani.
Diungkapkan Mu’tasim bahwa sejatinya PMK masuk kategori bencana karena tidak menutup kemungkinan masuk ke wilayah Kabupaten Pekalongan, apalagi hampir sebagian besar pedagang atau pengepul ternak di Kabupaten Pekalongan membeli (kulakan) dari wilayah Jawa Timur, sedangkan untuk keamanan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha mendatang, DKPP akan melibatkan penyuluh peternakan untuk pemantauan hewan kurban.
Terakhir, Mu’tasim menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, baik peternak maupun konsumen atau masyarakat umum, tidak perlu takut dan khawatir, dan tetap tenang, karena PMK ini tidak bersifat zoonosis, namun tetap kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan, karena sebenarnya kerugian yang disebabkan PMK lebih besar secara ekonomi, karena jika sampai ke tahap karantina maka secara ekonomi banyak masyarakat yang terdampak, bukan hanya peternak dan pedagang saja. Apalagi jika terjadi panic selling (menjual cepat dengan harga murah) dengan alasan menghindari kerugian.
Kamis, 12 Mei 2022
Dalam sambutan persemian RSUD Kesesi ini Bupati Fadia Arafiq mengatakan kehadiran RSUD Kesesi melengkapi 2 (dua) RSUD yang sudah ada di Kabupaten Pekalongan, patut disyukuri dan didukung penuh karena keberadaannya sangatlah bermanfaat bagi warga masyarakat.
Fadia berpesan kepada seluruh jajaran RSUD Kesesi agar memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga masyarakat bahkan mampu bersaing dengan rumah sakit swasta dalam hal kualitas pelayanan. “ Saya pesan kepada Direktur dan jajaran RSUD Kesesi ini, sikap timgkah laku dan cara pelayanan harus seperti rumah sakit, bukan seperti Puskesmas lagi. Sehingga kita harus memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Saya minta pelayanan yang terbaik dan juga fasilitas-fasilitas pun berikan yang terbaik,” pesannya.
Tak lupa Bupati Fadia mengapresiasi bantuan ambulan dari pasar modal Indonesia yang bermanfaat bagi masyarakat kabupater Pekalongan.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra Hj Hindun MH juga berharap RSUD Kesesi menjadi RSUD yang bisa memberi pelayanan terbaik di kabupaten Pekalongan. Hindun juga menyampaikan dengan support dari pihak pasar modal Indonesia berupa bantuan ambulans, masyarakat akan semakin terlayani di bidang kesehatan
“Kami DPRD senantiasa mendorong untuk kemaslahatan masyarakat dan kita mengapresiasi 3 program utama bupati/wakil bupati yaitu infastruktur, kesehatan dan pendidikan. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hindun
Sementara itu Direktur RSUD Kesesi dokter Ryan Ardanaputra dalam sambutannya mengungkapkan bahwa cikal bakal RSUD Kesesi adalah Puskesmas Kesesi I. Puskesmas Kesesi I merupakan Puskesmas rawat inap terbesar di kabupaten Pekalongan. Tahun 2018 dimulai perencanaan pembangunan Puskesmas Kesesi menjadi rintisan RSUD Kesesi. Kemudian tahun 2019 pembangunan gedung I selesai, disusul gedung II pada tahun 2020.
Direktur Pasar Modal Indonesia Urip Budi Prasetya berharap pula RSUD Kesesi dapat mendukung akses kesehatan masyarakat di kabupaten Pekalongan agar dapat menjadi lebih prima khususnya pada pandemi covid 19 saat ini.
“ Kami juga mendukung peran RSUD Kesesi melalui kegiatan CSR, dengan pemberian ambulans beserta perlengkapan penunjang dengan nilai bantuan sebesar 740 juta. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk mempercepat mobilisasi pasien dengan segala kebutuhan khususnya pasien covid 19,” ucap Urip.
Ditambahkan, secara garis besar kegiatan CSR bertujuan membantu pemerintah dalam mencegah dan menanggulangi penyebaran covid 19 serta meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Hadir dalam acara Peresmian RSUD Kesesi kabupaten Pekalongan tahun 2022 dan penyerahan ambulans dari Pasar Modal Indonesia, antara lain Wakil bupati H Riswadi SH, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj Hindun MH beserta unsur Forkompimda (Dandim, Kapolres, Kepala kejari), perwakilan panitia HUT ke 44 Pasar Modal Indoneisa, Kepala eksekutif pengawas pasar modal (OJK) , Kepala kantor perwakilan jawa tengah Bursa efek Indonesia, sekda M Yulian Akbar beserta jajaran, para kepala OPD terkait, kepala BPJS kabupaten Pekalongan, para camat, para kepala desa se-kecamatan Kesesi, serta para tokoh masyarakat. (Ar-Kominfo)
Kamis, 10 Februari 2022
Acara tersebut diharapkan dapat menghimpun aspirasi masyarakat sebanyak-banyaknya, sebagai bahan pertimbangan pemkab untuk mengambil kebijakan yang akan dituangkan dalan draft awal penyusunan rancangan awal RKPD Tahun 2023.
Dimana hal tersebut juga ditegaskan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, dalam sambutannya. ‘’Memang untuk rancangan awal tahun 2023 ini, saya dengan pak sekda dan seluruh kepala OPD lebih banyak ingin mendengarkan masukan dari masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena untuk membangun Kabupaten Pekalongan ini saya tidak bisa sendiri, tetapi harus bersama-sama untuk membuat Kabupaten Pekalongan menjadi hebat dan luar biasa itu yang selalu saya tanamkan.,’’ ungkapnya.
Bupati Fadia juga menjelaskan, bahwa arah dan kebijakan pemkab untuk tahun 2023 masih ingin tetap mempertahankan program prioritas pemkab. Yaitu kesehatan, pendidikan dan infrastruktur. Karena menurut Fadia, di dalam tiga program prioritas pembangunan tersebutlah yang banyak terdapat pekerjaan rumah bagi pemkab yang harus segera diselesaikan selama masa jabatannya, supaya masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa hidup dengan layak.
‘’Jadi di tahun 2023, pandangan kami akan tetap focus pada program kesehatan gratis yang cukup menggunakan KTP yang sudah berjalan sejak 1 Januari lalu, pendidikan gratis sampai tingkat SMA, pemberian bantuan kepada penunggu pasien tidak mampu di rumah sakit dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan yang disini PR nya untuk jalan rusak dan jembatan tidak layak masih cukup banyak sekali,’’ tandasnya.
Dan dengan banyaknya pekerjaan rumah pada aspek infrastruktur tersebut yang Ia titik beratkan, pihaknya berusaha terus menaikan penganggaran untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Karena menurut Bupati Fadia, bagaimana masyarakat bisa hidup dengan layak apabila akses jalan dan jembatan yang sangat esensial tidak memadai.
‘’Di tahun 2021 kemarin kita telah anggarkan 55,6 milyar, dan di tahun 2022 sebesar 138, 3 milyar. Dan saya berharap untuk tahun 2023 akan meningkat untuk penganggaran infrastruktur ya,’’ ungkapnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Sekda Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si, juga menyampaikan bahwa forum konsultasi public yang digelar oleh pemkab Pekalongan merupakan wadah bagi masyarakat untuk bisa menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, sehingga kebijakan yang akan diambil untuk pembangunan 2023 bisa tepat sasaran, tepat guna dan tentunya bermanfaat bagi masyarakat luas.
‘’Tujuan acara hari ini adalah menyampaikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Pekalongan tahun 2023. Jadi ini adalah media konsultasi yang tentu saya kita harapkan pada petemuan hari ini muncul masukan-masukan dari bapak/ibu terkait draft rancangan awal RKPD 2023,’’ jelas Sekda Yulian Akbar.
Sekda Yulian Akbar juga menuturkan untuk seluruh OPD, untuk tetap bisa menjaga komitmen bersama mewujudkan visi misi pembangunan di Kabupaten Pekalongan yaitu membangun masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, adil, merata dan berbudaya gotong-royong.
Sehingga menurut Yulian, perangkat daerah harus bisa memenuhi target-target pembangunan dalam dinasnya masing-masing karena hal tersebut merupakan kewajiban yang harus dijalankan untuk menyokong suksesnya pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
Selain itu Plt Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si, juga menuturkan bahwa acara konsultasi public merupakan acara yang diamanatkan oleh Permendagri Nomor 86 Tahun 2017, yang merupakan kegiatan lanjutan setelah diadannya Musrembang.
Menurut Anis, untuk menyusun sebuah Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan 2023. Diperlukan adanya masukan dan saran dari para tokoh masyarakat, tokoh agama dan LSM. Sehingga RKPD Kabupaten Pekalongan yang akan segera disusun tersebut bisa menjadi produk yang dihasilkan secara bersama-sama, bukan hanya dari unsur pemerintah saja melainkan masyarakat juga berperan serta.
‘’Ini untuk menghimpun aspirasi dan harapan masyarakat dengan tujuan sasaran, program dan prioritas pembangunan daerah Kabupaten Pekalongan tahun 2023 bisa tepat sasaran,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 10 Februari 2022
Sekda Yulian Akbar memaparkan bahwa lahirnya inovasi laboratorium kemiskinan kabupaten Pekalongan berawal dari kondisi angka kemiskinan selama kurun waktu lima tahun terakhir yang cukup tinggi menyentuh angka 13 sampai 15 persen. Padahal saat itu pemerintah daerah memiliki banyak program baik dari pemerinah pusat provinsi maupun program daerah.
Muculnya inovasi laboratorium kemiskinan membawa angin segar bagi kemajuan inovasi di kabupaten Pekalongan. Pada tahunn 2020, kata Sekda, program ini diapresiasi oleh pemerintah pusat dan masuk sebagai salah satu 45 inovasi terbaik. ‘ Tahun 2021 program ini juga menelurkan ide-ide luar biasa. Ada gerakan KUDU SEKOLAH yang mana tahun 2021 aplikasi KUDU SEKOLAH ini masuk layanan inovasi terbaik tingkat nasional,” papar Yulian.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam perjalannya inovasi Laboratorium kemiskinan di masa pandemi ( tahun 2020) justru mampu membawa angka kemiskinan ke single sigit. “ Di tahun 2020 kita di angka 9, 71 kemudian tahun 2021 naik di angka 10,19. Namun kenaikan ini relatif masih rendah,” jelas Yulian
Adapun sudut pandang kemiskinan yang dijadikan tolak ukur, Yulian mengatakan pihaknya memandang kemiskinan tidak berbasis sosial, melainkan dari sudut pandang geografis sesuai karakteristik wilayah kabupaten Pekalongan, yakni kemiskinan pesisir, kemiskinan pegunungan dan perkotaan.
‘Kami berharap dari pertemuan ini kami juga bisa belajar dari kawan-kawan Sulawesi Selatan. Kami inign belajar bagaimana pengembangan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi selatan. Seperti apa Sulawesi selatan melakukan inovasi-inovasinya,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Sulawesi Selatan, Hj Andi Mirna SH pada kunjungan ini menyampaikan ucapan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada pihaknya untuk belajar bagaimana mereplikasi inovasi laboratorium kemiskinan.
“ Karena di masa pandemic walaupun di Sulawesi selatan, aspek investasi atau sejenisnya tidak begitu berkurang, tapi ada juga beberapa yang dirasakan masyarakat dampak dari pandemi ini. Jadi dengan adanya inovasi laboratorium kemiskinan yang akan kita replikasi nanti, walau kita ada peningkatan kemiskinan yang tidak signifikan, mudah-mudahan kita bisa contoh bagaimana menurunkan angka kemiskinan yang ada di Sulawesi Selatan, “ harap Mirna. (Ar-Kominfo)
Rabu, 9 Februari 2022
Budi Rahardjo Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan kepada RKS menjelaskan, "Jumlah data pengungsi banjir Kabupaten Pekalongan hingga Senin 7 Februari 2022 sebanyak 365 orang, sedangkan untuk korban banjir Alhamdulillah nihil." Jelasnya, Selasa (8/2).
Budi menjelaskan 365 orang diantaranya mengungsi di SD Purwodadi 16 orang, MI Purwodadi 18 orang, Masjid Nurul Yaqin Purwodadi 23 orang, Lokatek Siwalan 75 orang, Kantor Sukun Tirto 82 orang, Musala Al Ikhwan Pacar Tirto 68 orang, Masjid Nurul Hasan Pacar Tirto 83 orang.
Sementara itu lokasi yang terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan terjadi di 17 titik lokasi.
1. Desa Purwodadi Kec. Sragi terdampak 300 rumah, 300 KK, 1500 jiwa.
2. Desa Gebangkerep Kec. Sragi terdampak 372 Rumah, 372 KK, 1588 jiwa.
3. Desa Bulakpelem Kec. Sragi terdampak 150 rumah, 150 KK, 626 jiwa.
4. Desa Pacar Kec. Tirto terdampak 227 rmh, 318 KK, 954 jiwa.
5. Desa Pandanarum Kec. Tirto terdampak 15 Rumah, 20 KK, 55 jiwa.
6. Desa Samborejo Kec. Tirto terdampak 60 rumah, 70 KK, 210 jiwa.
7. Desa Karangjompo Kec. Tirto terdampak 420 rumah, 420 KK, 1900 jiwa.
8. Desa Tegaldowo Kec. Tirto terdampak 215 Rumah, 265 KK, 1105 jiwa.
9. Desa Tanjung Kec. Tirto terdampak 20 Rumah, 25 KK, 125 jiwa.
10. Desa Jeruksari kec. Tirto terdampak 1262 rumah, 1654 KK, 5003 jiwa.
11. Desa Mejasem Kec Siwalan terdampak 530 rmh, 530 KK, 1590 jiwa.
12. Desa Wonosari Kec. Siwalan terdampak 52 rumah, 77 KK, 243 jiwa.
13. Desa Tengengwetan Kec. Siwalan terdampak 549 rmh, 644 KK, 2009 jiwa.
14. Desa Pait Kec. Siwalan terdampak 85 rumah, 85 KK, 258 jiwa.
15. Desa Depok Kec. Siwalan terdampak 121 Rumah, 136 KK, 367 jiwa.
16. Desa Blacanan kec. Siwalan, terdampak 30 rmh, 40 KK, 100 jiwa
17. Desa Yosorejo kec siwalan terdampak 20 rmh, 3p KK, 40 jiwa.
Ketinggian air berfariatif mulai dari 20 cm hingga 90 cm, hingga menyebabkan kerusakan pada jembatan glotak Desa Blimbing Wuluh Kecamatan Siwalan terputus.
BPBD terus melakukan upaya penanganan dengan berkoordinasi dengan instansi terkait yakni TNI, POLRI, DPU, kecamatan, desa, dan relawan untuk asesment lokasi banjir, dan menyiapkan tim evakuasi di lokasi banjir, serta memberikan bantuan logistik ke masyarakat terdampak dan untuk dapur umum di desa.
Selasa, 8 Februari 2022
Didampingi Sekda Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si., Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, A.P., dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Rachmawati, S.IP., MM, tinjau langsung lokasi banjir di Desa Pait, Kecamatan Siwalan, pada sore ini, Senin (7/2/2022).
Seperti diketahui, hujan yang mengguyur kota santri dari Minggu malam sampai Senin pagi itu membuat sejumlah kecamatan terendam banjir, seperti di Siwalan, Tirto dan Sragi.
Dan kondisi wilayah yang cukup parah terdampak adalah di Kecamatan Siwalan diantaranya Desa Pait dimana banjir merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian kurang lebih 1 hingga 1,5 meter.
Dalam tinjauannya itu, Bupati Fadia juga turun langsung ke lokasi untuk membujuk beberapa warganya yang belum mau dievakuasi ke lokasi pengungsian. Pada saat tinjuan tersebut Bupati juga membujuk salah satu warga yang memiliki sakit stroke untuk mau dievakuasi.
Menurut Fadia, semua warga harus dipastikan dievakuasi semua tanpa terkecuali.
‘’Alhamdulilah tadi sudah kita sudah mendatangi beberapa warga yang belum mau dievakuasi ke rumahnya, dan akhirnya setelah kita datang mereka mau ikut untuk dievakuasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arfiq.
Fadia juga menyampaikan, untuk langkah terdekat yang akan segera Ia lakukan bersama BPBD Kabupaten Pekalongan dan Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan adalah menyiapkan semua keperluan yang dibutuhkan pengungsi di lokasi pengungsian. Karena menurutnya, keselamatan warga adalah prioritas utamanya.
Adapun untuk langkah selanjutnya, diungkapkan Fadia bahwa Ia akan segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Jateng untuk mencari solusi supaya kedepan tidak terjadi banjir kembali. Karena menurut Fadia, banjir akibat limpasan air sungai Sragi ini , merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sehingga koordinasi merupakan esensi utama yang harus pihaknya lakukan segera.
‘’Seharusnya ini hal yang harus segera dilakukan pembuatan tanggul. Untuk itu kita harus segera melaporkan hal ini kepada pak gubernur. Karena ini merupakan kewenangan pemerintah provinsi,’’ jelas Bupati Fadia.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada seluruh warga yang terdampak banjir untuk selalu waspada dan menjaga kesehatan di tengah musibah banjir yang menimpa mereka. Dan jangan sungkan untuk segera melapor kepada petugas di lokasi pengungsian apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
‘’Saya berharap bapak/ibu bisa tetap menjaga kesehatan dan keselamatan. Jangan sungkan memberitahu petugas apabila ada keluhan,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 7 Februari 2022
Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar berpesan kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) tentang dua hal terkait pelaksanaan pilkades yang akan segera digelar. Pertama hal yang berkaitan dengan covid 19 dan menghimbau agar tidak terjadi klaster baru dalam Pilkades serentak nanti. Dan kedua tenang kondisi alam yang terjadi di bulan Februari-Maret tahun 2022.
“ Februari- Maret ini kasus covid diprediksi akan melonjak. Per hari ini yang terkonfirmasi positif. Ada yang di rawat di Rumah Sakit, isolasi terpadu di Kesesi dan ada yang isolasi mandiri. Kita sudah antisipasi bersama Polres, wanti2-wanti betul, pilkades ini jangan sampai menimbulkan klaster baru. Kita harus pastikan pilkades aman untuk digelar. Tolong dari PPKD untuk antisipasi terkait prokes. Termasuk penting disampaikan ke masyarakat agar tidak pank tapi jangan abai pula,” papar Sekda Yulian Akbar saat memberikan arahan di aula lantai I setda, Senin ( 07/02) siang.
Selanjutnya Yulian juga meyampaikan Pilkades serentak ini juga dilaksanakan wilayah yang terdampak bencana. Ia berharap pada saat pelaksanaan Pilkades 23 Februari 2022 mendatang tidak terjadi cuaca yang ekstrim sehingga Pilkades dapat berjalan dengan lancar.
Sementara itu Plt Kepala Dinas PMD, Toharno dalam Rakor pemantapan pelaksanaan pilkades serenak kabupaten Pekalongan tahun 2022 ini menyampaikan ada 6 tahapan pilkades serentak, yakni persiapan, pencalonan, pencalonan ulang, pemungutan suara, penetapan dan laporan pertanggungjawaban bantuan keuangan. “ Ssat ini kita sudah memasuki tahap pencalonan dan pencalonan ulang dan tanggal 14 Februari akan kita laksanakan penetapan bakal calon kepala desa menjadi calon kepala desa dan undian nomor urut serta tanda gambar dan penyampaian visi misi calon,” terang Toharno.
Toharno menekankan bahwa pada puncak tanggal 23 Februari nanti, tim pengendali, tim teknis panwascam, camat serta P2KD harus bisa menjaga situasi yang kondusif agar jalannya pemungutan suara bisa berjalan dengan lancar aman dan sukses. (Ar-Kominfo)
Senin, 7 Februari 2022