Bojong – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Pekalongan. Salah satu siswa SMP Negeri 1 Bojong, Felisa Anggreaini (Raini), berhasil menembus ajang Kontes Dangdut Indonesia (KDI), sebuah kompetisi musik dangdut bergengsi tingkat nasional yang disiarkan secara nasional melalui stasiun televisi MNC.
Raini baru-baru ini tampil memukau dalam acara peringatan Hari Ulang tahun Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pekalongan yang ke-26 yang berlangsung pada Kamis (18/12/2025) bertempat di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Terbukti Seluruh anggota DWP langsung mengabadikan momen saat Raini tampil dengan alunan suara dan cengkok dangdut yang khas.
Kepala SMP Negeri 1 Bojong, Agus Tutur, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Raini melaju ke pentas nasional tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Pekalongan, khususnya di bidang seni.
“Ini merupakan kebanggaan luar biasa bagi kami. Anak didik kami bisa masuk ke tingkat nasional. Harapannya, prestasi ini dapat mengangkat nama SMP Negeri 1 Bojong dan Kabupaten Pekalongan di kancah nasional, terutama dalam bidang seni,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan Hari Ulang Tahun DWP yang ke-26.
Agus Tutur menjelaskan, Raini telah menekuni dunia tarik suara sejak duduk di bangku kelas VII dan aktif mengikuti berbagai lomba menyanyi hingga tingkat eks-karesidenan Pekalongan. Namun, keikutsertaan dalam ajang KDI baru dapat diwujudkan tahun ini karena sebelumnya terkendala batas usia minimal.
“Sekarang usianya sudah 14 tahun, sesuai dengan syarat usia minimal peserta KDI. Alhamdulillah, akhirnya bisa mengikuti ajang ini,” jelasnya.
Sebelum melangkah ke KDI, Raini telah menorehkan sejumlah prestasi, di antaranya meraih Juara I dan Juara II pada Lomba Nyanyi Dangdut Tingkat Karesidenan Pekalongan tahun 2023 dan 2024.
Raini dijadwalkan tampil dalam tayangan KDI pada Jumat malam, 26 Desember, pukul 19.30 WIB. Pihak sekolah berharap penampilan tersebut dapat mengantarkan Raini lolos ke tahap selanjutnya.
“Kami berharap penampilan nanti bisa meloloskan Raini ke Gerbang 6 dan berlanjut ke babak berikutnya,” tambah Agus Tutur.
Dalam mendukung perjuangan siswinya, SMP Negeri 1 Bojong memastikan pendampingan langsung ke Jakarta. Sejumlah guru akan mendampingi Raini selama mengikuti kompetisi tersebut.
Pihak sekolah juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk memberikan dukungan dan doa agar Raini dapat memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah di ajang nasional KDI.
Raini saat ditemui tim Radio Kota Santri menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, bisa menembus KDI merupakan impian yang telah lama ia cita-citakan, yakni menjadi penyanyi yang dikenal luas dan tampil di panggung besar.
Sebelum mengikuti KDI 2025, Raini aktif mengikuti berbagai lomba menyanyi dan kerap tampil di sejumlah panggung. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengasah kemampuan vokalnya hingga mampu bersaing di tingkat nasional.
Menjelang penampilannya yang dijadwalkan pada Jumat malam Sabtu, 26 Desember 2025, Raini terus mematangkan persiapan dengan rutin berlatih bersama Pak Imam, guru keseniannya. Latihan dilakukan sepulang sekolah dengan intensitas empat hingga lima kali dalam sepekan.
Dalam perjalanan kariernya, Felisa mengaku terinspirasi oleh sejumlah penyanyi dangdut nasional, di antaranya Lesti Kejora, Sri Devi, dan Fildan yang menjadi panutan dalam bermusik.
Felisa juga mengajak masyarakat Kabupaten Pekalongan, khususnya pelajar, untuk memberikan dukungan. Dukungan dapat diberikan melalui voting pada aplikasi RCTI Plus saat Felisa tampil di ajang KDI 2025 dengan cara mendownload aplikasi RCTI Plus kemudian pada saat Raini Tampil cari banner atau foto Raini, setelah itu klik vote. Satu aplikasi awalnya maksimal cuma lima kali vote, tapi jika ingin menambah jumlah vote bisa top up di RCTI Plus.
Dengan dukungan dan doa dari masyarakat, Felisa berharap dapat memberikan penampilan terbaik dan melangkah ke tahap berikutnya, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di kancah nasional.
Minggu, 21 Desember 2025
KAJEN — Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. bersama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, M.M. menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Candi 2025 yang digelar di Halaman Polres Pekalongan, Jumat (19/12/2025). Apel tersebut dilaksanakan dalam rangka kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Kajen — Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Kabupaten Pekalongan berhasil meraih penghargaan Juara 1 Penurunan Prevalensi Stunting se-Provinsi Jawa Tengah, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan daerah dalam menekan angka stunting secara signifikan.
SRAGI — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan Kabupaten Pekalongan Bersholawat dengan menghadirkan Majelis Gandrung Nabi, grup sholawatan asal Grobogan, Jawa Tengah, asuhan Gus Zaman Asshekal. Kegiatan tersebut berlangsung di Pertigaan Pujasera Sragi, Jumat malam (19/12/2025), dan diikuti ratusan jamaah dari berbagai wilayah.
Kajen – Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., mendorong Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pekalongan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi anggotanya. Hal tersebut disampaikan Yulian yang juga menjabat sebagai Penasihat DWP dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 DWP Kabupaten Pekalongan, yang digelar di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (18/12/2025) siang.
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan sebanyak 1.886 tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu akan segera menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan. Proses penyerahan SK dijadwalkan akan serentak diserahkan oleh OPD masing-masing pada hari Selasa, 23 Desember 2025 mendatang.
KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan perlindungan bagi penyandang disabilitas. Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., dalam kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/12/2025).
Wakil Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi atas langkah dan kesiapan Kapolres Pekalongan beserta seluruh jajaran yang melibatkan berbagai unsur dan stakeholder, termasuk Forkopimda, dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Atas arahan Bupati Pekalongan Ibu Fadia Arafiq, kami mengapresiasi langkah Kapolres Pekalongan beserta seluruh jajaran yang telah berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menciptakan situasi yang kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Wakil Bupati.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Forkopimda akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan pada 24 Desember 2025, menjelang pelaksanaan misa Natal umat Kristiani dan Katolik, guna memastikan keamanan dan kelancaran ibadah.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mendukung penuh pelaksanaan Operasi Lilin Candi 2025 dengan menerbitkan surat edaran imbauan kepada masyarakat, khususnya kepada perangkat pemerintah di tingkat kecamatan dan desa. Dalam edaran tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak menyelenggarakan kegiatan yang bersifat hura-hura serta tetap menjaga keprihatinan bersama, mengingat masih adanya bencana di sejumlah wilayah.
Terkait perayaan malam Tahun Baru, Wakil Bupati menegaskan bahwa tidak akan ada pesta Tahun Baru di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang diperbolehkan hanya doa bersama, sejalan dengan arahan Kapolres Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Nataru. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional bersama Forkopimda, harga kebutuhan pokok hingga saat ini terpantau relatif stabil. Ke depan, pengawasan akan terus dilakukan melalui operasi pasar oleh dinas terkait.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, M.M. menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pengamanan yang dilakukan oleh Polres Pekalongan dan Forkopimda. Ia berharap masyarakat dapat menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru dengan penuh kebahagiaan, namun tetap mengedepankan kewaspadaan.
“Perayaan Natal dan Tahun Baru hendaknya dilakukan dengan sederhana, tanpa pesta-pesta dan tanpa kegiatan bermalam suntuk di jalan. Masyarakat tetap harus waspada, baik di perjalanan, di tempat wisata, maupun dalam aktivitas lainnya,” ujarnya.
Ketua DPRD juga berharap dengan kesiapan personel dan sinergi lintas sektor yang telah dibangun, perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kabupaten Pekalongan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.
Minggu, 21 Desember 2025
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Pekalongan, Drs. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., pada acara peringatan hari ibu tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (19/12/2025).
Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, S.E., M.M., yang mewakili Gubernur Jawa Tengah, bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si.
Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Ia menekankan peran penting para penyuluh, tenaga kesehatan, kader PKK, serta perangkat desa yang terlibat langsung dalam penanganan stunting di lapangan.
“Para penyuluh yang ada di desa-desa telah bekerja sama dengan sangat baik, penuh semangat, dan tanpa pantang menyerah. Berkat kerja sama tersebut, kami berhasil menyusun kategori penanganan stunting dengan berbagai kriteria,” ujar Bupati Fadia Arafiq.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan strategi penanganan stunting yang berbasis data dan klasifikasi yang jelas, sehingga bantuan dan intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Salah satu kategori adalah anak stunting yang berasal dari keluarga benar-benar miskin, termasuk yang kondisi kesehatannya juga kurang baik. Kelompok inilah yang menjadi prioritas utama untuk dibantu. Di sisi lain, ada pula anak dari keluarga mampu, namun secara fisik memiliki tinggi dan berat badan yang kurang. Dengan pembagian kriteria ini, intervensi pemerintah menjadi lebih efektif,” jelasnya.
Menurut Bupati, pendekatan tersebut membuat program penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan berjalan lebih terarah dan berdampak nyata.
“Dengan langkah yang tepat sasaran ini, Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan berhasil meraih juara satu penurunan stunting se-Jawa Tengah,” ungkapnya.
Bupati Fadia Arafiq berharap, penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk terus meningkatkan kinerja dan memperkuat sinergi lintas sektor.
“Mudah-mudahan prestasi ini semakin menambah semangat kita semua untuk bekerja lebih hebat, lebih kuat, dan terus meningkatkan kolaborasi, baik dari tingkat kabupaten hingga desa. Sehingga bantuan yang diberikan benar-benar maksimal dan tepat sasaran,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tim yang telah berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan.
“Selamat untuk seluruh tim hebat Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dari tingkat kabupaten sampai tingkat desa. Ini adalah hasil kerja bersama,” pungkasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memperkuat program percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Minggu, 21 Desember 2025
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan ini dihadiri Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman menyampaikan bahwa kegiatan bersholawat ini merupakan bentuk ikhtiar batin Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama masyarakat untuk memohon perlindungan dan keselamatan kepada Allah SWT, khususnya di tengah memasuki musim penghujan.
“Melalui sholawat dan doa bersama ini, kita memohon agar Kabupaten Pekalongan dijauhkan dari segala bentuk bencana, terutama di wilayah-wilayah yang rawan longsor dan banjir. Ini adalah ikhtiar lahir dan batin yang harus kita lakukan bersama,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama, termasuk membantu saudara-saudara di daerah lain yang sedang tertimpa musibah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan Kabupaten Pekalongan Bersholawat tidak hanya menjadi sarana mempererat ukhuwah islamiyah, tetapi juga momentum untuk berdoa bersama demi keselamatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita berkumpul malam ini tidak hanya untuk bersholawat, tetapi juga berdoa bersama, memohon ampunan dan perlindungan Allah SWT agar Kabupaten Pekalongan senantiasa aman, damai, dan dijauhkan dari marabahaya,” tuturnya.
Sekda juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah kepedulian kemanusiaan, dengan adanya donasi untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Aceh dan Sumatera.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap nilai-nilai religius, kebersamaan, dan kepedulian sosial semakin menguat di tengah masyarakat, serta menjadi penguat spiritual dalam menjaga Kabupaten Pekalongan tetap aman, tenteram, dan penuh keberkahan.
Minggu, 21 Desember 2025
Dalam sambutannya, Yulian menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pelatihan dan penguatan pemahaman peran organisasi. Menurutnya, DWP memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis, sehingga pengurus dan anggota perlu memahami secara jelas tugas serta kontribusinya.
“Saya berharap Dharma Wanita ini harus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya. Bagaimanapun caranya, apakah melalui pelatihan atau bentuk penguatan lainnya, paling tidak agar memahami apa yang harus dilakukan oleh Dharma Wanita,” ujarnya.
Ia juga meminta agar unsur pelaksana DWP di Dinas-dinas kembali diaktifkan, khususnya bagi para pengurus, guna mengoptimalkan pelaksanaan program kerja organisasi. Yulian menilai penguatan kapasitas menjadi hal penting agar DWP dapat menjalankan perannya secara maksimal dan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Yulian atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-26 kepada DWP Kabupaten Pekalongan, sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja-kerja organisasi yang telah dilaksanakan selama ini.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan terima kasih atas pelaksanaan program kerja Dharma Wanita Persatuan. Prinsipnya, pemerintah akan mendukung seluruh kegiatan DWP yang selaras dengan visi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera. Ke depan, Yulian juga mendorong DWP untuk menyusun program yang lebih spesifik dan fokus pada tahun 2026 agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih optimal.
Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pekalongan, Tri Rafika Yulian Akbar Dalam laporannya kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan selaku Penasihat DWP, Tri Rafika mengungkapkan rasa syukur atas capaian organisasi yang dinilainya sejalan dengan arahan pemerintah daerah, yakni menjadikan DWP sebagai organisasi yang tangguh dan mandiri.
“Alhamdulillah, dalam empat tahun kepengurusan kami, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pekalongan dapat menyelenggarakan kegiatan secara mandiri. Hal ini sesuai dengan arahan Bapak Sekda bahwa Dharma Wanita harus menjadi organisasi yang tangguh dan mandiri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur pelaksana DWP yang telah mendukung pelaksanaan program kerja selama empat tahun terakhir. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi modal penting dalam memperkuat soliditas dan kekompakan organisasi.
“Berkat dukungan seluruh unsur pelaksana, perjalanan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pekalongan menjadi semakin kuat, solid, dan hebat,” katanya.
Pada peringatan HUT ke-26 ini, DWP Kabupaten Pekalongan mengusung tagline “DWP Mengajar dengan Hati”. Tri Rafika menjelaskan bahwa tema tersebut menekankan peran perempuan sebagai istri sekaligus orang tua dalam pola pengasuhan anak yang penuh cinta dan pendampingan.
Ia menegaskan bahwa anak bukanlah proyek yang harus dikejar hasil instan, melainkan titipan Tuhan yang perlu dijaga dengan kasih sayang. Menurutnya, orang tua memiliki tugas utama untuk menemani dan menjaga anak, bukan sekadar menuntut capaian prestasi semata.
“Orang tua bukanlah mandor bagi anak-anaknya, tetapi pendamping yang hadir, menjaga, dan membersamai hingga mereka tumbuh dan mandiri,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, DWP Kabupaten Pekalongan juga menghadirkan narasumber untuk memberikan edukasi, termasuk tips dan motivasi bagi anggota agar tetap percaya diri dan berpenampilan maksimal, khususnya dalam peran sebagai istri dan anggota keluarga.
Tri Rafika menambahkan, melalui DWP, para anggota tidak hanya belajar untuk mendampingi, tetapi juga memberi teladan, mengambil peran, serta ikut memberi arah perubahan di tengah dinamika zaman.
Memasuki usia ke-26, ia berharap DWP semakin matang dalam visi, kuat dalam peran, dan luas dalam manfaat bagi anggota maupun masyarakat. Ia pun mengajak seluruh anggota menjadikan DWP sebagai organisasi yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga hadir dalam nilai, kebersamaan, dan kebermanfaatan.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-26 Dharma Wanita Persatuan. Semoga kita semua semakin memperkuat organisasi ini dan menjadikan setiap kegiatan sebagai ladang amal dan manfaat bagi anggota serta masyarakat,” pungkasnya.
Dalam rangka memberikan semangat dan motivasi bagi Kepengurusan di unsur pelaksana DWP tingkat Dinas, diberikan penghargaan kepada tiga unsur pelaksana kategori pelaksanaan e-reporting tergiat.
Daftar e-reporting tergiat:
1. Unsur pelaksana DWP Dindikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kabupaten Pekalongan.
2. Unsur pelaksana DWP RSUD Kraton.
3. Unsur Pelaksana DWP Dinlutkan (Dinas Kelautan dan Perikanan) Kabupaten Pekalongan.
Acara tersebut semakin meriah dengan adanya penampilan Felisia Anggraini atau lebih akrab disapa Raini, yang menjadi salah satu kontestan KDI 2025 yang akan tampil secara langsung di MNC TV pada Jumat, 26 Desember 2025.
Minggu, 21 Desember 2025
Hal tersebut ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, M.Si, saat memimpin Rapat Koordinasi di Aula Lantai 2 BKPSDM Kabupaten Pekalongan, pada hari Rabu (17/12/2025) pagi.
Penyerahan Dilakukan di Tiap OPD. Sekda menyampaikan bahwa penyerahan SK ini merupakan tindak lanjut dari regulasi yang berlaku dan disposisi Bupati Pekalongan. Berbeda dengan prosesi massal biasanya, Bupati menghendaki penyerahan dilakukan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Sesuai arahan Bupati, penyerahan SK akan dilaksanakan mulai besok Selasa. Secara teknis, penyerahan akan dilakukan di OPD masing-masing," ujar Yulian Akbar.
Alih Status Menjadi ASN Lebih lanjut, Yulian menekankan bahwa penyerahan SK ini jangan dilihat sebagai seremoni belaka. Peristiwa ini menandai perubahan besar dalam status kepegawaian para tenaga honorer tersebut.
"Sekali lagi, ini bukan sekadar seremoni. Yang terpenting adalah mereka kini sudah beralih status menjadi ASN. Sebagai ASN, tentu ada hak dan kewajiban yang mengikat sesuai dengan Undang-Undang ASN yang berlaku," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga memastikan bahwa anggaran untuk PPPK Paruh Waktu ini telah disiapkan untuk tahun 2026, mengingat Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) akan terhitung mulai 31 Desember 2025.
Aturan Absensi dan Kinerja Mengenai kedisiplinan, PPPK Paruh Waktu akan diperlakukan sama dengan ASN lainnya. Hal ini mencakup penggunaan pola absensi kategori 1 serta kewajiban memenuhi perjanjian kinerja yang telah ditetapkan.
Terkait adanya sejumlah tenaga yang belum masuk dalam daftar karena kendala teknis seperti kesalahan input NIK, Sekda memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam.
"Untuk yang terkendala salah input NIK dan lainnya, sedang kami usahakan. Kami sudah mengirim surat ke Kemenpan-RB. Pemerintah terus mengupayakan karena mereka adalah staf kita yang sudah melaksanakan tugas pemerintahan. Kami akan terus fasilitasi," pungkasnya.
Kamis, 18 Desember 2025
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) menggelar Sosialisasi Arsitektur dan Peta Rencana Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Aula Setda Lt. 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., dan didampingi Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M.
Kegiatan ini diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pekalongan. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman dan pedoman bagi perangkat daerah dalam menyusun arsitektur digital lima tahun ke depan, sekaligus memperkuat integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik di Kabupaten Pekalongan.
Kepala Dinkominfo, Supriyadi, S.E., M.M., menjelaskan bahwa dokumen arsitektur dan peta rencana SPBE ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pelayanan digital di Kabupaten Pekalongan.
“Dengan adanya dashboard untuk masing-masing OPD, identifikasi program dan kegiatan digital dapat dilakukan lebih terstruktur dan terpadu. Hal ini diharapkan akan mempermudah koordinasi antar-OPD serta meningkatkan efektivitas implementasi SPBE di seluruh perangkat daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Supriyadi menambahkan bahwa sosialisasi ini juga menjadi wadah bagi OPD untuk memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan program digital.
“Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi langkah konkret untuk memastikan setiap perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai pedoman SPBE. Dengan begitu, pelayanan publik digital dapat berjalan optimal dan tepat sasaran,” jelasnya.
Narasumber dari Digitama Yogyakarta, Pradiptya Setyahadi, S.Kom., M.Sc., turut memberikan materi mengenai implementasi SPBE dan pedoman arsitektur digital yang telah disusun. Pradiptya menekankan pentingnya tindak lanjut dari peserta.
“Alhamdulillah, sosialisasi hari ini berjalan lancar. Pedoman arsitektur digital lima tahun ke depan sudah dipersonalisasikan ke seluruh perangkat daerah. Kami berharap setiap OPD dapat menindaklanjuti materi ini bersama tim di kantor masing-masing, agar digitalisasi pelayanan publik lebih optimal dan berdampak positif pada kepuasan masyarakat,” ujarnya.
Selain memberikan pemahaman teknis, sosialisasi ini juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab, sehingga peserta dapat mengklarifikasi berbagai hal terkait implementasi SPBE di OPD masing-masing. Dengan pendekatan ini, Pemkab Pekalongan menekankan bahwa transformasi digital bukan sekadar pengadaan sistem, tetapi juga perubahan budaya kerja yang lebih responsif, transparan, dan terintegrasi.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Pekalongan terus mendorong seluruh OPD untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis elektronik. Diharapkan, implementasi SPBE akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempermudah akses masyarakat terhadap layanan pemerintah, dan mendukung Kabupaten Pekalongan menuju pemerintahan digital yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Rabu, 17 Desember 2025
Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) yang dibina oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kabupaten Pekalongan kembali membuahkan hasil yang membanggakan. Dua sekolah di Kabupaten Pekalongan berhasil meraih penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup pada tahun 2025.
SMP Negeri 2 Kajen berhasil meraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri, sementara SMA Negeri 1 Doro memperoleh Penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup kepada kepala sekolah penerima penghargaan pada 11 Desember 2025.
Prosesi penyerahan penghargaan dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dan dihadiri serta didampingi oleh Dinas Perkim LH dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk dukungan dan pembinaan berkelanjutan terhadap sekolah-sekolah pelaksana GPBLHS.
Penghargaan Adiwiyata diberikan kepada sekolah yang telah konsisten menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah. Implementasi tersebut meliputi pengelolaan sampah yang baik, pemanfaatan ruang hijau, penghematan energi dan air, serta pembiasaan budaya peduli lingkungan kepada seluruh warga sekolah.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Selain itu, keberhasilan SMP Negeri 2 Kajen dan SMA Negeri 1 Doro diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Pekalongan untuk terus mengembangkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah sebagai upaya nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Selasa, 16 Desember 2025
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si., Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno, S.Sos., M.A., serta Kepala Dindukcapil Kabupaten Pekalongan Ajid Suryo Pratondo, S.STP., M.Si.
Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menegaskan bahwa peringatan Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum penting untuk memastikan kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan ingin memastikan bahwa anak-anak disabilitas mengetahui bahwa pemerintah selalu hadir untuk mereka. Di Dinas Sosial sudah tersedia berbagai layanan terapi, dan saat ini juga kami siapkan mobil terapi keliling agar layanan bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, layanan mobil terapi keliling merupakan bentuk pelayanan jemput bola. Mobil tersebut akan mendatangi lokasi-lokasi dengan jumlah anak disabilitas terbanyak, sehingga mereka tidak perlu datang jauh ke ibu kota kabupaten.
“Di mobil terapi sudah tersedia terapis, psikolog, serta peralatan terapi. Ini kita lakukan agar tidak ada lagi alasan anak-anak kita tidak mendapatkan terapi karena jarak atau biaya,” jelasnya.
Selain layanan terapi, Bupati juga menekankan pentingnya mewujudkan fasilitas publik yang ramah disabilitas. Ia menyebutkan bahwa ke depan seluruh kantor pemerintahan di Kabupaten Pekalongan akan terus dibenahi agar lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa Dinas Sosial terus berinovasi dalam memberikan pelayanan bagi penyandang disabilitas, salah satunya melalui mobil terapi dan pendampingan berkelanjutan.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Pekalongan juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, antara lain alat bantu disabilitas berupa kursi roda, alat bantu dengar, kaki palsu, serta bantuan usaha ekonomi produktif dan bantuan hibah bagi Karang Taruna yang diserahkan secara simbolis.
Dengan berbagai program dan layanan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap dapat mewujudkan daerah yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk tumbuh dan berkembang.
Selasa, 16 Desember 2025