Kajen — Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si., menghadiri kegiatan “Mengaji untuk Damai Negeri” yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kader PKK berserta organisasi perempuan Kabupaten Pekalongan dan turut dihadiri Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Hj. Galuh Kirana Sukirman, S.S., M.Pd., Ketua Bhayangkari Cabang Pekalongan, Rosna Rachmad, Ketua Fatayat Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si., serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pekalongan, Tri Rafika Yulian Akbar.
Dalam kunjungan kerjanya, Ketua TP PKK Provinsi tidak hanya menyapa kader PKK, tetapi juga membawa sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda TP PKK di daerah, selain kunjungan ke posyandu dan lokasi binaan. Pengajian menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan bagi kader di berbagai wilayah,” ujar Ibu Nawal.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan PKK saat ini difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu peningkatan pendidikan bagi anak usia dini, pelayanan kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Melalui rangkaian kegiatan rutin setiap bulan di berbagai daerah, TP PKK berkomitmen menyebarkan edukasi dan penguatan kapasitas kader agar program berjalan optimal.
Untuk pengajian kali ini, Ibu Nawal mengangkat tema ketenangan hati. Menurutnya, penting bagi para kader untuk memahami makna takdir Allah dengan lapang dan menumbuhkan ketenangan dalam berbagai kondisi kehidupan.
“Kami ingin mengajak ibu-ibu memaknai takdir Allah dan membangun ketenangan hati agar mampu menghadapi berbagai ketentuan-Nya dengan baik,” ungkapnya.
Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan dukungan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah terhadap pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Ia menegaskan bahwa program-program PKK memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
“Tiga fokus besar yang dibawa Ibu Ketua TP PKK—pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi—sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kita. Beliau juga memberi banyak masukan positif bagi upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” tutur Wakil Bupati.
Wabup menambahkan bahwa penutupan kegiatan dengan pengajian turut sejalan dengan karakter masyarakat Kabupaten Pekalongan yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
“Di bawah kepemimpinan Ibu Bupati Fadia, tradisi keagamaan tetap terjaga. Maka kegiatan duniawi diimbangi dengan siraman rohani sebagai penguat mental dan spiritual para kader,” imbuhnya.
Jumat, 21 November 2025
Surabaya — Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Upaya tersebut kembali membuahkan hasil dengan diraihnya ADLG Award 2025 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si, untuk kategori Vision, dalam acara yang digelar di Hotel Grand Mercure Surabaya pada hari Rabu hingga Kamis (19/11 – 20/11).
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa menggelar kegiatan pembinaan yang diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Pekalongan serta unsur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bertempat di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan pada Selasa, (18/11/2025)
KAJEN – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Forum Satu Data Kabupaten Pekalongan 2025, bertempat di Ruang Indraprasta Lantai 2 Bapperida, Selasa (18/11/2025). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., dan diikuti oleh peserta dari 48 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD Kabupaten Pekalongan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar Polres Pekalongan. Operasi ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan masyarakat, menekan pelanggaran lalu lintas, serta mendorong tertib berkendara di wilayah Kabupaten Pekalongan.
PEKAJANGAN – Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menghadiri sekaligus meresmikan Grand Opening Gedung C RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, SLB Muhammadiyah Pekajangan, serta SD Muhammadiyah IV Pekajangan, pada Sabtu (15/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kontribusi besar Muhammadiyah bagi pembangunan Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Radio Kota Santri (RKS) pada Jumat (14/11/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi sekaligus memberikan penguatan terhadap peran RKS sebagai media penyiaran milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menyampaikan informasi publik kepada masyarakat.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan secara resmi melepas 18 kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang akan berlangsung di Kabupaten Tegal, 10–14 November 2025. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (10/11/2025), dan dipimpin oleh Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mewakili Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M.
Kegiatan Mengaji untuk Damai Negeri berlangsung khidmat dan antusias, menjadi ruang silaturahmi sekaligus wahana penguatan spiritual bagi para kader PKK dan organisasi perempuan di Kabupaten Pekalongan.
Penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI melalui Dirjen Pembangunan Daerah Kemndagri Dr. Ir. Restuardy Daud, M.Sc., CGRE ini menambah daftar prestasi Yulian Akbar setelah sebelumnya pada tahun 2024 juga meraih predikat Sekda Terbaik Pertama di Indonesia dalam ajang yang sama.
ADLG Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Asosiasi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi se-Indonesia kepada para Sekretaris Daerah sebagai “Orkestrator Pemerintah Digital”. Ajang ini bertujuan mengapresiasi kepemimpinan digital dalam mempercepat transformasi pemerintahan daerah melalui delapan kategori penilaian, seperti Vision, Engagement, Governance, Technology Leadership, dan kategori lainnya.
Proses pemilihan pemenang dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pra-asesmen, penilaian dokumen, observasi, survei ASN, wawancara, hingga paparan finalis di hadapan tim penilai independen.
Di tengah percepatan transformasi digital nasional, para Sekda sebagai koordinator Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di daerah dituntut tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengarahkan organisasi, menggerakkan SDM, dan menciptakan ekosistem digital yang inklusif bagi masyarakat.
Kepemimpinan digital yang diharapkan bukan sekadar penggunaan teknologi baru, tetapi juga kemampuan membaca data, berpikir strategis, mengambil keputusan berbasis data, serta mendorong inovasi perubahan di lingkungan birokrasi. Seorang Sekda harus mampu menjadi provokator dan navigator dalam menghadapi dinamika era digital, mulai dari tata kelola pemerintahan elektronik, literasi digital masyarakat, perlindungan data, hingga inovasi layanan publik.
Upaya transformasi digital di Kabupaten Pekalongan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Digitalisasi menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam mengelola perubahan dan memastikan layanan publik selalu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa transformasi digital berjalan terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kamis, 20 November 2025
Analis Kebijakan Muda Pengadaan Barang dan Jasa, Muta’ali, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun perwakilannya dari masing-masing OPD. Hal ini penting untuk memastikan seluruh perangkat daerah memperoleh pemahaman yang sama terkait teknis pelaksanaan pengadaan.
“Harapan kami, semua OPD dapat hadir karena kami akan menyampaikan hal-hal terkait adendum kontrak. Ketika kontrak pengadaan barang dan jasa sudah berjalan, bisa saja diperlukan perubahan, sehingga harus masuk dalam adendum kontrak,” jelas Muta’ali.
Pada kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai perencanaan penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang disampaikan oleh narasumber, Sutikno, S. K. M, M.M Selaku pengelola pengadaan barang jasa ahli madya PBJ Kabupaten Pekalongan. Sedangkan untuk materi Adendum Kontrak disampaikan oleh Cipto Hadi Prayitno, S. ST selaku analis kebijakan bagian Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kedua Materi ini menjadi tindak lanjut atas informasi yang beredar di media sosial terkait ketidaktepatan dalam proses perencanaan di beberapa OPD.
Menurut Muta’ali, sejumlah pengadaan di Kabupaten Pekalongan tercatat sebagai swakelola meskipun pada praktiknya pembelian dilakukan melalui penyedia. Ketidaktepatan tersebut, katanya, lebih disebabkan oleh kesalahan teknis dalam penyusunan perencanaan.
“Untuk pelaksanaannya tetap dilakukan sesuai kebutuhan, misalnya membeli dari penyedia. Namun dalam perencanaan memang ada yang kurang pas. Dengan adanya acara ini, kami berharap ke depan OPD lebih memperhatikan proses penyusunan RUP agar sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya ketepatan perencanaan guna menghindari kesalahan administrasi serta mendorong pengadaan barang dan jasa yang transparan, efisien, dan efektif. “Harapannya, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa bisa berjalan lebih baik dan tidak terjadi kesalahan di kemudian hari,” tambahnya.
Cipto Hadi Prayitno yang menjadi narasumber dalam acara Rapat koordinasi terkait Adendum Kontrak dan Evaluasi Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2025. Pihaknya berharap agar semua PPK dapat memahami tata cara adendum kontrak apabila dalam pekerjaan sedang berjalan namun diperlukan ada perubahan.
“Saya menjelaskan seputar perubahan kontrak apabila dalam perjalanan pekerjaan terdapat perubahan. Perubahan kontrak itu lebih dikenal sebagai Adendum,” ujar Cipto Hadi Prayitno, Analis Kebijakan pada Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Ia menambahkan, “Tujuan penyampaian materi ini agar semua pejabat pembuat komitmen se-Kabupaten Pekalongan dapat memahami tata cara melakukan adendum kontrak.”
Kamis, 20 November 2025
Rangkaian ziarah dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, didampingi Wakil Bupati Sukirman, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Ajid Suryo Pratondo dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudlori beserta jajaran pengurus, serta Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom.
Rombongan peserta ziarah terdiri dari pada Para ulama dan organisasi masyarakat, seperti dari PCNU, Muhammadiyah, Rifai'yah dan LDII.
Rombongan mengawali ziarah dengan berkunjung ke Makam KH. Hasyim Asy’ari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di lokasi tersebut, Wabup Sukirman dan rombongan melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Nahdlatul Ulama tersebut. Selain itu juga sekaligus ziarah ke Makam Presiden ke-4 sekaligus Pahlawan Nasional yakni KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Perjalanan dilanjutkan menuju Makam salah satu Walisongo yakni Sunan Gresik atau Syekh Maulana Malik Ibrahim. Di makam tokoh penyebar Islam pertama di tanah Jawa itu, Bupati, Wakil Bupati, beserta rombongan melakukan doa bersama dan tabur bunga untuk keselamatan bangsa dan masyarakat Pekalongan.
Selain dua lokasi utama tersebut, Bupati dan Wakil Bupati juga sempat berziarah ke Makam Kyai Tumenggung Poesponegoro, Bupati pertama Gresik sekaligus Mursyid Thoriqoh Syattariyah ke-29.
Bupati Fadia, dalam keterangannya terkait rangkaian kegiatan Ziarah Hari Santri 2025, menyampaikan bahwa tradisi ziarah tahunan pada Hari Santri akan terus dilestarikan. “Tahun ini ziarah pertama dilakukan tadi pagi ke makam Hasyim Asy’ari. Sore hari ini ditambah dengan ziarah ke makam Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik). Setiap tahun tempat yang dikunjungi berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari merupakan agenda yang akan dilakukan setiap tahun. “Itu setiap tahun kita laksanakan,” tambahnya.
Bupati Fadia juga menyampaikan harapan dan doa dalam kegiatan tersebut. Ia bersama Wakil Bupati serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap ziarah ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, “Insya Allah ziarah ini membawa barokah untuk kita semua, untuk Kabupaten Pekalongan agar selalu kondusif, dijauhkan dari berbagai bahaya, dan kami dapat memimpin dengan baik serta dimudahkan dalam segala urusan, terutama dalam upaya membangun Pekalongan yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Wabup Sukirman, menyampaikan bahwa Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Gus Kikin, memberikan apresiasi atas inisiatif Bupati yang melibatkan seluruh komponen kiai dan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan ziarah, “Tidak hanya Nahdlatul Ulama, tetapi juga Muhammadiyah, Rifaiyah, dan LDII ikut serta. Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, umara, dan ulama yang harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Rabu, 19 November 2025
Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Kepala Bapperida Kabupaten Pekalongan, Trisno Suharsanto, S.E., M.Si, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Supriyadi, S.E., M.M., Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, S.St., M.Si., Kabid Tata Ruang dan Pertanahan DPU Taru, Tri Surnani, S.T.
Kegiatan Forum Satu Data ini bertujuan menyatukan langkah seluruh pengampu data di Kabupaten Pekalongan, mulai dari pembina data, wali data, hingga produsen data di perangkat daerah. Melalui forum ini, pemerintah daerah menekankan pentingnya penyajian data yang akurat, berkualitas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Kepala Bapperida Kabupaten Pekalongan, Trisno Suharsanto, S.E., M.Si, melalui Perencana Ahli Madya, Yulianto Adi Setyawan, S.T., menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah koordinasi antara BPS sebagai pembina data, Dinkominfo sebagai wali data, serta seluruh produsen data di OPD.
“Harapannya, perangkat daerah mampu menyajikan data yang lebih baik, berkualitas, dan terukur. Dengan data yang tepat, manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat melalui proses pembangunan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., menegaskan pentingnya menyempurnakan data sektoral yang dikelola masing-masing OPD.
“Data yang sudah rutin dikelola jangan hanya disimpan. Harus dianalisis, diperbaiki, dan disempurnakan jika masih kurang. Jika ada data yang sudah tidak relevan, silakan dihapus agar tidak membingungkan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa data yang valid, memiliki standar, dan dapat dibagi-pakaikan akan menjadi basis penting dalam pembangunan daerah, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia.
Forum ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan koordinasi antar-perangkat daerah, memastikan bahwa setiap OPD memiliki komitmen yang sama dalam menghadirkan data yang akurat dan mutakhir. Dengan penguatan tata kelola data, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap arah pembangunan dapat dirumuskan secara lebih tepat, efektif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rabu, 19 November 2025
Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan apresiasi atas langkah Polres Pekalongan yang bersinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder daerah.
“Bupati Pekalongan, Ibu Fadia, dan tentu kita semua mengapresiasi langkah Polres, Pak Kapolres, dan Pak Dandim yang terus memberikan dukungan. Ini penting untuk keselamatan warga kita dalam berkendara serta meningkatkan ketertiban masyarakat secara umum,” ujarnya usai mengikuti Apel di Polres Pekalongan, Senin (17/11/2025).
Menurut Wabup, pelaksanaan operasi seperti ini juga dapat menekan kriminalitas dan gangguan kamtibmas. Selain itu, adanya dorongan bagi masyarakat untuk melengkapi surat-surat kendaraan juga memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah.
“Ketika masyarakat melengkapi surat kendaraannya, potensi penerimaan pajak kendaraan bermotor juga meningkat. Kabupaten Pekalongan memperoleh keuntungan dari sistem bagi hasil pajak kendaraan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Pekalongan turut mendukung pelaksanaan operasi melalui penyiapan personel dari Linmas, Dishub, dan Satpol PP sesuai kebutuhan yang diminta Polres Pekalongan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, mengimbau masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa tanpa rasa khawatir selama operasi berlangsung.
“Pedagang di pasar, para pelajar, dan seluruh masyarakat tidak perlu takut atau enggan keluar rumah. Aktivitas berjalan seperti biasa. Yang penting patuhi aturan lalu lintas, lengkapi syarat berkendara, dan tingkatkan kesadaran berlalu lintas,” pesannya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRD, TNI, dan Polri, Operasi Zebra Candi 2025 diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Senin, 17 November 2025
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menegaskan bahwa keberadaan gedung baru RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan menjadi tambahan fasilitas kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat. Hal itu sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP, yang kini semakin kuat dengan dukungan berbagai rumah sakit, termasuk rumah sakit Muhammadiyah yang dinilainya cepat, responsif, dan memiliki pelayanan yang sangat baik.
“Saya sangat kagum melihat gedung baru ini. Rumah sakit Muhammadiyah selalu mendukung program pemerintah dan memberikan pelayanan luar biasa. Dengan banyaknya fasilitas kesehatan yang ada, saya yakin masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan pelayanan,” ujar Bupati.
Selain meresmikan rumah sakit, Bupati Fadia juga memberikan apresiasi atas hadirnya SLB Muhammadiyah Pekajangan yang kini menjadi alternatif pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, sebelumnya masyarakat harus menuju Kota Pekalongan untuk mendapatkan layanan SLB, namun kini akses pendidikan tersebut menjadi lebih mudah.
"SLB ini sangat membantu masyarakat Kabupaten Pekalongan. Anak-anak kita sekarang bisa bersekolah lebih dekat dan lebih nyaman. Terima kasih kepada Muhammadiyah yang selalu peduli dengan dunia pendidikan,” tambahnya.
Tidak hanya SLB, peresmian SD Muhammadiyah IV Pekajangan turut menambah lengkap fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Bupati Fadia menyebut bahwa keberadaan sekolah-sekolah Muhammadiyah—mulai dari PAUD hingga universitas—membuktikan peran besar organisasi ini dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bupati Fadia juga menyinggung hubungan baik dan sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Muhammadiyah, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun sosial. Bahkan ia menyebut bahwa dalam berbagai pembangunan, Muhammadiyah selalu menjadi mitra yang cepat dan sigap memberikan bantuan.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Milad ke-113 Muhammadiyah yang diperingati setiap 18 November. Beliau berharap Muhammadiyah semakin maju, semakin jaya, dan terus menjadi organisasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat terbantu dengan kontribusi Muhammadiyah. Semoga selalu jaya dan semakin bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera,” ungkapnya.
Di akhir acara, Bupati Fadia kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kerja sama yang baik dengan Muhammadiyah. Ia juga mengapresiasi pelayanan RSI Muhammadiyah yang menurutnya sangat baik, bahkan sejak dirinya lahir hingga keluarganya mendapatkan perawatan di sana.
Peresmian ditandai dengan menekan tombol serta dilanjutkan peninjauan fasilitas Gedung C yang baru oleh Bupati bersama Ketua DPRD dan Forkomimda Kabupaten Pekalongan, para pimpinan Muhammadiyah, jajaran RSI PKU Muhammadiyah, serta tokoh masyarakat Pekajangan.
Sabtu, 15 November 2025
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., yang turut mendampingi kunjungan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan tata kelola penyiaran daerah, termasuk dari sisi regulasi dan pengembangan layanan.
“Kami akan terus melakukan pembinaan terkait regulasi, baik pembinaan maupun beberapa hal yang nantinya akan menjadi kebijakan Ibu Bupati. Sampai dengan tahun 2025 ini, memang kami belum banyak melakukan apa-apa, termasuk belum menetapkan regulasi terkait pendapatan dari iklan. Padahal sebenarnya potensi ini cukup besar. Namun, insyaAllah pada tahun 2026 nanti regulasinya akan kami selesaikan,” jelas Supriyadi.
Lebih lanjut, Supriyadi menyampaikan apresiasi kepada KPID Jawa Tengah serta Wakil Bupati Pekalongan yang telah memberikan masukan konstruktif bagi peningkatan kualitas penyiaran RKS.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada KPID Jawa Tengah dan Pak Wakil atas masukan terkait Radio Kota Santri (RKS). Ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi kami untuk ke depan bisa lebih baik dalam menyerap aspirasi masyarakat serta memberikan informasi kepada publik—baik mengenai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, maupun kegiatan kemasyarakatan,” ungkapnya.
Supriyadi menegaskan bahwa perhatian dan pandangan yang diberikan dalam kunjungan tersebut menjadi dorongan bagi Dinkominfo untuk terus meningkatkan kinerja di lapangan.
Kunjungan Wakil Bupati dan KPID Jateng ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan media penyiaran daerah sehingga RKS semakin optimal sebagai sarana informasi, edukasi, dan pelayanan publik bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sabtu, 15 November 2025
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa pelepasan kontingen MTQ ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional. Ia menegaskan bahwa perjuangan kafilah dalam ajang MTQ merupakan bentuk kontribusi nyata untuk membawa nama baik daerah, sekaligus melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan melalui karya dan prestasi.
“Semangat perjuangan para pahlawan harus kita lanjutkan melalui karya terbaik dalam bidang masing-masing. Para kafilah hari ini berjuang bukan dengan senjata, tetapi dengan ilmu, akhlak, dan kemampuan dalam memuliakan Al-Qur’an. Bawalah nama baik Kabupaten Pekalongan dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri,” ujar Wakil Bupati.
Wabup juga menyampaikan pesan khusus dari Bupati Pekalongan kepada para peserta agar selalu menjaga kondisi fisik, mental, dan kekompakan tim selama mengikuti lomba. Ia menambahkan bahwa kemampuan teknis para peserta sudah baik, sehingga yang terpenting adalah menjaga kesiapan non-teknis seperti semangat, kekompakan, dan fokus selama bertanding.
“Secara teknis, insyaallah adik-adik sudah mumpuni. Yang perlu dijaga adalah kebersamaan, kesehatan, dan sikap percaya diri. Kami yakin kafilah Kabupaten Pekalongan mampu meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Pekalongan, Ajid Suryo Pratondo, S.STP., M.Si, melaporkan bahwa kontingen MTQ Kabupaten Pekalongan terdiri dari 18 peserta, didampingi pembimbing dan official, serta difasilitasi penuh oleh Pemerintah Daerah.
Para peserta akan mengikuti seluruh cabang lomba, dan selama berada di Kabupaten Tegal akan menginap di AS Hotel Tegal untuk mendukung konsentrasi dan kesiapan mental. Transportasi menuju lokasi lomba telah disiapkan menggunakan bus dari Pemkab Pekalongan, bersama tim pendamping dari Bagian Kesra.
“Pembinaan intensif telah dilaksanakan sebelumnya, termasuk karantina dan pendampingan teknik lomba. Kami berharap seluruh peserta dapat tampil dengan maksimal dan membawa hasil terbaik untuk Kabupaten Pekalongan,” terang Ajid.
Wakil Bupati menutup kegiatan dengan doa bersama dan pelepasan resmi kafilah, berharap seluruh rangkaian lomba berjalan lancar dan membawa keberkahan.
“Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, kemudahan, dan kemenangan. Amin,” ucapnya.
Selasa, 11 November 2025