KAJEN – Inovasi pelayanan public ‘’JUNJANG ADMINDUK’’ (Layanan Administrasi Kependudukan Berbasis Kewenangan Desa oleh Fasilitator Administrasi Kependudukan Desa untuk Mendekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat) dan ‘’SAPU JAGAD’’ (Semua Penduduk Disabilitas Terjamin dalam Pengurusan Administrasi Kependudukan) dari Kabupaten Pekalongan, masuk dalam Top 10 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah tahun 2021.
Berkat kedua inovasi tersebut, Pemkab Pekalongan mendapat penghargaan yang telah diterima langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., pada hari ini, Rabu (1/12/2021) di Gumaya Hotel Semarang, dalam acara Forum Inspirasi Akselerasi Inovasi Pelayanan Publik untuk Meningkatkan Efektivitas Penanggulangan Kemiskinan.
‘’Hari ini Kabupaten Pekalongan langsung mendapatkan 2 penghargaan sekaligus, yaitu Inovasi Junjang Adminduk dan Sapu Jagad. Alhamdulilah ini merupakan hasil dari kerjasama yang baik oleh pemerintah daerah sampai ke tingkat desa, sehingga kita bisa memperoleh penghargaan ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menerima penghargaan KIPP Jateng 2021 di Semarang.
Dikatakan Bupati Fadia, bahwa JUNJANG ADMINDUK sendiri merupakan inovasi dari Dindukcapil Kabupaten Pekalongan, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola data kependudukan di tingkat desa, mendekatkan layanan adminduk dan memfasilitasi layanan adminduk kepada masyarakat. Sehingga diharapkan dengan adanya inovasi tersebut, akan mempermudah masyarakat di desa untuk bisa mendapatkan fasilitas administrasi kependudukan secara optimal. ‘’Saya tidak heran ya kalau inovasi JUNJANG ADMINDUK ini bisa masuk urutan ke-3 dalam Top 10 KIPP Jateng 2021 ini, karena inovasi ini benar-benar bisa mempermudah layanan adminduk bagi masyarakat desa,’’ tandasnya.
Untuk inovasi selanjutnyam yaitu inovasi SAPU JAGAD, dijelaskan Bupati Fadia bahwa SAPU JAGAD merupakan sebuah inovasi yang diciptakan untuk memberian jaminan pelayanan administrasi kependudukan yang prima bagi masyarakat disabilitas di Kabupaten Pekalongan. ‘’SAPU JAGAD ini menurut saya benar-benar inovasi yang dapat mencerminkan perwujudan keadilan pelayanan public dari pemkab Pekalongan bagi kaum disabilitas. Karena kami berharap masyarakat disabilitas juga bisa mendapat layanan adminduk yang sama,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada seluruh OPD untuk bisa terus berinovasi, bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan saja, melainkan tujuan utama adalah untuk memberikan kemudahan, kemurahan dan kecepatan pelayanan public bagi masyarakat. ‘’Berikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, sinergikan seluruh kreativitas, supaya tujuan utama adanya pelayanan public bisa tercapai, yaitu kepuasan masyarakat,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 1 Desember 2021
KAJEN - Mobile vaksinasi dari Provinsi Jawa Tengah kemarin (24/11/2021) hadir di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Kecamatan Doro. Kehadiran mobile vaksinasi ini sebagai salah satu upaya Provinsi Jateng bersinergi dengan Kabupaten Pekalongan untuk menurunkan level Kabupaten Pekalongan yang saat ini masih berada di level 3 PPKM agar bisa turun menjadi level 2.
KAJEN – Dalam rangka mengintegrasikan pengetahuan tentang pengembangan aplikasi Kajen Satu Data (KSD), Pemkab Pekalongan melalui Dinkominfo Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara ‘Training Of Trainer Kajen Satu Data’. Dimana acara tersebut diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada hari Kamis dan Jumat (25-26/11/2020) di Hotel Santika Pekalongan.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM beserta rombongan mengunjungi pembangunan gedung Taman Pendidikan Al Qur’an ‘Zaidul Ulum’ yang berada di Dukuh Krasak wetan Krasakageng kecamatan Sragi, pada Rabu (24/11) siang. Bupati Fadia atas nama pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan gedung TPQ ‘Zaidul Ulum’ tersebut dan juga mengucapkan rasa terimakasih kepada donatur yang telah mewakafkan tanahnya untuk gedung TPQ.
KAJEN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan kini memiliki alat aferesis sehingga bisa menjadi tempat rujuan bagi kabupaten lain. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat menghadiri acara pelantikan dewan kehormatan dan pengurus PMI Kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021-2026 yang diketuai Ir Arini Harimurti, Rabu ( 24/11) di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan.
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) aparatur negara di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pekalongan terkait kompetensi pengelolaan keuangan daerah, Pemkab Pekalongan menyelenggarakan acara Bimbingan Teknis Tata Kelola Keuangan Daerah, yang dilaksanakan pada hari ini, Rabu (24/11/2021) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Tasyakuran peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-76 PGRI tahun 2021 dengan agenda pembukaan kegiatan webinar dan penyerahan penghargaan kepada para juara lomba ini dihadiri Segenap pengurus dan anggota PGRI kabupaten Pekalongan dan dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto serta Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subagyo.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia membacakan pidato Mendibud Ristek Nadiem Anwar Makarim. Dalam pidatonya Nadiem menyampaikan bahwa selama hampir dua tahun terakhir, para guru terus berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan pandemi. Guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi membuat pembelajaran daring harus menarik bagi semua murid. Sementara di daerah yang sulit akses internet, banyak guru yang menantang risiko dengan mengajar dari rumah ke rumah. Guru mau tidak mau mendatangai rumah anak didiknya untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Inilah bukti pandemi tidak memadamkan semangat para guru.
Usai membacakan pidato Mendikbud Ristek, Bupati Fadia mengucapkan selamat hari guru untuk semua pahlawan tanpa tanda jasa di Indonesia. “ Sehebat apapun kita , tanpa bimbingan guru kita tidak akan bisa seperti ini. Guru menurut saya pelopor bangsa , “ ungkap Bupati Fadia
Lebih lanjut Fadia berpesan kepada para guru agar dalam mendidik muridnya dengan cara santun, baik dan penuh kasih sayang. “ Saat ini jamannya teknologi. Murid-murid kita dari SD sampai SMA sudah pegang HP. Saya berpesan agar hati-hati dalam bermedsos. Saya juga nitip kepada para guru menjaga nama baik guru kabupaten Pekalongan, ayo kita mengajar dengan santun, baik dan penuh kasih sayang, “ pinta fadia.
Terkait vaksinasi, dalam kesempatan itu Bupati Fadia juga menegaskan agar seluruh siswa di Kabupaten Pekalongan ( usia 12 tahun ke atas) harus divaksin. Fadia menjelaskan jika ada yang belum divaksin,tidak boleh ikut ujian dan orang tuanya belum divaksin juga tidak bisa ikut ujian. ” Ini dilakukan karena kita semua ingin hidup normal kembali. Saya inign anak-anak kembali belajar bertatap muka langsung. Ini bisa kalau semua sudah divaksin,” ujarnya.
Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno SIP MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa keluarga besar PGRI Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada pemerintah Kabupaten Pekalongan atas prioritas pemberian vaksin bagi para guru, pendidik serta para siswa . ‘ Prioritas pemberian vaksin di lingkungan pendidikan merupakan wujud perhatian Pemkab dan komitmennya tentang pentingnya sector pendidikan,” ungkap Rejo.
Rejo juga menyampaikan rangkaian peringatan hari guru nasional tahun 2021 dan HUT PGRI ke-76 diisi dengan lomba-lomba, ada pula kegiatan apresiasi seni budaya, olah raga serta peningkatan kompetisi. Lomba lomba telah sukses dilaksanakan secara daring.
Sebagai acara puncak peringatan hari guru nasional tahun 2021 dan HUT PGRI ke-76 Kabupaten Pekalongan, hari ini juga digelar kegiatan webinar dengan tema ’ Peran dan nilai guru penggerak dalam transformasi pendidikan Indonesia’. “ Dengan webinar ini diharapkan seluruh anggota PGRI bersama sama menyatukan diri sebagai guru penggerak untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila, “pungkasnya (Ar-Kominfo)
Kamis, 25 November 2021
Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi, SH menyempatkan diri meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi dengan mobile vaksinasi yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Doro. Didampingi oleh Pj Sekda, Asisten dan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Riswadi menyapa secara langsung masyarakat yang akan divaksin.
Pada kesempatan tersebut, Riswadi mengucapkan terimakasih kepada Provinsi Jawa Tengah atas bantuannya, Riswadi berharap dengan adanya dukungan dari Mobile vaksin maka capaian vaksinasi Kabupaten Pekalongan semakin naik, khususnya vaksinasi lansia yang mematok target 40% dari total jumlah Lansia di Kabupaten Pekalongan, sedangkan vaksinasi untuk umum 70% dari jumlah penduduk, sehingga level PPKM di Kabupaten Pekalongan dapat turun menjadi level-2.”Kita sifatnya sama-sama bekerjasama untuk menurunkan level kita dari 3 ke 2, capaian vaksinasi lansia kita kemarin baru 38,9%, dan diharapkan dapat naik menjadi 40%,” ungkapnya.
Tak lupa Wabup juga mengungkapkan apresiasinya kepada Paguyuban Kepala Desa se- Kecamatan Doro yang telah menginisiasi terlaksananya vaksinasi berhadiah sepeda motor tersebut. Riswadi berharap hadiah yang disediakan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk segera divaksin.
Ditambahkan Riswadi, berdasarkan pantauannya, antusias masyarakat sangat bagus, terbukti sampai sekitar jam 3 sore, tercatat tingkat kehadiran sudah mencapai 650 warga. “Ini sangat bagus dan apabila dilaksanakan disetiap kecamatan, saya optimis level kita akan cepat turun” ungkapnya. (Dn-Kominfo)
Kamis, 25 November 2021
Acara trainer tersebut, diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari masing-masing perwakilan OPD dan juga perwakilan kecamatan.
Adapun untuk hari pertama diselenggarakannya ‘Training Of Trainer Kajen Satu Data’ ini, pemateri pertama diisi oleh Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.M.Si., PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si, dan Kepala BPS Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi mengatakan bahwa aplikasi Kajen Satu Data (KSD) merupakan satu portal data hasil kerjasama antara Kabupaten Pekalongan dengan KOMPAK, yang diharapkan mampu mendukung penetapan kebijakan program, dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Pekalongan berdasarkan pada basis data yang dapat dipertanggungjawabkan.
‘’Kajen Satu Data merupakan upaya agar pemanfaatan data tidak hanya terbatas pada penggunaan secara internal di satu instansi pemerintah, akan tetapi dapat dibagipakai antar pengguna data,’’ kata Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi saat menghadiri acara Training Of Trainer KSD di Hotel Santika, pada hari ini, Kamis (25/11/2021).
Selain itu, Anis melanjutkan bahwa pembangunan Kajen Satu Data juga diharapkan dapat mendorong pengambilan kebijakan berdasarkan data. Dan Kajen Satu Data ini menurutnya telah terlembagakan dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Pekalongan No. 49 Tahun 2000 tentang Kajen Satu Data.
‘’Mengingat begitu pentingnya KSD tersebut bagi penentuan kebijakan pembangunan di Kabupaten Pekalongan ini, maka dengan diadakanya training ini diharapkan teknis peserta tentang penggunaan aplikasi KSD dapat meningkat,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si. mengatakan bahwa di Kabupaten Pekalongan saat ini sangat dibutuhkan sekali adanya keterpaduan data antar sektor. Mengingat betapa besarnya pengaruh data terhadap setiap kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah, apalagi di masa pandemi saat ini semua hal yang berkaitan dengan data penduduk sangatlah memegang peranan penting dalam penentuan level wilayah terpapar Covid-19.
‘’ Kita adalah sangat sektoral sekali. Maka bagaimana berbagai sektor itu dipadukan dalam bentuk keterpaduan yang sama sumber data, yang kemudian menjadi sebuah dasar untuk memutus sebuah kebijakan yang harus presisi,’’ ungkap PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso.
Untuk itu, PJ Sekda berharap dengan diadakannya acara Training Of Trainer KSD yang diselenggarakan oleh Dinkominfo Kabupaten Pekalongan ini, dapat mereformasi ketidakpaduan data yang ada di Kabupaten Pekalongan, menuju Kabupaten Pekalongan satu data dengan apliaksi KSD.
‘’ Kami berharap ayo disetiap instansi kita coba bangun yang sudah ada ini untuk ditingkatkan kembali. Website ini sangat murah dan sangat gampang. Sudah dibangunkan kominfo coba diimplementasikan, dan diisi yang paling penting dari sisi itu adalah teknisi yang akan menginput data. Setiap saat juga harus mengupdate data,’’ jelasnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 25 November 2021
‘Saya ucapkan terimakasih kepada donatur yang telah mewakafkan tanahnya karena ini merupakan ajang sodaqoh. Seperti kita ketahui bahwa pahala yang tidak terputus, salah satunya memberikan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, salah satunya dengan membangun TPQ ini,” tutur Bupati Fadia dalam sambutannya.
Dikatakan pula TPQ adalah tempat mencetak generasi penerus bangsa agar berakhlak baik dan tentunya bisa mengaji. Dengan bekal ini, menurut Bupati kelak jika mereka sudah besar mau jadi apapun sudah ada dasarnya.
Selanjutnya dalam kesempatan peletakan batu pertama pembangunan TPQ ‘Zaidul Ulum’ tersebut, Bupati sekaligus mengajak semua pihak terutama warga Kecamatan Sragi untuk mensukseskan vaksinasi covid 19. Bahkan Bupati berharap Kecamatan Sragi bisa menjadi percontohan vaksinasi. “Saya meminta para tokoh masyarakat, kades/lurah, camat, bahwa covid di kabupaten Pekalongan masih level 3 (tiga). Ini karena masih banyak yang belum divaksin. Saya minta kepada camat/kades agar Sragi menjadi percontohan, kalau bisa seratus persen masyarakat sudah divaksin. Karena vaksin adalah ikhtiar maksimal,” ujarnya.
Fadia juga memastikan di kabupaten Pekalongan tidak akan kekurangan stok vaksin. “ Vaksin akan terus ada di kabupaten Pekalongan dan jenis vaksinnya juga yang paling bagus. Tolong ini dimanfaatkan dengan baik, terutama bagi para sepuh (lansia) agar segera vaksin,” imbuhnya.
Sementara itu Bambang Sucipto selaku panitia pembangunan TPQ ‘Zaidul Ulum’ menjelaskan bahwa pembangunan TPQ sudah sampai pada pondasi gedung. Diperkirakan biaya pembangunan gedung TPQ ini sebesar Rp. 209.559.000,00. “Kami berharap Bapak/Ibu mau memberikan bimbingan saran dan sumbangsih kepada panitia pembangunan TPQ. Dana pembangunan pondasi gedung TPQ diperoleh dari donatur warga desa Krasakageng dan sekitarnya. Selanjutnya kami memohon bimbingan dan arahan Ibu Bupati Pekalongan, ” ucap Bambang.
Tampak hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan TPQ ‘ Zaidul Ulum’ Dukuh Krasak wetan Krasakageng kecamatan Sragi, antara lain Ketua Bapera Ashraff, Plt Camat Sragi beserta Forkopimcam, Kabag Kesra, Kades Krasakageng, para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat serta tamu undangan lainnya. (Ar-Kominfo)
Rabu, 24 November 2021
Acara pelatihan diikuti oleh 44 orang diantaranya dari Santri Gayeng, BPBD dan dari organisasi yang menangani kemanusiaan seperti Bapera ,Pramuli, MDMC, KOKAM, Ubaloka, Elang Pendowo, Pemuda Pancasila, Banser , PBNU,dan Tagana . Para peserta pelatihan dibekali teknis penanganan kebencanaan seperti memakai alat pelindung diri (APD) dan lainnya. pada kesempatan tersebut pihaknya mengajak untuk bersama-sama saling melengkapi, agar pada saat ada kejadian melaksanakan dengan SOP yang benar
" Kami mohon petunjuk dan mohon petuah dari Bapak Wakil Gubernur atau dari para Pembina untuk bekal dalam melaksanakan tugas” ujarnya saat memberikan sambutan kegiatan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen Zubair mengatakan bahwa seluruh peserta yang hadir nantinya menjadi Garda terdepan untuk memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat baik bencana alam, kecelakaan di Jalan Raya, maupun di rumah atau di sekitar kita, apalagi di saat ini musim penghujan biasanya banyak bencana..
“Kita berdoa semoga tidak ada bencana, baik syukur alhamdulillah saya sampaikan kepada BPBD Kabupaten Pekalongan,PMI Kabupaten Pekalongan yang keduanya ini biasanya berjalan seiringan dalam memberikan pertolongan terhadap kebencanaan, panjenengan semua punya emosi dan punya dedikasi untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat dan itu termasuk pondasi agama atau hifdzun nafs “ ujar H. Taj Yasin Maimoen Zubair yang merupakan Ketua Dewan Kehormatan PMI Provinsi Jawa Tengah
Taj Yasin berharap Kabupaten Pekalongan menjadi Kabupaten yang tanggap bencana. Sehingga Nantinya kalau sudah tumbuh tanggap kebencanaan biasanya merambah ke pertolongan angka ibu dan bayi meninggal, kemudian kesehatan yang saat ini menjadi waspada bersama yakni DBD serta menjadi antusiasme adalah angka kematian ibu dan bayi (AKI ). Menurutnya menolong bukan hanya pada kejadian yang sifatnya kebencanaan, tapi juga pertolongan pada sekitar.apalagi sekarang masyarakat punya traumatis terhadap covid 19 yang membuat mereka takut untuk datang ke RS.
“Panjenengan semua harus berani untuk menjadi mentor di daerah masing masing, sehingga kabupaten Pekalongan ketika bencana muncul sudah siap dan tahu apa yang harus dilakukan”pungkasnya. (Yuni zahrana)
Rabu, 24 November 2021
Mulai Selasa (malam Rabu Wage), 23 Oktober 2021 kegiatan Pekalongan Bersholawat dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan dan serentak di setiap kecamatan di seluruh Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Fadia mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua yang hadir, diantaranya Plt. Sekretaris Daerah beserta jajarannya serta K.H. Sam’ani. Ditegaskan Fadia bahwa bersholawat merupakan salah satu bukti cinta kita kepada Rasulullah, tradisi ini akan dilaksanakan secara rutin setiap Rabu Wage, dan mulai bulan depan dirinya akan hadir secara langsung berkeliling ke setiap kecamatan secara bergantian untuk menghadiri Kabupaten Pekalongan Bersholawat.
Tak lupa Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama bersholawat, bersama-sama berdoa untuk Kabupaten Pekalongan, mengetuk pintu langit, sehingga Allah SWT membukakan caranya sehingga Kabupaten Pekalongan yang saat ini masih berada di level 3 dapat segera turun level, bahkan lepas dari Covid. “ Saya minta doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan agar saya, Pak Wakil serta seluruh ASN Kabupaten Pekalongan senantiasa diberikan keselamatan dan kemudahan dalam membangun Kabupaten Pekalongan agar menjadi lebih baik, hebat dan luar biasa,” ungkapnya menutup sambutannya. (Dn-Kominfo)
Rabu, 24 November 2021
Pelantikan dewan kehormatan dan pengurus PMI Kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021-2026 dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin selaku ketua dewan kehormatan PMI Provinsi Jawa Tengah. Selain itu tampak hadir pula Ketua PMI provinsi Jateng Sarwa Pramana, anggota dewan kehormatan PMI/ Ketua Baznas dan MUI Jawa Tengah DR KH Ahmad Daroji M.Si, Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir Arini Harimurti, Mantan Bupati Pekalongan Amat Antono, Wakil Bupati Pekalongan , H Riswadi SH, ketua DPRD beserta unsur forkopimda, Pj Sekda, Ketua dekranasda/Bapera Ashraff, segenap pengurus PMI kabupaten Pekalongan periode 2021-2026 ,wakil dari Kemenag serta Ketua Santri Gayeng kabupaten Pekalongan. Selain pelantikan pengurus PMI, dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia juga melaunching alat donor darah aferesis Unit Donor Darah PMI Kabupaten Pekalongan. Alat aferesis ini memiliki fungsi memisahkan sel darah merah, sel darah putih, trombosit dan plasma konvalesen.
“ Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PMI. Semoga yang hari ini dilantik benar-benar menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara baik,” ucap Bupati Fadia mengawali sambutannya.
Disampaikan Bupati, menghadapi musim penghujan, pemerintah daerah memiliki banyak PR. Diantaranya persoalan banjir, rob atau tanah longsor. Dan ia meyakini PMI selalu terdepan membantu pemda mengatasi hal itu. Selain itu dari pihak pemerintah provinsi diharapkan juga membantu dan memperhatikan kondisi kabupaten Pekalongan yang secara grografis rawan terjadi bencana alam.
Dalam kesempatan itu Bupati juga melaporkan kepada Wakil Gubernur bahwa PMI kabupaten Pekalongan telah memiliki gedung sendiri. “ Saya sudah menandatangani hibah untuk tanah PMI. Berarti PMI sudah puya gedung. Saya yakin PMI kabupaten Pekalongan akan menjadi hebat, besar dan menjadi percontohan untuk kabupaten lainnya. Karena PMI kabupaten Pekalongan ini solid sekali kemanusiaannya dan membantu pemda dari segi kemanusiaan dan menanggulangi bencana,” pungkas Fadia.
Sementara itu Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana dalam sambutannya berpesan kepada jajaran PMI Kabupaten Pekalongan yang telah dilantik untuk menjaga integritas dan bekerjasama dengan pemerintah daerah. “ Bekerjalah bersama pemda karena Palang Merah adalah sinergi dengan visi misinya Bupati. Saat ini sudah masuk musim penghujan, PMI bekerja 24 jam dengan ikhlas. Tunjukkan bahwa PMI ada,” tegas Sarwa.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin selaku ketua dewan kehormatan provinsi Jawa Tengah dalam kesempatan itu menyampaikan terkait wabah covid 19, salah satu pengobatannya adalah dengan plasma konvalesen. Dan di Jawa Tengah sendiri sudah memulainya dengan Gerakan Donor Plasma konvalen (Gedor lakon). Dengan gedor lakon ini hasilnya Jawa Tengah mengalami surplus plasma. “ Ini artinya kerja PMI benar-benar masif untuk menggerakkan kemanusiaannya. Lewat PMI kita bersama-sama menjaga kemanusiaan,” ujar Taj Yasin.
Taj Yasin juga mengingatkan kesiapsiagaan PMI lebih ditingkatkan. Terlebih dalam menghadapi wabah covid yang belum selesai serta penyakit-penyakit turunan lainnya. Selain itu ancaman penyakit seperti DBD, angka kematian ibu dan balita, yang kesemuanya yang paling utama saat ini adalah bagaimana kantong darah tercukupi. “Saya titip kepada PMI, ayo kita gerakkan bersama-sama tolong menolong dan rasa kemanusiaan, “ pesan Taj Yasin.
Dalam kunjungannya ke kabupaten Pekalongan kali ini, Wakil Gubernur Taj Yasin juga meninjau kegiatan pelatihan pertolongan pertama dan evakuasi di Gedung PMI kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo)
Rabu, 24 November 2021
Dalam bimtek tersebut, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si., memaparkan bahwa terdapat beberapa permasalahan yang menurutnya menjadi penyakit menahun pada pengelolaan keuangan daerah.
‘’Memang kalau berbicara tentang tata kelola keuangan daerah secara makro, Ibu Menteri Keuangan pernah mengatakan bahwa ada 2 masalah besar yang ada kaitannya dengan APBD maupun APBN nasional,’’ kata Pj Sekda Budi Santoso.
Permasalahan pertama, yaitu terkait dengan permasalahan makro tentang tingkat keterserapan APBD yang banyak dialokasikan untuk belanja pegawai daripada untuk pembangunan daerah yang ditujukan langsung kepada masyarakat.
‘’ terkait belanja, dimana sebagian besar terserap kepada belanja pegawai. pos-pos yang harusnya bisa digunakan untuk belanja pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan sebagainya.,’’ ungkapnya.
Untuk itu, PJ Sekda Budi Santoso berharap seluruh aparatur negara yang berada di lingkungan Pemkab Pekalongan, khususnya yang berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan daerah, bisa lebih meningkatkan kompetensi dan kualitas diri, sehingga pengelolaan keuangan bisa lebih efektif dan efisien lagi.
Selanjutnya, sesuai kutipan menteri , hal tersebut karena adanya permasalahan politik anggaran. Dimana menurutnya, politik anggaran ini biasanya disebabkan karena wakil rakyat akan memprioritaskan aspirasi dari masyarakat yang berada di daerah pilihnya (dapil) masing-masing. Sehingga pemerataan pembangunan di setiap daerah itu akan sulit dicapai.
‘’Karena memang secara politis para wakil rakyat itu di pilih untuk mewakili kita atau mewakili masyarakat di daerah masing-masing.Yang mana mereka tentu akan menyerap aspirasi apabila masyarakat butuh sesuatu. Atau prioritas yang dibutuhkan masyarakat di tempat daerah pilihan (dapil). Hal itu terjadi karena mereka mempunyai hak budgeting di APBD,’’ jelasnya.
Dan permaslahan yang terakhir, menurut PJ Sekda adalah terkait permasalahan teknis. Dimana secara teknis kualitas SDM aparatur pengelola keuangan daerah itu biasanya belum mempuni secara kompetensi.
Sehingga permasalahan-permasalahan yang menjadi kendala dalam pengelolaan keuangan di setiap daerah di Indonesia itu bisa terjadi.
‘’ Ayo pola kerja dan kompetensi yang kurang harus kita tingkatkan, kita kelola dengan belajar otodidak hari ini adalah pembelajaran yang sedikit resmi tetapi belum mengeluarkan sertifikat. Tetapi hanya bersifat mengingatkan. Untuk itu teruslah belajar, supaya kita bisa mewujudkan pelayanan yang prima kepada masyarakat,’’ pungkasnya.
Dan dari semua permasalahan tentang tata kelola keuangan daerah yang telah dipaparkan tersebut, PJ Sekda Budi Santoso berharap itu bisa menjadi gambaran bagi setiap aparatur negara peserta bimtek untuk lebih meningkatkan tingkat keefisien dan keefektivan dalam mengelola keuangan daerah di Kabupaten Pekalongan. (Lus-Kominfo)
Rabu, 24 November 2021