KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, berkesempatan menghadiri acara Peresmian Gedung Baru Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kedungwuni, pada hari Jumat (29/10/2021) sore.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan dalam sambutannya, bahwa Ia sangat senang gedung MWCNU Kecamatan Kedungwuni bisa jadi tepat waktu dan sangat megah. Ia berharap, dengan telah berdirinya gedung tersebut dapat menjadikan semangat baru bagi MWCNU Kecamatan Kedungwuni untuk lebih mengembangkan dan membesarkan NU utamanya di Kecamatan Kedungwuni.
‘’Sebagai warga NU dan sebagai Bupati Pekalongan, saya sangat bahagia dan senang sekali karena ini merupakan gedung kebanggaan kita bersama khususnya di Kecamatan Kedungwuni. Saya berharap dengan adanya gedung ini kita bisa sama-sama lebih memajukan NU lagi khusunya di Kecamatan Kedungwuni,’’ kata Bupati Pekalongan saat menghadiri acara Peresmian Gedung MWCNU di Kedungwuni.
Dan tidak lupa, Fadia juga mengucapkan selamat kepada MWCNU Kedungwuni yang telah sukses membangun gedung tersebut dengan sangat baik. Dan menurutnya, hal terebut sudah cukup mencerminkan bahwa pengurus dan keluarga besar NU di Kecamatan Kedungwuni sangat solid.
‘’Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada keluarga besar NU Kecamatan Kedungwuni atas diresmikannya gedung ini,’’ ucapnya.
pada kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menuturkan bahwa pada tanggal 21 Oktober 2021 lalu, Ia telah melaunching program ‘Kabupaten Pekalongan Bersholawat’. Dimana menurutnya, program tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar dari segi spiritual supaya Kabupaten Peklongan bisa segera terbebas dari permasalahan Covid-19.
Untuk itu, atas nama Pemkab Pekalongan Ia meminta dukungan dari kelurga besar NU untuk bisa ikut mensukseskan program tersebut. ‘’ Jadi Insyaallah setiap hari Rabu wage seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan, akan mengadakan sholawat,’’.
‘’Hal tersebut bertujuan supaya Allah SWT bisa mempermudah urusan kita, khusunya tentang permasalahan Covid-19, supaya di Kabupaten Pekalongan ini bisa segera zero covid.
Semua pekerjaan yang kita lakukan bisa berhasil, kita juga para pemimpinnya bisa dimudahkan oleh Allah, dan diberikan keselamatan dan kenyamanan sehingga dapat mencapai target membangun Kabupaten Pekalongan,’’ tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Fadia juga berpesan kepada seluruh orangtua di Kabupaten Pekalongan untuk mengijinkan dan mendukung anaknya yang berusia di atas 12 tahun untuk bisa melakukan vaksinasi Covid-19. Hal tersebut bertujuan supaya pembelajaran secara tatap muka di Kabupaten Pekalongan bisa normal seperti sedia kala.
‘’Saya akan mengeluarkan satu perintah atau aturan, bahwa anak-anak yang umur 12 tahun ke atas sebelum divaksin tidak bisa ikut sekolah tatap muka dan tidak bisa ikut ujian sekolah. Karena kalau anak-anak tidak mau divaksin, nanti mereka kena Covid-19 akan sangat bahaya. Dan ini merupakan usaha maksimal kita untuk mengentaskan permasalahan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan supaya kehidupan bisa membaik seperti semula,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Sabtu, 30 Oktober 2021
KAJEN – Bertempat di Pendopo Kabupaten Pekalongan, digelar Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Pekalongan. Dua agenda penting Muskab yang digelar lima tahun sekali ini adalah laporan pertanggungjawaban pengurus PMI yang lama dan pemilihan ketua yang baru.
Muskab tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah Edy P, Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Asisten 1 Totok Budimulyanto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwi Antoro dan relawan PMI Kabupaten Pekalongan.
Dalam acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan dalam sambutannya bahwa pihaknya sangat mengapresiasi PMI Kabupaten Pekalongan yang telah menyelenggarakan acara Muskab ini dengan baik, dan atas nama Pemkab Pekalongan Ia mengucapkan apresiasinya atas kinerja pengurus PMI Kabupaten Pekalongan masa bakti 2016-2021 yang diketuai oleh Ir. Hj. Arini Harimurti.
Menurutnya, kinerja PMI Kabupaten Pekalongan tersebut sudah cukup baik selama kurang lebih lima tahun ini. Hal tersebut dibuktikan dengan PMI Kabupaten Pekalongan yang sampai saat ini masih solid dan tidak terpecah belah. Serta kinerja para relawan PMI yang selalu ambil bagian dalam semua permasalahan di Kabupaten Pekalongan selama ini.
‘’ Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan saya mengucapkan selamat kepada PMI Kabupaten Pekalongan bahwa Muskab hari ini Insyaallah kita akan mendapatkan hasil yang baik, hasil yang maksimal dan bermusyawarah,’’
‘’Kata-kata bermusyawarah ini penting karena PMI ini organisasi kemanusiaan. Kemanusiaan itu orang yang benar-benar mau mengabdikan diri dan berbakti untuk kemanusiaan. Dan ini tidak mudah karena PMI ini kan bukan hanya sekedar mengurusi donor darah saja, tetapi dari permasalahan lain seperti pohon tumbang saja ngurusin, ada bencana juga ngurusin,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
KAJEN – Pada hari ini, Kamis, 28 Oktober 2021, hasil rekonstruksi ruas jalan penghubung desa Kaibahan-Watupayung-Krandon telah diresmikan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M.Peresmian tersebut berlangsung di Balaidesa Watupayung dengan dihadiri langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto, M.Si, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si., Asisten 1 Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budimulyanto, Camat Kesesi, Kepala Desa Watupayung, Kaibahan, dan Krandon.
Dalam peresmian tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa rekonstruksi jalan penghubung desa Kaibahan-Watupayung-Krandon yang telah selesai dilakukan ini, memakan anggaran yang cukup fantastis yaitu hampir tembus 7 milyar.
Menurut Fadia, pihaknya tidak ingin setengah-setengah dalam melakukan pembangunan jalan tersebut, karena Ia ingin masyarakat bisa menikmati fasilitas jalan yang layak sehingga mobilitas masyarakat bisa berjalan dengan baik, dan dapat menekan terjadinya kecelakaan seperti sebelumnya. ‘’ Jadi memang saya gempur habis untuk jalan harus halus semua, supaya masyarakat saya bisa menikmati kelayakan fasilitas jalan seperti yang lainnya. Dan dengan hal tersebut, semoga saja tidak ada kecelakaan lagi, tidak ada lagi namanya orang mau berdagang yang kesusahan karena jalannya rusak,’’ kata Bupati Pekalongan.
Selain itu, Fadia juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa menjaga jalan yang sudah cukup sempurna tersebut supaya bisa tahan lama. Dan apabila ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi akan merusak jalan diharapkan dapat melapor ke aparat setempat. ‘’Dan saya juga meminta ini nggak main-main karena anggarannya itu mencapai 7 milyar. Jadi saya meminta masyarakat untuk menjaga jalan yang sudah dibangun ini. Dan apabila ada oknum yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi akan merusak jalan harap lapor ke aparat setempat supaya bisa ditindak tegas,’’ ujarnya.
KAJEN - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Robiul Awal 1443 H yang bertepatan tanggal 19 Oktober 2021, Pemerintah kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Kabupaten Pekalongan Bersholawat’ di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati, Kamis (21/10/2021) malam . Peringatan Maulid Nabi sekaligus launching ‘ Pekalongan Bersholawat’ ini digelar dengan protocol kesehatan ketat namun tetap tidak mengurangi khidmat dari peringatan Maulid Nabi.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga meminta secara langsung ketua PMI Kabupaten Pekalongan yang lama Ir.Hj. Arini Harimurti untuk menjadi Ketua PMI yang baru. Karena menurutnya, kinerja beliau dianggap sangat bagus selama ini. ‘’ Dan saya juga berharap dengan adanya musyawarah ini, saya meminta langsung ibu Arini untuk menjadi Ketua PMI Kabupaten Pekalongan kembali. Supaya PMI bisa kondusif, aman dan tidak terpecah belah,’’ ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah Edy P menyampaikan dalam sambutannya bahwa atas nama PMI Provinsi Jawa Tengah Ia mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan unsur Forkopimda yang telah mau bekerjasama dan menjalin hubungan yang harmonis dengan PMI Kabupaten Pekalongan, sehingga kegiatan operasional PMI di Kabupaten Pekalongan bisa berjalan dengan sangat baik.
‘’Saya benar-benar apresiasi bahwa hubungan antara pemerintah daerah dan PMI di Kabupaten Pekalongan ini sangat harmonis. Ini benar-benar sama seperti hubungan antara Ketua PMI Jawa Tengah dan Gubernurnya yang juga sangat baik. Hal ini sangat berpengaruh besar terhadap eksistensi kegiatan PMI dalam kegiaatan kemanusiaan,’’ ungkapnya.
Edy melanjutkan, pihaknya juga sudah mendengar langsung bahwa PMI Kabupaten Pekalongan saat ini sudah memiliki alat untuk doror plasma darah yang harganya cukup mahal, yang berasal dari Hibah daerah. Untuk itu, Edy berharap dengan hal tersebut kinerja PMI Kabupaten Pekalongan bisa semakin baik lagi.
‘’Luar biasa sekali ya, PMI Kabupaten Pekalongan menjadi 4 diantara PMI di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki alat mahal tersebut. Untuk itu saya juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan atas hibah tersbut,’’ ungkapnya.
Selain itu, pada acara Muskab tersebut Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti juga mengungkapkan bahwa mewakili pengurus PMI masa bakti 2016-2021 pihaknya mengucapkan terimakasih atas kebaikan Pemkab Pekalongan dan Forkopimda yang selama lima tahun ini telah mau bersinergi bersama PMI untuk menjalankan misi kemanusiaan.
‘’Dalam menjalankan tugas selama ini, kami pengurus PMI mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan yang telah mendukung kinerja PMI selama ini baik moril maupun materil,’’ ungkapnya.
Arini juga mengatakan bahwa dalam kegiatan Muskab ini pihaknya akan melaporkan kegiatan pertanggung jawaban atas kinerja selama lima tahun ini. Dan menurutnya, Muskab merupakan forum terbesar PMI yang masuk dalam ADART PMI untuk dijalankan dalam lima tahu sekali.
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelenggarakan acara Muskab Thaun 2021 ini yang masih dalam situasi pandemi Covid-19. (Lus-Kominfo)
Sabtu, 30 Oktober 2021
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto, M.Si., menuturkan bahwa pembangunan ruas jalan Kaibahan-Watupayung-Krandon tersebut menghabiskan anggaran sebesar 6.639.114.289 rupiah, dengan menghasilkan pembangunan rekonstruksi jalan sepanjang 3.028 meter dan lebar 4 meter. ‘’Pengerjaan jalan ini dikerjaan menggunakan dana DAK dimana persayaratan untuk DAK ini cukup rigit. Dan jalan ini dikerjaan dengan cukup paripurna. Artinya konstruksinya juga dua lapis sebagian yang tergenang juga diatasi dengan saluran. Sehingga dana tersebut bisa tuntas dari ujung ke ujung,’’ ungkapnya.
Menurut Bambang, rekonstruksi poros jalan tersebut dilakukan secara maksimal karena jalan tersebut cukup strategis. Yaitu menghubungkan ruas jalan provinsi dengan jalan lingkar dari Kesesi sampai ke Bojong yang sangat strategis untuk pengembangan wilayah. ‘’Alhamduulilah pengerjaan jalan ini bisa selesai dengan tepat waktu. Dan saya berharap jalan ini bisa menjadi berkah untuk masyarakat,’’ ujarnya.
Selain itu, pada peresmian jalan tersebut Camat Kesesi Ajit Suryo Pratondo mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan dan jajaran Pemkab Pekalongan yang telah merekonstruksi ruas jalan Kaibahan-Watupayung-Krandon dengan sangat maksimal. Karena menurutnya, rekonstruksi jalan tersebut sudah lama diimpikan oleh masyarakat setempat, mengingat jalan yang lama banyak memakan korban kecelakaan dan menghambat mobilitas warga. ‘’Dahulu ini merupakan jalan desa, tetapi ini sudah kita usulkan dengan kesepakatan tiga kepala desa untuk menjadi jalan kabupaten, dan alhamdulilah sudah di setujui sehingga pada tahun ini bisa dilaksanakan pembangunan yang full dari ujung Kaibahan sampai ujung Krandon, Untuk itu kami mewakili masyarakat seluruhnya khusunya di Desa Kaibahan, Desa Krandon dan Desa Watupayung mengucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati Pekalongan dan juga Pemkab Pekalongan atas pelaksanaan pembangunan jalan kabupaten ini,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Rasmun yang merupakan salah satu warga Desa Watupayung mengungkapkan rasa syukur dan senangnya atas rekonstruksi jalan tersebut. Karena menurutnya, sudah lama jalan tersebut tidak dilakukan pengaspalan. ‘’Saya sangat bersyukur jalan ini bisa dibangun dan sudah halus sekarang tidak seperti dulu yang rusak karena dilalui oleh truk-truk besar,’’ tuturnya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 29 Oktober 2021
Berdasarkan hasil mapping yang telah dilakukan, sebagian daerah di Kabupaten Pekalongan memiliki potensi bencana yang cukup besar. Untuk daerah Pantura misalnya, bencana yang kerap terjadi setiap tahunnya adalah banjir ataupun rob. Sementara di daerah atas, bencana yang perlu diwaspadai berkaitan dengan tanah longsor, angin puting beliung atau angin ribut, termasuk kekeringan pada saat musim kemarau. Hal ini seperti disampaikan Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Pekalongan Drs Budi Santoso.,M.Si dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Potensi Bencana Angin Banjir dan Longsor di Kabupaten Pekalongan, Rabu (27/10) pagi di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Dari potensi bencana tersebut, Pj Sekda menghimbau para Camat untuk melakukan persiapan penanganan bencana mulai dari pencegahan ( prabencana) hingga pasca bencana termasuk pengelolaan manajemennya. “Dari pencegahannya, kita harus mengupayakan, menghilangkan atau mengurangi timbulnya sesuatu ancaman yang berkaitan dengan potensi bencana diatas. Bagaimana kita memitigasi bencana untuk melihat agar ancaman yang terjadi atau dampak yang ditimbulkan dapat seminimal mungkin dan jangan sampai menimbulkan korban. Ini yang kita harapkan. Maka semuanya harus kita persiapkan, termasuk kesiapsiagaan yang lain. Dan hari ini adalah bagian dari kesiapsiagaan, “ papar Pj Sekda Budi Santoso
Pj Sekda menekankan bahwa pertumbuhan hunian baru di daerah resiko bencana seperti di kecamatan Tirto yang merupakan daerah banjir dan rob perlu diminimalisir dengan kebijakan tata ruang menjadi daerah bukan hunian. Namun hambatannya masyarakat sudah terlanjur tinggal di daerah rawan bencana tersebut. Untuk mensiasati nya, Budi Santoso mengungkapkan relokasi adalah menjadi sebuah penanganan akhir.
Lebih lanjut, disamping menata regulasi kebijakan, menurutnya penggerakan sarana prasarana serta sumber daya manusia (SDM) harus dipersiapkan. “ Semua komponen harus bersatu padu bergerak bersama untuk menangani dampak apabila terjadi bencana seperti yang sudah dipetakan, “ tegasnya.
Dari diskusi dalam rapat koordinasi tersebut, Pj Sekda berharap adanya persiapan mulai dari SDM, sarana prasarana, koordinasi yang matang terpadu sehingga bisa menggerakkan penanganan dalam waktu secepat mungkin dan secepat mungkin menangani maupun menyelesaikan bencana.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo dalam laporannya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Potensi Bencana Angin Banjir dan Longsor di Kabupaten PekalonganTahun 2021 – 2022 antara lain untuk meningkatkan koordinasi dalam rangka antisipasi menghadapi ancaman potensi bencana angin banjir dan longsor di kabupaten Pekalongan, meningkatkan kesiapsiagaan semua jajaran dalam mengantisipasi menghadapi ancaman potensi bencana angin banjir dan longsor di kabupaten Pekalongan, serta menyatukan langkah dalam kesiapan penanganan menghadapi ancaman potensi bencana angin banjir dan longsor di kabupaten Pekalongan.
Rakor diikuti oleh 53 peserta yang terdiri dari instansi terkait antara lain dari provinsi ( Balai BBWS Pemali Juana, BMKG, Dinas Pusdataru, Dinas PSDM), Polres, Kodim, TNI AL, OPD terkait kabupaten Pekalongan ( Dinsos, DPU, Perkim LH, Dinhub, Satpol PP, Dinkes), instansi vertical ( PLN, Perhutani), para Camat se kabupaten Pekalongan, relawan kebencanaan serta dari Baznas. (Ar-Kominfo)
Rabu, 27 Oktober 2021
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia menyampaikan bahwa santri harus memiliki mental dan fisik yang kuat. Hal tersebut sesuai dengan tema yang diangkat pada peringatan hari santri tahun 2021 ini yaitu ‘’Santri Siaga Jiwa Raga’’.
Menurutnya, tema yang diangkat pada peringatan hari santri tersebut adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia serta mewujudkan perdamaian dunia.
Untuk itu Ia berharap para santri di Kabupaten Pekalongan bisa memiliki jiwa dan fisik yang siaga untuk bisa ikut serta dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa sebagaimana tujuan awal dicetuskannya peringatan hari santri oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015 lalu.
‘’Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun kita rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. Dan tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Santri Siaga Jiwa Raga’, ini artinya anak-anak sekalian harus memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat. Apalagi di masa pandemi saat ini kita harus benar-benar mempunyai ketahanan dua tersebut,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat memberikan sambutan pada acara tersebut.
Fadia menegaskan, santri di Kabupaten Pekalongan juga harus memiliki semangat belajar yang kuat untuk menyongsong masa depan yang gemilang dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan. Mengingat saat ini zaman yang sudah makin berkembang, untuk itu kualitas para penerus bangsapun harus memiliki kualitas yang tinggi pula.
‘’Bila pada zaman dahulu jiwa santri itu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan NKRI’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam peringatan Hari Santri Tahun 2021 di Ponpes Al-Fusha, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyerahkan bantuan beras 100 kwintal untuk 100 pondok pesantren se-Kabupaten Pekalongan, yang diserahkan secara simbolis kepada 10 pondok pesantren serta menyerahkan Surat Perjanjian Sewa Tanah belakang Kantor PCNU untuk PCNU Kabupaten Pekalongan.
Fadia juga berjanji akan memberikan insentif kepada 1000 guru ngaji pondok pesantren se-Kabupaten Pekalongan, yang teknisnya akan ia serahkan kepada pondok pesantren masing-masing untuk memilih guru ngaji yang akan diberikan insentif nantinya.
‘’Saya Bupati Pekalongan akan memberikan insentif kepada 1000 guru pesantren di Kabupaten Pekalogan. Dan untuk teknisnya akan saya serahkan kepada masing-masing pengurus pondok pesantren untuk memilih guru ngaji yang akan kami berikan insentif,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Minggu, 24 Oktober 2021
Acara Pekalongan Bersholawat ini dihadiri Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE,MM dan diikuti pula oleh para staf ahli dan asisten sekda , para kepala OPD, para Camat se kabupaten Pekalongan, kepala kantor Kemenag, para pengurus organisasi keagamaan, para tokoh kiai/ulama serta keluarga besar ASN Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya Bupati Fadia mengatakan peringatan Maulid Nabi tahun ini diselenggarakan secara minimalis mengingat saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 3 untuk kasus covidnya.“ Peringatan maulid ini kita buat secara minimalis, karena per hari ini kabupaten Pekalongan masih di level 3. Ini indikatornya dari vaksin, bukan dari banyaknya orang yang terkena covid,” kata Fadia mengawali sambutannya.
Hal penting dari peringatan Maulid ini, dituturkan Bupati bahwa Rasululloh sebagai panutan kita. “ Rasululloh ini umpama Al Qur’an berjalan. Rasul itu panutan kita, syafa’atnya selalu kita nantikan dan juga tingkah lakunya harus kita ikuti. Ini penting untuk kita para ASN untuk mengikuti , karena kita berinteraksi dengan masyarakat. Ketulusan dan dedikasi serta cinta kita yang tinggi kepada masyarakat ini yang harus kita tunjukkan dari sosok Rasululloh, “ terangnya.
Dalam momentum Pekalongan Bersholawat ini Bupati Fadia sekaligus menyatakan bahwa setiap hari Selasa malam Rabu Wage, di setiap kecamatan se Kabupaten Pekalongan menyelengarakan kegiatan Pekalongan Bersholawat. Selain di setiap kecamatan, Pekalongan Bersholawat juga diselenggarakan di Pendopo. Dan Ia akan hadir di setiap kecamatan secara bergantian.
Dikatakan Fadia, meski Pekalongan Bersholawat tidak diselenggarakan dengan skala besar namun hal ini tidak mengurangi rasa khidmat untuk tetap mencitai Rasululloh, dan Ia berharap dengan bersholawat meski secara sederhana , segala penyakit akan segera sirna. “ Insyaalloh dengan bersholawat, kita bermunajat kepada Alloh dengan ikhlas agar kabupaten Pekalongan levelnya bisa segera turun,” harapnya
Tak lupa Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri. “Selamat Hari Santri. Kabupaten Pekalongan kota santri, kita tunjukkan sikap dan tingkah laku santri yang baik sehingga kabupaten Pekalongan ini adem ayem rukun guyub semua karena santrinya luar biasa, “ pungkas Fadia.
KAJEN - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Robiul Awal 1443 H yang bertepatan tanggal 19 Oktober 2021, Pemerintah kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Kabupaten Pekalongan Bersholawat’ di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati, Kamis (21/10/2021) malam . Peringatan Maulid Nabi sekaligus launching ‘ Pekalongan Bersholawat’ ini digelar dengan protocol kesehatan ketat namun tetap tidak mengurangi khidmat dari peringatan Maulid Nabi. Acara Pekalongan Bersholawat ini dihadiri Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE,MM dan diikuti pula oleh para staf ahli dan asisten sekda , para kepala OPD, para Camat se kabupaten Pekalongan, kepala kantor Kemenag, para pengurus organisasi keagamaan, para tokoh kiai/ulama serta keluarga besar ASN Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya Bupati Fadia mengatakan peringatan Maulid Nabi tahun ini diselenggarakan secara minimalis mengingat saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 3 untuk kasus covidnya.
“ Peringatan maulid ini kita buat secara minimalis, karena per hari ini kabupaten Pekalongan masih di level 3. Ini indikatornya dari vaksin, bukan dari banyaknya orang yang terkena covid,” kata Fadia mengawali sambutannya.
Hal penting dari peringatan Maulid ini, dituturkan Bupati bahwa Rasululloh sebagai panutan kita.
“ Rasululloh ini umpama Al Qur’an berjalan. Rasul itu panutan kita, syafa’atnya selalu kita nantikan dan juga tingkah lakunya harus kita ikuti. Ini penting untuk kita para ASN untuk mengikuti , karena kita berinteraksi dengan masyarakat. Ketulusan dan dedikasi serta cinta kita yang tinggi kepada masyarakat ini yang harus kita tunjukkan dari sosok Rasululloh, “ terangnya.
Dalam momentum Pekalongan Bersholawat ini Bupati Fadia sekaligus menyatakan bahwa setiap hari Selasa malam Rabu Wage, di setiap kecamatan se Kabupaten Pekalongan menyelengarakan kegiatan Pekalongan Bersholawat. Selain di setiap kecamatan, Pekalongan Bersholawat juga diselenggarakan di Pendopo. Dan Ia akan hadir di setiap kecamatan secara bergantian.
Dikatakan Fadia, meski Pekalongan Bersholawat tidak diselenggarakan dengan skala besar namun hal ini tidak mengurangi rasa khidmat untuk tetap mencitai Rasululloh, dan Ia berharap dengan bersholawat meski secara sederhana , segala penyakit akan segera sirna.
“ Insyaalloh dengan bersholawat, kita bermunajat kepada Alloh dengan ikhlas agar kabupaten Pekalongan levelnya bisa segera turun,” harapnya
Tak lupa Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri. “Selamat Hari Santri. Kabupaten Pekalongan kota santri, kita tunjukkan sikap dan tingkah laku santri yang baik sehingga kabupaten Pekalongan ini adem ayem rukun guyub semua karena santrinya luar biasa, “ pungkas Fadia.
Selanjutnya acara Pekalongan Bersholawat diisi mauidhoh hasanah oleh KH Syaiful Bahchri. (Ar-Kominfo)Selanjutnya acara Pekalongan Bersholawat diisi mauidhoh hasanah oleh KH Syaiful Bahchri. (Ar-Kominfo)
Sabtu, 23 Oktober 2021
Rabu, 20 Oktober 2021
Rabu, 20 Oktober 2021
Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH bersama Forum Pekalongan Bangkit dengan didampingi Kepala desa Kesesi, terjun langsung ke lokasi pendistribusian air bersih di Bantul Kecamatan Kesesi dan mendapat sambutan hangat dari warga yang antusias mendapatkan air bersih.
Atas kepedulian dan peran aktif Forum Pekalongan Bangkit dalam menyalurkan air untuk warga Bantul Kesesi, Wakil Bupati Riswadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih. “Atas nama pribadi dan pemerintah kami ucapkan terima kasih atas kepedulian LSM Forum Pekalongan Bangkit yang mana mampu menangkap kepentingan publik, dan ini bagian dari kebutuhan vital, yaitu air. Salah satunya hari ini mengadakan bakti sosial penyaluran air bersih kepada masyarakat di sekitar desa Kesesi yaitu Dukuh Bantul. Dengan adanya hal semacam ini kami senang dan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada LSM yang mempunyai kepedulian kepada masyarakat terkait kebutuhan air besrih yang hari ini kering dan sumber airnya memang tidak keluar karena situasi kemarau, “ ungkap Riswadi di sela sela kegiatan pendistibusian air bersih.
Riswadi menekankan kiat semacam ini harus digalakkan sebab LSM dianggap lebih mampu serta jeli dalam menagkap situasi di lapangan “ Saya yakin LSM mampu menangkap situasi di lapangan lebih jeli, mengerti karena mereka bergaul langsung dengan masyarakat. Dan ini harus terus menerus digalakkan, dilakukan terus menerus supaya kebutuhan masyarakat dalam hal ini kebutuhan air bersih,bisa terpenuhi,” tandasnya.
Kepada warga Dukuh Bantul yang saat ini kekurangan air bersih, dikatakan pemerintah akan menggali potensi yang ada. Selanjutnya penanganan kekurangan air di daerah Dukuh Bantul Kesesi ini akan segera diadakan penggalian sumur di daerah Bantul Kesesi tersebut. (Ar-Kominfo)
Selasa, 19 Oktober 2021