KAJEN – Kepala BKKBN Dr. (HC) Hasto Wardoyo, SPOG (K) mengunjungi Kabupaten Pekalongan terkait program-program yang telah, dan akan dilakukan oleh BKKBN di Kabupaten Pekalongan untuk beberapa tahun kedepan.
Kunjungan Kepala BKKBN bersama tim tersebut, dilaksanakan pada hari Kamis (14/10/2021) di Ruang Rapat Bupati. Dan diterima lagsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs. Budi Santoso, M.Si, dan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Widi Riswadi.
Dalam acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa kondisi wilayah di Kabupaten Pekalongan sendiri itu sangat luas, dan juga terdiri atas daerah pegunungan dan pantai. Untuk itu, Ia menyampaikan bahwa terkait program-program BKKBN khusunya untuk program KB sendiri, pihaknya membutuhkan tenaga ekstra guna melancarkan program tersebut.
Ia juga mengatakan, bahwa untuk program-program kesehatan lain dari BKKBN untuk penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu dan anak, serta program untuk mebiasakan masyarakat melakukan pola hidup yang bersih dan sehat, telah dilaksanakan oleh pihaknya dengan baik. Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan beberapa perjanjian kerjasama yang telah dilakukan oleh Pemkab Pekalongan dengan beberapa pihak terkait untuk membantu melancarkan program-program tersebut,
‘’ Memang kebetulan di daerah Kabupaten Pekalongan ini ada wilayah pegunungan dan pantainya juga. Jadi harus ekstra lebih giat lagi kita dalam melaksankan program-program KB kita ini karena jalurnya memang jauh-jauh,’’
‘’Tetapi saya yakin, tim PKK dan dinas terkait juga semangat untuk memaksaimalkan program KB tersebut,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala BKKBN
Dr. (HC) Hasto Wardoyo, SPOG (K), mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pemkab Pekalongan yang telah menyambut baik kehadirannya bersama tim di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, kunjunganya ke Kabupaten Pekalongan ini ada beberapa hal yang akan Ia sampaikan terkait program-program yang akan dan telah dilaksaakan oleh BKKBN di Kabupaten Pekalongan.
Yang pertama, Hasto menyampaikan bahwa BKKBN akan menyediakan anggaran di Kabupaten Pekalongan untuk program pemberian dana pada tenaga vaksinator dan tim, sebesar 2,75 milyar. Hal tersebut, ditujukan untuk membantu percepatan vaksinasi Covid-19, sebagaimana program dari BKKBN pusat.
Adapun untuk teknisnya sendiri, lanjut Hasto, dana tersebut akan langsung masuk ke tenaga vaksinator dan tim dengan cara dikalim terlebih dahulu. Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab Pekalongan bersama PKK juga dinas terkait, membantu masalah teknis dilapangan kedepannya, supaya dana tersebut bisa segera terserap dengan baik sebagaimana tujuannya.
‘’ Dan khusus untuk Kabupaten Pekalongan ini kami menyediakan anggaran namun anggarannya itu untuk vaksinator dan tim.. Dan transfernya kami langsung melalui penerima vaksinatornya itu dan timnya. Tim itu bisa saja yang memeriksa tensi dan yang memeriksa tensi, dari tim vaksinasi itu. Vaksinatornya satu orang dan timnya tiga orang,’’
‘’Jadi anggaran yang kita alokaiskan disini 2,75 milyar, hanya saja uang itu memang nanti diklaim, jadi memang nanti sudah ada vaksinasi, setiap ada 50 yang divaksin dibuat data, ada yang tanda tangan untuk transport dan sebagai uang harian, terus diklaimkan ke BKKBN.,’’ jelasnya
Selanjutnya, Hasto menyampaikan bahwa untuk tahun 2022 nanti, pihaknya akan menaikan anggaran yang akan dialokasikan di Kabupaten Pekalongan untuk melancarkan beberapa program kesehatan. ‘’ Kemudian tahun 2022 total anggaran ada 10, 980 milyar, hampir 11 milyar. Anggaran itu kita naikan karena ada tambahan untuk program stunting, operasionalnya, dan setiap kecamatan setiap bulannya kita beri 1,3 juta untuk merembug tentang stunting untuk 12 kecamatan, supaya di kecamatan kegiatannya itu hidup,’’ ungkapnya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs. Budi Santoso, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya berharap BKKBN bisa membantu pemkab Pekalongan dalam menurunkan level Covid-19 dari level 3 untuk dua minggu kedepan. Mengingat ada target 50% vaksinasi yang belum tercapai di Kabupaten Pekalongan untuk suntikan pertama.
‘’Untuk Bapak Kepala BKKBN ini mungkin ada jalur vaksin yang bisa didorong untuk Kabupaten Pekalongan kami juga akan sangat beterima kasih. Kalau memang ada kami juga mohon dorongan untuk mengejar yang 50%, dan yang lansia supaya bisa terdorong untuk bisa dilakukan vaksinasi, supaya dalam dua minggu ini level Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini bisa turun dari level 3,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Sabtu, 16 Oktober 2021
KAJEN – Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2021 yang diselenggarakan oleh Kodim 0710 Pekalongan di Desa Bulak Pelem, Kecamatan Sragi telah resmi ditutup pada hari ini, Kamis (14/10/2021). Dimana acara penutupan tersebut dilakukan pada hari ini, di Balaidesa Bulak Pelem oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M., dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan.
KAJEN - Pemkab Pekalongan bersama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GOJEK) melaunching Festival Njajan Njo pada Kamis (14/10) siang di Aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Launching Festival Njajan Njo Tahun 2021 yang merupakan kolaborasi Pemkab bersama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GOJEK) ini diharapkan memberikan kesempatan perluasan jangkauan pemasaran produk UMKM melalui onboarding di platform go shop melalui google bisnis secara online. Acara launching ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, Pj Sekda, Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda, manajemen PT Aplikasi Karya Anak Bangsa(GOJEK) serta tamu undangan lainnya.
KAJEN - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE., MM mengambil langkah cepat untuk menurunkan level PPKM Kab. Pekalongan, diantaranya dengan segera mempercepat vaksinasi diberbagai wilayah, termasuk di lingkungan sekolah.
Hari ini, Kamis (14/10/2021) bupati beserta jajaran, Forkopimda serta Anggota DPR RI - Doni Akbar memantau secara langsung pelaksanaan vaksin di 2 tempat, yaitu SMK Muhammadiyah Kedungwuni dan di Gedung Kopindo Wiradesa.
Kajen - Menyusul inovasi Junjang Adminduk, satu lagi inovasi dari Kabupaten Pekalongan maju ke sesi penilaian Presentasi dan Wawancara KIPP Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Adalah inovasi Sapu Jagad yang juga diinisiasi Dindukcapil Kabupaten Pekalongan. Sapu Jagad merupakan inovasi dalam memberikan pelayanan adminduk kepada para penyandang disabilitas agar semua penduduk disabilitas di Kabupaten Pekalongan memiliki dokumen kependudukan dan mendapat akses layanan yang mudah dan nyaman.
KAJEN – Kompi C Yonif 407 bersama Pemerintah Daerah dan Polres Pekalongan menggelar serbu vaksin, Rabu (13/10) siang di halaman Kompi C Yonif 407, Desa Rowokembu Kecamatan Wonopringgo. Tampak para warga yang hadir semenjak pagi antusias mengikuti serbu vaksin ini.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM hadir melakukan monitoring kegiatan serbu vaksin tersebut. Tampak hadir pula Kapolres Pekalongan AKBP DR Arief Fajar Satria SH.,S.I.K.,MH, perwakilan Kejari Kabupaten Pekalongan, Kasdim 0710 Pekalongan, Pj. Sekda Budi Santoso beserta asisten dan Kepala OPD terkait, dan juga Camat beserta Forkopimcam Wonopringgo
KAJEN- Bupati Pekalongan, FadiaArafiq, SE.MM, membuka secara langsung Rapat Koordinasi pengembangan kapasitas operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) desa/kelurahan. Rakor yang digelar pada Rabu (13/10/2021) tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kab. Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Tim dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik () Prof. Soeharso Surakarta, Kepala Dinas Sosial Kab. Pekalongan, Kepala Perwakilan BPJS Kab. Pekalongan.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menyampaikan apresiasi dan ucapan terimaksih kepada para dewan juri atas kesempatan terhadap inovasi JUNJANG ADMINDUK kabupaten Pekalongan dalam seleksi menuju Top Ten KIPP Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Inovasi JUNJANG ADMINDUK merupakan inovasi layanan administrasi kependudukan berbasis kewenangan desa dan fasilitator administrasi kependudukan desa yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Fadia Arafiq dalam acara Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 oleh Bupati Pekalongan di ruang rapat Bupati, Selasa (12/10) pagi.
KAJEN - Setelah berakhirnya masa jabatan Penjabat Sekretaris Daerah yang sejak dilantik pada 7 Juli 2021 lalu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM kembali melantik Penjabat Sekda, Drs Budi Santoso.,M.Si sebagai Penjabat Sekda untuk kedua kalinya. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pekalongan diselengarakan di ruang rapat bupati, Senin (11/10) sore. Tampak hadir dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekda kabupaten Pekalongan, antara lain Wakil Bupati H Riswadi SH, Pj Sekda Budi Santoso beserta para asisten dan staf ahli bupati serta segenap kepala OPD yang hadir.
Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2021 tersebut telah sukses menghasilkan tiga sasaran utama pembangunan infrastruktur di Desa Bulak Pelem. Yang pertama adalah telah selesai melaksanakan pengaspalan jalan dengan panjang 740 meter yang terbagi dua segmen. Dimana segmen pertama adalah 340 meter, kemudian yang kedua adalah sepanjang 400 meter.
Kemudian yang kedua, telah berhasil melakukan pembangunan turap sepanjang 390 meter. Dan yang ketiga adalah membangun talud penahan jalan.
Itulah ketiga program sasaran utama kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bulak Pelem yang berhasil dicapai.
Dalam acara penutupan kegiatan TMMD Sengkuyung III tersebut, dalam sambutannya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, bahwa kegiatan TMMD merupakan sebuah program yang sangat luar biasa. Karena menurutnya, TNI bisa merancang program yang sedemikan rupa supaya bisa benar-benar mewujudkan pembangunan desa.
Dan hal tersebut terbukti dengan telah behasilnya membangun dua ruas jalan rusak di Desa Bulak Pelem dan pembuatan talud yang merupakan sasaran utama kegiatan TMMD III.
‘’Terimakasih kepada keluarga besar TNI ini sangat luar biasa sekali kerja keras TNI dan seluruh masyarakat desa juga yang turut membantu, sehingga target untuk menyelesaikan jalan ini dapat selesai dengan baik,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Selanjutnya, Fadia menyampaikan bahwa melihat hasil kinerja TNI yang sangat baik ini, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menjalin kerjsama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Mengingat anggaran di masa pandemi saat ini masih memprihatnkan, jadi pihaknya akan menjalin kerjasama untuk bisa bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan.
‘’ Dengan kinerja yang seperti ini, tidak menutup kemungkinan kami pemkab akan membangun kerjasama dengan TNI untuk pembangunan infrastruktur jalan kedepannya. Karena melihat hasilnya yang bagus seperti ini dan juga biaya yang murah. Dan TNI juga bisa mengajak masyarakat bekerjasama, sehingga menimbulkan semangat gotong-royong. Sepertinya kita akan menjalin kerjasama yang lebih luas lagi untuk membangun Kabupaten Pekalongan,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Ia juga berpesan kepada perangkat desa Bulak Pelem dan Forkopimcam Kecamatan Sragi untuk bisa bersama-sama dengan Pemkab Pekalongan untuk menurunkan kembali level Covid-19 di Kabupaten Pekalongan seperti semula. Karena menurutnya, saat ini Kabupaten Pekalongan kembali naik ke level 3.
‘’Saya yakin Insyaallah dalam waktu satu bulan ini level kita akan menurun dan semoga saja sampai zero Covid-19 sehingga hidup kita bisa normal kembali,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 15 Oktober 2021
Launching program Njajan Njo sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Windurojo kecamatan Kesesi pada tanggal 23 September 2021 yang merupakan salah satu fokus kegiatan replikasi Laboratorium Kemiskinan yang dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan Hari Koperasi ke-74.
Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH dalam sambutannya mengatakan keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari semua pihak baik unsur pelaku usaha maupun ASN Kabupaten Pekalongan yang telah bersedia melakukan beberapa kali transaksi untuk membantu UMKM ‘Keren Bantu UMKM’.
Tidak hanya ASN, menurut Riswadi, masyarakat kabupaten Pekalongan secara luas diharapkan ikut serta dalam mensukseskan program ini.
“Perluasan sasaran program bukan hanya di lingkup ASN namun masyarakat kabupaten Pekalongan secara luas untuk menggunakan fasilitasi fitur belanja online melaui G0-Shop. Promosi melalui diskon menjadi salah satu sarana ampuh untuk menarik konsumen berbelanja secara online,” ungkap Riswadi.
Bagi masy arakat kabupaten Pekalongan pecinta kuliner, Gojek berkolaborsi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui layanan Go-food memberi kemudahan bagi masyarakat untuk membeli makanan pilihannya.
Dikatakan pula melalui program Njajan Njo ini Pemkab dan Gojek membuat satu promo khusus yang diikuti lebih dari 400 mitra Go-food.
Riswadi berharap dengan program Njajan Njo bersama Gojek ini, UMKM akan tumbuh besar dan kuat
terutama dalam situasi pademi saat ini. “Kunci kesuksesan GOJEK adalah kecerdasan, inovatif dan ada kolaborasi dengan semua pihak, sehingga GOJEK sekarang tumbuh menjadi start up nasional yang omset per detik nya mencapai milyaran rupiah, “ tandasnya.
Selanjutnya sebagai tanda launching festival Njajan Njo Tahun 2021 dilakukan pemecetan tombol oleh wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH bersama Head of Government Relations PT GOJEK Indonesia Wilayah Jateng DIY Saiful Bakhtiar. (Ar-Kominfo)
Jumat, 15 Oktober 2021
Diungkapkan Fadia, bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini berada pada level 3, setelah sebelumnya sempat berada pada level 2, hal tersebut dijelaskan Fadia disebabkan rendahnya vaksinasi di Kab. Pekalongan. Oleh karena itu dirinya melakukan gerak cepat dengan meminta tambahan pasokan vaksin untuk Kab. Pekalongan. “Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan sudah mendapat vaksin sebanyak hampir ratusan ribu dosis, kondisi ini patut disyukuri karena saat ini Jawa Tengah masih agak sulit mendapatkan vaksin, rata – rata per kabupaten hanya mendapat 5-7 ribu dosis vaksin per minggu,” ujar Fadia.
Bantuan vaksin sebanyak hampir 190 ribu dosis diakui Fadia didapatkannya berkat bantuan dari anggota DPR RI, Bapak Doni Akbar. Diungkapkan Fadia bahwa dirinya ingin masyarakat Kabupaten Pekalongan sehat, aman dan nyaman dalam beraktivitas, dimana salah satu jalan ikhtiarnya adalah dengan vaksinasi, selain menerapkan protokol kesehatan, oleh karena itu Fadia mengajak seluruh masyarakat Kab. Pekalongan untuk segera divaksin. “Ayo…yang keluarganya belum divaksin ayo cepet-cepet divaksin, apalagi sekarang kemana-mana syaratnya harus sudah divaksin,” ungkapnya.
Menutup sambutannya Fadia Kembali menghimbau masyarakat Kabupaten Pekalongan yang belum divaksin, khususnya yang sepuh (manula) untuk segera divaksin. Bupati berharap dengan capaian vaksinasi yang tinggi, maka level PPKM Kab. Pekalongan bisa naik ke level 1. “Kalau kita bisa mencapai level 1, maka kehidupan sosial dan ekonomi kita akan bangkit dan normal Kembali, jalan - jalan terang, sekolah bisa masuk normal lagi, pasar juga ramai, semua aspek kehidupan Kembali normal, makanya ayo semua ikut vaksin,” imbau Bupati. (dian’s/di2k)
Publisher : aris
Jumat, 15 Oktober 2021
Wakil Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Dewan Juri, atas kesempatan terhadap Inovasi Sapu Jagad Kabupaten Pekalongan pada KIPP Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. H. Riswadi, S.H menyatakan “Tugas negara adalah memberikan perlindungan kepada setiap warga negara dengan memberikan dokumen adminduk. Sapu Jagad merupakan akronim dari Semua Penduduk Disabilitas Terjamin dalam Pengurusan Adminduk. Filosofi Sapu Jagad adalah alat yang digunakan untuk menyapu bersih semua penduduk disabilitas yang belum mendapatkan pelayanan adminduk dengan cara mudah, cepat dan adil. Saatnya negara hadir untuk penyandang disabilitas, kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli.”
Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati pada sesi peniaian Presentasi dan Wawancara KIPP Provinsi Jawa Tengah secara virtual, di Ruang Rapat Bupati Pekalongan pada hari Rabu, 13 Oktober 2021. Wakil Bupati menyampaikan presentasi didampingi Kepala Dindukcapil Abdul Baqi, SH, S.PN, Inovator Sapu Jagad yang sekaligus Sekretaris Dindukcapil Catur Elmiyati, SP, M.Pop Hr, Kabag Organisasi Dan Kepegawaian, Drs. Rukman Hidayat AP serta dihadiri Perangkat Daerah terkait.
Presentasi dilanjutkan dengan wawancara oleh Tim Juri Independen yang terdiri dari berbagai unsur, yaitu Drs.Slamet Santoso, M.Si (UNDIP-Semarang), Drs. H. Gunarto, MM (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen), Suprihadi, S.Si, M.Kom (UKSW Salatiga), Mustafa, ST, MM, M.Kom (UNSSULA Semarang), Erwin Ardian, ST (Tribun), Rosihan Widi Nugroho, S.AP (PATTIRO), Drs. Mudjianto, M.Si (TVRI), Muhamad Bisri, S.Sos, M.AP (KOMPAK Jawa Tengah) dan Ronny Yuwono, S.Sos.
Kamis, 14 Oktober 2021
Dalam monitoring vaksin ini Bupati Fadia menyampaikan bahwa kabupaten Pekalongan mendapatkan 184 ribu vasin ditambah 30 ribu dari Kementerian Kesehatan dibantu anggota DPR RI Dony Akbar, untuk percepatan vaksinasi bagi semua masyarakat kabupaten Pekalongan. Dibanding kabupaten lain, jumlah ini adalah yang terbanyak di Jawa Tengah. Harapannya, dengan penambahan vaksin ini warga yang belum divaksin terutama para lansia (lanjut usia) bisa segera mendapatkan vaksin.
“Vaksin sudah banyak, untuk itu kita harus semangat. Karena kalau vaksin sudah tersedia kitanya tidak mau divaksin, nanti kita semua yang susah. Level di Kabupaten Pekalongan tidak akan turun. Kemarin kabupaten Pekalongan sudah level 2 namun berhubung yang divaksin baru kurang lebih 35 persen akhirnya naik lagi ke level 3, “ tutur Bupati Fadia kepada warga yang hadir di halaman Kompi C Yonif 407 Rowokembu Wonopringgo.
Buati juga menghimbau kepada warga yang hadir mengikuti serbu vaksin untuk mengajak kerabat mereka yang belum divaksin agar segera melakukan vaksin. Fadia menjamin bahwa vaksin tidak berbahaya, bahkan Fadia mengaku dirinya beserta jajaran pemerintahan, termasuk dari kejaksaan, Kapolres dan Dandim telah mendapatkan vaksin yang sama seperti yang diberikan kepada masyarakat pada umumnya.
“ Itu adalah ihktiar yang maksimal yang kita lakukan, dari bersih-bersih diri, cuci tangan, tidak berkerumun. Apalagi yang sudah sepuh, ini bahaya, karena covid ini bisa menyerbu ke penyakit lain. makanya yang sepuh wajib divaksin. Kalau sudah divaksin, itu ikhtiar yang maksimal artinya kita sudah bersih-bersih, divaksin, Insyaalloh tinggal nunggu sehatnya,” tegasnya.
Dikatakan pula, vaksinasi ini juga diwajibkan bagi pelajar usia 12 tahun ke atas. “ Anak-anak sekolah usia 12 tahun ke atas yang belum divaksin tidak bisa ikut ujian, karena vaksin syarat mengikuti uijan sekolah,” tandasnya
Selanjutnya kepada jajaran kecamatan dan kepala desa, Bupati Fadia juga meminta mereka ikut menjaga dan membantu upaya serbu vaksin ini sampai ke desa-desa dalam rangka penurunan level covid. “ Kalau level kita turun, lampu penerangan jalan nyala semua, ekonomi tumbuh kembali. Dan kalau level sudah turun, tinggal menjaganya, jangan berkerumun yang tidak penting,” terangnya.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP DR Arief Fajar Satria SH.,S.I.K.,MH menjelaskan pelaksanaan keroyok vaksin ini betujuan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Senada dengan Bupati, Arief menyebut kabupaten Pekalongan mendapat 184 ribu vaksin dan ditambah lagi 30 ribu vaksin.
“Kalau semua masyarakat Pekalongan dari jumlah yang bisa divaksin 774 ribu, kita mendapatkan 184 ribu, untuk mencapai level 50 persen hanya kurang 115 ribu. Berarti kalau 184 vaksin ini habis, kita bisa menuju ke level 1, “ ungkap Areif.
Atas nama pemerintah daerah, kepolisian maupun TNI, Arief juga mengucapkan terimakasih kepada warga yang hadir atas kesadarannya melakukan vaksin. “ Terimakasih bagi warga masyarakat kabupaten Pekalongan yang aktif melakukan vaksin pada siang hari ini,” pungkas Arief.(Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 14 Oktober 2021
Sebanyak 285 operator SIKS-NG dihadirkan secara langsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, ditegaskan Fadia bahwa Rakor secara langsung ini digelar dengan harapan agar operator SIKS-NG dapat secara langsung berbagi ilmu dan bertukar pikiran terkait tugasnya sebagai operator tanpa kendala,diantaranya kendala komunikasi khususnya bagi operator daerah atas, sehingga pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 dapat segera terwujud atau terpenuhi.
Bupati berharap seluruh peserta rakor dapat memanfaatkan acara dengan sebaik baiknya, mengingat narasumber yang hadir lengkap, yaitu ada Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Tim dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Soeharso Surakarta, serta BJS Kab. Pekalongan. “Saya minta manfaatkan acara ini sebaik baiknya, silahkan semua masalah atau kendala yang dihadapi pada saat anda melaksanakan tugas ditanyakan, sehingga semua kendala tersebut dapat terselesaikan,” tegas Fadia.
Tak lupa Bupati juga memberikan support semangat kepada operator DTKS agar bekerja dengan sebaik baiknya, karena ini adalah salah satu bentuk sodaqoh untuk masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya operator DTKS Desa/Kelurahan untuk memverifikasi dan memvalidasi data secara berkala agar data yang diusulkan menjadi obyektif tepat sasaran baik yang diusulkan keluar dari DTKS maupun yang akan dimasukkan dalam DTKS sesuai dengan ketentuan. Hal tersebutsangatpentingmengingatDTKS menjadi rumah atau wadah dari beberapa program bantuan (PKH, BSP, PBI, KIP, hingga Subsidi Listrik).
Pada kesempatantersebutFadiamenyerahkansecaraSimbolis Bantuan Sosial Tunai dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Soeharso Surakarta untuk 15 anakyatim/piatu karena korban Covid-19.
Sementaraitu, Kepala Dinas Sosial KabupatenPekalongan, Rachmawati, S.IP, MM dalam laporannya mengungkapkan bahwa Rakor yang digelar hari ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan kerja Bupati Pekalongan ke kementerian Sosial terkait perbaikan data DTKS. Dijelaskan juga oleh Rachmawati bahwa penerima Bantuan SosialTunai dari BBRSPDF Prof Suharso berjumlah 121 anak dengan nilai bantuan Rp. 200.000,- (untuk yang sudah bersekolah) dan Rp. 300.000,- (untuk yang belum bersekolah).(dian’s/di2k)
Publisher : aris
Kamis, 14 Oktober 2021
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia memaparkan kepada tim penilai bahwa inovasi JUNJAN
G ADMINDUK didukung pula sepenuhnya oleh pehak desa melaui APBDes.
Lebih lanjut, dijelaskan pula kondisi wilayah kabupaten Pekalongan yang sangat luas termasuk gunung dan laut menjadi pertimbangan bahwa munculnya inovasi tersebut memang sangat diperlukan.
“ Inovasi ini muncul karena adanya 3 (tiga) masalah utama yang dihadapi masyarakat pedesaan untuk mengakses dokumen administrasi kependudukan yaitu dari jarak yang jauh, ini yang penting sehingga inovasi ini membuat masyarakat sangat terbantu . Dan prosedur pelayanan yang dianggap rumit, karena untuk mendapatkan suatu dokumen kependudukan itu harus melampirkan syarat dokumen dari instansi yang lain,”papar Fadia
Dan pada kondisi pandemi saat ini, yang semuanya serba dibatasi terutama layanan tatap muka, lanjut Fadia, maka layanan diarahkan melalui daring atau online. Sedangkan tidak semua masyarakat mengerti layanan sistem online ini. Oleh sebab itu dengan adanya inovasi di kabupaten Pekalongan melalui JUNJANG ADMINDUK ini dinilai akan sangat bermanfaat untuk seluruh masyarakat.
Selanjutnya dikatakan pula banyak kabupaten lain yang datang ke kabupaten Pekalongan untuk mereplikasi inovasi ini dan bahkan mereka sekarang sudah bisa menjalankannya di kabupaten masing-masing.
“ Inovasi JUNJANG Adminduk ini sejalan dengan visi misi Bupati/Wakil Bupati Pekalongan, yaitu kita ingin menciptakan pemerintahan yang bersih berwibawa dan inovatif. Dan saat ini telah masuk dalam RPJMD teknokratis yang kami berkomitmen untuk melaksanakan inovasi sehingga semakin banyak masyarakat kabupaten Pekalongan yang mendapatkan layanan administrasi kependudukan secara mudah cepat dan gratis,’ pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 13 Oktober 2021
Bupati Fadia Arafiq mengucapkan selamat kepada Penjabat Sekda yang baru dilantik, yakni Budi Santoso sekaligus mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya selama ini dalam mendapingi Bupati/Wakil BupatiPekalongan.
“ Saya yakin dan percaya selama 3 bulan kita bersama sama, Pak Budi mendapingi bupati dan wakil bupati dengan sangat baik sekali, menjadi pengayom seluruh ASN dengan baik serta berkomunikasi dengan para dewan juga sangat baik sekali dan itu sedikit tidaknya pelajaran uutuk kami bahwa dengan cara ketenangan Beliau, komunikasi Beliau yang baik dan santun, semua masalah yang rumit tidak akan ada rumitnya, semua selesai dengan baik, “ucap Bupati Fadia.
Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 821.2/547/2021, yang berisi menetapkan/menunjuk Drs Budi Santoso.,M.Si sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan disamping tugas jabatan definitifnya, dan penunjukan berlaku selama 3 (tiga) bulan sejak tanggal pelantikan. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 12 Oktober 2021