KAJEN - Kabupaten Pekalongan mendapat 2 (dua) penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia ( Kemen PPPA RI).
Dua penghargaan itu adalah Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 (kategori madya) dan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2021.
KAJEN – Bertepatan dengan HUT TNI Ke-76 Tahun 2021, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., berharap momentum ini dapat dijadikan pemacu semangat kembali antar Forkopimda, yaitu dari unsur TNI, Polri dan pemda dalam meningkatkan sinergitas guna menurunkan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang ke-61 yang jatuh pada tanggal 24 September 2021 di halaman Kantor BPN Kabupaten Pekalongan Wiradesa, Jum’at (24/09) pagi. Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang ke 61 kali ini mengusung tema ‘ Percepatan Pemulihan Ekonomi Melalui Pelayanan Tata Ruang dan Pertanahan yang Profesional’, sekaligus juga dilakukan penyerahan sertifikat kepada organisasi kemasyarakatan dan Pemda. Selain itu dilakukan pula penyerahan penghargaan satya lencana karya satya kepada PNS di lingkungan BPN Kabupaten Pekalongan. Upacara diikuti segenap jajaran lingkungan Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pekalogan dan dihadiri pula Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Memperingari Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021, Dinperindagkop UKM Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dan Baznas Kabupaten Pekalongan menggelar acara bertajuk ‘Kolaborasi Intervensi Replikasi Laboratorium Kemiskinan’ sekaligus Peringatan Hari Koperasi ke-74 di Desa Windurojo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/09) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM didampingi plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Abdul Kholik, Kadis Kominfo Anis Rosidi , para kepala OPD terkait, ketua Dekopinda , Ketua Baznas, Camat beserta Forkopimcam Kesesi serta kepala desa Windurojo Kecamatan Kesesi dan para tamu undangan.
– Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya untuk mengambil langkah - langkah strategis guna mencegah dan menanggulangi stunting di Kabupaten Pekalongan. Salah satu langkah strategis yang diambil saat ini adalah dengan menjalin kerjasama dengan SEAMEO – RECFON ( Southeast Asian Ministers Of Education Organization Regional Centre For Food And Nutrition) dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta.
KAJEN - Wayang Kulit merupakan salah satu budaya asli Indonesia yang semakin langka. Untuk itu keberadaannya harus dipertahankan serta dikembangkan. Hal ini disampaikan ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtharuddin Ashraff Abu bersama Tim Dekranasda kabupaten Pekalongan dalam tinjauan ke Industri Kecil Menengah (IKM) Wayang Kulit Desa Pait Kecamatan Siwalan, Rabu (22/09) siang.
“ Saya merasa bersyukur karena Kabupaten Pekalongan mendapat dua penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan peran pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG) dan pemenuhan hak-hak anak, “ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM di ruang kerjanya, Selasa (05/10/2021).
Selaku Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menyampaikan dirinya akan berupaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan antara perempuan dan laki laki dalam pembangunan, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan kaum difabel serta meningkatan pemenuhan hak anak, mendengarkan suara anak dan partisipasi anak dalam pembangunan.
“ Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD dan perusahaan swasta, BUMN, BUMD, kelompok – kelompok masyarakat melaui CSR-nya yang telah mendukung pelaksanaan penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dan penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) ini. Dan harapannya tahun depan mendapat penghargaan yang lebih meningkat lagi stratanya,”harapnya.
Kabupaten Pekalongan sebelumnya telah beberapa kali mendapat penghargaan APE. Penghargaan APE kategori Pratama diraih pada tahun 2012, 2014 dan 2016. Selanjutnya kategori Madya diraih pada tahun 2018 dan 2020.
Sementara untuk penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), sebelumnya telah diraih Kabupaten Pekalongan sebanyak lima kali berturut turut.
Penghargaan KLA kategori Pratama pada tahun 2013, sedangkan pada tahun 2015, 2017,2018, dan 2019 serta tahun 2021 kategori Madya. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 6 Oktober 2021
Fadia mengatakan, bahwa saat ini PR besar yang harus segera diselesaikan oleh antar lembaga pemerintah, juga dari unsur Forkopimda adalah menurunkan penularan COVID-19, sehingga Kabupaten Pekalongan bisa segera zero covid.
‘’Jadi, sinergi antara Forkopimda yaitu unsur TNI, Polri dan Pemkab Pekalongan ini sangatlah penting supaya angka penularan Covid-19 bisa turun,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat mengikuti Upacara Peringatan HUT TNI Ke-76 Tahun 2021 secara virtual dari Istana Negara, di Aula Makodim 0710 Pekalongan yang diselenggarakan pada pagi ini, Selasa (5/10/2021).
Dalam acara peringatan HUT TNI Ke-76 tersebut, hadir juga dalam acara yaitu Kodim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Kapores Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, juga segenap jajaran Forkopimda lainnya serta perwakilan TNI – Polri.
Adapun tema yang diusung dalam peringatan HUT TNI Ke-76 pada 5 Oktober 2021 kali ini adalah ‘’Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang’’.
Dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, bahwa tema yang diangkat dalam peringatan Hut TNI kali ini dapat dimaknai sebagai upaya dan rencana besar para pemangku kepentingan di negeri ini untuk bersama-sama melawan Covid-19 supaya bisa segera pergi, dan kehidupan bisa berjalan seperti sedia kala.
Untuk itu, menurut Fadia semangat kebersamaan dan saling tolong-menolong sangatlah penting dilakukan di masa-masa sulit seperti saat ini. Karena menurutnya, tidak ada hal yang lebih penting dilakukan saat ini selain berjuang dan bertahan di masa pandemic Covid-19.
‘’Banyak hal yang harus kita lakukan, namun di masa-masa ini yang paling penting adalah kita bisa bertahan dan tetap berjuang,’’ ungkapnya.
Selain itu, Fadia juga mengatakan dalam kesempatan tersebut bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada unsur TNI dari Kodim 0710 Pekalongan yang selama ini telah bersama-sama dengan Pemkab Pekalongan dalam bekerjasama untuk melakukan program-program di masa pandemic Covid-19.
‘’Saya ucapkan sekali lagi, selamat memperingati HUT TNI Ke-76 Tahun 2021, semoga momen ini dapat kita manfaatkan dengan baik. Dan terimakasih atas pengabdian serta kinerja TNI bagi masyarakakat selama ini,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 6 Oktober 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., mengatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih dan mengapresiasi program bedah rumah yang diinisiasi oleh keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan. Karena menurutnya, program semacam ini sangatlah bermanfaat bagi warga, dan tentunya sangat membantu pemkab Pekalongan mengingat di Kabupaten Pekalongan masih banyak dijumpai rumah yang tidak layak huni.
‘’Ini saya datang kesini untuk memberikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar Muhammadiyah yang telah perduli terhadap masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena ada masyarakat kita yang benar-benar tidak mampu, dan dari keluarga besar Muhammadiyah ini membantu merehab rumahnya,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat menghadiri acara Peresmian dan Serah Terima Kunci Program Bedah Rumah di Kecamatan Sragi, pada pagi ini, Senin (4/10/2021).
Menurut Fadia, program bedah rumah ini bisa dijadikan contoh bagi organisasi-organisasi lain untuk bisa bersinergi bersama Pemkab Pekalongan dalam mengentaskan permasalahan nyata yang sedang dihadapi oleh warga yang benar-benar tidak mampu.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengucapkan selamat kepada penerima bantuan program bedah rumah yaitu Pak Sarji, yang merupakan warga di Kecamatan Sragi, atas berkah yang diterimanya dari bantuan tersebut.
‘’Harapan saya kepada Pak Sarji, karena sekarang kan rumahnya sudah lebih layak, semoga rejekinya juga tambah bagus lagi dan tambah sehat juga,’’ ungkapnya.
Tidak lupa, dalam kehadiranya itu atas nama Pemkab Pekalongan Ia menyerahkan bantuan berupa peralatan dapur, alat masak, pakaian, selimut, seragam sekolah dan bingkisan sembako bagi keluarga Pak Sarji.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan KH. Mulyono mengatakan bahwa program ‘Bedah Rumah’ merupakan program yang diinisiasi dan telah disetujui oleh seluruh anggota Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian sosial bagi warga yang tidak mampu untuk merehab rumah.
‘’Karena di dalam Islam, sebaik-baik manusia adalah Ia yang banyak bermanfaat bagi lingkungannya dan bagi masyarakat sekitarnya. Jadi program ini memang kita inisiasi dari hal tersebut,’’ ungkapnya.
Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat siap untuk mendukung program-program Pemkab Pekalongan yang memang bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Karena menurutnya, membantu sesama yang membutuhkan itu merupakan sebuah kewajiban dalam Islam.
‘’Bedah rumah ini bukan merupakan program yang ingin menyaingi program bedah rumah dari Pemkab Pekalongan itu tidak. Tetapi program ini memang kita tujukan sebagai bentuk dukungan bagi Pemkab Pekalongan dan masyarakat,’’ ujarnya.
Selain itu, Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan yang telah berkenan hadir dalam acara penyerahan kunci program bedah rumah terebut. Karena menurutnya kehadiran Bupati Pekalongan telah memberikan semangat baru untuk menanamkan virus ikhsan yaitu menebarkan kebaikan-kebaikan seluas-luasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 5 Oktober 2021
“ Saya mau melihat secara langsung keadaan keluarga Bapak Harsono ini. Karena saya melihat fotonya, saya mengutus Bu Camat mengecek situasi /keadaan apakah benar rumahnya di emperan,” ungkap Bupati Fadia saat meninjau tempat tinggal Harsono di desa Wonopringgo.
Disampaikan, Pemerintah Daerah melalui pihak kecamatan akan membantu rebah rumah yang ditinggali Harsono sekeluarga.
“ Dan kalau kita membantu rehab rumah kan harus ada tanah yang miliknya. Dari seminggu yang lalu tim kecamatan sudah bergerak mengurus surat-suratnya, “ paparnya
Dalam kunjungan tersebut Bupati juga memberikan bantuan kepada anak Harsono berupa baju seragam sekolah, sepatu dan barang kebutuhan lainnya.
“Harapan kedepan, tidak ada lagi terjadi begini di Pekalongan , semua satu per satu PR akan coba saya selesaikan. Dari mulai jalan, pendidikan, kesehatan dan juga rumah-rumah yang tidak layak huni adalah PR buat saya untuk diperbaiki,” pungkas Fadia. (Ar-Kominfo)
Selasa, 5 Oktober 2021
Pj Sekda Kabupaten Pekalongan, Drs Budi Santoso.,M.Si mewakli Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM membacakan sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A.Djalil mengatakan bahwa tema ‘ Percepatan Pemulihan Ekonomi Melalui Pelayanan Tata Ruang dan Pertanahan yang Profesional’ pada peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2021 ini mengandung maksud melaksanakan Undang Undang Cipta Kerja (UUCK ) dan turunannya untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas luasnya bagi rakyat Indonesia dengan cara memberikan kemudahan berusaha bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta mendorong investasi.
Sejalan dengan semangat pemulihan ekonomi nasional, lanjut Sofyan, hari ini akan diluncurkan sistem pendaftaran online aplikasi LOKETKU dan aplikasi permohonan informasi online. Pelayanan pertanahan secara elektronik ini nantinya akan meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan transparansi pelayanan.
“ Dalam rangka percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), saya mengajak Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mensukseskan program ini dengan membantu masyarakat yang kurang mampu melalui penyediaan anggaran Pra-PTSL serta membantu meringankan beban masyarakat dengan pengurangan atau bahkan penghapusan BPHTB sehingga target tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia terdaftar dapat dicapai, “ tambahnya.
Pj sekda menambahkan, peringatan hari agraria dan tata ruang ini merupakan momentum yang sangat bagus dimana pelayanan Kementerian ATR/BPN sangat luar biasa. ” Ini menjadikan momentum yang sangat bagus dimana pelayanan Kementerian ini sangat luar biasa, yang dibutuhkan waktu cepat, yang semua nanti akan tercover bisa dilayani dalam sisi sertifikasi tanah yang ada di mereka,” ungkap Pj. Sekda Budi Santoso usai membacakan sambutan Menteri Agraria dan tata ruang.
Pj Sekda mengungkapkan kegiatan hari ini juga sekaligus penyerahan sertifikat ke Pemda dan ormas keagamaan Muhammadiyah dan NU. “ Dan hari ni juga diserahkan sertifikat sebagai bukti pelayanan baik ke Pemda dalam hal ini kami selaku mewakili Bupati, bahwa sertifikat yang ada di Pemda ini sudah ditangani dengan baik dari Kementerian ATR /BPN ini . Kemudian yang kedua ke omas keagamaan khususnya, Muhamadiyah dan NU, juga telah disampaikan termasuk dari PLN dan sekaligus jalan tol juga,” jelasnya.
Ditegaskan pula bahwa semua aset masyarakat termasuk pemerintah harus ada surat bukti dan sekaligus sertifikat yang membuktikan bahwa itu kepemilikannya. “ Tahun 2025 momen yang sangat luar biasa semua harus bersertifikat. Saya yakin Kementerian ATR/BPN mampu untuk menyelesaikannya, “pungkas Pj Sekda Budi Santoso.
Sementara itu Kepala BPN Kabupaten Pekalongan, Imawan Abdul Ghofur menjelaskan bahwa pelayanan LOKETKU ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa secara langsung mendaftarkan pelayanan yang ada di BPN secara mandiri. “Di LOKETKU itu nanti masyarakat harus punya akun dulu, akses ke aplikasi ‘Sentuh tanahku’ kemudian kami verifikasi. Kalau cocok,kami beri akun kemudian berdasarkan akun itu mereka bisa mendaftarkan langsung ke kami (online), “ terangnya. (Ar Kominfo)
Jumat, 24 September 2021
Dijelaskan Bupati Fadia, dalam masa pandemi seperti saat ini, peran koperasi sangat besar manfaatnya terlebih bagi para pelaku usaha yang mengalami penurunan akibat pandemi covid. ‘Koperasi ini menurut saya pada saat pandemi ini sangat bermanfaat. Karena banyak pelaku usaha pada pandemi ini banyak yang turun. Kalau koperasinya bisa berjalan dengsn baik, bisa bermanfaat untuk para pelaku usaha dan anggotanya , itu akan membawa kehidupan ekomoninya lebih baik, ‘ tutur Fadia
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia juga mengucapkan terimakasih kepada Baznas yang telah membantu para pelaku usaha. “Ayo saling bahu membahu gotong royong dan saling menolong, apalagi saat situasi pandemi ini,” ajaknya.
Bupati juga meminta Camat dan seluruh kepala desa yang hadir agar aktif mengedukasi masyarakat khususnya yang berusia tua agar mau divaksin. Selain itu pelaksanaan vaksinasi diminta untuk dipercepat. “Vaksin ini penting sekali, tidak hanya sebagai syarat bepergian, namun yang lebih penting untuk diri sendiri supaya daya tahan tubuh jauh lebih baik. Saya minta vaksin dipercepat. Kesesi ini termasuk daerah padat , dalam waktu 2 sampai 3 hari seluruh desa sudah masuk vaksin. Jadi vaksin kita serbu ke desa-desa langsung. Dan nanti anak sekolah diatas 12 tahun wajib divaksin agar bisa sekolah tatap muka,”pinta Fadia.
Sementara itu Kepala Dinperindagkop UKM Kabupaten Pekalongan, Ir. Hurip Budi Riyantini ( Bu Tining) dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam kolaborasi tersebut ada beberapa kegiatan. Pertama, yang dilakukan oleh Dinperindagkop UKM yaitu pelatihan komprehensif bagi 20 pelaku usaha berbahan baku lokal singkong dan pisang yang potensinya cukup besar untuk meningkatkan pendapatan. Dan pelatihan sudah dilaksanakan di minggu lalu.Kemudian penguatan ekonomi pelaku usaha berbasis koperasi yang ada di desa Windurojo.
“Kemudian kolabolasi yang kami lakukan dengan Baznas sebagai lembaga pendamping melakukan intervensi melalui program Zakat Community Development yang mengalokasikan dana sebesar Rp. 30 juta guna bantuan fasilitas kesehatan bagi 8 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan pengembangan usaha sebesar Rp.15 juta bagi 10 pelaku usaha mikro,” papar Bu Tining
Selanjutnya kolaborasi dengan Dekopinda dan panitia Harkop ke 74, yaitu memberikan intervensi dalam perbaikan sarana unit produksi usaha dengan alokasi anggaran Rp.10 juta bagi 2 (dua) RTLH.
Selain itu ada pula kerjasama dengan Dindikbud, untuk mensosialisasikan sekaligus mensukseskan program ‘Ayo Kudu Sekolah’. Kemudian memastikan Gerakan ‘Njajan Njo’ bagi ASN/pegawai BUMN/BUMD yang merupakan program Pemkab sebagai langkah konkret untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku ekonomi mikro. Dan aksi nyata, pihaknya telah mengajak ASN untuk njajan, transaksinya mencapai Rp. 29 juta. (Ar-Kominfo)
Kamis, 23 September 2021
Kerjasama antara ketiganya tersebut, resmi terjalin dengan telah ditandatanganinya dua kesempakatan bersama, yang dilaksanakan pada Rabu sore (22/9/2021) di Ruang rapat Bupati Pekalongan.
Adapun dua kesepakatan bersama tersebut yang pertama adalah kesepakatan tentang Implementasi Program Anakku Sehat dan Cerdas dan Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangkal untuk Penanggulangan Stunting. Dan yang kedua adalah kesepakatan tentang Pengembangan Masyarakat, Pendidikan dan Penelitian di Bidang Pangan dan Gizi untuk Penanggulangan Stunting.
Pada acara penandatanganan kesepakatan bersama tersebut, dalam sambutanya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., mengatakan bahwa kerjasama yang baru dijalinnya saat ini bersama SEAMEO – RECFON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta diharapkan dapat memberikan dampak positif yang cukup signifikan terhadap upaya Pemkab Pekalongan untuk mencegah dan menanggulangi stunting.
Karena menurutnya, stunting dapat berdampak buruk pada pertumbuhan fisik anak-anak, khususnya metabolisme tubuh dan perkembangan otak anak dalam jangka panjang dan menurutnya, hal tersebut akan menurunkan kualitas SDM.
‘’Pada para pemimpin daerah termasuk kami akan berusaha mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, bebudi luhur, dan mempunyai nilai-nilai yang baik. Untuk itu saya sangat mendukung penuh upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Pekalongan ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga mengungkapkan bahwa kasus stunting di Kabupaten Pekalongan dari tahun 2018 sampai tahun 2020 telah mengalami penurunan yang cukup baik. Untuk itu, dengan telah ditandatanganinya dua kesepakatan bersama antara Pemkab Pekalongan dengan SEAMEO – RECFON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta dapat juga membantu menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan untuk saat ini.
‘’Upaya yang sudah kami lakukan selama ini telah membuahkan hasil alhamdulilah, yang cukup baik. Hal ini ditunjukan dengan adanya penurunan prevalency stunting. Dimana pada tahun 2018 masih 32 %, dan tahun 2019 sudah turun menjadi 21%, dan 2020 alhamdulilah sudah berhasil turun menjadi 15 %,’’ ungkapnya.
Selain itu, menutup sambutannya, Fadia mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada pihak dari SEAMEO – REFCON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta yang telah berkontribusi serta telah menyusun rencana program kerjasama bersama pihaknya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. ‘’Pada kesempatan yang baik ini, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak SEAMEO – RECFON atas kepercayaannya untuk bersepakat dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta dalam pengembangan masyarakat pendidikan dan penelitian di bidang pangan dan gizi untuk penanggulangan stunting,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 22 September 2021
Dari hasil tinjauannya, Ashraff mengaku sangat kagum akan kerajinan wayang kulit yang berkualitas tinggi. Menurutnya selain pemasaran, Dekranasda kabupaten Pekalongan akan mencoba mengembangkan kerajinan wayang kulit ini dengan cara mebuka pelatihan bagi anak muda.
“Selain pemasaran, kita akan coba bekerjasama dengan Beliau-beliau ini, untuk pelatihan bagi anak-anak muda agar bisa dapat ide, ketrampilan untuk membuat wayang kulit seperti ini karena kita khawatir sekrang ini ketrampilan seperti ini sudah semakin langka apalagi di kalangan orang muda.,” ucap Ashraff.
Ashraff juga mengungkapkan kebahagiaannya karena dua orang pengrajin yang ia temui adalah anak muda yang menurutnya sangat yang luar biasa dalam menghasilkan kerajinan wayang kulit.
“ Saya kagum dan akhirnnya ingin tahu. Makanya kita memang harus mendatangkan pelajar bahkan dari tingkat Sekolah Dasar biar mereka dikenalkan sejak dini tentang budaya wayang kulit,” tandasnya.
Ashraff juga berharap para anak muda di luar sana juga antusias memiliki rasa ingin tahu tentang wayang kulit. “ Jangan sampai wayang ini hilang dari bumi Indonesia karena ini adalah budaya kita dari turun temurun,” harapnya.(Ar-Kominfo)
Rabu, 22 September 2021