KAJEN - Menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan tentang pengelolaan dana desa dan Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021, disebutkan bahwa salah satu prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 diarahkan untuk pengembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sehubungan hal tersebut, Pemkab Pekalongan mengadakan Rapat Sosialisasi Pengembangan Desa Digital dan Desa Wisata Melalui Pemberdayaan Kader dan Penyeragaman Sistem bagi para Camat, Kepala Desa, BPD, Pengelola Bumdesa se Kabupaten Pekalongan, yang dilangsungkan pada Kamis (12/08) pagi di Aula Lt 1 Setda.
Rapat sosialisasi ini dihadiri secara virtual oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tampak hadir pula Pj Sekda beserta para asisten, para kepala OPD,para camat, perwakilan kades dan BPD, ketua asosiasi Bumdes serta tenaga ahli pendamping desa. Sementara bertindak sebagai narasumber yaitu Agus Kuncoro S.Sos.,M.Si (Kepala Pusat Pengembangan Kebijakan Desa DT dan transmigrasi ), Danny Yanuar Ismawan ST ( Direktur layanan telekomunikasi dan informasi Kominfo), Ditjen Bina Pemdes, Kemendagri, Ditjen DJPK KemenKeu, serta Ir Sukandar MM ( koordinator kebijakan ekonomi dan investasi Badan Pengembangan dan Informasi Kemendes)
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengatakan pihaknya sangat mendukung penerapan sistem digital di desa-desa. “ Berbicara digital tidak ada batasnya. Ini adalah mimpi yang harus kita wujudkan di kabupaten Pekalongan. Saya sangat mendukung dan saya harap dari sistem informasi desa yang sudah kita punya ini nanti bisa disinergikan dengan sistem yang akan dibangun nanti. Kalau ada beberapa
desa yang saat ini masih tidak ada signal / blank spot, nanti mudah-mudahan tidak ada lagi.Jadi dengan sistem digital ini banyak desa yang berpotensi besar di Pekalongan ini akan tertolong, “ ucap Fadia.
Dengan digital pula, Fadia optimis potensi yang dimiliki kabupaten Pekalongan akan lebih berkembang pesat. Untuk itu ia berharap semua wilayah kabupaten Pekalongan sampai wilayah pelosok sudah berbasis digital. “ Jika semua desa sudah berbasil digital akan mudah potensi desa tersebut berkembang. Baik potensi UMKM, Bumdes, apalagi potensi wisatanya. Potensi wisata biss berkembang secara nasional maupun internasional dengan cara digital ini,” ujar Fadia.
Dengan sistem digital ini Fadia juga berharap nantinya masyarakat Pekalongan bisa mengakses informasi dengan dengan mudah. Contohnya informasi berapa tempat tidur yang tersedia di rumah sakit, sudsh berapa persen dana desa yang digunakan dan untuk apa dan informasi publik lainnya. “ Saya mengajak semua pihak terutama para camat untuk mensuport desa-desanya, tidak ada lagi desa di Pekalongan yang tidak ada akses internetnya, yang tidak bisa mengembangkan potensi desanya. Pokoknya semua dengan digital ini, semua mimpi kita bisa jadi kenyataan. Karena digital tidak ada batasnya,”tegas Fadia.
Sementar a itu Kepala Dinas PMD P3A PPKB Subagyo,SH.,MM dalam laporannya mengatakan dengan sosialisasi ini diharapkan akan terjadi penyetaraan pola kehidupan berbasis digital masyarakat desa dan masyarakat kota, sehingga bisa menghapus kesenjangan gaya hidup tradisional dan modern, menghapus keinginan urbanisasi masyarakat desa dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berbasis pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan dan pariwisata.
Dalam sosialisasi tersebut juga dilakukan penyerahan cinderamata berupa plakat dan hasil kerajinan kabupaten Pekalongan oleh Bupati Pekalongan. (Ar-Kominfo)
Kamis, 12 Agustus 2021
KAJEN - Salah satu Atlet Panahan andalan Kabupaten Pekalongan Farah Yumna Faqiha berhasil menyabet medali dalam kejuaraan Pekan Prestasi Mahasiswa Nasional 2021 (PANTASI) yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNNES.
Pada Acara yang berlangsung selama 3 hari beberapa waktu yang lalu dan melombakan cabang olahraga Atletik, Panahan, Petanque, Aerobic & Dance, Bola Basket, Karya Ilmiah, dan Video Kreatif yang diikuti 456 peserta dari 32 perguruan tinggi di Indonesia. Yumna yang kelahiran 3 Januari 2000 yang mewakili tim UNNES Semarang berhasil Juara 1 Sesi 1, Juara 1 Sesi 2, Juara 1 Total Sesi, dan Juara 1 Mixed Team.
Keseluruhan proses kegiatan PANTASI dilaksanakan melalui daring dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan, namun dalam penilaian dan penjurian menggunakan aturan standar nasional dan wasit yang tersertifikasi.
KAJEN - Jelang pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ke-76 tahun 2021, 27 calon paskibraka kabupaten Pekalongan menjalani pelatihan selama hampir 1 bulan. Hal ini mendapat perhatian khusus dari pemkab Pekalongan, yang mana pagi ini Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH secara langsung menemui para calon paskibraka untuk memberi arahan serta motivasi.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajak masyarakat dapat memaknai momen pergantian tahun baru hijriyah dengan semangat bangkit dari pandemic Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1443 Tingkat Kabupaten Pekalongan, pada hari ini, Senin (9/8/2021) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.
KAJEN - Baznas Kabupaten Pekalongan memberikan bantuan paket sembako Rp. 90.700.000,-00 untuk para pedagang dan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sedang melakukan isolasi mandiri karena Covid-19. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menyerahkan bantuan secara simbolis bantuan paket sembako tersebut kepada perwakilan pedagang kaki lima dan warga Kedungwuni yang terdampak PPKM, pada senin (09/08) siang di kawasan Gemek Kedungwuni. Tampak hadir dalam kegiatan bantuan paket sembako Baznas tersebut antara lain Camat Kedungwuni beserta Forkopimcam, pimpinan Baznas Kabupaten Pekalongan beserta jajaran serta kabag Kesra.
KAJEN - Pemkab Pekalongan mengadakan pembinaan Camat dan pengenalan program desa digital dan optimalisasi penyelenggaraan data terpadu kesejahteraan sosial dengan menghadirkan tim dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, kamis (5/08/2021) sore di aula lantai I setda. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dan diikuti oleh para Camat se kabupaten Pekalongan. Tampak hadir pula dari OPD terkait yakni kepala bapeda, Inspektur, kepala Dinsos, kepala PMDP3A serta Kabag Kesra.
KAJEN - Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan bisa mensosialisasikan dan mensukseskan program visi mis Bupati/Wakil Bupati sampai ke masyarakat tingkat bawah. Selain itu PKK juga merupakan agen mengedukasi masyarakat dalam penerapan protocol kesehatan. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutannya pada acara Pelantikan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan di Aula Lantai I Setda, Kamis ( 5/08) pagi. Pelantikan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan oleh Bupati Pekalongan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati H Riswadi SH beserta istri, Hj. Widi Riswadi selaku ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Pj Sekda Drs. Budi Santoso M.Si beserta para asisten Sekda, beberapa kepala OPD yang hadir serta tamu undangan dan disaksikan pula secara virtual.
KAJEN – Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa saat ini Kabupaten Pekalongan telah masuk kedalam kategori wilayah yang memiliki angka penularan Covid-19 cukup tinggi sehingga naik menjadi level 4. Untuk itu, pemkab Pekalongan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan PPKM di Kecamatan Wonopringgo, pada hari Rabu (4/8/2021).
KAJEN – Di tengah pandemi Covid-19 ini, tidak dipungkiri bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan kembali meningkat. Untuk itu, kini selain fokus memulihkan kesehatan masyarakat, pemkab juga tengah fokus untuk menurunkan angka kemiskinan dengan berupaya memulihkan perekonomian di tengah masyarakat.
Ke depan, dirinya akan mempersiapkan diri untuk menyambut gelaran Dulongmas dan Porprov demi menyumbangkan prestasi terbaik bagi Kota Santri. “meski pandemi saya selalu latihan agar bisa mendulang medali di Dulongmas maupun Porprov. Saat ini saya laihan di Pekalongan dan juga kadang di Semarang,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Perpani Kabupaten Pekalongan Catur Ardiansyah mengucapkan selamat kepada atlit panahan Kabupaten Pekalongan yang telah memperoleh empat medali dikejuaraan pantasi. “saya berpesan kepada seluruh atlit untuk terus menerus berlatiha supaya bisa menambah dan mewarnai dunia olah raga di Kota Santri khususnya cabor panahan,” jelasnya.
dirinya merasa bangga kepada para pengurus dan pelatih atas kinerjanya yang selama ini telah di lakukan tanpa kerja keras semuannya semua prestasi tidak akan terwujud. “Sekali lagi kami mengucapkan selamat dan good luck untuk kejuaraan kejuaraan berikutnya,” tambah pria yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan. (Red)
Rabu, 11 Agustus 2021
“Saya yakin dengan pertemuan ini, saya beri motivasi mereka sehingga akan yakin bahwa mereka adalah bagian dari bangsa ini dan suatu saat akan memberikan apresiasi terbaik untuk masyarakat di sekitar lingkungannya,” ucap Riswadi usai pertemuan dengan para calon Paskibraka di alun-alun Kajen, Selasa (10/08) pagi. Tampak hadir dalam pertemuan itu kepala dinas kepemudaan dan olahraga Ir M Bambang Irianto,M.Si, kepala Dinkominfo Anis Rosidi S.Sos.,M.Si serta pelatih paskibraka kabupaten Pekalongan.
Menurut Riswadi, para calon paskibraka adalah mereka yang terpilih setelah melalui seleksi yang ketat dari SMA/SMK se-kabupaten Pekalongan. Kemudian calon paskibraka menjalani penggemblengan fisik dan mental. Untuk itu Riswadi meminta para calon paskibraka agar bangga atas kemampuan dirinya.
“Tanamkanlah jiwa disiplin. Bangsa yang maju, kuncinya disiplin. Maka adik-adik juga harus disiplin dan pantang menyerah. Dan jangan sia-siakan kesempatan yang membanggakan dirimu dan orang tuamu. Tanamkanlah jiwa bahwa dirimu adalah bagian bangsa ini,” pesan Riswadi
Riswadi juga berpesan agar nantinya para calon paskibraka bisa mengabdikan diri pada bangsa ini. “ Kedepan, masanya adik-adik menjalankan pemerintahan ini dan membesarkan bangsa ini. Apa yang kira-kira bisa kau abdikan pada lingkunganmu, itu memberikan gambaran adik-adik peduli pada orang lain, “ pungkasnya.
Dalam pertemuan tersebut para calon paskibraka juga diberi kesempatan bertanya langsung kepada wabup Riswadi yang dipandu oleh kepala Dinkominfo Anis Rosidi S.Sos.,M.Si . Ada 3 pertanyaan yang disampaikan oleh siswa MA Al Hikam Kedungwuni, SMAN 1 Sragi dan SMAN 1 Kajen.
Sementara itu Kepala Dinporapar Ir. Bambang Irianto,M.Si melaporkan bahwa sesuai surat edaran dari kementerian, upacara HUT RI tahun 2021 dilakukan dengsn pola yang berbeda dengan kondisi normal. ‘Kami, seleksi tetap menggunakan formasi 27. Rencananya kalau kondisi normal ada pendamping 45 dari pasukan. Namun sesuai dari pusat, tahun ini ditiadakan,” terangnya.
Untuk tempat upacara, Bambang Irianto mengatakan pelaksanaan upacara HUT RI tahun 2021 ini tidak di alun-alun, melainkan direncanakan di halaman parkir rumah dinas pendopo. (Ar-Kominfo)
Selasa, 10 Agustus 2021
‘’Mari kita bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT dimomen pergantian tahun baru Islam ini supaya musibah yang saat ini sedang kita hadapi bersama yaitu pandemic Covid-19 bisa segera berakhir,’’ tuturnya
Hadir dalam acara tersebut, PJ. Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Totok Budimulyanto, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraf Abu.
Dikatakan Fadia, bahwa acara peringatan pergantian tahun baru hijriyah, haruslah menjadi momen dimana masyarakat dapat memanjatkan doa dan harapan kepada sang pencipta supaya pandemic Covid-19 dapat segera berakhir. Sehingga kehidupan social bisa berjalan normal seperti sedia kala. Untuk itu, diperlukan adanya sebuah usaha bersama untuk segera bangkit dari musibah saat ini.
‘’Saya benar-benar berharap kita semua, baik pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama untuk mempunyai semangat untuk bisa bangkit dari keterpurukan ini,’’ ungkapnya.
Fadia juga mengingatkan, supaya masyarakat dapat tetap mematuhi protocol kesehatan dan instruksi PPKM Level 4, supaya kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dapat turun.
Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Fadia meminta seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat menyempatkan waktunya sejenak saat ini, untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT di momen pergantian tahun baru hijriyah supaya segala hal baik dapat datang di Kabupaten Pekalongan.
‘’Semoga dengan berdoa kita semua bisa diberi nikmat sehat, umur panjang dan diberikan rezeki yang lancar oleh Allah SWT,’’ harapnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 9 Agustus 2021
Bupati Fadia dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi lembaga Baznas atas terselenggaranya bantuan paket sembako tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan Baznas ini sangat tepat dimana pada masa pandemic ini, para pedagang terutama pedagang kaki lima sangat membutuhkan bantuan social. Fadia berharap selain di Kedungwuni, bantuan juga yang diberikan ke tempat lain.
Selain bantuan berupa paket sembako, Baznas juga memberikan bantuan peralatan tim pemakaman covid. “ Terimakasih Baznas sampai soal pemakaman juga diperhatikan, ini luar biasa sekali,” ucap Fadia.
Dalam kesempatan itu Bupati juga meminta agar tidak ada pungutan liar terhadap para pedagang.“ Yang berlaku adalah yang ditetapkan Pemda. Tapi kalau ada pungutan liar apalagi dalam masa pandemic ini, tolong dilaporkan. Nanti saya Insyaalloh segera akan membuat Gemek ini sebuah peraturan, sehingga semua bisa kita pantau, pungutan-pungutan liar biar hilang supaya tidak memberatkan pedagang,” tegasnya
Selanjutnya Bupati Fadia juga meminta seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan mendukung dan bersedia divaksin. “Saya minta kalau ada vaksin jangan menghindar, karena vaksin itu penting. Semoga level kita yang saat ini di level 4, bisa cepet turun ke level 3, 2, 1 dan hilang. Saya pesan jaga kesehatan, ikuti aturan prokes, pakai masker itu wajib, cuci tangan wajib, kerumunan dihindari,” pungkasnya.
Sementara itu Plt Ketua Baznas, KH Mukhosin menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan Baznas Kabupaten Pekalongan adalah berupa bantuan sembako kepada pedagang kaki lima yang terdampak PPKM.
“ Setelah kami data, pedagang kaki lima di Gemek ini berjumlah 372 orang. Nanti juga akan kami berikan bantuan kepada warga Kedungwuni yang terdampak covid yang isolasi mandiri berupa bantuan sembako juga berjumlah 1438 orang. Dan untuk program bantuan selain sembako adalah perlengkapan tim pemakaman covid 19 yang berupa peralatan yang nilainya mencapai Rp. 30.800.000 . Totalnya dari sembako dan peralatan tim pemakaman sejumlah Rp. 90.700.000,-00, “ jelas KH Mukhosin (Ar-Kominfo)
Senin, 9 Agustus 2021
Dalam stressing yang disampaikannya Bupati Fadia menyampaikan acara pembinaan camat dan pengenalan program desa digital dan optimalisasi penyelenggaraan data terpadu kesejahteraan sosial di kabupaten Pekalongan tahun 2021 itu guna mengoptimalkan pelayanan kesejahteraan sosial melalui penguatan data berbasis partisipasi masyarakat dan pengembangan desa digital. Menurut Fadia, digitalisasi desa sangat tepat dalam memasarkan potensi desa sampai ke tingkat nasional bahkan mancanegara. Untuk itu ia meminta camat turun ke desanya masing-masing dan melihat potensi di desanya.
“Camat harus bisa mapping potensi di desanya. Kalau potensi desa/pariwisata kita lebih dikenal, ini akan membuat PAD kita bertambah. Jika potensi yang ada kita populerkan secara digital maka akan menarik perhatian dari nasional bahkan manca,” serunya
Selanjutnya Bupati Fadia menyampaikan beberapa poin penting diantaranya terkait Data DTKS, Ia meminta Dinas Sosial segera membuatkan tim, serta Kepala Dinsos beserta camat turun melihat secara langsung, mana yang berhak mendapat bantuan dari pemerintah.
Selain itu, akan terapkan mekanisme bagi penerima bantuan social akan ada tanda tulisan yang disemprot depan rumahnya sebagai tanda telah menerima bantuan.
Poin lainnya yaitu optimalisasi verifikasi dan validasi secara berkala dengan melibatkan babinkamtibmas, babinsa, TKSK, tokoh masyarakat, agar data yang diusulkan sesuai dan tepat sasaran.
Sementara itu Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.Si saat menyampaikan pengantar pada acara pembinaan camat sekaligus pengenalan program dari kemendes RI yang berkaitan dengan pembangunan desa tersebut, bahwa data desa yang terakhir dikenalkan ada desa tertinggal, desa berkembang dan desa mandiri.
“Prinsip, dari 3 kategori itu desa tertinggal kita masih 26 % lebih. Dari desa berkembang ternyata 51 % nya desa berkembang. Sedangkan desa mandiri itu hanya 4 % persennya, “ jelas Sekda
Pj Sekda Budi Santoso menjelaskan prinsip yang persepsinya harus disamakan, bahwa data DTKS adalah data paten 40 % jumlah penduduk yang masih standarnya terbawah. Itu sebagai jaring pengaman sosial yang nantinya yang miskin bisa naik ke pra sejahtera, sejahtera sampai menuju ke kemandirian atau kesejahteraan.
“ Dari sisi itu, bantuan sosial itu bukan berarti bantuan yang hanya diberikan oleh masyarakat miskin, tetapi adalah jejaring pengaman yang 40% nya penduduk kita itu agar tidak jatuh pada saat ada di level 40 % itu. Maka sangat beda konsepnya dengan pengentasan kemiskinan,” tambahnya
Oleh karena itu, lanjut sekda, persepsi inilah yang harus dibangun, termasuk para pengampu kebijakan bahwa pasti 40% penduduk itu akan terjadi inklusif eror apabila dikaitkan dengan data kemiskinan. (Ar-Kominfo)
Kamis, 5 Agustus 2021
Dalam sambutannya Bupati Fadia meminta Ketua TP PKK untuk melaporkan secara langsung kepadanya, apa yang sudah dikerjakan dan program-program apa yang akan dikerjakan sehingga dirinya selaku Bupati bisa ikut membatu secara maksimal.
Dikatakan, suksesnya program bupati /wakil Bupati bermuara dari PKK. “Organisisi PKK ini berbeda dengan organisasi atau ormas lain, oleh sebab itu yang paling penting adalah program dari bupati/wakil Bupati yang harus kita sukseskan. Apalagi, sebagian penduduk kabupaten Pekalongan adal ah perempuan. Program PKK ini bisa membuat komunikasi yang aktif karena suksesnya program bupati wakil Bupati ini justru dari PKK. PKK ini terjun sampai tingkat desa bahkan RT, jadi cara agar masyarakat mengenal program bupati /Wakil Bupati ya di PKK ini, ‘terang Fadia
Bupati Fadia juga memastikan dirinya akan menunjang program PKK secara maksimal dan tentunya ditunjang pula oleh OPD terkait.
Menyinggung saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 4 untuk kasus covid, Fadia mengutip pesan dari Gubernur Ganjar bahwa yang lebih penting PKK juga agen untuk mengedukasi masyarakat dalam penerapan prokes . Menurutnya pemkab dan PKK harus bekerjasama untuk mengajarkan masyarakat tentang prokes. “ Ibu-ibu kan banyak aktif di pengajian, banyak ke pasar, banyak yang sampai sekarang tidak paham arti pakai masker, cuci tangan, dan sebagainya, ini pekerjaan rumah (PR) penting untuk mengedukasi masyarakat supaya level kita cepat kembali ke 3,2 dan 1 dan hilang. Itu juga tugas dari keluarga besar PKK,” paparnya
Tak lupa Bupati Fadia juga berpesan kepada seluruh anggota PKK agar menpelajari dan bisa menjabarkan 10 program PKK sesuai dengan arahan dan aturan. (Ar-Kominfo)
Kamis, 5 Agustus 2021
Dimana kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Kapolres Pekalongan AKBP Darno, Dandim 0710 CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kejari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, Pj. Sekda Bambang Irianto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwi Antoro dan beberapa OPD terkait lainnya.
Kegiatan monitoring dan evaluasi PPKM tersebut, diawali dengan acara pembinaan oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi di Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo. Dimana Riswadi dengan tegas meminta camat Wonopringgo untuk memperketat pemberlakukan PPKM diwilayahnya dan tidak sungkan untuk berkoordinasi dengan pemkab apabila ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tersebut.
Menurut Riswadi, antara kepala desa, camat sampai ke pemkab harus memiliki komunikasi yang baik supaya PPKM Level 4 di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan lancar, sehingga kasus Covid-19 bisa mereda.
‘’Satgas Covid-19 ini sangat terbatas, untuk itu saya mohon supaya kita bisa sepaham bahwa Covid-19 ini berbahaya dan harus kita tekan penularannya dengan melakukan kerjasama yang baik,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Riswadi juga berpesan, supaya kepala desa Rowokembu untumk gencar melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat setempat supaya bersedia untuk dilakukan vaksinasi mengingat angka penularan yang masih cukup tinggi.
‘’Jadi, apabila masyarakat mau divaksin, tingkat penyembuhannya akan semakin tinggi, dan tingkat penularannya akan semakin rendah,’’ tegas Riswadi.
Sementara itu, dalam pembinaan tersebut, Kepala Desa Rowokembu Mufreni berkesempatan menyampaikan hasil evaluasi kasus Covid-19 di desanya. Menurut Kades untuk kasus penularan Covid-19 di Rowokembu saat ini sudah mereda. Hal itu dibuktikan dengan sudah tidak ada masyarakat Desa Rowokembu yang tengah melaksanakan Isolasi mandiri.
Menurut kades, hal tersebut terjadi karena kegiatan Jogo Tonggo gencar dilakukan oleh perangkat desa dengan cukup baik dan protokol kesehatan dianjurkan dengan sangat ketat pada warganya. Sehingga penurunan kasus Covid-19 di Rowokembu bisa menurun.
‘’Kondisi Rowokembu ini alhamdulilah untuk Covid-19 disini sudah mereda. Artinya masyarakat kami yang melakukan isolasi mandiri sudah tidak ada,’’ ungkapnya.
Selain itu, kegiatan yang melibatkan potensi kerumunan juga sudah berhenti dilakukan cukup lama, lanjut kades. Sehingga menurutnya, dapat dipastikan bahwa Desa Rowokembu sudah benar-benar melaksankan protokol kesehatan dan kegiatan Jogo Tonggo. ‘’Jadi, kami benar-benar melaksankan protokol kesehatan dan kami juga akan mengedukasi masyarakat supaya mau melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19,’’ ujarnya.
Selanjutnya, pemkab melanjutkan kegiatan tersebut dengan melakukan pembinaan di Desa Getas Kecamatan Wonopringgo dan dilanjutkan dengan melakukan tinjauan ke tempat yang akan dijadikan untuk isolasi pasien Covid-19 di Desa Sampih Kecamatan Wonopringgo.(Lus-Kominfo)
Rabu, 4 Agustus 2021
Salah satu langkah yang dilakukan oleh pemkab adalah dengan melakukan Pembinaan Kepala Desa untuk menyelaraskan program pemerintah daerah dengan pemerintah desa, supaya pembangunan di Kabupaten Pekalongan dapat dilakukan dengan lebih baik lagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
‘’Kita kumpulkan para kepala desa yang ada di Kecamatan Kesesi ini, karena nanti saya sudah meminta kepada Pak Totok untuk membuat acara dimana saya akan turun di setiap desa se Kabupaten Pekalongan karena saya akan mendengar langsung masukan-masukan dari tokoh masyarakat tentang kekurangan-kekurangan di desanya yang bisa saya bantu,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, saat melakukan pembinaan para Kepala Desa se-Kecamatan Kesesi di Desa Windurejo, Kesesi yang dilaksankan pada siang ini, Rabu (4/8/2021)
Karena menurut Bupati Pekalongan, untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, sejahtera, adil dan merata sesuai visi misinya itu, dibutuhkan kerjasama atau sinergitas antar pimpinan mulai dari tingkat desa sampai ke tingkat pemerintah daerah.
Untuk itu, Fadia berharap para kepala desa bisa benar-benar ikut ambil bagian untuk bersama-sama dengan pemkab mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangkit dari keterpurukan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.
‘’Membangun Kabupaten Pekalongan harus cepat, dan juga jangan lupa harus transparansi. Karena kita harus benar-benar melayani masyarakat dengan baik. Karena pengawasan eksternal dari masyarakat sekarang sudah sangat mudah dilakukan,’’ ungkap Fadia.
Selain itu, Fadia juga menyinggung masalah penyaluran bantuan sosial yang ada di masing-masing desa. Ia mengatakan bahwa kepala desa harus benar-benar adil dalam menyalurkabn bantuan sosial, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini banyak bantuan sosial yang turun dari pemerintah pusat. Untuk itu Ia berharap kepala desa dapat benar-benar amanah dalam menyalurkan bantuan yaitu diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
‘’Pada masa pandemi banyak bantuan yang turun dari pusat, untuk itu harus kita manfaatkan untuk mengecek data lagi yang benar-benar membutuhkanlah yang harus mendapatkan,’’ tuturnya.
Fadia menambahkan, untuk menjamin penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pusat dapat tepat sasaran, pihaknya akan segera menurunkan tim independen yang akan Ia kerahkan utnuk melakukan pengecekan secara langsung ke masing-masing desa, untuk mendata masyarakat yang benar-benar seharusnya layak mendapat bantuan sosial, sehingga tidak salah sasaran.
‘’ Jadi bantuan harus disalurkan sesuai dengan yang benar-benar membutuhkan. Karena saya akan menurunkan tim independen mungkin dari mahasiswa yang nanti akan mengecek langsung ke desa-desa supaya bapak/ibu tidak disalahkan apabila ada yang tidak dapat bantuan,’’ pungkasnya.
Dalam kesempatan kegiatan pembinaan Kades se Kecamatan Kesesi tersebut, Bupati Pekalongan juga menyerahkan bantuan sembako kepada 40 warga miskin desa setempat yang tidak tercover oleh bansos lainnya. Disamping itu juga menyerahkan bantuan hibah kepada masjid dan musholla.(Lus-Kominfo)
Rabu, 4 Agustus 2021