KAJEN - Terkait aturan PPKM darurat yang sedang berlangsung sampai saat ini, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM meminta para kepala desa agar menjaga masyarakat di desanya masing masing dengan baik dan jangan sampai ada kerumunan. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri pembinaan camat Kecamatan Tirto, Senin (26/07) petang di aula Setda. Acara pembinaan camat ini dihadiri oleh para kepala desa se kecamatan Tirto dan para kepala OPD terkait. Acara pembinaan camat ini dihadiri oleh para kepala desa se kecamatan Tirto dan para kepala OPD terkait.
“Saya minta tolong pak/Bu lurah, program visi misi kita dibantu disosialisasikan,” pinta Fadia.
Dalam kesempatan itu Fadia juga menekankan beberapa hal. Diantaranya semua harus tetap waspada meski saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 3. Terlebih untuk para kepala desa, Fadia berpesan adanya kriminalitas dari dampak pemadaman lampu di malam hari, harus diantisipasi dan dijaga.
Selanjutnya Fadia juga memnita di setiap desa mengadakan vaksin masal, penggunaan dana desa harus hati hati jangan sampai bermasalah. Kemudian bengkok yang mau digunakan, sebelum ada ijin dari bupati hendaknya dibangun dulu guna mencegah terjadinya ketidaksesuaian tata ruang. Selain itu disampaikan pula bahwa di bulan Januari awal tahun 2022 mendatang seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan bisa berobat gratis
Sementara itu wakil bupati H Riswadi SH yang turut hadir dalam acara pembinaan camat tersebut mengungkapkan daerah Tirto adalah daerah yang menjadi hilir mudik penularan covid. Maka harus diperlakukan istimewa .
“Banyak hal yang harus ditempuh oleh para camat untuk melakukan koordinasi dengan para kepala desa. Karena keberhasilan isolasi mandiri, isolasi terpadu terpusat itu tidak sedikit campur tangan lurah dan perangkatnya, “ papar Riswadi
Riswadi mengingatkan meski saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 3, masyarakat jangan bangga dulu karena virus ini bermutasi terus menerus yang awalnya covid 19 biasa menjaadi covid delta dan lainnya. Untuk itu masyarakat dihimbau tetap menjaga prokes dan 5M.
Ditambahkan Riswadi, pada program APBD tahun 2022, pihaknya bersama OPD terkait berencana untuk menyelesaikan jalan, untuk itu ia meminta para kepala desa segera mengirimkan jalan poros berikut visualnya. (Ar-Kominfo)
Senin, 26 Juli 2021
KAJEN – Sebagai pemacu agar petani di Kecamatan Petungkriyono giat dan senantiasa membudidayakan tanaman tembakau, pemkab Pekalongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyerahkan bantuan sarana pendukung pertanian tahun 2021 untuk Kelompok Tani Rowo dan Kelompok Tani Kambangan Desa Telogopakis kecamatan Petungkriyono. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM pada Kamis (22/07/2021) siang di Wisata Telaga Rawa Desa Telogopakis kecamatan Petungkriyono.
KAJEN - Situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini tidak menyurutkan semangat kelompok tani di Desa Depok Kecamatan Siwalan untuk tetap melaksanakan budidaya Udang Vaname. Hal tersebut dibuktikan dengan telah berhasilnya dilakukan panen raya Udang Vaname oleh kelompok tani Desa Depok yang bernama 'Depok Vaname' pada hari, Kamis (22/7/2021).
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM melakukan peninjauan ke Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar guna memastikan kondisi alat plasma bagi penyembuhan pasien covid 19. Dalam tinjauannya, Bupati Fadia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro SKM.,M. Kes dan Kepala UTD PMI Karanganyar dr. Suryadi beserta jajaran PMI kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Dalam rangka Idul Adha 1442 H/2021 M, Pemkab Pekalongan menyerahkan 3 (tiga) ekor sapi dan 5 (lima) ekor kambing qurban. Acara penyerahan dan pemotongan hewan qurban di Masjid Agung Al Muhtaram Kajen dihadiri langusng oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM, Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH, Ketua DPRD Hj Hindun MH, Pj Sekda Drs, Budi Santoso.,M.Si beserta para asisten Sekda dan kepala OPD ,Ketua takmir masjid Al Muhtaram Kajen serta tokoh masyarakat.
KAJEN – Dalam rangka mensukseskan kegiatan vaksinasi di Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan perluas target vaksinasi. Dimana kali ini, Pemkab melakukan vaksinasi untuk pertama kalinya bagi kelas remaja di Kabupaten Pekalongan dengan kriteria umur yaitu 12-17 tahun. Kegiatan vaksinasi bagi pelajar di Kabupaten Pekalongan tersebut, dimulai pada hari ini, Senin (19/7/2021) yang digelar di SMA 1 Bojong dan SMK N 1 Kedungwuni.
Hal itu terlihat pada hari ini, Senin (26/7/2021), dimana Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwiantoro dan Plt. Dindikbud Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho, tengah melakukan kegiatan monitoring vaksinasi Covid-19 bagi para santri yang berasal dari 5 pondok pesantren yang ada di Kabupaten Pekalongan. Diantaranya yaitu para santri yang berasal dari Pondok Pesantren Al-Falah Kecamatan Kedungwuni, Pondok Pesantren Nurul Qur’an Kedungwuni, Pondok Pesantren LDII, Pondok Pesantren Faidlul Qodir Pesanggrahan, Pondok Pesantren Assalam Kajen.
Adapun pelaksanaannya sendiri, untuk para santri dari Ponpes Al-Falah dan Ponpes Nurul Qur’an, vaksinasi dilaksanakan secara bersamaan di Pondok Pesantren Al-Falah Salakbrojo Kecamatan Kedungwuni. Dan untuk ponpes lainnya, dilaksanakan di tempat masing-masing.
Saat ditemui pada kegiatan monitoring di Ponpes Al-Falah Salakbrojo, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi Covid-19 hari ini dilaksanakan di empat titik lokasi vaksinasi yang ditujukan untuk para santri dari lima pondok pesantren di Kabupaten Pekalongan dengan tujuan supaya mereka dapat terhindar dari paparan Covid-19.
Karena menurut Fadia, kegiatan vaksinasi tersebut juga ditujukan dalam rangka mensukseskan target vaksinasi pelajar dan santri di Kabupaten Pekalongan yang ditargetkan bisa tembus 93.000 vaksinasi. Sehingga dengan hal tersebut, lanjut Fadia, maka tidak menutup kemungkinan pembelajaran secara tatap muka dapat segera dilaksanakan. ‘’Alhamdulilah hari ini kami dapat melaksanakan vaksinasi bagi seluruh santri dan para pengurus pondok pesantren Al-Falah Salakbrojo, karena saya benar-benar ingin memperhatikan kesehatan mereka,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Selain itu, Fadia menuturkan bahwa dalam waktu dekat ini Pemkab Pekalongan akan segera mengeluarkan regulasi ‘wajib vaksin’ bagi pelajar yang ingin masuk dalam pembelajaran tatap muka dan ujian sekolah. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi klaster pelajar saat nantinya kegiatan sekolah secara tatap muka sudah dimulai.
Oleh karena itu, Fadia benar-benar menekankan dan berpesan kepada seluruh pelajar dan juga santri di Kabupaten Pekalongan untuk bersedia divaksin. ’Dan sekarang kita akan mengeluarkan peraturan kalau mau ikut ujian sekolah, mau masuk ke sekolah harus divaksin terlebih dahulu persyaratannya,’’ tandasnya.
Sementara itu, saat disinggung perihal ketersediaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, Fadia menjelaskan bahwa saat ini vaksin yang tersedia masih 2.200, yang artinya masih ada 22.000 dosis yang dapat disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan. ‘’Ini sekarang memang vaksin ini kan kita tidak bisa langsung minta banyak dan juga mungkin keterbatasan jadi kita benar-benar perhatikan untuk anak-anak supaya bisa segera sekolah dengan sistem tatap muka dan kembali normal.,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 26 Juli 2021
Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., saat memimpin acara Rapat Koordinasi Percepatan Penyaluran Dana Desa Tahun Anggaran 2021, yang dilaksanakan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan pada sore ini, Jumat (23/7/2021).
‘’Diharapkan instruksi Bapak Presiden bagi Desa yang telah menerima penyaluran Dana Desa untuk BLT Desa agar segera membayarkan BLT Desa kepada Keluarga Penerima Manfaat dan mengajukan penyaluran Dana Desa untuk BLT Desa bulan berikutnya,’’ ungkap Bupati Fadia Arafiq.
Fadia mengatakan, bahwa di masa pemberlakuan PPKM Darurat yang telah resmi diperpanjang sampai tanggal 25 Juli 2021 mendatang dana BLT Desa yang bersumber dari Dana Desa tersebut setidaknya dapat membantu Keluarga Penerima Manfaat di masa PPKM Darurat ini. Untuk itu, Ia berharap perangkat desa untuk segera melakukan langkah cepat apabila dana desa telah cair.
‘’ Melakukan pencermatan secara terus menerus terhadap kondisi warga, dan ketika ditemukan warga yang berhak tapi belum menerima BLT DD, agar segera dimasukkan dalam data KPM penerima BLT DD sesuai dengan mekanisme yang berlaku.,’’ ujarnya.
Selain itu dalam kesempatan ini, Fadia juga berpesan kepada seluruh kepala desa yang belum mengusulkan jalan poros desa untuk segera mengusulkan sebelum tanggal 27 Juli 2021 dengan disertai video yang konkret.
‘’Saya minta bukan hanya mengusulkan saja, tetapi harus disertakan videonya. Karena dengan videonya ini saya yang akan selektif memilih mana yang lebih penting dan harus didahulukan,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., juga mengatakan bahwa selama masa pemberlakukan PPKM Darurat ini, Pemkab Pekalongan bersama beberapa unsur Forkopimda telah melakukan langkah-langkah untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Langkah pertama adalah melakukan penyekatan-penyekatan jalan, yang kedua adalah melakukan pemadaman di seluruh jalan protokol yang otomatis mengganggu aktivitas masyarakat, ini bukan sebuah kebijakan yang bisa diterima berbagai pihak. Namun karena ini merupakan instruksi pemerintah pusat, jadi apapun kami pemerintah daerah tunduk dan patuh kepada pemerintah pusat,’’ ungkap Riswadi.
Riswadi juga mengatakan dalam kesempatan tersebut, bagi seluruh kepala desa untuk benar-benar memperhatikan masyarakatnya di masa pandemi Covid-19 ini baik dari segi kesehatan maupun dari segi ekonomi. ‘’ini sesuai instruksi Bapak Presiden bahwa penyaluran dana desa harap segera disalurkan untuk pencegahan Covid-19 yang diperpanjang sampai tanggal 25 Juli 2021 ini,’’ jelas Riswadi.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Kajari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas juga mengatakan bahwa dengan perpanjangan masa PPKM Darurat ini, pihaknya akan mendukung penuh Kabupaten Pekalongan untuk bisa melanjutkan pelaksanaan PPKM Darurat tersebut di Kabupaten Pekalongan. ‘’Kejaksaan Negeri benar-benar siap bersinergi bersama Pemkab Pekalongan untuk melanjutkan instruksi PPKM Darurat dari pemerintah pusat,’’ ungkap Abun (Lus-Kominfo)
Jumat, 23 Juli 2021
Tampak hadir dalam acara tersebut Plt Kepala DKPP Drs Ali Riza.,M.Si, Kepala DPU Taru, Kepala Dinas Perkim LH, Kepala Dinkominfo,Plt Dinas MPD P3A PPKB, kabag Perekonomian setda, camat beserta unsur forkopimca Kecamatan Petungkriyono, Kepala Desa Telogopakis, Ketua kelompok Tani Rowo, Ketua kelompok tani Kambangan dan penyuluh pertanian kecamatan Petungkriyono.
Adapun bantuan yang diberikan masing masing kelompok berupa 1 unit perajang tembakau, 2 buah hand sealler, 1 buah asahan pisau dan 100 rigen/widek. Diharapkan bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik secara maksimal dan optimal agar memberikan manfaat bagi petani.
Dengan adanya bantuan tersebut Bupati Fadia juga berharap para petani bisa berkemgbang dan tidak takut hasil produksinya tidak terjual.
“Tadi saya sedikit ngobrol dengan para kelompok tani, ini PR untuk dinas terkait, termasuk bagian perekonomian untuk membantu bagaimana memasarkan hasil komoditas dari petani. Jangan sampai seperti tahun lalu, para petani tembakau takut untuk mengembangkan usahanya karena pada saat situasi covid tahun 2020 kemarin, ada gudang yang tutup sehingga mereka akhirnya mereka tidak bisa menjual dan pasaran anjlok,” ungkap Fadia dalam sambutannya pada acara penyerahan bantuan.
‘Dan kita juga berusaha menciptakan iklim dan kebijakan untuk memberikan ruang kesempatan kepada petani untuk emngembangkan komoditasnya yang cocok dan tentunya bernilai ekonomi tinggi, “ lanjutnya
Selain itu, Fadia juga meminta produk petani bisa dilihat sampai ke daerah lain dan bahkan luar negeri melalui website pertanian.
Dalam kesempatan itu disampaikan pula bahwa pemkab akan melakukan pekerjaan perbaikan jalan di kecamatan Petungkriyono pada angggaran tahun 2022 mendatang. (Ar-Kominfo)
Kamis, 22 Juli 2021
Acara panen raya udang vaname tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Sirhan dan para anggota serta pengurus Gapoktan Depok Vaname.
Dikatakan Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., saat hadir dalam acara Panen Raya Udang Vaname di Desa Depok, bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan pihaknya sangat mengapresiasi kelompok tani Depok Vaname yang telah cukup berhasil dalam melakukan budidaya udang vaname dengan hasil panen yang sangat memadai.
Riswadi mengatakan, bahwa budidaya udang vaname ini menjadi salah satu terobosan untuk tetap bangkit walaupun saat ini situasi masih serba sulit karena pandemi Covid-19. Sehingga diharapkan, lanjut Riswadi, masyarakat di daerah lain bisa mencontoh supaya tetap bisa bertahan di tengah pandemi. "Hari ini kami melakukan peninjauan salah satu kelompok tani nelayan yang melakukan panen udang panamnya di Desa Depok, Kecamatan Siwalan yang mana ini adalah salah satu kelompok tani yang berhasil," ungkap Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Riswadi melanjutkan, dengan semangat kelompok tani Depok Vaname ini, tidak menutup kemungkinan bahwa Pemkab Pekalongan akan memberikan bantuan supaya masyarakat Desa Depok dan sekitarnya itu mampu memanfaatkan rawa-rawa sebagai sarana budidaya udang vaname. Sehingga diharapkan bisa menaikan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Pekalongan. "Dalam waktu dekat pun kami akan membangun infrastruktur untuk mengurangi beban kos pembiayaan," ucapnya
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Sirhan mengatakan bahwa dalam hal budidaya udang vaname di Desa Depok ini sebelumnya pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan pembekalan mulai dari pelatihan, bimbingan teknis, penyuluhan dan pendampingan sejak tahun 2017 hingga tahun 2018.
Namun, menurut Sirhan kegiatan pendampingan tersebut dihentikan pada saat pandemi Covid-19 ini muncul karena anggaran banyak yang direfokusing untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
Untuk itu, menurut Sirhan pihaknya akan berusaha menganggarkan kembali untuk tetap memberikan kembali pembekalan dan pendampingan di tahun 2021 ini sebagaimana instruksi Wakil Bupati Pekalongan Riswadi. "Sebenarnya untuk bimbingan teknis ini kami tidak kurang dalam membimbing masyarakat, yang dimulai dari teman-teman penyuluh kemudian kami datangkan tenaga ahli dari baali besar maupun perguruan tinggi yang berkaitan dengan budidaya udang yang baik di Kabupaten Pekalongan," jelas Sirhan.
Selain itu, dalam panen raya udang vaname tersebut, Ketua Gapoktan Depok Vaname Leman mengungkapkan bahwa untuk bisa berhasil melakukan budidaya udang vaname, Gapoktan Depok Vaname telah melakukan berbagai tahapan budidaya mulai dari persiapan sampai tahap akhir yaitu pemanenan yang diungkapkan olehnya itu tidaklah mudah.
Apalagi, menurut Leman berbagai keterbatasan yang ada seperti kekurangan pembiayaan menjadi salah satu faktor penghambat kesuksesan budidaya udang vaname, mengingat modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Untuk itu, Leman berharap Pemkab Pekalongan bisa benar-benar membantu Gapoktan Depok Vaname untuk bisa tetap melakukan budidaya udang vaname di Desa Depok Kecamatan Siwalan. "Hambatan yang dihadapi adalah persoalan anggaran mengingat pembiayaan yang tidak sedikit," ujar Leman. (Lus-Kominfo)
Kamis, 22 Juli 2021
“Pemkab memberikan bantuan hibah kepada PMI berupa alat plasma. Kita sedang cek alatnya, seberapa siap, apa yang kurang dan apa kendalanya,” ujar Bupati Fadia disela-sela tinjauannya di UTD PMI Karanganyar, Rabu (21/07) siang.
Dari hasil tinjauannya, Fadia menilai semua sistematis dan prosesnya bagus, demikian juga dengan ketersediaan stok darah walaupun ada beberapa masih kekurangan dan ia berharap kegiatan donor darah bisa lebih intens.
Bupati Fadia juga menegaskan pihaknya akan terus memback up PMI, teutama dalam penyembuhan pasien covid 19 dengan metode plasma konvalesen.
“Kita akan bantu agar proses penyediaan alat cepat, saya ingin agar di kabupaten Pekalongan ini covid ini bisa kita tangani dengan cepat. PMI kita back up, alatnya kita persiapkan supaya masalah covid di kabupaten Pekalongan, masyarakat bisa terbantukan dengan alat ini, “ tegas Fadia
Sementara itu Kepala UTD PMI Karanganyar, dr. Suryadi menyebut kebutuhan konvalesen saat ini meningkat. Sementara untuk kriteria penyintas untuk diambil darahnya, dr suryadi menjelaskan kriterianya adalah usia 18-59 tahun , filter antibodinya memenuhi syarat, selama 6 (enam) bulan terakhir tidak melakukan transfusi, dan bagi perempuan belum pernah hamil atau melahirkan.
Disampaikan pula sampai hari ini di Kabupaten Pekalongan sudah ada 63 penyintas yang discreening dan yang berhasil diambil ada 13 penyintas.
Dr. Suryadi mengatakan PMI sebagai pengguna alat menunggu proses serah terimanya. Dan jika alat sudah lengkap, proses pengambilan plasma bisa dilakukan di kabupaten Pekalongan khususnya di wilayah Pantura.
” Harapannya proses penyerahan itu bisa dipercepat, dan kita juga tetap mensosialisasikan para penyintas untuk bersedia mendonorkan plasmanya di UTD kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.(Ar-Kominfo)
Rabu, 21 Juli 2021
‘’ Tapi kalau didikan agama sudah baik dan sejak kecil kita sudah dibentengi oleh ilmu agama yang baik maka akan jadi apapun kita nantinya itu akan menjadi yang terbaik,’’ jelasny Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E MM saat peletakan batu pertama Pondok Pesantren Al-Hikmah Rembun di pada pagi ini, Rabu (21/7/2021),
Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena banyak Ponpes yang akan berdiri di Kabupaten Pekalongan pasca Ia menjabat sebagai Bupati Pekalongan yang diharapkan kelak dapat menjadikan anak-anak di Kabupaten Pekalongan bisa lebih cerdas, pintar dan berakhlak.
Fadia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mendukung penuh pembangunan Pondok Pesantren Al-Hikmah supaya bisa segera terealisasi.
‘’Saya atas nama pemerintah Kabupaten Pekalongan menyambut baik dan sangat senang sekali dengan diperluasnya pembangunan yayasan pondok pesantren Al-Hikmah Rembun di Kecamatan Siwalan ini,’’ ungkap Bupati
Dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada masyarakat yang hadir dalam acara peletakan batu pertama Ponpes Al-Hikmah Rembun untuk bisa selalu mematuhi protokol kesehatan, mengingat kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang belum juga reda. ‘’Saya benar-benar menekankan untuk protokol kesehatan selalu dilaksanakan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ pesannya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama perwakilan dari panitia pembangunan Ponpes Al-Hikmah Rembun KH.Faizin Munawir menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pemkab Pekalongan yang bersedia hadir ke acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Al-Hikmah dan juga ungkapan syukurnya atas ketersediaan pemkab untuk ikut membantu pembangunan ponpes kedepannya.
‘’ Saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati Pekalongan yang telah mewakili pemkab Pekalongan untuk hadir ke acara ini, dan terimakasih untuk ketersediaan pemerintah yang berencana akan membantu pembangunan Ponpes Al-Hikmah ini,’’ ungkapnya.
Faizin juga menuturkan bahwa dengan dibangunnya pondok pesantren yang pertama di Kecamatan Siwalan ini, diharapkan nantinya akan menjadikan berkah bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Siwalan serta dapat menyebarkan ajaran Nahdlatul Ulama lebih luas lagi.
‘’ Ponpes Al-Hikmah Rembun ini benar-benar kami harapkan bisa menjadi berkah untuk seluruh masyarakat,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 21 Juli 2021
Acara penyerahan hewan qurban dilakukan di masjid Agung Al Muhtaram Kajen kepada Taknir masjid Agung Al Muhtaram ,selasa (20/07). Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan menyerahkan masing masing 1 (satu) ekor sapi, sementara Pj.Sekda menyerahkan 5 (lima) ekor kambing qurban.
Bupati Fadia Arafiq dalam acara penyerahan dan pemotongan hewan qurban di masjid Agung Al Muhtaram menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan agar tetap menjaga protokol kesehatan mengingat kabupaten Pekalongan sampai kemarin tercatat masih berada di zona merah. “Saya berharap berqurban ini salah satunya mungkin qurbannya masyakarat kita taat kepada atuan pemerintah. Karena dengan menaati pemerintah Insyaalloh qurban kita untuk kesehatan kita akan dibalas oleh Alloh SWT dengan kesehatan dan panjang umur,” ujar Fadia dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia menghimbau kepada masyarakat untuk merayakan Idul Adha dengan cara yang lebih sederhana namun tidak menghilangkan khidmatnya. Yaitu pada saat pandemi ini hendaknya masyarakat tidak boleh berkumpul.
Lebih lanjut, Fadia mengatakan qurban pada saat pandemi covid ini sangat ditunggu tunggu oleh seluruh masyarakat apalagi yang sangat membutuhkan. Pasalnya pada saat pandemi covid seperti saat ini, ekonomi menurun dan seluruh rakyat menunggu orang yang mampu untuk memberikan sedikit hartanya yang bisa dirasakan oleh masyarakat.
Fadia juga menghimbau pihak masijid yang membagikan hewan qurban untuk memberikan kupon dengan menetapkan jam pengambilan sehingga tidak terjadi kerumunan di masjid, atau jauh lebih baik bila diantarkan ke rumah warga. “Saya pada kesempatan pagi ini menitipkan 3 (tiga) ekor sapi atas nama Bupati, wakil bupati, dan ketua DPRD yang penyelenggaraannya akan dilakukan oleh masing masing yang bersangkutan. Disamping itu juga ada 5 (lima) ekor kambing qurban atas nama Pj Sekda. Saya minta tolong dibagikan kepada seluruh masyarakat Kajen dan sekitarnya . Dan juga nanti pada saat pembagiannya saya menghimbau untuk tidak berkerumun. Kupon yang sudah dibagikan ditetapkan jamnya agar tidak terjadi kerumunan,” pinta Fadia.(Ar-Kominfo)
Selasa, 20 Juli 2021
Dalam kegiatan vaksinasi tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., juga melakukan pemantauan langsung dengan didampingi oleh beberapa unsur Forkopimda.
Dalam pantauannya, Fadia Mengatakan bahwa kegiatan launching vaksinasi Covid-19 bagi pelajar dan santri di Kabupaten Pekalongan, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga para pelajar dan santri supaya tetap sehat dan terhindar dari paparan virus Covid-19, sehingga pembelajaran secara tatap muka dapat segera dilaksanakan, mengingat para pelajar yang sudah tidak masuk ke sekolah lebih dari satu tahun.
‘’ Ini adalah launching pertama kita, melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar dan santri,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat melakukan pantauan acara Launching Vaksinasi Covid-19 untuk Remaja Melalui Anak Sekolah dan Santri, di SMA N 1 Bojong.
Adapun untuk target vaksinasi bagi remaja sendiri, dituturkan Fadia adalah sejumlah 93.000 pelajar dan santri dengan mekanisme jemput bole ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Dan semua akan kita lakukan kegiatan vaksin jemput bola sampai ke santri-santri juga kita akan datangi,’’ tuturnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Fadia juga menghimbau kepada seluruh pelajar dan santri yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk bisa mensukseskan kegiatan vaksinnasi Covid-19, dengan bersedia untuk divaksin, sehingga penekanan penybaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan bisa tercapai.
‘’ Harapannya supaya anak-anak kita sehat semua dan terhindar dari paparan virus Covid-19, dan saya berharap bisa kembali sekolah seperti semula,’’ pungkasnya.
Senin, 19 Juli 2021