KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengungkapkan rasa bangga dan mendukung atas dimulainya pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Walisongo Desa Bugangan. Karena menurutnya ini adalah wujud peduli masyarakat dan para tokoh kyai membuat kabupaten Pekalongan yang selama ini dikenal sebagai kota santri menjadi sejuta santri. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru Madrasah Ibtidaiyah Walisongo Bugangan Yayasan At Thohiriyah Bugangan Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (17/07) siang. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kedungwuni,para Kades se-kecamatan Kedungwuni, kabag kesra Subagyo, para kiai serta para tokoh masyarakat Desa Bugangan Kedungwuni.
” Pesantren ini adalah pelebaran dari yang sudah ada. Yang tadinya tempatnya kecil ini mau dibesarkan. Saya pikir desa Bugangan ini akan menjadi luar biasa, ada pesantren yang besar dan masyarakatnya untuk sekolah tidak perlu jauh jauh, disini sudah ada. Ini adalah hal yang luar biasa. Saya sebagai Bupati akan sangat mendukung untuk membesarkan pesantren ini, “ tutur Fadia
Dalam kesempatan tersebut Fadia juga menyampaikan bahwa saat ini covid sedang melonjak. Untuk itu pihaknya melakukan jemput bola untuk para santri bisa divaksin. “ Santri divaksin, sekolah sekolah divaksin supaya covid di kabupaten Pekalongan ini hilang,” ucapnya
Kepada para kepala desa dan para tokoh masyarakat yang hadir pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Walisongao Bugangan tersebut, Bupati Fadia minta untuk menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berkerumun. “ Usaha tetap bisa dibuka. Saya sangat mendukung ekonomi tapi yang penting jangan berkerumun. Protokol kesehatan tetap dijaga. Kita semua harus mengikuti aturan dari pemerintah pusat. Tapi saya masih tetap toleransi agar ekonomi tetap berjalan,” tegasnya
Mengakhiri sambutannya, Fadia juga meminta kerjasama dari tokoh masyarakat dan para kyai, untuk bersama bahu membahu supaya covid cepat hilang.
“ Semoga pesantren ini menjadi hebat, besar, menjadi bermanfaat untuk seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan khususnya bagi masyarakat desa Bugangan, “pungkas Fadia
Sementara itu Lurah Desa Bugangan, Mustiaji , dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada Pemkab atas dukungan terhadap pembangunan madrasah itersebut dan ia berharap pembangunan gedung cepat telaksana dan cepat selesai. (Ar-Kominfo)
Sabtu, 17 Juli 2021
KAJEN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pekalongan dengan Bupati Pekalongan menggelar acara doa bersama lintas agama yang bertajuk ‘ Kabupaten Pekalongan Berdoa untuk kesehatan dan keselamatan Bersama’ pada Jum’at (16/07) siang. Acara ini digelar di Ruang Rapat Bupati dan diikuti seluruh jajaran pemkab, ASN Pemkab dan ASN Kemenag secara live streaming YouTube. Bupati didampingi Wakil Bupati H Riswadi SH, Pj. Sekda Budi Santoso.,M.Si, Kepala Dinkominfo Anis Rosidi S Sos M.SI dan Kepala Kankesbangpol Haryanto Nugroho., S.STP
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM bersama jajaran Forkopimda meninjau kegiatan vaksinasi di lingkungan Pondok Pesantren Al Mansyuriyah Desa Gejlik Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/07). Vaksinasi yang digagas oleh Kapolres Pekalongan ini mengusung tema ‘Gerai Vaksin Presisi, Bhakti Kesehatan Bhayangkara Untuk Negeri’ dilakukan dengan cara jemput bola. Adapun sasaran vaksin adalah seluruh santri dan pengasuh Pondok Pesantren Al Mansyuriyah Gejlik Kajen.
KAJEN – Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2021 di Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang yang diselenggarakan oleh Kodim 0710 Pekalongan resmi telah ditutup pada hari ini, Rabu (14/7/2021). Acara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., unsur dari Kodim 0710 Pekalongan dan beberapa unsur Forkopimda.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengajak para alim ulama dan tokoh masyarakat untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya menghilangkan kasus covid 19 di Kabupaten Pekalongan. Hal ini disampaikan Bupati Fadia dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Takhfidzul Qur’an Nurul Aziz Al-Hasaniyyah Dukuh Serang Kidul Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen , Minggu (11/07) pagi. Tampak hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Takhfidzul Qur’an Nurul Aziz Al-Hasaniyyah, antara lain Habib Abbas bin Abubakar, H abdul Aziz, Pimpinan ponpes Nurul Aziz, KH Muhtarom serta para alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.
Kedungwuni - Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH menghadiri Apel dan Operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kawasan Bebekan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Kamis (08/07/2021) malam.
Dalam Operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat yang dilakukan oleh tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutannya mengatakan doa bersama ini merupakan cara batiniyah memohon kepada Alloh SWT Tuhan Yang Maha Kuasa agar pandemi covid 19 segera berlalu dari Kabupaten Pekalongan.
Fadia juga mengungkapkan kesedihannya manakala setiap hari mendengar kelangkaan oksigen. Dan ia mengatakan berbagai macam cara telah dilakukan untuk mengatasinya. “ Setiap hari kita lakukan cara cara untuk membuat pasien sembuh sampai kita mengadakan rapat khusus untuk bagaimana caranya kita mensubsidi vaksin samapai ke tingkat pelajar dan pesantren. Itu cara lahir yang kami lakukan secara maksimal,” paparnya.
“Dan ini juga salah satu cara terbaik yaitu dengan cara mengetuk pintu langit, cara batin yang kita lakukan. Karena pada Alloh, Tuhan Yang Maha Kuasa lah kita meminta semuanya agar kembali normal, agar kabupaten Pekalongan menjadi sehat dan terhindar dari covid,” ucap Fadia.
Dikatakan pula doa bersama ini adalah cara maksimal dalam menghadapi pandemi covid 19 selain cara lahiriyah yang sudah dilakukan selama ini. Fadia menjelaskan cara lahiriyah yaitu dengan mengadakan vaksin sampai setiap Puskesmas disubsidi, bahkan kalaupun ada vaksin yang kurang segera minta ke provinsi untuk dikirrim cepat.
Lebih lanjut, Bupati memastikan seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan yang terkena covid di maksimalkan kesembuhannya. Salah satu langkahnya adalah pihaknya sudah mempersiapkan lagi RSUD di Kesesi yang ditambah lagi jumlah tempat tidurnya mengingat rumah sakit yang ada telah full kapasitasnya.
Namun semua itu, menurut Fadia, dirinya perlu dukungan dari seluruh masyarakat, Forkopimda, seluruh camat, kepala desa dan tokoh masyarakat serta dari Kemenag, untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan bahaya covid ini yang sangat luar biasa.
“Oleh sebab itu mari kita bersama sama dengan cara kita, kita berdoa dengan cara kita masing masing walaupun lewat live streaming ini, semoga Alloh membukakan pintu langit Tuhan Yang Maha Kuasa berpihak kepada kita semua masyarakat kabupaten Pekalongan agar covid ini cepat berlalu” ajak Fadia.
Sementara itu Kepala Kemenag kabupaten Pekalongan H Kasiman Mahmud Desky dalam sambutannya memaparkan do’a bersama lintas agama ini adalah sebuah ikhtiar batin, sebuah ikhtiar mengetuk pintu langit selain ikhtiar yang sudah dilakukan bersama mulai dari seluruh pimpinan, TNI Polri sampai ke masyarakat.
“Kami apresiasi kepada Ibu Bupati dan seluruh jajarannya, maka pada hari ini kita bersama sama memohon petunjuk, doa kepada Alloh SWT Tuhan Yang Maha Kuasa. Mudah mudahan corona ini dijauhkan dari bumi Pek dan bumi Indonesia, “ucap Kasiman
Kasiman juga berharap masyarakat kabupaten Pekalongan diberi kemudahan, kesehatan serta dijauhkan dari virus corona
Penasehat FKUB Kabupaten Pekalongan Drs H Ahmad Khozin dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan doa bersama lintas agama ini adalah melakukan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa semoga pandemi covid segera hilang dari bumi Pekalongan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. (Ar-Kominfo)
Jumat, 16 Juli 2021
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa untuk mengimplementasikan program sekolah gratis di Kabupaten Pekalongan sampai tingkat SMA itu tidaklah mudah, melihat berbagai permasalahan yang ada. Untuk itu, Fadia berharap, semua SDM yang ada di dinas pendidikan untuk segera melakukan berbagai terobosan inovasi supaya program tersebut dapat tercapai sehingga mutu pendidikan di Kabupaten Pekalongan dapat meningkat. ‘’Dinas pendidikan ini adalah dinas yang sangat terkait dengan visi misi saya dan pak wakil bupati sehingga penting bagi saya untuk melakukan pengecekan dan pembinaan supaya saya tahu sendiri kekurangan dan kelebihan serta permasalahan apa yang sedang dihadapi oleh dindik agar bisa kita bantu,’’ ungkap Fadia.
Dengan jumlah Sumber Daya Manusia yang cukup besar di Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, yaitu capai 4220 orang PNS dan 252 orang CPNS. Fadia berharap kekuatan tersebut dapat dijadikan Dindikbud Kabupaten Pekalongan untuk dapat mensinergikan program dan inovasi, sehingga pada tahun 2024 mendatang dapat menjadi dinas yang memilki pencapaian yang cukup membanggakan. ‘’Saya mau melihat kinerja yang baik, karena saya akan memantau langsung Jadi yang saya harapkan adalah kinerja yang bagus, bertanggung jawab dan taat aturan,’’ ujarnya.
Selain itu, Fadia juga menuturkan, bahwa sebagai bupati, Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi para ASN, supaya terhindar dari intervensi dari pihak mana pun sehingga para ASN dapat bekerja dengan semaksimal mungkin untuk mewujudkan program pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Pekalongan. ‘’Persiapan untuk mencapai tujuan sekolah gratis sampai SMA kami masih dalam tahap berhitung terus juga kami mengecek jumlah sekolah negeri yang ada, kira-kira apa saja yang dibutuhkan sehingga pada 2022 langsung bisa terimplementasi,’’ tandasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, PJ.Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso juga mengatakan dalam sambutannya, bahwa untuk bisa mencapai program sekolah gratis sampai tingkat SMA di Kabupaten Pekalongan, terlebih dahulu harus diselesaikan berbagai permasalahan yang ada di lingkungan dinas pendidikan, supaya dalam menyusun program dan inovasi pada RPJMD dapat tersusun dengan baik dan implementatif. ’ Prinsip rekan-rekan semua, kita harus kerja apa adanya yang penting baik sesuai aturan, dan juga harus ada inovasi supaya menjadi dinas yang lebih baik lagi menuju dinas pendidikan yang bisa menyelenggarakan pendidikan gratis dari SD sampai tingkat SMA untuk sekolah negeri di Kabupaten Pekalongan,’’ jelas Budi. (Lus-Kominfo)
Jumat, 16 Juli 2021
Dengan cara jemput bola ini diharapkan para siswa yang berasal dari luar daerah, seperti dari NTT dan Papua, bisa mendapatkan vaksin secara gratis. “Kita mengadakan vaksin ke podok-pondok pesantren jemput bola . Saya salut juga untuk kepedulian Kapolres. Siswa-siswa yang dari NTT, Papua, semua kita utamakan untuk segera divaksin karena mereka merantau, mungkin tidak tahu ada perkumpulan dimana, untuk vaksin gratis. Mereka kan takut jadi kita yang menjemput bola ke pesantrennya,” ungkap Bupati Fadia usai meninjau kegiatan vaksinasi di Ponpes Al Mansyuriyah.
Fadia juga mengatakan mulai hari senin pihaknya juga mengadakan vaksinasi ke sekolah-sekolah SMA. “ Kita jemput bola semua, supaya masyarakat kabupaten Pekalongan ini Insyaalloh bisa tervaksin semua walaupun jumlah vaksin agak menipis, mudah mudahan dari pemerintah pusat segera mendrop lagi,” harapnya.
Fadia juga menegaskan semua pihak, baik Pemkab, Kapolres, Kajari, Dandim juga DPRD , telah kerjakeras bersama bahu membahu , supaya vaksinasi ini menyasar ke semua masyarakat Kabupaten Pekalongan.(Ar-Kominfo)
Kamis, 15 Juli 2021
Kegiatan vaksinasi Covid-19 ini juga dipantau secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Kepala Kejari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, S.H.,M.Si., dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwiantoro.
Dalam pantauannya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Kejari Kabupaten Pekalongan yang telah mau menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat di hari Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dan Hari Ulangtahun XXI Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Tahun 202 ini. Menurut Fadia, apabila sinergi semacam ini terus dilakukan, maka besar kemungkinan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan akan terus menurun. Untuk itu, Ia berharap masyarakat juga harus siap dan turut aktif untuk mensukseskan kegiatan vaksinasi Covid-19. ‘’Ini merupakan wujud kepedulian kejaksaan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Hal ini ditunjukan dalam ulangtahunnya pun membuat kegiatan vaksin masal bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ ungkap Fadia.
Sementara itu , dalam kegiatan vaksinasi tersebut Kepala Kejari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas juga mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik antusias masyarakat yang mau melakukan vaksinasi. Dimana menurut Abun, semula pihaknya hanya menyiapkan 1000 vaksin tetapi setelah didata dari lima kecamatan yang awalnya masing-masing mendapat 200, namun ternyata masih kurang sehingga pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Kodim 0710 Pekalongan. ‘’ Dengan hal tersebut akhirnya kami lakukan koordinasi dengan pak dandim sehingga kita mendapatkan 2000 vaksin. Dan disini kita tampung sejumlah orang yang datang. Nanti sisanya besok langsung disebarkan ke puskesmas-puskesmas di masing-masing wilayah yang ada di Kabupaten Pekalongan,’’ ujar Abun.
Abun juga menuturkan bahwa jumlah total masyarakat yang sudah divaksin sendiri pada hari ini sejumlah 1070 yang berasal dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. ‘’Mudah-mudahan dengan vaksinasi ini, masyarakat bisa tidak terdampak virus Covid-19,’’ tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwiantoro juga mengatakan bahwa untuk vaksinasi di Kabupaten Pekalongan sampai sekarang sudah mencapai 8,9 %, sehingga masih di bawah 10 %. Menurutnya, hal tersebut dikarena adanya peningkatan jumlah sasaran sehingga total akumulasi yang semula sudah sudah 45% kini turun menjadi turun 8,9%. ‘’ Sasaran kita sekarang ada tambahan remaja anak sekolah sebanyak 93.000 ini yang harus kita vaksin. Ini mulai hari Senin depan tanggal 19 Juli 2021,’’ ujar Setiyawan.
Adapun secara akumulatif sendiri, lanjut Setiyawan, dosis pertama vaksin sudah mencapai 66.719, dan untuk dosis kedua mencapai 33.927. Tingkat vaksinasi yang masih rendah tersebut, menurut Setiyawan disebabkan oleh jumlah vaksinnya sendiri yang masih terbatas, sehingga belum sepenuhnya dapat terpenuhi. "Namun kami berupaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin itu dengan meminta langsung kepada provinsi jawa tengah,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 15 Juli 2021
Acara TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2021 yang diselenggarakan oleh Kodim 0710 Pekalongan ini telah menghasilkan dua pembangunan penting bagi masyarakat Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang, yaitu pembangunan fisik dan non fisik.
Untuk pembangunan fisik sendiri, telah dibangun perbaikan infrastruktur jalan yang rusak di Desa Kutorembet, yang diharapkan dapat membantu kelancaraan aktivitas masyarakat. Serta pembangunan non fisik berupa peningkatan mutu masyarakat berupa kegiatan penyuluhan yang difokuskan untuk menangkal paparan virus Covid-19.
Dalam acara penutupan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengucapkan terimakasih kepada unsur TNI Kodim 0710 Pekalongan yang telah melaksanakan kegiatan TMMD di Desa Kutorembet, yang menurutnya itu adalah suatu bentuk sinergitas TNI untuk membantu pembangunan infrastruktur dan non infrastruktur di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Saya sebagai bupati Pekalongan sangat mengapresiasi sekali dengan kegiatan ini, terimakasih keluarga besar TNI. Karena ini bukan merupakan hal yang biasa kalau menurut saya. Karena saya biasa hidup di kota, saya melihat kebersamaan, saya melihat rasa perduli yang sangat tinggi di sini. Jadi menurut saya ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa,’’ ungkap Bupati Fadia Arafiq.
Fadia menuturkan, bahwa tema TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2021, yang bertemakan ‘Sinergi Membangun Negeri’ ini benar-benar dapat terimplementasi dengan baik di Kabupaten Pekalongan, utamanya yaitu di Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang.
‘’ Membuat jalan ini, kalau kita dari Pemda itu sudah merupakan kewajiban. Tapi kalau dari TNI itu ikut membantu itu merupakan hal yang luar biasa. Jadi saya sangat beterimakasih sekali dan saya berharap kita semua tetap menjaga jalan ini, karena jalan ini Insyaallah dapat bermanfaat bagi Desa Kutorembet,’’ tutur Fadia Arafiq.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, mewakili Dandim 0710 Pekalongan yang berhalangan hadir, Kepala Kasdim 0710/Pekalongan Mayor Inf Raji menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2021 ini memiliki tujuan untuk mensinergikan program antara masing-masing instansi untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan di daerah-daerah sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
‘’Kriteria yang ditetapkan sebagai daerah untuk dilaksanakan TMMD Sengkuyung yaitu daerah-daerah pedesaan yang tergolong tertinggal atau miskin, terisolasi, dan yang terdampak akibat bencana alam,’’ucap Kasdim 0710 Pekalongan Suraji.
Suraji juga menuturkan bahwa pihaknya sangat bersyukur kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2021 di Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang dapat terlaksana ditengah polemik nasional yang masih terjadi yaitu pandemi Covid-19.
Menurut Suraji, kegiatan TMMD di Desa Kutorembet telah berhasil melaksanakan dua pembangunan sekaligus pada sektor perbaikan infrastruktur jalan dan peningkatan mutu masyarakat berupa kegiatan penyuluhan. ‘’ Pembangunan non fisik ini dibutuhkan dalam rangka membangun kesadaran masyarakat utamanya dalam menangkal terpaparnya virus Covid-19 sebagai ancaman stabilitas bangsa, dan negara terutama tentang masalahan stabilitas kesehatan nasional,’’ jelasnya.
Pihaknya juga berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan seluruh masyarakat Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang yang telah mau bekerjasama dengan TNI untuk mensukseskan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2021 ini.
‘’ Pada kesempatan yang baik ini saya menyampakan kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2021 di Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan baik secara moril maupun secara materil,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 14 Juli 2021
Kepada Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, Riswadi menyampaikan beberapa hal. Yang pertama tentang oksigen. “ Penambahan ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Kraton untuk bisa dipenuhi dan Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak terutama dengan Satgas covid provinsi, katanya akan dikirim dalam waktu dekat. Namun demikian, mohon jadi perhatian karena apapun covid ini bisa sembuh, pertolongan pertama adalah oksigen. Kami khawatir apabila ini terlambat akan terjadi pemaparan yang luar biasa,” ungkap Riswadi dalam rapat tersebut.
Yang kedua, terkait vaksin. Disampaikan Riswadi bahwa yang sudah divaksin secara menyeluruh data de facto penduduk kabupaten Pekalongan adalah hampir 700-an ribu yang ada di kabupaten Pekalongan , vaksin baru yang pertama adalah sekitar 57 ribu. Pihaknya mengajukan permohonan 50 ribu namun dikirim sekitar 2500 dan rencana dalam waktu dekat ini akan dikirim kembali 5 ribu. Ditambahkan pula masyarakat sudah menunggu dan animo masyarakat terhadap vaksin ini bagus. Oleh karena itu dalam forum tersebut Riswadi meminta kabupaten Pekalongan untuk diperhatikan dropping vaksinnya.
Selanjutnya terkait giat PPKM darurat, Riswadi menjelaskan pihaknya bersama Forkopimda terutama Polres, Dandim dan Kejaksaan hampir setiap malam melakukan operasi kepatuhan PPKM darurat dan ini diteruskan di setiap kecamatan. PPKM darurat yang dilakukan yaitu dengan melakukan penyekatan-penyekatan di jalan protokoler dan hasilnya ditindaklanjuti dengan swab random, yang mana hasil swab itu rata-rata hampir disetiap titik adalah 10%. Oleh karena itu Pemkab Pekalongan membuka RSUD di Kesesi untuk isolasi mandiri. Dan yang reaktif langsung dikirim ke RSUD tersebut.
“ Yang keempat adalah obat-obatan terkait vaksin ini hampir di lapangan sudah tidak kami temukan dan sulit untuk memperolehnya. Oleh karena itu mohon dukungan dari Pak Gubernur dan Wagub terkait obat-obat yang terkait covid tersebut,” pinta Riswadi. (Ar-Kominfo)
Senin, 12 Juli 2021
Bupati Fadia yang hadir didampingi Kepala Bappeda Yulian Akbar S Sos .,M.Si dan Kabag Kesra Subagyo mengatakan dirinya sangat senang sekali bisa menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Nurul Aziz pagi itu. “Saya senang sekali bisa hadir di pagi ini di acara peletakan batu pertama pondok pesantren karena ini adalah yang kami tunggu tunggu sebagai pemerintah kabupaten Pekalongan, dimana pendidikan terus berjalan, pendidikan akhlak kepada anak-anak kabupaten Pekalongan juga tetap berjalan, “ ucap Fadia mengawali sambutannya.
Atas nama pemerintah, Fadia menyatakan mendukung dan akan membantu dalam pelaksanaan pembangunan pondok pesantren Nurul Azis. Tidak hanya itu, atas nama pribadi ia juga akan membantu membeli tanah untuk pesantren biar agak lebih besar.
Menyinggung perkembangan kasus covid yang masih tinggi, Bupati Fadia berpesan agar semuanya taat dan mematuhi protokol kesehatan. “ Covid ini di kabupaten Pekalongan istilahnya kalau kita swab masal masih merah. Tapi Hidup harus tetap berjalan dan semua harus tetap berjalan. Ekonomi harus tetap berjalan . Pemkab Pekalongan juga harus mengikuti PPKM darurat seperti instruksi dari pemerintah pusat. Kita semua harus patuhi, apalagi sekarang ada undang-undang barunya, undang undang pidananya,” ungkap Fadia
Fadia juga berharap semua pihak bisa menjaga kesehatan dan bersama sama berupaya agar kabupaten Pekalongan nol covid. “ Saya juga berharap kepada para tokoh masyarakat dalam kesempatan ini, kalau misalnya ada di desanya yang terkena covid harap segera dilaporkan, karena kita juga menyiapkan walaupun rumah sakit sudah penuh, kita sekarang sudah membuka lagi rumah sakit baru di Kesesi dan untuk yang isolasi kita siapkan juga supaya tidak menularkan ke yang lain,” pintanya.
“Sekali lagi saya mendukung dibangunnya pesantren ini, saya akan mensupport baik dari pribadi maupun sebagai bupati, “ pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Minggu, 11 Juli 2021
Apel di Pimpin oleh Kapolres Pekalongan AKBP Darno, S.H., S.I.K dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Hadir dalam Apel dan Operasi Gabungan Wakil Ketua DPRD Catur Andriansyah, S.Pd, Kajari Abun Hasbullah Syambas, SH., MH,. Pj. Sekda Budi Santoso, M, Si.
Usai melaksanakan Apel Petugas melakukan random Swab-Antigen pada warga yang melintasi kawasan Bebekan Kedungwuni dan melakukan Operasi pada wilayah kabupaten pekalongan serta melakukan random Swab-Antigen pada warga yang terjaring operasi PPKM.
Dari 132 warga yang terjaring Operasi PPKM dan dilakukan Swab-Antigen terdapat 11 orang yang dinyatakan Positif dan di bawa langsung ke RSUD Kesesi.
Kamis, 8 Juli 2021