KAJEN – Hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan masjid Baiturrohmah di Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran pada Rabu (7/7/2021), Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi himbau masyarakat untuk tetap bersemangat dalam membangun masjid serta tetap patuhi protokol kesehatan.
Riswadi menyampaikan, bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan undangan dari panitia pembangunan Masjid Baiturrohman, untuk memberikan semangat kepada masyarakat setempat dalam membangun masjid supaya dapat segera terealisasi.
‘’Pemerintah itu menjadi pelayan dari masyarakat maka undangan ini kami hadiri. Dengan maksud persatuan kesatruan dan semangat untuk membangun masjid ini yang saya yakini ini hasil dan segala sodakoh serta bantuan dari masyarakat yang saya yakini ini tidak akan selesai di satu sampai dua bulan,’’ ungkap Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Menurut Riswadi, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih saja berlangsung, menyebabkan hambatan pembangunan di Kabupaten Pekalongan di beberapa sektor, karena banyak anggaran yang harus direfokusing untuk penanggulangan Covid-19. Untuk itu, Ia berharap masyarakat Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran untuk bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pembangunan di tengah keterbatasan yang ada.
‘’Dengan membangun ini semoga bisa membangun lain seperti tpq, tk atau infrastruktur yang dirasa mampu silahkan. Karena pemerintah akan bersama-sama dengan masyarakat untuk membangun Kabupaten Pekalongan secara bersama-sama,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kunjungannya kali ini Riswadi juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan juga instruksi PPKM Darurat yang berlangsung dari tanggal 3-20 Juli 2021 guna menekan angka penyebaran kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Karena kalau ini disiplin maka Insyaallah corona akan cepat selesai. Jadi, saya mohon untuk disiplin. Dan yang terpapar untuk segera lakukan isolasi mandiri.
Kalau misal isolasi mandiri tidak disiplin, maka bawa ke rumah sakit atau puskesmas yang disediakan oleh pemerintah,’’ tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Riswadi juga berpesan kepada warga masyarakat Desa Winduaji, apabila merasakan gejala Covid-19 untuk segera melakukan isolasi mandiri dan periksa ke faskes setempat supaya dapat memperoleh penanganan sejak dini.
‘’Tolong ini harap dilaksankan dengan baik, karena per hari ini Kabupaten Pekalongan menempati rangking ketujuh dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk angka penularan virus Covid-19,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 7 Juli 2021
KAJEN - Dalam rangka implementasi PPKM Darurat 2021, di wilayah Kabupaten Pekalongan dilaksanakan penyekatan secara serentak dan random swab. Hal ini sampaikan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH saat berada di titik Nol Kajen bersama jajaran Polri/TNI yang bertugas dalam kegiatan penyekatan serentak dan random swab.
KAJEN - Staf Ahli Gubernur Jateng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Budi Santoso, M.Si, ditunjuk Gubernur Jawa Tengah menjadi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan dilakukan oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE, MM, di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/7).
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi, SH, Selasa (06/07) bersama jajaran Forkopinda Kab. Pekalongan, diantaranya Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan, S.IP, Kapolres Pekalongan, AKBP Darno, SH. S.IK, Kasat intel Kejari Adi Chandra, Asisten Pemerintahan dan KesraTotok Budi Mulyanto, serta perwakilan dari Dinkes dan BPBD Kab. Pekalongan, bertemu secara langsung dengan perwakilan PT. Sandana Istana Multigas yang berlokasi di Batang guna memastikan ketersediaan stock oksigen bagi Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kab. Pekalongan.
KAJEN – Menanggapi permasalahan tentang kelangkaan oksigen di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, Pemkab susun langkah strategis untuk penanganan. Dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.M.M., saat memimpin acara Rapat Pemantauan Situasi Terkini Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, pada siang ini, Selasa (6/7/2021) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bupati, bahwa pihaknya akan segera membentuk satgas oksigen yang akan bertugas untuk melakukan pemantauan dan memastikan seluruh persediaan oksigen di rumah sakit, maupun puskesmas tidak mengalami kekurangan.
“ Kita menyadari kabupaten Pekalongan petanya merah di 19 kecamatan. Setiap hari banyak yang terpapar bahkan meninggal dan urutannya naik dari nomor 17,11 bahkan 7 se-Jawa tengah . Maka ini mengkhawatirkan. Oleh karena itu Satgas covid yang dibentuk dan Instruksi Bupati maka harus melakukan langkah yang preventif yang mana ini harus dilakukan bersama-sama oleh satgas covid,” ucap Wabup di hadapan para anggota Polri/TNI , Rabu (7/7) malam
Selain penyekatan, Riswadi menyampaikan kegiatan malam itu akan dilakukan random swab di suatu titik dan apabila sampel reaktif akan langsung dibawa untuk isolasi di Rumah Sakit Kesesi .
“ Segala sesuatunya sudah dipersiapkan , oleh karena itu hari ini tanggal 7 jelang ke-8. Harapannya, tinggal 13 hari akan turun dan turun. Semua itu dilakukan hanya dengan disiplin dan penegakan yang tegas , “ tegasnya.
Riswadi mengatakan pihaknya selalu mendukung apa yang dilakukan aparat penegak hukum. Jikalau memungkinkan diambil tindakan tegas . Jika memungkinkan, diberikan sanksi . Karena menurutnya PPKM darurat itu adalah sudah tidak bisa ditawar dan sifatnya wajib. “ Oleh karena itu saya terimakasih, untuk pelaksanaannya segera lakukan secara teknis kami serahkan kepada beliau Kapolres di dalam melakukan tindakan ini, titik titik mana yang harus dilakukan penyekatan dan random swab . Dari Dinkes sudah siap untuk melakukan swab dimana tempatnya, jika reaktif, kita bawa ke RSUD di kec amatan Kesesi,” lanjutnya.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Darno SH.,SIK menjelaskan pihaknya akan melakukan peningkatan untuk kegiatan kaitannya PPKM darurat. “ Kalau kemarin sudah selalu kita himbau, untuk saat ini berarti kita harus beri sanksi ataupun tindakan. Saya terimakasih dari rekan-rekan TNI dan pemda yang telah mensuport, termasuk dari kejaksaan dan DPRD,” ungkap AKBP Darno
Kapolres mengatakan dari 15 Polsek, masing masing sudah berada di titik titik dimana keramaian terjadi di wilayahnya. Contohnya di Karanganyar dan Kedungwuni, kemudian di i Podo, Surabayan, Tugu duren, Bojong dan sebagainya, aparat sudah stanby dan akan melakukan penyekatan secara serentak.
“ Situasi yang kita hadapi saat ini adalah bukan baik-baik saja. Oleh karenanya ya tetep humanis dalam melaksanakan tugas, tetap kita sampaikan dan saya minta diberi sanksi dalam artian ditegur keras, tidak boleh adanya kursi atau tempat duduk, ya kita harus laksanakan. Kalau besoknya masih seperti itu, berarti nanti dari kejaksaan dan kepolisian serta pengadilan akan memberikan penegakan hukum terhadap yang punya tempat. Itu akan kita laksanakan besok. Hari ini kita lakukan teguran keras .” terang Kapolres
Selanjutnya , disampaikan pula adanya random sampling.Pihak kepolisian telah menyiapkan tenda , dan dari Dinkes akan melaksanakan rapid tes. “ Kalau ada yaang lewat nanti akan kita berhentikan dan kita cek seperti apa kesehatan mereka . Jangan sampai yang kesana kemari ini ternyata OTG, yang akhirnya akan menyebar dan terus menyebar,” ucap Kapolres
Berdasarkan data dari Dinas kesehatan , dari 203 sampling terdapat 18 orang positif covid dan langsung dibawa ke RS Kesesi untuk menjalani isolasi. (Ar-Kominfo)
Rabu, 7 Juli 2021
Target vaksinasi tersebut akan diselesaikan hingga 31 Desember 2021. Target meliputi Tahap I diberikan terhadap tenaga kesehatan sebanyak 2.814 orang, tahap II terhadap petugas pelayanan publik sebanyak 70.528 orang dan lansia (usia ≥ 60 tahun) sebanyak 65.213 orang. Tahap III, diberikan kepada masyarakat rentan dan umum sebanyak 507.634 orang. Selain itu, target vaksin gotong royong sebanyak 15.000.000.
Sementara itu, populasi vaksinasi hingga 3 Juli 2021, Tahap I, untuk SDM Kesehatan yakni sebanyak 3.283 orang, Tahap II lansia sebanyak 97.221 orang, petugas publik 46.161 orang, Tahap III yakni masyarakat rentan dan umum sebanyak 15.695 orang dan remaja 2 orang Sehingga, total populasi vaksin sebanyak 162.362 orang dan vaksin gotong-royong sebanyak 11 orang.
Demikian data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes melalui Kasi Surveilans dan Imunisasi, Casmudi S.Kep, MM, baru-baru ini. “Kami optimistis target vaksinasi tersebut tercapai, namun tetap tergantung pada ketersediaan vaksin,” ujarnya. Ditambahkan, sampai sekarang tidak ada kendala dalam pengiriman vaksin.
Jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Semester II Tahun 2020 sebanyak 966.418 orang.
Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dimulai pada tanggal 25 Januari 2021 di UPTD Puskesmas Kesesi. Vaksin pertama diterima Bupati dan Forkompinda, Ketua MUI, FKUB, KNPI, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Pencanangan vaksin menandai dimulainya Vaksinasi Tahap I bagi tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.Vaksin dosis ke-2 diberikan 14 hari kemudian.
Casmudi menjelaskan, sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/4/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Corona Virus Diease 2019 (Covid-19), sasaran pemberian vaksin sudah ditentukan antara lain dengan prioritas sebagai berikut:
Casmudi menegaskan, vaksin diberikan secara gratis, namun ketersediaan vaksin saat ini masih belum cukup untuk semua lapisan masyarakat, sehingga target vaksinasi belum bisa mencakup seluruh lapisan masyarakat, sehingga diberikakan dengan prioritas sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya “Masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi di tempat pelayanan vaksinasi yaitu pada sarana kesehatan, seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik. Walaupun secara masal diselenggarakan di luar sarana kesehatan dan caranya sasaran akan dihubungi petugas melalui surat panggilan / pemberitahuan,” terang Casmudi.
Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasai (KIPI) yang serius yaitu derajat sedang sampai serius, sebagian kecil ada KIPI ringan seperti, mual muntah, pusing, merasa pegel lengan yang disuntik, dan akan hilang / sembuh dalam 24 jam.
“Dalam pelaksanaan vaksinasi di dalam Gedung maupun di luar Gedung fasilitas kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) disiapkan emergency kit (obat dan alat) untuk penanganan KIPI, penanganan KIPI akan dilakukan sesuai derajatnya, juga disiagakan alat tranpostasi berupa ambulance yang siap untuk merujuk kerumah sakit apabila ada KIPI serius,” jelasnya.
Disebutkan, ada beberapa alasan sehingga seseorang tidak bisa divaksin, antara lain:
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia, Prof Wiku Adisasmito seperti diberitakan halaman www. mengatakan, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19.
Pemerintah juga terus memastikan bahwa program vaksinasi terus berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat terlindungi. Karenanya pemerintah terus mencukupi kebutuhan vaksin melalui skema kerjasama dengan sejumlah negara di dunia. Juga membuka peluang bagi pihak swasta untuk berpartisipasi dalam program Vaksin Gotong Royong. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda pada Dinkominfo Kab.Pekalongan.
Rabu, 7 Juli 2021
Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Budi Santoso sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Pekalongan. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan akan menjabat selama 3 (tiga) bulan hingga dilantiknya Sekretaris Daerah Definitif. “Besar harapan saya sebelum masa tugas berakhir, kita sudah mendapatkan pejabat tinggi pratama sekretaris daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutur Fadia Arafiq.
Menyusul diberlakukannya PPKM Darurat di Jawadan Bali, tak terkecuali di Kabupaten Pekalongan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2021 ttg PPKM Darurat di Kabupaten Pekalongan. Bupati berharap, Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya masuk zona merah menjadi zona hijau.
Selain itu, dengan adanya pergantian Bupati dan Wakil Bupati yang baru, ada hal-hal yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu, pihaknya berencana melakukan penataan Struktur Organisasi dan Tata Laksana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Penjabat Sekda Kabupaten Pekalongan dihadiri Wakil Bupati , unsur Forkompinda Kabupaten Pekalongan, para Staf Ahli Sekda dan sejumlah Kepala OPD terkait. Kegiatan diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiarkan melalui channel YouTube Pemkab Pekalongan.*) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo Kab. Pekalongan
Rabu, 7 Juli 2021
Dimana pada hari ini, Rabu (7/7/2021), Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., telah mengikuti wawancara dan melakukan presentasi pemaparan aplikasi Kudu Sekolah dihadapan dewan juri KIPP SINOVIK 2021, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati.
Kepada dewan juri, Fadia menyampaikan bahwa aplikasi Kudu Sekolah merupakan salah satu bentuk inovasi Kabupaten Pekalongan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan semua anak usia sekolah di Kabupaten Pekalongan dapat mengenyam pendidikan sebaik mungkin.
Karena menurutnya, aplikasi Kudu Sekolah merupakan salah inovasi pelayanan publik dari Pemerintah Kabupaten pekalongan yang berbasis e-goverment dengan dasar web dan android sehingga diharapkan dengan hal tersebut masyarakat bisa lebih mudah mengakses dan juga bisa langsung mendownload melalui playstore.
‘’ Kami meyakini aplikasi Kudu Sekolah ini merupakan aplikasi yang komplit. Karena kita disini juga sudah ada situsnya, dan saya rasa ini memang aplikasi yang sangat bagus dan akan menangani permasalahan ATS yang meliputi pendataan, reformasi dan monitoring evaluasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia menambahkan, bahwa aplikasi Kudu Sekolah ini sangat layak masuk top 45 KIPP SINOVIK 2021 karena memiliki berbagai manfaat yang besar. Diantaranya adalah mampu mengintegrasikan berbagai sumber data ATS dan masyarakat dapat berpartisipasi untuk mengusulkan data ATS secara langsung, serta keunggulan lainnya.
‘’Aplikasi ini bekerja mulai dari pengelolaan sumber data dan usulan masyarakat. Setiap 6 bulan sekali kita akan melakukan monitoring terhadap anak-anak tersebut apakah masih sekolah apakah sudah putus sekolah kembali,’’ tandasnya.
Selain itu, dalam pemaparannya kali ini tentang aplikasi Kudu Sekolah, Fadia juga mengatakan bahwa semenjak awal diluncurkan pada bulan Mei 2019, aplikasi Kudu Sekolah ini sudah berhasil memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan di Kabupaten Pekalongan yaitu mampu melakukan penambahan sekolah dan guru pendamping sekolah secara signifikan.
‘’Inovasi ini telah kita jamin dengan terbitnya 3 Perbup penting ini dan tersediaannya buku panduan dan tutorial aplikasi termasuk tenaga operator yang telah dilatih diseluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Pekalongan,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 7 Juli 2021
Diungkapkan Wabup bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipasi naiknya jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang terpantau naik secara signifikan, Pemkab Pekalongan juga akan segera membuka ruang isolasi bagi pasien Covid 19 di setiap Puskesmas Rawat Inap dan di Rumah Sakit Kesesi dengan jumlah bed lebih kurang 50. “Oleh karena itu kami dengan jajaran Forkopinda hadir di PT. Sandana Istana Multigas uktuk memastikan ketersediaan oksigen,agar masyarakat yang terpapar covid mendapatkan oksigen, dan Alhamdulillah untuk Kab. Pekalongan ready,stock terjaga dan siap kirim sesuai kebutuhan ”terang Riswadi.
Dijelaskan oleh Wabup, Pemkab Pekalongan akan segera membentuk Satgas Oksigen yang bertugas memantau ketersedian dan distribusi oksigen dari PT. Sandana Istana Multigas ke Faskes di seluruh Kab. Pekalongan. Saat ini kebutuhan oksigen di Kab. Pekalongan perhari adalah 1.800 m3 dan tidak menutup kemungkinan kebutuhan tersebut akan terus naik, namun Riswadi optimis angka Covid 19 di Kab. Pekalongan akan terus turun kalau semuanya bergerak. Riswadi juga menegaskan bahwa pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari jajaran Forkopinda. “ Kami terus saling bahu membahu bekerjasama untuk mengimplementasikan PPKM darurat ini,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Filling Station PT. Sandana Istana Multigas, Dona Galih Permana menegaskan bahwa stock oksigen untuk wilayah Pekalongan –Batang aman. Dijelaskan oleh Galih bahwa pihaknya memang belum mendapatkan pasokan liquid, namun sudah mendaparkan source dari cabang Tegal, dan sudah menyiapkan sentralisasi filling pengisian. “ Jadi kalau di Batang kosong, kami akan langsung mengisikan keTegal, sehingga stock tidak akan pernah putus dan selalu tersedia,” ujarnya.
Dijelaskan Galih, stock oksigen di Kab. Pekalongan sampai dengan hari ini masih bisa dipenuhi dengan kuota maksimal, dimana kuota maksimal produksi dibagikan PT. Sandana Istana Multigas sesuai kebutuhan kesemua Faskes yang membutuhkan, sehingga Faskes tidak sampai kehabisan oksigen. Sampai saat ini meski permintaan terus naik dari 2.000 Ton perhari menjadi 5.000 Ton perhari namun PT.Sandana Istana Multigas masih bisa memenuhi. (dian’s)
Selasa, 6 Juli 2021
‘’Segera akan saya usulkan untuk pembentukan satgas khusus oksigen, yang mereka keliling setiap RSUD, setiap instansi maupun puskesmas yang akan kami buka dalam rangka isolasi pasien Covid-19 Kabupaten Pekalongan,’’ ujar Fadia.
Menurut Fadia, permasalahan kelangkaan oksigen ini harus segera diatasi karena permasalahan ini sangat urgent yang berkaitan dengan nyawa masyarakat. ‘’Karena oksigen menurut medis adalah pertolongan pertama terhadap pertolongan pasien Covid-19,’’ ungkapnya.
Kelangkaan oksigen yang saat ini terjadi di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 seperti RSUD Keraton dan RSUD Kajen disebabkan oleh membeludaknya pasien Covid-19 yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga saat ini, oksigen merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit-rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.
Dan dikonfrimasi langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam rapat tersebut, bahwa akar permasalahannya selain membeludaknya pasien Covid-19, juga disebabkan oleh rumah sakit-rumah sakit besar rujukan Covid-19 yang ada di Kabupaten Pekalongan tidak memiliki tabung oksigen sentral. Sehingga oksigen tersebut harus mengambil dahulu dari suplier.
Untuk itu, Fadia mengatakan bahwa pihaknya akan memperbanyak tabung oksigen supaya pengambilan oksigen dari suplier bisa lebih cepat. ‘’ Kalo gitu tabung oksigen memang harus diperbanyak karena di masing-masing rumah sakit belum ada tabung oksigen sentral, sehingga tidak boleh ngambil oksigen terlambat, dan itu dapat membahayakan pasien,’’ jelasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., mengatakan bahwa dalam situasi yang serba genting seperti saat ini, Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dan Forkopimda untuk bersinergi dalam penekanan kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, sehingga menurutnya permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan Covid-19 tidak terjadi lagi.
‘’ Saya minta tolong kepada TNI dan Polri untuk mengetatkan kedisiplinan. Oleh karena itu silahkan melakukan pengetatan kedisiplinan yang penting tidak meninggalkan norma Kabupaten Pekalongan, karena kalau langsung ditutup semua juga tidak baik, jadi harus step by step,’’ ungkap Riswadi.
Selain itu, dalam rapat pemantauan Covid-19 tersebut, Kajari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, S.H.,M.Si., yang juga turut hadir mengatakan bahwa pihaknya siap bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dan untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan yang timbul dari adanya wabah Covid-19.
‘’ Tapi pada prinsipnya saya sebagai kepala kejaksaan dan memang peritntah dari pimpinan bahwa sinergitas apa saja yang diperlukan untuk menanggulangi masalah Covid-19 kami siap membantu,’’ ujar Kajari. (Lus-Kominfo)
Selasa, 6 Juli 2021
“Kita sudah menyiapkan lagi 1 Puskesmas rawat inap yang sebenarnya sudah bisa dinaikkan menjadi Rumah Sakit karena kapasitasnya yang besar . Kita sudah rapatkan hari ini untuk menambah tempat tidur dan membuat instalasi sendiri untuk oksigen sehingga oksigennya secara sentral . mengingat saat ini masih susah untuk mendapatkan oksigen. Jadi persiapan kita bener-bener matang untuk menangani covid ini,” ungkap Fadia saat meninjau Puskeskas Kesesi I
Fadia menjelaskan bahwa di Puskesmas Kesesi I saat ini ada 45 bed (tempat tidur) dan kemungkinan akan ditambah lagi. Selain tu semua yang diperlukan sudah disiapkan, termasuk tenaga kesehatan (nakes).
“Semua Rumah Sakit, RS Kajen, RS Kraton, RS Kesesi dan RSDC kita tambahkan nakes dan semua kebutuhan yang diperlukan kita siapkan,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala RSUD Kesesi dr. Ryan Ardanaputra memaparkan Puskesmas Kesesi I sudah siap dijadikan rujukan covid ringan karena bangunannya yang sudah standar Rumah Sakit dengan kapasitas 75 bed, namun yang akan difungsikan sekitar 45 bed dahulu untuk penanganan covid dan sisanya untuk penanganan pasien umum.
Terkait kekurangan, dr Ryan mengakui ada kekurangan suplai oksigen dan rencananya akan diadakan penggunaan oksigen sentral karena jalur oksigen sentralnya sudah dibuat.Selain itu juga kebutuhan nakes medis paramedis juga masih kekurangan.
“ Kebutuhan pastinya sekitar 50 lebih dari berbagai macam profesi, baik dokter,perawat, cleaning service, supir, pemulasaraan jenazah, apoteker maupun gizi, “ paparnya.(Ar-Kominfo)
Selasa, 6 Juli 2021
Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mendukung penuh kegiatan vaksinasi secara masif kepada para karyawan pabrik yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk mencegah penularan virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang cukup tinggi.
‘’Ya semua alhamdulilah berjalan dengan baik, dan pabrik-pabrik ini kita memang adakan vaksin yang bekerjasama dengan kodim,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat melakukan moitoring kegiatan vaksinasi di PT.Pismatek Buaran, siang ini, Senin (5/7/2021).
Menurut Bupati Pekalongan, kegiatan vaksinasi kepada karyawan pabrik bertujuan supaya perekonomian di Kabupaten Pekalongan masih tetap berjalan walaupun sekarang masih dalam masa penerapan PPKM Darurat.
‘’ Karena supaya mereka bisa tetap kerja dan ekonomi masih tetap bisa jalan. Karena mereka kan yang bekerja ini tulang punggung keluarga semua ya. Oleh karena itu benar-benar kita perhatikan,’’ jelasnya.
Fadia juga menghimbau kepada karyawan pabrik yang belum pernah terkena virus Covid-19 dan yang sudah sembuh dari Covid-19 selama tiga bulan untuk tidak berbohong kepada petugas vaksinasi supaya vaksin bisa berjalan dengan lancar.
‘’Demi kelancaran kegiatan vaksinasi ini, saya berharap para karyawan jujur kepada petugas kesehatan,’’ ungkapnya.
Adapun untuk kegiatan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, Fadia menuturkan bahwa pihaknya telah memberikan vaksin ke puskesmas - puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu, Fadia berharap masyarakat bisa berperan aktif untuk segera melakukan vaksinasi.
‘’Seperti yang sudah saya katakan tadi, bahwa vaksin sudah tersedia di masing-masing puskesmas. Jadi, ayo masyarakat Kabupaten Pekalongan jangan ragu untuk melakukan vaksin,’’ tuturnya.
Fadia juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan tubuh supaya bisa terhindar dari penularan virus Covid-19. ‘’Tetap patuhi protokol kesehatan dan jangan lupa jaga kesehatan,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 5 Juli 2021