KAJEN – “Terwujudnya masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong”, merupakan visi yang ingin dicapai dalam pemerintahan Kab. Pekalongan dibawah kepemimpinan Fadia Arafiq, SE. M.M dan Riswadi, S.H, Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati mengeluarkan surat edaran Nomor 510/03272 Tahun 2021, Tentang Himbauan Penggunaan / Pembelian Produk-Produk Usaha Mikro Kecil di Kab. Pekalongan.
Gerakan “NJAJAN NJO” yang digagas oleh Pemkab. Pekalongan selaras pula dengan salah satu misi Fadia – Riswadi yaitu menumbuhkembangkan UMKM sebagai basis perekonomian rakyat, disamping tindak lanjut dari Gerakan “Pekan Jajan” yang dikampanyekan oleh Pemprov. Jawa Tengah sebagai upaya membangkitkan ekonomi masyarakat khususnya UMK ditengah Pandemi Covid 19.
Gerakan NJAJAN NJO utamanya ditujukan kepada seluruh ASN di Lingkungan kantor / instansi / lembaga pemerintah di Kab. Pekalongan dan pegawai di lingkungan BUMN / BUMD, maupun perusahaan swasta di Kab. Pekalongan. Melalui edaran tersebut Fadia menghimbau kepada seluruh unsur ASN dan Lembaga tersebut diatas agar mendukung Gerakan NJAJAN NJO, khususnya dalam hal pembelian produk kuliner milik UMK, baik untuk konsumsi pribadi / keluarga juga dalam rangka kegiatan rapat, sosialisasi, pelatihan dan sejenisnya.
Fadia juga menghimbau agar setelah membeli hasil produksi / olahan, kuliner UMK dapat memposting kegiatan tersebut di media social seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dan Twitter sebagai bentuk promosi dan kampanye Gerakan NJAJAN NJO di Kab. Pekalongan, serta memanfaatkan fituraplikasi GoShop dan GoFood sebagai salah satu media pembelian produk-produk UMK di Kab. Pekalongan.
Kamis, 26 Agustus 2021
KAJEN - Memperingati Hari Jadi ke – 399 tepatnya pada 25 Agustus 2021, Jajaran pemkab Pekalongan menggelar Apel Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan. Para peserta Apel mengenakan kostum kebaya dan beskap. Apel Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di halaman Pendopo Bupati tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH,Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.Si serta tamu lainnya.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., menghadiri secara daring Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih pada Peringatan HUT ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (17/08/2021) sore. Bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Bupati Fadia mengikuti upacara dari Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan di Kajen.
Seperti halnya saat Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih di pagi hari, pada upacara penurunan, Presiden RI, Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara. Pada upacara penurunan ini, Kolonel Inf Faisol Izuddin Karimi ditunjuk menjadi komandan upacara. Kolonel Faisol saat ini menjabat Komandan Brigif 26/Gurana Piarawaimo Kodam XVIII/Kasuari.
Sementara itu, Paskibraka Tim Indonesia Tumbuh kembali menjalankan tugasnya dalam upacara penurunan bendera Merah-Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Qyara Maharani Putri, Paskibraka dari Provinsi Jawa Barat dipercaya sebagai pembawa bendera Merah Putih usai diturunkan.
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Wakil Bupati Pekalongan, Para Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Pekalongan beserta Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Pj. Sekretaris Daerah, dan tamu instansi terkait.
Mengawali sambutannya, Fadia mengajak seluruh komponen penyelenggara Pemerintahan dan masyarakat agar menjadikan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke- 399 ini sebagai momentum untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri serta memantapkan kebersamaan dalam menyelenggarakan pemerintahan, pelayanan masyarakat dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan. “Dengan kebersamaan, kerja keras, kekompakan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat, InsyaAllah berbagai hambatan dan kendala yang terjadi dalam proses membangun Kabupaten Pekalongan dapat kita atasi bersama,” tegasnya.
Diungkapkan Fadia, pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Pekalongan merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan dan hasil integrasi peran antara pemerintah (birokrasi), DPRD, sektor swasta dan masyarakat, oleh karena itu Bupati pada kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih kepada para Pimpinan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan terdahulu, seluruh anggota legislatif, jajaran Aparatur Sipil Negara / Para Birokrat, seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, swasta serta seluruh instansi vertikal yang berada di wilayah Kabupaten Pekalongan, yang telah bekerja keras untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan, sehingga Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi dan penghargaan, diantaranya mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI selama 5 kali berturut-turut sejak tahun 2016 hingga tahun 2021, Program Kudu Sekolah masuk Top 45 KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik), Penghargaan Kota Layak Anak Tingkat Madya dari Presiden RI tahun 2021 dan lain sebagainya
Fadia menegaskan bahwa berbagai penghagaan tersebut memberikan konsekuensi dan tanggung jawab yang lebih besar bagi dirinya dan jajarannya, untuk senantiasa meningkatkan kinerja, kebersamaan, kekompakan dan sinergitas di semua penyelenggara pemerintahan, masyarakat dan swasta. Namun disamping berbagai keberhasilan dan capaian yang telah diraih, masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan bersama, yang meliputi permasalahan - permasalahan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Kondisi tersebut diakui Fadia telah memacu dan memotivasinya beserta Bapak Riswadi, SH yang belum genap seratus hari mendapatkan amanah dan mandat rakyat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, untuk lebih bekerja nyata dengan memberdayakan semua potensi yang ada demi mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong.
Dalam sambutannya, Fadia menyampaikan bahwa Peringatan Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan tahun ini diselenggarakan secara sederhana ditengah keprihatinan menghadapi Pandemi Covid 19. Walaupun perkembangan terakhir menunjukan gejala penurunan kasus, namun kita tidak boleh lengah dan kendor dalam upaya menekan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut Fadia mengungkapkan, sebagai bentuk komitmen dalam upaya menekan dan “memerangi” Covid 19, Pemkab. Pekalongan mengusung tema Hari Jadi tahun ini, yaitu Kita Kukuh, Kita Teguh Kita Tangguh, Corona Lumpuh. Tema tersebut mengandung makna dan harapan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap optimis, berpedoman pada prinsip prokes serta senantiasa dalam semangat kebersamaan dalam melawan Covid 19 menuju zero kasus di Kabupaten Pekalongan.” Tema tersebut juga sangat relevan dengan Tema Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia yang belum lama kita peringati, yaitu Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” ujarnya.
Tak lupa Fadia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewarnai Kabupaten Pekalongan dengan mengimplementasikan dan pengembangan potensi lokal dalam setiap kegiatan serta meningkatkan kinerja agar pembangunan Kabupaten Pekalongan lebih membawa manfaat besar bagi masyarakat. “Kita harus berperan aktif, bahu-membahu dan bersinergi menghadapi tantangan yang ada dalam melaksanakan fungsi pelayanan masyarakat, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” imbaunya.
Menutup sambutannya, Fadia mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD, Seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Seluruh Kepala SKPD, ASN jajaran Pemkab Pekalongan dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan atas partisipasi dan kinerjanya dalam menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan daerah. “Semoga Allah SWT Tuhan YME senantiasa membimbing dan meridhoi setiap niat luhur dan upaya kita dalam mewujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera, Adil, Merata (Setara) dan Berbudaya Gotong Royong,” ungkap Bupati. (dian’s)
Rabu, 25 Agustus 2021
Dalam sambutannya Bupati Fadia menyampaikan bahwa Peringatan Hari Jadi ke-399 Kabupaten Pekalongan tahun ini diselenggarakan secara sederhana ditengah keprihatinan menghadapi Pandemi Covid 19. Meski perkembangan terakhir menunjukan gejala penurunan kasus, namun Bupati mengingatkan agar kita tidak boleh lengah dan kendor dalam upaya menekan penyebaran Covid 19 di Kabupaten Pekalongan.
Fadia menuturkan, tema ‘Kita Kukuh, Kita Teguh, Kita Tangguh, Corona Lumpuh’ pada peringatan Hari Jadi ke – 399 kali ini mengandung makna dan harapan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tetap optimis, berpedoman pada prinsip Prokes serta senantiasa dalam semangat kebersamaan dalam melawan Covid 19 menuju zero kasus di Kabupaten Pekalongan. Tema tersebut juga sangat relevan dengan tema Hari Ulang Tahun ke- 76 Republik Indonesia yang belum lama diperingati, yaitu Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh.
Dalam kesempatan tersebut Fadia juga menyampaikan bahwa dirinya menyadari tidak mudah mewujudkan visi misinya sebagai Bupati dan Wakil Bupati yakni mewujudkan masyarakat Kabupeten Pekalongan yang sejahtera adil merata dan berbudaya gotong royong di tengah suasana pandemi seperti sekarang ini.
“ Walaupun sudah banyak yang telah kita lakukan dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak, namun harus kita akui masih banyak pekerjaan yang harus kita lakukan menyangkut fungsi – fungsi pemerintahan. Oleh karena itu, saya berharap Peringatan Hari Jadi ke-399 tahun 2021 ini menjadi momentum bangkitnya spirit atau semangat baru bagi seluruh pihak di dalam organisasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan dalam mendukung dan mewujudkan visi misi Bupati,” ujar Fadia
Disamping itu Fadia juga berharap adanya peningkatan kinerja dari seluruh aparatur pemerintahan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. (Ar-Kominfo)
Rabu, 25 Agustus 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat melakukan ziarah ke makam Pangeran Mandurorejo Kendal, Senin (23/08) sore.menjelaskan bahwa Pangeran Mandurorejo adalah tokoh pendiri sekaligus Bupati Pekalongan pertama. Ziarah ini dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-399 kabupaten Pekalongan.
Bupati Fadia Arafiq pada kesempatan ini bersama Ketua DPRD didampingi Wakil Bupati, dan para unsur Forkopimda, serta pejabat terkait. tiba di makam Pangeran Mandurorejo Kendal dan dterima ahli waris. Dengan acara ziarah berupa Doa tahlil dan tabur bunga yang berlangsung dengan khidmat.
Bupati Fadia menambahkan ziarah merupakan pengingat akan kematian. Untuk itu sebagai pemimpin, pihaknya mesti banyak melakukan kebajikan. “Kita mengingat akan kematian. Bahwa semua orang pasti akan mati. Dan juga berarti sekarang kita sebagai pemimpin diingatkan untuk berbuat baik sebanyak banyaknya. Karena kita juga nanti akan menjadi seperti mereka,” ujarnya.
Selain itu, ziarah ini juga sekaligus untuk mengenang jasa dan perjuangan Pangeran Mandurorejo pada jaman dahulu serta untuk mengenal secara langsung para ahli warisnya.
“Artinya persaudaraan kita tidak terputus meski almarhum sudah meninggal, tetapi terus terjaga. Beliau adalah icon kabupaten Pekalongan ,” ungkap Fadia.
Acara ziarah ke makam Pangeran Mandurorejo di Kendal juga dilakukan penyerahan tali asih kepada juru kunci makam dan ahli waris. (Ar_kominfo)
Senin, 23 Agustus 2021
Dalam kesempatan itu Riswadi mengajak untuk memberi edukasi kepada masyarakat tentang disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan (prokes). “ Kita jangan abai/kendor, karena virus ini selalu bermutasi. Laksanakan tugas sesuai perintah pusat. PPKM ini akan berhasil manakala kita disiplin melaksanakan prokes yang ketat dan baik.Berilah edukasi kepada masyarakat, apapun ini harus kerja bersama sama, “ ujar Riswadi
Kepada satgas covid yang bertugas, Riswadi meminta para petugas melaksanakan perintah dengan baik sesuai instruksi. Sebab jika ini dilakukan terus menerus , Riswadi optimis di kabupaten Pekalongan dari level 3 akan menurun ke level 2 bahkan level 1 dan selesai.
Riswadi juga menyebut bahwa PPKM yang sudah dilaksanakan dengan beberapa kali perpanjangan kini sudah mulai menampakkan hasil. Menurutnya, ini terbukti dengan menurunnya jumlah pasien covid di rumah sakit. Namun demikian, Riswadi mengingatkan agar masyarakat tidak lengah.
“Ini bukti bahwa PPKM yang kita dilakukan , yang dimotori oleh Forkopimda yang telah melakukan kegiatan hampir tiap minggu, ini sudah mulai kelihatan hasilnya. Tetapi kita jangan lengah. Mari kita optimis bahwa covid memang bisa dikalahkan, kehidupan normal akan segera kita raih, “ tegasnya.
Riswadi juga berpesan untuk saling berkoordinasi baik data, informasi, maupun kiat yang dilakukan di setiap titik koordinat yang telah ditentukan oleh satgas covid kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan ini hasil Swab antigen sebanyak 115 orang, dinyatakan non reaktif (negatif) kemudian mereka diperbolehkan meninggalkan lokasi.
Kapolres Pekalongan memastikan, kegiatan serupa akan terus digelar secara berkala. Sementara untuk lokasinya, bakal dipilih secara acak. "Setiap (malam) minggu dan setiap harinya kita akan adakan penyekatan dan juga operasi yustisi, begitu ada kerumunan langsung kita periksa. Lokasinya bisa dua bisa juga tiga lokasi," ujar Kapolres Pekalongan.
“Dimohon tempat – tempat usaha menaati peraturan yang berlaku dan juga masyarakat yang berkerumun agar tidar berkerumun kembali dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan,” Himbau AKBP Arief. (Ar-Kominfo)
Sabtu, 21 Agustus 2021
Santunan tersebut ditujukan untuk anak yatim yang tersebar di enam kecamatan. Yaitu Kecamatan Kajen,Kecamatan Tirto, Kecamatan Bojong, anak dari Kecamatan Wiradesa dan dari Kecamatan Wonokerto.
‘’Alhamdulillah dalam rangka doa bersama, dengan anak-anakku, pada hari ini yang bertepatan dengan 10 Muharam. Biasa disebut sebagai hari rayanya anak yatim kita dapat menyerahkan santunan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, saat memimpin acara Doa Bersama Anak Yatim Dalam Rangka Peringatan 10 Muharam, yang diselenggarakan di kajen (18/8/2021).
Fadia menambahkan, bulan Muharam ini adalah salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Dimana pada bulan Muharam ini dipenuhi dengan peristiwa yang besar, yang telah dialami oleh para nabi terdahulu, tepatnya pada tanggal 10 Muharam.
Untuk itu, Ia berharap dihari yang baik ini, dapat dimanfaatkan dengan melakukan kegiatan ya okng positif dan berdampak baik untuk diri sendiri dan orang lain. ‘’ Bonus dari Allah SWT di tanggal 10 Muharam 1443 H ini sangat banyak sekali. Sampai dengan menggunting kuku saja bisa mendapatkan pahala,’’ ujar Fadia.
Dan sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa 10 Muharam ini bisa disebut sebagai hari rayanya anak yatim, Bupati Fadia berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bisa merefleksikan momen ini sebagai pengingat untuk senantiasa dapat menyayangi dan mencintai anak yatim.
‘’Apalagi dimasa pandemi saat ini, ekonomi sangat memprihatinkan. Ini memang saatnya kita harus berbagi dan harus memperhatikan anak-anak, khusunya anak-anak yatim,’’ terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga memohon doa kepada anak-anak yatim yang hadir untuk bisa mendoakan supaya pandemi Covid-19 bisa segera berlalu dan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa diberi umur panjang, kesehatan dan kelancaran rezeki.
‘’ Dan saya juga memohon, mari kita berdoa kepada Allah supaya seluruh Pemerintah Kabupaten Pekalongan diberi keselamatan, kemudahan dalam menjalankan tugas, dan juga kemudahan-kemudahan lain untuk bisa membangun Kabupaten Pekalongan supaya lebih baik lagi,’’ tuturnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 18 Agustus 2021
Upacara penurunan Bendera Merah Putih tersebut dimulai sekitar pukul 17.00Wib Wib di Halaman Pendopo Bupati Pekalongan di Kajen, dihadiri unsur Forkopimda dan Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan.
‘’Setelah kita naikkan pada upacara peringatan HUT RI ke-76 sore ini Bendera Merah Putih kita turunkan,’’ ujar Wakil Bupati Riswadi.
Seperti saat dinaikan, penurunan Bendera Merah Putih ini juga dilakukan oleh tiga orang pelajar terbaik Kabupaten Pekalongan. Upacara penurunan Bendera Merah Putih ini berlangsung sederhana dan khidmat.
‘’Upacara ini sangat mendisiplinkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Semua peserta dan petugas mengenakan masker, menjaga jarak," ungkapnya.
‘’Dengan upacara penurunan Bendera Merah Putih ini, berakhir serangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-76. Mudah-mudahan tahun depan peringatan HUT RI akan berlangsung normal seperti biasa lagi,’’ imbuh Wabup Pekalongan. (Humas Dinkominfo Kabupaten Pekalongan)
Selasa, 17 Agustus 2021
Tiga anggota lainnya yang bertugas untuk menurunkan bendera adalah M. Bimantara Widyanto yang mewakili Provinsi Sumatra Barat, Haafiz Habibullah mewakili Provinsi Jawa Timur, dan Zaidaan Kamal Anwar sebagai perwakilan Provinsi Jawa Tengah. (Humas Dinkominfo Kabupaten Pekalongan)
Selasa, 17 Agustus 2021
KAJEN – Pagi tadi telah dilaksanakan upacara pengibaran bendera sang merah putih dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-76 kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Pekalongan di depan pendopo Bupati Pekalongan, Selasa (17/8/2021).
Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M dan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H, ketua DPRD Kab. Pekalongan Hj. Hindun, S.H., M.H., Kapolres Pekalongan AKBP DR. Arief Fajar Satria, S.H., S.I.K., M.H., Pabung 0710 Pekalongan, Kajari Kab. Pekalongan, Pengadilan Agama Kab. Pekalongan, Sekda Kab. Pekalongan, para Asisten Kab. Pekalongan serta OPD Kab. Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa Proklamasi Kemerdekaan bukanlah ujung perjuangan. Nyatanya, setelah Bung Karno dan Bung Hatta membacakan naskah proklamasi, Indonesia masih harus berperang melawan agresi militer Belanda, masih harus perang membebaskan Irian Barat. Pertempuran demi pertempuran masih harus dihadapi bangsa kita.
Di masa sekarang ini, pertempuran dalam medan dan cara yang berbeda juga terus dialami. Melawan kemiskinan, melawan kebodohan, melawan narkoba, terorisme dan radikalisme. Juga masih harus bertempur habis-habisan untuk menegakkan kedaulatan politik, menegakkan kemandirian ekonomi, menegakkan kepribadian yang berkebudayaan.
“Tapi sudahkah kita berdaulat? Sudahkah kita mandiri? Sudahkah kita memiliki pribadi berkebudayaan? Belum bapak ibu saudaraku sekalian. Masih jauh panggang dari api. Dan pandemi ini benar-benar jadi kaca benggala yang sempurna untuk kita menilai diri sendiri. Di satu sisi, COVID memang telah melumpuhkan kita. Tapi di sisi yang Iain, COVID ini justru menampar kesadaran bahwa perjuangan harus terus kita lakukan. Cita-cita kemandirian harus kita wujudkan,” tuturnya.
Fadia menambahkan, kedaulatan dan kemandirian ini bukan hanya untuk sektor kesehatan saja. Sektor pertanian dan pangan, sektor kemaritiman, energi sampai teknologi kita juga harus berdaulat dan mandiri.
“Kita ini mestinya jadi lumbung pangan dunia, bukan sebagai penerima bantuan pangan. Kita ini mestinya jadi raja di lautan, bukan tempat pelarian apalagi ladang pencurian. Juga demikian untuk sektor energi dan teknologi. Semua nikmat yang tercurah di negeri ini, saya haqqul yakin, bisa jadi kendaraan untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian di segala bidang,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan, Kita Bangsa Indonesia, Garuda lambang negaranya. Garuda kita harus terbang, mengepakkan sayap menuju kejayaan. MERDEKA!
Untuk pasukan upacara sendiri diikuti oleh 1 SST Kodim 0710 Pekalongan, 1 SST Polres Pekalongan, 1 SST Pol PP dan 1 SST ASN Kab. Pekalongan.(Red)
Selasa, 17 Agustus 2021