KAJEN - Memasuki hari ketiga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM bersama Wakli Bupati Riswadi SH melakukan pemantauan pelaksanaannya di pasar darurat dan pasar baru Kedungwuni, Senin (05/07) pagi.
Dari hasil kunjungannya, masyarakat yang ditemui sebagian besar telah menegakkan prokes memakai masker dan telah tersedia fasilitas cuci tangan di area pasar.
" Bapak ibu ayo kita jaga prokes bersama , saat ini pandemi sedang naik penularannya hingga rumah sakit penuh, oleh karenanya hendaknya dimulai dari diri kita agar tetep terjaga kesehatannya" ungkap Ibu Bupati saat memberikan nasehat para pedagang.
Selanjutnya saat meninjau persiapan pemanfaatan pasar Kedungwuni yang rencananya setelah Fasumnya selesai, Bupati menilai bahwa penataan pasar sudah bagus karena diatur dengan konsep zonasi.
“ Pasar yang baru ini sudah bagus, semua ada konsepnya masing-masing, tidak bertumpuk jadi satu . Setiap blok punya jualan khusus, contoh khusus bengkel, peralatan rumah tangga, supaya semua ada zonasinya masing-masing sehingga tidak tercampur aduk. Jadi orang kalau mau belanja tahu, tempat ikan-ikan sebelah sana, mungkin yang perabotan sebelah sini, jadi memang sudah diatur dengan baik, “ ujar Fadia disela-sela kunjungannya.
Mengenai proiritas pedagang, Fadia menegaskan pedagang lama yang telah terdaftar dan telah mempunyai KTP (Kartu Tanda Pemakai) yang diprioritaskan mendapatkan kios. “ Kita utamakan pedagang lama dulu dan pedagang lama itu akan diverifikasi ulang lagi apakah dia mempunyai KTP yang kemarin sudah terdaftar dan ada 1 KTP mempunyai 16 kios itu kita cek dan masih kita revisi,” tambah Fadia.
Direncanakan, pasar Kedungwuni tersebut akan resmi dibuka akhir tahun ini setelah semua fasilias umumnya terpenuhi.
Senada dengan Bupati, Wabup Riswadi SH menambahkan pembangunan infrastruktur pasar sudah selesai, hanya menunggu eksekusi fasilitas umumnya. Dan ia memastikan setelah nanti mendapat rekomendasi dari BPK maka pasar Kedungwuni akan segera ditempati oleh pedagang.
Riswadi menuturkan, harapannya infrastruktur yang dibangun tersebut bermanfaat dan segera bisa digunakan supaya ekonomi bisa tetap berjalan sambil memecahkan segala permasalahan yang ada.
“ Karena pasar ini terbesar di kabupaten Pekalongan dan pasar ini berada di tengah-tengah kerumunan masyarakat Kedungwuni. Oleh karena itu kami hadir untuk melakukan observasi lapangan yang segera akan dibentuk format aturan yang kiranya bisa dilaksanakan semua pihak,” tandas Riswadi. (Ar-Kominfo)
Senin, 5 Juli 2021
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi SH mengatakan bahwa Ia bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq , S.E.,M.M., akan fokuskan pembangunan di Kabupaten Pekalongan pada tiga bidang fundamental yaitu pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., saat ditemui kemarin, Kamis (1/7/2021) pada acara Pindahan rumah dinas wakil bupati Pekalongan.
KAJEN - Memperingati acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 28 tahun 2021, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dan Wakil Bupati H Riswadi SH mengikuti acara tersebut secara virtual dari Ruang Rapat Bupati, Selasa (29/06) pagi. Bupati dan wakil bupati didampingi Plh Sekda M Yulian Akbar S.Sos.,M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto,SE, Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro, SKM, Plt Kepala Dinas PMD P3A PPKB serta Sekdin Bappeda dan Litbang. Hadir pula ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026 Widi Riswadi. Acara puncak peringatan Harganas ke 28 tahun 2021 ini juga dihadiri para menteri kabinet Indonesia maju, kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional / BKKBN beserta jajaran (pusat/daerah), para gubernur, bupati/walikota, para mitra BKKBN dan segenap penggerak kampung KB di seluruh Indonesia.
KAJEN – Fadia Arafiq – Riswadi resmi menjadi Bupati - Wakil Bupati Pekalongan setelah diambil sumpahnya dan dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Minggu (27/6/2021) pagi. Pelantikan dihadiri undangan terbatas dan disiarkan secara live streaming melalui channel You Tube Pemprov Jawa Tengah.
KAJEN - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan terpilih periode 2021 – 2026, Fadia Arafiq, SE, M.M dan H. Riswadi, SH, hari ini Minggu ( 27/ 06 ) resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP.
Pelantikan dilaksanakan secara langsung di Gedung Gradika Bhakti Praja Semarang dengan protokol kesehatan yang ketat, dan disiarkan secara langsung di kanal media sosial milik Pemprov. Jateng, Youtube dan facebook serta Radio Kota Santri. Acara ini juga disaksikan secara virtual oleh DPRD Kabupaten Pekalongan, Muspida, serta para kepala OPD dilingkungan Pemkab. Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan Ketua TP PKK Kab. Pekalongan, yaitu Ibu Widi Roati Riswadi dan Ketua Dekranada Kab. Pekalongan, Bapak Mukhtaruddin Ashraff Abu oleh Ketua TP PKK Prov. Jawa Tengan sekaligus Ketua Dekranasda Prov. Jawa Tengah, Ibu Hj. Atiqoh Ganjar Pranowo.
Riswadi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berprinsip akan mendukung jalannya pemberlakuan PPKM Darurat di Kabupaten Pekalongan dengan aturan-aturan serta batasan yang telah ada dalam intruksi PPKM Darurat dari pemerintah pusat tersebut.
Oleh karena itu, terhitung sejak esok tanggal 3-20 Juli 2021 di Kabupaten Pekalongan area public yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat akan ditutup. ‘’Dengan adanya PPKM Darurat tersebut, maka untuk tempat ibadah dan objek wisata sementara akan ditutup terlebih dahulu,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H.
Sementara itu, lanjut Riswadi, untuk tempat-tempat umum lain seperti restoran, warung tradisional, dan toko modern akan tetap dibuka namun dengan adanya pembatasan pengunjung. ‘’ Toko modern, warung tradisional sudah diatur maksimal buka hanya sampai jam 8 malam. Dan untuk restoran maksimal hanya boleh menampung 50% pengunjung dari kuota biasanya. Jadi tidak boleh ada kerumunan sama sekali,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Riswadi mengungkapkan bahwa untuk mensukseskan tersebut, pihaknya juga menginstruksikan seluruh ASN dan dinas-dinas vertical yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan harus bisa memberikan contoh kepada masyarakat untuk mematuhi peraturan yang ada dalam PPKM Darurat tersebut. ‘’ASN dan instansi vertical itu sebagai pemberi tauladan bagi masyarakat,’’ tuturnya.
Oleh karena itu, Ia berharap Semua instansi terkait segera menindaklanjuti untuk menjalankan instruksi PPKM Darurat tersebut. ‘’ koordinasi yang tepat harus dilakukan untuk menyatukan langkah di dalam menyikapi PPKM Darurat yang sudah tidak bisa lagi ditawar karena ini sifatnya wajib,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra Hj. Hindun, M.H menuturkan, guna menindaklanjuti adanya PPKM darurat, maka aturan tersebut harus diturunkan menjadi regulasi yang lebih jelas yang nantinya disampaikan pemkab kepada masyarakat. “tentunya dengan mendasari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah dan Intruksi Mendagri yang nantinya diturunkan menjadi SE atau Intruksi Bupati Pekalongan,” katanya.
Dirinya mengingatkan, agar aturan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Selain itu juga ada aturan yang jelas supaya dapat efektif diterapkan. “bagaimana aturan diperkantoran, harus jelas supaya mereka enak saat bekerja. Juga pembatasan aktivitas masyarakat seperti car free day dan pusat keramaian di Gemek harus diatur, tentunya dengan melibatkan TNI dan Polri,” pintanya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 2 Juli 2021
‘’ Ini akan kami upayakan dalam kinerja kita dengan semaksimal mungkin tentunya. Oleh karena itu kami mohon doa dan dukungannya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, semoga kami mampu melaksanakan prinsip hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin,’’ ungkap Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Diungkapkan Riswadi, alasan pihaknya menitik beratkan pembangunan pada aspek infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, disebabkan karena Ia menyadari bahwa masa kerjanya menjadi wakil bupati Pekalongan hanya 3,5 tahun. Untuk itu, Ia mengatakan, bahwa pihaknya akan memfokuskan pembangunan pada sektor yang dianggapnya lebih prioritas terlebih dahulu.
Sehingga dengan hal tersebut, lanjut Riswadi, Ia bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dapat mewujudkan visi misinya untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi lebih maju, sejahtera, adil dan merata dengan budaya gotong royong.
Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa ikut serta memberikan pengawalan, bimbingan dan aspirasinya kepada pemerintah supaya visi misi kinerjanya dapat tercapai.
‘’ Mari bersama-sama untuk ikut mengawal kebijakan sesuai visi misi kami menuju masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih maju, sejahtera, adil dan merata serta berbudaya gotong royong,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam acara Pindahan Wakil Bupati ke rumah dinas tersebut, Riswadi juga menuturkan bahwa, rumah dinas wakil bupati yang Ia tempati saat ini akan dibuka selebar-lebarnya untuk masyarakat yang akan memberikan aspirasinya. Untuk itu, Ia berpesan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk jangan sungkan-sungkan apabila ingin berkunjung.
‘ Pintu komunikasi dan pintu aspirasi akan saya buka selebar-lebarnya. Karena ini rumah dinas juga bisa disebut rumah rakyat. Rekan-rekan semua jika ingin berkunjung kesini jangan sungkan-sungkan. Karena saya bisa menjabat sebagai wakil bupati Pekalongan itu karena berkat rekan-rekan semuanya,’’ tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan Riswadi juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq untuk membangun Kabupaten Pekalongan beberapa tahun kedepan.
‘’Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada semuanya dan ayo bersama-sama mebangun Kabupaten Pekalongan ke arah yang lebih baik lagi,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 1 Juli 2021
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan yaitu Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Selain itu turut hadir diantaranya adalah Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Plh.Sekda Kabupaten Pekalongan beserta para Staf Ahli Bupati dan juga seluruh Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam rapat tersebut Bupati Fadia menyampaikan bahwa Ia dan wakilnya akan bekerja dengan sebaik mungkin dalam 3,5 tahun kedepan dan fokus membangun Kabupaten Pekalongan untuk maju ke arah yang lebih baik, adil, sejahtera dan merata.
Untuk itu, Ia berharap seluruh Kepala OPD dan ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat bersatu untuk bekerjasama dengan baik supaya visi misi membangun Kabupaten Pekalongan dapat tercapai.
‘’ Saya juga minta untuk seluruh kepala dinas juga seluruh ASN untuk satu komando, satu suara dan tidak terpecah-pecah,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati Fadia juga mengatakan bahwa dirinya dan Wakil Bupati Pekalongan yaitu H. Riswadi, S.H., memiliki prinsip yang kurang lebihnya sama yaitu untuk menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di Kabupaten Pekalongan di masa pandemi saat ini dengan secara kekeluargaan. Sehingga dengan hal tersebut, lanjut Bupati Fadia, permasalahan tersebut dapat dientaskan dengan baik dan tetap saling menghargai.
‘’Saya dan Pak Riswadi ini memiliki prinsip yang kurang lebihnya itu sama, banyak sekarang jadi biasanya ada bupati atau walikota itu suka marah-marah saat menghadapi suatu permasalahan, tetapi saya dengan beliau berprinsip akan kami tanggapi secara kekeluargaan yang baik,’’ terangnya.
Selain itu, Bupati Fadia juga menegaskan dalam rapat tersebut, bahwa masing-masing dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan harus bisa membuat program-program yang jelas, baik dan bermanfaat secara langsung kepada masyarakat. ‘’ Jadi saya mau kalau membuat program harus benar-benar bagus, serta benar-benar yang bermanfaat. Karena kalau tidak jelas arah dan tujuannya saya tidak akan memberikan anggaran dan saya berani berbuat seperti itu karena saya tidak mau ngecer-ngecer anggaran yang akhirnya tidak jadi apa-apa. Jadi itu harap untuk ditekankan,’’ tegasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., juga mengatakan bahwa dengan adanya acara Rapat Dinas ini, semua pihak yang terlibat di pemerintahan dapat dengan bersungguh-sungguh untuk mensukseskan pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga, ungkap Riswadi, tujuan puncak dari pembangunan yaitu kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat terwujud.
‘’ Saya menyadari, Kami meiliki waktu yang pendek, dimana masa kerja kita hanyalah 3,5 tahun saja. Oleh karena itu kami memohon bantuan kerjasamanya yang baik di dalam mengimplementasikan visi misi kami yang bekerja dalam situasi sulit seperti saat ini,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H.
(Lusi Rismawati) menyelenggarakan acara Rapat Dinas Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2021, yang dilaksanakan pada siang ini, Selasa (29/6/2021) di lantai 1 Aula Setda Kabupaten Pekalongan.
Dimana Acara Rapat Dinas tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan yaitu Fadia Arafiq, S.E.,M.M.,. Selain itu turut hadir diantaranya adalah Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Plh.Sekda Kabupaten Pekalongan beserta para Staf Ahli Bupati dan juga seluruh Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam rapat tersebut Bupati Fadia menyampaikan bahwa Ia dan wakilnya akan bekerja dengan sebaik mungkin dalam 3,5 tahun kedepan dan fokus membangun Kabupaten Pekalongan untuk maju ke arah yang lebih baik, adil, sejahtera dan merata.
Untuk itu, Ia berharap seluruh Kepala OPD dan ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat bersatu untuk bekerjasama dengan baik supaya visi misi membangun Kabupaten Pekalongan dapat tercapai.
‘’ Saya juga minta untuk seluruh kepala dinas juga seluruh ASN untuk satu komando, satu suara dan tidak terpecah-pecah,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati Fadia juga mengatakan bahwa dirinya dan Wakil Bupati Pekalongan yaitu H. Riswadi, S.H., memiliki prinsip yang kurang lebihnya sama yaitu untuk menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di Kabupaten Pekalongan di masa pandemi saat ini dengan secara kekeluargaan. Sehingga dengan hal tersebut, lanjut Bupati Fadia, permasalahan tersebut dapat dientaskan dengan baik dan tetap saling menghargai.
‘’Saya dan Pak Riswadi ini memiliki prinsip yang kurang lebihnya itu sama, banyak sekarang jadi biasanya ada bupati atau walikota itu suka marah-marah saat menghadapi suatu permasalahan, tetapi saya dengan beliau berprinsip akan kami tanggapi secara kekeluargaan yang baik,’’ terangnya.
Selain itu, Bupati Fadia juga menegaskan dalam rapat tersebut, bahwa masing-masing dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan harus bisa membuat program-program yang jelas, baik dan bermanfaat secara langsung kepada masyarakat. ‘’ Jadi saya mau kalau membuat program harus benar-benar bagus, serta benar-benar yang bermanfaat. Karena jika tidak jelas arah dan tujuannya saya tidak akan memberikan anggaran dan saya berani berbuat seperti itu karena saya tidak mau menghamburkan anggaran yang akhirnya mubbazir. Jadi itu harap untuk diperhatikan OPD ,’’ tegasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., mengatakan bahwa dengan adanya acara Rapat Dinas ini, semua pihak yang terlibat di pemerintahan dapat dengan bersungguh-sungguh untuk mensukseskan pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga, ungkap Riswadi, tujuan puncak dari pembangunan yaitu kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat terwujud.
‘’ Saya menyadari, Kami meiliki waktu yang pendek, dimana masa kerja kita hanyalah 3,5 tahun saja. Oleh karena itu kami memohon bantuan kerjasamanya yang baik di dalam mengimplementasikan visi misi kami yang bekerja dalam situasi sulit seperti saat ini,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H. (Lus-Kominfo)
Selasa, 29 Juni 2021
Peringatan Harganas ke 28 tahun 2021 dengan tema ’ keluarga keren, cegah stunting’ kali ini diisi sambutan yang dibacakan oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.
Wakil Presiden kH Ma’ruf Amin mengatakan tema ‘keluarga keren, cegah stunting’ ini sangatlah tepat mengingat pemerintah sedang melakukan upaya sungguh-sungguh dalam mengurangi prevalensi stunting.
KH Ma’ruf Amin memaparkan keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang mempunyai peran yang sangat besar. “Jajaran BKKBN pasti sudah sangat paham bahwa keluarga paling tidak mempunyain 8 fungsi , yaitu fungsi agama, social budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan. Keluarga menjadi tempat dimana nilai-nilai agama diajarkan. Keluarga juga menjadi tempat bagaimana nilai-nilai kasih sayang diberikan secara langsung dari orang tua kepada anaknya. Keluarga punya peran penting dalam memperkenalkan anak kepada nilai-nilai social budaya serta cinta lingkungan, nilai-nilai saling menghormati dan toleransi bisa ditanamkan sejak dini di keluarga. Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi dengan orang lain yaitu orang tua dan saudara-saudaranya, “papar KH Ma’ruf Amin.
Mempertimbangkan peran besar dari keluarga tersebut, Ma’ruf meyakini sangatlah tepat jika pembangunan bangsa ini dimulai dengan membangun keluarga. Disinlah peran penting BKKBN sebagai lembaga yang salah satu tugas utamanya melaksanakan pembangunan keluarga. Kemudian, BKKBN harus dapat memastikan agar pembangunan keluarga diarahkan pada penciptaan keluarga yang berkualitas.
Ma’ruf juga menyebut tema diatas sangatlah tepat karena saat ini 1 dari 4 anak balita di Indonesia mengalami stunting. Kondisi ini disebabkan kurang gizi yang cukup lama dan infeksi berulang.
Dijelaskan, data hasil survey status gizi Indonesia yang dilakukan oleh Kemenkes per tahun 2019 prevalensi stunting pada balita tercatat 27,76%. Sejak 2018, pemerintah telah melakukan berbagai upaya menurunkan prevalensi stunting ini. Salah satunya adalah menajamkan berbagai intervensi gizi, reseptor kesehatan untuk menyasar pada ibu hamil dan anak usia 0-23 bulan.
“ Pemerintah juga menggiatkan berbagai intevensi yang mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan pada anak dan ibu hamil, seperti akses, air, sanitasi, pendidikan anak usia dini, akses pangan bergizi juga perilaku hidup bersih dan sehat. Semua intervensi tersebut tidak akan efektif jika keluarga tidak mengambil peran aktif untuk memperhatikan kualitas hidupnya, “ lanjutnya.
Dalam kesempatan itu Ma’ruf juga mengatakan Presiden Joko Widodo telah meminta BKKBN untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting. “Saya mengingatkan bahwa target percepatan penurunan stunting adalah 14 % pada tahun 2024. Oleh karena itu untuk mencapai target tersebut saya minta BKKBN berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Bahkan dari lemnbga non pemerintah seperti dunia usaha, akademisi, juga lembaga swadaya masyarakat,” ujar Ma’ruf
Untuk pemerintah daaerah, Ma’ruf meminta agar berkoordinasi antar sector dikuatkan dan berbagai sumber anggaran juga dioptimalkan untuk dapat memastikan layanan yang diperlukan betul-betul tersedia dan diterima oleh keluarga. Sementara itu untuk para penyedia layanan di lapangan, ia meminta agar dapat memastikan bahwa layanan yang disediakan betul-betul diterima oleh kelompok sasaran dengan kualitas yang baik.
Ma’fuf juga ingin memastikan bahwa pelayanan gizi dan kesehatan terutama untuk anak dan ibu hamil tidak terhenti selama masa pandemic covid saat ini. “ Dengan masih berlangsungnya pandemic covid 19 kita semua harus tetap menjalankan protocol kesehatan (prokes) dengan disiplin yang ketat. Penerapan prokes ini tentu saja memerlukan kesadaran dan kedisiplinan kita semua. Disinilah peran keluarga menjadi sangat penting untuk saling menguatkan antar anggota keluarga dan memastikan agar semua anggota keluarga patuh terhadap prokes,” tandasnya.
Upaya lain yang menjadi terobosan adalah vaksinasi. Sehubungan dengan itu, Ma’ruf berujar dengan memanfaatkan momentum peringatan harganas ke 28 tahun ini, dirinya menyambut baik dimulainya program vaksinasi bagi ibu hamil/ menyusi dan anak uisa 12-18 tahun yang dikategorikan sebagai kelompok sasaran yang lebih rentan terhadap pandemic covid 19. Dan peran BKKBN sebagai lembaga yang dekat dengan bimbingan keluarga, sangatlah tepat untuk menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan vaksinasi yang menyasar anggota keluarga inti termasuk anak dan ibu hamil.
“Terakhir, saya inign kembali tegaskan bahwa ketahanan keluarga adalah hal yang memungkinkan terciptanya SDM yang berkualitas, dan berdaya saing. SDM unggul berasal dari kerluarga hebat yang mempuyai ketahanan keluarga yang mumpuni yang mampu saling asah,asih dan asuh sesame anggota keluarga. Jadilah keluarga hebat berencana, selamat harganas ke 28, “ pungkas KH Ma’ruf Amin.(Ar-Kominfo)
Selasa, 29 Juni 2021
Harapan tersebut disampaikan Bupati Pekalongan Periode 2016-2021, Asip Kholbihi dalam sambutannya pada acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupatii Pekalongan Masa Jabatan 2016-2021 kepada Bupati Pekalongan Masa Jabatan 2021-2026 sekaligus Serah Terima Jabatan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan,Senin (28/6/2021). Sertijab juga disiarkan secara live streaming melalui channel YouTube Pemkab Pekalongan.
Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, dua hal besar tersebut, merupakan mandat yang diberikan Gubernur Jawa Tengah saat melantik dirinya dan Arini Harimurti sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2016-2021. “Dua program instruksional gubernur sudah kami laksanakan,meskipun saya sadari, itu belum sempurna”, ujar Asip.
Lebih lanjut Asip mengutarakan, kemiskinan, dari tahun 2016, yang semula di atas rata-rata Jawa Tengah, berhasil diturunkan hingga ke single digit pada tahun 2019. Namun,pada tahun 2020, karena adanya pandemi, kembali pada angka 10,1 persen. ”Tapi saya percaya,dengan kerja keras Ibu Fadia dan Bapak Riswadi didukung jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa kembali lagi ke single digit, bahkan hingga serendah-rendahnya,” ujar Asip.
Disamping program instruksional tersebut, Asip bersama dengan wakilnya, Arini Harimurti, juga telah melaksanakan mandat RPJMD Kabupaten Pekalongan, sehingga, menurutnya, wajah kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah nampak. Dikatakan, PDRB Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 masih sekitar20 juta per kapita per tahun dan saat ini sudah mencapai 25 juta lebih per kapita per tahun.
“Kami sadar, masih banyak program yang belum kita lakukan, masih ada janji yang belum kami tuntaskan, “Masih ada yang bolong-bolong, karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa,” ungkap dia. Oleh karena itu, melalui momentum Sertijab hari itu, Asip atas nama pribadi maupun sebagai Bupati Periode 2016-2021 bersama Arini Harimurti menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur, mulai dari Wakil Bupati, Forkompinda, Sekda dan jajaran ASN dan para kades/lurah serta seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang telah mendukungnya dalam melaksanakan pembangunan selama lima tahun.
Asip melanjutkan, terkait penanggulangan rob, alhmadulillah pihaknya telah melaksakanannya dengan upaya-upaya taktis strategis dengan bantuan Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun pendanaan APBD. Menurutnya, upaya tersebut sudah cukup berhasil, namun perlu disempurnakan. “Saya meyakini Ibu Fadia dan Bapak Riswadi bisa menyelesaikan dan menyempurnakan program penanggulangan rob di sepanjang 10 kilometer pantai kita,” ucap Asip.
Dukung Pemimpin Baru
Dalam kesempatan tersebut, Asip mengajak seluruh elemen dan masyarakat Kabupaten Pekalongan mendukung pemimpin yang baru. “Kita harus mendukung, bahu-membahu, dukung-mendukung sepenuhnya, dan berdoa, agar roda pemerintahan dari pemimpin satu dan selanjutnya tetap berjalan dengan baik,sesuai dengan yang diamanatkan rakyat,” kata Asip.
Bupati Pekalongan Masa Jabatan 2021-2026, Fadia Arafiq dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi dan luar biasa kepada bupati dan wakil bupati sebelumnya, Asip Kholibihi dan Arini Harimurti yang menurutnya, selama lima tahun ini membangun Kabupaten Pekalongan dengan sangat baik. “Dan saya pada kesempatan ini, mohon maaf jika pada saat berkampanye, ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati Bapak Asip. Begitu kampanye selesai, selesai. Pak Asip adalah sahabat saya,” ungkap Fadia.
Fadia berharap Asip Kholibi dan Antono (Bupati Periode sebelumnya) dapat membantu pihaknya dengan memberikan masukan dan ide-ide untuk membangun Kabupaten Pekalongan bersama-sama. Fadia berharap cita-cita melalui visi-misinya bersama dengan Wakil Bupati Riswadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Masa Jabatan 2021-2026 yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera,Adil, Merata (SETARA) dan Berbudaya Gotong Royong” dapat terwujud dengan baik.
Berkaitan dengan Pandemi Covid-19, menurut Fadia, harus disikapi dengan bijak. “Kehidupan harus tetap jalan, namun protokol kesehatan harus tetap ditegakkan,” . Oleh karena itu, dia meminta kerja sama yang baik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan Forkompinda Kabupaten Pekalongan agar hal ini bisa terwujud.
Dalam acara tersebut , juga dilakukan serah terima jabatan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan sekaligus Ketua Dekranasda Masa Bhakti 2016-2021 Ny. Munafah Asip Kholbihi kepada Ny. Widi Ro’ati Riswadi sebagai Ketua TP PKK Masa Bhakti 2021-2026 dan Tuan. Mochtarudin Ashraf Abu sebagai Ketua Dekranasda. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo Kab. Pekalongan.
Senin, 28 Juni 2021
Acara Serah Terima Jabatan digelar secara langsung dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiarkan pula secara live streaming. Tampak hadir dalam acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Bupati Pekalongan periode 2016-2021 Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta istri, Bupati Pekalongan terpilih periode 2021-2026 Fadia Arafiq SE.,MM beserta suami, Wakil Bupati Pekalongan periode 2016-2021 Ir Arini Harimurti beserta suami, Wakil Bupati Pekalongan terpilih periode 2021-2026 Riswadi SH beserta istri, Ketua DPRD kabupaten /kota, Forkopimda kabupaten/kota, Plh Sekda M Yulian Akbar SSos M.,Si beserta seluruh OPD yang hadir dan para tamu undangan. Tampak pula Kepala Biro Otonomi Daerah dan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang hadir secara virtual mewakili Gubernur.
Acara Serah Terima Jabatan ditandai dengan penandatanganan naskah berita acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2021-2026. Kemudian dilanjutkan penyerahan buku memori jabatan Bupati Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2016-2021.Disusul penandatanganan berita acara serah terima jabatan Ketua TP PPK dan Ketua Dekranasda, dilanjutkan penyerahan buku memori.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan periode 2016-2021, Asip Kholbihi SH.,M.Si mengatakan bahwa pada waktu dirinya dilantik, ia beserta Wakil Bupati diberi mandat spesifik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. “ Ada dua hal besar yang harus diselesaikan, yaitu persoalan kemiskinan dan penanggulangan rob. Dua program instruksional Gubernur Alhamdulilah bisa kita laksanakan meskipun saya sadar itu belum sempurna. Angka kemiskinan, kita berhasil menurunkan sampai single digit pada tahun 2019. Untuk penanggulangan rob, Alhamdulilah disamping kita sudah melakukan upaya-upaya taktis strategis, dengan bantuan pemerintah pusat maupun pemprov, program ini cukup berhasil meskipun masih harus disempurnakan,” papar Asip
Disamping program instruksional itu, Asip juga membeberkan pihaknya sudah melaksanakan apa yang menjadi mandat dari RPJMD. “ Sehingga Alhamdulilah wajah kesejahteraan, setidak-tidaknya menurut para ahli indicator makro kita mengarah ke wajah kesejahteraan yang bisa dihadirkan selama 5 (lima) tahun ini. Terbukti dari peningkatan Produk Domestik Rasional Bruto kita yang sekarang sudah 25,24 juta perkapita per tahun. Saya meyakini dan tentu kita harus mendukung semua agar bu Fadia dan pak Riswadi nanti akan semakin meningkatkan lagi indeks perkapita kita. Karena itu adalah salah satu indikator dari makna kesejahteraan yang tentu menjadi tanggungjawab kita semua sebagai pemimpin, ” ungkapnya.
Selanjutnya melalui momentum Serah Terima Jabatan Bupati Wakil Bupati tersebut, atas nama pribadi dan Ibu Arini (Wakil Bupati) , Asip menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan yang telah bahu membahu, dukung mendukung sepenuhnya serta mendoakan agar proses jalannya roda pembangunan di kabupaten Pekalongan dari masa ke masa, dari pemimpin ke pemimpin selanjutnya tetap berjalan dengan baik.
Mengakhiri sambutannya, Asip juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan seluruh pihak, terutama instansi vertical yang atas kerjasamanya stabilitas daerah dan kondusifitas masyarakat bisa berjalan dengan baik. Selain itu ia juga berterimakasih kepada lembaga DPRD, seluruh jajaran ASN yang menunjukkan kinerja yang cukup baik. Demikian juga kepada para tokoh ormas, tokoh politik yang telah sangat berjasa.
‘Sekali lagi saya menyampaikan selamat bertugas kepada Bu Fadia dan Pak Riswadi, maturnuwun sanget kepada Bu Arini dan Pak Antono dan kepada kawan-kawan saya mengucapkan jazakumulloh akhsanal jaza,” pungkasnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan terpilih periode 2021-2026, Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutan singkatnya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Pekalongan periode 2016-2021,Asip Kholbihi SH.,M.Si dan Ir. Arini Harimurti yang selam 5 (lima) tahun ini menurutnya telah membangun kabupaten Pekalongan dengan sangat baik dan ia juga meminta ide ataupun masukan untuk membangun kabupaten Pekalongan.
“ Saya berharap melalui visi misi saya, terwujudnya masyarakat kabupaten Pekalongan yang sejahtera adil merata dan berbudaya gotong royong dapat terjalankan dengan baik. Pada masa musim covid ini memang harus kita sikapi dengan bijak, kita juga harus memikirkan ekonomi masyarakat kabupaten Pekalongan. Kehidupan harus tetap berjalan, tapi protocol kesehatan juga harus tetap diterapkan. Saya minta kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan, semua teman-teman Forkopimda untuk bisa memperkecil covid 19 yang zonanya dari merah ke hijau ,” pinta Fadia. (Ar-Kominfo)
Senin, 28 Juni 2021
Fadia – Riswadi dilantik sebagai Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan setelah unggul dari pasangan Asip Kholbihi – Sumarwati dalam Pilkada Kabupaten Pekalongan Tahun 2020. Sebelumnya, Fadia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan Periode Tahun 2011-2016 berpasangan dengan Bupati Antono.
Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutannya memberikan apresiasi karena pelantikan yang dilaksanakan pada Hari Minggu. “Begitu saya diminta untuk melantik pada Hari Minggu, saya bersemangat. Sepertinya anda akan mengambil inisiatif dan mengikhlaskan diri tanpa kenal waktu, hari libur pun anda bekerja, Hari Minggu, untuk bekerja melayani rakyat,” ungkap Ganjar. Oleh karena itu, dia berharap momen tersebut dapat dijadikan pengingat. “Mulai hari ini, anda bersama Bapak Riswadi akan membawa kapal Kabupaten Pekalongan untuk menyelesaikan persoalan, yang pas anda dilantik, situasinya bukan situasi yang baik-baik saja, situasinya yang tidak mudah,” tutur Ganjar.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga menyampaikan pesan-pesan, yang pertama, agar Bupati dan Wakil Bupati untuk pro aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi ,Kolusi dan Nepotisme,serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela.
Pesan kedua, yaitu, tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung maupun tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan, atau bentuk lainnya yang tidak sesuai ketentuan. “ Saya ingatkan dari awal, jika birokrasi masih ke kiri dan ke kanan, seringkali off side, undang Tim Kopsurgah (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan) KPK. Nanti akan dilihat mitigasi pencegahan korupsi di daerah itu seperti apa. Kalau tidak gratifikasi bentuk-bentuk hadiah, biasanya komisi-komisi,” ujar Ganjar.
Sektor-sektor yang rawan gratifikasi atau komisi di daerah, menurut Ganjar, antara lain lelang atau pengadaan barang dan jasa, jual beli jabatan, dan perijinan. “Kalau jabatan diganti karena kompetensinya, monggo (silakan). Tapi tidak dengan jual beli jabatan,”imbuh Ganjar.
Pesan Ganjar lainnya terhadap Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, yaitu, bersikap transparan, jujur, objektif, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas. “Layani masyarakat dengan mudah, murah, cepat, transparan dan akuntabel, maka tugas Anda selesai,” jelas Ganjar.
Selain hal-hal tersebut, Ganjar juga berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang baru saja dilantik, siap-siap menjadi babunya (pembantu) rakyat, bukan ndoronya (majikannya) rakyat. “Anda akan diperintah sesuai dengan janji-janji kampanye. Belum mencari tempat tidur, belum mencari plasma konvalesen, belum mencari makanan warga yang diisolasi, bagaimana. Atau nanti jika anda disambati rumah sakit yang kekurangan oksigen. Siap-siap, maka jika kita gagal mencegah masyarakat tetap berkeliaran tanpa masker, maka ini alarm buat kita, bahaya,” ujar Ganjar berpesan.
Pesan selanjutnya yaitu Menghindari pertentangan, conflict of interest dalam pelaksanaan tugas, memberikan contoh kepatuhan terhadap pelaksanaan Undang-undang dalam pelaksanaan tugas terutama terhdap karyawan yang dalam pengawasan di lingkungan kerja. Dan akan menyampaikan informasi penyimpangan integritas di Kabupaten Pekalongan dan turut menjaga.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pelantikan Ketua Tim Penggerak (TP) PP PKK dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan oleh Ny. Atiqoh Ganjar Pranowo. Ny.Widi Roati Riswadi dilantik sebagai Ketua TP PKK dan Bapak Mochtarudin Ashraf Abu sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Masa Bhakti 2021-2026. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo Kab. Pekalongan
Minggu, 27 Juni 2021
Usai melantik Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengungkapkan kesan dan pesannya, Gubernur menangkap kesan yang sangat baik dalam pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan kali ini yang dihelat tepat di hari minggu yang seharusnya menjadi hari libur kerja. “ Mudah-mudahan ini menjadi pengingat pertama bagi Ibu Bupati dan Wakil Bupati bahwa kita harus senantiasa berinisiatif dan mengikhlaskan diri untuk melayani masyarakat tanpa kenal waktu,” ungkap Ganjar.
Tak lupa Ganjar juga mengingatkan kepada Fadia dan Riswadi untuk membawa amanah dengan baik, dan jangan ragu untuk selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Forkopinda, Gubernur bahkan Bapak Presiden kalau ada kesulitan untuk dipecahkan bersama-sama. “ Anda dilantik dalam kondisi situasi yang tidak mudah, kita dalam masa pandemi, namun saya percaya saudara akan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Ganjar
Gubernur juga mengingatkan bahwa Pakta Integritas yang telah ditandangani merupakan hal yang harus dipegang teguh. Pertama ganjar mengingatkan agar Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang baru dilantik untuk senantiasa pro aktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, tidak menerima gratifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung, bersikap transparan dan akuntabel.
“ Kalo dibilang capek, pasti capek namun dengan niat yang baik pasti bisa, karena kita harus siap –siap dadi Babune rakyat, dudu dadi ndorone rakyat,” tegas Ganjar.
Hal lain yang juga diingatkan oleh Gubernur adalah, agar Bupati dan Wakil Bupati dapat menghindari conflict of interest, mematuhi peraturan Perundang-undangan yang berlaku, menyampaikan informasi jika ada pelanggaran untuk kemudian dievaluasi, serta siap menghadapi konsekuensi jika melanggar.
Terakhir, Ganjar juga mengungkapkan pentingnya peran TP. PKK dan Dekranasda, dimana dalam situasi Pandemi PKK bisa menjadi agen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya 5 M, sedangkan Dekranasda dapat berperan mendampingi UMKM sebagai sektor yang paling besar terkena pukulan agar mereka mampu bangkit lagi secara ekonomi.
Usai acara, Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan memberikan pernyataan singkatnya, diantaranya pernyataan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan atas kepercayaanya memilih mereka berdua untuk memimpin Kota santri lima tahun kedepan. “ Doakan agar kami dapat bekerja dengan baik, InsyaAllah kami akan membuat masyarakat Kabupaten Pekalongan bangga, dan lebih maju, sejahtera dan adil merata,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE.,MM., juga berharap pihaknya dan seluruh elemen masyarakat bisa bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan menjadi jauh lebih baik lagi.
Dan tidak lupa, Bupati Fadia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang telah mempercayakan amanah kepada Ia dan wakilnya untuk memimpin Kabupaten Pekalongan lima tahun kedepan.
‘’Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, dan ayo bangun bersama-sama Kabupaten Pekalongan menjadi jauh lebih baik lagi,’’ tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan H.Riswadi, SH., mengatakan bahwa Ia berharap seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat mendoakan supaya Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan bisa mengemban amanah dengan baik untuk menciptakan pembangunan di Kabupaten Pekalongan yang lebih maju, sejahtera dan adil merata.
‘’Doakan kami supaya bisa bekerja dengan baik. Karena kami berprinsip hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin,’’ jelas Wakil Bupati Pekalongan H.Riswadi, SH. (Red)
Minggu, 27 Juni 2021