KAJEN - Dalam rangka menghadapi ancaman potensi bencana alam yang kerap terjadi di beberapa wilayah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Potensi Bencana Angin,Banjir dan Longsor di Kabupaten Pekalongan Tahun 2021-2022.
Berdasarkan hasil mapping yang telah dilakukan, sebagian daerah di Kabupaten Pekalongan memiliki potensi bencana yang cukup besar. Untuk daerah Pantura misalnya, bencana yang kerap terjadi setiap tahunnya adalah banjir ataupun rob. Sementara di daerah atas, bencana yang perlu diwaspadai berkaitan dengan tanah longsor, angin puting beliung atau angin ribut, termasuk kekeringan pada saat musim kemarau. Hal ini seperti disampaikan Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Pekalongan Drs Budi Santoso.,M.Si dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Potensi Bencana Angin Banjir dan Longsor di Kabupaten Pekalongan, Rabu (27/10) pagi di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Dari potensi bencana tersebut, Pj Sekda menghimbau para Camat untuk melakukan persiapan penanganan bencana mulai dari pencegahan ( prabencana) hingga pasca bencana termasuk pengelolaan manajemennya. “Dari pencegahannya, kita harus mengupayakan, menghilangkan atau mengurangi timbulnya sesuatu ancaman yang berkaitan dengan potensi bencana diatas. Bagaimana kita memitigasi bencana untuk melihat agar ancaman yang terjadi atau dampak yang ditimbulkan dapat seminimal mungkin dan jangan sampai menimbulkan korban. Ini yang kita harapkan. Maka semuanya harus kita persiapkan, termasuk kesiapsiagaan yang lain. Dan hari ini adalah bagian dari kesiapsiagaan, “ papar Pj Sekda Budi Santoso
Pj Sekda menekankan bahwa pertumbuhan hunian baru di daerah resiko bencana seperti di kecamatan Tirto yang merupakan daerah banjir dan rob perlu diminimalisir dengan kebijakan tata ruang menjadi daerah bukan hunian. Namun hambatannya masyarakat sudah terlanjur tinggal di daerah rawan bencana tersebut. Untuk mensiasati nya, Budi Santoso mengungkapkan relokasi adalah menjadi sebuah penanganan akhir.
Lebih lanjut, disamping menata regulasi kebijakan, menurutnya penggerakan sarana prasarana serta sumber daya manusia (SDM) harus dipersiapkan. “ Semua komponen harus bersatu padu bergerak bersama untuk menangani dampak apabila terjadi bencana seperti yang sudah dipetakan, “ tegasnya.
Dari diskusi dalam rapat koordinasi tersebut, Pj Sekda berharap adanya persiapan mulai dari SDM, sarana prasarana, koordinasi yang matang terpadu sehingga bisa menggerakkan penanganan dalam waktu secepat mungkin dan secepat mungkin menangani maupun menyelesaikan bencana.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo dalam laporannya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diselenggarakannya Rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Ancaman Potensi Bencana Angin Banjir dan Longsor di Kabupaten PekalonganTahun 2021 – 2022 antara lain untuk meningkatkan koordinasi dalam rangka antisipasi menghadapi ancaman potensi bencana angin banjir dan longsor di kabupaten Pekalongan, meningkatkan kesiapsiagaan semua jajaran dalam mengantisipasi menghadapi ancaman potensi bencana angin banjir dan longsor di kabupaten Pekalongan, serta menyatukan langkah dalam kesiapan penanganan menghadapi ancaman potensi bencana angin banjir dan longsor di kabupaten Pekalongan.
Rabu, 27 Oktober 2021
Rakor diikuti oleh 53 peserta yang terdiri dari instansi terkait antara lain dari provinsi ( Balai BBWS Pemali Juana, BMKG, Dinas Pusdataru, Dinas PSDM), Polres, Kodim, TNI AL, OPD terkait kabupaten Pekalongan ( Dinsos, DPU, Perkim LH, Dinhub, Satpol PP, Dinkes), instansi vertical ( PLN, Perhutani), para Camat se kabupaten Pekalongan, relawan kebencanaan serta dari Baznas. (Ar-Kominfo)
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., menghadiri acara Peringatan Hari Santri Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Fusha Kedungwuni, yang diselenggarakan pada pagi ini, Sabtu (23/10/2021).
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia menyampaikan bahwa santri harus memiliki mental dan fisik yang kuat. Hal tersebut sesuai dengan tema yang diangkat pada peringatan hari santri tahun 2021 ini yaitu ‘’Santri Siaga Jiwa Raga’’.
Menurutnya, tema yang diangkat pada peringatan hari santri tersebut adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia serta mewujudkan perdamaian dunia.
Untuk itu Ia berharap para santri di Kabupaten Pekalongan bisa memiliki jiwa dan fisik yang siaga untuk bisa ikut serta dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa sebagaimana tujuan awal dicetuskannya peringatan hari santri oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015 lalu.
‘’Sejak ditetapkan pada tahun 2015, setiap tahun kita rutin menyelenggarakan peringatan Hari Santri dengan tema yang berbeda. Dan tahun ini tema yang diangkat adalah ‘Santri Siaga Jiwa Raga’, ini artinya anak-anak sekalian harus memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat. Apalagi di masa pandemi saat ini kita harus benar-benar mempunyai ketahanan dua tersebut,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat memberikan sambutan pada acara tersebut.
Fadia menegaskan, santri di Kabupaten Pekalongan juga harus memiliki semangat belajar yang kuat untuk menyongsong masa depan yang gemilang dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan. Mengingat saat ini zaman yang sudah makin berkembang, untuk itu kualitas para penerus bangsapun harus memiliki kualitas yang tinggi pula.
‘’Bila pada zaman dahulu jiwa santri itu siap dan berani maju untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, maka santri hari ini tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan NKRI’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam peringatan Hari Santri Tahun 2021 di Ponpes Al-Fusha, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyerahkan bantuan beras 100 kwintal untuk 100 pondok pesantren se-Kabupaten Pekalongan, yang diserahkan secara simbolis kepada 10 pondok pesantren serta menyerahkan Surat Perjanjian Sewa Tanah belakang Kantor PCNU untuk PCNU Kabupaten Pekalongan.
Fadia juga berjanji akan memberikan insentif kepada 1000 guru ngaji pondok pesantren se-Kabupaten Pekalongan, yang teknisnya akan ia serahkan kepada pondok pesantren masing-masing untuk memilih guru ngaji yang akan diberikan insentif nantinya.
‘’Saya Bupati Pekalongan akan memberikan insentif kepada 1000 guru pesantren di Kabupaten Pekalogan. Dan untuk teknisnya akan saya serahkan kepada masing-masing pengurus pondok pesantren untuk memilih guru ngaji yang akan kami berikan insentif,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Minggu, 24 Oktober 2021
KAJEN - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Robiul Awal 1443 H yang bertepatan tanggal 19 Oktober 2021, Pemerintah kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Kabupaten Pekalongan Bersholawat’ di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati, Kamis (21/10/2021) malam . Peringatan Maulid Nabi sekaligus launching ‘ Pekalongan Bersholawat’ ini digelar dengan protocol kesehatan ketat namun tetap tidak mengurangi khidmat dari peringatan Maulid Nabi.
Acara Pekalongan Bersholawat ini dihadiri Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE,MM dan diikuti pula oleh para staf ahli dan asisten sekda , para kepala OPD, para Camat se kabupaten Pekalongan, kepala kantor Kemenag, para pengurus organisasi keagamaan, para tokoh kiai/ulama serta keluarga besar ASN Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya Bupati Fadia mengatakan peringatan Maulid Nabi tahun ini diselenggarakan secara minimalis mengingat saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 3 untuk kasus covidnya.“ Peringatan maulid ini kita buat secara minimalis, karena per hari ini kabupaten Pekalongan masih di level 3. Ini indikatornya dari vaksin, bukan dari banyaknya orang yang terkena covid,” kata Fadia mengawali sambutannya.
Hal penting dari peringatan Maulid ini, dituturkan Bupati bahwa Rasululloh sebagai panutan kita. “ Rasululloh ini umpama Al Qur’an berjalan. Rasul itu panutan kita, syafa’atnya selalu kita nantikan dan juga tingkah lakunya harus kita ikuti. Ini penting untuk kita para ASN untuk mengikuti , karena kita berinteraksi dengan masyarakat. Ketulusan dan dedikasi serta cinta kita yang tinggi kepada masyarakat ini yang harus kita tunjukkan dari sosok Rasululloh, “ terangnya.
Dalam momentum Pekalongan Bersholawat ini Bupati Fadia sekaligus menyatakan bahwa setiap hari Selasa malam Rabu Wage, di setiap kecamatan se Kabupaten Pekalongan menyelengarakan kegiatan Pekalongan Bersholawat. Selain di setiap kecamatan, Pekalongan Bersholawat juga diselenggarakan di Pendopo. Dan Ia akan hadir di setiap kecamatan secara bergantian.
Dikatakan Fadia, meski Pekalongan Bersholawat tidak diselenggarakan dengan skala besar namun hal ini tidak mengurangi rasa khidmat untuk tetap mencitai Rasululloh, dan Ia berharap dengan bersholawat meski secara sederhana , segala penyakit akan segera sirna. “ Insyaalloh dengan bersholawat, kita bermunajat kepada Alloh dengan ikhlas agar kabupaten Pekalongan levelnya bisa segera turun,” harapnya
Tak lupa Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri. “Selamat Hari Santri. Kabupaten Pekalongan kota santri, kita tunjukkan sikap dan tingkah laku santri yang baik sehingga kabupaten Pekalongan ini adem ayem rukun guyub semua karena santrinya luar biasa, “ pungkas Fadia.
KAJEN - Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Robiul Awal 1443 H yang bertepatan tanggal 19 Oktober 2021, Pemerintah kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Kabupaten Pekalongan Bersholawat’ di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati, Kamis (21/10/2021) malam . Peringatan Maulid Nabi sekaligus launching ‘ Pekalongan Bersholawat’ ini digelar dengan protocol kesehatan ketat namun tetap tidak mengurangi khidmat dari peringatan Maulid Nabi. Acara Pekalongan Bersholawat ini dihadiri Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE,MM dan diikuti pula oleh para staf ahli dan asisten sekda , para kepala OPD, para Camat se kabupaten Pekalongan, kepala kantor Kemenag, para pengurus organisasi keagamaan, para tokoh kiai/ulama serta keluarga besar ASN Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya Bupati Fadia mengatakan peringatan Maulid Nabi tahun ini diselenggarakan secara minimalis mengingat saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 3 untuk kasus covidnya.
“ Peringatan maulid ini kita buat secara minimalis, karena per hari ini kabupaten Pekalongan masih di level 3. Ini indikatornya dari vaksin, bukan dari banyaknya orang yang terkena covid,” kata Fadia mengawali sambutannya.
Hal penting dari peringatan Maulid ini, dituturkan Bupati bahwa Rasululloh sebagai panutan kita.
“ Rasululloh ini umpama Al Qur’an berjalan. Rasul itu panutan kita, syafa’atnya selalu kita nantikan dan juga tingkah lakunya harus kita ikuti. Ini penting untuk kita para ASN untuk mengikuti , karena kita berinteraksi dengan masyarakat. Ketulusan dan dedikasi serta cinta kita yang tinggi kepada masyarakat ini yang harus kita tunjukkan dari sosok Rasululloh, “ terangnya.
Dalam momentum Pekalongan Bersholawat ini Bupati Fadia sekaligus menyatakan bahwa setiap hari Selasa malam Rabu Wage, di setiap kecamatan se Kabupaten Pekalongan menyelengarakan kegiatan Pekalongan Bersholawat. Selain di setiap kecamatan, Pekalongan Bersholawat juga diselenggarakan di Pendopo. Dan Ia akan hadir di setiap kecamatan secara bergantian.
Dikatakan Fadia, meski Pekalongan Bersholawat tidak diselenggarakan dengan skala besar namun hal ini tidak mengurangi rasa khidmat untuk tetap mencitai Rasululloh, dan Ia berharap dengan bersholawat meski secara sederhana , segala penyakit akan segera sirna.
“ Insyaalloh dengan bersholawat, kita bermunajat kepada Alloh dengan ikhlas agar kabupaten Pekalongan levelnya bisa segera turun,” harapnya
Tak lupa Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri. “Selamat Hari Santri. Kabupaten Pekalongan kota santri, kita tunjukkan sikap dan tingkah laku santri yang baik sehingga kabupaten Pekalongan ini adem ayem rukun guyub semua karena santrinya luar biasa, “ pungkas Fadia.
Selanjutnya acara Pekalongan Bersholawat diisi mauidhoh hasanah oleh KH Syaiful Bahchri. (Ar-Kominfo)Selanjutnya acara Pekalongan Bersholawat diisi mauidhoh hasanah oleh KH Syaiful Bahchri. (Ar-Kominfo)
Sabtu, 23 Oktober 2021
Rabu, 20 Oktober 2021
Rabu, 20 Oktober 2021
AJEN - Kekurangan air bersih yang dialami warga Dukuh Bantul Desa Kesesi Kecamatan Kesesi pada musimkemarau ini, membuat LSM Forum Pekalongan Bangkit terjun melakukan distribusi air bersih ke lokasi, Senin (18/10) pagi.
Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH bersama Forum Pekalongan Bangkit dengan didampingi Kepala desa Kesesi, terjun langsung ke lokasi pendistribusian air bersih di Bantul Kecamatan Kesesi dan mendapat sambutan hangat dari warga yang antusias mendapatkan air bersih.
Atas kepedulian dan peran aktif Forum Pekalongan Bangkit dalam menyalurkan air untuk warga Bantul Kesesi, Wakil Bupati Riswadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih. “Atas nama pribadi dan pemerintah kami ucapkan terima kasih atas kepedulian LSM Forum Pekalongan Bangkit yang mana mampu menangkap kepentingan publik, dan ini bagian dari kebutuhan vital, yaitu air. Salah satunya hari ini mengadakan bakti sosial penyaluran air bersih kepada masyarakat di sekitar desa Kesesi yaitu Dukuh Bantul. Dengan adanya hal semacam ini kami senang dan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada LSM yang mempunyai kepedulian kepada masyarakat terkait kebutuhan air besrih yang hari ini kering dan sumber airnya memang tidak keluar karena situasi kemarau, “ ungkap Riswadi di sela sela kegiatan pendistibusian air bersih.
Riswadi menekankan kiat semacam ini harus digalakkan sebab LSM dianggap lebih mampu serta jeli dalam menagkap situasi di lapangan “ Saya yakin LSM mampu menangkap situasi di lapangan lebih jeli, mengerti karena mereka bergaul langsung dengan masyarakat. Dan ini harus terus menerus digalakkan, dilakukan terus menerus supaya kebutuhan masyarakat dalam hal ini kebutuhan air bersih,bisa terpenuhi,” tandasnya.
Kepada warga Dukuh Bantul yang saat ini kekurangan air bersih, dikatakan pemerintah akan menggali potensi yang ada. Selanjutnya penanganan kekurangan air di daerah Dukuh Bantul Kesesi ini akan segera diadakan penggalian sumur di daerah Bantul Kesesi tersebut. (Ar-Kominfo)
Selasa, 19 Oktober 2021
KAJEN – Kepala BKKBN Dr. (HC) Hasto Wardoyo, SPOG (K) mengunjungi Kabupaten Pekalongan terkait program-program yang telah, dan akan dilakukan oleh BKKBN di Kabupaten Pekalongan untuk beberapa tahun kedepan.
Kunjungan Kepala BKKBN bersama tim tersebut, dilaksanakan pada hari Kamis (14/10/2021) di Ruang Rapat Bupati. Dan diterima lagsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs. Budi Santoso, M.Si, dan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Widi Riswadi.
Dalam acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa kondisi wilayah di Kabupaten Pekalongan sendiri itu sangat luas, dan juga terdiri atas daerah pegunungan dan pantai. Untuk itu, Ia menyampaikan bahwa terkait program-program BKKBN khusunya untuk program KB sendiri, pihaknya membutuhkan tenaga ekstra guna melancarkan program tersebut.
Ia juga mengatakan, bahwa untuk program-program kesehatan lain dari BKKBN untuk penurunan stunting, penurunan angka kematian ibu dan anak, serta program untuk mebiasakan masyarakat melakukan pola hidup yang bersih dan sehat, telah dilaksanakan oleh pihaknya dengan baik. Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan beberapa perjanjian kerjasama yang telah dilakukan oleh Pemkab Pekalongan dengan beberapa pihak terkait untuk membantu melancarkan program-program tersebut,
‘’ Memang kebetulan di daerah Kabupaten Pekalongan ini ada wilayah pegunungan dan pantainya juga. Jadi harus ekstra lebih giat lagi kita dalam melaksankan program-program KB kita ini karena jalurnya memang jauh-jauh,’’
‘’Tetapi saya yakin, tim PKK dan dinas terkait juga semangat untuk memaksaimalkan program KB tersebut,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala BKKBN
Dr. (HC) Hasto Wardoyo, SPOG (K), mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pemkab Pekalongan yang telah menyambut baik kehadirannya bersama tim di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, kunjunganya ke Kabupaten Pekalongan ini ada beberapa hal yang akan Ia sampaikan terkait program-program yang akan dan telah dilaksaakan oleh BKKBN di Kabupaten Pekalongan.
Yang pertama, Hasto menyampaikan bahwa BKKBN akan menyediakan anggaran di Kabupaten Pekalongan untuk program pemberian dana pada tenaga vaksinator dan tim, sebesar 2,75 milyar. Hal tersebut, ditujukan untuk membantu percepatan vaksinasi Covid-19, sebagaimana program dari BKKBN pusat.
Adapun untuk teknisnya sendiri, lanjut Hasto, dana tersebut akan langsung masuk ke tenaga vaksinator dan tim dengan cara dikalim terlebih dahulu. Untuk itu, pihaknya meminta Pemkab Pekalongan bersama PKK juga dinas terkait, membantu masalah teknis dilapangan kedepannya, supaya dana tersebut bisa segera terserap dengan baik sebagaimana tujuannya.
‘’ Dan khusus untuk Kabupaten Pekalongan ini kami menyediakan anggaran namun anggarannya itu untuk vaksinator dan tim.. Dan transfernya kami langsung melalui penerima vaksinatornya itu dan timnya. Tim itu bisa saja yang memeriksa tensi dan yang memeriksa tensi, dari tim vaksinasi itu. Vaksinatornya satu orang dan timnya tiga orang,’’
‘’Jadi anggaran yang kita alokaiskan disini 2,75 milyar, hanya saja uang itu memang nanti diklaim, jadi memang nanti sudah ada vaksinasi, setiap ada 50 yang divaksin dibuat data, ada yang tanda tangan untuk transport dan sebagai uang harian, terus diklaimkan ke BKKBN.,’’ jelasnya
Selanjutnya, Hasto menyampaikan bahwa untuk tahun 2022 nanti, pihaknya akan menaikan anggaran yang akan dialokasikan di Kabupaten Pekalongan untuk melancarkan beberapa program kesehatan. ‘’ Kemudian tahun 2022 total anggaran ada 10, 980 milyar, hampir 11 milyar. Anggaran itu kita naikan karena ada tambahan untuk program stunting, operasionalnya, dan setiap kecamatan setiap bulannya kita beri 1,3 juta untuk merembug tentang stunting untuk 12 kecamatan, supaya di kecamatan kegiatannya itu hidup,’’ ungkapnya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs. Budi Santoso, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya berharap BKKBN bisa membantu pemkab Pekalongan dalam menurunkan level Covid-19 dari level 3 untuk dua minggu kedepan. Mengingat ada target 50% vaksinasi yang belum tercapai di Kabupaten Pekalongan untuk suntikan pertama.
‘’Untuk Bapak Kepala BKKBN ini mungkin ada jalur vaksin yang bisa didorong untuk Kabupaten Pekalongan kami juga akan sangat beterima kasih. Kalau memang ada kami juga mohon dorongan untuk mengejar yang 50%, dan yang lansia supaya bisa terdorong untuk bisa dilakukan vaksinasi, supaya dalam dua minggu ini level Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini bisa turun dari level 3,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Sabtu, 16 Oktober 2021
KAJEN – Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2021 yang diselenggarakan oleh Kodim 0710 Pekalongan di Desa Bulak Pelem, Kecamatan Sragi telah resmi ditutup pada hari ini, Kamis (14/10/2021). Dimana acara penutupan tersebut dilakukan pada hari ini, di Balaidesa Bulak Pelem oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M., dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan.
Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2021 tersebut telah sukses menghasilkan tiga sasaran utama pembangunan infrastruktur di Desa Bulak Pelem. Yang pertama adalah telah selesai melaksanakan pengaspalan jalan dengan panjang 740 meter yang terbagi dua segmen. Dimana segmen pertama adalah 340 meter, kemudian yang kedua adalah sepanjang 400 meter.
Kemudian yang kedua, telah berhasil melakukan pembangunan turap sepanjang 390 meter. Dan yang ketiga adalah membangun talud penahan jalan.
Itulah ketiga program sasaran utama kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bulak Pelem yang berhasil dicapai.
Dalam acara penutupan kegiatan TMMD Sengkuyung III tersebut, dalam sambutannya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, bahwa kegiatan TMMD merupakan sebuah program yang sangat luar biasa. Karena menurutnya, TNI bisa merancang program yang sedemikan rupa supaya bisa benar-benar mewujudkan pembangunan desa.
Dan hal tersebut terbukti dengan telah behasilnya membangun dua ruas jalan rusak di Desa Bulak Pelem dan pembuatan talud yang merupakan sasaran utama kegiatan TMMD III.
‘’Terimakasih kepada keluarga besar TNI ini sangat luar biasa sekali kerja keras TNI dan seluruh masyarakat desa juga yang turut membantu, sehingga target untuk menyelesaikan jalan ini dapat selesai dengan baik,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Selanjutnya, Fadia menyampaikan bahwa melihat hasil kinerja TNI yang sangat baik ini, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menjalin kerjsama dalam pembangunan infrastruktur jalan. Mengingat anggaran di masa pandemi saat ini masih memprihatnkan, jadi pihaknya akan menjalin kerjasama untuk bisa bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan.
‘’ Dengan kinerja yang seperti ini, tidak menutup kemungkinan kami pemkab akan membangun kerjasama dengan TNI untuk pembangunan infrastruktur jalan kedepannya. Karena melihat hasilnya yang bagus seperti ini dan juga biaya yang murah. Dan TNI juga bisa mengajak masyarakat bekerjasama, sehingga menimbulkan semangat gotong-royong. Sepertinya kita akan menjalin kerjasama yang lebih luas lagi untuk membangun Kabupaten Pekalongan,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Ia juga berpesan kepada perangkat desa Bulak Pelem dan Forkopimcam Kecamatan Sragi untuk bisa bersama-sama dengan Pemkab Pekalongan untuk menurunkan kembali level Covid-19 di Kabupaten Pekalongan seperti semula. Karena menurutnya, saat ini Kabupaten Pekalongan kembali naik ke level 3.
‘’Saya yakin Insyaallah dalam waktu satu bulan ini level kita akan menurun dan semoga saja sampai zero Covid-19 sehingga hidup kita bisa normal kembali,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 15 Oktober 2021
KAJEN - Pemkab Pekalongan bersama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GOJEK) melaunching Festival Njajan Njo pada Kamis (14/10) siang di Aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Launching Festival Njajan Njo Tahun 2021 yang merupakan kolaborasi Pemkab bersama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (GOJEK) ini diharapkan memberikan kesempatan perluasan jangkauan pemasaran produk UMKM melalui onboarding di platform go shop melalui google bisnis secara online. Acara launching ini dihadiri oleh unsur Forkopimda, Pj Sekda, Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda, manajemen PT Aplikasi Karya Anak Bangsa(GOJEK) serta tamu undangan lainnya.
Launching program Njajan Njo sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Windurojo kecamatan Kesesi pada tanggal 23 September 2021 yang merupakan salah satu fokus kegiatan replikasi Laboratorium Kemiskinan yang dilaksanakan bersamaan dengan Peringatan Hari Koperasi ke-74.
Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH dalam sambutannya mengatakan keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari semua pihak baik unsur pelaku usaha maupun ASN Kabupaten Pekalongan yang telah bersedia melakukan beberapa kali transaksi untuk membantu UMKM ‘Keren Bantu UMKM’.
Tidak hanya ASN, menurut Riswadi, masyarakat kabupaten Pekalongan secara luas diharapkan ikut serta dalam mensukseskan program ini.
“Perluasan sasaran program bukan hanya di lingkup ASN namun masyarakat kabupaten Pekalongan secara luas untuk menggunakan fasilitasi fitur belanja online melaui G0-Shop. Promosi melalui diskon menjadi salah satu sarana ampuh untuk menarik konsumen berbelanja secara online,” ungkap Riswadi.
Bagi masy arakat kabupaten Pekalongan pecinta kuliner, Gojek berkolaborsi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui layanan Go-food memberi kemudahan bagi masyarakat untuk membeli makanan pilihannya.
Dikatakan pula melalui program Njajan Njo ini Pemkab dan Gojek membuat satu promo khusus yang diikuti lebih dari 400 mitra Go-food.
Riswadi berharap dengan program Njajan Njo bersama Gojek ini, UMKM akan tumbuh besar dan kuat
terutama dalam situasi pademi saat ini. “Kunci kesuksesan GOJEK adalah kecerdasan, inovatif dan ada kolaborasi dengan semua pihak, sehingga GOJEK sekarang tumbuh menjadi start up nasional yang omset per detik nya mencapai milyaran rupiah, “ tandasnya.
Selanjutnya sebagai tanda launching festival Njajan Njo Tahun 2021 dilakukan pemecetan tombol oleh wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH bersama Head of Government Relations PT GOJEK Indonesia Wilayah Jateng DIY Saiful Bakhtiar. (Ar-Kominfo)
Jumat, 15 Oktober 2021