KAJEN - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE., MM mengambil langkah cepat untuk menurunkan level PPKM Kab. Pekalongan, diantaranya dengan segera mempercepat vaksinasi diberbagai wilayah, termasuk di lingkungan sekolah.
Hari ini, Kamis (14/10/2021) bupati beserta jajaran, Forkopimda serta Anggota DPR RI - Doni Akbar memantau secara langsung pelaksanaan vaksin di 2 tempat, yaitu SMK Muhammadiyah Kedungwuni dan di Gedung Kopindo Wiradesa.
Diungkapkan Fadia, bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini berada pada level 3, setelah sebelumnya sempat berada pada level 2, hal tersebut dijelaskan Fadia disebabkan rendahnya vaksinasi di Kab. Pekalongan. Oleh karena itu dirinya melakukan gerak cepat dengan meminta tambahan pasokan vaksin untuk Kab. Pekalongan. “Alhamdulillah Kabupaten Pekalongan sudah mendapat vaksin sebanyak hampir ratusan ribu dosis, kondisi ini patut disyukuri karena saat ini Jawa Tengah masih agak sulit mendapatkan vaksin, rata – rata per kabupaten hanya mendapat 5-7 ribu dosis vaksin per minggu,” ujar Fadia.
Bantuan vaksin sebanyak hampir 190 ribu dosis diakui Fadia didapatkannya berkat bantuan dari anggota DPR RI, Bapak Doni Akbar. Diungkapkan Fadia bahwa dirinya ingin masyarakat Kabupaten Pekalongan sehat, aman dan nyaman dalam beraktivitas, dimana salah satu jalan ikhtiarnya adalah dengan vaksinasi, selain menerapkan protokol kesehatan, oleh karena itu Fadia mengajak seluruh masyarakat Kab. Pekalongan untuk segera divaksin. “Ayo…yang keluarganya belum divaksin ayo cepet-cepet divaksin, apalagi sekarang kemana-mana syaratnya harus sudah divaksin,” ungkapnya.
Menutup sambutannya Fadia Kembali menghimbau masyarakat Kabupaten Pekalongan yang belum divaksin, khususnya yang sepuh (manula) untuk segera divaksin. Bupati berharap dengan capaian vaksinasi yang tinggi, maka level PPKM Kab. Pekalongan bisa naik ke level 1. “Kalau kita bisa mencapai level 1, maka kehidupan sosial dan ekonomi kita akan bangkit dan normal Kembali, jalan - jalan terang, sekolah bisa masuk normal lagi, pasar juga ramai, semua aspek kehidupan Kembali normal, makanya ayo semua ikut vaksin,” imbau Bupati. (dian’s/di2k)
Publisher : aris
Jumat, 15 Oktober 2021
Kajen - Menyusul inovasi Junjang Adminduk, satu lagi inovasi dari Kabupaten Pekalongan maju ke sesi penilaian Presentasi dan Wawancara KIPP Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Adalah inovasi Sapu Jagad yang juga diinisiasi Dindukcapil Kabupaten Pekalongan. Sapu Jagad merupakan inovasi dalam memberikan pelayanan adminduk kepada para penyandang disabilitas agar semua penduduk disabilitas di Kabupaten Pekalongan memiliki dokumen kependudukan dan mendapat akses layanan yang mudah dan nyaman.
Wakil Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Dewan Juri, atas kesempatan terhadap Inovasi Sapu Jagad Kabupaten Pekalongan pada KIPP Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. H. Riswadi, S.H menyatakan “Tugas negara adalah memberikan perlindungan kepada setiap warga negara dengan memberikan dokumen adminduk. Sapu Jagad merupakan akronim dari Semua Penduduk Disabilitas Terjamin dalam Pengurusan Adminduk. Filosofi Sapu Jagad adalah alat yang digunakan untuk menyapu bersih semua penduduk disabilitas yang belum mendapatkan pelayanan adminduk dengan cara mudah, cepat dan adil. Saatnya negara hadir untuk penyandang disabilitas, kalau bukan kita siapa lagi yang akan peduli.”
Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati pada sesi peniaian Presentasi dan Wawancara KIPP Provinsi Jawa Tengah secara virtual, di Ruang Rapat Bupati Pekalongan pada hari Rabu, 13 Oktober 2021. Wakil Bupati menyampaikan presentasi didampingi Kepala Dindukcapil Abdul Baqi, SH, S.PN, Inovator Sapu Jagad yang sekaligus Sekretaris Dindukcapil Catur Elmiyati, SP, M.Pop Hr, Kabag Organisasi Dan Kepegawaian, Drs. Rukman Hidayat AP serta dihadiri Perangkat Daerah terkait.
Presentasi dilanjutkan dengan wawancara oleh Tim Juri Independen yang terdiri dari berbagai unsur, yaitu Drs.Slamet Santoso, M.Si (UNDIP-Semarang), Drs. H. Gunarto, MM (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen), Suprihadi, S.Si, M.Kom (UKSW Salatiga), Mustafa, ST, MM, M.Kom (UNSSULA Semarang), Erwin Ardian, ST (Tribun), Rosihan Widi Nugroho, S.AP (PATTIRO), Drs. Mudjianto, M.Si (TVRI), Muhamad Bisri, S.Sos, M.AP (KOMPAK Jawa Tengah) dan Ronny Yuwono, S.Sos.
Kamis, 14 Oktober 2021
KAJEN – Kompi C Yonif 407 bersama Pemerintah Daerah dan Polres Pekalongan menggelar serbu vaksin, Rabu (13/10) siang di halaman Kompi C Yonif 407, Desa Rowokembu Kecamatan Wonopringgo. Tampak para warga yang hadir semenjak pagi antusias mengikuti serbu vaksin ini.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM hadir melakukan monitoring kegiatan serbu vaksin tersebut. Tampak hadir pula Kapolres Pekalongan AKBP DR Arief Fajar Satria SH.,S.I.K.,MH, perwakilan Kejari Kabupaten Pekalongan, Kasdim 0710 Pekalongan, Pj. Sekda Budi Santoso beserta asisten dan Kepala OPD terkait, dan juga Camat beserta Forkopimcam Wonopringgo
Dalam monitoring vaksin ini Bupati Fadia menyampaikan bahwa kabupaten Pekalongan mendapatkan 184 ribu vasin ditambah 30 ribu dari Kementerian Kesehatan dibantu anggota DPR RI Dony Akbar, untuk percepatan vaksinasi bagi semua masyarakat kabupaten Pekalongan. Dibanding kabupaten lain, jumlah ini adalah yang terbanyak di Jawa Tengah. Harapannya, dengan penambahan vaksin ini warga yang belum divaksin terutama para lansia (lanjut usia) bisa segera mendapatkan vaksin.
“Vaksin sudah banyak, untuk itu kita harus semangat. Karena kalau vaksin sudah tersedia kitanya tidak mau divaksin, nanti kita semua yang susah. Level di Kabupaten Pekalongan tidak akan turun. Kemarin kabupaten Pekalongan sudah level 2 namun berhubung yang divaksin baru kurang lebih 35 persen akhirnya naik lagi ke level 3, “ tutur Bupati Fadia kepada warga yang hadir di halaman Kompi C Yonif 407 Rowokembu Wonopringgo.
Buati juga menghimbau kepada warga yang hadir mengikuti serbu vaksin untuk mengajak kerabat mereka yang belum divaksin agar segera melakukan vaksin. Fadia menjamin bahwa vaksin tidak berbahaya, bahkan Fadia mengaku dirinya beserta jajaran pemerintahan, termasuk dari kejaksaan, Kapolres dan Dandim telah mendapatkan vaksin yang sama seperti yang diberikan kepada masyarakat pada umumnya.
“ Itu adalah ihktiar yang maksimal yang kita lakukan, dari bersih-bersih diri, cuci tangan, tidak berkerumun. Apalagi yang sudah sepuh, ini bahaya, karena covid ini bisa menyerbu ke penyakit lain. makanya yang sepuh wajib divaksin. Kalau sudah divaksin, itu ikhtiar yang maksimal artinya kita sudah bersih-bersih, divaksin, Insyaalloh tinggal nunggu sehatnya,” tegasnya.
Dikatakan pula, vaksinasi ini juga diwajibkan bagi pelajar usia 12 tahun ke atas. “ Anak-anak sekolah usia 12 tahun ke atas yang belum divaksin tidak bisa ikut ujian, karena vaksin syarat mengikuti uijan sekolah,” tandasnya
Selanjutnya kepada jajaran kecamatan dan kepala desa, Bupati Fadia juga meminta mereka ikut menjaga dan membantu upaya serbu vaksin ini sampai ke desa-desa dalam rangka penurunan level covid. “ Kalau level kita turun, lampu penerangan jalan nyala semua, ekonomi tumbuh kembali. Dan kalau level sudah turun, tinggal menjaganya, jangan berkerumun yang tidak penting,” terangnya.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP DR Arief Fajar Satria SH.,S.I.K.,MH menjelaskan pelaksanaan keroyok vaksin ini betujuan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Senada dengan Bupati, Arief menyebut kabupaten Pekalongan mendapat 184 ribu vaksin dan ditambah lagi 30 ribu vaksin.
“Kalau semua masyarakat Pekalongan dari jumlah yang bisa divaksin 774 ribu, kita mendapatkan 184 ribu, untuk mencapai level 50 persen hanya kurang 115 ribu. Berarti kalau 184 vaksin ini habis, kita bisa menuju ke level 1, “ ungkap Areif.
Atas nama pemerintah daerah, kepolisian maupun TNI, Arief juga mengucapkan terimakasih kepada warga yang hadir atas kesadarannya melakukan vaksin. “ Terimakasih bagi warga masyarakat kabupaten Pekalongan yang aktif melakukan vaksin pada siang hari ini,” pungkas Arief.(Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 14 Oktober 2021
KAJEN- Bupati Pekalongan, FadiaArafiq, SE.MM, membuka secara langsung Rapat Koordinasi pengembangan kapasitas operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) desa/kelurahan. Rakor yang digelar pada Rabu (13/10/2021) tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kab. Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Tim dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Soeharso Surakarta, Kepala Dinas Sosial Kab. Pekalongan, Kepala Perwakilan BPJS Kab. Pekalongan.
Sebanyak 285 operator SIKS-NG dihadirkan secara langsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, ditegaskan Fadia bahwa Rakor secara langsung ini digelar dengan harapan agar operator SIKS-NG dapat secara langsung berbagi ilmu dan bertukar pikiran terkait tugasnya sebagai operator tanpa kendala,diantaranya kendala komunikasi khususnya bagi operator daerah atas, sehingga pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 dapat segera terwujud atau terpenuhi.
Bupati berharap seluruh peserta rakor dapat memanfaatkan acara dengan sebaik baiknya, mengingat narasumber yang hadir lengkap, yaitu ada Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Tim dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Soeharso Surakarta, serta BJS Kab. Pekalongan. “Saya minta manfaatkan acara ini sebaik baiknya, silahkan semua masalah atau kendala yang dihadapi pada saat anda melaksanakan tugas ditanyakan, sehingga semua kendala tersebut dapat terselesaikan,” tegas Fadia.
Tak lupa Bupati juga memberikan support semangat kepada operator DTKS agar bekerja dengan sebaik baiknya, karena ini adalah salah satu bentuk sodaqoh untuk masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya operator DTKS Desa/Kelurahan untuk memverifikasi dan memvalidasi data secara berkala agar data yang diusulkan menjadi obyektif tepat sasaran baik yang diusulkan keluar dari DTKS maupun yang akan dimasukkan dalam DTKS sesuai dengan ketentuan. Hal tersebutsangatpentingmengingatDTKS menjadi rumah atau wadah dari beberapa program bantuan (PKH, BSP, PBI, KIP, hingga Subsidi Listrik).
Pada kesempatantersebutFadiamenyerahkansecaraSimbolis Bantuan Sosial Tunai dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Soeharso Surakarta untuk 15 anakyatim/piatu karena korban Covid-19.
Sementaraitu, Kepala Dinas Sosial KabupatenPekalongan, Rachmawati, S.IP, MM dalam laporannya mengungkapkan bahwa Rakor yang digelar hari ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan kerja Bupati Pekalongan ke kementerian Sosial terkait perbaikan data DTKS. Dijelaskan juga oleh Rachmawati bahwa penerima Bantuan SosialTunai dari BBRSPDF Prof Suharso berjumlah 121 anak dengan nilai bantuan Rp. 200.000,- (untuk yang sudah bersekolah) dan Rp. 300.000,- (untuk yang belum bersekolah).(dian’s/di2k)
Publisher : aris
Kamis, 14 Oktober 2021
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menyampaikan apresiasi dan ucapan terimaksih kepada para dewan juri atas kesempatan terhadap inovasi JUNJANG ADMINDUK kabupaten Pekalongan dalam seleksi menuju Top Ten KIPP Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Inovasi JUNJANG ADMINDUK merupakan inovasi layanan administrasi kependudukan berbasis kewenangan desa dan fasilitator administrasi kependudukan desa yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Fadia Arafiq dalam acara Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 oleh Bupati Pekalongan di ruang rapat Bupati, Selasa (12/10) pagi.
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia memaparkan kepada tim penilai bahwa inovasi JUNJAN
G ADMINDUK didukung pula sepenuhnya oleh pehak desa melaui APBDes.
Lebih lanjut, dijelaskan pula kondisi wilayah kabupaten Pekalongan yang sangat luas termasuk gunung dan laut menjadi pertimbangan bahwa munculnya inovasi tersebut memang sangat diperlukan.
“ Inovasi ini muncul karena adanya 3 (tiga) masalah utama yang dihadapi masyarakat pedesaan untuk mengakses dokumen administrasi kependudukan yaitu dari jarak yang jauh, ini yang penting sehingga inovasi ini membuat masyarakat sangat terbantu . Dan prosedur pelayanan yang dianggap rumit, karena untuk mendapatkan suatu dokumen kependudukan itu harus melampirkan syarat dokumen dari instansi yang lain,”papar Fadia
Dan pada kondisi pandemi saat ini, yang semuanya serba dibatasi terutama layanan tatap muka, lanjut Fadia, maka layanan diarahkan melalui daring atau online. Sedangkan tidak semua masyarakat mengerti layanan sistem online ini. Oleh sebab itu dengan adanya inovasi di kabupaten Pekalongan melalui JUNJANG ADMINDUK ini dinilai akan sangat bermanfaat untuk seluruh masyarakat.
Selanjutnya dikatakan pula banyak kabupaten lain yang datang ke kabupaten Pekalongan untuk mereplikasi inovasi ini dan bahkan mereka sekarang sudah bisa menjalankannya di kabupaten masing-masing.
“ Inovasi JUNJANG Adminduk ini sejalan dengan visi misi Bupati/Wakil Bupati Pekalongan, yaitu kita ingin menciptakan pemerintahan yang bersih berwibawa dan inovatif. Dan saat ini telah masuk dalam RPJMD teknokratis yang kami berkomitmen untuk melaksanakan inovasi sehingga semakin banyak masyarakat kabupaten Pekalongan yang mendapatkan layanan administrasi kependudukan secara mudah cepat dan gratis,’ pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 13 Oktober 2021
KAJEN - Setelah berakhirnya masa jabatan Penjabat Sekretaris Daerah yang sejak dilantik pada 7 Juli 2021 lalu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM kembali melantik Penjabat Sekda, Drs Budi Santoso.,M.Si sebagai Penjabat Sekda untuk kedua kalinya. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pekalongan diselengarakan di ruang rapat bupati, Senin (11/10) sore. Tampak hadir dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekda kabupaten Pekalongan, antara lain Wakil Bupati H Riswadi SH, Pj Sekda Budi Santoso beserta para asisten dan staf ahli bupati serta segenap kepala OPD yang hadir.
Bupati Fadia Arafiq mengucapkan selamat kepada Penjabat Sekda yang baru dilantik, yakni Budi Santoso sekaligus mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya selama ini dalam mendapingi Bupati/Wakil BupatiPekalongan.
“ Saya yakin dan percaya selama 3 bulan kita bersama sama, Pak Budi mendapingi bupati dan wakil bupati dengan sangat baik sekali, menjadi pengayom seluruh ASN dengan baik serta berkomunikasi dengan para dewan juga sangat baik sekali dan itu sedikit tidaknya pelajaran uutuk kami bahwa dengan cara ketenangan Beliau, komunikasi Beliau yang baik dan santun, semua masalah yang rumit tidak akan ada rumitnya, semua selesai dengan baik, “ucap Bupati Fadia.
Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 821.2/547/2021, yang berisi menetapkan/menunjuk Drs Budi Santoso.,M.Si sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan disamping tugas jabatan definitifnya, dan penunjukan berlaku selama 3 (tiga) bulan sejak tanggal pelantikan. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 12 Oktober 2021
KAJEN – Imbas dari adanya pandemic Covid-19 yang menghantam perekonomian di Kabupaten Pekalongan, UMKM Center mengalami kelesuan. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya kios-kios yang tutup dan pedagang yang gulung tikar.
Dengan situasi yang demikian, Pemkab Pekalongan bersama Dekranasda Kabupaten Pekalongan tengah berusaha untuk menyusun cara-cara supaya UMKM Center yang menjadi pusat wisata kuliner di Kabupaten Pekalongan bisa hidup kembali seperti sedia kala.
Dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., saat melakukan kunjungan di UMKM Center pada siang ini, Senin (11/10/2021), bahwa Ia sangat prihatin melihat kondisi UMKM Center yang saat ini sepi. Untuk itu pihaknya akan melakukan berbagai upaya supaya UMKM Center bisa ramai kembali.
‘’Hari ini kita lakukan kunjungan ke UMKM Center, dengan membawa turut serta para OPD terkait dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan. Hal ini bertujuan untuk mengecek mengapa UMKM Center di Kabupaten Pekalongan ini kurang berjalan dengan maksimal,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia melanjutkan, untuk planning terdekat saat ini, pihaknya akan melakukan beberapa perbaikan gedung dan penambahan panggung hiburan di halaman UMKM Center untuk menarik pengunjung. ‘’ Penambahan papan nama di depan gedung UMKM, pembuatan panggung hiburan, supaya ada sedikit hiburan disini. Dan kalau kita sudah level Covid-19 nya menurun maka hiburannya bisa kita jalankan,’’ jelasnya.
Selain itu, untuk rencana jangka panjangnya, Fadia menjelaskan bahwa pihaknya akan menyusun pola-pola aturan dan peninjauan peraturan untuk dapat menggaet investor supaya bisa masuk ke UMKM Center. Sehingga dengan hal tersbut diharapkan kedepnnya UMKM Center akan bisa berkembang pesat dan menjadi primadona wisata kuliner di Kabupaten Pekalongan.
‘’Kedepan kita juga akan mencoba mengaet investor supaya UMKM Center ini lebih berkembang. Dan saat ini kami sedang melihat dari segi aturannya untuk berjalan ke arah sana. Supaya investor bisa masuk ke sini,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 12 Oktober 2021
KAJEN - RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, mendapatkan anugrah dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Tahun 2021. RSUD Kraton mendapat penghargaan dengan kategori Optimisasi Keselamatan Radiasi Pada Pasien Radiologi. Penganugerahan tingkat nasional ini diberikan kepada Heriyani, ST Msi. selaku Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) untuk sub kategori Inovasi Implementasi Optimisasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi.
Disampaikan Direktur RSUD Kraton, dr Eko Wigiantoro MKes. Acara yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kamis (7/10/2021) kemaren ini, mengusung tema Integrasi Sistem Informasi Perizinan dan Inspeksi berbasis Risiko pada Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Era Pandemi Covid-19.
"Jurnal lomba yang kami ajukan dengan judul Implementasi Proteksi Radiasi di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan,” terang Direktur RSUD Kraton.
Pengahargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Nuklir Bapeten Prof Dr Jazi Eko Istiyanto MSc IPU Asean Eng, Sesuai UU No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.
Prof Dr Jazi Eko Istyanto MSc IPU Asean Eng. mengatakan kegiatan Anugerah Bapeten ini adalah lomba meskipun peserta tidak saling bersaing.
Total penerima Anugerah Bapeten pada penyelenggaran ke-7 Tahun 2021 ini sebanyak 346 Instansi dan/atau perorangan. Anugerah Bapeten 2021 diberikan kepada 180 instansi medik, 105 instansi penelitian dan industri untuk pemegang izin bidang Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif; 46 instansi dan 5 (lima) orang untuk kategori Optimisasi Keselamatan Radiasi Pada Pasien Radiologi; 3 (tiga) Laboratorium dosimmetri; 3 (tiga) orang Petugas Proteksi Radiasi (PPR); dan 4 (empat) provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten.
“Masing-masing pemegang ijin itu akan menunjukkan bahwa mereka patuh dengan aturan nuklir sehingga keselamatan dan keamanan nuklir lebih terjamin,” ungkap Prof Jazi Eko Istyanto.
Dengan adanya Anugerah Bapeten, kata Prof Jazi Eko Istyanto, maka budaya keselamatan akan terbentuk. “Mungkin suatu ketika semuanya memenuhi syarat, proses inspeksi yang dilakukan bentuknya akan berbeda,” imbuhnya.
Dia bersyukur bahwa saat ini di Bapeten fasilitas teknologi informasinya sudah sangat bagus, dan setiap saat akan terus di-update. Menurutnya, dengan adanya sarana teknologi informasi yang bagus itu memudahkan penilaian dan memudahkan pelaporan dari pemegang ijin, sehingga mereka bisa bergerak lebih cepat dan ada penghematan
“Karena bagi orang bisnis ini yang penting adalah penghematan biaya, kalau beban biayanya besarmaka ditimpakan ke konsumen juga akan besar. Ini usaha kami untuk mengurangi biaya-biaya itu di masa pandemi, juga bermanfaat, karena inspeksi tidak perlu datang. Terutama di daerah luar jawa yang sulit dijangkau transportasi,” terangnya.
Dengan penghargaan yang telah diraih tersebut, Direktur RSUD Kraton dr Eko Wigiantoro MKes menyampaikan ucapan selamat kepada Heriyani ST Msi yang telah berhasil mendapatkan anugrah Bapeten 2021, pihaknya berharap anugrah tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh unit Pelayanan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.(Tim Liputan RKS FM Kajen)
Publisher : aris
Senin, 11 Oktober 2021
KAJEN – Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan Tim Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kota Cimahi di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, kamis (7/10/2021).
Asisten Pemerintahan dan Kesra kabupaten Pekalongan, Totok Budi Mulyanto, S.E. dalam sambutannya mengatakan selamat datang kepada Bapak/ Ibu Tim Penerapan SPM dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kota Cimahi di Pemerintahan Daerah Kabupaten Pekalongan atas kehadirannya.” Semoga pertemuan kita hari ini dapat membawa manfaat bagi pribadi dan Pemerintahan kita pada umumnya.” Katanya.
Berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal.
Totok juga menambahkan, bahwa diketahui bersama Standar Pelayanan Minimal merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. “ Tahapan Standar Pelayanan Minimal yang kita semua lakukan adalah Pengumpulan Data, Penghitungan kebutuhan pemenuhan pelayanan dasar, Penyusunan rencana pemenuhan pelayanan dasar dan Pelaksanaan pemenuhan pelayanan dasar.” Tambahnya.
Masih menurut Asisten pemerintahan dan Kesra, di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Pekalongan, Standar Pelayanan Minimal ini sudah melangkah pada pelaksanaan pemenuhan pelayanan dasar namun masih belum bisa optimal. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Daerah masih belum memahami penghitungan target indikator SPM, rencana pencapaian SPM dan penganggarannya juga belum tercakup dalam RPJMD Tahun 2016 – 2021. “ Untuk Kabupaten Pekalongan sendiri pada akhirnya berupaya menyelesaikan dasar pelaksanaan Penerapan SPM tersebut dengan selesainya Penyusunan Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Daerah Standar Pelayanan Minimal di kabupaten Pekalongan Tahun 2021 – 2025.” Katanya.
Totok berharap dalam kunjungan tersebut RAD SPM ini bisa meningkatkan ketercapaian indikator SPM Kabupaten Pekalongan, serta memberikan pedoman bagi para stakeholder terkait dalam pencapaian SPM tersebut, “Tugas besar kami agar RAD tersebut dapat diintegrasikan pada dokumen perencanaan dan mampu diimplementasikan, diterapkan dan dicapai oleh Pemerintah kabupaten Pekalongan.” Harapnya.
Acara tersebut dihadiri Tim Penerapan SPM dari Kabupaten Karawang, Tim Penerapan SPM dari Kabupaten Tasikmalaya, Tim Penerapan SPM dari Kota Tasikmalaya, Tim Penerapan SPM dari Kota Cimahi. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten Pekalongan pengampu SPM (Dindikbud, Dinkes, Dinsos, Satpol PP dan Damkar dan Dinas Perkim LH), Bappeda dan Tapem. Kunjungan kerja 4 daerah lain di acara tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan acara.
Publisher : aris
Minggu, 10 Oktober 2021