KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pekalongan yang digelar di Aula Kantor Sekretariat PGRI Kabupaten Pekalongan, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program kerja yang selaras dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Mewakili Plt. Bupati Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk PGRI sebagai organisasi profesi guru.
"Pemkab Pekalongan mengajak seluruh pihak, baik sekolah negeri maupun swasta, untuk terus bekerja sama meningkatkan kualitas pendidikan. Sinergi yang kuat diharapkan mampu memperbaiki berbagai indikator pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat," ujar Yulian.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah dan insan pendidikan untuk terus memperkuat koordinasi sehingga setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muharif, S.Pd., M.M., mengapresiasi hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan PGRI yang selama ini terjalin dengan baik. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi modal penting bagi organisasi dalam meningkatkan profesionalisme guru.
Muharif menjelaskan bahwa PGRI memiliki prinsip unitaristik, yakni mempersatukan seluruh guru tanpa membedakan jenjang pendidikan, latar belakang, maupun tempat bertugas. Karena itu, seluruh anggota diharapkan terus memperkuat persatuan dan menjaga soliditas organisasi.
"Melalui Konferensi Kerja ini, kami berharap lahir program-program yang mampu memperkuat kolaborasi antara PGRI, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan. Jangan sampai masih ada silo mentality atau berjalan sendiri-sendiri. Yang dibutuhkan adalah ruang komunikasi dan kerja sama yang semakin kuat," ungkapnya.
Sabtu, 11 Juli 2026
Di sisi lain, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan, Kholid, S.IP., M.M., menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, kekompakan menjadi kunci agar PGRI mampu memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
"Kebersamaan harus terus dijaga. Dengan turun langsung ke sekolah-sekolah, mempererat komunikasi dengan anggota, dan saling bergotong royong, PGRI akan semakin kuat serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi dunia pendidikan," katanya.
Melalui Konkerkab I ini, PGRI Kabupaten Pekalongan diharapkan mampu menyusun program kerja yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan, memperkuat profesionalisme guru, serta semakin meningkatkan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berdaya saing.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Persetujuan Bersama Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027, serta Penandatanganan Fakta Integritas Bupati Pekalongan dan DPRD. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat malam (10/7/2026).
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa dokumen Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 merupakan dokumen strategis yang menjadi landasan dalam penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.
"Tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Pekalongan Tahun 2025–2029. Karena itu, seluruh program dan kegiatan harus disusun secara terarah, efektif, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Fakta Integritas sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan profesional. Sekda menegaskan bahwa seluruh aparatur pemerintah harus senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai integritas, kejujuran, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Penguatan integritas harus menjadi landasan dalam bekerja. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, kita optimistis mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik demi Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., menyampaikan bahwa pembahasan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 telah berjalan dengan baik dan memperoleh persetujuan dari seluruh fraksi DPRD.
"Alhamdulillah, pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 berjalan lancar. Seluruh fraksi pada prinsipnya menerima dan menyetujui Raperda ini untuk ditetapkan sesuai mekanisme yang berlaku," ujar Abdul Munir.
Ia mengatakan, pembahasan Raperda tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah yang semakin transparan dan akuntabel. Berbagai catatan dan evaluasi yang muncul selama proses pembahasan akan menjadi bahan perbaikan bagi pemerintah daerah maupun DPRD dalam pelaksanaan APBD pada tahun-tahun berikutnya.
Menurutnya, DPRD juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi pengawasan melalui penguatan kapasitas para anggotanya.
"Kami akan terus meningkatkan kemampuan anggota DPRD melalui bimbingan teknis agar semakin memahami mekanisme penyusunan anggaran dan pelaksanaan fungsi pengawasan. Dengan demikian, pengawasan terhadap penggunaan APBD dapat berjalan lebih efektif dan akuntabel," pungkasnya.
Melalui persetujuan bersama Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, penyampaian Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, serta penandatanganan Fakta Integritas, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel, serta pelayanan publik yang semakin optimal bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sabtu, 11 Juli 2026
Kajen — Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) menggelar Pekalongankab Book Party untuk pertama kalinya pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan generasi muda melalui konsep membaca bersama, diskusi buku, dan aktivitas interaktif yang dikemas secara santai.
Bertempat di Kantor Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan, puluhan peserta dari berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan mengikuti kegiatan sejak pukul 09.00 WIB. Suasana yang hangat dan terbuka diharapkan mampu menghadirkan pengalaman membaca yang lebih menyenangkan sekaligus memperluas jejaring antarkomunitas literasi di Kabupaten Pekalongan.
Salah satu Duta Baca Kabupaten Pekalongan Tahun 2026, Ahmad Falah Muttaqin, mengatakan kegiatan ini lahir dari keinginan menghadirkan ruang literasi yang selama ini belum ada di Kabupaten Pekalongan.
“Karena itulah, kami ingin menciptakan kultur ataupun budaya mengenai membaca. Apalagi di Pekalongan, kita belum punya kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan book party seperti ini. Itu yang membuat kita mengadakan acara ini. Harapannya bisa meningkatkan literasi pembaca di kawasan Pekalongan,” katanya.
Ia berharap Pekalongankab Book Party tidak berhenti pada penyelenggaraan perdana, melainkan dapat terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak komunitas di masa mendatang.
“Harapannya, semoga nanti masih ada next season yang bisa diikuti oleh berbagai macam komunitas, dan yang belum ikut juga semoga bisa ikut. Semoga ini bisa menjadi program yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Duta Baca Kabupaten Pekalongan lainnya, Zania Kurniasih, mengingatkan bahwa literasi memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membaca buku.
“Membaca bukan cuma membaca buku, ternyata masih ada banyak aspek yang terkait dengan literasi, seperti literasi keuangan, literasi digital, dan macam-macam literasi lainnya. Makanya kita harus aware dengan budaya literasi, khususnya di kawasan Pekalongan,” katanya.
Melalui Pekalongankab Book Party, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap budaya membaca semakin tumbuh di tengah masyarakat serta mendorong lahirnya generasi yang gemar belajar, kritis, dan siap menghadapi perkembangan zaman.
Jumat, 10 Juli 2026
PEKALONGAN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. menghadiri acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan dari Letkol Arm. Ihalauw Gerry Herlambang, S.Sos. kepada Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibie, S.H. yang digelar di Fuchsia Ballroom Hotel Dafam Pekalongan, Rabu malam (8/7/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Pekalongan H. Achmad Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M., Wakil Wali Kota Hj. Balgis Diab, S.E., S.Ag., M.M., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten dan Kota Pekalongan, Sekda Kabupaten dan Kota Pekalongan berserta jajarannya, perwakilan perhotelan, perbankan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Sukirman menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pengabdian Letkol Arm. Gerry Herlambang selama memimpin Kodim 0710/Pekalongan. Menurutnya, berbagai program strategis dapat berjalan dengan baik berkat sinergi yang terjalin antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
"Pak Gerry telah menjaga teritorial Kabupaten Pekalongan dengan baik. Beliau juga mampu mengatasi berbagai persoalan, termasuk dalam merintis pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program tersebut bukan pekerjaan yang ringan karena membutuhkan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak di tingkat desa. Namun berkat kepatuhan dalam menjalankan arahan Presiden serta sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kepala desa, dan tokoh masyarakat, program tersebut dapat terlaksana dengan baik," ujar Sukirman.
Sukirman juga menyambut kehadiran Dandim 0710/Pekalongan yang baru, Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibie, S.H. Ia meyakini pengalaman tugas yang dimiliki, termasuk saat bertugas di wilayah Papua, akan menjadi bekal berharga dalam menjalankan amanah di Kabupaten Pekalongan.
"Saya yakin Pak Chabibie mampu mengatasi sekaligus memitigasi berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Dengan pengalaman teritorial yang dimiliki, beliau tentu akan mampu melanjutkan sinergi yang telah terbangun antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat," ungkapnya.
Plt. Bupati Sukirman juga menyampaikan ucapan selamat kepada kedua perwira TNI tersebut. Ia mendoakan Letkol Arm. Gerry Herlambang sukses menjalankan amanah di tempat tugas yang baru serta menyampaikan selamat datang kepada Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibie.
"Selamat bertugas kepada Pak Gerry di tempat yang baru. Walaupun berpisah secara fisik, silaturahmi dan persaudaraan akan tetap terjalin. Kepada Pak Chabibie, selamat datang di Kabupaten Pekalongan. Semoga dapat mengemban amanah dengan baik serta terus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung pembangunan daerah," pungkasnya.
Kamis, 9 Juli 2026
Kajen - Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan terus berupaya memperkuat kualitas penyebarluasan informasi publik dengan meningkatkan kompetensi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan para pegiat media sosial. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Dasar Jurnalistik dan Konten Digital yang digelar di Aula Lantai 2 Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini menghadirkan dua Narasumber yang sudah kompeten di bidangnya yaitu wartawan desk Kajen Radar Pekalongan, Triyono yang juga sebagai ketua PWI Kabupaten Pekalongan mengisi materi tentang dasar-dasar jurnalistik. Kemudian hadir pula Creative Director PT. Bengkel Sinema Indonesia, Andy Prasetyo, S.T., M.Kom., mengisi materi tentang konten video digital.
Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M., mengatakan pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dasar dalam menulis berita serta memproduksi konten digital yang informatif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan melalui pendampingan setelah kegiatan berlangsung. Dengan demikian, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan dan komunitas masing-masing.
"Harapannya, teman-teman KIM dan pengelola media sosial dapat menjadi jembatan informasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan masyarakat. Mereka tidak hanya mampu membuat berita yang baik, tetapi juga menghasilkan konten visual menggunakan kamera digital maupun telepon genggam," ujar Supriyadi.
Antusiasme masyarakat terhadap pelatihan tersebut pun cukup tinggi. Dinkominfo membatasi jumlah peserta sebanyak 25 orang agar proses belajar lebih efektif. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat, sehingga kuota tersebut telah terpenuhi hanya dalam waktu sekitar satu jam sejak pendaftaran dibuka, sehingga masih ada sejumlah calon peserta yang belum dapat terakomodasi.
Pelatihan yang diselenggarakan secara gratis ini diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak penyampai informasi yang kompeten dan mampu mendukung keterbukaan informasi publik di Kabupaten Pekalongan melalui karya jurnalistik dan konten digital yang berkualitas.
Salah seorang peserta, Eko dari Kecamatan Kedungwuni, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari sesi pertama pelatihan, khususnya mengenai teknik penulisan berita. Sebagai admin media sosial di salah satu lembaga pendidikan di Sekolah Alam Pekalongan, ia menilai materi yang disampaikan akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas publikasi berbagai kegiatan sekolah.
"Materi tentang penulisan berita sangat bermanfaat bagi saya. Nantinya bisa diterapkan saat membuat artikel mengenai kegiatan sekolah. Selain itu, narasumber yang menyampaikan materi juga berpengalaman sehingga penyampaiannya mudah dipahami," ujarnya.
Senada dengan itu, peserta lainnya, Sarkipul dari Kecamatan Tirto, menilai pelatihan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat fungsi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan KIM di setiap kecamatan perlu terus diaktifkan agar penyebarluasan informasi publik berjalan lebih efektif sekaligus menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
"Harapannya, KIM di setiap kecamatan semakin aktif sehingga benar-benar menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat, maupun sebaliknya," katanya.
Teks pendukung ini dapat ditempatkan setelah paragraf penutup agar berita terasa lebih hidup dengan menghadirkan perspektif peserta sebagai penguat tujuan kegiatan.
Rabu, 8 Juli 2026
KAJEN – Antusiasme masyarakat Kabupaten Pekalongan mewarnai kegiatan Nobar dan Jajan pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Mesir yang digelar di Boulevard Alun-alun Kajen, Selasa malam (7/7/2026). Kegiatan yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan tersebut tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan bersama, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengungkapkan rasa syukurnya melihat tingginya partisipasi masyarakat yang hadir dengan tertib dan penuh semangat.
"Antusiasnya ternyata cukup ramai. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres beserta jajaran yang telah menjaga keamanan sehingga kegiatan berlangsung dengan aman dan tertib," ujar Sukirman.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mempertimbangkan kembali pelaksanaan nonton bareng pada pertandingan berikutnya, mengingat jadwal babak perempat final hingga semifinal berlangsung pada dini hari.
"Karena pertandingan berikutnya berlangsung sekitar pukul 2 dini hari, tentu akan kami pertimbangkan apakah kegiatan nonton bareng tetap digelar atau tidak," jelasnya.
Meski demikian, Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen terus menghadirkan kegiatan yang mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
"Kalau memang itu menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kebersamaan dengan masyarakat, tentu akan kita fasilitasi. Apalagi ketika Tim Nasional Indonesia bertanding, kami berharap masyarakat bisa kembali berkumpul dan menikmati pertandingan bersama," katanya.
Menurutnya, suasana yang tercipta selama kegiatan menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
"Saya melihat keguyuban masyarakat malam ini sangat baik. Semua hadir dengan tertib, rukun, dan bersama-sama menikmati pertandingan dengan penuh semangat. Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga di Kabupaten Pekalongan," tambahnya.
Salah seorang warga Kedungwuni, Muhammad Gian Fahri, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, selain memberikan hiburan bagi masyarakat, kegiatan nobar juga berdampak positif bagi para pelaku usaha kecil.
"Terima kasih kepada Bapak Sukirman dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah menyelenggarakan nonton bareng sekaligus memberikan ruang bagi UMKM untuk berjualan. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena masyarakat bisa menikmati pertandingan bersama sekaligus membantu meningkatkan perekonomian para pedagang," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan pada momen-momen besar lainnya serta mendoakan Kabupaten Pekalongan semakin maju dan sukses.
Kegiatan Nobar dan Jajan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menghadirkan ruang publik yang hidup, mempererat kebersamaan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM lokal.
Rabu, 8 Juli 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadi tujuan studi tiru Pemerintah Kabupaten Sleman terkait tata kelola rujukan pelayanan kesehatan tingkat lanjut dari puskesmas ke rumah sakit daerah. Kunjungan yang berlangsung di RSUD Kajen, Selasa (7/7/2026) pagi tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman dalam pengelolaan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyambut langsung rombongan Pemerintah Kabupaten Sleman yang dipimpin Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, S.E., M.Si., Turut hadir mendampingi Plt. Bupati Pekalongan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dr. Zaki Mubarok, Direktur RSUD Kajen dr. Imam Prasetyo, Direktur RSUD Kraton dr. Henny Rosita, Direktur RSUD Kesesi, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pekalongan, para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Pekalongan, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.
Sukirman mengatakan, kunjungan tersebut merupakan kesempatan yang baik bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, kolaborasi antardaerah menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai tantangan penyelenggaraan layanan kesehatan.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya menyempurnakan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal, sekaligus tetap menjaga kemampuan keuangan daerah. Karena itu, setiap kebijakan yang diterapkan selalu didasarkan pada data dan proses verifikasi yang akurat sehingga pelayanan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sukirman juga menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat tetap berlanjut. Program berobat gratis menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang telah dijalankan sejak masa kepemimpinan Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq akan terus diteruskan dengan berbagai penyesuaian mengikuti regulasi pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, kondisi sudah mulai stabil. Insya Allah pada November nanti akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui skema UHC akan kembali diperluas sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih optimal," ujar Sukirman.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengungkapkan bahwa Kabupaten Pekalongan dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai berhasil mengembangkan tata kelola rujukan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
Menurutnya, pengelolaan sistem rujukan yang baik akan memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat sebagai penerima layanan, tetapi juga bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan anggaran jaminan kesehatan.
Harda berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat membagikan pengalaman, strategi, serta praktik-praktik terbaik yang telah diterapkan sehingga dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di daerahnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah diakses masyarakat, serta didukung tata kelola yang efektif dan berkelanjutan.
Selasa, 7 Juli 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerima penerjunan 90 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University Periode I Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di 12 desa di Kecamatan Kajen. Penerimaan mahasiswa berlangsung di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin (6/7/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama, dan Pengembangan Fakultas Pertanian IPB University Dr. Diyah Retno Panuju, S.P., M.Si., Ph.D., Koordinator Wilayah Kabupaten Pekalongan Dr. Endang Gunawan, S.P., M.Si., jajaran perangkat daerah, Camat Kajen, para kepala desa lokasi KKN, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKNT.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang kembali mempercayakan Kabupaten Pekalongan sebagai lokasi pelaksanaan KKNT. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi pembangunan daerah.
"Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa IPB University. Kabupaten Pekalongan kami harapkan dapat menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung," ujarnya.
Sekda menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini terus mengembangkan berbagai inovasi pembangunan, salah satunya melalui Laboratorium Kemiskinan yang difokuskan untuk percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Ia berharap mahasiswa mampu memberikan ide, kajian, maupun inovasi yang mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Yulian menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, Kabupaten Pekalongan menerapkan pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, pemerintah desa, dunia usaha, masyarakat, dan perguruan tinggi.
"Mahasiswa tidak akan berjalan sendiri. Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap memfasilitasi kolaborasi dengan perangkat daerah, pemerintah desa, dunia usaha melalui Forum CSR, maupun kelompok masyarakat agar program-program KKN dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan," katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan masa pengabdian untuk mengenal potensi Kabupaten Pekalongan, mulai dari kawasan hutan Petungkriyono, sentra batik, wilayah pesisir, hingga berbagai potensi pertanian dan lingkungan yang dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus sumber inovasi.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama, dan Pengembangan Fakultas Pertanian IPB University, Dr. Diyah Retno Panuju, S.P., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan atas dukungan yang selama ini diberikan dalam penyelenggaraan KKNT.
Menurutnya, KKNT merupakan bagian dari proses pendidikan yang memberikan pengalaman belajar nyata kepada mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
"Program ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas sosial. Mahasiswa diharapkan mampu memahami persoalan masyarakat, mengidentifikasi potensi daerah, serta bersama pemerintah dan masyarakat merancang solusi yang inovatif dan aplikatif," ungkapnya.
Diyah menjelaskan, KKNT IPB University Tahun 2026 mengusung tema Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agro-Maritim untuk Mencapai Socio-Resilience. Tema tersebut mencerminkan komitmen IPB University dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Pada pelaksanaan KKNT Periode I Tahun 2026, sebanyak 3.679 mahasiswa dari 39 program studi dan 12 fakultas diterjunkan ke 42 kabupaten di Indonesia. Di Kabupaten Pekalongan, sebanyak 90 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 12 desa di Kecamatan Kajen selama periode 6 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Diyah juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, menghormati budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
"Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari manfaat dan keberlanjutan yang dapat ditinggalkan bagi masyarakat," tegasnya.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan IPB University, diharapkan program KKNT mampu memperkuat inovasi desa, mempercepat pembangunan daerah, serta menghasilkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Senin, 6 Juli 2026
Kota Pekalongan – Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, mengajak insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota dan Kabupaten Pekalongan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui penyajian informasi yang akurat dan berimbang. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi bersama jajaran PWI di Aula Makodim 0710/Pekalongan, Jumat (3/7/2026) malam.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi memperkenalkan diri sebagai Dandim baru setelah resmi menjabat menggantikan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang usai serah terima jabatan di Korem 071/Wijayakusuma pada 21 Juni 2026. Ia juga membagikan perjalanan kariernya selama bertugas di sejumlah daerah, mulai dari Papua, Salatiga, Jepara, Sumatra Selatan, Palembang hingga Maluku Utara.
Menurutnya, pengalaman panjang di daerah penugasan, khususnya di Papua, memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
"Saya mengajak PWI Kota maupun Kabupaten Pekalongan untuk terus bersinergi. Apabila ada informasi, mari saling berbagi dan melakukan klarifikasi sebelum dipublikasikan. Dengan begitu, berita yang dikonsumsi masyarakat benar-benar valid dan tidak menimbulkan keresahan," ujar Nurul Chabibi.
Ia menilai derasnya arus informasi, terutama di media sosial, menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
"Kita harus berpikir dampak jangka menengah dan panjang dari setiap pemberitaan. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru memicu keresahan. Mari bersama-sama menjaga Kota dan Kabupaten Pekalongan tetap kondusif," tambahnya.
Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi, menyambut baik kehadiran Dandim baru dan berharap hubungan baik antara TNI dan insan pers semakin erat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan kehadiran Pak Dandim membawa keberkahan bagi Pekalongan, situasi semakin aman, kondusif, serta sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan insan pers semakin kuat," kata Kuswandi.
Hal senada disampaikan Ketua PWI Kabupaten Pekalongan, Triyono. Ia berharap sinergitas yang selama ini terjalin dapat terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan bersama di lapangan.
"Saya yakin sinergitas kita ke depan akan jauh lebih baik. Selamat datang kepada Pak Dandim, semoga komunikasi dan kolaborasi dengan teman-teman media terus berjalan dengan baik," ujarnya.
Sabtu, 4 Juli 2026