Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), bertempat di Alun-Alun Kajen, Selasa (25/11/2025). Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat, diikuti oleh ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan, pelajar, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru atas dedikasi, perjuangan, serta pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, saya mengucapkan selamat Hari Guru ke-80 tahun 2025. Harapan saya, bersama Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan, para guru dapat menjadi sahabat yang baik bagi para murid. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teman dan orang tua kedua yang memahami serta memperhatikan keseharian anak-anak kita,” tutur Bupati Fadia.
Bupati menekankan bahwa peran guru sangat vital, mengingat hampir separuh hari anak-anak menghabiskan waktu di sekolah bersama guru. Oleh karena itu, ia berharap para guru di Kabupaten Pekalongan dapat terus memantau, membimbing, dan menjaga peserta didik dengan sepenuh hati.
“Insya Allah, dengan kerja sama dan dedikasi bersama, kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan akan terus meningkat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada seluruh guru di Kabupaten Pekalongan dalam rangka HUT ke-80 PGRI.
“Semoga para guru senantiasa menjadi guru yang hebat, sehat, dan terus memberikan ilmu yang bermanfaat. Guru diharapkan dapat menjadi orang tua sekaligus sahabat bagi murid-muridnya. Jaya selalu Guru Kabupaten Pekalongan!” ucapnya.
Upacara peringatan berlangsung meriah dengan penampilan dari polisi cilik SDN 01 Pekuncen, Wiradesa serta pemberian penghargaan kepada sejumlah murid & guru berprestasi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kesejahteraan guru di Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 27 November 2025
Kajen : Sampaikan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI, Selasa (25/11/2025), Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sampaikan, Tahun 2026 tunjangan guru honorer naik dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu. Selain itu Pemerintah juga akan membuka beasiswa bagi 150 ribu guru hingga beban administrasi guru dikurangi.
Talun — Dorong kemandirian UMKM, Bupati Pekalongan Hj Fadia Arafiq bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan strategis pelatihan keterampilan ekonomi usaha daerah untuk pelaku UMKM di Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini sekaligus dibarengi dengan pencanangan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Bangga Kencana.
Kedungwuni - Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Gedung Serbaguna Sekretariat Nahdlatul Ulama (NU) beserta Badan Otonom NU Ranting Madukaran Pesantunan, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pada Kamis, (20/11/2025).
Surabaya — Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan publik melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Upaya tersebut kembali membuahkan hasil dengan diraihnya ADLG Award 2025 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si, untuk kategori Vision, dalam acara yang digelar di Hotel Grand Mercure Surabaya pada hari Rabu hingga Kamis (19/11 – 20/11).
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa menggelar kegiatan pembinaan yang diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Pekalongan serta unsur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bertempat di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan pada Selasa, (18/11/2025)
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar upacara Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq membacakan amanat Mendikdasmen yang menegaskan pada tahun 2026 mendatang honor guru naik dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu.
Selain itu Pemerintah juga akan membuka beasiswa bagi 150 ribu guru hingga beban administrasi guru dikurangi.
“Selain membuka beasiswa untuk guru sebanyak 150 ribu, Guru honorer juga dapat kado special tahun 2026 honornya naik dari Rp300 ribu menjadi Rp 400 ribu,” terangnya.
Selain menyampaikan amanat, Bupati juga memberikan penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi, dan santunan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah atas inovasi dan kontribusi mereka di dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, juga menyampaikan bahwa momentum Hari Guru harus menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu menjawab tantangan zaman.
Kholid menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong program-program peningkatan kualitas guru, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga penguatan literasi dan digitalisasi sekolah.
“Kami ingin para guru di Kabupaten Pekalongan tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi sosok yang inspiratif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik saat ini,” ujar Kholid.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga pendidik yang tetap berdedikasi meskipun menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan kurikulum hingga perkembangan teknologi yang cepat.
Kamis, 27 November 2025
Disampaikan Bupati Fadia, Inisiatif ini diharapkan dapat menguatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat program keluarga dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya dengan mendukung penuh pelaku UMKM itu berarti menjadi upaya pemerintah menumbuhkan ekonomi masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukung penuh terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai upaya, dari Pelatihan, pemasaran dan pameran kita juga upayakan setiap tahunnya," terangnya.
Ditambahkan Fadia, Melalui pelatihan yang digelar akan membekali para pelaku UMKM dengan keterampilan usaha yang praktis mulai dari produksi hingga manajemen usaha agar mereka tidak hanya mampu bertahan, tapi juga berkembang dalam pasar lokal maupun lebih luas.
Menurut Bupati, kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkrit dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi di level akar rumput. Dukungan Pemprov Jateng dalam bentuk pelatihan dan fasilitas ini dianggap sangat penting untuk membuka peluang baru, terutama bagi ibu-ibu PKK, pemuda, dan pelaku usaha rumah tangga di Talun.
Dikesepatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Nur Arafah Taj Yasin menyampaikan,
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jateng dalam memperkuat peran keluarga dan masyarakat melalui peningkatan kapasitas ekonomi berbasis potensi lokal. Pelatihan menghadirkan ratusan peserta yang terdiri dari kader PKK, perempuan pelaku usaha, dan kelompok masyarakat desa.
"Program pengembangan ekonomi keluarga harus berjalan searah dengan gerakan PKK dan program Bangga Kencana yang menekankan pentingnya keluarga berkualitas, mandiri, dan berdaya saing. Pelatihan ini menjadi langkah konkret bagi pemerintah dalam membuka peluang usaha baru dan mendukung kemandirian ekonomi keluarga,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga meresmikan pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana di Kecamatan Talun. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara gerakan PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui edukasi, pemberdayaan, serta program kependudukan dan keluarga berencana.
Ditambahkan, HKG PKK (Hari Kesatuan Gerak PKK) merupakan gerakan yang menyatukan peran PKK dalam pembangunan keluarga, sedangkan program Bangga Kencana adalah upaya pemerintah untuk menguatkan keluarga melalui program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.
Jumat, 21 November 2025
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan rasa syukur karena dapat berkumpul bersama warga NU untuk menyaksikan secara langsung peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul untuk menjadi saksi bersama-sama, karena di sini akan dibangun gedung serbaguna sekretariat NU dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama Ranting Madukaran Pesantunan,” ujar Sukirman.
Ia menilai pembangunan sekretariat ini merupakan catatan sejarah luar biasa bagi NU Ranting Madukaran Pesantunan. Menurutnya, semangat dan cita-cita besar yang dimiliki sebuah ranting untuk membangun sekretariat bersama menunjukkan kekuatan kebersamaan dan komitmen warga Nahdliyin.
“Ini sungguh luar biasa. Sekelas ranting memiliki semangat besar untuk membangun sekretariat bersama. Tanpa modal semangat yang luar biasa dari Bapak Ibu semua, mustahil cita-cita membangun gedung ini bisa terwujud,” tuturnya.
Wabup juga menyinggung bahwa di beberapa kecamatan masih ada Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang berada dalam proses pembangunan, karena itu, ia menyambut positif inisiatif NU Ranting Madukaran Pesantunan.
“Tentu kita menyambut ini sebagai sesuatu yang sangat positif demi pengembangan NU, demi terus menegakkan Ahlus Sunnah wal Jamaah,” ujarnya. Sukirman menambahkan bahwa ke depan keberadaan gedung ini juga akan berpotensi mendukung pengembangan pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya, serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan salam dari Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., yang tidak dapat hadir karena berbagi tugas dengan Bupati yang pada Kamis pagi mendampingi istri Wakil Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi pada kegiatan pembinaan PKK, bakti sosial lansia, serta pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM.
“Beliau menitipkan salam kepada kita semua dan tentu berharap pembangunan ini dapat terwujud dengan baik sesuai harapan panitia,” katanya.
Menutup sambutan, Wabup Sukirman berharap pembangunan gedung serbaguna ini dapat selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi jamaah dan masyarakat sekitar. “Semoga saja pembangunan ini sesuai cita-cita panitia dan bisa terwujud dalam dua bulan ke depan,” ungkapnya.
Dalam laporannya yang disampaikan oleh perwakilan Pengurus Ranting NU Madukaran Pesantunan Mudhoha, pihaknya menjelaskan bahwa Ranting NU Madukaran Pesantunan menerima titipan tanah wakaf pada tahun sebelumnya. Tanah tersebut diamanatkan oleh pihak wakif untuk dimanfaatkan sebagai gedung yang berguna bagi masyarakat.
“Kami ketitipan tanah wakaf yang diwakafkan kepada NU, dan dipesani dari pihak wakif untuk dibuat gedung yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama bermanfaat di bidang agama,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan sertifikat, luas tanah tersebut tercatat 165 meter persegi. Namun untuk tahap pertama, pembangunan gedung akan dilaksanakan seluas 120 meter persegi dengan konstruksi satu lantai. Proyek ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp168 juta.
“Hari ini baru kita mulai duduk dan harapannya dua bulan ke depan sudah bisa selesai,” katanya.
Lebih lanjut, Mudhoha menuturkan bahwa pendanaan pembangunan sepenuhnya berasal dari swadaya para aghnia dan warga Nahdliyin di lingkungan ranting Madukaran Pesantunan.
“Untuk sumber dananya kami memang swadaya, kami dari aghnia-aghnia Nahdliyin di Ranting Madukaran, belum keluar ke mana-mana,” jelasnya.
Ia pun memohon doa dan dukungan agar proses pembangunan berlangsung lancar tanpa hambatan. “Mudah-mudahan pelaksanaan rencana pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan suatu apa pun,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Fatkhiana Dewi, dan Hj. Nisrochah dari Muslimat NU Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 21 November 2025
Kedungwuni – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya menjaga keselamatan dan kelancaran pembangunan daerah melalui pendekatan spiritual. Hal ini diungkapkan Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., saat memberikan sambutan dalam acara "Kabupaten Pekalongan Bersholawat" yang digelar di Kedungwuni pada Kamis, 20 November 2025.
Acara yang turut dihadiri oleh Al Mukaram, Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf beserta Majelis Taklim Az-Zahir, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, jajaran Forkopimda, serta para kyai, alim ulama, dan sesepuh daerah, menjadi momentum bagi Bupati Fadia untuk mengajak masyarakat memanjatkan doa bersama.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia Arafiq menekankan bahwa kegiatan bersholawat yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan, termasuk Kajen, Wonopringgo, dan Kedungwuni, adalah sebuah ikhtiar.
"Malam hari ini dalam rangka Kabupaten Pekalongan Bersholawat. Kegiatan yang kita bagi-bagi (lokasi) ini adalah salah satu cara kita lakukan untuk mengetuk pintu langit," ujar Bupati Fadia.
Tujuan utama dari kegiatan ini, menurut Bupati, adalah memohon kepada Allah S.W.T. agar Kabupaten Pekalongan dijauhkan dari segala marabahaya, fitnah, dan dimudahkan dalam proses pembangunan.
"Kita meminta kepada Allah supaya Kabupaten Pekalongan dijauhkan dari semua mara bahaya, dan supaya saya dan Pak Wakil Bupati serta seluruh jajaran pemerintah kabupaten Pekalongan selalu dijauhkan dari fitnah dan dimudahkan Allah dalam membangun kabupaten Pekalongan yang lebih hebat, lebih cepat, lebih mudah," tegasnya.
Bupati Fadia juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan daerah tetangga yang baru saja dilanda bencana, seperti Banjarnegara dan Cilacap.
"Sama-sama kita doakan semoga bencananya cepat selesai dan dipercepat membangun daerahnya. Dan semoga kita masyarakat Kabupaten Pekalongan terhindar dari marabahaya dan yang membuat kita susah," tambahnya.
Selain acara sholawat, Bupati Fadia juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan organisasi masyarakat di Pekalongan.
Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan baru saja melaksanakan ziarah bersama ke makam tokoh-tokoh besar, termasuk KH. Hasyim Asy'ari di Jombang dan Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut juga meliputi makam Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) yang baru saja dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden.
"semuanya bareng-bareng guyub rukun. Bareng-bareng membangun Kabupaten Pekalongan dan tidak ada perselisihan," tutup Bupati Fadia, menegaskan komitmennya untuk memimpin daerah dalam suasana yang harmonis.
Jumat, 21 November 2025
Kajen — Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si., menghadiri kegiatan “Mengaji untuk Damai Negeri” yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kader PKK berserta organisasi perempuan Kabupaten Pekalongan dan turut dihadiri Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Hj. Galuh Kirana Sukirman, S.S., M.Pd., Ketua Bhayangkari Cabang Pekalongan, Rosna Rachmad, Ketua Fatayat Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si., serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pekalongan, Tri Rafika Yulian Akbar.
Dalam kunjungan kerjanya, Ketua TP PKK Provinsi tidak hanya menyapa kader PKK, tetapi juga membawa sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda TP PKK di daerah, selain kunjungan ke posyandu dan lokasi binaan. Pengajian menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan bagi kader di berbagai wilayah,” ujar Ibu Nawal.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan PKK saat ini difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu peningkatan pendidikan bagi anak usia dini, pelayanan kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Melalui rangkaian kegiatan rutin setiap bulan di berbagai daerah, TP PKK berkomitmen menyebarkan edukasi dan penguatan kapasitas kader agar program berjalan optimal.
Untuk pengajian kali ini, Ibu Nawal mengangkat tema ketenangan hati. Menurutnya, penting bagi para kader untuk memahami makna takdir Allah dengan lapang dan menumbuhkan ketenangan dalam berbagai kondisi kehidupan.
“Kami ingin mengajak ibu-ibu memaknai takdir Allah dan membangun ketenangan hati agar mampu menghadapi berbagai ketentuan-Nya dengan baik,” ungkapnya.
Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan dukungan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah terhadap pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Ia menegaskan bahwa program-program PKK memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
“Tiga fokus besar yang dibawa Ibu Ketua TP PKK—pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi—sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kita. Beliau juga memberi banyak masukan positif bagi upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” tutur Wakil Bupati.
Wabup menambahkan bahwa penutupan kegiatan dengan pengajian turut sejalan dengan karakter masyarakat Kabupaten Pekalongan yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
“Di bawah kepemimpinan Ibu Bupati Fadia, tradisi keagamaan tetap terjaga. Maka kegiatan duniawi diimbangi dengan siraman rohani sebagai penguat mental dan spiritual para kader,” imbuhnya.
Kegiatan Mengaji untuk Damai Negeri berlangsung khidmat dan antusias, menjadi ruang silaturahmi sekaligus wahana penguatan spiritual bagi para kader PKK dan organisasi perempuan di Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 21 November 2025
Penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI melalui Dirjen Pembangunan Daerah Kemndagri Dr. Ir. Restuardy Daud, M.Sc., CGRE ini menambah daftar prestasi Yulian Akbar setelah sebelumnya pada tahun 2024 juga meraih predikat Sekda Terbaik Pertama di Indonesia dalam ajang yang sama.
ADLG Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Asosiasi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi se-Indonesia kepada para Sekretaris Daerah sebagai “Orkestrator Pemerintah Digital”. Ajang ini bertujuan mengapresiasi kepemimpinan digital dalam mempercepat transformasi pemerintahan daerah melalui delapan kategori penilaian, seperti Vision, Engagement, Governance, Technology Leadership, dan kategori lainnya.
Proses pemilihan pemenang dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pra-asesmen, penilaian dokumen, observasi, survei ASN, wawancara, hingga paparan finalis di hadapan tim penilai independen.
Di tengah percepatan transformasi digital nasional, para Sekda sebagai koordinator Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di daerah dituntut tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu mengarahkan organisasi, menggerakkan SDM, dan menciptakan ekosistem digital yang inklusif bagi masyarakat.
Kepemimpinan digital yang diharapkan bukan sekadar penggunaan teknologi baru, tetapi juga kemampuan membaca data, berpikir strategis, mengambil keputusan berbasis data, serta mendorong inovasi perubahan di lingkungan birokrasi. Seorang Sekda harus mampu menjadi provokator dan navigator dalam menghadapi dinamika era digital, mulai dari tata kelola pemerintahan elektronik, literasi digital masyarakat, perlindungan data, hingga inovasi layanan publik.
Upaya transformasi digital di Kabupaten Pekalongan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Digitalisasi menjadi sarana penting untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam mengelola perubahan dan memastikan layanan publik selalu beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan bahwa transformasi digital berjalan terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kamis, 20 November 2025
Analis Kebijakan Muda Pengadaan Barang dan Jasa, Muta’ali, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun perwakilannya dari masing-masing OPD. Hal ini penting untuk memastikan seluruh perangkat daerah memperoleh pemahaman yang sama terkait teknis pelaksanaan pengadaan.
“Harapan kami, semua OPD dapat hadir karena kami akan menyampaikan hal-hal terkait adendum kontrak. Ketika kontrak pengadaan barang dan jasa sudah berjalan, bisa saja diperlukan perubahan, sehingga harus masuk dalam adendum kontrak,” jelas Muta’ali.
Pada kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai perencanaan penyusunan Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang disampaikan oleh narasumber, Sutikno, S. K. M, M.M Selaku pengelola pengadaan barang jasa ahli madya PBJ Kabupaten Pekalongan. Sedangkan untuk materi Adendum Kontrak disampaikan oleh Cipto Hadi Prayitno, S. ST selaku analis kebijakan bagian Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kedua Materi ini menjadi tindak lanjut atas informasi yang beredar di media sosial terkait ketidaktepatan dalam proses perencanaan di beberapa OPD.
Menurut Muta’ali, sejumlah pengadaan di Kabupaten Pekalongan tercatat sebagai swakelola meskipun pada praktiknya pembelian dilakukan melalui penyedia. Ketidaktepatan tersebut, katanya, lebih disebabkan oleh kesalahan teknis dalam penyusunan perencanaan.
“Untuk pelaksanaannya tetap dilakukan sesuai kebutuhan, misalnya membeli dari penyedia. Namun dalam perencanaan memang ada yang kurang pas. Dengan adanya acara ini, kami berharap ke depan OPD lebih memperhatikan proses penyusunan RUP agar sesuai dengan kaidah dan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya ketepatan perencanaan guna menghindari kesalahan administrasi serta mendorong pengadaan barang dan jasa yang transparan, efisien, dan efektif. “Harapannya, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa bisa berjalan lebih baik dan tidak terjadi kesalahan di kemudian hari,” tambahnya.
Cipto Hadi Prayitno yang menjadi narasumber dalam acara Rapat koordinasi terkait Adendum Kontrak dan Evaluasi Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2025. Pihaknya berharap agar semua PPK dapat memahami tata cara adendum kontrak apabila dalam pekerjaan sedang berjalan namun diperlukan ada perubahan.
“Saya menjelaskan seputar perubahan kontrak apabila dalam perjalanan pekerjaan terdapat perubahan. Perubahan kontrak itu lebih dikenal sebagai Adendum,” ujar Cipto Hadi Prayitno, Analis Kebijakan pada Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Ia menambahkan, “Tujuan penyampaian materi ini agar semua pejabat pembuat komitmen se-Kabupaten Pekalongan dapat memahami tata cara melakukan adendum kontrak.”
Kamis, 20 November 2025
Rangkaian ziarah dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, didampingi Wakil Bupati Sukirman, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Ajid Suryo Pratondo dan Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi. Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan, KH. Muslikh Khudlori beserta jajaran pengurus, serta Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom.
Rombongan peserta ziarah terdiri dari pada Para ulama dan organisasi masyarakat, seperti dari PCNU, Muhammadiyah, Rifai'yah dan LDII.
Rombongan mengawali ziarah dengan berkunjung ke Makam KH. Hasyim Asy’ari di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Di lokasi tersebut, Wabup Sukirman dan rombongan melaksanakan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri Nahdlatul Ulama tersebut. Selain itu juga sekaligus ziarah ke Makam Presiden ke-4 sekaligus Pahlawan Nasional yakni KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Perjalanan dilanjutkan menuju Makam salah satu Walisongo yakni Sunan Gresik atau Syekh Maulana Malik Ibrahim. Di makam tokoh penyebar Islam pertama di tanah Jawa itu, Bupati, Wakil Bupati, beserta rombongan melakukan doa bersama dan tabur bunga untuk keselamatan bangsa dan masyarakat Pekalongan.
Selain dua lokasi utama tersebut, Bupati dan Wakil Bupati juga sempat berziarah ke Makam Kyai Tumenggung Poesponegoro, Bupati pertama Gresik sekaligus Mursyid Thoriqoh Syattariyah ke-29.
Bupati Fadia, dalam keterangannya terkait rangkaian kegiatan Ziarah Hari Santri 2025, menyampaikan bahwa tradisi ziarah tahunan pada Hari Santri akan terus dilestarikan. “Tahun ini ziarah pertama dilakukan tadi pagi ke makam Hasyim Asy’ari. Sore hari ini ditambah dengan ziarah ke makam Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik). Setiap tahun tempat yang dikunjungi berbeda-beda,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ziarah ke makam KH Hasyim Asy’ari merupakan agenda yang akan dilakukan setiap tahun. “Itu setiap tahun kita laksanakan,” tambahnya.
Bupati Fadia juga menyampaikan harapan dan doa dalam kegiatan tersebut. Ia bersama Wakil Bupati serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap ziarah ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat, “Insya Allah ziarah ini membawa barokah untuk kita semua, untuk Kabupaten Pekalongan agar selalu kondusif, dijauhkan dari berbagai bahaya, dan kami dapat memimpin dengan baik serta dimudahkan dalam segala urusan, terutama dalam upaya membangun Pekalongan yang lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Wabup Sukirman, menyampaikan bahwa Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Gus Kikin, memberikan apresiasi atas inisiatif Bupati yang melibatkan seluruh komponen kiai dan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan ziarah, “Tidak hanya Nahdlatul Ulama, tetapi juga Muhammadiyah, Rifaiyah, dan LDII ikut serta. Ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah, umara, dan ulama yang harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Rabu, 19 November 2025