KAJEN – Untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si bersama unsur Muspida diantaranya wakil bupati Ir Arini Harimurti, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres serta Kajari melakukan checking langsung ke Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen, Desa Watugajah kecamatan Kesesi dan Desa Yosorejo kecamatan Siwalan, hari ini Selasa (16/02) pagi.
Selain untuk mengetahui bagaimana implementasi dari PPKM mikro, juga untuk mengevaluasi kendala dari aspek puratif maupun aspek preventifnya. “Alhamdulilah yang di desa Tanjungsari kecamatan Kajen ini sudah ada hasil yang baik. Alat, analisanya, bahannya, datanya cukup. Kemudian preventif dan puratifnya juga kita siapkan,” tutur Bupati saat meninjau posko PPKM mikro Covid19 Desa Tanjungsari Kajen.
Kalau pelaksanaan PPKM Mikro ini efektif, Bupati meyakini bahwa penyebaran covid 19 di kabupaten Pekalongan trennya akan turun utamanya pada bulan Februari.
Bupati juga menyampaikan pihaknya akan replikasi PPKM Mikro ini ke desa-desa yang punya potensi, zona kuning, orange dan merah. “Jadi akan kita lihat. Apalagi yang zona merah ini menjadi atensi khusus kita. Tapi setidaknya kalau seluruh desa sudah menyiapkan program ini secara mandiri, maka ini akan mempermudah proses pengurangan penyebaran covid di Kabupaten Pekalongan. Tapi vaksinasi tetap kita dukung, kemudian kepatuhan terhadap protocol kesehatan juga menjadi hal yang utama yang tidak boleh kita lupakan,” ungkapnya.
Terkait alasan desa Tanjungsari dipilih menjadi desa yang menerapkan PPKM Mikro, Bupati menjelaskan karena Desa Tanjungsari masuk zona kuning, dimana kriteria zona kuning adalah jika suatu desa ada 1 -5 penderita covid. Sedangkan desa Tanjungsari terdapat 2 orang penderita covid. Namun saat ini telah 15 hari lebih penderita melakukan isolasi mandiri. Dan Desa Tanjungsari yang sebelumnya zona kuning kini dinyatakan sebagai daerah hijau.
Usai desa Tanjugnsari, tinjauan Bupati dilanjutkan ke Posko PPKM Mikro Desa Watugajah kecamatan Kesesi. Bupati mengatakan di desa watugajah juga terdapat 2 kasus covid 19 sehingga termasuk zona kuning. Dijelaskan pula PPKM mikro ini sangat manfaat karena ketika terjadi kasus, langsung ada langkah-langkah baik preventif maupun puratif.
“ Langkah preventif, seluruh lingkungan ditracking semua, yang positif covid mendapat atensi khusus, kita jaga, rumahnyapun harus standar memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, dan dalam pengawasan. Bedanya, yang dulu tidak ada pengawasan. Sekarang dilakukan pengawasan yang efektif oleh tim PPKM mikro di desa,” terang Bupati. (Ar-Kominfo)
Selasa, 16 Februari 2021
KAJEN - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan 2 (dua) hal terkait vaksin dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rapat koordinasi percepatan penanganan covid 19 di Jawa tengah,yang diikuti para bupati/walikota,forkopimda serta para tim ahli secara virtual, Senin (15/02). Untuk Kabupaten Pekalongan, wakil Bupati Ir. Arini Harimurti mengikuti rakor tersebut didampingi Pj Sekda beserta para asisten, Forkopimda dan para kepala OPD di aula lantai I setda.
“Beberapa menit yang lalu kita rapat dengan Menteri Kesehatan, intinya soal vaksin dan kita minta untuk persiapan pelaksanaan vaksin termasuk skenario yang mesti ada, “ucap Ganjar mengawali sambutannya.
Dijelaskan Ganjar, capaian vaksinasi di Indonesia pada tahap pertama tertinggi provinsi Bali, disusul Jatim dan ketiga Jateng. Namun untuk yang vaksinasi tahap kedua, Jateng masih tertinggi 69%, lalu Bali 42% dan berikutnya Kaltim 46%.
KAJEN – Menteri Sosial RI Tri Rismaharini bertandang mengecek lansung kondisi pengungsi korban banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Pekalongan. Mensos mengunjungi salah satu tempat pengungsian di SD Muhammadiyah Bener Kecamatan Wiradesa. Dalam kunjungannya, Ia memberikan bantuan di pengungsian dan juga memantau dapur umum di Koramil Wiradesa.
Risma mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menangani tanggap darurat banjir. Ia menilai kerja sama yang bagus telah diterapkan di semua jajaran pemerintahan daerah terkait. Menurutnya dalam penanganan banjir di Kabupaten Pekalongan yang menjadi poin penting adalah tidak adanya warga yang terlantar, dan kebutuhan sandang pangan korban banjir terpenuhi.
"Agar warga tidak terlantarkan, yang paling penting itu. Kami juga sudah mengecek bagaimana kondisi pengungsian, ketersediaan makanan, penerapan protokol kesehatan. Alhamdulillah semua penanganannya bagus bagus,” kata Risma didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, disela-sela tinjauannya pada Jumat (12/2/2021) dinihari.
Dalam kesempatan itu Risma mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Bener Wiradesa yang telah membantu menyediakan tempat pengungsian. Dan ia menilai penerapan protokol kesehatan disana sudah bagus.
Mensos turut prihatin atas musibah banjir yang terjadi hampir merata di wilayah pantura khususnya di Kabupaten Pekalongan. Pihaknya juga menekankan kepada pemerintah setempat dan pihak-pihak terkait agar dapat mengantisipasi bencana banjir ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa dan mengetahui penyebab banjir serta mencari solusi penanganannya yang tepat
KAJEN – Bencana banjir yang melanda di beberapa wilayah di kabupaten Pekalongan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta jajarannya hari ini, Kamis (11/02) sore, meninjau langsung kondisi banjir dan pengungsian di desa Mulyorejo Kecamatan Tirto.
Bupati menjelaskan desa Mulyorejo berada paling ujung sehinga seluruh air yang dari arah selatan jalan raya mengumpul disana. Untuk itu pihaknya bertindak cepat dengan memasang tiga pompa dengan harapan bisa mengurangi debit air.
“Mudah-mudahan dengan pompa yang sudah kita pasang di Mulyorejo ini nanti bisa mengurangi debit air yang ada di kawasan Tirto dan sekitarnya, ‘ ujarnya.
KAJEN – Dengan situasi darurat banjir yang masih melanda Kabupaten Pekalongan di daerah pesisir , Pemerintah Kabupaten Pekalongan membuka tanggul Sungai Mrican guna meredam banjir yang masih terjadi saat ini. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, saat melakukan kunjungan ke tanggul Sungai Mrican di Kecamatan Wonokerto pada hari ini, Rabu (10/2/2021).
Menurut Bupati Asip, pembukaan tanggul Sungai Mrican dimulai sejak hari ini selebar 2 meter dengan kedalaman 2 meter juga. Hal itu dilakukan, karena banjir yang saat ini terjadi di daerah Wonokerto, Tirto dan sekitarnya disebabkan oleh air kiriman dari hulu yang curah hujan cukup tinggi. Oleh karena itu, Bupati Asip berharap dengan pembukaan tanggul Sungai Mrican ini, banjir di daerah Wonokerto dan sekitarnya bisa teratasi dengan segera.
‘’ Karena pintu Sungai Mrican ini masih dalam tahap pengerjaan. Dan untuk mengurangi beban volume air hujan, karena curah hujannya tinggi maka kita akan buka tanggul sungai mrican,’’ ungkapnya.
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan dan anggota baru DPRD kabupaten Pekalongan pada acara Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Dalam Rangka Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan dan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Masa Jabatan 2019-2024, hari ini Rabu (10/02) di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan.
“Pada kesempatan yang baik ini saya selaku pribadi maupun atas nama bupati Pekalongan mengucapkan selamat bertugas kepada saudara Catur Andriansyah S.Pd yang menggantikan saudara Alm. Nunung Sugiantoro ST sebagai wakil ketua DPRD dan saya mengucapkan selamat kepada saudara Riyadi yang menggantikan saudara Riswadi SH dari PDIP yang telah mengundurkan diri dan akan dilantik menjadi wakil bupati, “ucap Bupati dalam sambutannya pada rapat paripurna. Ucapan yang sama juga disampaikan untuk Yahya dari partai Gerindra yang menggantikan Alm. Nunung Sugiantoro ST.
KAJEN – Dalam rangka menekan penyebaran virus Covid-19 secara masif, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan segera menerapkan sistem mikro zonasi di tiap-tiap desa. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si.,dalam kesempatannya saat mengikuti acara Rapat Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, secara virtual di ruang rapat Bupati, pada siang ini, Senin (8/2/2021).
Dikatakan Bupati Asip sistem mikro zonasi desa ini merupakan sistem pengerucutan zona keamanan daerah yang bertujuan untuk menurunkan angka penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
Adapun untuk perkembangannya sendiri, saat ini sistem tersebut sudah dibicarakan pada tingkat internal dan sudah ada prototipenya yang bisa dijadikan langkah awal pengambilan kebijakan.
KAJEN - Setelah 14 hari menerima suntikan pertama vaksin covid 19, hari ini Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta penerima vaksin lainnya melanjutkan suntuikan vaksin kedua di UPTD Puskesmas Kesesi I, Senin ( 8/2). Pelayanan dilakukan dengan standar seperti tahap pertama. Bupati mengatakan vaksin sinovac yang disuntikkan tersebut aman karena dirinya sudah 2 kali dan menurutnya tidak ada gejala gatal-gatal, semua normal. Hanya Bupati menyarankan setelah vaksin istirahat sebentar untuk menjaga vitalitas tubuh.
Untuk warga masyarakat, sesuai arahan Gubernur Jawa tengah, Bupati menyampaikan Insyaalloh nanti dimulai dari para ASN, TNI Polri, kemudian para pedagang pasar.
“Nanti dari Dinas Kesehatan akan mengatur bagaimana alur masyarakat ini agar bisa mendapatkan vaksin sesuai dengan tata urutan yang sudah ditentukan. Nanti yang jelas pemkab sangat siap berkaitan dengan upaya yang kita lakukan terutama menyediakan tenaga vaksinatornya, kemudian yang terkait dengan vaksin menunggu produksi,” ungkap Bupati
KAJEN – Upaya revitalisasi sungai Mrican masih dalam proses pengerjaan. Saat ini pintu klebnya belum jadi. Untuk itu warga di sekitar Sungai Mrican dimohon bersabar dan tidak memaksakan kehendak untuk segera membuka bendung /tanggul sungai Mrican karena elevasinya masih tinggi yang dari utara. Hal ini disampaikan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam tinjauannya ke sejumlah lokasi terdampak banjir, Minggu (07/02) sore.
“ Tadi kita lihat banjir yang ada di wilayah Wonokerto, Bebel, Wonokerto kulon, wetan Pecakaran dan sekitarnya. Kita masih merevitalisasi sungai Mrican ini. Pintu klebnya belum jadi. Untuk sementara nanti kalau elevasi dari laut lebih rendah daripada air yang dari darat, nanti akan kita buka pintunya. Ini belum jadi,kita masih menggunakan pompa yang sudah ada sambil menunggu pompa sungai Mrican jadi, “ungkap Bupati Asip disela-sela tinjauannya.
Dalam tinjauannya tersebut Bupati meminta warga untuk bersabar menunggu satu dua hari, ketika rob sudah lebih rendah daripada air hujan maka akan dibuka sambil menunggu penyelesaian pompa /kleb rumah pompa yang sedang dibangun.
“Kalau kita lihat posisi ini maka untuk yang kedua kita juga minta untuk digaspol agar kita bisa melakukan percepatan-percepatan. Dan kita sudah harus menyiapkan skenario untuk pejabat public sekaligus mereka kelompok rentan sehingga aktivitasnya bisa jalan, “paparnya.
Selanjutnya Ganjar juga menyinggung tentang pelaksanaan PPKM di level mikro yang menurutnya hasilnya selama ini cukup menggembirakan. “Kalau kita lihat antara tanggal 1 – 7 Februari, tidak ada lagi zona resiko tinggi. Artinya ini indikasi baik tapi sekali lagi tidak berarti ini membuat kita lengah,” tegasnya
Ganjar juga menyampaikan pihaknya menerima laporan Kabupaten/kota bahwa Rumah Sakit-Rumah Sakit sekarang terkendali, isolasi-isolasi yang di Rumah Sakit mulai sangat berkurang bahkan beberapa Rumah Sakit mulai menutup blok-bloknya atau dengan kata lain makin sedikit orang masuk isolasi. “Situasi ini mesti kita jaga terus menerus dan saya harap semua para pelayan public segera divaksin,” pintanya.
Selain itu, Ganjar juga menyampaikan kabar yang menggembirakan yakni sampai 2(dua) minggu terakhir tidak ada tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dan yg tertular juga makin sedikit.Hal ini menurutnya merupakan indikasi-indikasi yang membuatnya makin optimis namun ia tetap mengingatkan agar semua pihak selalu hati-hati.
Sementara itu Pj Sekda Provinsi Jawa Tengah, Dr. Prasetyo Aribowo,SH,M.Soc.Sc menyampaikan laporan terkait penanganan covid di minggu ke-6. “ Trend kasus konfirmasi positif Jateng puncaknya awal Desember dan ini menurun secara drastis pada awal Februari. Ini dampak dari PPKM mulai keliatan secara umum,” ungkap Sekda Prasetyo.
Terkait dengan kasus meninggal, dilaporkan posisi puncaknya pada awal januari dan menurun 70% pada level awal Februari. Selama PPKM yang dimulai pertengahan Januari sampai pertengahan Februari memiliki dampak yang relevan dengan penurunan kasus. Dan pada minggu ke-6 ini kasusnya juga turun.
Khusus program inovasi gerakan Jateng di rumah saja pada tanggal 6-7 Februari beberapa waktu lalu, pembatasan pergerakan orang dinilai menimbulkan dampak yang cukup signifikan. Berdasarkan data Gogel mobile indeks, tercatat Ada 6 sektor yang mengalami penurunan, antara lain kategori retail dan rekreasi di Jateng, yang gerakannya menurun sampai –44%(6 Februari) dan -42% (7 Februari). Demikian juga kategori toko bahan makanan dan apotik, kategori taman, kategori pusat transportasi umum, tempat kerja juga turun.(Ar-Kominfo)
Senin, 15 Februari 2021
"Musibah banjir ini adalah cobaan, kita semua harus sabar dan saya juga sudah berbincang kepada Pak Bupati dan unsur terkait lainnya mengenai penanganan banjir ini agar jangan sampai menimbulkan korban,” ujarnya.
Namun dengan koordinasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Mensos optimis banjir akan cepat surut dan para pengungsi bisa kembali pulang ke rumahnya dan beraktivitas
Sabtu, 13 Februari 2021
Kamis, 11 Februari 2021
Namun dengan pembukaan tanggul Sungai Mrican ini pihaknya menghendaki pemerintah kecamatan setempat dapat menggerakan masyarakat untuk bekerja bersama-sama menutup kembali tanggul tersebut apabila debit air laut naik, karena bagaimanapun, tanggul Sungai Mrican tersebut harus ditutup kembali apabila kemungkinan akan terjadinya air rob masuk.
‘’ Saya sudah meminta kepada camat nanti untuk bisa menggerakan masyarakat ketika terjadi rob untuk bisa bekerja bakti guna menutup tanggul dahulu dengan karung yang diisi material. Kemudian kalau robnya sudah turun akan kita buka lagi,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Asip juga menjelaskan bahwa untuk mengatasi banjir di Kabupaten Pekalongan itu memerlukan adanya dua cara yang harus dilakukan. Yang Pertama dengan pengendalian rob kemudian apabila sudah selesai, kemudian dilanjutkan dengan cara yang kedua yaitu pompanisasi di kanan kiri tanggul. Menurut Asip pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk menyelesaikannya.
‘’ Jadi Insyaallah dengan cara seperti itu kita sudah mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait seperti BBWS, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk menanggulangi,’’ paparnya.(Lus-Kominfo)
Rabu, 10 Februari 2021
Bupati berharap mereka yang diberi kepercayaan untuk mengemban amanat dan tugas sebagai pimpinan maupun anggota DPRD masa jabatan 2019-2024tersebut diberi kekuatan lahir batin,sehat wal afiat serta mampu mengemban amanah dengan baik untuk bersama-sama membangun masyarakat kabupaten Pekalongan.
“ Saya juga mengingatkan bahwa fungsi utama DPRD adalah fungsi legislasi, fungsi budgeting(anggaran) serta hari ini yang jadi focus kita bersama adalah penguatan pada aspek fungsi representasi. Masyarakat kita hari ini masih menghadapi berbagai persoalan yang saya kira membutuhkan peran serta atensi, keberpihakan dari seluruh stakeholder penyelenggara pemerintahan termasuk DPRD,” paparnya.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menyinggung penanganan covid 19, yang mana nanti akan ada mikro zonasi. “ PKM mikro zonasi akan segera kita lakukan. Ini tentu membutuhkan dukungan penuh dari kawan-kawan di DPRD,”tegasnya.
“ Oleh karena itu kehadiran para pimpinan baru, anggota baru menjadi semangat baru kita untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada,” tambahnya.
Rapat paripurna dalam rangka pengucapan sumpah /janji pimpinan DPRD dan pengganti antar waktu anggota DPRD kabupaten Pekalongan masa jabatan 2019-2024 dipimpin langsung oleh ketua DPRD Hj Hindun, MH dan dihadiri perwakilan dari Pengadilan Negeri, Organisasi Perangkat Daerah(OPD), , KPUD, Bawaslu, pengurus partai baik PDI Perjuangan maupun Gerindra, pimpinan instansi vertical, BUMN/BUMD serta awak media. (Ar-Kominfo)
Rabu, 10 Februari 2021
Selanjutnya, Bupati Asip mengatakan bahwa sistem mikro zonasi itu Ia ambil dari contoh desa Pakis Putih yang ada di Kecamatan Kedungwuni, dimana mayotitas warga disana bergelut di bidang konveksi dan memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, namun , dikatakan Bupati Asip di desa Pakis Putih masih zero Covid-19 yang artinya belum ditemukanan adanya kasus Covid-19.
Untuk itu, Ia berharap masyarakat dapat mendukung kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah daerah dalam rangka penerapan sistem mikro zonasi tersebut.
‘’ InsyaAllah denga cara-cara seperti itu tadi, zonasi mikronya kita terapkan kemudian dari aspek pelayanan kesehatan juga akan kita tingkatkan terus, Insyaallah penurunan angka Covid-19 di Kabupaten Pekalongan akan bisa tercapai,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Asip juga mengatakan bahwa pihaknya telah meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk membantu mengupayakan vaksinasi Covid-19 bagi warga Kabupaten Pekalongan yang memilki mobilitas tinggi ke daerah Kudus dan Solo. Hal tersebut dikatakan Bupati Asip untuk menjaga keamanan lingkungan hidup supaya terbebas dari virus Covid-19.
‘’ Khusus untuk Pasar Klewer dan Pasar Kudus saya mohon agar mereka divaksin terlebih dahulu, karena mereka ini merupakan orang-orang yang mempunyai resiko tinggi, karena melakukan mobilisasi perjalanan yang setiap minggu minimal dua kali,’’ ujarnya.(Lus-Kominfo)
Senin, 8 Februari 2021
Dikatakan pula pelaksanaan vaksin tahap pertama lancar, dan kali ini merupakan tahap kedua. Oleh karena itu Bupati menghimbau seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan nanti kalau sudah saatnya tiba, hendaknya berbondong-bondong untuk divaksin karena tidak ada efek sama sekali.
“Kalau kita sehat, kuat,bebas dari covid 19 maka bangsa kita ini akan segera bangkit kembali, masyarakat akan normal kembali khususnya di kabupaten Pekalongan,” tandasnya.
Lebih lanjut, selama masih dalam situasi pandemi Bupati juga tetap mengingatkan penerapan protocol kesehatan secara ketat seperti harus pakai masker, distancing, jangan berkerumun serta mobilitas yang tidak penting agar dikurangi. Apalagi nanti di kabupaten Pekalongan akan menerapkan mikro zonasi yang sebenarnya sudah dijalankan di beberapa desa sebagai implementasi dari program jogo tonggo yang sudah diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah.
“ Nanti daerah/desa yang merah, kepala desa , perangkat desa dan tokoh masyarakatnya akan kami panggil, akan ada treatment khusus, moblitas masyarakat dibatasi, kegiatan-kegiatan masyarakat dibatasi, semacam semi lockdown di desa. Ini dalam rangka mikro zonasi itu bisa berjalan efektif,” terangnya.
Bupati juga mengungkapkan di kabupaten Pekalongan sudah ada beberapa contoh desa yang cukup berhasil antara lain desa Pakis putih yang sampai hari ini masih zero covid 19 karena memang protocol kesehatan diterapkan . Adapun semua desa yang masuk zona merah akan segera dilakukan mikro zonasi. (Ar-Kominfo)
Senin, 8 Februari 2021
“ Untuk banjir yang ada di kecamatan Tirto, utamanya daerah Tegaldowo,Mulyorejo,Karangjompo dan Jeruksari, itu memang satu satunya cara adalah dengan mengaktifkan pompa, melakukan pompanisasi, karena ini banjirnya adalah banjir air hujan yang selama dua hari ini curah hujannya tinggi hingga menggenangi pemukiman, “lanjutnya
Dikatakan Bupati, Pemerintah sudah punya peta jalan untuk menyelesaikan persoalan banjir yang ada di wilayah utara kabpatenu Pekalongan. Karena wilayah utara dianggap yang paling krusial. Skema penanganannya step by step, kemudian program ini juga terintegrasi program dari pusat berkaitan dengan tanggul, penataan sungai baik Mrican,Meduri dan penyempurnaan pembuatan rumah rumah pompa.
“Dengan cara seperti itu Insyaalloh dua tiga tahun ke depan banjir yang selama ini menjadi fenomena tahunan bisa kita kendalikan, “ tandasnya
Khusus yang di kecamatan wonokerto dan sebagian Wiradesa, menurut Bupati Asip, ini tergantung dari efektifitas pengelolaan manajemen yang ada di sungai Mrican. “Hari ini masih kita tutup, nanti kalau memungkinkan kita buka dengan harapan setelah sungai Mrican ini kita buka, sambil menunggu pintu permanennya jadi maka air yang dari daratan bisa mengalir ke laut,” ucapnya.
Terkait pengungsi, ada beberapa pengungsi di sejumlah titik, antara lain di Dupantex, rumah kepala desa Tegaldowo, juga di masjid AnNur Karangjompo. Semua pengungsi sudah tertangani dengan baik dan dalam kondisi sehat
“ Kita sudah menetapkan status tanggap darurat untuk 14 hari ke depan sehingga semua operasionalisasi yang berkaitan dengan pengungsi, dari dinas terkait sudah menangani seperti Dinsos, BPBD, juga terima kasih atas bantuan dari masyarakat dan relawan. Secara umum kondisi pengungsi sehat dan mereka dalam pengungsian tetap harus menggunakan protokol kesehatan ,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo mengungkapkan ada 3 kecamatan yang mengalami banjir terparah yaitu Kecamatan Tirto, Wonokerto dan Siwalan. Dan titik pengungsi yang paling banyak berada di kecamatan Tirto. Pihaknya mencatat data sementara jumlah pengungsi sebanyak 415 orang tersebar di 8 titik pengungsian. Budi Rahardjo juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan jaga diri karena curah hujan tinggi, selanjutnya apabila terjadi sesuatu bencana diharap lapor ke posko Induk Bencana di BPBD Kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo).
Minggu, 7 Februari 2021