KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, berkesempatan menghadiri acara Peresmian Gedung Baru Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), yang dilaksanakan pada pagi ini, Sabtu (9/10/2021).
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan dalam sambutannya, bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mengapresiasi perkembangan UMPP yang sangat pesat. Dan menurutnya, UMPP merupakan salah satu universitas yang menjadi motto penggerak dan penerang pembangunan taraf pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Untuk itu, atas nama Pemkab Pekalongan, Ia berharap dengan perkembangan yang cukup pesat tersebut, UMPP dapat bersinergi bersama Pemkab Pekalongan untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah yang menjadi tumpuan pendidikan di wilayah pantura.
‘’Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan selamat kepada UMPP yang sebentar lagi kita akan meresmikan gedung rektorat yang baru ini. Dan ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dan sebagai mana yang telah diketahui bersama, bahwa UMPP merupakan universitas pencetak lulusan kesehatan terbanyak di wilayah Pekalongan, Bupati Fadia juga berharap UMPP bisa menerjunkan lulusannya untuk turut andil dalam membantu program Pemkab Pekalongan yang akan segera melaksanakan kegiatan vaksinasi masal beberapa hari kedepan.
‘’Dan alhamdulilah kemarin saya meminta langsung kepada Pak Menteri Kesehatan RI dan dikawal langsung oleh DPR RI sehingga per tadi malam kita diberikan vaksin dari pusat dengan jumlah hampir 190 ribu untuk Kabupaten Pekalongan,’’
‘’Ini artinya kita sangat memerlukan sinergitas dari UMPP ini, agar lulusannya bisa membantu kegiatan vaksin masal yang akan segera kita gerakan kembali di Kabupaten Pekalongan ini.
Sehingga dengan hal tersebut diharapkan levelnya bisa turun kembali,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia juga mengatakan bahwa dengan diresmikannya gedung baru rektorat UMPP ini, diharapkan kedepannya UMPP akan semakin baik lagi dan bisa menjadi universitas percontohan.
‘’Saya dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mendukung sekali dan ikut andil untuk membesarkan UMPP supaya lebih maju lagi,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 10 Oktober 2021
KAJEN - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan Mukhtharuddin Ashraff Abu bersama tim Dekranasda meninjau beberapa tempat UMKM di wilayah Kabupaten Pekalongan. Rombongan tim Dekranasda memulai tinjauannya ke Batik Putra Arjuna Warulor Kecamatan Wiradesa, lalu ke Perajin Batik Sakura Desa Tosaran Kecamatan Kedungwuni, Perajin Hand made / ATBM Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran dan terakhir ke Alvin Hanger Desa Kertijayan Kecamatan Buaran.
Ketua Dekranasda Ashraff mengatakan bahwa di tengah situasi pandemi saat ini, para pelaku usaha mikro di kabupaten Pekalongan masih bisa berjalan meski tak dipungkiri mengalami beberapa kendala.
“Hari ini saya dan tim Dekranasda keliling dari tempat ke tempat untuk pelaku-pelaku UMKM dan kita melihat kegiatan mereka . Ternyata Alhamdulilah mereka masih berjalan. Mungkin ada beberapa kendala karena pandemi dan tujuan kita keliling ini adalah akan mensupport apa yang kita bisa, “ tutur Ashraff usai berkunjung di Alvin Hanger, Kamis (07/10/2021) siang.
Dijelaskan, Dekranasda kabupaten Pekalongan akan mengambil langkah strategi untuk pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM. Salah satu strategi tersebut adalah dengan mengaktifkan kembali gedung UMKM Senter yang berlokasi di Madukaran Kecamatan Kedungwuni yang selama ini terlihat kurang difungsikan dengan baik.
“Di kabupaten Pekalongan kita punya UMKM Senter yang selama ini kelihatannya tidak difungsikan dengan baik dan akhirnya banyak yang terbengkalai. Mungkin salah satu strategi saya, saya mau mengaktifkan UMKM Senter , diantaranya mungkin nama UMKM Senter yang tadinya di dalam sehingga orang tidak tahu itu gedung apa, saya taruh diluar agar orang tahu, “ paparnya
Selanjutnya disampaikan pula pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas dinas terkait untuk memperbaiki / merenovasi gedung UMKM tersebut supaya para pelaku UMKM mendapat tempat / ruang untuk mendisplay dan menjual produk mereka.
Selain itu, para pelaku usaha mikro juga akan dibantu dari segi permodalan. Menurut Asraff, pihaknya telah merencanakan kerjasama dengan salah satu Bank yang telah siap mensupport Dekranasda untuk memberikan pinjaman tanpa agunan bagi para pelaku UMKM.
“ Kita sedang intens supaya para pelaku usaha khususnya mikro, bisa terbantu karena kita semua tahu masalah utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah permodalan,” terangnya.
Sementara untuk kisaran plafon kredit yang diberikan, menurutnya besarannya relatif. Diperkirakan plafon kreditnya mulai Rp.1 – 5 juta, Rp.5 – 10 Juta dan Rp.10 – 50 Juta. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 9 Oktober 2021
Sabtu, 9 Oktober 2021
KAJEN – Menyikapi jumlah anak yatim yang terdampak pandemi Covid-19 cukup banyak karena ditinggal orangtuanya. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggandeng sejumlah pihak seperti Baznas Provinsi Jawa Tengah, Baznas Kabupaten Pekalongan dan Bank Jateng untuk ikut andil dalam membantu anak yatim/piatu/yatim piatu melanjutkan pendidikan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.M.M., mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk bisa mensupport anak-anak yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Pekalongan semaksimal mungkin. Karena menurutnya, musibah yang dialami anak-anak ini sangatlah berat. Sehingga pemerintah dan pihak terkait harus hadir ditengah-tengah mereka untuk memberikan dukungan.
‘’Jadi saya minta juga kepada anak-anaku semuanya yang disini. Walaupun tidak semua, karena ini batasan umurnya 4 sampai 14 tahun yang disini. Saya minta anak-anak untuk tetap semangat. Semangat belajar, tidak usah takut karena ada kami disini yang akan selalu disamping kalian,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat memeberikan sambutannya dalam acara Penyerahan Bantuan bagi anak yatim/piatu/yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19, pada pagi ini, Kamis (7/10/2021), yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.
Dikatakan Fadia bahwa jumlah total anak-anak yang ditinggal orangtuanya, di Kabupaten Pekalongan untuk rentang usia 4 – 18 tahun sejumlah 237 anak. Dan yang hadir dalam acara kali ini ada 85 anak untuk rentang usia 4-14 tahun untuk menerima bantuan.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut atas nama Pemkab Pekalongan Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak dari Baznas Provinsi Jawa Tengah, Baznas Kabupaten Pekalongan dan Bank Jateng yang pada hari ini telah ikut membantu memberikan santunan bagi anak-anak yang terdampak Covid-19. Juga atas kesanggupan Baznas Provinsi Jawa Tengah khusunya, yang telah menyatakan siap untuk mensupport pendidikan anak-anak tersebut.
‘’Saya sangat apresiasi sekali kepada Baznas Provinsi Jawa Tengah yang sampai pendidikan anak-anak kedepannya juga sudah dipikirkan. Jadi ini Bazsnas memang luar biasa, dan tidak usah diragukan lagi,’’ pungkasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Tiga Baznas Provinsi Jawa Tengah Drs. H.M. Zain Yusuf, MM., mengatakan dalam sambutannya pada acara Penyerahan Bantuan Bagi Anak Yatim/piatu/yatim piatu tersebut, bahwa Baznas Provinsi Jawa Tengah siap untuk mendukung anak-anak terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan untuk terus melanjutkan pendidikan sampai lulus.
Karena menurutnya, saat ini saja pihaknya telah menangani 3.474 anak di Provinsi Jawa Tengah yang memang terdampak Covid-19. Jadi, sudah tidak perlu diragukan lagi bahwa Baznas Provinsi Jawa Tengah akan benar-benar mendukung anak-anak di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Disamping kami memberikan santunan, kedepannya pogram Baznas Provinsi Jawa Tengah akan juga mensupport anak yatim/piatu dan yatim piatu untuk bisa sekolah sampai lulus. Karena kami sudah berkoordinasi dengan pondok-pondok pesantren yang mempunyai pendidikan formal, yayasan yang punya pendidikan formal. Maka anak-anak itu akan kami titipkan sekolah di pondok pesantren dan yayasan yang membiayai adalah Baznas Provinsi Jawa Tengah,’’
‘’Jadi dari lulus SD, sampai ke SMA. Dan kalau memang nanti akan masuk ke perguruan tinggi kami Baznas Provinsi Jawa Tengah pun siap membantu dan memang ada beasiswa untuk S1 bahkan S3,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 8 Oktober 2021
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menghadiri acara pengukuhan pengurus paguyuban Kepala Desa/Lurah Bahurekso Kabupaten Pekalongan periode 2021-2025 yang dilangsungkan di Pendopo Kajen, Rabu (06/10) siang. Tampak hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH, Ketua DPRD Hj Hindun.,MH, Ketua Dekranasda Ashraff, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, perwakilan kejaksaan, perwakilan Dandim, kepala Dinas PMD P3A PPKB Subagyo, para camat yang hadir dan para pengurus Bahurekso 2021-2025.
Bupati Fadia Arafiq dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terpilihnya para pengurus periode 2021 -2025 dan berharap para pengurus yang terpilih dan dikukuhkan dapat bekerja maksimal sesuai fungsinya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan beberapa poin, diantaranya posisi Kabupaten Pekalongan yang saat ini berada di level 3 untuk kasus covid. Menurutnya, hal ini salah satunya disebabkan sebagian warga yang belum divaksin. “ Saya yakin bapak/ibu kepala desa sudah maksimal, termasuk bupati/wakil, dandim, kapolres, DPRD sudah bekerjasama membuat covid di kabupaten Pekalongan turun. Tapi ternyata indikasi penghitungan kita masuk di level 3 itu karena kita masih banyak yang belum divaksin. Jadi saya minta bapak/ibu kepala desa/lurah agar sama sama, khususnya mengajak yang sepuh untuk mau divaksin,” ujar Fadia.
Dijelaskan, vaksinasi merupakan ihktiar maksimal untuk menghindari covid. “ Ikhtiar maksimal yang kita lakukan adalah vaksin. Tapi kalau vaksin kita ngga mau, ini susah. Begitu level naik, kita semua ikut susah. Kita seluruh jajaran pemerintahan kabupaten Pekalongan khususnya bapak/ibu kepala desa/lurah , agar yang tidak mau divaksin ini diberi edukasi/pengertian,” pintanya.
Bupati menjelaskan bahwa upaya vaksinasi yang ditempuh adalah dengan menyerbu di tiap kecamatan. Contohnya di Kecamatan Kesesi telah kita serbu sampai ke desa desa. Satu kecamatan itu seluruh desa kita masuki semua.,” lanjutnya.
Ditambahkan pula bahwa vaksinasi juga telah diterapkan di lingkungan sekolah bahkan sebagai syarat mengikuti ujian sekolah. Dengan demikian diharapkan seluruh warga Kabupaten Pekalongan mendapatkan vaksin semua.
Selain vaksinasi, Bupati Fadia juga menyampaikan bahwa Pilkades akan segera digelar. Untuk itu ia meminta segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik, termasuk dalam pelaksanaannya situasinya harus kondusif jangan sampai terjadi kegaduhan dan kerumunan.
Poin lainnya yaitu tentang Bumdes yang saat ini tengah merambah di desa-desa. Bupati menegaskan bagi desa yang mempunyai potensi/keunikan tersendiri, pihaknya akan membantu mensosialisasikan agar dikenal sampai ke luar daerah. “ Nanti kita bantu sosialisasikan, desa- desa yang punya keunikan, kita promosikan supaya orang orang dari luar daerah tahu bagaimana indahnya desa-desa di Kabupaten Pekalongan,” ucapnya.
Sementara itu ketua umum Paguyuban Kepala Desa/Lurah Bahurekso terpilih, Drs Hartono Taslani ( Lurah Ponolawen) mengungkapkan Lurah/Kepala desa senantiasa akan mengabdi kepada masyarakat. “ Paguyuban Bahurekso akan bersinergi dengan Forkopimda, tokoh ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan semua unsur yang bisa mendukung paguyuban Bahurekso menjadi besar. Paguyuban Bahurekso akan melejit menjadi besar dengan dibantu semua unsur ,” ungkap Hartono.
Hartono juga menegaskan pihaknya akan mendukung visi misi Bupati Wakil Bupati untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 7 Oktober 2021
KAJEN - Kegiatan seremonial Bedahan Pintu Bendung Gembiro Kesesi tahun ini ditiadakan. Pembertahuan tidak dilaksanakannya kegiatan Bedahan Pintu Bendung Gembiro tersebut tertera dalam surat resmi yang dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pekalongan Nomor 611/1247 pada tanggal 4 Oktober 2021.
Dalam surat tersebut Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ir Bambang Irianto menyatakan Berdasarkan surat Kepala Badan Pengelolaan Sumber Daya Air Pemali Comal perihal pengeringan total jaringan irigasi, sesuai dengan jadwal akan dilaksanakan penutupan pintu intake pada tanggal 1 – 15 Oktober 2021. Namun dengan pertimbangan masih dalam masa pandemi, guna menghindari kerumunan masa maka pada tahun 2021 ini kegiatan seremonial Bedahan pintu Bendung Gembiro tidak akan dilaksanakan. ( Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 6 Oktober 2021
Rabu, 6 Oktober 2021
KAJEN - Kabupaten Pekalongan mendapat 2 (dua) penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia ( Kemen PPPA RI).
Dua penghargaan itu adalah Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 (kategori madya) dan penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2021.
“ Saya merasa bersyukur karena Kabupaten Pekalongan mendapat dua penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen dan peran pemerintah daerah dalam upaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG) dan pemenuhan hak-hak anak, “ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM di ruang kerjanya, Selasa (05/10/2021).
Selaku Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menyampaikan dirinya akan berupaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan antara perempuan dan laki laki dalam pembangunan, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dan kaum difabel serta meningkatan pemenuhan hak anak, mendengarkan suara anak dan partisipasi anak dalam pembangunan.
“ Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD dan perusahaan swasta, BUMN, BUMD, kelompok – kelompok masyarakat melaui CSR-nya yang telah mendukung pelaksanaan penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dan penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) ini. Dan harapannya tahun depan mendapat penghargaan yang lebih meningkat lagi stratanya,”harapnya.
Kabupaten Pekalongan sebelumnya telah beberapa kali mendapat penghargaan APE. Penghargaan APE kategori Pratama diraih pada tahun 2012, 2014 dan 2016. Selanjutnya kategori Madya diraih pada tahun 2018 dan 2020.
Sementara untuk penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA), sebelumnya telah diraih Kabupaten Pekalongan sebanyak lima kali berturut turut.
Penghargaan KLA kategori Pratama pada tahun 2013, sedangkan pada tahun 2015, 2017,2018, dan 2019 serta tahun 2021 kategori Madya. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 6 Oktober 2021
KAJEN – Bertepatan dengan HUT TNI Ke-76 Tahun 2021, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., berharap momentum ini dapat dijadikan pemacu semangat kembali antar Forkopimda, yaitu dari unsur TNI, Polri dan pemda dalam meningkatkan sinergitas guna menurunkan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
Fadia mengatakan, bahwa saat ini PR besar yang harus segera diselesaikan oleh antar lembaga pemerintah, juga dari unsur Forkopimda adalah menurunkan penularan COVID-19, sehingga Kabupaten Pekalongan bisa segera zero covid.
‘’Jadi, sinergi antara Forkopimda yaitu unsur TNI, Polri dan Pemkab Pekalongan ini sangatlah penting supaya angka penularan Covid-19 bisa turun,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat mengikuti Upacara Peringatan HUT TNI Ke-76 Tahun 2021 secara virtual dari Istana Negara, di Aula Makodim 0710 Pekalongan yang diselenggarakan pada pagi ini, Selasa (5/10/2021).
Dalam acara peringatan HUT TNI Ke-76 tersebut, hadir juga dalam acara yaitu Kodim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Kapores Pekalongan Kota AKBP Wahyu Rohadi, juga segenap jajaran Forkopimda lainnya serta perwakilan TNI – Polri.
Adapun tema yang diusung dalam peringatan HUT TNI Ke-76 pada 5 Oktober 2021 kali ini adalah ‘’Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang’’.
Dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, bahwa tema yang diangkat dalam peringatan Hut TNI kali ini dapat dimaknai sebagai upaya dan rencana besar para pemangku kepentingan di negeri ini untuk bersama-sama melawan Covid-19 supaya bisa segera pergi, dan kehidupan bisa berjalan seperti sedia kala.
Untuk itu, menurut Fadia semangat kebersamaan dan saling tolong-menolong sangatlah penting dilakukan di masa-masa sulit seperti saat ini. Karena menurutnya, tidak ada hal yang lebih penting dilakukan saat ini selain berjuang dan bertahan di masa pandemic Covid-19.
‘’Banyak hal yang harus kita lakukan, namun di masa-masa ini yang paling penting adalah kita bisa bertahan dan tetap berjuang,’’ ungkapnya.
Selain itu, Fadia juga mengatakan dalam kesempatan tersebut bahwa pihaknya sangat berterimakasih kepada unsur TNI dari Kodim 0710 Pekalongan yang selama ini telah bersama-sama dengan Pemkab Pekalongan dalam bekerjasama untuk melakukan program-program di masa pandemic Covid-19.
‘’Saya ucapkan sekali lagi, selamat memperingati HUT TNI Ke-76 Tahun 2021, semoga momen ini dapat kita manfaatkan dengan baik. Dan terimakasih atas pengabdian serta kinerja TNI bagi masyarakakat selama ini,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 6 Oktober 2021