KAJEN - Jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) kasus Corona di Kabupaten Pekalongan saat ini naik menjadi 60 orang. Dengan jumlah Pasien Dalam Pantauan (PDP) 4 orang dan jumlah suspect nihil.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melaksanakan penyemprotan desinfektan bersama Forkompimda di Pasar Kajen, Selasa (31/3/2020) pagi menuturkan, yang menjadi konsentrasi bersama adalah saudara-saudara kita baru mudik dari Jakarta atau kota-kota lain.
"Tolong yang baru pulang dari perantauan untuk di rumah dulu, jika nanti ada gejala kurang sehat segera hubungi Puskesmas. Intinya jangan kemana-mana dulu, kunci dari hilangnya wabah ini adalah ketika kita bisa bertahan di rumah. Para tenaga medis kita di puskesmas juga sudah dibekali prosedur dalam menangani para pemudik," kata Bupati.
Selain itu, tambah Bupati, Pemkab juga sudah menyiapkan skema jaring pengamanannya, yakni dengan menyiapkan ruang isolasi di Puskesmas Wonokerto 2 sebanyak 40 unit. "Semoga ini tidak terisi, namun tetap kita siapkan selain di RSUD Kraton dan RSUD Kajen," ungkapnya.
Adapun cairan disinfektan tersebut disemprotkan ke jalan umum protokol meliputi, Jl. Mandurorejo Kajen, Jl. Diponegoro Kajen, Jl. Raya Surabayan Wonopringgo, Jl. Raya Bebekan Kedungwuni, Jl. Raya Podo Kedungwuni, Jl. Raya A Yani Wiradesa dan Jl. Raya Gumawang Wiradesa Sedangkan untuk Fasilitas umum diantaranya, Pasar Induk Kajen, Pusat Kuliner Gemek Kedungwuni, Pusat Batik IBC Wiradesa, Pasar Induk Wiradesa dan Pasar Induk Bojong
Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si mengatakan, kegiatan penyemprotan ini merupakan instruksi dari Kapolri untuk melaksanakan penyemprotan secara serentak di wilayah Kabupaten Pekalongan untuk mencegah penyebaran Corona. "Ini kita lakukan untuk memutus rantai covid 19 di wilayah Kota santri utamanya di tempat umum," katanya.
Selain itu, kata Kapolres, pada kegiatan kali ini menyasara pasar dan tempat pelayanan publik. "Selain itu juga pertokoan, kecamatan, desa dan lainnya. Pada kesempatan ini, setelah di Kajen akan dilanjut ke Wiradesa dan kedungwuni," jelasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)