WATUSALAM – Pembangunan Jalan Watusalam terus menunjukkan progres. Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai ketentuan dan secara bertahap mulai memberikan manfaat bagi masyarakat.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat meninjau proses pembangunan, menyampaikan bahwa pekerjaan saat ini telah memasuki tahapan konstruksi dan berdasarkan pemantauan tim pengawas, pelaksanaannya dinilai sudah representatif serta sesuai aturan.
“Menurut tim pengawas, konstruksi ini sudah sangat representatif, sudah sesuai aturan. Kita tunggu sampai 21 hari, kita rawat, lalu kemudian berikutnya pindah ke sisi sebelahnya,” ujar Sukirman kepada Tim RKS, Rabu (9/9/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap pada masing-masing sisi jalan. Setelah salah satu sisi dinilai siap dan dapat dilalui, pekerjaan akan dilanjutkan pada sisi berikutnya hingga mencapai ujung ruas yang dikerjakan.
Dalam proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga menyiapkan pengaturan lalu lintas. Terdapat jeda sekitar 70 meter pada salah satu bagian ruas yang dimanfaatkan untuk membantu pengaturan arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung.
“Secara prinsip oke. Memang ada beberapa yang bertanya mengenai proses pekerjaan dan seterusnya. Ini proses yang memang sedang kita lalui bersama. Masyarakat mohon bersabar, dan inilah hasil karya kita yang harus kita jaga bersama-sama,” katanya.
Terkait target penyelesaian, Sukirman menyebut pekerjaan ditargetkan selesai pada November sehingga nantinya jalan dapat dimanfaatkan masyarakat dengan lebih optimal.
Ia juga menyampaikan bahwa selama proses pembangunan berlangsung, lalu lintas pada prinsipnya tetap dapat berjalan. Namun, pada waktu-waktu tertentu kemungkinan masih terjadi keterlambatan akibat aktivitas pekerjaan.
Rabu, 9 September 2026
Proses pembangunan jalan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang warga Watusalam, Murni, mengaku bersyukur dengan adanya pembangunan jalan karena kondisi jalan menjadi lebih baik dan halus.
“Ya, alhamdulillah. Jalan ini kan jadi halus, yang bergelombang sudah diperbaiki,” ungkap Murni.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan atas pembangunan infrastruktur jalan yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati yang telah membangun jalan yang bagus," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap masyarakat dapat bersabar selama proses pembangunan berlangsung serta bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun sehingga dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
TIRTO – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus melakukan upaya peningkatan infrastruktur, khususnya penanganan jalan dan sistem drainase di sejumlah wilayah. Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. saat meninjau progres pembangunan infrastruktur di Wilayah Kecamatan Tirto, Rabu (9/9/2026).
Dalam tinjauan tersebut, Plt. Bupati melihat progres pekerjaan di depan SMP Negeri 1 Tirto. Di lokasi tersebut, tim Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah membangun saluran air yang dinilai cukup memadai.
Sementara itu, kondisi jalan di lokasi masih dalam tahap penataan. Pekerjaan diawali dengan peninggian badan jalan sebelum nantinya dilakukan pengecoran.
“Jalannya sementara masih dalam penataan, yaitu peninggian dulu. Nanti setelah itu dicor. Jadi itu tahap proses peninggian dan dicor. Tidak lama lagi, insyaallah,” ujar Sukirman.
Selain meninjau pekerjaan jalan dan drainase, Plt. Bupati juga melihat penanganan permasalahan drainase di bawah jalur rel. Menurutnya, proses penanganan di lokasi tersebut membutuhkan koordinasi dan keterlibatan masyarakat karena berkaitan dengan lingkungan serta kepentingan warga sekitar.
“Memang cukup pelik karena harus melibatkan warga dan seterusnya. Alhamdulillah, tanggapan warga bisa tersosialisasi dengan baik. Sehingga pembangunan gorong-gorong atau drainasenya itu bisa terlaksana,” jelasnya.
Pembangunan drainase tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran aliran air sekaligus mengurangi potensi terjadinya genangan di kawasan tersebut.
Sukirman menyampaikan, berdasarkan penilaian masyarakat, keberadaan dua saluran air yang mengarah ke sisi berbeda diharapkan dapat membuat persoalan genangan tidak kembali terjadi.
“Insyaallah ini sudah tidak akan terjadi genangan lagi, karena ada dua saluran, saluran ke sana dan saluran ke sini,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus melakukan pemantauan terhadap progres pembangunan sehingga pekerjaan infrastruktur dapat berjalan sesuai tahapan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rabu, 9 September 2026
BUARAN – Perbaikan ruas Jalan Pasar Bligo-Pakumbulan mulai membawa perubahan nyata bagi warga. Setelah sebelumnya dipenuhi kerusakan dan lubang, kondisi jalan yang kini lebih mulus membuat mobilitas masyarakat kembali lancar sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi yang sempat terdampak.
Rahmat, pedagang tahu di Pasar Bligo, Kecamatan Buaran, mengaku lega melihat jalan yang selama ini menjadi akses utama warga kini telah diperbaiki. Kondisi jalan yang lebih baik membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih nyaman.
“Alhamdulillah sekarang jalannya sudah diperbaiki dan halus. Mobilitas warga jadi lancar dan tidak berdebu seperti sebelumnya,” kata Rahmat, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Kondisi jalan yang buruk juga berpengaruh terhadap aktivitas warga yang setiap hari melintas maupun berbelanja di kawasan Pasar Bligo.
Dampak serupa dirasakan Nafisa, pemilik warung makan yang berada di depan SMP Negeri 1 Buaran. Ia menyebut kondisi jalan yang rusak dan berlubang sebelumnya membuat warungnya kehilangan sebagian pelanggan.
“Dulu sempat sepi karena akses jalan rusak dan berlubang. Setelah diperbaiki, warung makan kembali ramai pembeli,” ujar Nafisa.
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa kualitas infrastruktur jalan memiliki kaitan langsung dengan denyut ekonomi masyarakat. Ketika akses terganggu, pedagang ikut merasakan dampaknya. Sebaliknya, ketika jalan kembali nyaman dilalui, aktivitas perdagangan perlahan bergerak lagi.
Perbaikan ruas tersebut ditinjau langsung Plt Bupati Pekalongan Sukirman bersama jajaran dinas terkait pada Rabu (9/9/2026). Pemkab memastikan perbaikan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dilakukan secara bertahap.
Sukirman mengatakan, perbaikan infrastruktur dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah merespons aspirasi masyarakat. Jalan yang rusak menjadi salah satu persoalan yang terus mendapat perhatian karena menyangkut kepentingan mobilitas warga.
“Hari ini kita tinjau jalan di depan SMP Negeri 1 Tirto dan ruas Jalan Pasar Bligo-Pakumbulan sepanjang 900 meter. Ini merupakan jalur alternatif yang padat setiap hari,” jelas Sukirman.
Ruas Pasar Bligo-Pakumbulan dinilai memiliki peran strategis karena menghubungkan wilayah Kecamatan Buaran dengan Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang. Padatnya aktivitas kendaraan menjadikan kondisi jalan sangat menentukan kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.
Sukirman menegaskan, pemerintah tidak akan memperbaiki seluruh jalan secara bersamaan karena keterbatasan kemampuan anggaran. Namun, ruas-ruas yang menjadi kewenangan Pemkab Pekalongan akan ditangani secara bergantian sesuai kebutuhan dan prioritas.
“Secara bergantian jalan-jalan kewenangan Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan diperbaiki. Upaya ini sebagai langkah merealisasikan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Rabu, 9 September 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong percepatan perbaikan Jalan Watu Salam sebagai salah satu upaya meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 50 persen.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa pekerjaan perbaikan sudah berjalan, termasuk proses pengecoran beton rigid di sejumlah titik.
“Seperti kita ketahui bersama, di Watu Salam progresnya sudah 50 persen berjalan. Pengecoran sudah berlangsung, lalu kemudian di beberapa titik juga sudah berlangsung dengan baik,” ujar Sukirman kepada Tim RKS, Senin (7/9/2026).
Ia berharap pembangunan dapat diselesaikan sesuai target sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaat dari jalan yang lebih baik. Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus mendorong agar pekerjaan berjalan sesuai dengan ketentuan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Ahmad Al Faruq, menjelaskan bahwa penggunaan beton rigid menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas konstruksi jalan. Untuk titik tertentu seperti perempatan atau gang, digunakan beton dengan karakteristik yang memungkinkan jalan lebih cepat dibuka kembali setelah pengecoran.
“Kita betul dengan beton rigid. Tapi nanti di perempatan atau gang kita pakai beton yang FS, yang tiga hari bisa langsung dibuka, sehingga tidak menyusahkan masyarakat,” jelasnya.
Faruq menambahkan, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap kualitas material yang digunakan. Pengujian dilakukan terhadap material konstruksi, termasuk besi dan beton, guna memastikan kesesuaian dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.
“Beton ini juga kami nanti tidak main-main spek. Itu kita ujikan semua. Besinya sudah kita ujikan, nanti betonnya baru kita ujikan. Dan ujinya tidak hanya di kabupaten, tapi langsung di BP2, independen,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan mendapat pendampingan dari Kejaksaan. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembangunan agar berjalan sesuai ketentuan dan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., yang turut melakukan peninjauan, mengapresiasi dimulainya pekerjaan perbaikan Jalan Watu Salam. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Abdul Munir berharap keberadaan jalan yang lebih baik nantinya dapat memperlancar akses masyarakat dari wilayah sekitar menuju pusat kota maupun sebaliknya, sehingga turut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Ia juga mendorong agar pengaturan waktu pekerjaan dapat dilakukan sebaik mungkin sehingga tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat. Pengaturan pekerjaan, menurutnya, perlu mempertimbangkan kondisi lalu lintas pada siang dan malam hari.
“Karena belum jadi, kami hanya berharap agar dilaksanakan sesuai dengan spek, kemudian tidak mengganggu lalu lintas. Jangan sampai masyarakat menjadi susah untuk berjalan,” tegasnya.
Abdul Munir menilai secara kasat mata hasil pekerjaan beton yang telah dilakukan terlihat baik. Namun, ia sepakat bahwa kualitas konstruksi tetap perlu dibuktikan melalui pengujian sesuai standar yang berlaku.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pelaksana pekerjaan, serta pihak-pihak yang melakukan pendampingan dan pengawasan, pembangunan Jalan Watu Salam diharapkan dapat berjalan sesuai spesifikasi, selesai tepat waktu, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 9 September 2026
KARANGANYAR – Upacara Pembukaan Pramuka Berkebutuhan Khusus di Lapangan Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Selasa (8/9/2026), berlangsung penuh semangat. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan kemandirian sekaligus memperkuat persaudaraan dan solidaritas.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengapresiasi semangat para peserta yang mengikuti kegiatan perkemahan Pramuka berkebutuhan khusus. Menurutnya, antusiasme para peserta menjadi hal yang luar biasa, terlebih dengan dukungan dan keikhlasan para pembina yang dengan sabar mendampingi mereka.
“Semangat anak-anak kita di se-Pekalongan Raya dengan Pramuka yang memang berkebutuhan khusus luar biasa. Terutama keikhlasan para pembina yang dengan sabar membimbing mereka, sehingga bisa melaksanakan perkemahan sampai nanti pada hari esok, Kamis, dengan berbagai kegiatan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, kegiatan Pramuka berkebutuhan khusus tidak semata-mata berorientasi pada perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, membangun persaudaraan, serta menumbuhkan semangat solidaritas di antara peserta.
“Tentu ukurannya bukan bagaimana untuk perlombaan, tetapi bagaimana memupuk persaudaraan, memupuk nilai-nilai kemanusiaan, dan bersolidaritas bersama,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Salah satunya melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai serta mendorong keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Tugas saya sebagai pemerintah tentu saja terus berpikir, merencanakan, serta menyiapkan fasilitas yang cukup memadai. Di antaranya adalah untuk membuka sekolah-sekolah SLB lebih banyak lagi,” jelasnya.
Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima, masih terdapat kebutuhan sarana pendidikan SLB yang perlu dipenuhi. Untuk itu, pemerintah daerah akan mendorong pembangunan ruang kelas baru pada tahun 2027.
“Tadi kami mendapatkan laporan masih ada yang kurang. Tentu saja ruang kelas baru pada tahun 2027 akan sekiranya kita dorong,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan pendampingan dan perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Ia menekankan bahwa mereka merupakan bagian penting dari masyarakat dan negara yang memiliki hak untuk mendapatkan perhatian serta kesempatan yang sama.
“Yang paling penting adalah kita menemani mereka, bahwa mereka tidak sendiri. Sempurna di mata Tuhan, sempurna di mata negara. Mereka mempunyai perhatian yang khusus yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada para guru dan pembina yang selama ini dengan penuh kesabaran mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, mendidik dan membimbing mereka membutuhkan kesabaran, ketelitian, serta keikhlasan yang luar biasa.
“Para guru khususnya, tentu ini menjadi satu amal ibadah kita semua. Amal ibadah para guru, karena membutuhkan kesabaran, membutuhkan ketelitian, membutuhkan keikhlasan yang sangat luar biasa,” pungkasnya.
Ia menambahkan, pengabdian para pembina Pramuka juga merupakan bentuk ketulusan dalam mendampingi peserta.
“Pramuka ini tidak mendapatkan pahala materi apa pun, kecuali catatan dari Allah SWT,” tandasnya.
Selasa, 8 September 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah melalui penguatan pembinaan atlet dan konsolidasi seluruh cabang olahraga. Langkah tersebut dilakukan seiring dengan meningkatnya capaian Kabupaten Pekalongan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Tengah.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan konsolidasi olahraga secara menyeluruh menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Hal tersebut juga berkaitan dengan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah yang akan berlangsung pada November mendatang.
“Memang ini kami ingin memperbarui semua konsolidasi olahraga, konsolidasi olahraga secara keseluruhan,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan saat ini telah diperbarui. Pemerintah daerah juga terus meminta perkembangan persiapan, termasuk cabang-cabang olahraga yang akan mengikuti PORPROV.
“Sebentar lagi sedang menghadapi PORPROV di bulan November. Kita sudah meminta progres persiapannya, progres cabang-cabang yang diikuti,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah proses tersebut, Pemkab Pekalongan akan melakukan konsolidasi terhadap seluruh cabang olahraga untuk melihat perkembangan serta potensi masing-masing cabang secara lebih menyeluruh.
“Dari situ nanti, insyaallah kami akan mengonsolidasikan semua cabang olahraga dan kita akan lihat sejauh mana perkembangan masing-masing olahraga ini,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Drs. Mores Irson Kubela, A.P., menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan mengikuti 13 cabang olahraga dalam POPDA Jawa Tengah.
Dari pelaksanaan yang selesai pada 6 September 2026, Kabupaten Pekalongan berhasil meraih sejumlah medali. Capaian tersebut turut membawa perubahan positif pada posisi Kabupaten Pekalongan dalam klasemen.
“Yang pertama, Kabupaten Pekalongan untuk POPDA itu kita mengikuti 13 cabang olahraga,” terang Mores.
Ia menyampaikan, posisi Kabupaten Pekalongan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya berada di peringkat 32, tahun ini Kabupaten Pekalongan naik menjadi peringkat 27.
“Lalu kita berada di peringkat 32 besar, kemudian tahun ini berubah posisinya menjadi 27,” ujarnya.
Peningkatan tersebut menjadi modal positif bagi pembinaan olahraga pelajar di Kabupaten Pekalongan. Mores menyebut, perhatian pemerintah daerah terhadap peningkatan prestasi akan dilanjutkan melalui pembinaan secara berkelanjutan.
Sebagai bentuk perhatian terhadap atlet yang telah mengharumkan nama daerah, Pemkab Pekalongan juga menyiapkan pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi.
“Ada. Nanti akan ada pemberian penghargaan kepada atlet, tidak hanya untuk pemerintah tetapi juga untuk yang PORPROV,” kata Mores.
Pemberian penghargaan tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku, termasuk standar indeks sebagaimana diatur dalam peraturan daerah.
Di sisi lain, pembinaan atlet akan terus dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Menurut Mores, perhatian pimpinan daerah terhadap peningkatan prestasi olahraga menjadi dorongan untuk memperkuat program pembinaan lanjutan.
Dengan konsolidasi organisasi olahraga, evaluasi capaian prestasi, serta pembinaan atlet secara berkelanjutan, Pemkab Pekalongan berharap prestasi olahraga daerah dapat terus meningkat. Capaian POPDA 2026 yang menunjukkan kenaikan peringkat menjadi salah satu indikator positif untuk terus memperkuat pembinaan menuju kompetisi olahraga di tingkat provinsi.
Selasa, 8 September 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengambil langkah penanganan terhadap kasus kepegawaian yang menjadi perhatian publik. Penanganan dilakukan melalui proses internal sesuai ketentuan kepegawaian, sekaligus dengan tetap mengedepankan pembinaan integritas, profesionalisme, moralitas, dan etika aparatur sipil negara (ASN).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa langkah awal telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan pada awal Agustus 2026 dengan memindahkan pegawai yang bersangkutan dari tempat tugas sebelumnya.
“Yang jelas pertama, pada awal Agustus sesungguhnya Kepala Dinas Pendidikan sudah memindahkan yang bersangkutan ke tempat yang memang tidak di situ lagi,” ujar Sukirman usai Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (7/9/2026).
Selain langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga telah membentuk tim untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Tim tersebut melibatkan unsur Dinas Pendidikan serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSD).
“Yang kedua, kita sudah membentuk tim untuk kemudian segera mengambil keputusan. Tim itu terdiri dari dua unsur, yang pertama tentu saja dari Dinas Pendidikan, lalu yang berikutnya adalah dari BKPSD atau BKD,” jelasnya.
Menurut Sukirman, tim akan bekerja untuk mengumpulkan fakta dan melakukan kajian sebelum memberikan rekomendasi. Selanjutnya, pemerintah daerah akan mengambil keputusan berdasarkan hasil kerja dan rekomendasi tim.
“Nanti urut-urutannya seperti apa, pasti kalau kemudian tim ini sudah bekerja dan ada rekomendasinya, kita akan mengambil keputusan,” katanya.
Terkait sanksi terhadap ASN, Sukirman menegaskan bahwa terdapat sejumlah tahapan dan bentuk sanksi kepegawaian yang dapat diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Sanksi tersebut dapat berupa penonjoban, pemindahan, penurunan pangkat, hingga pemberhentian sebagai ASN.
“Yang pertama tentu saja non-job, pindah kerja, apa segala macam. Yang kedua tentu ada klausul untuk penurunan pangkat. Lalu kemudian penurunan eselon, pangkat, dan seterusnya. Kemudian yang sampai akhirnya nanti pemecatan dengan tidak hormat. Itu yang paling puncak,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keputusan mengenai sanksi tidak dilakukan secara serta-merta. Tim yang telah dibentuk akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan fakta-fakta sebagai dasar dalam menentukan langkah selanjutnya.
“Makanya nanti tim itu yang akan bekerja, yang akan mengumpulkan fakta-fakta,” tegas Sukirman.
Di sisi lain, Sukirman mengimbau agar polemik yang berkembang di ruang publik tidak terus diperpanjang, terlebih apabila berkaitan dengan penyebaran materi yang tidak pantas.
“Sebaiknya dalam konteks ini cukup lah ya, polemik di publik begitu. Video yang tidak senonoh itu saya kira cukup lah. Jangan sampai itu menjadi terus dilihat anak-anak kita dan seterusnya menjadi hal yang tidak baik,” pesannya.
Lebih lanjut, Pemkab Pekalongan memastikan pembinaan terhadap ASN terus dilakukan secara berkelanjutan. Pembinaan mencakup berbagai aspek, mulai dari integritas dan profesionalisme kerja hingga pencegahan gratifikasi serta penguatan moral dan etika.
“Ya tentu saja kita sebenarnya terus melakukan pembinaan, baik dari sisi integritas, profesionalisme kerja, integritas soal gratifikasi,” kata Sukirman.
Ia menambahkan, penguatan integritas juga terus didorong melalui berbagai langkah internal, termasuk pencanangan perjanjian kontrak kerja serta penguatan komitmen integritas dalam pelaksanaan tugas.
“Bahkan Pak Sekda itu sudah terus mencanangkan perjanjian kontrak kerja dan seterusnya, integritas kerja dan seterusnya, termasuk kemudian tentu saja pembinaan soal moralitas dan etika dan seterusnya,” pungkasnya.
Pemkab Pekalongan berharap proses penanganan kasus tersebut dapat berjalan secara objektif dan sesuai ketentuan, sekaligus menjadi momentum untuk semakin memperkuat budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan beretika di lingkungan pemerintahan daerah.
Selasa, 8 September 2026
Kesesi - Estafet Tunas Kelapa tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah bukan sekadar perjalanan simbol Pramuka dari satu daerah ke daerah lain. Di baliknya, ada pesan penting tentang semangat kebersamaan, kemandirian, dan ketahanan pangan yang ingin ditanamkan kepada generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabicab) Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pekalongan, saat mengikuti timbang terima Estafet Tunas Kelapa di Jembatan Panjang Kesesi, Senin (7/9/2026) sore.
Jembatan Panjang Kesesi menjadi titik perbatasan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang. Pada kesempatan tersebut, Tunas Kelapa diserahkan Kwarcab Kabupaten Pekalongan kepada Kwarcab Kabupaten Pemalang untuk melanjutkan perjalanan estafet. Penyerahan diterima Ka Mabicab Kabupaten Pemalang Nurkholes, S.H., M.Si., yang juga menjabat sebagai Plt. Bupati Pemalang.
Sukirman menyampaikan apresiasinya karena kegiatan tersebut melibatkan anggota Pramuka dari kedua kabupaten. Menurutnya, semangat kebersamaan dalam Estafet Tunas Kelapa harus bisa diteruskan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.
"Ini luar biasa karena melibatkan seluruh anggota Pramuka, baik dari Kabupaten Pekalongan maupun Kabupaten Pemalang. Apalagi temanya memperkokoh organisasi dengan orientasi pada ketahanan pangan," ujar Sukirman.
Dalam sambutan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Ka Mabida) Jawa Tengah, dalam hal ini Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., yang dibacakan Kamabicab Kabupaten Pemalang Nurkholes, disampaikan bahwa peringatan Hari Pramuka 2026 mengusung tema "Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan."
Tema tersebut mengajak Pramuka untuk ikut mengambil peran dalam memperkuat kedaulatan pangan melalui kreasi dan inovasi. Semangat itu juga sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah melalui prinsip ngopeni dan nglakoni.
Ngopeni dimaknai sebagai bentuk kepedulian Pramuka untuk merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, serta melestarikan lingkungan. Sementara nglakoni menggambarkan semangat menjalankan setiap tugas dengan kerja keras dan disiplin, termasuk melalui aksi nyata di masyarakat.
Bagi Sukirman, pesan tersebut sangat relevan untuk generasi muda. Pramuka dinilai memiliki ruang yang luas untuk menanamkan nilai kemandirian, termasuk dalam bidang pangan.
Ia berharap anggota Pramuka tidak hanya mengenal pertanian, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli dan mau ikut berperan dalam menjaga ketahanan pangan.
"Ini bagaimana menanamkan jiwa ketahanan pangan, jiwa kemandirian pangan kepada generasi muda, khususnya Pramuka," katanya.
Pemkab Pekalongan, lanjut Sukirman, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan, baik dari sisi regulasi, anggaran maupun pengawalan berbagai aktivitasnya.
Ia berharap Estafet Tunas Kelapa menjadi momentum untuk melahirkan generasi muda yang tangguh, mandiri, dan peduli terhadap pertanian.
"Harapannya, anak-anak Pramuka mampu berdaya tahan, menanamkan jiwa kemandirian dalam ketahanan pangan, ikut membantu pemerintah, serta menciptakan generasi muda yang peduli terhadap pertanian," pungkasnya.
Selasa, 8 September 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan turut menyukseskan rangkaian Estafet Tunas Kelapa Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Talun, Kecamatan Talun, Minggu (6/9/2026). Estafet Tunas Kelapa menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan pendidikan karakter kepada generasi muda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa Kwarcab Pramuka Kabupaten Pekalongan menerima Estafet Tunas Kelapa dari rombongan Kabupaten Batang untuk kemudian diteruskan melintasi wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Siang ini kami dari Kwarcab Pramuka Kabupaten Pekalongan menerima Estafet Tunas Kelapa dari Kwarda Jawa Tengah yang berasal dari Kabupaten Batang. Sudah kita terima, dan hari ini kita laksanakan estafet ke wilayah Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Menurut Yulian, perjalanan estafet tersebut melintasi sejumlah wilayah di Kabupaten Pekalongan, di antaranya Curug, Bojong, Kajen hingga Kesesi. Selanjutnya, Estafet Tunas Kelapa akan diteruskan kepada Kabupaten Pemalang melalui Kecamatan Kesesi.
Lebih lanjut, Yulian menegaskan bahwa Estafet Tunas Kelapa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi membawa pesan penting dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Kwarda Jawa Tengah.
Ia menyebut, pesan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah menjadi bagian penting yang perlu diteruskan kepada generasi muda, khususnya terkait penguatan persatuan dan kesatuan serta silaturahmi.
“Pesannya adalah tentu tadi beberapa poin yang disampaikan oleh Pak Gubernur, yaitu untuk persatuan dan kesatuan, memperkuat silaturahmi,” ungkapnya.
Yulian juga menekankan pentingnya Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap tanah air sekaligus karakter yang kuat. Karena itu, pendidikan karakter dan semangat nasionalisme perlu terus ditingkatkan dan digalakkan.
“Pramuka selaku generasi muda, tentu dengan cinta tanah air dan pendidikan karakter ini harus lebih kita tingkatkan, kita galakkan lagi,” tegasnya.
Ia berharap pesan-pesan kebangsaan yang disampaikan dalam rangkaian Estafet Tunas Kelapa dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya kira apa yang disampaikan melalui pesan-pesan Pak Gubernur patut kita teladani dan patut kita laksanakan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan terus menjadi wadah strategis dalam membangun karakter generasi muda, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air dan persatuan di tengah masyarakat.
Senin, 7 September 2026