Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan doa bersama Akhir Tahun 1447 dan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Masjid Al-Muhtaram, Kompleks Alun-alun Kajen, Senin (15/6/2026) sore.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri menjelang berakhirnya tahun 1447 Hijriah sekaligus mempersiapkan diri menyongsong tahun baru dengan penuh harapan dan doa.
"Alhamdulillah, sore hari ini kita bersama-sama bermuwajahah untuk menyambut Tahun Baru Hijriah 1448. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk melakukan refleksi terhadap berbagai hal yang telah dilakukan selama setahun terakhir," ujar Sukirman.
Menurutnya, pergantian tahun Hijriah hendaknya dimaknai sebagai sarana untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat, serta memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun yang akan datang.
Dalam kegiatan tersebut, doa bersama dipimpin oleh Kyai Ahmad Sodiq. Melalui doa tersebut, seluruh jamaah memohon keselamatan, keberkahan, kesehatan, dan umur panjang dari Allah SWT.
Selain itu, Sukirman juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para pemimpin dan penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Pekalongan agar senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
"Kami memohon doa agar para pemimpin, pengampu kebijakan, TNI, Polri, pimpinan DPRD, serta seluruh unsur pemerintahan di Kabupaten Pekalongan diberikan kekuatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta diberikan keselamatan dunia dan akhirat," tuturnya.
Disampaikan oleh perwakilan Takmir Masjid Al-Muhtaram KH. Ahmad Muzakki bahwa pergantian tahun Hijriah merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memanjatkan doa akhir tahun dan doa awal tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan ampun kepada Allah SWT.
Ahmad Muzakki menjelaskan bahwa selama satu tahun manusia senantiasa menghadapi berbagai godaan yang dapat menjauhkan diri dari ketaatan kepada Allah SWT. Namun demikian, Allah SWT senantiasa membuka pintu rahmat dan ampunan bagi hamba-Nya yang bertobat dan memohon ampun.
"Melalui doa akhir tahun dan awal tahun ini, kita berharap mendapatkan ampunan dari Allah SWT serta diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun yang akan datang," katanya.
Melalui momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap masyarakat semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta bersama-sama membangun daerah yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
Senin, 15 Juni 2026
– Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan. Dukungan tersebut ditandai dengan pencanangan komitmen bersama dan apel siaga petugas Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (15/6/2026).
– Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan resmi mencanangkan Bulan Dana PMI Tahun 2026 di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara PMI dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sekaligus menggerakkan semangat solidaritas dan gotong royong masyarakat dalam mendukung aksi-aksi kemanusiaan.
PEKALONGAN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan pentingnya peran petugas Sensus Ekonomi 2026 sebagai ujung tombak penyediaan data yang akan menjadi fondasi perencanaan dan pembangunan daerah ke depan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, saat memberikan pembekalan kepada petugas Sensus Ekonomi 2026, Kamis 11 Juni 2026.
– Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar serangkaian kegiatan yang dipusatkan di Rusunawa Kedungwuni, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa para petugas yang telah mendapatkan pembekalan dan pelatihan akan segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan kondisi perekonomian masyarakat secara akurat. Menurutnya, data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan di masa mendatang.
“Data ini menjadi sangat penting untuk menjaga arah pembangunan ke depan. Langkah-langkah kebijakan pembangunan harus disusun berdasarkan data lapangan yang solid, valid, terbuka, dan selalu diperbarui sesuai dengan situasi terkini,” ujarnya.
Sukirman juga berpesan kepada seluruh petugas sensus agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan ketelitian. Ia menekankan bahwa pendataan tidak hanya sebatas mengisi formulir, tetapi juga harus dilakukan dengan memahami kondisi riil di lapangan sehingga data yang diperoleh benar-benar akurat.
“Petugas harus detail dan tidak asal mengisi formulir. Pastikan sumber data atau responden yang didatangi memberikan informasi secara jujur, terbuka, dan transparan, sehingga hasil sensus dapat menjadi dasar yang kuat bagi perencanaan pembangunan Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, S.ST., M.Si., berharap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dapat berjalan lancar dan sukses. Menurutnya, kegiatan besar pendataan ekonomi tersebut bertujuan menghasilkan data yang valid, akurat, dan berkualitas.
“Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah akan memiliki data yang berkualitas sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi ke depan, sehingga program-program yang dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi yang ada,” jelasnya.
Dengan adanya Sensus Ekonomi 2026, diharapkan tersedia basis data yang komprehensif mengenai kondisi perekonomian di Kabupaten Pekalongan. Data tersebut akan menjadi landasan penting dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Senin, 15 Juni 2026
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa pencanangan Bulan Dana PMI 2026 membawa harapan besar agar masyarakat semakin peduli dan berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan. Menurutnya, dana yang terhimpun nantinya akan dikelola secara baik dan diarahkan untuk mendukung berbagai program kemanusiaan, termasuk penanggulangan dan mitigasi bencana.
"Kita ingin mendorong masyarakat untuk semakin memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong dalam mendukung nilai-nilai kemanusiaan. Dana yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kemanusiaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat," ujar Sukirman.
Ia juga mengapresiasi kinerja PMI Kabupaten Pekalongan pada tahun 2025 yang telah memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pertanggungjawaban kinerja dan keuangan. Selain itu, berbagai layanan PMI, khususnya donor darah, dinilai sangat membantu kebutuhan rumah sakit dan masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus mendukung keberadaan PMI melalui penguatan program bersama, sosialisasi Bulan Dana PMI hingga ke tingkat perangkat daerah, organisasi masyarakat, RT dan RW, serta mengkaji kemungkinan dukungan anggaran yang dapat diprioritaskan bagi kegiatan PMI.
Sukirman menambahkan, pencanangan Bulan Dana PMI tahun ini juga menjadi awal yang penting untuk menguatkan kembali sinergi antara PMI dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan setelah sebelumnya sempat mengalami kevakuman.
Sementara itu, Ketua Panitia Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Pekalongan, Keman, S.Pd., menyampaikan bahwa target penghimpunan dana pada Bulan Dana PMI Tahun 2026 diharapkan dapat melampaui capaian tahun 2024 yang mencapai lebih dari Rp1 miliar. Mengingat pada tahun 2025 kegiatan sempat vakum, pihaknya optimistis dengan dukungan berbagai pihak target tersebut dapat tercapai bahkan meningkat.
"Harapan kami perolehan Bulan Dana PMI tahun ini dapat melebihi capaian tahun 2024. Kebutuhan PMI dalam menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan terus berkembang, sehingga dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan," ungkapnya.
Ia menjelaskan, sasaran Bulan Dana PMI mencakup seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Melalui partisipasi masyarakat, diharapkan semangat kepedulian dan gotong royong dapat terus tumbuh sehingga Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang semakin tangguh dan memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Pencanangan Bulan Dana PMI Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan penghimpunan dana kemanusiaan serta memperkuat peran PMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam memberikan pelayanan sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat.
Senin, 15 Juni 2026
Dalam arahannya, M. Yulian Akbar menekankan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada profesionalisme dan integritas petugas di lapangan. Menurutnya, data yang akurat dan valid menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
"Petugas sensus ekonomi merupakan ujung tombak pembangunan Kabupaten Pekalongan. Data yang dihimpun akan menjadi landasan dalam menentukan arah kebijakan dan program pembangunan daerah di berbagai sektor," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, menjelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pekalongan melibatkan total 903 petugas.
Jumlah tersebut terdiri atas 796 petugas pencacah lapangan yang bertugas melakukan pendataan langsung kepada pelaku usaha, serta 171 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) yang bertanggung jawab memastikan kualitas dan validitas data hasil pendataan.
"Keberadaan ratusan petugas tersebut menjadi elemen penting dalam menjangkau seluruh aktivitas ekonomi yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Ia berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas secara profesional, teliti, dan sesuai standar yang telah ditetapkan," terangnya.
Ditambahkan, Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghasilkan data yang komprehensif mengenai kondisi dan perkembangan sektor usaha di Kabupaten Pekalongan. Data tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dengan pembekalan yang diberikan, para petugas diharapkan siap menjalankan tugas di lapangan sehingga hasil sensus dapat memberikan gambaran nyata tentang potensi dan dinamika ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan sebagai fondasi pembangunan daerah 10 tahun mendatang.
Kamis, 11 Juni 2026
Penyambutan dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si., yang hadir mewakili Plt. Bupati Pekalongan.
Dalam sambutannya, Siti Masruroh menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan selamat setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas ibadah pribadi, tetapi juga harus tercermin dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat.
“Semoga seluruh jamaah memperoleh haji yang mabrur. Kemabruran haji hendaknya dapat diwujudkan melalui peningkatan akhlakul karimah, semangat beribadah, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Ia menambahkan, para jamaah haji merupakan orang-orang yang mendapat kesempatan istimewa untuk menunaikan rukun Islam kelima setelah melalui masa tunggu yang panjang. Oleh karena itu, jamaah diharapkan mampu menjadi teladan dan memberikan pengaruh positif di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, dan kebersamaan, perlu terus dipelihara setelah kembali ke tanah air.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan pascaibadah haji. Mengingat rangkaian ibadah yang telah dijalani membutuhkan kondisi fisik yang prima, para jamaah diharapkan tetap memperhatikan kesehatan agar dapat kembali beraktivitas dengan baik bersama keluarga dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Siti Masruroh juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan, masih terdapat kekurangan dalam pelayanan dan fasilitasi yang diberikan oleh pemerintah daerah.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Kami juga memohon doa dari para jamaah agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah melayani masyarakat,” tuturnya.
Suasana penyambutan berlangsung penuh kehangatan dan kebahagiaan. Tangis haru dan rasa syukur tampak mewarnai pertemuan kembali para jamaah dengan keluarga yang telah menanti kepulangan mereka dari Tanah Suci.
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap para jamaah haji dapat menjadi agen perubahan dan penggerak kebaikan di lingkungan masing-masing, sehingga kemabruran haji tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Selasa, 9 Juni 2026
Mewakili Plt. Bupati Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh jamaah yang telah kembali ke tanah air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan Madinah.
Dalam sambutannya, Sekda mengungkapkan rasa syukur karena seluruh jamaah dapat kembali dalam keadaan sehat dan selamat. Ia berharap seluruh jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur serta mampu mempertahankan nilai-nilai ibadah yang telah diperoleh selama berada di Tanah Suci.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh Jamaah Haji Kloter 13. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu dapat kembali dengan sehat dan selamat. Semoga seluruh amal ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan memperoleh predikat haji mabrur,” ujarnya.
Sekda menuturkan bahwa pengalaman spiritual selama menunaikan ibadah haji merupakan bekal berharga yang diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, jamaah haji memiliki peran penting sebagai teladan di tengah masyarakat melalui peningkatan keimanan, ketakwaan, serta kepedulian sosial.
“Sepulang dari Tanah Suci, kami berharap Bapak dan Ibu dapat terus menjaga kemabruran haji dengan meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menjadi contoh yang baik bagi keluarga maupun lingkungan sekitar,” katanya.
Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa kepulangan para jamaah haji menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ia berharap kehadiran para jamaah dapat membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.
Pada kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Tak lupa, ia menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan dan fasilitasi yang diberikan pemerintah sejak proses keberangkatan hingga pemulangan jamaah.
Acara penyambutan berlangsung penuh kehangatan dan rasa syukur. Raut bahagia tampak dari para jamaah serta keluarga yang telah menanti kepulangan mereka setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.
Dengan kepulangan Kloter 13 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap para jamaah haji dapat menjadi pribadi yang lebih baik, membawa semangat kebersamaan, serta turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Selasa, 9 Juni 2026
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menyambut kedatangan jamaah haji Kloter 12 di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin (8/6/2026).
Menurut Sukirman, predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ketakwaan, akhlak yang lebih baik, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Pesan yang selalu disampaikan para kiai adalah bagaimana setelah pulang haji kita dapat terus meningkatkan ketakwaan. Makna haji mabrur dan mabruroh adalah adanya perubahan ke arah yang lebih baik dalam kehidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan, para jamaah memiliki peran penting sebagai teladan di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga nilai-nilai moral dan akhlak di tengah proses pembangunan daerah.
“Yang tidak kalah penting, para jamaah diharapkan dapat turut menjaga keseimbangan akhlak dan moral dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” kata Sukirman.
Sebanyak 353 jamaah asal Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Kloter 12 berangkat menuju Tanah Suci pada 24 April 2026 silam. Setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji, para jamaah kembali ke tanah air dan disambut oleh pemerintah daerah serta keluarga.
Namun, di balik kebahagiaan tersebut, terdapat kabar duka karena dua jamaah dari Kloter 12 meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Keduanya adalah H. Siti Rahayu dari Desa Lambanggelun dan H. Supeno dari Desa Kwagean.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya kedua jamaah tersebut. Sukirman mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar almarhum dan almarhumah memperoleh husnul khatimah serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Rasa syukur dan haru menyelimuti kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan yang telah menuntaskan rangkaian ibadah haji tahun 2026. Salah satunya dirasakan Wirham beserta sang istri Niti Mutmainah, jamaah asal Kecamatan Kandangserang, yang akhirnya dapat menunaikan rukun Islam kelima setelah menunggu selama 14 tahun.
Saat tiba kembali di tanah air, Wirham mengungkapkan rasa syukurnya karena dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan selamat.
“Alhamdulillah kami bisa menjalankan ibadah haji dari awal sampai akhir dalam keadaan selamat. Kami dapat melaksanakan rukun haji, wajib haji, dan sunnah-sunnah haji,” ujarnya.
Selain bersyukur atas kelancaran ibadah, Wahim juga menyampaikan apresiasi kepada para pembimbing haji dan rekan-rekan sesama jamaah yang telah saling mendukung selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama menjalankan ibadah menciptakan hubungan yang akrab dan penuh kekeluargaan. Bahkan, saat kembali ke Indonesia dan harus berpisah dengan sesama jamaah, muncul perasaan haru yang mendalam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pembimbing dan teman-teman yang selalu akrab, menyenangkan, dan menggembirakan. Saat kembali ke keluarga dan harus berpisah dengan teman-teman, rasanya berat,” katanya.
Wirham menuturkan, selama menjalankan ibadah haji para jamaah juga saling mendoakan agar seluruh rangkaian perjalanan berjalan lancar hingga kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.
Ia berharap seluruh jamaah yang telah menunaikan ibadah haji memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh serta mampu mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Tanah Suci dalam kehidupan sehari-hari.
Selasa, 9 Juni 2026
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jamaah haji Kloter 11 yang berjumlah 91 orang dalam keadaan sehat dan selamat.
"Alhamdulillah, pada sore hari ini kita menyambut kepulangan jamaah haji Kabupaten Pekalongan, khususnya yang masuk dalam Kloter 11. Kloter ini terdiri dari 91 jamaah dan semuanya telah kembali dalam keadaan sehat, selamat, dan aman," ujarnya.
Siti Masruroh menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi proses penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari pemberangkatan hingga kepulangan jamaah ke daerah asal. Dengan tibanya Kloter 11, rangkaian fasilitasi untuk kelompok tersebut telah terlaksana dengan baik, dan berikutnya masih ada kloter 12, 13, dan 14.
Ia berharap seluruh jamaah haji yang telah menunaikan rukun, wajib, serta sunah haji dan umrah selama berada di Tanah Suci dapat memperoleh predikat haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh.
Selain itu, para jamaah diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan kemabruran hajinya melalui peningkatan kualitas ibadah, menjaga akhlak, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Kami berharap seluruh jamaah dapat terus menjaga kemabruran hajinya dengan meningkatkan ibadah, menjaga akhlak, dan memperkuat kepedulian sosial. Hal tersebut menjadi harapan besar bagi kita semua," tambahnya.
Saat ditemui usai penyambutan jamaah haji di Kabupaten Pekalongan, Ahmad Subkhi menyampaikan bahwa dirinya bersyukur dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji berkat pertolongan Allah SWT.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas nikmat dan pertolongan Allah SWT sehingga saya bersama rombongan dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sebaik-baiknya, baik rukun, wajib, maupun sunah-sunahnya,” ujarnya.
Menurut Ahmad, ibadah haji tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga sarana untuk melatih kesabaran dan keteguhan hati. Berbagai tantangan yang dihadapi selama berada di Tanah Suci justru menjadi pelajaran berharga bagi para jamaah.
Ia menuturkan bahwa setiap tahapan ibadah memerlukan perjuangan dan kesabaran, terutama saat pelaksanaan wukuf di Arafah, perjalanan menuju Mina, hingga berjalan kaki menuju Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah.
“Semua membutuhkan perjuangan. Jamaah harus memiliki fisik yang kuat, kesabaran yang tinggi, dan kesiapan mental untuk menjalani setiap rangkaian ibadah,” katanya.
Selain tantangan dalam menjalankan ibadah utama, Ahmad juga mengungkapkan bahwa aktivitas sehari-hari selama berhaji, seperti mengantre untuk menggunakan fasilitas umum, turut mengajarkan arti kesabaran.
“Bahkan untuk ke kamar mandi pun terkadang membutuhkan kesabaran. Dari situ kami belajar bagaimana menghadapi berbagai ujian dengan ikhlas dan tetap menjaga semangat beribadah,” tambahnya.
Penyambutan jamaah haji tersebut berlangsung dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan dari keluarga maupun jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang turut menyambut kedatangan para tamu Allah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Selasa, 9 Juni 2026
Peringatan diawali dengan apel bersama yang diikuti unsur pemerintah daerah, pelajar, komunitas lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat. Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan, penanaman pohon, penyerahan penghargaan Adiwiyata kepada sekolah berprestasi di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten, serta telekonferensi bersama Presiden Republik Indonesia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga keseimbangan alam.
Menurutnya, upaya pelestarian lingkungan harus dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, dan melakukan penghijauan di sekitar tempat tinggal.
“Lingkungan yang terjaga dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, kepedulian terhadap alam harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan lingkungan yang baik, khususnya di kawasan hulu, memiliki peran penting dalam mencegah berbagai dampak negatif seperti banjir, longsor, maupun penurunan kualitas lingkungan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., mengajak seluruh masyarakat untuk semakin meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan.
Menurutnya, menjaga lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui berbagai aksi nyata, termasuk menanam pohon, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membiasakan membuang sampah pada tempatnya.
“Kesadaran menjaga lingkungan harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lingkungan yang bersih dan lestari, kualitas hidup masyarakat juga akan semakin baik,” tuturnya.
Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap dapat menumbuhkan semangat bersama untuk menjaga kelestarian alam serta mewariskan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Sabtu, 6 Juni 2026