KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbhi, SH.M.Si mengukuhkan keberadaan Pramuka Garuda yang ada di Kabupaten Pekalongan, yang berlangsung di pendopo rumah dinas Jabatan Bupati Pekalongan di Kajen, Kamis (26/12/2019) siang.
Dengan adanya pengukuhan tersebut, Bupati yang juga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang (KaMabicab) Pramuka berharap tidak hanya berhenti sampai di sini. Kalau bisa ditingkatkan jumlahnya dan harus berkelanjutan sehingga bisa membantu Kabupaten Pekalongan dalam menciptakan suasana kondusif dan damai. ''Anggota Pramuka Garuda ini merupakan pilihan karena sudah melalui tes maupun seleksi yang sangat ketat,'' kata Bupati .
Mereka merupakan anggota yang sudah cukup memahami dalam kepramukaan di tingkatannya masing-masing, mulai dari Siaga, Penggalang, dan Penegak. Adapun jumlah totalnya hingga tahun 2019 yakni 152 orang dan baru kali pertama dikukuhkan.
Menurut Bupati, Pramuka masih sangat dipercaya menjadi wadah untuk mendidik sekaligus melatih anak-anak dalam menjiwai nilai-nilai kegotong-royongan, kesetiakawanan, menghargai yang muda dan menghormati yang tua serta rela berkorban untuk kepentingan bersama. Sebab saat ini, sedang gencar-gencarnya fenomena peradaban global yan intinya bisa membuat generasi lepas dari nilai-nilai tersebut. Kebetulan belum lama dirinya memberikan kuliah mahasiswa UNDIP berkaitan dengan ancaman ideologi, ekonomi, sosial termasuk kultur maupun budaya yang masuk ke Indonesia.
Kalau kita sebagai orang tua tidak melakukan langkah langkah preventif, tandas dia, akan sangat membahayakan anak-anak, terutama generasi muda. Sebab sekarang kita hidup di zaman yang sudah tidak mengenal batas, zaman serba cepat dan menantang. Tidak ada kepastian atau kejelasan, karena apa yang hari ini dikatakan bisa berbeda dengan yang akan terjadi besok.
''Makanya kita wajib memelihara tatanan nilai-nilai sosial yang sudah ada di masyarakat bangsa Indonesia dan di Pramuka semuanya sudah diberikan pelajaran seperti itu,'' tegasnya.
Mengingat pentingnya fungsi dari Pramuka, maka sebagai Bupati dirinya akan menyambut positif dan memperhatikannya, khususnya soal pendanaan kegiatan. Tujuan Pramuka ini sangat bagus yakni menanamkan jika kesetiakawan dan kegotongroyangan dengan sesama tanpa membedakan agama maupun lainnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Pekalongan, Ir. Bambang Irianto, M.Si menjelaskan sebelumnya sudah ada sekitar 26 anggota Pramuka Garuda. Kemudian tahun 2019, menyeleksi sebanyak 126 anggota sehingga totalnya menjadi 152. ''Insya Allah, tahun 2020 sudah menyiapkan sekitar 300 anggota yang menjadi Pramuka Garuda,'' katanya.
Selama ini, Pramuka di Kabupaten Pekalongan cukup aktif dalam berpartisipasi membantu kepentingan masyarakat. Contohnya saat Natal dan tahun baru, di sejumlah sanggar sudah dibuka posko untuk mengamankan kegiatan tersebut. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi meresmikan Gedung Gereja Kristen Jawa (GKJ) Purbo, yang berada di Desa Jolotigo, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu, (25/12/2019) sore.
"Saya mengucapkan selamat, kepada warga setempat karena pelaksanaan tempat ibadah itu sudah selesai. Dengan demikian, umat nasrani yang ada di Dukuh Purbo bisa menjalankan ibadahnya dengan baik. Tidak hanya itu, gedung ini juga bisa dimanfaatkan oleh seluruh warga sebagai tempat membahas beberapa hal dalam rangka pembangunan di Dukuh Purbo," kata Bupati Asip.
Menurutnya, dari informasi yang diterima, toleransi umat beragama di Dukuh Purbo sangat bagus. Bahkan, ketika ada umat agama lain, misalnya Islam menggelar kegiatan, warga nasrani di daerah itu ikut membantu.
Demikian juga, ketika pembangunan GKJ Purbo, umat beragama lainnya ikut gotong royong. "Toleransi umat beragama di Dukuh ini sangat bagus dan perlu ditingkatkan lagi," jelasnya.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM pastikan perayaan Natal di Kabupaten Pekalongan berjalan aman dan lancar.
Hal tersebut diungkapkan, usai meninjau misa natal di Gereja Katholik Santo Yohanes yang berlokasi di Kecamatan Karanganyar dan pos terpadu operasi Lilin Candi 2019 di Kedungwuni serta Wiradesa, Selasa, (24/12/2019) malam.
Dalam peninjauannya, Sekda bersama Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS dan Ketua PN Pekalongan H. Sutaji, SH.MH dan beberapa Kepala OPD terkait. "Kami bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda), meninjau pelaksanaan misa natal. Alhamdulillah, tadi misa berjalan lancar dan aman. Bahkan, jemaat antusias dalam melaksanakan ibadah," kata Sekda Mukaromah Syakoer.
Mukaromah juga mengucapkan terima kasih kepada, seluruh masyarakat, TNI, dan Polri yang mengamankan perayaan natal di Kabupaten Pekalongan. "Semoga kondusifitas ini terus terjaga di wilayah Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
KAJEN – Dalam upacara peringatan Hari Ibu ke-91, Hari Nusantara ke-19 dan Hari Ikan Nasional ke-6 di Alun Alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Senin (23/12/2019), Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyerahkan bantuan, penghargaan lomba dan penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik serta piagam penghargaan pada kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Bupati KH. Asip Kholbihi, didampingi istri Ny. Munafah, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH menyerahkan hadiah dan penghargaan, secara berturut-turut. Pertama, piagam penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik pada kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun 2019 diberikan kepada (1) Terbaik I Kecamatan Talun, (2) Terbaik II Kecamatan Tirto dan (3) Terbaik III Kecamatan Kajen.
Kedua, piagam penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi diberikan kepada (1) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, (2) Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu dan (3) Ketenagakerjaan, dan RSUD Kajen.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta Forkopimda bersama lebih kurang 35.000 perempuan berkebaya nusantara warna-warni, melakukan gerakan Flash Mob Senam Stunting, untuk memeriahkan Peringaran Hari Ibu (PHI) ke-91, di Alun-alun Kajen, Senin (23/12/2019) pagi.
Perempuan berkebaya tersebut datang dari berbagai pelosok 285 desa yang ada di 19 kecamatan, Kabupaten Pekalongan. Dari pagi mereka sudah berkumpul memenuhi lapangan rumput hijau Alun-Alun Kajen tersebut.
Senam stunting berdurasi 8 menit tersebut, berisi gerakan-gerakan yang memperkuat otot. Semua bergerak dengan diiringi musik. Untuk menambah semarak, dilengkapi dengan tarian lagu Moumere dan lagu Apa Salah Aku yang lagi viral saat ini. Semua bergerak gembira sambil meregangkan otot. Tak terkecuali Bupati Pekalongan KH. Asip Kholibhi, SH., M.Si bersama sang isteri Ny. Munafah Asip, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si beserta istri, Dandim 0710 Pekalongan beserta istri dan seluruh tamu undangan lainnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ibu ke-91, Hari Nusantara ke-19 dan Hari Ikan Nasional ke-6 di Alun Alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Senin (23/12/2019).
Berbeda dari Upacara biasanya, Upacara kali ini seluruh petugas Upacara adalah wanita, yaitu ASN Kabupaten Pekalongan. Selaku Perwira Upacara adalah Staf Ahli Bupati Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si, Pembaca Sejarah Hari Ibu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Ir. Hj. HB. Riyantini, Komandan Upacara adalah Hany yang sehari-harinya berdinas di Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan. Bukan hanya itu, seluruh petugas upacara adalah wanita semua.
Upacara dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., beserta para anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, unsur Forkopimda lainnya.
KAJEN – Dalam rangka mendukung kelancaran perayaan natal 2019 dan tahun baru 2020, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring dan evaluasi ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar Kajen, SPBE Bojong, dan Gudang Bulog Sub Drive Pekalongan di Bondansari Kecamata Siwalan, Senin (23/12/2019) sore.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengungkapkan bahwa menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Kabupaten Pekalongan belum berencana menggelar operasi pasar. "Kami datang ke gudang Bulog untuk memastikan bahwa stok pangan saat Natal dan tahun baru di Kabupaten Pekalongan aman. Kemudian, mengenai belum perlu menggelar operasi pasar karena kondisi pasar saat ini relatif lebih stabil, baik untuk harga maupun stok," kata Bupati Asip.
Kajen - Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Dekranasda kembali menggelar pentas seni Budaya Tutur Batik. Pagelaran Tutur Batik mengusung tema "Legenda Bumi Batik Nusantara " itu digelar di boulevard pendopo kajen, minggu (22/12) malam dan berlangsung meriah.
"Tutur batik adalah sebuah acara yang berisi tentang bagaimana kita menarasikan tentang batik dan menutur sejarah panjang perjalanan batik di kab pekalongan. Tentu tidak lepas dari legenda Batik yang ada di kabupaten". Demikian disampaikan bupati pekalongan KH Asip Kholbihi SH MSi usai pagelaran selesai.
Asip mengatakan event event yang berkaitan dengan pemberdayaan batik harus kontinyu. "Ada salah Satu yang sangat iconic di kab pekalongan, yaitu tutur batik",ucapnya
Pada kesempatan itu Pemerintah memberikan apresiasi kepada 5 pembatik yang sudah melahirkan karya Karya yang diakui baik di Tingkat Nasional maupun internasional, seperti Utoyo slamet, Failasuf Wiradesa, Sapuan Wiradesa , Liem Ping Wei kedungwuni dan oey soe tjun Kedungwuni
"Dari semua itu kita memberikan apresiasi atau penghargaan agar karya karya beliau tetap bertahan dan mewariskan kepada generasi muda, agar mereka mencintai batik tulis sekaligus mengembangkan karya tersebut sesuai dengan perkembangan jaman ", ungkapnya.
KAJEN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan melantik 57 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se Kabupaten Pekalongan, untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.Pelantikan berlangsung di Hotel Dafam Pekalongan, Senin, (23/12/2019).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya meminta kepada pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) yang baru dilantik untuk menjalankan tugasdalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 agar tegas dan bertanggung jawab.
"Panwascam merupakan ujung tombak pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilihan pada tingkat kecamatan, diharapkan tetap berpedoman pada ketentuan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Bupati Pekalongan.
Asip mengungkapkan dengan menjalankan kehidupan seperti itu, maka warga di dukuh ini tidak akan bisa terpecah. Bahkan, menurut buku yang pernah dibacanya, yang namanya manusia itu selalu harmoni atau selalu menjaga kerukunan.
"Saya sangat berharap, apa yang telah dijalankan warga terkait hubungan bermasayarakat harus selalu dijaga, bahkan ditingkatkan. Jangan sampai, kehidupan seperti itu dengan mudah diprovokasi oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab demi kepentingan sendiri maupun orang lain,"ungkapnya.
Bupati Asip juga memberikan acungan jempol dengan adanya pembangungan gedung GKJ Purbo. Sebab, biaya yang dikeluarkan untuk pembangunannya cukup besar, namun bisa terealisasi dengan adanya donatur dari umat nasrani di daerah itu.
"Padahal, dari Pemkab Pekalongan dalam menyumbang anggaran tidak begitu besar sehingga pengurus gereja itu patut diberi apresiasi," tambahnya.
Sementara itu, Pendeta setempat, Alfius Sokidi menjelaskan GKJ Purbo sudah dimanfaatkan ibadah sejak tahun 1942. Kemudian, beberapa kali dilakukan renovasi dan tahun 2019 kembali dilakukan.
Saat disinggung, mengenai toleransi beragama di Dukuh Purbo pihaknya membenarkan apa yang dikatakan Bupati yakni sangat bagus.
"Sesuai dengan amanat Bupati, saya dan umatnya akan berusaha untuk tetap menjaga keharmonisan dengan semua warga, meski berbeda agama," katanya.
Alfius menambahkan jumlah jamaat gereja berjumlah 362 Orang. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sementara itu pengurus Gereja Katholik Santo Yohanes Kabupaten Pekalongan, Romo Vincentius Suranto mengapresiasi atas kunjungan Forkompinda Kabupaten Pekalongan. "Para jemaat sangat senang, karena adanya kunjungan ini merupakan bentuk budaya toleransi umat beragama yang sangat erat di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Ketiga, piagam penghargaan pada kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Tengah, diberikan kepada (1) Terbaik 1 Bappeda dan Litbang dengan inovasi Laboratorium Kemiskinan sebagai Top 20; (2) Terbaik 2 Puskesmas Karangdadap dengan inovasi Kampung IVA sebagai Top 20; dan (3) Terbaik 3 Kecamatan Wiradesa dengan inovasi Kursus Samara sebagai Top 40.
Sedangkan untuk para pemenang dalam lomba-lomba Hari Ibu ke-91 antara lain, Lomba Fruit Carving atau Ukir Buah, untuk Juara I Kecamatan Kajen, Juara II Kecamatan Petungkriyono, juara III Kecamatan Kesesi, Juara Harapan I Kecamatan Karanganyar, Juara Harapan II Kecamatan Lebakbarang dan Juara Harapan III Kecamatan Buaran.
Selanjutnya, lomba desain kreasi busana batik khas daerah, Juara I Kecamatan Kandangserang, Juara II Kecamatan Wonokerto, Juara III Kecamatan Petungkriyono, Juara Harapan I Kecamatan Kedungwuni, Juara Harapan II Kecamatan Karangdadap dan Juara Harapan III Kecamatan Sragi.
Untuk lomba Bunda PAUD dalam rangka Hari Ibu ke-91, Juara I Kecamatan Kesesi, Juara II Kecamatan Karanganyar, Juara III Kecamatan Tirto, Juara Harapan I Kecamatan Siwalan, Juaran Harapan II Kecamatan Talun.
Disamping penyerahan penghargaan dalam rangka Hari Ibu ke-91, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi istri, Wakil Bupati dan Ketua DPRD menyerahkan bantuan kepada (1) Ponpes Kyai Kajoran Desa Kajongan Kecamatan Kajen berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele; (2) Ponpes Syarif Hidayatullah Wonopinggo berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele; (3) Kelompok Pokdakan Pekalongan Gandrung Desa Pantianom Kecamatan Bojong berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele berupa uang sebesar Rp 20 juta; (4) Poklashar Berkah Melati Sari Desa Pecakarang Kecamatan Wonokerto berupa hibah Coolbox sebanyak 11 unit; dan (5) PKK Desa Bebel Kecamatan Wonokerto berupa hibah benih ikan Nila sebanyak 190 ribu ekor. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholibhi menjelaskan anak-anak stunting (bertubuh lebih pendek) di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. “Untuk mencegahnya semua masyarakat mau bekerja sama memperhatikan asupan gizi pada anak-anaknya. Ayo kita kerja sama mengatasinya,” ujar Bupati Asip.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kab. Pekalongan Ny. Munafah Asip menuturkan senam stunting diperlukan agar ibu-ibu bisa mengingat, dan memperhatikan asupan gizi anak-anaknya.
Dijelaskan Ny. Munafah Asip, secara nasional PHI tahun ini diperingati pada Minggu, 22 Desember di Semarang. Sementara di Kabupaten Pekalongan rangkaian PHI sudah diadakan sejak awal Desember ini.
“Kami sudah melakukan seminar tentang stunting bekerja sama dengan Yayasan Amway Peduli yang diikuti seribuan ibu-ibu. Juga ada acara Tutur Batik. Tutur Batik pada Minggu malam, 22 Des. Menceritakan Legenda Bumi Batik Nusantara, dengan penampilan teaterikal, kolosal, dan monolog, bertema Batik Hidup dan Menghidupi. Juga tak ketinggalan kuliner khas Kab. Pekalongan.” Papar Ny. Munafah Asip.
“Bersamaan dengan Peringatan Hari Ibu ini, Kabu Pekalongan juga memperingati Hari Nusantara ke-19, dan Hari Ikan ke-6,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selanjutnya, hadir pula Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi, Ketua Persit Candra Kirana Ny. Arfan Johan Wihananto, Ketua Bhayangkari Ny. Aris Tri Yunarko, dan segenap tamu undangan dari seluruh organisasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Upacara Hari Ibu ke-91 dengan tema "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" diikuti ribuan peserta dari seluruh unsur masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan. Mereka mengenakan baju koko putih lengan pendek, berikat kepala batik dan bawahan sarung bagi peserta laki-laki dan berkebaya nasional bagi peserta kaum perempuan.
Dalam sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) I Gusti Bintang Darmavati yang dibacakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, mengatakan bahwa pelaksanaan Peringatan Hari Ibu (PHI) mengingatkan kita tentang perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukan dengan kaum laki-laki.
PHI mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang dituntut untuk sadar dan aktif meraih akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang pembangunan. PHI ke-91 adalah titik awal gerakan “percepatan” pemberdayaan perempuan di berbagai bidang pembangunan dan memberikan perlindungan bagi perempuan untuk mewujudkan arahan Presiden.
Pada kesempatan PHI ke-91 ini beliau mengajak semua perempuan untuk terus maju, mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri, dan tentunya akan bersama laki-laki menjadi kekuatan besar yang memastikan terwujudnya SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Maju.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurutnya, di gudang Bulog Wiradesa ini stok masih 40 ribu ton, sementara kebutuhan pasar di Kabupaten Pekalongan hanya 100 hingga 200 ton per bulan. Kemudian, harga sendiri juga masih jauh dari harga eceran tertinggi (HET). "Bulog menetapkan harga beras di gudang Rp 8.100 perkilogram dan untuk harga jual di pasar tidak boleh melebihi HET sebesar Rp 9.450 perkilogram. Ternyata di pasar harga jualnya Rp 8.500 dan ini menunjukkan supply-demandnya sangat terjaga, sehingga harga bisa dikendalikan," tuturnya.
Bupati KH. Asip menambahkan intervensi yang dilakukan pemerintah, yaitu menjaga suplainya supaya untuk tidak terlambat. "Jika suplaynya berkurang, harga pasti naik. Tapi, inikan suplaynya terjaga maka harganya bisa stabil. Sehingga, belum perlu menggelar operasi pasar," tambahnya.
Sementara itu, Dady Rahman Wakil Pimpinan Cabang Bulog Bondansari mengatakan stok keseluruhan di gudang Bulog Bondansari ada 40 ribu ton beras. "Artinya, itu jauh melebihi kebutuhan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga, dipastikan untuk beras jelang Nataru aman," katanya.
Dady menambahkan di bulan Januari dan Februari memang ada kenaikan, namun itu masih bisa teratasi. "Jadi, kalau untuk beras kita akan terus menjaga stok maupun harganya," tuturnya.
Pihaknya menambahkan, harapannya kondisi baik ini bisa berlangsung lebih lama untuk menjaga inflasi agar tetap stabil. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut Asip, pemerintah mempunyai fungsi memfasiliatsi dan melakukan penataan regulasi terkait dengan bagaimana lLingkungan harus dijaga, diversifikasi pemasaranya harus dibantu karena ekonomi kreatif itu juga didukung sistem bisnis yang baik. "Jadi nanti Kalau hasil produksinya itu laku keras maka tentu hal ini akan menunjang sekali terhadap produktifitas para pembatik di kab pekalongan", tandasnya.
Asip juga mengatakan pihaknya terus menerus melakukan Upaya yang terorganisir dengan baik terutama pemerintah menjadi inisiasi. Seperti pada malam itu, pembelajaran tentang batik harus diajarkan sedini mungkin. Kemudian yang lebih penting lagi, lanjut Asip, adalah riset tentang batik.
"Tentu harus ada kolaborasi pemerintah, para pelaku dan pengusaha batik dan akademisi. Kalau 3 komponen ini terus menerus melakukan kolaborasi, saya meyakini keberadaan batik tulis di kab pekalongan ini akan semakin baik. Batik pekalongan ini anti kemapanan. Warnanya sangat bervariasi, dinaamis dan boketannya tidak terlalu terikat serta lebih realis", tuturnya
Selanjutnya pemkab akan teeus menerus melakukan upaya pemberdayaan terhadap para pembatik, melakukan kerjasama dengan pemerintah kab/kota di seluruh Indonesia untuk memperkenalkan batik Pekalongan sekigus memberikan pemberdayaan terhaap batik batik lokal yang ada di seluruh Indonesia.
Menanggapi usulan pelajaran batik dimasukkan ke sekolah, Asip mengaku pihaknya akan mengkaji, mendiskusikan dan menginstruksikan dindikbud untuk mengajarkan batik pada pelajaran Ekstra aebagai bentuk menyambung kelangsungan batik di pekalongan. "Ini harus diwariskan Dari generasi ke generasi , supaya anak anak kita mengenal batikdan tradisi batik di Wilayah Kab Pekalongan tidak akan hilang", ungkap Asip.
.Sementara itu kepala Dindikbud Kab Pekalongan, Sumarwati mengungkapkan harapan pagelaran tutur Batik tersebut bisa mengedukasi masyarakat Terkait sejarah batik.
"Pada Saat penjaahan Kita belum mengenal batik. Tadi disampaikan atau dituturkan sehingga muncul batik di pekalongan", papar Sumarwati.
Dari tema tersebut, yang ingin ditonjolkan dari Dindikbud terhadap batik adalah seni dan budaya dikolaborasikan antara batik dan kesenian modern. ( humas kominfo )
Selain itu, pihaknya juga berpesan, agar fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu harus mengedepankan azas keadilan atau tidak memihak kepada salah satu calon. "Untuk Pilkada Kabupaten Pekalongan 2020 nanti, Pemeritah sudah menyiapkan semuanya, baik itu infrastruktur maupun yang lainnya. Karena kita sudah menandatangani NPHD baik dengan Bawaslu maupun KPU dengan total anggaran Rp 37 miliar, untuk seluruh proses pilkada dari pembentukan Panwascam ini hingga seterusnya," ujarnya.
Menurut Bupati, masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah terbisa melaksanakan pemilihan langsung dan pihaknya berharap pilkada 2020 bisa berjalan aman dan lancar. "Semoga aparaturnya semakin profesional sehingga bisa lebih baik lagi,"pungkasnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Divisi Organisasi dan SDM Nur Anis Kurlia mengatakan bahwa seluruh Panwascam yang dilantik pada kesempatan tersebut, sebelumnya harus melalui proses yang cukup panjang. "Proses yang panjang dan obyektif telah telah dilalui seperti seleksi administrasi, tes dengan menggunakan model berbasis online, seleksi wawancara, dan tes kesehatan," kata Nur Anis Kurlia.
Anis menyampaikan, bahwa ke 57 Panwascam yang dilantik berasal dari 19 Kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan dengan presentase laki-laki berjumlah 50 orang, dan 7 orang anggota perempuan. "Dari 57 anggota panwascam terpilih, 38 diantaranya merupakan wajah baru. Sedangkan, 18 orang lainnya merupakan mantan anggota Panwascam pada pemilu sebelumnya," ungkapnya.
Pihaknya mengingatkan kepada anggota Panwascam harus bertanggungjawab dan bekerja sesuai prinsip-prinsip yang ada. "Saya berharap anggota Panwascam terpilih, dapat bekerja dengan maksimal dan penuh waktu serta bisa bertanggungjawab agar dapat terwujud pilkada yang bermartabat dan berkualitas," tambahnya. (humas/dinkominfo kab.pekalongan)