KAJEN – Ny. Munafah Asip Kholbihi mendapatkan Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia dari IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) untuk kategori Penggiat Sosial. Penghargaan diserahkan oleh Gati Wibawaningsih selaku Dirjen IKM Kementrian Perindustrian didampingi Ketua IPEMI, Inggrid Kansil, S.Sos di Ballroom Garuda Kementrian Perindustrian, Jakarta pada Senin (2/11/2019).
Anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia sekaligus Launching Buku Perempuan Inspirasi Indonesia 2019 yang mengambil tema “Nuansa Tanpa Batas” dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Syarifudin Hasan.
Hadir dalam acara tersebut Ketua BKPM ( Badan Koordinasi Penanaman Modal ) Bahlil Lahadalia,SE serta Sekjen Kementrian Koperasi Prof. Dr. Ruli Indrawan. Keduanya memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Usai menerima penghargaan, Munafah mengungkapkan terima kasih kepada IPEMI yang telah memberikan apresiasi kepadanya sebagai salah satu dari 86 Perempuan Inspirasi Indonesia 2019 dari kategori Penggiat Sosial.
Munafah menuturkan, apresiasi ini diberikan dalam rangka Peringatan Hari Ibu kepada para perempuan dari seluruh wilayah Indonesia yang telah mencurahkan ide dan fikiran juga kerja nyata mewakili berbagai bidang. “Ada yang dari politisi, akademisi, praktisi, pejabat politik, pengusaha dan lain sebagainya,” ujarnya.
Termasuk dirinya, selaku ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan dinilai telah melakukan beberapa program yang melibatkan jejaring nasional dan dianggap sebagai inovasi gerakan sosial. Berbagai program tersebut antara lain dalam penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, kebersihan lingkungan, peningkatan gemar makan ikan, pengembangan UMKM, pendidikan reproduksi remaja dan penundaan usia perkawinan
Program inovasi yang dilakukan oleh Ny. Munafah selaku Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan dalam 4 tahun ini, antara lain yaitu, GEMA SETIA (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak), GENTONG HEBAT (Gerakan Gotong Royong Hidup Bersih dan Sehat), GEMMAS MAKIN BAIK (Gerakan Menanam, Makan Sayur, Makan Ikan, Buah, Anak Indonesia Kreatif). Untuk mendukung program tersebut, dirinya menjalin kerjasama dengan beberapa pihak dan kementrian.
Ketua Umum IPEMI Inggrid Kansil pada acara Anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia mengatakan, kegiatan diselenggarakan sebagai upaya partisipatif dari IPEMI atas peran multitasking perempuan Indonesia yang mampu berkontribusi dan menorehkan prestasi namun disaat bersamaan tak melupakan kodratnya dalam mengurus keluarga, melahirkan dan membesarkan generasi generasi-penerus terbaik bangsa Indonesia ke depan.
Sementara itu Sekretaris Jenderal IPEMI, Nurwahidah Saleh berharap ikhtiarnya bersama organisai IPEMI dalam menyelenggarakan Ajang Penghargaan Perempuan Inspiratif ini mampu memberikan contoh keteladanan yang menginspirasi perempuan Indonesia lainnya dan mendorong agar mereka juga bisa berprestasi serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.*) Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan
Selasa, 3 Desember 2019
KAJEN - Masalah HIV/AIDS maupun Narkoba tidak mungkin bisa diselesaikan oleh Pemerintah saja. Oleh karena itu peran masyarakat sangat diperlukan. Tanpa peran dari masyarakat tidak akan bisa ditangggulangi masalah HIV/AIDS.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti saat membuka Seminar dan Talkshow HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/12/2019).
Dengan mengambil tema "Bersama Masyarakat Meraih Sukses 3 Zero HIV/AIDS Tahun 2030", kegiatan menghadirkan narasumber dari RSUP Karyadi Semarang, pegiat HIV/AIDS, dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Pekalongan.
Tampak hadir Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si membuka secara resmi Turnamen Sepakbola Antar Desa/Kelurahan Se-Kabupaten Pekalongan "HW Pekajangan Cup I 2019" di HW Muhammadiyah Pekajangan Sport Center, Pekajangan Gang 7 Kecamatan Kedungwuni, Senin (2/12/2019) sore.
Pembukaan ditandai dengan kick off yang dilakukan oleh Bupati Pekalongan, disaksikan Ketua KONI Kabupaten Pekalongan yang baru yakni Eko Ahmadi atau yang biasa disapa Gus Eko. Kemudian Camat Kedungwuni Sugino, S.STP., MM beserta Muspika, serta para pengurus dan panitia Pekajangan HW Cup.
KAJEN - Dalam menghadapi tantangan jaman yang semakin cepat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengususng tagar inisiatif-progresif yang memberikan ruang bagi para pelaku kebijakan untuk terus-menerus melakukan inovasi agar dapat melakukan pekerjaan dengan lebih cepat dan lebih baik guna menjawab tantangan jaman.
Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Silaturahmi dan Tasyakuran HUT Korpri ke 48 Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di Lapangan Tenis Indoor Rumdin Bupati Pekalongan, Jumat malam (29/11 /2019).
Kegiatan dihadiri oleh Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta beserta para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Kali ini, Pemkab menerima penghargaan Indeks Kelola 2019 dari Katadata Insight Center (KIC). Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu pemenang penghargaan Pengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terbaik kategori Outcome Bidang Kesejahteraan. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si di Ballroom Jakarta Theater XXI Jakarta, Kamis (28/11/2019) malam.
Sebagaimana diketahui, Indeks Kelola adalah metode penilaian yang mengukur keberhasilan suatu daerah dalam mengelola APBD sehingga berdampak langsung pada masyarakat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, dan perekonomian. Ini merupakan hasil kerjasama KIC dengan Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian Keuangan RI dan panel ahli ekonomi independen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya mengatakan, sejak dilantik menjadi Bupati pada 26 Juni 2016 yang lalu, dirinya bersama Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti diberi dua mandat oleh Gubernur Jawa Tengah.
“Oleh karena itu dalam rangka Hari HIV/AIDS ini memang kita diingatkan karena HIV/AIDS maupun Narkoba ini menjadi tantangan maupun menentukan masa depan bangsa, sehingga kita perlu diingatkan, upaya-upaya apa yang harus kita lakukan untuk mencegah kedua hal tersebut,” terang Arini.
Dijelaskan Arini, kalau melihat data diatas, 54 persen merupakan kontribusi kaum laki-laki dan kaum perempuan sisanya yakni 46 persen. Tetapi, kata Arini, tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi kenaikan kasus pada kaum perempuan. Hal ini karena adanya relasi seksual antara laki-laki dan perempuan.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa HIV/AIDS ini kaitannya sangat erat dengan seksual, walaupun penyebab lain misalnya transfusi dengan jarumnya yang tidak diganti dan sebagainya. Dan kasus yang terbanyak justru pada usia yang produktif yaitu usia 15 sampai 34 tahun. Sehingga produktivitas dan kualitas sumber daya manusia akan terancam. Kemudian dengan jenis pekerjaan menunjukkan bahwa ibu rumah tangga berada pada posisi pertama, kemudian disusul oleh wiraswasta, . Ini menunjukkan bahwa epidemic HIV/AIDS mulai memasuki kepada masyarakat. Dan tentu saja akan berdampak pada penularan HIV/AIDS dari ibu dan anak, papar Wakil Bupati.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Wawan Dwiantoro, M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan seminar dan talksow adalah untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan penanggulangan HIV/AIDS untuk mewujudkan 3 Zero pada tahun 2030 yakni Zero New HIV Infection, Zero AIDS Related Death dan Zero Discrimination (Nol Infeksi Baru, Nol Terkait AIDS, dan Nol Diskriminasi).
Sasaran kegiatan, kata Wawan, adalah 400 peserta yang terdiri dari anggota KPA Kabupaten Pekalongan, kelompok kerja KPA, kelompok dukungan sebaya, tim penggerkan PKK Kabupaten Pekalongan, gabungan organisasi wanita Kabupaten Pekalongan, karang taruna, pemilik usaha dan jasa organisasi profesi masyarakat, dan juga dokter Puskesmas, mahasiswa, pelajar, PMI, PMR.
Bentuk kegiatan adalah pemaparan dari para narasumber dan pemeriksanaan HIV/AIDS bagi seluruh peserta yang hadir. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selasa, 3 Desember 2019
Senin, 2 Desember 2019
Senin, 2 Desember 2019
Serta para pensiunan pejabat dan staf yang pernah mengabdi di Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Tampak hadir antara lain mantan Kepala DPU Wahyudi Ponco Nugroho, mantan Sekda Susiyanto, mantan Inspektur Umaidi, dan para mantan Kepala Dinas.
Bupati menjelaskan, pada saat sekarang ini, kita memasuki era zaman revolusi 4.0 yang serba digitalisasi, tanpa batas dan serba cepat. “Di dalam era yang seperti ini, kita harus melakukan inovasi agar harapan bersama dapat diwujudkan yakni kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Bupati Pekalongan KH. Asip menyampaikan, bahwa makna silaturahmi hakekatnya ada dua, yaitu reintrospeksi dan refresh. Untuk itu, di momen HUT Korpri, Bupati mengharap agar seluruh ASN Kabupaten Pekalongan untuk mengintrospeksi diri apa yang telah dikerjakan dan merefresh apa yang akan dilakukan ke depan.
“Tugas kita selanjutnya, meneruskan apa yang sudah dicapai oleh pendahulu yang baik dipertahankan, dan melakukan inovasi-inovasi karena kehidupan sifatnya dinamis,” terangnya.
Dilanjutkan Bupati, kinerja eksekutif diukur dari dua pendekatan, yakni pendekatan proses dan pendekatan hasil. Pendekatan proses harus dipertanggungjawabkan secara administratif. Untuk itu diperlukan soliditas persatuan dan kesatuan untuk menjalankan pendekatan proses ini.
“Pendekatan selanjutnya yakni pendekatan hasil, yang selalu dituntut oleh atasan dan mayarakat. Ekpektasi masyarakat terlalu tinggi terhadap kinerja para ASN utamanya yang masih aktif, untuk itu perlu dijawab dengan kinerja yang tepat waktu, tepat aturan dan tentu saja yang bermanfaaat,” ujar Bupati KH. Asip.
Bupati dalam kesempatan malam hari itu mengharapkan para sepuh yang sudah purna untuk senantiasa tetap menjaga tali silaturahmi baik antar sesama pensiunan maupun dengan pejabat Pemkab Pekalongan yang masih aktif, termasuk dengan dirinya sebagai Bupati.
“Karena bagaimanapun para sepuh telah meletakkan pondasi pembangunan di Kabupaten Pekalongan, tugas kita selanjutnya adalah melanjutkan program-program tersebut agar Kabupaten Pekalongan dapat lebih maju lagi, lebih sejahtera,” paparnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT. Bupati Asip Kholbihi, menyerahkan tumpeng tersebut secara berurutan kepada Sekda Mukaromah Syakoer, mantan Kepala DPU Ponco Nugroho, mantan Sekda Susiyanto, mantan Inspektur Umaidi dan R. Pujotomo Satoto Ketua PWRI Kab Pekalongan.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Jumat, 29 November 2019
Jumat, 29 November 2019
Jumat, 29 November 2019
“Dua mandat tersebut yakni mengatasi rob di pesisir Pekalongan, karena 10 kilometer pantai kita terkena rob, dan alhamdulillah saat ini sudah selesai. Yang kedua yakni mengatasi angka kemiskinan yang pada saat itu masih diatas Jawa Tengah,” katanya.
Untuk mengatasi kemiskinan, lanjut Bupati, Pemkab Pekalongan menciptakan program inisiatif progresif dengan menciptakan laboratorium kemiskinan di tiga wilayah yang meliputi daerah kemiskinan kota, pantai dan pegunungan. “Alhamdulilah dengan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak, sekarang angka kemiskinan kita di bawah Jawa Tengah. Dari yang semula 12,96 persen kini turun menjadi 10,06 persen,” terang Bupati.
Selain itu, Pemkab lewat program inisiatif progresif juga mendorong berdirinya delapan perguruan tinggi baru di Kabupaten Pekalongan yakni tiga negeri dan lima swasta. Karena dengan berdirinya perguruan tinggi tersebut dipercaya dapat menjadi pemicu bagi pertumbuhan ekonomi. “Pertumbuhan ekonomi kita pada tahun 2018 berada di angka 5,76 melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional 5,01 dan angka pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 5,52,” tutur Bupati.
Hal lain yang diciptakan, tambah Asip, yakni menginisiasi lahirnya 20 destinasi wisata baru. Kabupaten Pekalongan masih mempunyai hutan alam yang masih tersisa di Pulau Jawa, dimana 25 ribu hektar nerupakan hutan produksi dan 3 ribu hektar adalah hutan lindung. “Di hutan lindung inilah kita manfaatkan untuk mendorong lahirnya potensi anak muda untuk memanfaatkan hutan tersebut,” lanjutnya.
Upaya lain dalam mewujudkan kesejahteraan, terang Bupati Asip, adalah dengan menumbuhkan iklim investasi yakni dengan melakukan deregulasi dengan memberi kemudahan serta menjaga iklim yang kondusif. “Dalam waktu dekat banyak investor yang datang, sekarang masih dalam tahap perijinan dan penataan lahan, sambil menunggu perda tataruang dari kementerian Agraria dan Tata Ruang,” tambahnya.
Dalam menciptakan kesejahteraan, sambung Bupati, hal yang paling penting adalah kesejahteraan tersebut wujudnya nyata, mustahil mewujudkan kesejahteraan jika tidak dapat dirasakan oleh masyarakat. “Kita tingkatkan anggaran pendidikan di Kabupaten Pekalongan sampai 31 persen. Selain itu kita juga dorong sektor kesehatan dan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Chief Content Officer Katadata, Heri Susanto mengatakan, penghargaan Indeks Kelola 2019 diberikan kepada 64 kabupaten/kota di Indonesia. Mereka adalah yang berhasil dan efektif dalam mengelola anggaran daerah sesuai dengan kebutuhan pembangunan serta berdampak signifikan untuk perbaikan di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, dan kesejahteraan. "Daerah-daerah tersebut memang melakukan banyak inovasi dan layak mendapatkan apresiasi," katanya.
Dia berharap, melalui Indeks Kelola ini diharapkan lahir pemimpin-pemimpin daerah yang berprestasi dari seluruh pelosok Nusantara dan maju bersaing ke pentas nasiona. "Bukan hanya Joko Widodo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, atau Ganjar Pranowo," katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kamis, 28 November 2019
Kamis, 28 November 2019