KAJEN - Dengan tema "Peran Ulama, Umaro, TNI dan Polri dalam mempertahankan Empat Pilar Kebangsaan dan Meneguhkan Aswaja", pembukaan Silaturahim Nasional Ulama, Umaro, TNI dan Polri tahun 2019 dipusatkan di Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen, Sabtu (7/12 /2019).
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Jawa H. Ganjar Pranowo, SH., M.IP., dan dihadiri Menko Polhukam Prof. Dr. Mahfudz MD, Staf Khusus Menteri Dalam Negeri, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Tampak pula anggota DPR RI asli Kabupaten Pekalongan H. Bisri Romly, MM., para pejabat TNI maupun Polri dari Jawa Tengah.
Selanjutnya, Walikota Pekalongan HM. Saelany Machfudz, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP, M.MS, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK, M.Si, Pengurus Jatman Pusat di bawah Rois Jatman Maulana Habib Luthfiy bin Ali bin Yahya dan para ulama.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si selaku tuan rumah dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya karena telah diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan hajat besar itu.
"Kabupaten Pekalongan baru tiga kali diberikan kepercayaan dalam penyelenggaraan hajat besar seperti sekarang ini. Harapan kami semoga ke depan akan diberikan kepercayaan lagi. Karena kami meyakini dengan hadirnya para Habaib, para Kyai dan para Pejabat Tinggi di Negeri tercinta ini di Kabupaten Pekalongan akan membawa barokah kepada kami. Amiiin, "ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si.
Hal itu, lanjut Bupati, salah satunya dibuktikan dengan hadirnya 8 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa tidak kurang dari 12.000 di Kabupaten Pekalongan. " Semua itu tidak lepas dari doa para Habaib, para Kyai dan para Pejabat Tinggi Negeri ini yang hadir di Kota Santri Kabupaten Pekalongan ini," ujarnya.
Silaturahim Nasional diikuti sekitar 2.500 peserta dari sembilan kabupaten/kota dan dari Luar Jawa. Para peserta dari Luar Jawa disediakan penginapan di Pondok Pesantren Gus Nasir di Wonopringgo dan rumah-rumah penduduk.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan pemerintah akan menindak tegas organisasi masyarakat yang mencoba memecah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, silahturahim nasional ini digelar untuk membahas tentang peran ulama, umaro, TNI, dan Polri dalam mempertahankan empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Pemerintah akan membubarkan ormas yang melanggar empat pilar. Contohnya ada, seperti HTI yang sudah dibubarkan oleh pemerintah karena mencoba mengusung khilafah," katanya.
Mahfud mengungkapkan pihaknya tidak melarang, adanya kelompok masyarakat yang mengajukan ijin untuk membuat sebuah organisasi masyarakat asal sesuai peraturan yang sudah ada.
"Secara hukum, pancasila tidak boleh menjadi pilar, karena pancasila adalah Ideologi. Lawan dari 4 pilar adalah ateisme.Kenapa ateisme dimusuhi?Karena ateisme tidak mengakui tuhan berbending terbalik dengan negara kita," ungkapnya.
Menkopolhukam menambahkan pembeda itu adalah nugrah, jangan diantara perbedaan kita bertengkar." Indonesia banyak perbedaan, jangan menjadi pembeda akan tetapi, menjadi pemersatu dan hormati perbedaan yang ada," tambahnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Sabtu, 7 Desember 2019
KAJEN - Kemitraan organisasi Guru PGRI dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan hingga saat ini telah terjalin hubungan yang sangat erat. "Kemitraan solid yang terjalin terbangun dapat mewujudkan komitmen hingga membawa pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin baik"terang Rejo ketua PGRI saat pada saat acara Ngopi Bareng Bupati dan PGRI dalam rangka resepsi Peringatan HUT PGRI di Wars Cafe And Resto Kajen, Rabu (4/12/2019) malam.
Komitmen ini diwujudkan keperdulian Pemkab hingga kesejahteraan para pengajar wiyata bakthi semakin meningkat dan pemberian intensif untuk tenaga guru yang mengajar di kecamatan atas sudah diwujudkan.
Sementara itu Bupati Pekalongan mengajak seluruh guru Kabupaten Pekalongan untuk bersama melakukan kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas guna memajukan pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi
KAJEN - PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Pekalongan menggelar acara peresmian program “One Man One Hope” (OMOH) yang di inisiasi oleh PLN Pusat, di Desa Lebakbarang, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/12/2019).
Kegiatan dihadiri General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta Feby Joko Priharto serta Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, S.H. M.Si beserta jajarannya.
Dalam kegiatan tersebut, selain melakukan penyambungan listrik gratis, PLN APJ Pekalongan juga menggelar pengobatan dan pembagian sembako gratis untuk warga yang membutuhkan. Kegiatan merupakan salah satu aksi sosial hasil kolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN.
KAJEN – Ny. Munafah Asip Kholbihi mendapatkan Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia dari IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) untuk kategori Penggiat Sosial. Penghargaan diserahkan oleh Gati Wibawaningsih selaku Dirjen IKM Kementrian Perindustrian didampingi Ketua IPEMI, Inggrid Kansil, S.Sos di Ballroom Garuda Kementrian Perindustrian, Jakarta pada Senin (2/11/2019).
Anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia sekaligus Launching Buku Perempuan Inspirasi Indonesia 2019 yang mengambil tema “Nuansa Tanpa Batas” dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Syarifudin Hasan.
Hadir dalam acara tersebut Ketua BKPM ( Badan Koordinasi Penanaman Modal ) Bahlil Lahadalia,SE serta Sekjen Kementrian Koperasi Prof. Dr. Ruli Indrawan. Keduanya memberikan sambutan dalam acara tersebut.
KAJEN - Masalah HIV/AIDS maupun Narkoba tidak mungkin bisa diselesaikan oleh Pemerintah saja. Oleh karena itu peran masyarakat sangat diperlukan. Tanpa peran dari masyarakat tidak akan bisa ditangggulangi masalah HIV/AIDS.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti saat membuka Seminar dan Talkshow HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/12/2019).
Dengan mengambil tema "Bersama Masyarakat Meraih Sukses 3 Zero HIV/AIDS Tahun 2030", kegiatan menghadirkan narasumber dari RSUP Karyadi Semarang, pegiat HIV/AIDS, dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Pekalongan.
Tampak hadir Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si membuka secara resmi Turnamen Sepakbola Antar Desa/Kelurahan Se-Kabupaten Pekalongan "HW Pekajangan Cup I 2019" di HW Muhammadiyah Pekajangan Sport Center, Pekajangan Gang 7 Kecamatan Kedungwuni, Senin (2/12/2019) sore.
Pembukaan ditandai dengan kick off yang dilakukan oleh Bupati Pekalongan, disaksikan Ketua KONI Kabupaten Pekalongan yang baru yakni Eko Ahmadi atau yang biasa disapa Gus Eko. Kemudian Camat Kedungwuni Sugino, S.STP., MM beserta Muspika, serta para pengurus dan panitia Pekajangan HW Cup.
Jumat, 6 Desember 2019
Kamis, 5 Desember 2019
Dalam kegiatan tersebut hadir Asisten 1 Setda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati, pengurus PGRI Kabupaten Pekalongan, pengurus 19 Cabang dan 3 cabang khusus.
“Para guru di Kabupaten Pekalongan siap melakukan perubahan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, utamanya di era digitalisasi dan revolusi industri 4.0, disamping memberikan ruang apresiasi terhadap murid,” kata Bupati.
Asip mengajak kepada seluruh anggota PGRI agar selalu menyesuaikan dengan perkembangan jaman, dengan terus melakukan inovasi sekalipun dalam lingkup kecil atau di sekolah. Serta memberikan ruang kreativitas kepada siswa agar tumbuh kembang kecerdasan dan emosional siswa seperti yang diharapkan. “karena nantinya anak-anak kita ini tidak hanya bersaing dengan SDM bangsanya sendiri melainkan akan bersaing dengan SDM dari bangsa lain sehingga mereka perlu disiapkan sejak dini,” tuturnya.
Dalam momentum hari PGRI, bupati menekankan bahwa guru adalah profesi yang mulia yang harus senantiasa terus dijaga dan dikembangkan. “masing- masing individu guru harus mengembangkan potensinya dan tetap menghargai jasa para pendahulunya,” kata Asip.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Sumarwati mengatakan, PGRI adalah organisasi profesi yang di dalamnya adalah para guru. “Tentunya kita berharap agar guru ini selalu meningkatkan profesionalitasnya, kompetensi-kompetensi yang seharusnya dimiliki seorang guru harus senantiasa ditingkatkan,” terangnya.
Peringatan hari PGRI ini, kata Sumarwati, harus menjadi semangat untuk menaikkan kualitas pendidikan dengan selalu mengacu pada standar lulusan yakni knowledge, skill dan sikap yang ditekankan oleh Menteri Pendidikan. “selain itu yang perlu ditekankan adalah kemerdekaan belajar siswa, dan disini peran guru sangat penting sehingga guru harus punya inovasi, guru harus punya teladan dan mampu membangkitkan siswa agar belajar secara deskriptif, analisa dan sintesa,” paparnya.*Dinkominfo Kab. Pekalongan
Kamis, 5 Desember 2019
Rabu, 4 Desember 2019
GM PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah & DIY, Feby Joko Priharto dalam sambutannya mengutarakan, kegiatan merupakan gerakan sosial yg dilakukan oleh seluruh pegawai PLN seluruh Indonesia. “Dimana kami ikut berpartisipasi bersama-sama masyarakat sekitar sebagai simbol dari kami, sedikitnya meringankan beban masyarakat. Kami mengiur, satu pegawai bisa memasangkan gratis (termasuk instalasinya) satu KK yg dikategorikan tidak mampu dan masuk dalam data basis terpadu (DBT),” tutur Feby.
Gerakan ini disebut oleh pihak PLN sebagai one man one hope (OMOH). “Adalah program kegiatan donasi setiap kami, satu satu. Sasaran dari program ini adalah RTTM diutamakan tidak terbatas rumah tangga yg masuk dalam basis data terpadu,” imbuh Feby. Sebanyak 76 pelanggan di Lebakbarang telah dialiri listrik gratis dari program OMOH.
Dengan adanya program OMOH ini diharapkan hasil elektrifikasi di Jateng yg semula 98,8% sudah mencapai angka 99,91%. “Ini memperlihatkan bahwa hadirnya program ini sedikit banyak membantu masyarakat kita,” tandasnya.
Sedangkan untuk Kabupaten Pekalongan sendiri, dikatakan Feby, meningkat dari 99,99% menjadi 100%. “Program OMOH ini adalah program corporate nasional, dengan hadirnya program ini diharapkan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian,” harapnya.
Selaras dengan pernyataan General Manager Unit Induk distribusi Jateng & DIY, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya, menyatakan bahwa kegiatan merupakan bentuk nyata sinergitas dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya berharap dengan terpasangnya listrik di setiap rumah di Kecamatan Lebakbarang ini masyarakat dapat menggunakan listrik dengan arif dan untuk meningkatkan produktifitas. Dengan meningkatnya produktifitas tentunya akan meningkatkan kesejahteraan dan tentunya ini akan bermuara kepada menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan" ungkap Bupati Asip.
Lebih lanjut Bupati Asip Kholbihi berterimakasih kepada PLN yg telah secara langsung berpartisipasi aktif dalam program pengentasan kemiskinan di Wilayah Kabupaten Pekalongan melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR)nya.*) Dinkominfo Kab. Pekalongan
Selasa, 3 Desember 2019
Usai menerima penghargaan, Munafah mengungkapkan terima kasih kepada IPEMI yang telah memberikan apresiasi kepadanya sebagai salah satu dari 86 Perempuan Inspirasi Indonesia 2019 dari kategori Penggiat Sosial.
Munafah menuturkan, apresiasi ini diberikan dalam rangka Peringatan Hari Ibu kepada para perempuan dari seluruh wilayah Indonesia yang telah mencurahkan ide dan fikiran juga kerja nyata mewakili berbagai bidang. “Ada yang dari politisi, akademisi, praktisi, pejabat politik, pengusaha dan lain sebagainya,” ujarnya.
Termasuk dirinya, selaku ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan dinilai telah melakukan beberapa program yang melibatkan jejaring nasional dan dianggap sebagai inovasi gerakan sosial. Berbagai program tersebut antara lain dalam penurunan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, kebersihan lingkungan, peningkatan gemar makan ikan, pengembangan UMKM, pendidikan reproduksi remaja dan penundaan usia perkawinan
Program inovasi yang dilakukan oleh Ny. Munafah selaku Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan dalam 4 tahun ini, antara lain yaitu, GEMA SETIA (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak), GENTONG HEBAT (Gerakan Gotong Royong Hidup Bersih dan Sehat), GEMMAS MAKIN BAIK (Gerakan Menanam, Makan Sayur, Makan Ikan, Buah, Anak Indonesia Kreatif). Untuk mendukung program tersebut, dirinya menjalin kerjasama dengan beberapa pihak dan kementrian.
Ketua Umum IPEMI Inggrid Kansil pada acara Anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia mengatakan, kegiatan diselenggarakan sebagai upaya partisipatif dari IPEMI atas peran multitasking perempuan Indonesia yang mampu berkontribusi dan menorehkan prestasi namun disaat bersamaan tak melupakan kodratnya dalam mengurus keluarga, melahirkan dan membesarkan generasi generasi-penerus terbaik bangsa Indonesia ke depan.
Sementara itu Sekretaris Jenderal IPEMI, Nurwahidah Saleh berharap ikhtiarnya bersama organisai IPEMI dalam menyelenggarakan Ajang Penghargaan Perempuan Inspiratif ini mampu memberikan contoh keteladanan yang menginspirasi perempuan Indonesia lainnya dan mendorong agar mereka juga bisa berprestasi serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.*) Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan
Selasa, 3 Desember 2019
“Oleh karena itu dalam rangka Hari HIV/AIDS ini memang kita diingatkan karena HIV/AIDS maupun Narkoba ini menjadi tantangan maupun menentukan masa depan bangsa, sehingga kita perlu diingatkan, upaya-upaya apa yang harus kita lakukan untuk mencegah kedua hal tersebut,” terang Arini.
Dijelaskan Arini, kalau melihat data diatas, 54 persen merupakan kontribusi kaum laki-laki dan kaum perempuan sisanya yakni 46 persen. Tetapi, kata Arini, tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi kenaikan kasus pada kaum perempuan. Hal ini karena adanya relasi seksual antara laki-laki dan perempuan.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa HIV/AIDS ini kaitannya sangat erat dengan seksual, walaupun penyebab lain misalnya transfusi dengan jarumnya yang tidak diganti dan sebagainya. Dan kasus yang terbanyak justru pada usia yang produktif yaitu usia 15 sampai 34 tahun. Sehingga produktivitas dan kualitas sumber daya manusia akan terancam. Kemudian dengan jenis pekerjaan menunjukkan bahwa ibu rumah tangga berada pada posisi pertama, kemudian disusul oleh wiraswasta, . Ini menunjukkan bahwa epidemic HIV/AIDS mulai memasuki kepada masyarakat. Dan tentu saja akan berdampak pada penularan HIV/AIDS dari ibu dan anak, papar Wakil Bupati.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Wawan Dwiantoro, M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan seminar dan talksow adalah untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah dan penanggulangan HIV/AIDS untuk mewujudkan 3 Zero pada tahun 2030 yakni Zero New HIV Infection, Zero AIDS Related Death dan Zero Discrimination (Nol Infeksi Baru, Nol Terkait AIDS, dan Nol Diskriminasi).
Sasaran kegiatan, kata Wawan, adalah 400 peserta yang terdiri dari anggota KPA Kabupaten Pekalongan, kelompok kerja KPA, kelompok dukungan sebaya, tim penggerkan PKK Kabupaten Pekalongan, gabungan organisasi wanita Kabupaten Pekalongan, karang taruna, pemilik usaha dan jasa organisasi profesi masyarakat, dan juga dokter Puskesmas, mahasiswa, pelajar, PMI, PMR.
Bentuk kegiatan adalah pemaparan dari para narasumber dan pemeriksanaan HIV/AIDS bagi seluruh peserta yang hadir. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selasa, 3 Desember 2019
Senin, 2 Desember 2019