Silahkan Simak Surat Pemberitahuan Resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pekalongan berikut ini :
[Gambar]
Senin, 7 Oktober 2019
Jumat, 4 Oktober 2019
KAJEN - Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) PCNU Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan giatkan kembali ABANG RUDI (Ayo Bangun Rumah Sendiri) di Desa Larikan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan, Kamis, 03/10 sore kemarin.
Gus Eko Ahmadi, selaku ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan mengatakan bahwa kegiatan ABANG RUDI ini merupakan cara cepat untuk membantu masyarakat tanpa melanggar undang undang. Sebab jika menunggu bantuan dari Pemerintah akan membutuhkan waktu lama karena memang mekanismenya membutuhkan proses panjang.
"Untuk memotong hal itu dibutuhkan kebijakan yang bersifat crash programme (program kilat) yang cepat waktu dan cepat guna tanpa bertentangan undang – undang. Cara itu adalah dengan mengaplikasikan progam ABANG RUDI yang berarti Ayo Bangun Rumah Sendiri, " terangnya.
Selain itu, menurut Gus Eko, ABANG RUDI merupakan cara efektif untuk melestarikan tradisi gotong royong masyarakat dalam mengatasi masalah sosial budaya dengan cepat dan tepat.
Sementara menurut Bupati Kabupaten Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengatakan, bangunan rumah ini adalah contoh gerakan masyarakat,oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Semua ini melengkapi program pemerintah dalam melayani dan membangun masyarakat menjadi lebih baik."Program ABANG RUDI ini dapat mengambil tindakan cepat dan nyata dalam mencari solusi ketika ada masalah perumahan dan juga melestarikan tradisi jiwa sosial masyarakat santri untuk turut membangun Kabupaten Pekalongan bersama sama" pungkasnya.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan memberikan bantuan bibit ikan lele, pakan dan kolam ikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan “Pekalongan Gandrung” di Desa Pantianom, Bojong, Kabupaten Pekalongan, Kamis (3/10/2019).
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengatakan bahwa tujuan memberikan bantuan ini agar Kabupaten Pekalongan bisa swasembada di pasokan ikan. Menurutnya potensi Kabupaten Pekalongan sangat luar biasa dalam hal ikan karena ada ikan laut dan ikan tawar.
“Kalau bisa dalam hal perikanan kita juga bisa surplus seperti halnya padi, karena suplai ikan kita masih banyak dari Banjarnegara,” ucapnya.
Bupati Asip juga ingin menjadikan Desa Pantianom sebagai sentra budidaya ikan lele yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Pemerintah akan memfasilitasi dan siap membantu.
“Budidaya ikan lele nya jangan tanggung-tanggung, yang banyak sekalian biar menjadi sentra untuk Wilayah Kabupaten Pekalongan,” pesannya.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengintruksikan Direktur PDAM Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan yang baru Nur Wachid untuk langsung tancap gas atau gas poll. Instruksi itu ditekankan Bupati lantaran mengaku prihatin dengan kondisi Perusda Air Minum Tirta Kajen yang hingga kini tidak berkembang dibandingkan dengan perusda sejenis di daerah tetangga seperti di Kabupaten Kendal, Batang, Kota Pekalongan, dan Pemalang.
Padahal, Kabupaten Pekalongan memiliki kelebihan kaya akan sumber air baku.
"Setelah dilantik langsung gas poll. Konsolidasi internal cukup seminggu," tandas Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat melantik Direktur Perusda Air Minum Tirta Kajen masa bakti 2019-2024 di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan Nur Wachid, Kamis (3/10/2019 ) sore.
Pelantikan Direksi Perumda Air Minum Tirta Kajen masa bakti 2019-2024 dihadiri Wakil DPRD Kabupaten Pekalongan Mas'udah dan sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkab Pekalongan seperti Sekda Mukaromah Syakoer, Kepala Bappeda Bambang Irianto, dan mantan Plt Direktur PDAM Kajen Kasmari.
Adapun dasar regulasi Pelantikan dan pengambilan acara ini adalah Keputusan Bupati nomor 539/323/2019 tentang pengangkatan direksi PDAM Tirta Kajen masa jabatan 2019-2024. Selaku direktur adalah Nur Wachid yang sebelumnya menjabat direktur PDAM Demak.
KAJEN – TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti.
Kegiatan sedianya akan dibuka Bupati KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si. Namun, pada waktu yang sama, Bupati menghadiri puncak Kegiatan Hari Festival Iklim Tahun 2019 untuk menerima penghargaan Program Kampung Iklim di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Jakarta.
Dalam Pembukaan TMMD Sengkuyung III, Dansatgas TMMD Sengkuyung Tahap lll tahun 2019, Komandan SST Parman melaporkan, sasaran fisik TMMD kali ini yaitu makadam jalan vol 287x 3 meter, makadam jalan vol 980 m x 2,& m , plat Dekker 2 m x 4 m, kantong simpang 8 meter x 2,5 (2 unit).
Selain itu, kegiatan juga memiliki sasaran non fisik berupa penyuluhan kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan, penyuluhan narkoba, kamtibmas, UU Lalu Lintas, Penyuluhan Kerukunan Antar Umat Beragama dan Bahaya Radikalisme, Penyuluhan Kesehatan Lingkungan, Penyuluhan Penanggulangan Bencana, Pemutaran Film Perjuangan, Penyuluhan KB serta Penyuluhan Ketrampilan Keluarga.
Dijelaskan, sumber dana kegiatan berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp. 235. 000.000,- dan APBD Kabupaten Pekalongan sebesar Rp. 100.150.000,- sehingga jumlahnya sebesar Rp. 335.150.000, -.
Parman dalam laporannya menjelaskan, tujuan kegiatan yakni untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, memperlancar arus lalu lintas dan mendorong semangat masyarakat dalam membangun desa, serta meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, Rabu (2/10/2019) menerima penghargaan Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) Utama 2019 dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar di Auditorium Manggala Wanabhakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut bupati menerima penghargaan bersama dengan 6 Gubernur dan 43 Bupati/Walikota se Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan puncak acara Festival Iklim Tahun 2019 yang sebelumnya diawali dengan workshop optimalisasi dana desa untuk pengendalian perubahan iklim.
Program Kampung Iklim adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si ditemui usai menerima penghargaan mengatakan, penghargaan Proklim 2019 diterima karena adanya regulasi yang dibuat oleh Pemkab Pekalongan berkaitan dengan perubahan iklim.
"Kita kurangi pencemaran, kebersihan ditingkatkan, dan regulasi berkaitan dengan perubahan iklim kita jaga, supaya tidak terlalu panas," katanya.
KAJEN - Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menerima Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Ruhban Ruzziyatno besera Tim Monitoring dan Evaluasi Proyek Penanggulangan Rob di wilayah Kabupaten Pekalongan, di Ruang Kerja Bupati, Selasa (1/10/2019).
Dalam kunjunganya, BBWS Pemali Juwana membahas tentang proges pembangunan tanggul penahan rob yang berada di wilayah Kota santri. Dalam kegiatan tersebut bupati bersama Kepala Bappeda Litbang Bambang Irianto dan Kepala DPU dan Taru Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro.
“Tanggul penahan rob merupakan proyek multi years dari tahun 2017 hingga 2019, karena masih ada pekerjaan yang belum selesai, sehinga akan dilanjutkan di tahun 2020 dengan anggaran 90 milyar,” kata Bupati usai audiensi dengan BBWS Pemali Juwana.
Kamis, 3 Oktober 2019
Kedepan bupati memiliki ide agar desa itu bisa dijadikan sebagai tujuan wisata mandiri serta mempunyai produk unggulan “One Village One Product” biar masyarakat sejahtera.
“Jangan dijual bahan bakunya saja, kalau bisa diolah dan bisa dijadikan tempat wisata karena nilai ekonominya lebih besar,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Sirhan menambahkan bahwa bantuan tersebut berjumlah 20 ribu bibit ikan lele, 2 ton pakan, 10 kolam ikan serta tambahannya yaitu alkon.
“Dinlutkan terus berupaya mengembangkan sentra-sentra budidaya ikan air tawar di Kabupaten Pekalongan,” ucapnya.
Luas lahan perikanan di Kabupaten Pekalongan untuk budidaya ikan air tawar 51 hektar dan budidaya ikan air payau seluas 85 hektare. Menurutnya rata-rata produksi ikan sebanyak 7.800 ton pertahunnya.
“Tiap tahun ada peningkatan produktivitas ikan, karena kita terus mengembangkan, membantu dan mendorong teman-teman pembudidaya untuk selalu membuat kolam baru,” tandasnya.
Kamis, 3 Oktober 2019
Nur Wachid terpilih sebagai direktur Perumda Air minum Tirta Kajen berdasarkan hasil seleksi direksi Perumda yang telah dilaksanakan oleh tim pansel hasil bentukan Pemkab Pekalongan. Pengambilan sumpah dan pelantikan dilakukan langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si.
Setelah proses pelantikan dan pengambilan sumpah, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si meminta jajaran direksi dan karyawan di PDAM Kajen langsung gerak cepat dan gaspol mengembangkan perusahaan milik pemerintah daerah ini.
"Seorang muslim terikat dengan janjinya.
Pak Nur Wachid ini seorang pendatang baru ikut tes ternyata lolos seleksi. Model rekrutmen inilah jawaban akan kemajuan yang kita inginkan. Sungguh ironi di Kabupaten Pekalongan kaya sumber air tapi perkembangan PDAM dari dulu sampai sekarang masih itu itu saja," katanya.
"Direktur baru sudah berjanji tahun 2024 minimal 30 ribu sambungan rumah tangga. Nanti akan kita evaluasi, tahun 2024 ada pergerakan ga? Lakukan gerak cepat, manajemen modern. Semuanya semangat semua agar pdam maju. Kendal kantornya luar biasa. Gajinya sudah 16 kali," sambungnya.
Untuk itu, lanjut bupati akan memberikan gaji karyawan PDAM Tirta Kajen sebanyak 20 kali dengan catatan ada perbaikkan hasil kinerja. Namun begitu apabila dalam perjalanan nanti tidak menunjukkan hasil baik ya tentu akan berlaku sebaliknya.
Kamis, 3 Oktober 2019
Wakil Bupati Pekalongan membacakan Sambutan Gubernur Jawa Tengah, mengutarakan, Program TMMD merupakan bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan.
“Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta pemerintah pusat dan daerah melalui TMMD seperti inilah menjadi kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu/persoalan terkini dengan solusi,” tutur Wabup Arini.
Lebih lanjut Wabup Arini Harimurti menambahkan, membangun merupakan tanggung jawab bersama, antara Pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat, sehingga kegiatan semacam ini sangat diharapkan.
“Ini bentuk sengkuyung, bentuk kerjasama seperti tadi waktu kita upacara kita lihat ada semua unsur termasuk masyarakat , ada tokoh masyarakat, ada organisasi masyarakat, semua ikut sengkuyung. Oleh karena itu mari kita jadikan kesengkuyungan ini sebagai inspirasi,” ujar Arini.
Menurutnya, akhir-akhir ini banyak yang menyampaikan aspirasi dengan cara anarkis. “Titik Inilah kita jadikan inspirasi kita termsuk dari bawah ke atas bahwa kita harus guyub rukun seperti tadi kita saksikan di lapangan semua unsur ada. Jadi keguyuban, kegotongroyongan ini yang harus dihidupkan terus, khususnya di kabupaten Pekalongan,” harap Wabup.
Selain itu, wabup juga berpesan agar masyarakat mengantisipasi munculnya penyakit pada saat pergantian musim nanti.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH, menilai kegiatan TMMD TNI Manunggal Membangun Kabupaten Pekalongan ini hal yang positif dalam rangka untuk mewujudkan desa yang makmur dan sejahtera.
“Ini harus terus dilanjutkan karena ternyata ada jalan-jalan desa yang masih perlu dibangun. Dengan adanya TMMD ini, percepatan pembangunan bisa selesai dengan baik dan mendapat dukungan masyarakat. Partisipasi masyarakat sangat bagus,” ungkap Hindun.
Terdapat sekitar 600 meter panjang jalan yang belum selesai dan menjadi kewenangan desa. Ruas jalan ini merupakan jalan usaha tani dan jalan poros.
“Kita harapkan desa juga bisa berpartisipasi, rembug desa agar jalan ini bisa selesai karena ini jalan setapak dan aksesnya desa antara Desa Windurojo dan Desa Ujungnegoro. Masyarakat juga sangat membutuhkan karena lebih cepat untuk menuju ke kesesi. Kita harapkan untuk bisa diteruskan, bersama-sama antara pemerintah desa, kabupaten dan bisa dilanjutkan TMMD. Kalau ada intervensi dari provinsi juga kita sangat berterimakasih,” ucap Hindun.(Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Rabu, 2 Oktober 2019
Selain itu kata Bupati, Pemkab juga membuat banyak gerakan seperti kebersihan lingkungan, penanganan sampah, penjagaan sumber-sumber air serta kelestarian hutan kita jaga. "Itu merupakan upaya yang sudah kami lakukan sehingga mendapat penghargaan ini," jelasnya.
Dikatakan Bupati, selain dirinya, salah satu desa di Kabupaten Pekalongan yang punya kegiatan menjaga cuaca dan iklim yakni Desa Sinangorprendeng Kecamatan Kajen juga menerima penghargaan Proklim Utama.
"Sinangohprendeng desanya bersih, adem, trentem karena Bu Lurahnya mempunyai banyak program untuk menjaga cuaca dan iklim sehingga semakin baik," terangnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Rabu, 2 Oktober 2019
Setelah audiensi, terang Bupati, akan dilanjutkan dengan melakukan inspeksi dan pengawasan langsung ke lapangan. “Ini juga sekaligus melihat capaian pengerjaan agar dapat maksimal, dan kekuranganya nanti dianggarkan di tahun 2020,” jelasnya.
Selasa, 1 Oktober 2019
Selasa, 1 Oktober 2019