KAJEN - Untuk relokasi Lapas Pekalongan, Pemkab Pekalongan akan sediakan lahan seluas 10 hektar di Desa Kalijoyo Kecamatan Kajen. Sedangkan maksud dan tujuannya pemindahan lapas sendiri yang pertama karena warga binaan lapas Pekalongan kebanyakan dari orang Kabupaten Pekalongan.
Hal itu terungkap dalam audiensi antara Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si dengan Pejabat Lapas Kelas IIA Pekalongan terkait relokasi Lapas Pekalongan ke Kabupaten Pekalongan. Audiensi tersebut bertempat di Ruang Kerja Bupati Pekalongan, Kamis (1/8/2019).
Bupati didampingi Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Asisten I Drs. Ali Reza, M.Si, Kepala Bappeda dan Litbang Ir. Bambang Irianto, M.Si, Kepala DPU Taru Wahyu Kuncoro, ST.MT, Kabid Aset Badan Pengelola Keuangan Daerah Abdul Kholid dan Kabag Hukum Setda Moh.Arifin, SH. MH.
"Karena kebanyakan warga binaanya adalah warga Kabupaten Pekalongan, makanya kita pindah ke Kabupaten Pekalongan saja agar tidak repot jika ada keluarga yang ingin berkunjung. Jika masih di Kota Pekalongan, warga Kabupaten Pekalongan akan mengeluarkan banyak biaya (High Cost) jika ingin berkunjung," ujar Bupati Asip Kholbihi.
Menurut Bupati Asip, layaknya sebuah kabupaten, sarana publik juga harus disiapkan, salah satunya lapas. Di Kabupaten Pekalongan yang belum ada itu Pengadilan Negeri (PN), nanti juga akan dikaji juga supaya ada juga di Kajen. Sedangkan untuk Kejaksaan dan Polres sudah ada, dan tidak menutup kemungkinan untuk Kodim di daerah Kajen juga akan direncanakan. Hal itu diperlukan dalam rangka melengkapi sarana untuk kepentingan masyarakat.
"Prinsipnya Pemkab Pekalongan sudah siap lahannya, dan Panloknya sudah ditandatangani, tinggal nanti MoU dengan Kemenkumham yang rencananya nanti pada 22 Agustus 2019 mendatang," terang Bupati Asip.
Pejabat Kalapas Kelas IIA Pekalongan yang baru, Agus Heryanto didampingi beberapa pejabat dibawahnya datang ke Pemkab Pekalongan guna memastikan bahwa lapas mendapat percepatan pembangunan dalam 3 tahapan. Untuk tahun 2020 mendatang diharapkan pembangunan tahap pertama sudah bisa dilaksanakan.
"Saya datang kesini dalam rangka untuk percepatan relokasi tanah, selama ini baru turun penunjukan relokasi tanah saja untuk penetapan tanah yang diperuntukan untuk lapas pekalongan," ucap Agus.
Menurut Agus kedepan akan ada MoU antara kedua belah pihak antara Kemenkumham dengan Pemkab Pekalongan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2019. Pada tanggal itu juga bertepatan dengan peresmian Lapas Karanganyar Super Maximum Security di Nusakambangan.
Dalam MoU tersebut akan diserahkan ke panlok secara simbolis dari Pemkab ke kantor wilayah, dan akan diteruskan kembali dalam rangka pelaksanaan pembangunan. Rencana Januari sudah mulai pembangunan, dan anggaran pembangunan sudah masuk ke dipa lapas tahun 2020.
Pembangunan dilakukan selama 3 tahun berturut-turut. Ada 4 blok, 1 blok kapasitas 400 orang, jadi total keseluruhan kapasitas ada 1600 orang.
"Itu akan dibangun secara bertahap, tahun pertama dibangun 1 blok ditambah dengan perkantoran dan pagar keliling. Jika dilihat dari konsepnya lapas pekalongan masuk kategori Medium Security," terang Agus.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kamis, 1 Agustus 2019
KAJEN – Usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Wiradesa dan Pasar Sragi, di hari yang sama yakni Selasa (31/07/2019) Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si juga secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Pasar Kedungwuni Blok D, E dan I.
Peletakkan batu pertama diikuti oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Ketua Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4AD) A. Syaeful Anwar dari Kejari Kajen, dan Kepala Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan Ir. HB. Riyantini.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan membangun Los Pasar Wiradesa yang terbakar pada tahun 2018 lalu dengan menggelontorkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 3.696.000.000,-.
Pembangunan diawali dengan peletakkan batu pertama oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, dan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti. Diikuti oleh Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Ketua Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4AD) A. Syaeful Anwar dari Kejari Kajen, Kepala Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan Ir. HB. Riyantini.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan bahwa Pemkab Pekalongan memulai pembangunan kembali Los Pasar Wiradesa yang dulu sempat mengalami kebakaran.
"Pemkab melakukan quick respon terhadap persoalan pasar yang terbakar. Hal pertama yang dilakukan, yaitu menempatkan pedagang ke pasar darurat dan hari ini kita melakukan peletakkan batu pertama untuk pembangunan kembali Los yang terbakar," kata Bupati KH. Asip usai melakukan peletakkan batu pertama, Rabu (31/07/2019).
Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk selalu berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, agar segera terwujud masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera. Berbagai masukan berbagai pihak maupun diikhtiar telah dilakukan untuk mewujudkannya.
Seperti baru baru ini Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti memenuhi undangan Kementrian Riset, Tehnologi dan Pendidikan Tinggi Universitas Sriwijaya Sumatra, pada kesempatan ujian terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum Dr. Heriyono, S.H., M.Kn tentang Reoritentasi politik Hukum Pembentukan Undang Undang Penanaman Modal dan Minyak dan Gas Bumi (29/7).
Manurut Arini, desertasi ini selaras dengan kebijakan Pemkab Pekalongan yang saat ini sedang giatnya untuk mengenjot berbagai kebijakan sebagai upaya peningkatan penanaman modal. “Oleh karena itu pihaknya mengajak dinas terkait penanaman modal untuk secara aktif selalu mengikuti, mencari ilmu-ilmu baru, pendapat-pendapat baru, untuk kemajuan dalam melayani masyarakat” terang ibu Wakil Bupati.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asiip Kholbihi mengapresiasi terhadap tradisi Legenonan atau sedekah bumi seperti yang dilaksanakan Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (28/7/2019) malam.
Hadir dalam kesempatan itu bersama Bupati, antara lain Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS, Jajaran Kecamatan Karanganyar beserta para Kepala Desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Bupati KH. Asip mengatakan Legenonan merupakan kegiatan tradisi lokal yang sangat baik untuk dijaga dan dilestarikan. Selain itu, adanya kegiatan semacam ini menunjukkan kehidupan masyarakat yang rukun dan guyub.
"Tujuan Legenonan adalah merefleksikan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil yang diperoleh selama satu tahun ini. Kemudian, kondisi desa yang aman, tentram, gemah ripah loh jinawi ini bisa dijadikan wahana masyarakat untuk bersilaturahmi," kata Bupati
Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa Pasar Kedungwuni sudah ada sejak dulu. Untuk itu, saatnya kini dibangun kembali guna mengikuti perkembangan zaman. Dalam pembangunan pasar Kedungwuni akan dilakukan secara bertahap karena biaya yang dibutuhkan sangat besar.
“Pada hakekatmya pasar adalah tempat untuk para pedagang semuanya, hanya saja belum selesai pembangunanya. Untuk itu nanti di tahun 2020-2021 masih akan anggarkan lagi sekitar kurang lebih Rp 10 milyar termasuk membangun masjid, drainase, dan jalan. Eranya sekarang sudah berubah, lingkungan ini harus bersih, pasarnya harus baik. Insya Allah rejekinya tambah banyak dan masyarakat akan menikmati hasilnya,” terang Bupati.
Bupati menjelaskan target pembangunan pasar Kedungwuni selesai akhir tahun 2019. Setelah itu pedagang pasar darurat akan dipindah, namun sebelumnya akan ditata sesuai zonasi penjualaan.
“Pasar Kedungwuni ini akan kita jadikan pasar terbesar di Kabupaten Pekalongan karena transaksi komoditasnya tidak hanya lokal saja, akan tetapi para pembelinya juga banyak datang dari berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan bahkan dari luar negeri seperti Malaysia,” tutur Bupati.
Oleh karena itu, kata Bupati, Pasar Kedungwuni harus kita tata agar berkualitas dan pedagangnya untung. Disamping itu, sebagai keunggulan lainnya karena Pasar Kedungwuni dekat dengan daerah produksi, lokasinya di tengah-tengah produksi pakaian. Sehingga, memiliki keunggulan komotitif terkait dengan harga.
“Harga-harga barang yang dijual di Pasar Kedungwuni adalah dari tangan pertama, sehingga dapat bersaing dengan pasar-pasar besar, seperti pasar Tanah Abang, pasar Klewer Solo, dan lain sebagainya. Saya optimis pasar ini akan menjadi pasar besar,” lanjut Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu menuturkan, pedagang akan dikumpulkan berdasarkan zonasi. System zonasi tersebut diberlakukan agar pembeli dapat dengan mudah mencari dagangan yang akan dibeli sesuai dengan tempat yang telah ditentukan.
“Pembangunan Pasar Kedungwuni ini adalah untuk menambah kemakmuran masyarakat. Untuk itu saya mohon dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar pembangunan pasar ini tepat waktu dan tepat mutu,” tandas Bupati.
Sementara itu Kepala Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan Ir. HB. Riyantini dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Pasar Kedungwuni Blok D, E, dan I dianggarkan biaya sebesar Rp 28 milyar dari APBD Kabupaten Pekalongan. Dan waktu pelaksanaan pembangunan pasar tersebut sekitar 150 hari kalender.
“Kegiatan yang dilaksanakan di tahun 2019 adalah pembangunan pasar Kedungwuni Blok D, E, dan I, pembangunan drainase lingkungan, pembangunan jaringan hidran, dan pembangunan jaringan air bersih,” kata Tining.(red)
Kamis, 1 Agustus 2019
Menurutnya untuk melakukan revitalisasi secara keseluruhan Pasar Wiradesa dibutuhkan anggaran sekitar Rp 100 milyar. Namun ini bertahap dulu sesuai dengan kebutuhan.
"Pasar yang kita bangun dulu yaitu pasar yang terbakar tahun lalu, untuk pembangunan pasar Wiradesa tahap pertama ini yaitu sebesar Rp 3.696.000.000,-dengan pengerjaan 150 hari kerja kalender," ujarnya.
Bupati KH. Asip mengungkapkan Los yang dibangun ini akan diisi sebanyak 327 pedagang dan 70 beceran eks yang terbakar. "Saya berpesan kepada seluruh pedagang dan dinas terkait untuk bareng-bareng menjaga pasar ini dari kebersihannya, ketertibannya, dan keamanannya. Agar kejadian tahun lalu tidak terjadi lagi," tambahnya.
Selain pembangunan Los Pasar Wiradesa, di hari yang sama Pemkab Pekalongan juga mulai membangun Pasar Sragi. “Anggarannya sebesar Rp 1.591.520.300,- dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, dengan sumber dana DAK Kementerian Perdagangan RI Tahun 2019. Dan anggaran sebesar itu untuk membangun 43 Kios dan 1 MCK,” tutur Bupati.
Sri Kustini (35) pedagang sayur Pasar Wiradesa mengatakan dirinya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang sudah cepat tanggap dalam pembangunan pasar yang terbakar.
"Alhamdulillah mas, pemerintah sudah peduli terhadap pedagang dengan membangun kembali los pasar yang terbakar. Semoga, pembangunan ini cepat selesai agar semua pedagang bisa menempati kembali ke los nya masing-masing," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 31 Juli 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Rabu, 31 Juli 2019
Apresiasi untuk Warga Prestasi diperantauan
Apresiasi diucapkan unttk Dr. Heriyono, S.H., M.Kn. yang telah membawa nama baik Kabupaten Pekalongan di luar daerah. Ia memberikan contoh bagi masyarakat agar lebih tekun dan serius dalam menggapai cita-cita. Usia bukan menjadi halangan untuk berhenti berprestasi.
Dr. Heriyono, S.H., M.Kn. merupakan warga desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan yang meraih gelar doctor dengan predikat sangat memuaskan di Ujian terbuka Pormosi Doktor Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan
Sosok seperti inilah yang masyarakat butuhkan untuk membantu memajukan Negara Indonesia. Dimana, semakin banyak ilmu yang ia kuasai, maka semakin tunduklah ia terhadap negaranya. Semakin banyak pula ilmu yang ia ketahui, semakin haus pula rasa ingin tahunya.
Sementara itu Dr. Heriyono, S.H., M.Kn menyampaikan Ini merupakan pencapaian akademik tertinggi bagi saya. Semakin kesini semakin saya paham apa yang saya ketahui sedikit. Secara akademis menjadi beban moral bagi saya, untuk semakin menjaga kualitas keilmuan, menjaga ikhtiyar akademis yang harus berkelanjutan..
“Kabupaten Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa. Dengan 19 Kecamatan memiliki potensi yang luar biasa apabila dikembangkan. Harapannya Kabupaten Pekalongan bisa bersaing dengan daerah lain. Apalagi dengan prinsip otonomi daerah berharap banyak dengan pemangku kebijakan untuk bisa menjadikan Kabupaten Pekalongan lebih maju”tandasnya (red).
Selasa, 30 Juli 2019
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri itu juga meminta Kades Tangkil Kulon beserta perangkat untuk memantau ibu-ibu hamil yang ada di desa tersebut.
"Kades dan perangkat Desa Tangkil Kulon, tolong pantau ibu-ibu yang sedang hamil. Berikan masukan agar selalu menjaga dan mengontrol kandungannya ke Posyandu," tutur Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Senin, 29 Juli 2019
Menurutnya apabila masyarakatnya rukun dan guyub, maka tugas pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum jadi lebih ringan. Oleh karena itu pihaknya minta kebersamaan, saling pengertian dan gotong-royong seperti ini tetap dipertahankan. Karena gotong royong adalah ciri masyarakat kita, ciri khas bangsa Indonesia.
"Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dihibur dengan penampilan wayang golek dengan dalang Ki Aditia Nugraha asal Kabupaten Pemalang. Ini menunjukkan bahwa Legenonan tidak hanya untuk bersilaturahmi sesama masyarakat tetapi juga untuk melestarikan budaya," jelasnya.
Bupati Asip mengungkapkan Desa Lolong adalah salah satu desa destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pekalongan dan banyak program pemerintah di desa ini untuk pemberdayaan pengembangan pariwisata.
"Desa Lolong dikenal keunggulan durennya yang sangat enak sekali. Selain, itu ada wisata air yang cukup bagus. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya Desa Lolong untuk menjaga bersama-sama desa yang indah. Seperti, menjaga kebersihan sampah," tambahnya.(red)
Senin, 29 Juli 2019