KAJEN – Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si hari ini (28/10) menjadi pembina upacara pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 88 tingkat Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di Alun – alun Kajen. Upacara dihadiri pula oleh Muspida Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan beserta para kepala SKPD, para PNS di Lingkungan Pemkab. Pekalongan serta para pemuda dan pelajar Kab. Pekalongan. Upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran tari kolosal kreativitas karya seni pemuda Kab. Pekalongan yang berkolaborasi dengan Sanggar “Surya Budaya-Wiradesa dan siswa SMA N 1 Wiradesa dengan ilustrasi musik live dari “komunitas marawis Pekalongan (Kompak) dan Display drumband dari “Gema Nada Kharisma” SMP Islam Pegandon Karangdadap.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati Pekalongan menyerahkan secara langsung piala dan penghargaan kepada juara Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 yaitu di Bidang Pendidikan diraih oleh Rizqy Rahmad Hani, S.Pd ( Juara 1), M. Chairul Kamal (Juara 2), M. Fairuz Rosyid (Juara 3), di bidang Seni Budaya Pariwisata dan Bela negara diraih oleh Abdullah (juara 1), Cahya Ari Safira (juara 2), Rofi Rendiyanto (juara 3), serta di bidang pangan diraih oleh Giat Pamungkas (juara 1), Suroso (juara 2), Nur Ardiyah (juara 3). Penghargaan lain yang juga diberikan oleh Bupati yaitu kepada Juara Wirausaha Pemuda Kab. Pekalongan yang diraih oleh M. Choirul Kamal (Juara 1), Ghani Yulisetyawan (juara 2), dan Ardi Wiyono (juara 3), serta juara lomba kebangsaan pemuda oleh Ita Vera (juara 1), Siti Umriyati (juara 2), Ardiansyah (juara 3), dan yang terakhir juara lomba organisasi kepemudaan tingkat Kab. Pekalongan yang diraih oleh Iqro Klub (juara 1), PC IPPNU (juara 2), serta PC IPNU ( juara 3).
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Pekalongan, menyampaikan salam hangatnya kepada tokoh-tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan mancanegara beserta keluarganya. Dirinya berpesan kepada mereka untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga demi kemajuan dan kemakmuran Bangsa Indonesia, serta terus menjaga keutuhan NKRI.
Pada sambutannya kali ini, Menpora banyak menyoroti kalimat seruan Bung Karno, yaitu “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.Dikemukakan Imam, bahwa berdasarkan data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No.40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara16 -30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014).
Lebih lanjut Imam menjelaskan bahwa mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa. “ Rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia,” terangnya.
Bonus demografi ini menurut Imam akan menjadi windows opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. “ Usia produktif diatas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju, itu adalah rasio usia produktif terbaik Indonesia,” tegasny.
Kondisi tersebut menurut Menpora tentu ada relevansinya dengan pidato Bung Karno tentang sepuluh pemuda mengguncang dunia, karena sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia namun dibutuhkan pula pemuda yang berkualitas dan memiliki visi yang besar untuk menatap dunia.
Menpora dalam sambutannya juga menyampaikan rasa bangganya kepada para generasi muda Indonesia yang mampu menorehkan prestasi, terutama di kancah internasional, seperti Rio Haryanto (pebalap mobil internasional F.1), Owi – Butet ( Peraih emas cabang olahraga Bulutangkis di Olimpiade Rio de Jeneiro Brasil), serta talenta – talenta muda di sektor – sektor lain seperti Industri kreatif, musik, start up, dan teknologi informasi.
Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia. “ Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia,”.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 28 Oktober 2016
KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 1438 H/2016 M yang jatuh pada hari Sabtu, 22 Oktober 2016, para santri di Kabupaten dan Kota Pekalongan bersatu padu untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya adalah diawali dengan Lomba Rebana pada hari Jumat (21/10) kemarin yang diikuti oleh Santriwan dan santriwati dari beberapa Pondok Pesantren di wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Wayang Santri dengan dalang Ki Enthus Susmono juga ikut memeriahkan Peringatan Hari Santri Nasional yang merupakan kegiatan bersama Kabupaten dan Kota Pekalongan yang digelar di Kabupaten Pekalongan ini. Wayang santri dipentaskan pada Jumat malam (21/10) di halaman Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen dengan tokoh Lupit dalam lakonnya Lupit Kembar Mustika Delima.
Kegiatan yang lain adalah Seminar para kyai utuk memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Istighotsah untuk mendoakan negara Republik Indonesia demi kebaikan dan kemaslahatan bangsa dan negara juga diselenggarakan untuk memperingati hari yang baru pertama kali diperingati tersebut.
Selanjutnya sebagai puncak acara, kurang lebih 4000 santri putra dan putri dari beberapa pondok pesantren serta sekolah sekolah dibawah yayasan maarif dan masyarakat umum di wilayah Kab/Kota Pekalongan mengikuti Kirab Merah Putih pada hari sabtu pagi, 22 Oktober 2016. Kirab dilepas oleh wakil Bupati Pekalongan Ir.Arini Harimurti di Lapangan Kebon Agung Kajen dan diterima oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi di Boulevarrd Rumah Dinas Bupati Pekalongan jalan Mandurorejo Kajen.
Bupati yang pagi itu didampingi oleh para Ulama dan Asisten Sekda serta beberapa Kepala SKPD Kab. Pekalongan menyampaikan harapannya pada para Santri sebagai generasi penerus bangsa untuk terus menerus mencari ilmu sebagai bekal bagi kehidupan untuk keselamatan dunia dan akhirat. “Mondok bukan pilihan, tetapi adalah sebuah keharusan karena menyeimbangkan ilmu umum dan ilmu agama ini sangat penting bagi kita. Adik-adik sekalian jangan kuatir, kalian bisa menjadi Bupati seperti saya atau profesi apapun yang mulia kalau Allah menghendaki,” ujar Asip.
Jakarta - Perhelatan pesta olahraga rekreasi dunia atau TAFISA Games yang ke-enam, akan dimulai dari tanggal 6 hingga 12 Oktober mendatang. Sebanyak 87 negara dan 29 provinsi telah mengonfirmasi kehadirannya dalam ajang yang dikenal sebagai olimpiade- nya olahraga rekreasi dan tradisional dari seluruh dunia ini.
Lebih dari 9000 delegasi yang terdiri dari atlet, official dan manajer yang berasal dari negara-negara di 5 benua akan mengikuti 50 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sebagian besar olahraga rekreasi, perlombaan dan eksebisi ini akan digelar di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, sementara sejumlah lokasi lain yang juga digunakan antara lain: Arena Jakarta International Expo-Kemayoran, Taman Mini Indonesia Indah, Bintaro Exchange Mall, Gelanggang Olahraga (GOR) Cempaka Putih, GOR Sunter, GOR Tanjung Priok hingga Kepulauan Seribu.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi berharap pelaksanaan event olahraga rekreasi dunia ini menjadi bukti bahwa Indonesia mulai mendapatkan kepercayaan untuk menggelar event-event olahraga berkelas internasional. Menpora mengajak semua pihak bekerjasama dan sama sama bekerja untuk menyukseskan pelaksanaan event ini.
"TAFISA juga menjadi momentum berkumpulnya masyarakat olahraga dunia untuk melihat bahwa fondasi olahraga benar benar dipupuk dari olahraga tradisional dan olahraga rekreasi. Saya mengajak semua pihak menyukseskan acara ini demi harumnya nama bangsa Indonesia, mendorong industri olahraga dan pariwisata di tanah air dan dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat," harap Imam.
Upacara Pembukaan TAFISA Games 2016 akan berlangsung pada tanggal 8 Oktober
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan rob yang terjadi di wilayah Pantura Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut diperkuat dengan dilaksanakannya rapat pembahasan bersama Pemkab. Pekalongan dengan jajaran Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam hal ini dengan Kepala Balai Sungai Kementerian PUPR di Jakarta baru –baru ini.
Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Arini Harimurti dalam laporannya kepada Kemeterian PUPR mengungkapkan harapannya kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR untuk dapat membantu pelaksanaan pembangunan atau penanganan permasalahan banjir rob di Kabupaten Pekalongan secepat mungkin. “ Saya berharap secara fisik penanganan rob pada 2017 sudah dapat tereaslisasi, mengingat kondisi masyarakat yang terdampak sangat memprihatinkan,” terang Arini.
Ditegaskan Arini bahwa Pemkab. Pekalongan siap membantu kelancaran pelaksanaan program penanganan banjir rob, yang rencanannya akan dilaksanakan dengan sistem sharing dengan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Tengah.” Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di lapangan,” tegas Arini.
Sementara itu, dalam pembahasan yang juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Kab. Pekalongan, Kepala Dinas PSDAESDM, Kab. Pekalongan serta Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kab, Pekalongan serta PSDA Provinsi Jawa Tengah tersebut, Direktur Sungai dan Pantai Kemen PUPR, Ir. Hari Suprayogi, M.Eng menyampaikan bahwa penanganan rob di Jawa Tengah menjadi prioritas Kemeterian PUPR termasuk yang terjadi di Kab. Pekalongan, dan diharapkan dapat terselesaikan dalam waktu dekat. Namun ditambahkan Hari bahwa dalam pelaksanaannya diperlukan kajian dan DED yang akurat dan mendalam, oleh karena itu pihaknya berjaji akan segera menyelesaikan Basic Desain penanganan rob supaya bisa diselesaikan di Tahun 2016. “ Harus ada kejelasan pembagian tugas dan tanggungjawab antara pusat, propinsi dan daerah karena ini tidak dapat diselesaikan oleh salah satu pihak saja, namun harus ada kerjasama dan sinergitas,” ungkap Hari.
KAJEN – Dihadapan lebih dari 100 tamu undangan yang terdiri dari kuran leblih 50 duta besar dan perwakilan negara tetangga serta para pengusaha Nasional. Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH,MSi Jumat malam (30/9/2016) memaparkan potensi yang dimiliki Kabupaten Pekalongan yang disebutnya dengan The Beauty of Kabupaten Pekalongan. “Silahkan datang ke kabupaten Pekalongan, kami akan melayani dengan sepenuh hati, memudahkan investasi dan tentu saja menyuguhkan panorama alam yang luar biasa untuk anda semua,” ujar Bupati dalam acara yang digelar di Oasis Restaurant, Cikini-Jakarta Pusat tersebut.
Acara yang bertajuk “Diplomat Friendly Gathering Night” ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan tujuan selain untuk bersilaturahmi dengan para duta besar negara tetangga juga agar dapat terjalin suatu investasi kerjasama dengan Kabupaten Pekalongan mengingat potensi yang luar biasa yang dimiliki Kabupaten yang satu ini.
Adapun para duta besar yang hadir antara lain Kolonel Usman dari Pus Bahya Kemban , Brigjen Palitha Fernando dari Sri Lanka, Pham van San dari Vietnam, Mayu Beneta Navata dari Fiji Islaros, Julia Mirangwanda dari Zimbabwe, Kolonel Aziz Malik dari Pho Islamabad, Doyun Yu dari Zmsus Konza, Ruzaini A. Razak dari Kualalumpur, Gonzalo Vega dari Embassy of Equador, Philip O Onand dari Philipina, Belay saba dari Perancis, Imtizo Hussain Naz dari Pakistan, Le Nguyen Huang Trih dan Nguyen De Ngar Grang dari Vietnam, Taher Hamed dari Palestina, Mubashin Najix Furogi dari Pakistan, Abdullah Al fadhli dari Kuwait, An Kwang Se dan Kim Myong Chol dari Korea, Dilini Lenasala dari Sri lanka, Oxana Paushan dari Pour Seasonss Setiabudi, Eva Schilling dari Sun Rise House Setiabudi, Sandi Gikhosly dari Libya, Gol Sanjay Khamol dan Ltgh Anoop dari India, Tumur dan Myaga dari Mongolia, Alexey Kelogin dari Kedubes Rusia, Davel Bluronlev dari Russian Embassy, Renade Saibanpi dari Jerman, Daniella Hirsiger dari Switzerland, David Zhau dan Nathau Posey serta Kaneko Zanos dari Amerika Serikat, Manisa dari DCM embassy of Indonesia, Masond Elkhosly dari Libya, Nicholas Lee dari Sigapura, Alexander dari Embassy of Belorus, Xie Kamgum dan Wei Qing dari china, Anirban Neogel dari Banglades, serta duta besar dari Venuzuela, Italia dan lain sebagainya.
KAJEN – Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2016 yang bertema “Kerja nyata untuk kemajuan bangsa sebagai wujud pengamalan Pancasila “ di Kabupaten Pekalongan, hari ini di gelar upacara di Alun – alun Kajen dengan Inspektur upacara Kapolres Pekalongan, AKBP. Roy Ardhya Chandra, SIK. M.Si. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Arini Harimurti, segenap jajaran Muspida, Kepala SKPD di lingkungan Pemkab. Pekalongan serta LVRI Pekalongan.
Upacara berlangsung khidmat dengan peserta upacara terdiri dari unsur TNI/POLRI, PNS, serta Pelajar. Dalam upacara tersebut dibacakan pula Ikrar oleh Anggota Komisi D DPRD Kab. Pekalongan Rossi Ardiyanti, ST. M.Kes. Ikrar yang ditandatangani oleh Ketua DPR RI, Dr. H. Ade Komarudin, M.H tersebut berisi pernyataan kebulatan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai – nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik indonesia. (dian/Aan)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
KAJEN - Bupati Pekalongan. H. Asip Kholbihi, SH MSi, Rabu lalu (28/9) memimpin rapat terkait Penegakkan Perda di Kabupaten Pekalongan. Dalam rapat tersebut, diantaranya Bupati menyatakan bahwa nilai religiusitas telah menjadi komitmen dan visi Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan. Untuk itu dirinya menegaskan bahwa harus ada ikhtiar dari jajaran Pemkab untuk melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.
Dijelaskan Bupati bahwa kondisi aktual yang membutuhkan ikhtiar dan menjadi fokus amar ma’ruf nahi mungkar diantaranya adalah keberadaan tempat hiburan, rumah karaoke, dan praktik prostitusi. Karena lokasi – lokasi tersebut ditengarai beroperasi tidak sesuai nilai moral dan religi, tidak berijin serta mendapatkan penolakkan dari masyarakat. Hal lain yang juga perlu mendapat perhatian dalam penegakkan perda adalah tempat usaha tidak berijin serta jam operasi Warnet (warung internet).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati secara tegas dan gamblang menjelaskan bagaimana menyikapi kondisi tersebut, yaitu Bagi lokasi atau tempat usaha yang tidak berijin agar ditempel stiker BELUM/ TIDAK BERIJIN, tunggu respon pemilik, pendekatan/ persuasi, beri notice, beri dan buat time line. Jika tindakan awal diatas sudah dilakukan namun pemilik usaha tidak mengindahkan atau tetap tidak mengurus ijin, maka Bupati menginstruksikan untuk segera menindak tegas dengan menutup lokasi atau usaha tersebut.
Bupati juga berpesan agar upaya penegakan Perda dilakukan secara subtantif dan efektif (mengarahkan untuk mengurus ijin atau menutup tempat usaha/ hiburan, terlaksana) namun tetap dengan memperhatikan situasi yang berkembang di lingkungan/ masyarakat, “ Kurang lebih: "Kena ikan tak keruh air", Mari berikhtiar, dan ber ‘amar ma’ruf nahi mungkar, dan menjadi khodimul ummah yang baik,” tegasnya mengakhiri arahannya.
Kemendikbud – Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program prioritas Presiden Joko Widodo, yang dirancang khusus untuk membantu anak dari keluarga miskin/tidak mampu agar tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah/sederajat. Selain itu, PIP ditujukan untuk membantu meringankan biaya personal pendidikan, mencegah agar siswa tidak putus sekolah, serta mendorong siswa putus sekolah dapat melanjutkan pendidikan di satuan pendidikan formal maupun non formal.
Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 mengamanatkan agar Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan kepada anak-anak yang berusia 6 sampai dengan 21 tahun dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sebagai identitas untuk mendapatkan manfaat PIP. Bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada pemegang KIP di tingkat Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah/Paket A sebesar Rp225.000,-/semester (Rp450.000,-/tahun), tingkat Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah/Paket B sebesar Rp375.000,-/semester (Rp750.000,-/tahun), dan tingkat Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah/Paket C sebesar Rp500.000,-/semester (Rp1.000.000,-/tahun), serta Rp1.000.000,- untuk Peserta Kursus selama mengikuti kursus terstandar dalam satu periode kursus dalam satu tahun.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa Program Indonesia Pintar penting untuk mencegah generasi putus sekolah. “Melalui PIP ini kita ingin memutus kesenjangan akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia. Tidak ada lagi alasan anak Indonesia untuk tidak sekolah. Saya mengajak semua pihak untuk ikut mendorong agar KIP betul-betul sampai ke tangan siswa yang berhak," ujar Mendikbud saat memantau penyaluran KIP beberapa waktu yang lalu.
Lebih lanjut Asip menyampaikan bahwa hari santri ini sebenarnya untuk menumbuhkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme sekaligus mengenang kembali perjuangan para leluhur pada tahun 1948 yaitu pada saat Agresi Bellanda II. Saat itu, ratusan kyai di nusantara dibawah pimpinan Ky.H.Hasyim Asyari bersepakat untuk bersatu padu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pada saat itu baru merdeka. “Ayo, semangat dan jiwa mempertahankan kemerdekaan ini kita warisi. Jangan putus asa dan jangan pesismis. Santri harus optimis, dan mencari ilmu itu panjang masanya,” pesan Bupati.
Menurut Bupati, semangat ini sekarang hendaknya di elaborasi dalam bentuk belajar, semangat untuk bersatu dan menghargai orang lain serta untuk mencintai dan mempertahankan NKRI dan untuk yang tidak bisa ditawar yaitu NKRI harga mati. “Insya allah kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan antara Pemkab dan Kota Pekalongan bersama-sama,” ujar Bupati.
Sementara itu Wakil Bupati Pekalongan dalam sambutannya saat melepas para Santri menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh yang terlibat dalam acara ini, khususnya paserta kirab dan panitia penyelenggara sehingga seluruh komponen masyarakat dapat menyaksikan bersama kemeriahan dan kekompakan para santri di willayah Kabupaten dan Kota Pekalongan dalam memperingatai Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober ini.
Menurut Arini hal ini menunjukkan bahwa kekompakan para santri ini merupakan cerminan khususnya di Kabupaten dan kota Pekalongan untuk saling mendukung didalam syiar Islam maupun didalam menjaga dan memperkokoh Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana tema peringatan Hari Santri bahwa “Kita Bertekad untuk Memperkokoh Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. “Saya harap kekompakan ini senantiasa dijaga sehingga NKRI tetap eksis, dan Saya harap ditahun mendatang kegiatan ini akan dapat ditingkatkan sehingga diantara kita semakin kompak dan semakin kokoh,” harap Arini. (451h & Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Sabtu, 22 Oktober 2016
2016 di Pantai Carnaval, Ancol Beach City. Presiden Joko Widodo direncanakan akan menghadiri upacara pembukaan yang memadukan unsur unsur kebudayaan Indonesia dalam balutan teknologi dengan tema: "Budaya Bertemu Teknologi, Indonesia Hebat."
Ketua Panitia Pelaksana TAFISA yang juga ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman mengatakan, pelaksanaan event TAFISA Games 2016 menjadi momentum awal dari kebangkitan olahraga tradisional Indonesia.
"Melalui TAFISA kita akan memperkenalkan olahraga tradisional yang dimiliki Indonesia. Pada saat kongres TAFISA di Frankfurt, Jerman tahun 2011 lalu, Indonesia bisa mengalahkan Belanda karena kekayaan olahraga tradisionalnya, maka penetapan Indonesia sebagai tuan rumah adalah bentuk penghormatan dunia," jelas Hayono.
Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Hayono juga mengatakan TAFISA merupakan pesta olahraga internasional yang begitu kuat mencerminkan kekayaan dan keragaman olahraga bangsa bangsa di dunia.
"Momen ini menjadi terasa istimewa karena menjadi ajang pertemuan dan penjalinan persahabatan yang erat bagi seluruh warga dunia yang mencintai olahraga," kata Hayono lagi.
TAFISA Games 2016 memiliki banyak agenda antara lain kejuaraan dan kompetisi dalam kategori Action Sports, Extreme Sports, Adventure Sports, E- Sports dan nomor khusus untuk penyandang disabilitas. Selain itu ada juga ajang eksibisi yang akan diisi oleh sejumlah negara.
TAFISA Games 2016 tidak hanya menggelar perlombaan dan eksebisi puluhan cabang yang penuh dengan keunikan kultural seperti senam Zumba dari Kolombia, seni bela diri Chanbara dari Jepang, seni bela diri Muay-Thai asal Thailand, dan juga seni bela diri Pencak Silat khas Indonesia. Lebih daripada itu TAFISA menjadi perhelatan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menampilkan bentuk olahraga rekreasi dan tradisional dari latar belakang budayanya masing-masing.
Selama penyelenggaraan TAFISA akan dilakukan sejumlah pemecahan rekor dunia antara lain: pemecahan rekor dunia pelajar bermain egrang terbanyak dan pemecahan rekor dunia layang-layang. Sementara itu sebagai event pendukung akan digelar pula berbagai eksebisi yang mengenalkan berbagai produk dalam bidang fashion olahraga, kuliner, kerajinan tangan hingga obat-obatan tradisional Indonesia. Biro Humas Kemenpora dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo.
#TAFISAGames2016
#SportsAreFun
Jumat, 7 Oktober 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 7 Oktober 2016
Senin, 3 Oktober 2016
Berbicara Pekalongan, maka identik dengan batik. Oleh karenanya untuk lebih mengenalkan akan kain tradisional ini, dalam acara yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, Pimpinan DPRD Hj. Hindun dan beberapa anggotanya, serta Sekda Kab, Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, MSi beserta jajarannya ini, para diplomat disuguhi fashion show Batik Pekalongan yang diperagakan oleh para model.
Tidak hanya itu, para tamu kehormatan tersebut juga disajikan dengan display batik mulai dari batik dengan harga yang paling murah hingga harga ratusan juta rupiah. Disamping itu, para tamu undangan malam itu juga dapat menyaksikan bagaimana cara membuat batik dengan warna alam yang ramah lingkungan. Semuanya ini mengandung harapan agar setelah event ini selesai, para pengusaha batik akan menjadi pembatik yang ulung.
Lebih lanjut orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan ini berharap dengan kegiatan ini hubungan antar pemerintah dan negara tetangga bisa terus terjalin untuk menguatkan bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik sehingga bisa bersama-sama saling melengkapi satu sama lain. “Saya mengundang para duta besar untuk datang ke kabupaten Pekalongan, dan lain waktu saya akan berkunjung ke Kedutaan Besar dalam rangka menjelaskan tentang Kabupaten Pekalongan secara lebih luas,” ujar Asip.
Untuk itulah dalam kesempatan tersebut Asip juga memperkenalkan Kabupaten Pekalongan yang terkenal sebagai daerah yang sudah memproduksi batik sejak lama dan seni batik pekalongan ini juga sudah diakui oleh dunia. “Kalau bapak dan ibu datang ke Pekalongan bisa melihat proses membatik dari awal sampai akhir. Sentra-sentra batik, jenis jenis keunggulan batik serta ciri khas batik Pekalongan juga dapat Bapak Ibu ketahui,” tambahnya.
Selain batik, Asip pun menjelaskan bahwa kabupaten pekalongan juga mempunyai satu-satunya hutan perawan yang masih tersisa di pulau Jawa dengan luas kurang lebih 12 hektar yang terletak di Kecamatan Petungkriyono. Dijelaskan Asip, hutan Petungkriyono ini akan dijadikan sebagai pusat konservasi dan pusat penelitian flora dan fauna serta pusat salah satu destinasi wisata unggulan di kab. Pekalongan yaitu wisata alam. “Hutan Petung ini termasuk dalam kategori hutan rimba dan akan kita jadikan sebagai Cultural Tekhno Forensty Park,“ jelasnya.
Sementara itu, menurut Asip, di sektor Agrobisnis, berbagai produk agrobisnis sudah mulai nampak kualitasnya, Kab. Pekalongan memiliki durian yang bagus, dan juga manggis dengan kualitas ekspor. “Kami juga punya karet, pinus dan berbagai tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, sehingga sangat memungkinkan apabila bapak dan Ibu sekalian menanamkan investasi di sektor Agrobisnis di kab. Pekalongan,” tambahnya.
Ditambahkan Asip, Kabupaten Pekalongan juga kaya akan budayanya, baik budaya tari, tarik suara bahkan budaya religi dimana ada pusat-pusat pengembangan agama Islam dan Hindu yang telah ada sejak jaman syailendra.
Destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan sangat lengkap, mulai dari panorama pantai yang mempunyai panjang pantai dari utara pulau jawa sepanjang 10 km, area persawahan yang menghampar luas, hutan yang lebat, perkebunan yang menawan serta banyak sekali air terjun-air terjun yang jumlahnya puluhan dan menghiasi hutan-hutan sekitar kabupaten Pekalongan. “Ini adalah your best investment. Kalau ada yang ingin menanamkan modal di kabupaten Pekalongan, tentu kami akan melakukan berbagai kemudahan, mulai dari persyaratan hingga jaminan keamanan. UMRnya juga masih standar yaitu rata-rata 1 juta 200 ribu rupiah. Lahan di Kab. Pekalongan juga masih sangat murah dengan didukung oleh kondisi sosial yang ramah serta kesetiaan tenaga kerja yang terampil yang sudah disiapkan,” tambahnya.
Para perwira mancanegara sebagai jendral di negaranya diharapkan selalu ingat pada Kabupaten Pekalongan sehingga dapat mendorong para investor datang ke kabupaten Pekalongan, sebuah kabupaten yang terkenal akan batik, budaya dan potensi alamnya yang indah. Karena seperti kita ketahui bersama bahwa para duta besar ini bagaikan ikan gurita yang memiliki lengan panjang, mereka mempunyai jari untuk investasi, dan juga mempunyai jari para stakeholder.
Duta besar terkesan dengan Kabupaten Pekalongan
Duta Besar Mongolia Tumur dan Myaga dari Mongolia mewakili para duta besar yang lain dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya pernah datang ke Pekalongan pada saat Festival Durian pada tahun 2014 lalu, dan juga pernah berkunjung ke rumah batik di Pekalongan. Pada saat kunjungannya ke rumah batik inilah beliau menemukan ide bagus tentang design batik dan kemudian dirinya menyampaikan idenya pada designer batik dari Mongolia untuk membuat batik nasional mongolia dengan batik Pekalongan. “Batik Pekalongan sudah sangat familiar, dan pada tanggal 2 Desember tahun ini di Grand Billiant akan hadir ratusan tamu dan disitu saya akan pamerkan dann saya agungkan Batik Pekalongan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati mengaku senang dengan kehadiran para duta besar malam itu. Menurut Bupati, pada umumnya mereka sangat terkesan dengan seni batik kab, pekalongan yang memang Pekalongan adalah the lind of batik (kawasan batik) dan the legend of batik. Selanjutnya dalam waktu dekat mereka mengutarakan akan berkunjung ke kabupaten Pekalongan “Mereka tertarik dengan panorama kab, Pekalongan yang ternyata masih menyimpan hutan yang masih perawan dan menawarkan kerjasama untuk penyelamatan lingkungan,” jelas Asip.
Ditambahkan Asip, setelah acara ini, target selanjutnya adalah bagaimana mengfollow up pertemuan malam ini untuk meningkatkan ekomoni masyarakat Kabupaten Pekalongan. Pada jangka pendek akan ada roodshow dari Pemkab. Pekalongan dan pengusaha ke luar negeri untuk mengenalkan Kab, Pekalongan secara lebih komprehensif. “Mereka sangat welcome dan dalam waktu menengah mereka akan mengadakan event event di negara masing-masing dan mereka juga sanggup untuk mempromosikan Kab. Pekalongan, Yang menarik adalah ada keinginan yang kuat dari mereka untuk datang ke Kab. Pekalongan. Insya allah kita akan menjadi tuan rumah yang baik untuk menyambut kedatangannya,” tambah Asip.
Sementara itu disela-sela makan malam bersama para Duta Besar sebagain besar mereka terarik akan Kabupaten Pekalongan dan mengundang Pemkab untuk menindaklanjuti datang ke Duta Besar mereka masing masing untuk membicarakan berbagai hal . Dan Berharap agar Pemkab Pekalongan mengundang mereka agar mengetahui lebih dalam tentang Kabupaten Pekalongan.
Dubes Korea Utara Ann Kwang mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan nikmatnya kopi petung yang pernah dibawakan temannya dari Pekalongan. An Kwang juga menyampaikan Kemungkinan untuk dapat bekerjasama mengimpor sutra dari Kab. Pekalongan ke negaranya.
Mendengar hal ini, Dubes Rusia Alexander Smirnov pun mengajak Bupati Pekalongan untuk melakukan pertemuan berikutnya di Jakarta terkait dengan ekspor sutra ke negaranya. Bupatipun menyambut baik hal tersebut dan berjanji akan mengatur segala sesuatunya.
Sementara itu Wakil Bupati Pekalongan di kesempatan yang sama menyampaikan semoga selanjutnya dengan diadakan kegiatan dapat membangun komunikasi dengan negara lain. Sehingga akan terbangun kerjasama yang baik sehingga dapat meningkatkan kesejahetaraan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan
Dibagian lain Ketua DPRD Kab. Pekalongan Hj. Hindun memberikan komentarnya bahwa acara Diplomat Friendly Gathering Naight seperti ini sangat bagus sekali untuk mempromosikan Kab. Pekalongan tentang berbagai wisata yang ada serta batik sebagai budaya asli masyarakat Kab. Pekalongan yang harus dikembangkan. “Kita dukung apa yang dilakukan Bupati, agar Pekalongan bukan hanya Go Nasional tapi Go Internasional, karena itu berdampak luas bagi kondisi ekonomi masyarakat kita,” ujarnya.
Dilain pihak H. Failasuf sebagai pengusaha batik juga berpendapat bahwa acara pertemuan antara pengusaha, pemerintah dan juga para duta besar seperti ini sangat baik. “Pertemuan malam ini terasa hangat, santai dan rilex, namun menurut saya tidak cukup berhenti disini, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan pertemuan yang lain. Mereka yang datang ketempat kita atau kita yang berkunjung ke negaranya,” harapnya.
Ditambahkannya, para duta besar tersebut sangat tertarik dengan proses pembuatan batik, yang baru mereka ketahui bahwa ternyata proses pembuatan batik sampai menjadi design di baju sangatlah rumit dengan rentang warna hingga menjadi sebuah baju yang sangat indah dipakai. “Dengan melihat proses pembuatannya, pewarnaannya yang sulit, lalu diperagakan, mereka lebih tertarik untuk membeli dan memakai kain khas kab. Pekalongan ini,” tambahnya.
Sebagai Ketua KADIN Kabupaten Pekalongan, H. Failasuf berharap ada event-event lain untuk dapat mengundang para Dubes datang ke Kabupaten Pekalongan sehingga lebih efektif karena mereka akan melihat secara langsung proses pembuatan batik dari awal hingga akhir, tidak seperti disini yang hanya memberikan gambaran singkat tentang Pekalongan,” harapnya.
Salah seorang pengusaha batik dan designer batik dari Jakarta Nina Kareniena mengaku sangat senang dengan acara ini, diapun tertarik dengan batik warna alam yang ditampilkan dalam acara tersebut, dan bahkan ingin belajar lebih dalam tentang bagaimana cara membuat batik dengan warna-warna alam yang ramah lingkungan ini. (451h & Hamhum)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Sabtu, 1 Oktober 2016
Sabtu, 1 Oktober 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 29 September 2016
Aktivasi KIP
PIP tidak hanya diperuntukkan bagi peserta didik di sekolah, namun juga berlaku bagi peserta didik Pendidikan Kesetaraan Paket A/B/C yang belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan juga Peserta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). PIP juga dapat digunakan untuk mengikuti program yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kementerian Ketenagakerjaan.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) telah melakukan sosialisasi penggunaan KIP kepada masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki target jumlah penerima KIP terbanyak, diantaranya propinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Banten. Namun demikian, masih ditemukan cukup banyak pemegang KIP yang belum memahami cara penggunaan KIP serta mengalami kesulitan dalam mencairkan dana manfaat.
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan, ada dua syarat yang harus dipenuhi pemegang KIP, yaitu berstatus sebagai peserta didik di sekolah, atau pendidikan kesetaraan, atau di lembaga kursus dan pelatihan, dan namanya terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Untuk segera mendapatkan manfaat PIP, Pemilik KIP dapat mendatangi sekolah/lembaga pendidikan non formal untuk dapat mendaftarkan KIP-nya ke dalam aplikasi dapodik. Setelah itu, Kemendikbud melakukan verifikasi untuk dapat menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Penerima Manfaat PIP. SK yang berisi daftar nama penerima manfaat PIP tersebut dikirimkan ke bank penyalur manfaat (BRI dan BNI), Dinas Pendidikan, dan lembaga pendidikan. Setelah data sesuai dan lengkap, lembaga pendidikan memberikan surat keterangan kepada pemilik KIP untuk pencairan manfaat PIP di bank yang ditunjuk. Pencairan dapat dilakukan secara individu maupun kolektif.
Pendaftaran dan Pendataan KIP Hingga 30 September
Pendaftaran dan pendataan KIP pada aplikasi Dapodik diperpanjang hingga 30 September 2016. Perpanjangan waktu pendaftaran KIP di Dapodik tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud nomor 19/D/SE/2016, tentang Percepatan Penyaluran KIP dan Penerimaan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun Pelajaran 2016/2017.
Kemendikbud memperpanjang batas waktu pendaftaran KIP setelah melakukan evaluasi mengenai penyaluran KIP tahun 2016 ini. Dalam Surat Edaran Dirjen Dikdasmen dijelaskan, terdapat dua hasil evaluasi yang menjadi landasan perpanjangan waktu pendaftaran KIP. Pertama, hingga batas waktu 31 Agustus 2016 yang lalu, data KIP yang masuk dalam Dapodik baru mencapai 40 persen. Kedua, dari hasil pemantauan Kemendikbud, ditemukan sejumlah KIP yang masih tertahan di kantor desa/kelurahan dan belum disalurkan kepada anak usia sekolah di wilayahnya.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah menginstruksikan perangkat daerah di Propinsi dan Kabupaten/Kota untuk dapat melakukan sosialisasi tentang tata cara penggunaan dan pencairan dana manfaat KIP, segera melakukan aktivasi data pemilik KIP pada aplikasi Dapodik, serta menyelesaikan masalah pendataan anak yang berhak mendapatkan KIP untuk mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan aturan. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 420/3019/SJ tentang Pelaksanaan Penggunaan Kartu Indonesia Pintar Untuk Mendapatkan Layanan Pendidikan Formal dan Non Formal yang disampaikan untuk mendukung pelaksanaan Program Indonesia Pintar.
Bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang berasal dari keluarga miskin/tidak mampu yang belum memiliki KIP dapat mendaftarkan diri sebagai Calon Penerima KIP di satuan pendidikan formal/non formal. Sekolah/PKBM/SKB/LKP melakukan seleksi Calon Penerima KIP sesuai dengan petunjuk pelaksanaan PIP Tahun 2016, diantaranya memprioritaskan calon yang berasal dari peserta Program Keluarga Harapan (PKH), pemegang KKS, dan berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin dengan pertimbangan khusus. Usulan tersebut disampaikan ke Dinas Pendidikan setempat untuk diteruskan melalui aplikasi pengusulan PIP kepada Kemendikbud.
Berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang berasal dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), di tahun 2016 Kemendikbud menargetkan 17,9 juta anak Indonesia untuk mendapatkan KIP dan menerima manfaat bantuan pendidikan PIP. Target untuk peserta didik di jenjang SD/Paket A sebanyak 10.360.614 orang, untuk SMP/Paket B sebanyak 4.369.968 orang, sementara untuk SMA/Paket C sebanyak 1.367.559 orang, dan untuk SMK/Kursus dan Pelatihan sebanyak 1.829.167 orang. Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo
Ayo daftarkan KIP-mu sebelum 30 September 2016!
#AyoBelajar #DaftarkanKIPmu
Jumat, 23 September 2016