KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi menghimbau para Kepala Desa/Kepala Kelurahan di lingkungan Pemkab. Pekalongan yang tergabung dalam Persatuan “Bahurekso” Kabupaten Pekalongan untuk semakin memantapkan koordinasi dan kebersamaan serta peningkatan kinerja pelayanan yang lebih baik demi mewujudkan kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih sejahtera, mandiri, berkemampuan dan berdaya saing tinggi.
Hal tersebut disampaikan Bupati dihadapan FKPD Kabupaten Pekalongan, Sekda beserta jajarannya dan 272 Kepala Desa/Kelurahan se Kabupaten Pekalongan dalam acara Halal Bi Halal Persatuan Bahurekso Kabupaten Pekalongan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen Rabu kemarin (27/7).
Lebih lanjut Bupati juga mengajak seluruh Kades sebagai administratur dan manager di desa masing-masing untuk selalu meningkatkan kemampuan managerialnya. Karena menurut Asip, Kades yang kuat adalah Kades yang mempunyai kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasi, mengatur sumber daya dan potensi yang dimiliki serta mampu mengarahkan seluruh potensi dan sumber daya tersebut agar lebih bermanfaat dan berdaya guna. “Dalam sistem negara yang sudah modern seperti saat ini, Kades dituntut harus mampu mengontrol dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan apa yang harus dilakukan kedepan,” jelas Asip.
Terkait dengan pengelolaan dana desa yang sudah tersentralisasi pada kewenangan Kades sehingga menjadi sorotan, Bupati menyampaikan beberapa langkah preventif dan kuratif yang harus dilakukan. Diantaranya yang pertama dengan menguatkan kelembagaan pengelolaan Keuangan Desa. “Perbanyak lagi Sosialisasi Undang-undang, Workshop dan penguatan-penguatan dalam bentuk lain,” tambah Asip.
Tak lupa Asip berpesan agar para Kades bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pembangunan karena tingginya harapan masyarakat terhadap pembangunan di desanya. “Jalankan amanat Undang-Undang. Sepanjang kita sudah melakukan pengelolaan keuangan desa sesuai aturan yang berlaku, maka jangan takut karena pihak yang berwenang akan melakukan fungsi pengawalan dan pengawasan sebagai jaminan terselenggaranya penyelenggaraan keuangan desa secara baik dan maksimal serta bertanggungjawab sesuai undang-undang,” jelas Asip.
Pada kesempatan tersebut Asip menyampaikan hasil evaluasi nasional tentang penggunaan dana desa menunjukkan bahwa sebagian besar dana desa digunakan untuk pembangunan fisik, dan sebagian kecil yang digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. “Kedepan, Bahurekso harus melakukan kajian. Pembangunan fisik itu terukur, indikator dan targetnya harus jelas. Selesaikan pembangunan fisik dalam 2 tahun, selanjutnya pada tahun ke 3, 4 dan 5 kita geser pada pembangunan yang bersifat pemberdayaan yang tentunya tetap terikat pada aturan main,” tambahnya.
Hal lain yang menjadi perhatian Bupati adalah kebanyakan desa penerima bantuan desa masih sedikit yang mengalokasikan anggarannya untuk membentuk dan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUM Des). “Pengembangan BUM Des sangat penting untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa, karena BUM des merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa,” ujarnya. (Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 28 Juli 2016
KAJEN – Bertempat di Aula Lt. 1 Setda Kabupaten Pekalongan, hari ini (25/7) digelar acara Advokasi dan Sosialisasi Kegiatan Intensifikasi Penemuan Kusta Frambusia melalui Kampanye Eliminasi Kasus Kusta. Acara dihadiri pula oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti, beserta para Kepala SKPD, Camat, Kepala Puskesmas, dan Rumah Sakit se- Kab. Pekalongan, dengan menghadirkan narasumber Dr. Rita Djupuri, BSc. DCN, M.Epid (Kasubdit.Penyakit Tropik Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI) yang membawakan materi situasi dan kebijakan nasional program pengendalian penyakit kusta frambusia, dan dr. Elhamangto Zuhdan (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah) dengan materi Situasi, kebijakan dan strategi provinsi dalam pencapaian eliminasi kusta.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan, dr. Sutanto Setiabudi M.Kes dalam laporannya mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah penderita kusta di Kab. Pekalongan berjumlah 119 orang. Menurutnya data tersebut diperoleh Dinkes setelah melakukan screanning mulai dari level TK dan SD, dengan harapan agar sejak dini penyakit kusta dapat ditemukan dan diobati. “Indonesia merupakan gudang Kusta, sehingga jika sejak dini kita dapat menemukan atau mendeteksi itu sangat bagus karena bisa diobati sejak dini, hal ini mengingat proses deteksi penyakit kusta sangat susah serta inkubasinya lama,” terangnya.
Untuk itu Sutanto berharap melalui kegiatan pada hari ini maka keberadaan kusta semakin dikenal dan dipahami oleh masyarakat, sehingga mereka bisa melakukan deteksi dini dan kusta semakin mudah ditemukan dan dieliminasi. Sementara itu Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH.,MH, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberhasilan di bidang Pelayanan Kesehatan merupakan salah satu cermin keberhasilan pembangunan, untuk itu Asip mengajak seluruh jajarannya agar senantiasa meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang kesehatan meskipun tanggung jawab pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.
KAJEN – H. Ahmad Kozin, ST hari ini (20/7) resmi mengucap sumpah/janji untuk menggantikan Hj. Nurbalistik sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Pengucapan Sumpah/Janji Wakil Ketua DPRD Kab. Pekalongan Masa Keanggotaan 2014 - 2019. Acara disaksikan secara langsung oleh Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Hj. Hindun beserta para Anggota DPRD Kab. Pekalongan, Wakil Bupati Pekalongan, Jajaran Muspida Kab. Pekalongan, serta para Kepala SKPD di Lingkungan Pemkab. Pekalongan.
Pengambilan sumpah yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kab. Pekalongan tersebut dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan, Sarwono, SH. M.Hum dan didahului oleh pembacaan SK. Gubernur Jawa Tengah Nomor. 170/54 Tahun 2016, Tanggal 27 Juni 2016, tentang Peresmian Pengangkatan Sdr. H. Ahmad Kozin, ST sebagai Wakil Ketua DPRD Kab. Pekalongan.
Mengawali sambutannya, Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si yang disampaikan oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti mengucapkan “Selamat” kepada H. Ahmad Kozin, ST dari Partai Golongan Karya yang telah diberi kepercayaan untuk mengemban amanat tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan menggantikan Saudari Hj.Nurbalistik dari Partai Golongan Karya. “ Harapan kami, semoga Saudara H. Ahmad Khozin ST dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, karena telah menjadi keniscayaan untuk dapat melaksanakan tugas DPRD sebagai fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan disamping untuk merepresentasikan aspirasi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih makmur dan sejahtera,” ungkapnya.
Ditambahkan Asip, bahwa Wakil Ketua DPRD sebagai unsur Lembaga Pemerintah Daerah memiliki peran yang sangat strategis, baik dalam internal Lembaga Legislatif, maupun dalam menjalin hubungan dengan unsur Eksekuitf dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah terutama terkait dengan perumusan kebijakan dalam rangka peyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu kedepan dirinya berharap agar komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. “Dengan menghilangkan sumbatan-sumbatan komunikasi diantara kita maka setiap permasalahan dan hambatan dapat teratasi dengan baik,” tegasnya.
KAJEN - Selain terkenal dengan duriannya, kawasan Wisata Sungai Lolong – Karanganyar Kabupaten Pekalongan adalah sebuah kawasan yang memiliki daya tarik wisata air arung jeram yang cukup menantang. Dengan panorama alamnya yang sangat indah, ada beberapa piihan paket dan jarak tempuh yang ditawarkan dengan harga yang cukup ekonomis pula. Disamping itu juga disediakan instruktur berpengalaman dan bersertifikat untuk memandu dan mendampingi para wisatawan sehingga para peserta arung jeram lebih terjaga keamanannya.
Rafting atau Arung Jeram Lolong yang banyak diminati ini menjadi salah satu lokasi wisata pilihan di Kabupaten Pekalongan. Tidak sedikit instansi maupun kelompok orang yang memilih Lolong untuk berolahraga rekreasi yang juga mengasah adrenalin ini.
Seperti penuturan Rohman, salah satu pengelola Arung Jeram Lolong saat diwawancara, pada saat liburan kemarinsetiap harinya hampir 70 orang pengunjung datang ke tempat ini untuk berarung jeram. Jumlah tersebut akan meningkat pada saat hari libur tiba. “Liburan Lebaran ini saja pengunjung naik hampir 100%, mereka datang tidak hanya dari dalam kota Pekalongan, tetapi juga dari luar kota bahkan luar Jawa,” jelasnya.
Untuk menjaga keamanan peserta rafting, pengelola yang saat ini berjumlah 16 personil ini, selalu menjalin komunikasi dan koordinasi ke bendungan diatas aliran sungai Lolong yang jaraknya kurang lebih 15 km dari lokasi.
Sementara itu Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi setelah selesai berarung jeram memberikan komentarnya bahwa wisata air arung jeram Lolong ini sangat bagus dan luar biasa, hanya saja masih perlu ditambah infrastuktur termasuk menambah jumlah perahu yang ada. “Tapi untuk menambah semuanya itu, tentunya Pokdarwisnya harus berbadan hukum terlebih dahulu,” ujar Bupati.
KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi menyampaikan bahwa dengan predikat Kabupaten Pekalongan sebagai Kabupaten terkumuh di Jawa Tengah yang disampaikan Staf Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman dan Penataan Propinsi Jawa Tengah, Bambang Pujo, pada acara Lokakarya dan Sinergitas Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP).
Hal tersebut sebuah tantangan tersendiri bagi Pemkab. Pekalongan. Oleh karenanya beliau mengajak Pimpinan dan seluruh staf Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pekalongan untuk bekerja keras menciptakan Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang bersih dan bebas dari sampah.
“Ini harus kita sadari. Kebersihan menjadi ujung tombak pembangunan, Ayo kita kerja keras untuk “membersihkan” Pekalongan,” ajak Asip dalam sambutannya saat melakukan Pembinaan kepada Pimpinan dan Staf DPU Kabupaten Pekalongan selasa siang tadi (19/7) di Kantor DPU Jl. Nyamok Kajen.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati bertekad akan menambah tenaga kebersihan yang ada di Kabupaten Pekalongan mengingat tenaga kebersihan yang ada saat ini tidak sebanding dengan wilayah Kabupaten Pekalongan yang cukup luas. “Tidak hanya tenaga kebersihan, tetapi armada kebersihannya pun akan kami tambah demi Kota Santri yang bersih,” ujarnya.
Dan Pemkab juga akan melibatkan semua elemen untuk mengentaskan masalah kebersihan ini diantaranya mengajak masyarakat dengan ikut menjaga kebersihan bersama-sama. “ Kita juga berencana akan mengadakan lomba kebersihan desa tingkat kabupaten sebagai upaya penghargaan kepada mereka yang telah menjaga kebersihan lingkungan”tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan pesan kepada seluruh PNS di lingkungan PU Kabupaten Pekalongan agar tidak takut dalam bekerja, dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Termasuk juga untuk selalu menjaga soliditas dengan satu komando dan satu ketentuan. “Bekerjalah semaksimal mungkin dan sesuai aturan yang ada, kalau ada masalah segera komunikasikan agar dapat dicarikan jalan keluarnya,” pesan Asip.
KAJEN – Pengambilan sumpah/janji harus dimaknai sebagai sebuah peristiwa dimana seseorang bersumpah/berjanji/berkomitmen untuk menerima dan melaksanakan tugas selaku Abdi Negara dan Abdi Masyarakat dengan disiplin dan dedikasi tinggi serta bertanggung jawab di hadapan pimpinan dan yang paling penting disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Demikian antara lain sambutan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH, MSi saat mengukuhkan 199 orang PNS dalam acara Pengambilan Sumpah/JanjiPNS/ASN di lingkungan Pemkab. Pekalongan yang digelar di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan di Kajen (18/7).
Dari 199 PNS yang diambil sumpah dan janjinya tersebut, 131 orang dari hasil seleksi formasi umum tahun 2014, 5 orang calon PNS dari Tenaga Honorer Kategori 1, 60 orang dari tenaga honorer kategori 2 dan 3 orang dari formasi khusus. “Semua PNS disini merupakan orang yang beruntung dan terpilih dari ribuan orang yang menginginkannya, maka syukurilah karuniaNya dengan menunjukan dedikasi, integritas dan komitmen yang tinggi pada profesi,” pesannya.
Lebih lanjut Asip juga mengajak para PNS yang merupakan generasi pertama dari era reformasi birokrasi dengan menggunakan sistem perekrutan CAT (sangat transparan dan obyektif) dan dengan berlakunya Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut untuk memaknai sumpah dan janji ini sebagai awal baru dalam episode kehidupan masing-masing. “Karena mulai hari ini Saudara semua telah sepakat “Menggadaikan” sebagian kebebasan hidup Saudara untuk menjadi Aparatur Sipil Negara secara penuh yang terikat oleh aturan dan norma,” jelasnya.
Oleh karena itu, Asip menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan para PNS. Diantaranya, agar para PNS mempelajari dan memahami Undang-Undang tersebut sebagai pedoman utama untuk menjadi Aparatur yang Profesional. “Jangan larut dan terjebak pada budaya dan paradigma lama yang negatif tentang birokrasi. PNS harus teguh pada idealisme dan kreatifitas yang selaras dengan prinsip-prinsip aparatur yang profesional,” pesan Asip.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH. M.Si, hari ini (18/7) untuk pertama kalinya menjadi inspektur upacara pada upacara tiap tanggal 17 yang digelar di Lapangan Belakang setda. Upacara dihadiri oleh Ketua DPRD Kab.Pekalongan, Jajaran FKPD Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah beserta para Asisten, Staf Ahli, dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemkab. Pekalongan Serta diikuti oleh para PNS di Lingkungan Pemkab. Pekalongan.
Mengawali sambutannya, Bupati mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh peserta upacara atas kesadaran dan kesediannya untuk mengikuti upacara, selain mengucapkan selamat Idul Fitri 1437 H mohon maaf lahir dan batin, Bupati juga mengajak seluruh hadirin dan peserta upacara agar menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk kembali “fitri” dalam upaya melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan era baru kepemimpinan di Kabupaten Pekalongan, dimana terhitung sejak tanggal 27 Juni 2016 dirinya beserta Ibu Ir. Hj. Arini Harimurti telah dilantik dan dikukuhkan sebagai Bupati beserta Wakil Bupati Pekalongan periode 2016-2021. “ Visi dan misi Bupati sebagai bentuk komitment dan “janji” kepada masayarakat harus diwujudkan dalam masa kepemimpinan 5 tahun ke depan, untuk itu dibutuhkan dukungan penuh dari semua kalangan khususnya dari para pimpinan SKPD beserta jajarannya sebagai “motor pengerak” pemerintahan di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
KAJEN – Tradisi Syawalan di Kabupaten Pekalongan yang digelar di obyek wisata (OW) Linggoasri Kajen pada hari ini (13/7) berlangsung lancar. Tradisi yang rutin digelar tepat 7 hari setelah lebaran idul fitri ini diawali kirab megono gunungan dan gunungan hasil bumi dari 19 kecamatan di Kab. Pekalongan yang diberangkatkan oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Arini Harimurti dari Balaidesa Linggoasri menuju lapangan OW. Linggoasri.
Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinporapar Kab. Pekalongan, Fuadi Jaman, AP, mengungkapkan bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya tradisi syawalan pada hari ini selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunianya, juga sebagai upaya melestarikan budaya lokal, serta menjadi media silaturahim dan hiburan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.
Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si beserta istri, Wakil Bupati Pekalongan, Ketua DPRD Kab. Pekalongan, segenap jajaran Muspida, Sekretaris Daerah dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan, serta masyarakat yang hadir di Lapangan OW. Linggo Asri pada kesempatan tersebut disuguhi aneka kesenian, antara lain tarian “Renggo Manis” serta Sendratari “Wiro Cempaluk” dengan iringan gamelan jawa dari Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kab. Pekalongan.
Mengawali sambutannya, Bupati mengucapkan selamat Idul Fitri dan minal aidzin wal faidzin serta ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah turut serta mensukseskan acara Syawalan pada hari ini. Asip berpesan agar sebagai generasi penerus hendaknya kita dapat menjadi orang - orang yang gemar menjaga kebaikan yang telah dikembangkan oleh para orang tua kita, sambil terus menerus kita tingkatkan untuk menjawab dinamika dan tantangan masyarakat saat ini.
KAJEN – Hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran (11/7), Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan menyelenggarakan “open house” atau halal bil halal dengan para PNS di seluruh Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Tampak ribuan PNS memadati Rumah Dinas untuk bersalaman langsung dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah beserta para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan,H. Asip Kholbihi, SH. MH selain mengucapkan “Minal Aidzin wal Faizin” juga menekankan 3 hal yaitu Ajakan untuk menegakkan disiplin, karena kunci kemajuan adalah disiplin, Ajakan untuk berkomitmen bersama-sama bekerja sesuai dengan Tupoksi masing-masing, serta Ajakan untuk merubah paradigma atau cara berpikir dalam bekerja, karena sejatinya filosofi bekerja dari aparatur pemerintah adalah menjadi pelayan masyarakat. “Sudah tidak jamannya lagi kalo aparatur pemerintah menjadi beban masyarakat, menjadi orang yang senang dilayani masyarakat, dan menjadi bos-nya masyarakat, Kita tidak boleh berlagak Bossy !, yang ada adalah aparat pemerintah yang siap bekerja setiap saat untuk menjadi Khodimul Umah atau pelayan masyarakat ! ” tegasnya.
Ditegaskan Asip bahwa filosofi pemerintahan kedepan adalah penataan untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat, dimana pengabdian tersebut didedikasikan untuk melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, tidak boleh basa-basi. “Ini adalah landasan spiritual kita dalam memulai suatu pekerjaan baru, meski sejatimya ini adalah kerja rutin kita, untuk itu mari kita rubah paradigma, karakter, lifestyle kita sesuai Tupoksi masing-masing,” imbaunya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti pada kesempatan tersebut mengajak seluruh PNS Kab. Pekalongan untuk bekerja sesuai Tupoksi masing-masing sebaik mungkin. “Mari kita lakukan tugas melayani masyarakat dengan semangat, etos kerja, dedikasi dan loyalitas yang tinggi,” tambahnya menutup sambutan. (dian/H-)
Ditambahkan Asip bahwa keberadaan penyakit Kusta di Kabupaten Pekalongan terutama yang terjadi di wilayah Kecamatan Buaran, Tirto, Sragi, Wonokerto dan Kedungwuni. merupakan masalah yang harus segera dipecahkan, karena dampak yang ditimbulkan dari Kusta sangat luas terutama pada status sosial dan ekonomi karena penyakit ini menyebabkan kecacatan menetap sehingga menurunkan kualitas SDM. Untuk itu Asip mengajak semua kalangan untuk berkomitmen dan meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit Kusta. “Diperlukan kerja keras dan sinergitas untuk menurunkan angka penderita kusta, .Untuk itu Mari kita kawal program ini sehingga secara luas masyarakat Kabupaten Pekalongan betul – betul mengerti tentang Penyakit Kusta dan cara penanganannya. Sedangkan kepada jajaran kesehatan Bupati menghimbau agar serius dalam mengawal kasus kusta ini, dari sosialisasi hingga penanganan kasus,”.
Tak ketinggalan, Bupati menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kepekaan dan kepeduliannya terhadap keberadaan penyakit Kusta diantaranya dengan mengenali ciri atau indikasi terjangkitnya (deteksi dini), Cepat melaporkan temuan ke tenaga medis atau pusat pelayanan kesehatan terdekat, serta mau atau tidak malu untuk berobat . “Temu Cepat, Lapor Cepat, Tangani Cepat ”, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, karena kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap timbulnya berbagai jenis penyakit, serta Hapus stigma dan diskriminasi kepada saudara – saudara kita penyandang kusta. “Mari dukung mereka untuk sembuh dan menjalani kehidupan mereka kembali secara normal,” imbaunya. (dian/diyon)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 25 Juli 2016
Tak lupa, Asip mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Hj. Nurbalistik yang telah mengakhiri masa jabatannya. “Semoga apa yang telah dilakukan dan dicapai selama ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya mengakhiri sambutan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Hj. Hindun dalam sambutannya mengungkapkan bahwa DPRD merupakan mitra kerja Pemda (eksekutif), untuk itu DPRD diharapkan mampu dan mau menjembatani antara kebijakan pemerintah dengan keinginan masyarakat, agar dapat bersama-sama mengembangkan kehidupan demokrasi dan kemampuan untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kab. Pekalongan. “Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh yang hadir (eksekutif dan legislatif) untuk lebih meningkatkan kinerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” imbaunya.
Lebih lanjut Hindun juga berharap agar dengan adanya perubahan susunan Alat Kelengkapan DPRD, maka keharmonisan dalam bermitra dengan eksekutif yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat semakin ditingkatkan. (dian’s/di2k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 20 Juli 2016
Lebih lanjut Bupati mengatakan, jika ada Pekan Olahraga , tidak ada salahnya salah satu itemnya kita agendakan untuk bersama-sama arung jeram di Lolong. “Ini sangat menarik sekali, Saya kira bisa dijadikan contoh. Nanti kita agendakan antara SKPD,” tambahnya. (451H & h-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 20 Juli 2016
Sementara itu Plt. PU Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso, SIP, MH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Pembinaan Bupati kepada Pimpinan PU dan seluruh stafnya tersebut dilakukan dalam upaya memberikan motivasi kepada PU dan jajarannya didalam melaksanakan tugas sehingga dapat bekerja dengan baik.
Senada dengan Bupati Pekalongan, Wiryo Santoso menyampaikan terkait dengan keluhan Tenaga Kebersihan yang merasa kewalahan dengan sampah-sampah yang ada, sementara terkendala dengan keterbatasan armada dan personil yang ada, Wiryo meminta diberikan solusi untuk memecahannya sehingga produksi sampah di masyarakat secara berangsur dapat ditangani. (451h & Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 19 Juli 2016
Hal lain yang tak kalah pentingnya yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaaten Pekalaongaan tersebut adalah penyikapan khusus aparatur pemerintahan atas perubahan paradigma birokrasi pemerintahan, terkait reformasi birokrasi yang mengutamakan dan menuntut kualitas pelayanan prima kepada Masyarakat.
Disamping itu, jelas Asip, Profil Aparatur (PNS) yang dibutuhkan di masa mendatang berhubungan erat dengan profil pemerintahan di masa mendatang, yaitu PNS yang memiliki tata nilai baru yang sesuai dengan kebutuhan etika publik, mampu beradaptasi terhadap cepatnya arus perubahan, dan menjadi PNS yang profesional, termasuk juga harus memiliki jiwa pengabdian dan juga mempunyai jiwa entrepreneur.
Terkait dengan tantangan dan tuntutan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke depan yang semakin komplek, Asip mengajak para PNS untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa PNS memang pantas menjadi Aparatur dengan senantiasa menunjukan kepekaan, kapasitas, kapabilitas dan kredibilitas diri yang lebih baik. “PNS harus menjadi insan yang mampu memberi contoh dan teladan baik kepada masarakat serta dapat menempatkan diri, menjaga ucapan, sikap dan perilaku,” ujarnya.
Ditambahkan Asip, Pemerintah sangat berharap dan menuntut kepada CPNS baru sebagai tenaga muda yang masih memiliki idealisme untuk mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki untuk membangun Kajen. “Kembangkan kreatifitas dan inovasi serta pengalaman – pengalaman dari daerah lain untuk diaplikasikan di Kabupaten Pekalongan. Dalam bekerja beranilah berbeda, beranilah “menggila” untuk mewujudkan sebuah karya tanpa bertentangan dengan norma, aturan dan ketentuan yang ada,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pekalongan Bambang Tri Edi P, SH, MH menyampaikan maksud diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Perundang-undangan di bidang Kepegawaian. “Tujuannya adalah sebagai pengakuan dan janji PNS setelah melalui proses percobaan sebagai Calon PNS,” jelasnya. (451h & Diyon)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 18 Juli 2016
Ditambahkan Asip bahwa sebagai langkah awal mewujudkan visi dan misi Bupati akan terlihat dalam penyusunan RPJMD. Untuk itu Asip menekankan pentingnya kecermatan dan pemahaman khusus tentang cara merumuskan tujuan, sasaran dan strategi yang tepat dalam penyusunan dokumen RPJMD sehingga mampu merespon kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta kesepakatan tentang tolok ukur kinerja selama 5 (lima) tahun ke depan.
Untuk itu Bupati meminta kepada para Kepala SKPD beserta jajaranya untuk mempelajari, memahami dan mencermati sehingga diharapkan bisa menghasilkan dokumen RPJMD yang berkualitas baik, dan dokumen RPJMD Kabupaten Pekalongan Tahun 2016-2021 dapat dijadikan sebagai alat pemandu, pengarah dan pedoman dalam pelaksanaan program-program pembangunan daerah selama kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan, sekaligus juga dijadikan dasar dalam pertanggungjawaban atas pelaksanaan hasil-hasil pembangunan kepada masyarakat pada setiap akhir tahun anggaran maupun pada saat akhir masa jabatan.
Pada kesempatan tersebut, Asip mengajak seluruh jajaran birokrasi, Aparatur Sipil Negara Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama merapatkan barisan, menyatukan tekad dan persepsi akan tugas dan fungsinya, serta bersama-sama menciptakan iklim kerja yang kondusif. “Penting saya ingatkan untuk meningkatkan etos kerja, dan budaya kerja yang baik serta menjunjung tinggi etika birokrasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan, karena hal ini dapat mendorong terciptanya iklim kerja yang kondusif, dan semua itu akan bermuara pada peningkatan prestasi kerja Aparatur,” terang Asip.
Asip berharap, para ASN mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan di Kab. Pekalongan, oleh karenanya ASN diharapkan senantiasa meningkatkan kualitasnya agar mampu merespon perubahan dengan daya kreatifitas dan inovasinya serta senantiasa mengikuti dinamika atau perkembangan regulasi dan tuntutan masyarakat yang begitu cepat.
Tak ketinggalan Bupati menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh pimpinan FKPD dan seluruh jajaran instansi vertikal, atas kebersamaan dan dukungannya selama ini sehingga tercipta sinergitas dan iklim yang kondusif di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya hal tersebut sangat penting demi mewujudkan Visi dan Misi Kepala Daerah dan dalam melaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan. “Semoga kedepan hubungan komunikasi dan koordinasi yang baik ini akan semakin meningkat. Demikian juga dukungan dan sinergitas yang konstruktif untuk lebih ditingkatkan di masa mendatang,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Asip berharap kepada seluruh peserta upacara, khususnya para ASN di Lingkungan Pemkab. Pekalongan untuk bahu – membahu, bekerjasama memajukan Kab. Pekalongan. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman ke zona kompetitif serta jadilah aparatur yang profesional, berintegritas, serta netral dari intervensi politik. Saya juga mengajak agar seluruh aparatur pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat menjadi PR (public relation/humas) yang memiliki jiwa enterpreneur bagi Kabupaten Pekalongan (dian’s/her)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 18 Juli 2016
Lebih lanjut Asip mengungkapkan harapannya agar masyarakat Kabupaten Pekalongan khususnya masyarakat Desa Linggo Asri senantiasa ikut memiliki dan bertanggungjawab melestarikan tradisi syawalan, apalagi dengan sejarah Linggo Asri yang sudah dikenal sejak Zaman Syailendra, sebelum peradaban Pekalongan ada. Untuk itu dengan entitas peradaban yang dimiliki Asip berharap agar masyarakatnya dapat terus menggali potensi daerahnya dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada saat ini. “ Kedepan event Syawalan Linggo Asri akan saya dorong agar bisa masuk dalam Kalender Pariwisata Nasional !,” tegasnya menutup sambutan.
Pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Hj. Hindun atas nama masyarakat Kab. Pekalongan mengucapkan terimakasih kepada Pemkab. Pekalongan yang terus melaksanakan tradisi syawalan yang merupakan perpaduan berbagai tradisi dan nilai masyarakat Kab. Pekalongan. Hindun berharap acara seperti ini tidak hanya dijadikan rutinitas semata, namun dapat memberi makna bagi kehidupan masyarakat. “ Pada kesempatan ini, saya minta kepada Pemkab. Pekalongan agar dalam pengembangan Obyek Wisata semakin ditingkatkan, agar semakin kreatif dan inovatif,” ujarnya.
Sementara itu, sebelum memotong tumpeng pertanda dimulainya perebutan nasi megono gunungan oleh warga, Bupati menyerahkan secara simbolis Sertifikat Pemandu Eko Wisata serta menyerahkan hadiah kepada para juara lomba gunungan hasil bumi, yaitu Juara 1 diraih oleh Kecamatan Kesesi, Juara 2 Kec. Karangdadap, serta Juara 3 Kec. Kajen. (dian’s/tim dok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 13 Juli 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 11 Juli 2016