Rumah milik Ibu Sumiati ( + 40 th ) warga Capgawen Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni rata dengan tanah setelah malam sebelumnya diamuk si “jago merah”. Kejadian yang mengejutkan masyarakat tersebut terjadi pada pukul 00.00 Wib dini hari (10/7). Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“ Pada malam itu tiba - tiba saja ada api yang membesar dirumahnya ketika bangun tidur. Mungkin berasal dari kosleting arus pendek listrik. Oleh masyarakat api dipadamkan dan pemadam kebakaran dengan bergotong royong agar tidak menjalar kerumah lain karena jarak antar rumah sangar rapat ”tandasnya.
Ia berharap ada bantuan agar dapat membangun kembali rumahnya yang telah hancur, karena saat ini sedang mengungsi ketempat saudara.
Sementara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kemarin (10/7) siang saat mengunjungi korban kebakaran menyampaikan duka dan rasa keprihatinan yang mendalam. Dan berharap para korban tetap bersabar atas cobaan ini.
Selanjutnya Ia menyatakan bahwa secara pribadi dirinya akan turut membantu mengembalikan rumah agar seperti sediakala. Karena jika menunggu bantuan dari Pemerintah akan membutuhkan waktu lama karena memang mekanismenya membutuhkan proses panjang.
Untuk memotong hal itu dibutuhkan kebijakan yang bersifat crash program yang cepat waktu dan cepat guna tanpa bertentangan undang – undang. Cara itu adalah dengan mengaplikasikan progam ABANG RUDI yang berarti Ayo Bangun Rumah Sendiri. Program ABANG RUDI ini adalah programnya saat dirinya kampanye dulu dan akan mulai dilaksanakan perdana sekarang untuk membantu korban kebakaraan ini.
“ABANG RUDI ini akan menggali swadaya masyarakat sebagai tombak utama serta bantuan dari para donatur lainya baik bentuk CSR perusahaan atau para dermawan yang dikumpulkan khusus untuk membantu bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal layak huni” tandasnya.
Hal ini tentunya akan meringan semua pihak. Masyarakat yang akan membantu misalnya hanya satu batu bata silahkan, bantuan tenaga silahkan atau material lainnya. Dan yang pasti saat ini sudah banyak sponsor yang menyatakan siap akan membantu program ini sehingga akan meringankan semua pihak dan mewujudkan masyarakat memiliki rumah yang layak huni sebanyak mungkin akan segera terwujud.
Program ini disamping untuk menguri–uri kembali budaya gotong-royong masyrakat kita, juga untuk membantu program Pemerintah dalam pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH) yang hanya mengcover disetiap desanya maksimal 15 rumah saja. “ Dengan program ABANG RUDI ini dapat mengambil tindakan cepat dan nyata dalam mencari solusi ketika ada masalah perumahan dan juga memancing jiwa sosial kemasyarakatan untuk turut membangun Kabupaten Pekalongan bersama sama”terangnya.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Minggu, 10 Juli 2016
KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH. M.Si hari ini (1/7) melaksanakan apel perdananya setelah kemarin (30/6) secara resmi telah melakukan Serah Terima Jabatan sebagai Bupati Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Di depan para PNS Sekretariat Daerah (Setda), Bupati memberikan beberapa arahannya, diantaranya terkait implementasi Undang-Undang ASN (Aparatur Sipil Negara) yang diakuinya telah dicermatinya dengan baik.
Diungkapkan Asip bahwa kandungan utama dari UU ASN adalah tuntutan agar para ASN bekerja secara profesional dan disiplin. Dimana menurut Asip disiplin dalam hal ini adalah nilai – nilai yang tidak boleh dilupakan baik pada saat para aparatur bekerja, maupun saat mereka menjadi anggota masyarakat, yang filosofinya adalah ketaatan ASN terhadap aturan yang telah disepakati dan mengikat mereka, serta taat untuk mewujudkan visi dan misi yang diusung oleh Kepala Daerah. “ Karena ada survey yang menyatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat Kabupaten Pekalongan terhadap pelayanan publik angkanya masih belum memuaskan, hal ini tentunya menjadi tantangan, dorongan, motivasi, dan cambuk untuk kita agar bekerja lebih giat lagi,” imbaunya.
Hal lain yang tak kalah penting disampaikan oleh Asip adalah terkait Reward and Punishment, Asip menyatakan dirinya akan mengkaji dan merumuskan hal tersebut secepatnya sehingga akan segera bisa diketahui tingkat kompetensi dan kedisiplinan aparaturnya. “ Siapa yang layak dapat penghargaan dan siapa yang layak untuk tidak kita hargai bersama-sama, ” tegasnya. “ Ini bukan hukuman, tapi mari kita sama – sama benahi kawan-kawan kita yang saat ini tingkat kedisiplinannya belum stabil. Ayo kita dorong dan motivasi kawan-kawan kita yang belum paham terhadap kompetensi kerjanya, serta pikirannya kemana-mana saat bekerja, hal ini penting karena keberhasilan kerja 85% nya tergantung pada konsentrasi kita pada saat kerja,” terangnya. Pada kesempatan tersebut Asip juga mengungkapkan bahwa 11 ribu PNS Kabupaten Pekalongan merupakan anugerah baginya, apalagi jika mereka dalam kondisi ideal yaitu memiliki kompetensi, keahlian, dedikasi dan kedisiplinan yang baik. Namun jika kondisinya belum ideal, maka merupakan tugas bersama untuk mengidealkan hal tersebut. “ Saya sudah membaca dengan baik UU ASN, dimana spirit dan kandungan maksudnya adalah bagaimana agar kita dapat bekerja secara profesional,” tegasnya menutup arahannya. (dian/dion)
KAJEN – Angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan yang masih berada dibawah garis merah menjadi perhatian Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa bakti 2016-2021 (H. Asip Kholbihi, SH, MSi dan Ir. Arini Harimurti). Hal tersebut disampaikan Bupati dalam sambutannya pada acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2016-2021 serta Serah Terima Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan masa bakti 2016-2021 Kamis sore kemarin (30/6) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen.
Sesuai amanat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang disampaikan saat Pelantikan Bupati dan Wakilnya pada 27 Juni 2016 lalu untuk melakukan upaya-upaya strategis dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan. Asip Kholbihi mengatakan, mengentaskan kemiskinan bukanlah hal mudah karena mengentaskan kemiskinan 1% saja harus ada upaya yang benar-benar strategis. “Namun begitu, saya yakin hal tersebut akan menjadi mudah apabila kita satu gelombang, satu visi dan satu misi, serta kerjasama yang baik antar semua pihak,” tegasnya.
Persoalan besar berikutnya yang menjadi prioritas pasangan Asip-Arini adalah mencari jalan keluar untuk menangani dampak rob yang melanda 3 kecamatan utara di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu, dirinya telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan diantaranya dengan menjalin kerjasama dengan Belanda yang MOUnya akan ditandatangani pada September mendatang. “Tadi pagi saya telah melakukan kunjungan ke Kecamatan Wonokerto sebagai daerah terdampak rob paling besar di Kabupaten Pekalongan untuk memastikan publik service di daerah tersebut berjalan lancar dan normal akibat rob yang telah melanda daerah ini sejak beberapa bulan yang lalu,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut tak lupa Asip menyampaikan rasa terimakasihnya pada Bapak Antono dan Ibu Fadia yang selama 5 tahun telah menunjukkan hasil-hasil yang baik yang telah diapresiasi oleh masyarakat. Tak ketinggalan pada para Tokoh yang selama ini menjadi panutan masyarakat dan telah ikut memajukan Kabupaten Pekalongan ini. “Karya saudara masih sangat kami butuhkan. Karena membangun Pekalongan tidak bisa dilakukan sendiri, tanpa bantuan saudara dan masyarakat pembangunan tidak akan tercapai. Mohon doa restu mudah-mudahan diberi kekuatan lahir dan bathin sehingga bisa menjalankan mandat hingga masa jabatan kami berakhir,” jelasnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH, MSi yang baru dilantik 27 Juni 2016 lalu, hari ini (Selasa, 30/6) melakukan monitoring di kecamatan Wonokerto sebagai kecamatan terdampak rob paling besar di Kabupaten Pekalongan. Kunjungannya ini, untuk memastikan publik service atau pelayanan publik di daerah tersebut berjalan lancar dan normal akibat rob yang telah melanda daerah ini sejak beberapa bulan yang lalu. “Rob menjadi prioritas kami, hal ini sesuai dengan visi dan misi kami yaitu kearifan lokal, disamping mandat bapak Gubernur Jawa Tengah agar kami segera mencari jalan keluar untuk menanggulangi bencana ini,” ujarnya.
Menurut Bupati, ada dua pendekatan yang akan dilakukan untuk menangani masalah ini, yaitu dengan Rekayasa Sosial, dimana Pemkab akan melakukan re-design bangunan disekitar rob agar tetap hebit (efektif dengan masalah rob). Pendekatan kedua adalah dengan Pemanfaatan Teknologi. Dalam hal ini Pemkab. Pekalongan akan melakukan kerjasama dengan Belanda sebagai negara yang telah berpengalaman dalam masalah ini. “Saya ingin mengembangkan bagaimana masyarakat Wonokerto dan daerah pesisir lainnya punya kearifan, punya semangat, dan punya sesuatu yang bisa dikembangkan akibat dampak rob ini. Jadi tidak hanya pasrah dengan keadaan ini karena ikhtiar itu wajib,” ujarnya.
Dari Wonokerto, selanjutnya Bupati meneruskan kunjungannya ke jembatan spait terkait dengan dibukanya kembali jembatan Spait setelah beberapa waktu lalu tidak dapat dilalui karena sedang dalam perbaikan. Dalam sidaknya, Asif menegaskan bahwa mulai malam nanti (30/6) jembatan yang merupakan jalur pantura ini bisa kembali dilalui. “Kekhawatiran masyarakat akan terjadinya kemacetan panjang disepanjang jalan pantura insya Allah tidak akan terjadi,” tegasnya.
Meskipun menurutnya tidak akan terjadi kemacetan yang krusial di Kabupaten Pekalongan ini karena dua jembatan baik jembatan darurat maupun jembatan permanen bisa digunakan, namun Bupati tetap mengharapkan agar para pengguna jalan tetap berhati-hati karena jembatan ini belum selesai 100% atau hanya tinggal finishing saja. “Kepada para pemudik, saya pastikan bisa mengendarai dengan aman dan nyaman khususnya disepanjang 10 km di jalur pantura kabupaten Pekalongan ini. Telah kami sediakan beberapa rest area, semoga selamat sampai tujuan,” ujarnya. (Asih & An-an)
Bupati Pekalongan Drs Antono. Msi menyerukan kepada semua pihak untuk menyatukan gelombang satu komando dibawah kepemimpinan bapak Asip Qolbihi dan Arini Harimurti kelak. Karena setelah pelantikan tanggal 27 Juni 2016 tapuk kepimimpinan Bupati Pekalongan diamanatkan kepada bapak Asip Qolbihi sebagai Bupati dan ibu Arini Harimurti sebagai Wakil Bupati Pekalongan untuk masa bakti 2016 – 2021.
Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan Drs. Amat Antono. MSi saat acara Peringatan Nuzurul Quran 1437 H Tingkat Kabupaten Pekalongan di masjid Al Muhtaram Kajen. Baru baru ini(21 /6). Napak yang hadir Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun, Perwakilan FKPD , Sekretaris Daerah Mukaromah Syakoer, MM dan Kepala SKPD serta masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Karena menyatukan langkah dan satu gelombang dalam pekerjaan akan menghasilkan sesuatu yang baik. “ Apapun itu jika suatu pekerjaan dilaksanakan dengan satu gelombang akan menghasilkan sesuatu yang baik” terangnya.
Oleh karena itu kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk menyatukan langkah dibawah kepimpinan Pak Asip dan Ibu Arini agar kedepan pembangunan Kabupaten Pekalongan berjalan dengan baik.
Selanjutnya Bupati menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak atas keterbatasan dalam kepemimpinannya selama ini dan mohon doa restu agar dapat mengakhiri masa tugasnya dengan baik. “ Kami juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak atas sumbangsihnya kepada pemerintah sehingga mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik” tandasnya.
Gagas kebersamaan untuk cegah individualisme
Pada kesempatan ini Bupati menyampaikan tentang gagasannya tentang Green Office atau perkantoran hijau dengan meminimalkan penggunaan kendaraan bermotor di komplek Perkantoran dan penanaman pepohonan agar asri. “ Pada sudut pintu masuk utama akan dibangun tempat parkir terpusat yang setiap kendaraan pengujung dan karyawan parkir disitu sehingga koordinasi antar PNS atau pengunjung dilakukan dengan jalan kaki atau bersepeda yang telah disediakan. Hal ini tentunya akan dapat menyehatkan fisik” terangnya. “ Gagasan ini kami titipkan kepada pimpinan selanjutnya dan jika hal ini terwujud maka akan menjadi pioner yang pertama di Indonesia sebagai komplek perkantoran yang hijau” imbuhnya. Gagasan lain adalah membangun kantin terpadu dengan menutup kantin yang menempel di kantor. Sehingga ketika waktu istirahat makan tiba akan bersama - sama di kantin terpadu. Hal ini dimaksudkan untuk membangun suasana komunikasi antar PNS atau pengujung dengan baik. “Gagasan lain juga terkait penutupan mushola yang dikantor dengan memaksimalkan masjid jami’ Al Muhtarom yang berada di komplek perkantoran sehingga ketika waktu sholat tiba akan bersama-sama berjamaah di Masjid Al Muhtaram. Ini dapat membangun rasa kebersamaan dan komunikasi yang baik” imbuhnya.(h-)
Rabu, 15 Juni 2016
Banjir rob yang melanda diwilayah pantai utara diperkirakan akan mencapai puncaknya pada hari hari Rabu 31 Mei 2016. Hal tersebut sesuai hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Kementrian Kelautan Republik Indonesia. Oleh karena itu untuk menghadapi hal tersebut berbagai pihak yang terkait telah melakukan antisipasi sejak awal.
“Untuk mengantisipasi hal ini Pemkab melalui BPBD telah melakukan koordinasi dan singkronisasi tugas dengan Tim Satuan Komando Tanggap Darurat Penanganan Bencana banjir rob yang dipimpin oleh Dandim sebagai insiden komanditer” ungkap Bambang Sujatmiko kepala BPBD di sela-sela rapat koordinasi antisipasi dampak rob.
Acara dilaksanakan di Pendopo Kecamatan wiradesa hari senin(30/5). Dihadiri oleh Kodim pabung kodim Mayor Kav Hariyono, Wakapolres Kompol Widiyantoro, Asisten administrasi Pemerintahan Drs. Ali Riza MSi, Muspika , PMI, RAPI , Tagana , Orari, Ubaloka, Dinas sosial, Dinas SDA , Dinhub, Humas Setda, camat dan kepala Desa terkena dampak rob.
Menurut Bambang wilayah yang terkena dampak banjir rob ada 4 Kecamatan yaitu Tirto, Wonoketo, Siwalan, dan Wiradesa. Yang terdiri yang terdiri atas 13 desa meliputi wilayah Kecamatan Tirto meliputi Desa Jeruksari, Mulyorejo, TegalDowo, Karang jompo. Untuk wilayah Wonokerto meliputi Desa Wonokerto Kulon, Wonokerto Wetan, Tratebang, Pecakaran, Sijambe, Pesanggrahan dan Api –api. Untuk Kecamatan Wiradesa di desa Bener dan Kecamatan Siwalan di desa Depok. Dan saat berita ini diturunkan sudah ada 245 jiwa sedang mengungsi.
Kita pun sudah menyiapkan tempat untuk mengungsi di IBC Wiradesa, kantor Kecamatan, masjid Dupantex Tirto, SMK Wiradesa, Koperasi Bremi dan di balai desa masing masing. “ Tempat ini sewaktu waktu dapat digunakan untuk mengungsi setelah kita evakuasi.
KAJEN – Berawal dari keprihatinan para pejabat wilayah Kedungwuni baik camat maupun Kepala Puskesmas terkait kondisi balita di wilayah Kecamatan Kedungwuni yang mengalami kondisi pertumbuhan dan perkembangan yang kurang optimal atau sedikit mengalami gangguan sehingga mereka tidak dapat tumbuh dan berkembang secara wajar seperti balita lain maka digagaslah sebuah gerakan yang kemudian dinamakan “Geber Sebata Merah” atau Gerakan Bersama Selamatkan Balita Dibawah Garis Merah”.
Gerakan tersebut hari ini secara langsung dilaunching oleh Bupati Pekalongan Drs. Amat Antono, M.Si di Aula Kecamatan Kedungwuni. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Ibu Arini Antono yang merupakan istri Bupati sekaligus calon Wabup Pekalongan periode mendatang serta Ibu Munafah Asip Kholbihi yang juga istri dari Calon Bupati Pekalongan periode mendatang Asip Kholbihi, Kepala Dinas Kesehatan Kab.Pekalongan, Kepala BPMPKB Kab. Pekalongan, Muspika Kedungwuni, Lurah dan Kepala Desa se- Kecamatan Kedungwuni serta masyarakat umum yang secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi pada program ini.
Dalam laporannya, Camat Kedungwuni, Bambang Dwi Yuswanto, SIP mengungkapkan bahwa Gerakan yang baru pertama kali di Kabupaten Pekalongan dan juga di Jawa Tengah ini, merupakan sebuah gerakan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat baik pemerintah, sektor swasta maupun masyarakat umum. “ Dari tiga komponen tersebut maka diharapkan akan memunculkan hasil yang optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi dan terimaksih kepada semua pihak yang telah berkontribusi pada program ini, karena gerakan ini dinilainya sangat bagus dan strategis. Menurutnya gerakan ini dapat memberikan hal atau alternatif lain yang strategis bagi masyarakat Kedungwuni yang agamis untuk menyalurkan amalnya, yaitu dengan mempersiapkan generasi atau SDM yang sehat dan beriman, yaitu dengan menyisihkan sebagian rezekinya bagi pengurangan jumlah Balita dibawah garis merah.
KAJEN - Para peserta Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar dan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Umum Kabupaten Pekalongan diharapkan untuk tidak merasa puas kalau nanti mendapatkan predikat juara, akan tetapi diminta untuk selalu meningkatkan kemampuannya. Salah satu kuncinya adalah hendaknya antar peserta dengan pembimbing dan pelatih maupun pendamping harus menjadi “segitiga siku” yang kompak, saling mengisi dan saling memperkuat menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga prestasi bisa diraih. Hal tersebut dikatakan Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, MSi saat membuka acara MTQ Pelajar ke 31 dan STQ Umum ke 24 Tingkat Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 di Gedung Islamic Centre Kedungwuni (25/5/2016).
Lebih lanjut Bupati mengharapkan semua pihak yang terlibat untuk tidak terjebak pada MTQ maupun STQ saja, tetapi lebih dari itu, untuk bisa diwujudkan, dilaksanakan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat Islami betul-betul nyata yang penuh dengan toleransi, saling menghormati, tetapi kuat di dalam syariat. “Ini betul-betul saya harapkan, jangan sekedar seremonial saja, tetapi dalam perilaku kita dinafasi oleh Al Qur’an. Ini kesempatan kita untuk menunjukkan pada saudara-saudara kita non Islam bahwa kita bisa menjadi panutan dalam sebuah kehidupan,” ujarnya.
Sebagai kota SANTRI (Sehat, Aman, Nyaman, Tertib, Rapi dan Indah), Antono juga menaruh harapan besar agar hendaknya semboyan ‘Santri’ inipun dapat diwujudkan dalam prestasi yang nyata bahwa Kabupaten Pekalongan bisa benar-benar menjadi Santri dengan mendapatkan juara umum dalam MTQ di Tingkat Propinsi nanti. “Mari kita renungkan. Ini kesempatan untuk membawa nama baik Pekalongan. Ini adalah sebuah tantangan dan kesempatan untuk menunjukkan pada daerah lain, bahwa betul Pekalongan itu “Kota Santri” yang notabene ahli dalam tilawah maupun yang lain dan bisa menjadi kiblat bagi santri-santri yang lain,” ujarnya.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 1 Juli 2016
Sementara itu mantan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan periode 2011-2016 Drs.H.A.Antono,Msi–Fadia Arofiq, SE, MM dalam sambutannya sesaat setelah menandatangani Berita Acara Serah Terima jabatan menyampaikan rasa terimakasihnya pada seluruh masyarakat dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan atas kerjasamanya selama ini dalam membangun Kabupaten Pekalongan ini. “Mohon maaf sekiranya dalam hubungan kerja ada hal-hal yang kurang berkenan, semua itu karena keterbatasan kami,” tambahnya.
Lebih lanjut Antono menyampaikan harapannya terkait dengan berakhirnya masa jabatannya sebagai Bupati dan Fadia sebagai wakil Bupati agar Pekalongan menjadi semakin baik. Dan harapan ini menurutnya akan tercapai apabila didukung oleh seluruh komponen masyarakat di Kota Santri ini,” harapnya. (Asih & Tim Pubdok).
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 1 Juli 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 30 Juni 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 22 Juni 2016
Sementara itu PABUNG Kodim Mayor Kav Hariyono yang mewakili Accident Komander Dandim 710 Pekalongan menjelaskan bahwa pertemuan kali ini adalah dalam rangka menyigkronkan tugas masing masing sehingga dapat mengantisipasi dampak bajir rob dengan cepat.” Pada rakor ini disepakati sebagai pos utama adalah pendopo kecamatan Wiradesa dengan petugas standy selama 14 hari kedepan dari Kodim, Polres, Satpol PP, Dinhub, Dinkes, BPBD dan para relawan bencana”tandasnya.
Hal ini untuk memberikan rasa aman untuk masyarakat dan untuk reaksi cepat jika sewaktu waktu dibutuhkan kehadiran para petugas untuk menolong masyarakat. “ di Posko ini kami sediakan 4 mobil yang siap akan mengevakuasi warga jika membutuhkan” terangnya.
Sementara itu untuk antisipasi saat ini untuk dinas sosial sudah menyiapkan 35 personil tagamna, sarden, minyak goreng, telur , dan beras 100 ton. Untuk Dinas sosial telah menyiapkan puskesmas dan sudah membentuk posko di wilayah tirto dan telah disiapkan personil untuk pelayanan kesehatan bergerak. (red)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 30 Mei 2016
Ditambahkan Antono, bahwasannya percuma jika kita hanya membangun bangunan dan sistem yang bagus kalau masyarakatnya berpenyakit dan tidak punya kemampuan untuk bersaing. Lebih lanjut Antono mengajak masyarakat untuk mau berkontribusi pada gerakan ini karena saat ini kemampuan pemerintah untuk mengurangi angka Balita bawah garis merah baru 4 anak per tahunnya, padahal masih ada 68 Balita lagi yang harus dibantu. “ Ini adalah pemikiran cerdas, dan saya sangat senang karena gerakan ini merupakan sebuah gagasan, pemikiran jernih dan inovasi riil yang saya harapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain atau program lain,” tegasnya.
Sedangkan kepada wilayah kecamatan yang lain, Bupati berpesan agar mengkaji dengan baik program ini, karena menurutnya meski program ini baik, namun belum tentu cocok jika diterapkan di wilayah yang lainnya. Antono juga berpesan agar kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik. “ Tolong amanat yang diberikan oleh masyarakat disalurkan dengan baik, karena jika hal ini dapat berjalan dengan baik maka kepercayaan masyarakat akan bertambah!” imbaunya. (dian’s/di2k/dion)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 26 Mei 2016
Terkait dengan perubahan jaman yang begitu cepat, tak lupa Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk ikut menyikapinya dengan bijak dan jeli. “Karena era digital seperti sekarang ini tidak bisa kita bendung dengan sebuah aturan-aturan formal seperti regulasi ataupun tindakan formal. Tetapi harus kita berikan perlindungan melalui moral,” tegasnya.
Sementara itu Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Kab. Pekalongan Hari Suminto, SH, MH mengungkapkan bahwa MTQ ini dilaksanakan selama 2 hari pada hari Rabu dan Kamis tanggal 25-26 Mei 2016 di Kompleks Islamic Centre Kedungwuni-Pekalongan. “Kegiatan ini diikuti perwakilan dari pelajar SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA Putra/Putri dari Kafilah 19 Kecamatan untuk MTQ Pelajar. Sementara untuk umum diikuti oleh Anak, Remaja, dan Dewasa Putra/Putri perwakilan Kafilah dari 19 Kecamatan pula,” jelas Hari.
Sedang untuk cabang yang dilombakan adalah Tilawatil dan Tartil putra putri serta tahfidz 1 juz hingga 30 juz putra dan putri. “MTQ ini akan memperebutkan juara 1, 2 dan 3 di tiap-tiap cabang. Dan selanjutnya untuk juara 1 dari masing-masing cabang nantinya akan dipersiapkan sebagai kafilah MTQ Pelajar untuk maju ke tingkat Propinsi pada tanggal 10 hingga 13 Oktober 2016 di Kabupaten Magelang, dan STQ Umum di Asrama Haji Donohudan Boyolali pada 21-24 Nopember 2016 nanti,” jelasnya. (451H&Her).
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 25 Mei 2016