KAJEN – Kajen Expo 2016 dimeriahkan pentas lumba-lumba. Bahkan pentas lumba-lumba sudah buka sebelum pameran dibuka. Suasana Kajen Expo tahun ini diharapkan bisa lebih semarak dengan pemasangan lampion-lampion di beberapa sudut Alun-alun Kajen.
Untuk menyaksikan pentas lumba-lumba dan satwa lainnya, pengunjung dikenakan tarif masuk Rp. 40.000 per orang. Namun, jika dikoordinir oleh sekolah, tiket masuk area pentas lumba-lumba lebih murah, hanya Rp. 40.000 untuk 2 orang, untuk siswa dan salah satu orang tuanya.
Koordinator J-Bral Jos Organizer sebagai rekanan Kajen Expo 2016, Tri Mirzayanto, menjelaskan, selain pentas lumba-lumba, Kajen Expo 2016 juga akan diramaikan dengan berbagai arena permainan anak. “Pentas lumba-lumba bahkan akan dibuka hingga sebulan,” ujar Tri, usai rapat koordinasi Kajen Expo 2016 di BMPPT belum lama ini.
Stan Kajen Expo 2016 terdiri dari 80 stan SKPD di lingkungan Pemkab Pekalongan dan Kementrian, BUMN, dan BUMD yang dibangun di Jalan Mandurorejo depan boulevard Pendopo Bupati. Stan berukuran 3x3 dan dilengkapi dengan pendingin udara (AC). Selain stan tersebut, pihaknya juga menyediakan 48 stan di Alun-alun serta ratusan kaveling untuk pasar rakyat lokal. Panitia juga menyediakan area bagi para PKL yang biasanya membuka lapak di depan Alun-alun untuk berdagang di dalam Alun-alun.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kajen Expo kali ini juga akan diramaikan aneka hiburan, mulai band, dangdut, hingga musik rebana yang akan tampil di panggung hiburan di stan maupun di panggung hiburan di dalam Alun-alun. Beberapa stan juga mengadakan perlombaan maupun kuis dengan berbagai hadiah menarik.
Pembukaan Kajen Expo dijadwalkan pada Kamis, tanggal 24 Agustus 2016, pukul 15.00. Pembukaan pameran oleh bupati. Acara pembukaan akan dimeriahkan penampilan seni tari yang melibatkan 60 orang penari. Kajen Expo dijadwalkan hingga Minggu (28/8).
Kabid Perdagangan pada Dinperindag Kabupaten Pekalongan, Agus Dwi Nugroho selaku Ketua Pelaksana Kajen Expo 2016, optimistis Kajen Expo tahun ini sukses seperti tahun-tahun sebelumnya. Melalui Kajen Expo, diharapkan potensi wilayah Kabupaten Pekalongan dari berbagai sektor bisa ditampilkan dan terekspos. Pada Kajen Expo kali ini, akan dilakukan penilaian untuk memilih stan terbaik.
“Penyelenggaraan Kajen Expo tahun ini kami upayakan lebih baik, sehingga harus optimistis bisa menyedot pengunjung lebih banyak dan bisa mempromosikan wilayah Kabupaten Pekalongan,” ungkap Agus Dwi Nugroho. Omzet Kajen Expo tahun ini diharapkan juga meningkat dibandingkan pada Kajen Expo tahun 2015 lalu yang mencapai Rp. 5 Miliar.*)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 22 Agustus 2016
KAJEN – Memperingati Hari Keluarga Nasional ke XXIII dan Hari Anak Nasional, Kabupaten Pekalongan menggelar Jalan Sehat Keluarga yang dimeriahkan pula dengan Festival Jajanan Rakyat tahun 2016 pada Senin, (22/8).
Dalam sambutan pemberangkatannya, Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. Msi mengatakan bahwa momentum Hari Keluarga dan Anak Nasional ini diperingati agar dapat menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat. “Yang paling penting adalah bagaimana kita membina kerukunan dan membina soliditas khusunya untuk pemerintah dan warga masyarakat dengan tujuan utamanya adalah untuk menyehatkan jiwa dan raga kita melalui kegiatan jalan sehat pagi ini,” ungkap Asip. Selanjutnya dilakukan pengibasan bendera start sebagai tanda dimulainya jalan sehat dengan rute dari Jl Krakatau depan halaman BPMBPKB melewati SPBU Gejlek – Tugu Nol KM – melewati Masjid Al-Mutarom dan kembali lagi ke start awal.
Memeriahkan kegiatan tersebut hadir pula Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Negeri, unsur FKPD, Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Setda beserta jajarannya, dan Muspida se Kab Pekalongan. Ketua umum panitia dalam laporan panitia penyelenggara menyampaikan maksud dan tujuan acara tersebut yaitu untuk meningkatkan komitmen nasional baik ditingkat kabupaten maupun provinsi, mendukung pelaksanaan pembangunan khususnya di bidang kependidikan untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan berkualitas; menumbuhkan kepedulian anak kepada keluarga, masyarakat, dan negara serta memberikan informasi yang seluas-luasnya; serta sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang maha Esa, mendorong dan menumbuhkan rasa cinta terhadap olahan makanan dan jajanan masyarakat sebagai hasil produk lokal khas desa di Kab Pekalongan. Hari keluarga nasional merupakan momentum upaya membangun karakter bangsa mewujudkan Indonesia sejahtera.
KAJEN – Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH, M.Si Senin pagi tadi (22/8) membuka Pameran Buku dan Arsip serta Jambore Perpustakaan Kabupaten Pekalongan Tahun 2016. Hadir dalam acara yang di gelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen tersebut Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya, Ketua TP PKK Kab. Pekalongan serta Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip se Propinsi Jawa Tengah, Penggiat perpustakaan serta peserta Jambore Pengelola Perpustakaan Kabupaten Pekalongan.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KanperpusArsipda), Tutik Iriyanti, SH. M.Si dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan yang akan digelar dari tanggal 22 sampai dengan 26 Agustus 2016 tersebut mengangkat tema “Budayakan Membaca Menuju Kajen Kabupaten Literasi”. Dijelaskan Tutik, maksud dan tujuan pameran buku dan arsip ini sebagai salah satu bentuk partisipasi aktif Kaperpus dan Arsipda Kab. Pekalongan dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat Kab. Pekalongan dan sekitarnya.
Disamping itu juga untuk membuka cakrawala berpikir masyarakat Kab. Pekalongan agar menjadi masyarakat yang cinta dan peduli pada buku, serta untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan informasi. “Tujuan lainnya adalah untuk menumbuhkan, merangsang, mengembangkan dan memelihara minat baca masyarakat, serta melestarikan karya ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Tutik.
Ditambahkan Tutik, dalam kegiatan tersebut dimeriahkan pula dengan berbagai lomba dari mulai anak-anak PAUD, SD, SMP, SMA juga masyarakat umum. Termasuk juga diadakan Workshop penulisan dan mendongeng, serta Bedah Buku. “Kami juga mengadakan Jambore Pengelola Perpustakaan yang akan dilaksanakan selama 2 hari (22-23 Agustus 2016) di halaman Kantor Perpusda. Jambore ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari Perwakilan Pengelola Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Rumah Ibadah, Perguruan Tinggi, SMP/SMA/SMK, dan Ikatan Pustakawan Sekolah Dasar serta dari Perpustakaan Desa,” tambah Tutik.
KAJEN – Tak kurang dari 130 Grup drumband dan kesenian tradisional berkumpul bersama di Alun – alun kajen dalam gelaran “Kajen Gemuruh III Tahun 2016” yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-71 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-394. Secara bersamaan 130 grup yang diberangkatkan dari empat titik, yaitu Lapangan belakang Setda (TK/RA), Depan SD Tanjung Sari (SD/MI), Depan kantor BPBD (SMP/ MTs), dan Halaman Kantor Kanperpus dan Arsipda (Calung dan Simtuduror) tersebut memainkan 3 lagu secara maraton yaitu Maju tak gentar, Padang Bulan, dan Suwe ora jamu di depan Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si beserta Ibu Munafah Asip, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti serta para tamu undangan.
Drs. Ali Riza, M.Si dalam laporannya mengungkapkan bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya “Kajen Gemuruh” adalah sebagai ruang ekspresi dan menunjukkan eksistensi bagi grup-grup drumband dan kesenian yang ada di Kabupaten Pekalongan sekaligus menyampaikan pesan dan semangat patriotisme pada HUT RI ke-71 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke- 364.
Hujan gerimis yang sore itu turun terlihat tak mengurangi antusiasme puluhan ribu peserta dan penonton berbaur bersama di alun – alun Kajen, yang sontak menjadi bergemuruh oleh dentuman musik drumband dan tradisional. Sementara itu Bupati Pekalongan, dalam sambutannya menyampaikan mengungkapkan rasa terimaksihnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mensukseskan “Kajen Gemuruh”.
Bupati mengajak seluruh peserta untuk berfestival “Kajen Gemuruh” dengan ceria, berdrumband dengan bangga serta menunjukkan kekompakan dan keserasian dalam nada dan irama serta gerak, karena menurutnya hal tersebut merupakan wujud penghargaan terhadap kerjasama. “Selamat berfestival, ayo kita meriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke- 394. Semoga negara ini tetap jaya dan Kabupaten Pekalongan semakin maju,” tegas Asip menutup sambutan yang kemudian langsung diteruskan dengan parade lagu oleh seluruh peserta. (dian’s/tim pubdok)
KAJEN – Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke–71 di Kabupaten Pekalongan disempurnakan dengan Resepsi HUT Kemerdekaan RI yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen pada tanggal 17 Agustus 2016 malam. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Bupati Pekalongan, Drs. H. Asip Kholbihi, SH. M.Si beserta Ibu Hj. Munafah Asip, Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Kabkalongan beserta suami, jajaran Muspida, Sekda serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Panitia HUT RI ke-71, Drs. Ali Riza, M.Si dalam laporannya menjelaskan bahwa dalam rangka memeriahkan HUT RI tahun ini telah diselenggarakan berbagai lomba dan ceremoni, diantaranya Festival permainan tradisional yang dilaksanakan di Petungkriyono, sebagai dukungan untuk program “Petungkriyono Eco TechnoForestry Park”, serta Doa Bersama di TMP Bojong bersama masyarakat sekitar. “Kami ucapkan terimaksih kepada seluruh pihak atas motivasi dan dorongannya sehingga kegiatan-kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, atas nama masyarakat Kab. Pekalongan, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH mengucapkan terimakasih kepada Pemkab. Pekalongan atas apa yang telah dilakukan untuk masyarakat. Hindun berharap momentum yang sangat strategis hari ini bisa memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme di masyarakat untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik. Diterangkan Hindun bahwa DPRD akan terus mendorong Pemkab untuk mewujudkan kerja nyata seperti yang tertuang dalam tema HUT RI ke-71, karena masyarakat Kab. Pekalongan sangat menanti kinerja Pemda, mengingat masih banyak bidang pembangunan yang tertinggal, serta pertumbuhan ekonomi yang relatif masih lambat. Dirinya juga berharap moment hari itu dapat menjadi awal yang baik untuk memulai kerja bagi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang baru. “ Kami berharap mudah-mudahan apa yang masih menjadi keluhan dan harapan masyarakat di hari – hari mendatang bisa terwujud,”
KAJEN – Dasar pengajuan Raperda ini adalah ketentuan Bab VIII Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 juncto ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 61/2911/SJ Tahun 2016, tanggal 4 Agustus 2016, tentang Tindak Lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
Demikian Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengawali sambutannya pada rapat paripurna dalam rangka Penyampaian Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (15/8/2016).
Dijelaskan bahwa secara garis besar penataan organisasi perangkat daerah dilaksanakan berdasarkan atas urusan pemerintahan wajib terkait pelayanan dasar, urusan pemerintahan wajib tidak terkait pelayanan dasar, dan urusan pemerintahan pilihan.
“Berdasarkan pembagian perumpunan urusan maka dilakukan penilaian variabel guna menentukan tipelogi perangkat daerah yang disinergikan dengan kedekatan karakteristik dan keterkaitan antar penyelenggaraan urusan pemerintahan,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, penataan organisasi perangkat daerah juga dilaksanakan dengan pendekatan fungsi dan tepat ukuran serta diarahkan pada peningkatan pelayanan publik.
“Saya berharap Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah ini dapat segera ditetapkan untuk menjadi dasar penyusunan KUA/ PPAS 2017 dan berkesinambungan dengan Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2017,” tegas Bupati.
Dalam paripurna tersebut, Bupati Asip Kholbihi didampingi Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti menyerahkan Raperda kepada Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., didampingi salah satu wakil ketuanya yakni Nunung Sugiantoro, MT. Dan saksikan oleh perwakilan Muspida, anggota DPRD yang hadir, Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM beserta Kepala SKPD se Kabupaten Pekalongan dan tamu undangan lainnya yang memenuhi ruang rapat paripurna DPRD tersebut. (d12k)
KAJEN – Berita menggembirakan terlontar dari Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si saat orang nomor satu “Kota Santri” tersebut memberikan sambutannya pada upacara peringatan HUT Provinsi Jawa Tengah ke-66 di Lapangan belakang Setda pagi hari tadi (15/8). Di depan peserta upacara yang merupakan ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan tersebut Asip mengemukakan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Pekalongan berencana akan menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab. Pekalongan hingga 100%.
Untuk itu Bupati Pekalongan mengajak para ASN Kabupaten Pekalongan untuk tetap menjaga disiplin kerja, meningkatkan pelayanan yang mudah, cepat, murah dan ramah sehingga mampu menjadi Khodimul Umah yang baik dan bertanggungjawab.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH. MH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Pekalongan mengajak ASN untuk menjaga kebersamaan dan menyatukan derap langkah untuk bekerja dan berkarya nyata, utamanya melayani rakyat dengan pelayanan yang semakin baik. “ Maka, saya wanti-wanti betul untuk terus merawat spirit (roh) pelayanan yaitu cepat, mudah, murah serta harus ramah. Dan itu Jawa Tengah,” ujar Ganjar.
Ganjar juga mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada semua pihak karena makin dikenalnya branding JATENG GAYENG. Bukan saja di Jawa Tengah, tetapi juga di luar provinsi bahkan di luar negeri. Dijelaskan Ganjar bahwa selama hampir 3 tahun, dirinya bersama Wagub dan rakyat Jawa Tengah telah berhasil membangun kebersamaan, kegotong royongan dan bahu membahu menyelesaikan berbagai PR besar Jawa Tengah. “Apresiasi saya sampaikan kepada seluruh komponen masyarakat Jawa Tengah yang telah mengambil peran positif dan kontributif dalam pembangunan di Jawa Tengah,”.
Lebih lanjut Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah untuk terus berkontribusi guna menuntaskan PR-PR besar yang belum selesai, dan menjadi problem solver atau part of solution Jawa Tengah. Hal tersebut menurutnya harus dijawab dengan kerja keras, optimisme serta semangat juang pantang menyerah harus terus dikobarkan. “Saya yakin dengan dilandasi kearifan lokal Jawa Tengah kita mampu menuntaskannya. Jalan kita masih panjang, cita-cita masih harus terus kita bentangkan dan kerja keras harus direalisasikan dalam suatu karya nyata dengan semakin handarbeni Jawa Tengah untuk mewujudkan Jawa Tengah sejahtera dan berdikari,” tegasnya menutup sambutan. (dian’s/diyon)
Sebagai salah salah usaha untuk mensukseskan program Petungkriyono Cultural Technoforestry Park dan dalam rangka untuk mensukseskan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 serta Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-394, Pemkab Pekalongan menggelar festival olahraga tradisional yaitu Bakiak dan Egrang. Festival atau lomba olahraga tradisional tersebut diikuti oleh pelajar SMA dan SMP sederajat di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.M.Si. Kegiatan dilaksanakan sehari penuh yaitu pada Sabtu (13/8/2016) di lapangan SMA I Petungkriyono.
Namun bukan hanya para pelajar yang mengikuti olahraga tradisional tersebut, Ibu Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM, Ketua TP PKK Kabupaten Ibu Munafah Asip, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Pabung Kodim 0710/Pekalongan, serta para Kepala SKPD yang turut hadir pada acara tersebut tidak mau kalah dari para pelajar. Mereka ikut ambil bagian menjadi peserta festival olahraga tradisional yaitu bakiak.
Meski diguyur hujan, para pelajar dan pejabat Pemkab Pekalongan tetap semangat dan dengan riang gembira mengikuti festival olahraga tradisional tersebut.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi menyampaikan rasa terimakasihnya pada seluruh masyarakat desa Wringinagung Kecamatan Doro yang telah “nguri-uri” tradisi leluhur dengan mengadakan kegiatan Sedekah Bumi atau kerap disebut dengan “Legenonan” ini. Hal tersebut diungkapkan Bupati pada saat menghadiri acara Sedekah Bumi di Desa Wringinagung Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan pada Minggu malam kemarin (14/8).
Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa Sedekah Bumi menurut para orang tua adalah sedekahnya ahli bumi yang mengandung maksud agar sebagai umat di bumi ini kita bersedekah kepada sesama agar wasilah amal jariyah, wasilah sodakhoh, infaq. “Serta mengandung maksud agar menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dengan harapan desa Wringinagung bertambah subur makmur, rakyat sejahtera dan anak anak menjadi anak yang soleh solekhah berguna bagi agama, nusa dan bangsa,” ujarnya.
Asip juga menyampaikan bahwa dirinya sebagai Bupati bersama Wakil Bupati Ibu Arini mempunyai sebuah program yaitu Kartu Kajen Sehat untuk membantu masyarakat yang tidak mampu agar mendapatkan pelayanan kesehatan dari Pemerintah. “Kartu Kajen Sehat ini seperti Kartu BPJS yang dikeluarkan oleh Pemkab. Pekalongan dan akan dibayarkan oleh Pemerintah pula. Jadi bapak dan ibu tidak perlu membayar ketika membutuhkan perawatan di rumah sakit,” jelas Asip.
Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan keinginannya bagi para generasi muda yang ingin belajar “dalang” atau “sinden” akan disekolahkan oleh Pemerintah sebagai bentuk kepedulian Pemkab. Pekalongan kepada para generasi muda yang ingin mengembangkan bakatnya dengan melestarikan kebudayaan leluhur. “Saya berharap Pak Mangun memberi inspirasi pada anak muda yang ingin bersekolah dalang atau menjadi sinden. Insyaallah akan saya sekolahkan anak anak ini agar kelak menjadi dalang yang piawai seperti Pak Mangun,” ujarnya.
Kemudian dilanjut dengan Pengukuhan Bunda PAUD Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan, dimana Bupati Pekalongan mengukuhkan Dra. Hj Munafah Asip sebagai Ketua Bunda Paud Kab Pekalongan. “Semoga Bunda Paud dapat berperan dalam mengembangkan program Paud di Kab. Pekalongan dan menjadi figur orang tua yang bijaksana guna mewujudkan masa depan anak yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia,” ucap Asip dalam sambutannya. Selanjutnya dilakukan pemakaian slempang Bunda Paud Kabupaten oleh Bupati dan pengukuhan bunda Paud Kecamatan oleh Bunda paud kabupaten ditandai dengan pemakaian slempang secara simbolis diikuti oleh bunda paud lainnya dengan memakai slempang masing-masing.
Memperingati Hari Anak Nasional yang mengangkat tema “Akhiri Kekerasan terhadap Anak”, dalam kegiatan pagi itu dilakukan Ikrar Anak oleh Forum Anak Kab Pekalongan. Dilanjut dengan pembagian piala dan uang pembinaan kepada para juara lomba yang telah dilakukan pada bulan lalu.
Rangkaian terakhir dalam puncak peringatan Harganas dan Anak Nasional serta Festival Jajan, Bupati dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kab Pekalongan untuk bersama-sama menyadari arti penting keluarga yang merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental serta terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Penduduk merupakan modal dasar pembangunan, oleh karena itu sukses tidaknya pembangunan secara signifikan akan bisa diciptakan ketika mampu membina dan mampu menciptakan seberapa besar keluarga yang sejahtera di Kab Pekalongan dan seberapa besar pula porsentase keluarga yang kurang sejahtera yang harus didorong oleh intervensi pembangunan, intervensi anggraan pemerintah daerah untuk membangun seluruh warga di kab Pekalongan.
“Pemerintah menyadari bahwa keluarga adalah pilar utama, oleh karena itu pemerintah menetapkan berbagai kebijakan terkait pembangunan keluarga yang antara lain kita ejawantahkan dalam bentuk peringatan hari keluarga nasional ini. Diharapkan dengan Harganas ini, kita mampu meningkatkan kesadaran dan peran masyarakat kepada keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera serta lebih peduli kepada anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Marilah kita cintai dan menjaga keluarga kita sebagai upaya mewujudkan keluarga yang harmonis serta tempat untuk melahirkan anak-anak yang berkualitas, sehat, cerdas, soleh solihah, serta anak-anak yang pada akhirnya mampu mendoakan kita semua,” papar Asip.
Tidak hanya itu, Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung Bunda PAUD yang manfaat kegiatannya dapat dirasakan dalam konteks pemberdayaan anak-anak usia dini. “Bangsa ini memerlukan generasi unggul, untuk itu perlu dipersipakan anak lebih awal dalam rangka menciptkan generasi yang lebih baik,” tukasnya.
Terkait Festival Jajanan Rakyat, kegiatan ini merupakan suatu kegiatan dalam rangka mengenalkan keanekaragaman jajanan tradisional yang pada saat ini mulai terpinggirkan oleh jajanan-jajanan modern, instan serta diproduk secara massal. Oleh karena itu, jika jajanan ini dapat mewarnai kehidupan kita tentu akan menumbuhkan ekonomi disektor jajan pasar tradisional. Asip berharap festival ini mampu mengenalkan ke masyarakat tentang jajanan dan makanan tradisional daerahnya; menerbitkan rasa bangga, cinta masyarakat terhadap jajanan tradisional yang juga merupakan salah satu warisan budaya dari nenek moyang.
Jajanan tradisional merupakan penyangga atau pilar terhadap wisata yang akan dikembangkan, untuk itu Asip mengharapkan ketika akan menciptakan jajanan tradisonal supaya sibuat narasi atau cerita tentang jajanan itu dari awal membuatnya.
“Kemudian mengenai hari kemerdekaan RI yang mengangkat tema “kerja nyata”, ini mengisyaratkan kepada kita untuk meningkatkan kinerja nyatanya, dan kerjaan kita dedikasikan untuk kepentingan masyarakat,” Asip memaparkan.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 22 Agustus 2016
Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH, MSi mengawali sambutannya mengajak semua yang hadir untuk terus menerus menggiatkan budaya membaca di negera ini khususnya di Kabupaten Pekalongan mengingat budaya membaca di negara kita belum menggembirakan dibanding negara-negara maju. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang mencintai buku,” ujarnya.
Lebih lanjut Asip menyampaikan harapannya agar acara ini dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menambah koleksi khasanah pustaka yang dimilikinya. Sekaligus untuk mendorong masyarakat agar lebih mencintai buku dan meningkatkan apresiasi terhadap arsip, karena menurutnya salah satu indikator negara yang maju adalah harus memiliki banyak buku.
Pada kesempatan tersebut Asip juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan ini membutuhkan para penulis handal untuk mendiskripsikan kekayaan alam dan budaya kab. Pekalongan. “Kami menunggu tangan tangan terampil dari para penulis muda untuk mengangkat potensi lokal kabupaten Pekalongan. Kami akan adakan lomba menulis narasi tentang Batik dan hadiahnya umroh,” tegasnya.
Kepada event organiser, para penerbit, dan pelaku bisnis perbukuan tak lupa Asip berharap untuk tidak menjadikan event tersebut hanya sebagai promosi perbukuan tetapi sekaligus untuk mensosialisasikan dan memasyarakatkan gemar membaca. “Ini harus diedukasi karena masyarakat belum sadar membaca itu penting dan harus dilakukan,” pesannya.
Terkait Jambore Pengelola Perpustakaan, Asip berharap semoga jambore ini dapat menjadi media koordinasi dan komunikasi bagi prose penyebaran informasi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya titip bersama-sama ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat kabupaten pekalongan sehingga bisa ditularkan ke masyarakat luas,” harapnya.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan Pelantikan Pengurus Daerah FTBM sebagai mitra Kanperpusda untuk menggiatkan gemar membaca masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dan juga disampaikan penghargaan untuk 4 kategori pengunjung (peminjam) Koleksi Perpustakaan Umum Teraktif Kabupaten Pekalongan Tahun 2016. Masing-masing dari Kategori Umum adalah Triyono dari Wonorejo Kajen, Kategori Pelajar adalah Talita Rahma dari SDIT Insan Mulia Kajen, Kategori Mahasiswa Defrisnto AP, Pesona Griya Karanganyar, serta kategori PNS diserahkan kepada Ismail Nur Hidayat dari Kecamatan Karangdadap. (451h & An-an)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 22 Agustus 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 19 Agustus 2016
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Drs.H. Asip Kholbihi, SH. M.Si dalam sambutannya mengungkapkan berbagai makna atau arti penting dari perayaan kemerdekaan selain sebagai penghargaan terhadap jasa para pahlawan dan pendahulu kita dalam mencapai kemerdekaan, namun juga sebagai motivasi kita untuk meneruskan pembangunan. Dijelaskan Asip, bahwa dirinya bersama wakilnya, yaitu Arini memegang prinsip “Sustainable” dalam melaksanakan pembangunan, yaitu pembangunan yang berkelanjutan dan terukur dengan meneruskan apa yang dulu sudah dicapai, karena hanya dengan prinsip seperti itulah kualitas kesinambungan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa dijaga.
Ditambahkan Asip bahwa, dirinya tidak menggunakan paradigma perubahan, walaupun perubahan kadang - kadang bisa bermakna positif, tapi kalau kita tidak pandai mengelola maka perubahan akan berujung kepada hal – hal yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu yang dikembangkan oleh duet Asip-Arini adalah meneruskan program pembangunan yang sudah dirintis sambil terus menerus mencari program baru yang lebih baik. “Mempertahankan nilai – nilai lama yang baik, sambil terus menggali nilai-nilai baru yang lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, Asip juga menegaskan bahwa dirinya menekankan kepada seluruh aparaturnya untuk kerja keras, kerja cerdas, dan semangat menjadi pengabdi masyarakat yang baik, menjadi “Khodimul Ummah” dengan meningkatkan kinerja yang efektif, efisien, dan akuntabel atau dapat dipertanggungjawabkan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan berbagai program yang berkaitan dengan Tema nasional peringatan HUT RI yaitu Kerja Nyata, serta sub tema HUT RI di Kabupaten Pekalongan yaitu “Inisiatif Progresif Mewujudkan Mandat Rakyat” yang menurutnya merupakan kebulatan tekad Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk lebih giat bekerja, mengukir karya nyata, bukan sebatas wacana dan retorika. Berbagai program tersebut antara lain, Program 100 % alitrasi (teralirinya listrik) wilayah Kabupaten Pekalongan, dimana saat ini baru 87% wilayah yang teraliri listrik, akan dilaunchingnya “Kartu Kajen Sehat” pada 25 Agustus mendatang yang diharapkan mampu menjembatani atau mencover kebutuhan warga Kab. Pekalongan yang saat ini belum memiliki Kartu Indonesia Sehat, serta upaya Pemkab untuk memberikan dispensasi keringanan dan pembebasan pajak bagi masyarakat miskin di Kabupaten Pekalongan yang NJOP nya dibawah Rp. 20 juta atau setara Rp. 20 ribu kewajiban pajak/th.
Terakhir, tak lupa Bupati mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Pekalongan, termasuk kepada para Paskibra Tahun 2016 yang pada kesempatan tersebut juga diberikan tali asih oleh Pemkab. Pekalongan. (dian’s/H-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 18 Agustus 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 15 Agustus 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 15 Agustus 2016
Senin, 15 Agustus 2016
Tak lupa Asip juga memohon dukungan pada seluruh masyarakat semoga dapat menjalankan amanah memangku jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan sehingga Kab. Pekalongan menjadi kabupaten yang benar-benar loh jinawi, toto tentrem, kerto raharjo dan mendapat rahmat dari Allah Swt.
Sementara itu Kepala Desa Wringinagung Sanuji menyampaikan rasa terimakasihnya pada seluruh warganya yang telah menjaga persatuan dan kesatuan di desanya serta telah bersama-sama melaksanakan acara Legenonan tersebut. (451h & Hamhum)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Minggu, 14 Agustus 2016