Kajen - Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pekalongan tahun 2025 dalam kegiatan Jam Pimpinan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin sore (11/8).
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, antara lain Asisten I Sekda Kabupaten Pekalongan, Dr. Ali Reza, M.Si., Kepala Dinas PMD, Agus Dwi Nugroho, S.STP., M.A.P., dan Sekretaris Kesbangpol, Sri Lestari, S.IP., serta para pelatih dan pembina Paskibraka yang selama ini telah mendampingi proses pembentukan karakter dan disiplin peserta.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh pelatih serta peserta Paskibraka yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalani masa karantina dan pelatihan menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Terima kasih saya sampaikan setinggi-tingginya kepada para pelatih dan pembina yang telah membimbing adik-adik dengan sangat baik. Semoga semua usaha ini membuahkan hasil saat upacara 17 Agustus nanti, baik pengibaran maupun penurunan bendera berjalan lancar dan membanggakan,” ungkapnya.
Meskipun baru tiba dari kunjungan luar kota, Bupati Fadia menyempatkan diri bertemu langsung dengan para peserta sebagai bentuk dukungan moral dan perhatian kepada generasi muda Kabupaten Pekalongan.
“Saya sangat menghargai semangat kalian. Mengurus satu juta lebih warga Kabupaten Pekalongan bukan hal mudah, tapi hari ini kalian adalah prioritas saya,” tegasnya di hadapan seluruh peserta.
Beliau juga memberikan motivasi tentang pentingnya menjaga ketenangan, kepercayaan diri, dan kondisi fisik selama menjalani latihan. Menurutnya, keberhasilan dalam bertugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental.
“Kuncinya itu tenang. Hadapi semuanya dengan senyum, percaya diri, dan yakinkan bahwa kalian hebat. Selama ini Paskibraka Kabupaten Pekalongan selalu tampil baik dan membanggakan, dan saya yakin kalian bisa melanjutkan tradisi itu,” tambahnya.
Tak lupa, Bupati Fadia juga menanyakan langsung kondisi para peserta, mulai dari kelengkapan makan, pakaian, hingga tempat istirahat. Ia mengingatkan agar seluruh peserta menjaga pola makan dan tidur dengan baik.
“Kami sudah anggarkan dana agar kalian bisa latihan dan tinggal di sini dengan nyaman. Tolong makannya cukup, tidurnya dijaga, jangan begadang. Fisik kalian harus prima, karena tugas kalian sangat penting,” pesan Bupati.
Kegiatan Jam Pimpinan ditutup dengan sesi tanya jawab singkat antara peserta dan Bupati. Antusiasme peserta terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, mencerminkan semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap peran pemimpin daerah dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara pimpinan daerah dan generasi muda, serta menanamkan semangat nasionalisme, tanggung jawab, dan kebanggaan sebagai bagian dari Paskibraka Kabupaten Pekalongan 2025.
Senin, 11 Agustus 2025
Kesesi - Komunitas Pekalongan Selatan Trail Adventure (Pas-Triad) menggelar kegiatan sosial dan petualangan motor trail yang memukau di GOR Lapangan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Minggu (10/8/2025). Momen ini menjadi istimewa dengan penyerahan hibah senilai Rp150 juta untuk masjid di wilayah Kecamatan Kesesi serta santunan bagi anak yatim dan dhuafa.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini tengah melakukan uji coba penerapan sistem lima hari sekolah di sejumlah satuan pendidikan. Uji coba ini dilakukan untuk melihat efektivitas pelaksanaan dan dampaknya terhadap kegiatan belajar mengaji di TPQ, yang menjadi bagian dari identitas Pekalongan sebagai kota santri.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan segera melakukan uji coba penerapan kebijakan lima hari sekolah yang akan dimulai pada bulan Agustus 2025. Uji coba ini akan berlangsung selama enam bulan dan dievaluasi setiap tiga bulan untuk memastikan efektivitas serta dampaknya terhadap seluruh pihak terkait.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pas-Triad yang dinilai berhasil memadukan hobi otomotif dengan kepedulian sosial. Menurutnya, kegiatan ini memberi alternatif positif bagi para pecinta motor trail agar terhindar dari aksi balapan liar di jalan umum.
“Anak-anak muda yang punya hobi motor trail ini bisa berkumpul, menyalurkan minatnya, sekaligus memberi manfaat nyata untuk masyarakat. Hibah Rp150 juta dari Ketua Pas-Triad, Mas Ruben, untuk masjid dan bantuan bagi warga patut diapresiasi,” ujar Fadia.
Ketua Pas-Triad sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben R. Prabu Faza, mengungkapkan bahwa event kali ini diikuti sekitar 500 peserta, termasuk rider dari luar daerah seperti Surabaya, Cirebon, dan Jakarta.
Para peserta menjajal jalur sepanjang 35 kilometer yang menawarkan tantangan beragam mulai dari jalur enduro, lintasan air, bebatuan, tanjakan, hingga kawasan pegunungan. Start dan finish dipusatkan di GOR Kesesi.
Ruben menjelaskan, kegiatan ini merupakan baksos ke-9 yang digelar Pas-Triad. Selain mempererat silaturahmi antarpecinta motor trail, event ini diharapkan bisa menjadi agenda tahunan yang menggabungkan olahraga, petualangan, dan aksi sosial.
Minggu, 10 Agustus 2025
Hal ini diungkapkan Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.E., usai menghadiri Khotmil Qur'an dan Doa bersama di VIP 2 Rumah Dinas Bupati Pekalongan, jumat (8/8/2025) kemarin.
Bupati Fadia menjelaskan, program ini sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat dengan pengelolaan yang melibatkan pihak swasta, TNI, dan berbagai instansi terkait.
“Kami di daerah hanya sebagai penerima manfaat. Pastinya kami sangat mensupport, apalagi ini demi pemenuhan gizi anak-anak, khususnya di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Beliau menegaskan, Pemkab Pekalongan akan melakukan pengawasan ketat terhadap dapur MBG di wilayahnya.
“Kami akan pastikan makanan yang disajikan benar-benar baik. Jangan sampai kualitasnya buruk, karena itu tidak akan memperbaiki gizi anak-anak, bahkan bisa membahayakan kesehatan jika tempatnya kotor,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan yang juga menjabat Ketua Satuan Pelayanan Pangan dan Gizi (SPPG), H. Sukirman, S.S., M.S., mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat tugas dari provinsi untuk memperluas titik dapur MBG.
“Targetnya ada 78 titik dapur MBG di Kabupaten Pekalongan. Saat ini sudah ada 3 yang beroperasi, 3 lagi dalam persiapan. Penambahan akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Sukirman menambahkan, Pemkab saat ini tengah mengkaji kelayakan tiga lahan baru yang telah disiapkan oleh Bupati untuk pembangunan dapur umum MBG yang nantinya dibangun oleh pemerintah pusat.
Dengan pengawasan dan penambahan fasilitas ini, Pemkab Pekalongan berharap Program MBG dapat berjalan optimal, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak dan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Sabtu, 9 Agustus 2025
Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menegaskan pihaknya tidak ingin penerapan lima hari sekolah menghilangkan tradisi anak - anak belajar agama di sore hari.
“Kita tidak boleh lupa bahwa Kabupaten Pekalongan adalah kota santri. Anak-anak biasanya sepulang sekolah juga belajar di TPQ. Hal itu tidak boleh hilang,” ujarnya, Jumat (8/8/2025) kemarin.
Fadia menjelaskan, uji coba saat ini dilakukan di 175 sekolah dengan masa percobaan enam bulan dan evaluasi setiap tiga bulan.
“Kalau hasil evaluasi menunjukkan jam mengaji terganggu, kita akan lakukan perbaikan atau bahkan kembali ke enam hari sekolah,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa program ini belum terkait dengan aspirasi dari organisasi atau partai tertentu.
“Sejauh ini belum ada pertemuan resmi dari NU atau PKB. Namun, kami sudah berdiskusi internal bahwa identitas kota santri harus tetap terjaga,” katanya.
Bupati berharap penyesuaian jadwal pembelajaran dapat dilakukan agar anak-anak tidak kelelahan, tetap berprestasi di sekolah, dan tidak meninggalkan kewajiban belajar agama.
Sabtu, 9 Agustus 2025
Acara ini dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., Sekretaris Daerah dan jajarannya, seluruh Kepala OPD, Camat Se - Kabupaten Pekalongan, tokoh agama, serta Santri Pondok Pesantren Bustanul Mansuriyah. Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan perjalanan panjang sejarah Kabupaten Pekalongan.
Bupati Fadia menyampaikan bahwa Khotmil Qur’an dan doa bersama ini merupakan awal dari rangkaian perayaan yang menggabungkan nilai religius dan kebersamaan.
“Hari ini kita memulai rangkaian acara HUT Kemerdekaan RI ke-80 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403. Kita memohon kepada Allah SWT agar seluruh kegiatan berjalan lancar, sukses, membawa kebahagiaan bagi masyarakat, dan terhindar dari musibah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sukirman menjelaskan tema peringatan tahun ini, yaitu “Tumandang, Kumandang”. Tumandang mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bergerak bersama membangun Pekalongan, sedangkan Kumandang diharapkan menjadi gema semangat yang terdengar hingga seluruh Indonesia.
Rangkaian perayaan akan berlangsung mulai dari apel, kirab budaya, rapat paripurna DPRD, Kajen Expo, hingga hiburan rakyat yang menghadirkan Wali Band, Duo Anggrek, dan Pandora Band pada 25 Agustus malam.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga penguatan nilai-nilai kebersamaan, kebangsaan, dan pembangunan daerah,” pungkas Sukirman.
Jumat, 8 Agustus 2025
Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan motivasi sekaligus melihat secara langsung kesiapan para anggota Paskibraka menjelang upacara peringatan HUT ke - 80 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat dan dedikasi para anggota Paskibraka yang tengah mempersiapkan diri.
“Tugas mengibarkan bendera merah putih pada tanggal 17 Agustus 2025, dalam momentum detik-detik Proklamasi, merupakan peristiwa yang sangat bersejarah. Ini adalah momen luar biasa, penuh patriotisme dan semangat kebangsaan,” ujarnya.
Beliau juga memberikan penghargaan kepada para pelatih yang telah membimbing dan membina para peserta dengan penuh dedikasi.
“Luar biasa hasil didikan dari para pelatih yang dikomandani oleh Pak Haryanto sebagai leading sector. Proses ini memang harus dilalui oleh anak-anak kita. Harapan kami, mereka akan terus berkembang dan memiliki cita-cita tinggi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sukirman menekankan bahwa anggota Paskibraka tidak hanya dibekali kedisiplinan dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga materi-materi pendukung, khususnya nilai-nilai kebangsaan.
“Dengan bekal tersebut, kami berharap mereka memiliki prospek cerah untuk masa depan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam proses berbangsa dan bernegara, serta mewujudkan cita-cita membangun negara yang kita cintai ini, khususnya Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Jumat, 8 Agustus 2025
Usai bacakan Sambutan Bupati Pekalongan, Dr Fadia Arafiq, Wakil Bupati Pekalongan, H Sukirman menyampaikan, Tujuan kegiatan ini untuk menguatkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam membina keluarga. Kegiatan ini juga menjadi upaya strategis untuk menyatukan langkah secara terpusat dalam menurunkan angka stunting, khususnya di wilayah Kabupaten Pekalongan.
"Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan keterlibatan para stakeholder dalam membangun keluarga berkualitas dan berpartisipasi aktif dalam penanganan stunting," terangnya.
Ditambahkan Sukirman, Pihkanya menegaskan komitmen daerah dalam mendukung pembangunan keluarga dan menurunkan angka stunting. Ia menyebut adanya penurunan signifikan angka stunting dari tahun ke tahun di Kabupaten Pekalongan sebagai hasil nyata dari kerja keras semua pihak.
“Semangat Ibu Bupati untuk menekan angka stunting, mengatasi kemiskinan, dan memperbaiki kualitas kesehatan terus ditunjukkan melalui program-program nyata,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga telah menetapkan tiga langkah strategis untuk membangun keluarga yang kokoh yakni :
Peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan, sebagai modal menghadapi persaingan global.
Peningkatan kualitas kesehatan, yang sangat menentukan produktivitas dan kesejahteraan keluarga.
Peningkatan kualitas perekonomian, dengan membangun fondasi ekonomi keluarga yang kuat dan stabil.
Senada dalam sambutannya, perwakilan dari BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Eka Sulistia Endiningsih, menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Pekalongan dan seluruh pihak yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan ini. Ia juga mengapresiasi Dinas BP3AP2KB atas launching program "Quick Win" yang fokus pada pencegahan stunting, pemberdayaan lansia, dan berbagai isu keluarga lainnya.
“Semangat masyarakat Pekalongan dalam pembangunan keluarga sangat nyata, terlihat dari aktifnya kelompok-kelompok kegiatan seperti Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia, hingga program Generasi Berencana,” ujar Ibu Eka.
Pihaknya juga menyoroti data bahwa meskipun angka kelahiran di Pekalongan masih berada di angka 2,17 (sedikit di atas standar ideal 2,1), namun tantangan seperti rendahnya penggunaan alat kontrasepsi masih menjadi perhatian. Meski demikian, Indeks Pembangunan Keluarga di Pekalongan dinilai sangat baik: Dimensi Ketenteraman: 63,19℅, Dimensi Kemandirian: 56,02%, Dimensi Kebahagiaan: 75,94%.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, turut memberikan apresiasi atas rangkaian kegiatan Harganas yang juga dirangkai dengan peluncuran program Quick Win Genting. Ia menyebut kegiatan ini sebagai upaya strategis yang sangat baik dalam membangun manusia unggul sejak dini.
“Peringatan Hari Anak Nasional yang dirangkai dengan Quick Win Genting ini sangat bagus sekali, karena hal ini bisa membangun manusia unggul, supaya anak-anak kita dapat diperhatikan, dan kemudian masyarakat mulai berpikir bagaimana membangun keluarga yang baik dan lebih maju,” ujarnya.
Kamis, 7 Agustus 2025
Rapat persetujuan ini dipimpin oleh Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukiman, di ruang rapat DPRD pada Kamis, 7 Agustus 2025. Dalam pidatonya, H. Sukiman menyampaikan apresiasinya kepada seluruh anggota dewan yang telah bekerja keras untuk menyelesaikan pembahasan Raperda ini tepat waktu.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota dewan yang telah mencurahkan perhatiannya, sehingga Raperda ini dapat kita setujui bersama guna memenuhi amanat konstitusi," ujar Sukiman.
Sukiman menjelaskan bahwa Raperda Perubahan APBD 2025 ini disusun sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2024. Selanjutnya, Raperda ini akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk dievaluasi.
"Apabila masih ada catatan dan koreksi dari Gubernur Jawa Tengah, maka hasil evaluasi tersebut akan kami jadikan pedoman untuk penyempurnaan," tambahnya.
Rincian Perubahan Anggaran
Secara rinci, perubahan APBD 2025 ini meliputi:
Pendapatan Daerah: Meningkat sebesar 2,92% atau sekitar Rp 68,35 miliar, dari semula Rp 2,33 triliun menjadi Rp 2,40 triliun.
Belanja Daerah: Naik sebesar 5,07% atau sekitar Rp 119,52 miliar, dari Rp 2,35 triliun menjadi Rp 2,47 triliun.
Pembiayaan Daerah: Penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp 71,87 miliar. Angka ini naik Rp 51,17 miliar dari penetapan awal, yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2024. Pembiayaan netto ini akan digunakan untuk menutup defisit anggaran.
H. Sukiman juga mengapresiasi dinamika pembahasan yang terjadi di antara anggota dewan. Menurutnya, perbedaan pendapat yang muncul adalah bagian dari proses untuk mencapai hasil terbaik.
"Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan bimbingan-Nya kepada kita semua dalam rangka mengemban amanah guna terwujudnya Kabupaten Pekalongan yang Maju, Adil, dan Sejahtera," tutupnya.
Kamis, 7 Agustus 2025
Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., usai mendampingi kunjungan kerja Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Jateng di Asrama Brimob Kedungwuni, Rabu (6/8/2025).
Sekda Kabupaten Pekalongan, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Pekalongan.
“Arahan Bupati sudah jelas. Kami bersama Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti langkah - langkah uji coba ini. Pelaksanaan akan dilakukan secara bertahap dan benar - benar diperhitungkan dengan matang, termasuk evaluasi dan pemilihan sekolah yang menjadi sampel uji coba,” ungkapnya.
Menurut Sekda, pemilihan lokasi uji coba, baik untuk SD maupun SMP, menjadi kewenangan penuh Dinas Pendidikan. Setelah pelaksanaan berjalan, evaluasi menyeluruh akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga pendidik, siswa, orang tua, hingga masyarakat yang terdampak secara ekonomi seperti pedagang kecil.
“Uji coba akan berjalan enam bulan dengan evaluasi setiap tiga bulan. Kami juga akan menggandeng perguruan tinggi untuk melakukan kajian akademis agar hasil evaluasi lebih komprehensif,” tambahnya.
Pemkab Pekalongan berharap langkah ini dapat menghasilkan kebijakan yang tepat, tidak hanya untuk peningkatan kualitas pendidikan tetapi juga menjaga keseimbangan sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak.
Rabu, 6 Agustus 2025