KAJEN - Bertempat di Ruang Rapat Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Kabupaten Pekalongan pagi tadi (11/5), Bupati Pekalongan yang diwakili oleh Asisten II Sekda Hari Suminto, SH, MH menerima kunjungan kerja Komisi C dan D DPRD Kabupaten Blora-Jawa Tengah di Kabupaten Pekalongan.
Kunjungan Kerja yang dipimpin oleh Ketua Rombongan Ir. Siswanto, serta diikuti oleh 24 orang perwakilan dari bidang Pekerjaan Umum, Pendidikan dan PSDA Pemkab. Blora dan berlangsung selama 1 hari (11 Mei 2016) ini dalam rangka study banding ke daerah-daerah diluar Blora termasuk di Kabupaten Pekalongan dengan harapan agar bisa diperoleh informasi dan masukan yang lebih rinci dan jelas dari SKPD terkait, sehingga bisa mendapatkan tambahan ilmu untuk ditularkan didaerahnya.
Asisten II yang didampingi perwakilan Kepala SKPD Kab. Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang pada rombongan yang telah memilih Kab. Pekalongan sebagai lokasi kunjungan kerja. Hari juga menuturkan sekilas tentang Kab. Pekalongan dan pengelolaan kegiatan di Kabupaten Pekalongan khususnya kegiatan di DPU dan Dinas Pendidikan.
“Untuk kegiatan di DPU dan Dinas Pendidikan, kami minta pendampingan dari Kejaksaan, dari sejak penyusunan program hingga pelaksaan kegiatan. Hal ini untuk menjaga agar tidak ada yang tersangkut masalah hukum karena semuanya telah sesuai ketentaun sejak awal,” jelasnya.
Lebih lanjut Asisten II mengungkapkan bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan daerah industri, khususnya kerajinan batik dan jins. Menurutnya, untuk pemasaran kerajinan home industri di daerahnya ini relatif lebih mudah karena Pekalongan terletak di jalur Pantura. “Ini merupakan bentuk kepekaan dari para pengrajin. Dan untuk melindungi mereka agar bisa terus menjalankan home industrinya ini, kami telah membangun sebuah area IBC (Internasional Batik Centre) untuk memudahkan mereka memasarkan produk-produknya,” ungkap Hari.
Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Blora Ir. Siswanto mengatakan maksud kedatangan pihaknya ke Kab. Pekalongan adalah untuk menimba ilmu di Kabupaten Pekalongan terkait kegiatan di PU dan Pendidikan serta PSDA untuk ditularkan di daerahnya. “Kunjungan kerja ke Pemerintah Daerah ini baru pertama kali kami lakukan setelah sebelumnya kami hanya Kunker di DPRD yang dirasakan kurang bisa menyentuh masalah-masalah yang ada berkenaan dengan bidang yang kami tangani,” jelas Siswanto.
Diungkapkan Siswanto, terkait Kartu Indonesia Pintar, pihaknya ingin mengetahui bagaimana pendistribusiiannya di Kabupaten Pekalongan, baik data base maupun penyaluran dananya. Hal ini mengingat di Blora banyak kekurangan dalam pendistribusian dana Kartu Indonesia Pintar tersebut. “Kami baru mulai untuk distribusi KIP ini, tapi pendistribusian dananya membingungkan bagi kami karena ada yang masuk kantor Pos, ada yang langsung ke Sekolah dan sebagainya. Selain itu, data base yang digunakanpun sudah expired sehingga kami mendapat kesulitan dilapangan,” jelasnya.
Ditambahkan Siswanto, 50% wilayah Blora adalah hutan, yang mana keberadaan ini menyulitkan Pemda Blora dalam membangun daerahnya. “Karena wilayah-wilayah ini milik Perhutani, sehingga ini menyulitkan kami untuk membangun infrastruktur didaerah ini, dan ini akhirnya menyulitkan masyarakat disekitar hutan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan tukar menukar cinderamata antar kedua pihak, dan selanjutnya dilanjutkan dengan dialog antara rombongan DPRD Kab. Blora dengan Kepala SKPD Kab. Pekalongan yang berkesempatan hadir. (451h & Diyon)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publsiher : arif.kominfo
Kamis, 12 Mei 2016
Ada informasi yang beredar di media sosial tentang penyalahgunaaan Petugas Sensus Ekonomi dengan memamaki atribut petugas BPS yang melakukan tindak kriminal kepada narasumber. Mereka berkedok memakai seragam petugas sensus sebagai modus untuk kemudian melakukan perampokan kepada warga yang mintai data. “Bagaimana pihak BPS menyikapi permasalahan ini, agar masyarakat tenang tidak memiliki fikiran negatif terhadap petugas yang akan melaksananan sensus,” tanya Bupati Pekalongan Drs, Amat Antono kepada Tim Sensus Ekonomi Tahun 2016 .
Hal tersebut terungkap saat kegiatan Sensus Ekonomi keluarga Drs. Amat Antono, MSi yang didampingi Arini Harimurti di rumah dinas Bupati Pekalongan baru baru ini (10/5). Rombongan dipimpin oleh Kepala BPS Kabupaten Pekalongan Unang Syaifudin Rofi’I,S.Sos, Budi Suswantoro Camat, Daryanto Lurah Kajen dan para petugas Sensus Ekonomi Tahun 2016.
Menanggapi permasalahan tersebut Kepala BPS Kabupaten Pekalongan Unang Syaifudin Rofi’I,S.Sos menjelaskan bahwa pihaknya selalu dilengkapi indentitas resmi baik tanda pengenal, atribut serta surat tugas yang jelas. Dari hal itu masyarakat bisa mengidentifikasi apakah hal tersebut oknum atau petugas resmi. “Para petugas Sensus data ini juga didampingi oleh petugas petunjuk jalan dari RT atau petugas yang ditunjuk oleh pihak yang berwenang sehingga menambah kelegalan petugas dalam menjalankan tugas, ” terangnya.
Sementara itu pada kesempatan diskusi Bupati berharap BPS hendaknya dapat menyajikan data dasar yang riil lebih cepat waktu, karena saat ini data merupakan hal penting untuk mengambil kebijakan.
Sebagai contoh tentang data perkembangan ekonomi, jika menurut Bagawan Ekonomi Indonesia Sumitro bahwa data ekonomi yang ideal dilakukan setiap 6 bulan sekali. Jika diatas itu, data tersebut sudah kadaluwarsa. Sensus Ekonomi yang dilakukan saat ini setiap 10 tahun sekali. Contoh lain, penggunakan data penerima bantuan Raskin yang memakai data tahun 2011. Padahal dinamika dilapangan selama 3 tahun tersebut banyak terjadi. Hal ini tentunya dilapangan dapat menimbulkan permasalahan. “Jika begini terus BPS dapat ditinggal sebagai acuan data untuk mengambil kebijakan,” tandanya.
KAJEN – Menteri Sosial Republik Indonesia Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH) untuk keluarga miskin di Kabuaten Pekalongan, Sabtu (7/5/2016). Sebanyak 12.400 jiwa akan menerima bantuan program perlindungan sosial tersebut.
Penyerahan simbolis tersebut dilakukan di aula lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan dan disaksikan langsung oleh Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si. PKH adalah sebuah program penanggulangan kemiskinan melalui pemberian uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM).
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, PKH diarahkan untuk membantu kelompok sangat miskin dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan, selain memberikan kemampuan kepada keluarga untuk meningkatkan pengeluaran konsumsi melalui bantuan tetap. “Program ini untuk diberikan supaya keluarga bisa sejahtera, anak-anaknya sehat dan cerdas,” kata Menteri Khofifah.
Pada kesempatan tersebut Menteri Khofifah menyerahkan secara simbolis bantuan PKH kepada 10 orang ibu pengelola rumah tangga, 5 anak peserta PKH berprestasi, 33 penyandang disabilitas (25 kursi roda, 1 krek dan 7 protese/kaki palsu).
Tahun 2016, di Kabupaten Pekalongan penerima PKH sebanyak 12.400 keluarga dengan nilai total bantuan Rp. 23.102.345.000. PKH terdiri atas bantuan pendidikan, bantuan kesehatan dan bantuan tetap. Bantuan pendidikan dimpelmentasikan lewat Kartu Indonesia Pintar (KIP) dengan menyasar anak usia SD, SMP, Dan SMA. Nilainya untuk Sekolah Dasar (SD) Rp 450 ribu/ tahun, Anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp 750 ribu/ tahun, serta ana Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat Rp 1 juta/ tahun.
Ujian Nasioal Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Pekalongan berjalan jujur. Karena sampai selesai pemantauan Bupati Pekalongan, nihil adanya laporan kebocoran soal atau yang kunci jawaban. “ Tentang kebocoran soal atau jawaban, sampai detik ini saya belum mengidentifikasi bocoran jawaban, saya berharap semua itu tidak ada, karena pendidikan itu mengajarkan moral jiwa dan raga yang baik” ungkap Antono saat meninjau pelaksanaan UN SMP Tahun 2016.
Jika seandainya ada bocoran, akan saya telusuri siapa yang bertanggung jawab. Kalau itu oknum ya saya beri sanksi sesuai aturan yang ada, karena lembaga pendidikan itu disamping mencerdaskan otak tetapi juga mendidik hati. Sehingga dapat membentuk generasi yang jujur dan percaya diri.
Selanjtunya bupati menyampaikan adanya peningkatan kualitas pelaksanaan UN semakin bagus karena adanya masukan dari berbagai pihak yang terkait. Kita percayakan dalam dunia pendidikan itu ya kepada pendidik jadi kita harus mempercayakan kepada yang memang bertanggung jawab jangan kita dicurigai terus dan terbukti hari ini mereka mampu. “ Dengan datang tepat waktu, soal ujiannya tidak ada yang kurang dan rusak sampai detik ini Kabupaten Pekalongan dalam keadaan bagus, semua berjalan sesuai yang diinginkan.
Pastikan ujian berjalan baik
Tujuan tinjauan UN ini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak itu bisa mengerjakan ujian dengan baik, tenang, kosentrasi sehingga nanti hasilnya bisa optimal. Oleh karena itu saya cek tentang soalnya datang terlambat atau tidak, soalnya cukup apa tidak, terus ada kesalahan-kesalahan apa tidak, itu saya pastikan sehingga anak-anak bisa mengerjakan dengan tenang, termasuk hal yang sepele seperti pensil, penghapus itu saya cek satu persatu kurang apa tidak biar anak-anak optimal dalam ujian dan diharapkan hasilnya bisa bagus juga optimal.
KAJEN - Para pegiat pendidikan di seluruh penjuru Nusantara beserta anak didiknya, hari ini (2/5) memperingati Hari Pendidikan Nasional. Begitu juga dengan Kabupaten Pekalongan, Hari Pendidikan diperingati di lapangan Alun-alun Kajen dengan pembina upacara Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, MSi dan dihadiri oleh FKPB, Sekda Kab. Pekalongan beserta jajarannya serta diikuti oleh Guru dan para Pelajar se Kabupaten Pekalongan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi atas peran aktif para pendidik dalam mencerdaskan saudara sebangsa. “Kepada Ibu dan Bapak pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa hormat mendalam,” katanya.
Lebih lanjut Anies mengatakan Hari Pendidikan Nasional dirayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. “Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Anies, mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja dan tentu saja, cara kita belajar.
KAJEN – Sebanyak 158 Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Pemkab Pekalongan hari ini (2/5) menjalani tes uji urine untuk mengetahui apakah mereka menggunakan Narkoba atau tidak. Tes yang dilaksanakan di Aula lantai 1 Setda tersebut dihadiri dan diikuti oleh Bupati Pekalongan Drs. Amat Antono, M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE. MM serta Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si.
Usai seluruh pejabat menjalani tes urine, Kepala BNN Kabupaten Batang, Drs. Igor Budi Wardiyono kemudian menyerahkan secara langsung hasilnya kepada Bupati Pekalongan, dimana dari hasil tes tersebut didapat bahwa seluruh pejabat yang telah menjalani tes dinyatakan negatif Narkoba.
Menanggapi hal tersebut, Antono menyatakan terimakasih kepada BNN khususnya BNN Batang atas kesediannya melakukan tes pada hari ini, dan memberikan keleluasaan bagi BNN untuk melakukan tes serupa kepada seluruh PNS di Lingkungan Pemkab. Pekalongan dengan jadwal atau waktu yang ditentukan oleh BNN sendiri. Ditegaskan Antono tes hari ini bertujuan untuk membersihkan pejabat dari Narkoba karena pengaruh atau resikonya Narkoba terhadap pikiran, hati dan kinerja besar sekali, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan terhadap agar mereka tidak terlibat Narkoba.
Antono juga berharap kegiatan hari ini dapat menjadi inspirasi dan spirit kita untuk memerangi Narkoba karena tes serupa akan dilanjutkan hingga ke tingkat staf, tidak berhenti sampai pada Pejabat Eselon II dan III saja. Antono juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung dan ikut serta dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Narkoba, dan berharap hal tersebut tidak hanya dibebankan pada BNN dan pemerintah saja. “Kita harus dukung gerakan pemberantasan Narkoba karena yang dirusak sangat mendasar!” tegasnya.
Rabu, 27 April 2016
KAJEN – Puncak peringatan Hari Kartini ke 137, hari ini (21/4) di Kabupaten Pekalongan ditandai dengan resepsi dan Sarasehan bertajuk “Kesehatan Reproduksi Wanita” dengan narasumber dr. Inu Mulyantoro, Sp.OG (K) D.MAS dari Devisi FER Bagian Obsgin, Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang. Namun sebelumnya telah dilangsungkan berbagai kegiatan, diantaranya Pelayanan KB dan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim (IVA) gratisi, lomba kreativitas pendidik PAUD desa atau binaan PKK, Lomba keserasian berbusana dan karaoke berpasangan bagi pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Pekalongan serta Bazaar dari PKK kecamatan dan Organisasi-organisasi wanita se – Kab. Pekalongan.
Ketua penyelenggara Peringatan Hari Kartini ke 137, Ny. Endang Ali Riza, dalam laporannya mengungkapkan bahwa maksud diselenggarakannya serangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini tahun ini adalah sebagai upaya untuk menangkap momentum hari lahir Ibu RA. Kartini sebagai saat yang tepat untuk mengingat kembali dan menghargai jasa para pahlawan emansipasi perempuan di Indonesia khususnya Ibu RA. Kartini. “ Sedangkan tujuannya adalah untuk memotivasi diri kita dan meneruskan semangat Kartini dalam memajukan bangsa melalui kemajuan kaum perempuan,” terangnya.
Acara resepsi yang dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Drs. Amat Antono beserta istri, jajaran Muspida Kab. Pekalongan, Ketua DPRD Kota Pekalongan, Kepala SKPD, pengurus TP. PKK Kabupaten dan kecamatan se-Kab. Pekalongan, GOW dan perwakilan organisasi perempuan, serta perwakilan LSM dan Ormas tersebut digelar di Aula lantai 1 Setda Kab. Pekalongan.
Dalam sambutannya Bupati mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pihak penyelenggara kegiatan dan berharap agar acara peringatan tersebut dapat dijadikan momentum untuk merenung dan mengambil hikmah atas perjuangan dan cita – cita Kartini yang sangat mulia. “Mari kita renungkan dan jabarkan cita-cita Kartini tersebut secara arif untuk diterapkan pada profesi kita masing-masing,” imbaunya.
MEMBAYANGKAN pemandangan alam nan indah sejak perjalanan kami dari Kajen menuju lokasi Curug Kuwung Indah di Desa Karanggondang, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan akhirnya terwujud, setelah kami menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan mobil. Kemudian kami meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki dari parkir bawah menuju parkir atas dan beristirahat sejenak untuk sekedar menikmati camilan dan membeli bekal minuman untuk meneruskan perjalanan menuju curug.
Kami mulai menyusuri jalan setapak yang menanjak dengan tangga-tangga alami untuk mencapai lokasi air terjun. Di beberapa titik, kita bisa berfoto dengan latar belakang pemandangan perbukitan nan hijau dan melanjutkan perjalanan menuju lokasi air terjun. Kita akan menjumpai sejumlah warung di sepanjang jalan menuju lokasi curug dan bisa membeli makanan serta minuman sambil istirahat sejenak, sebelum meneruskan perjalanan kembali.
Yang mengasyikkan dalam perjalanan menuju Curug Kuwung Indah, kita juga akan disuguhi sensasi menyeberang jembatan gantung dari bambu di atas jurang sedalam sekitar 50 meter, sebelum sampai di curug.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari parkir bawah, akhirnya sampai juga di Curug Kuwung Indah. Seperti namanya, air terjun tersebut memang indah. Terlihat pemandangan air yang jatuh dari ketinggian sekitar 55 meter. Suara yang ditimbulkannya pun cukup keras. Pengunjung tak berani mandi atau bermain air tepat di bawah jatuhnya air. “Rasanya seperti kejatuhan batu besar, sewaktu mencoba mandi di air terjun. Sekali saja cukup, gak lagi-lagi,” kata Heri (40), pengunjung asal Kabupaten Batang saat mengungkapkan pengalamannya mandi di bawah air terjun, baru-baru ini.
Pengunjung kebanyakan mandi atau hanya bermain air di sekitar atau di bawah curug. Sesekali pengunjung juga bisa merasakan sensasi seperti dipijat ketika bersandar di batu dan diguyur air yang mengalir dari curug. Jangan lupa untuk mengabadikan moment-moment selama bermain air terjun. Atau kita juga bisa berpose di atas papan yang dibangun di bawah curug, di tepi jurang. Hasil foto akan lebih bagus jika diambil dari jalan setapak di bawahnya.
Sementara itu Kepala BPS Kabupaten Pekalongan Unang Syaifudin Rofi’I,S.Sos, mengatakan, setiap keputusan harus diambil berdasarkan informasi yang valid dan akurat. Sensus Ekonomi dilaksanakan untuk mendapatkan informasi potret utuh perekonomian bangsa, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional maupun regional.
“Pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh (selain sektor pertanian) akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi non-pertanian, berikut informasi dasar dan karakteristiknya. Selain itu juga akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia, serta penyediaan kebutuhan informasi usaha,” terangnya.(h-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 10 Mei 2016
Sedangkan PKH kesehatan diberikan kepada ibu hamil dan balita. Nilainya Rp. 1,2 juta/tahun. Semua bantuan tersebut diberikan dalam empat tahap melalui Kantor Pos. Untuk bantuan tetap nilainya Rp. 500 ribu/tahun.
“Dana ini jangan sampai disalahgunakan. Dana pendidikan digunakan untuk biaya bersekolah anak dan penunjangnya agar mereka semangat dalam belajar. Saya berharap tidak ada lagi anak-anak Kabupaten Pekalongan yang tidak bersekolah. Sedangkan dana untuk ibu hamil dan balita untuk memenuhi gizi baik ibu maupun bayi yang dikandungnya serta anak balita agar bisa bertumbuh kembang dengan sehat,” kata Mensos Khofifah.
Selain PKH, Kementrian sosial juga memiliki beberapa jenis bantuan sosial khusus bagi warga Kabupaten Pekalongan. Yakni Bantuan lanjut usia sebanyak 55 orang dengan nilai RP. 132 juta, bantuan disabilitas untuk 10 orang dengan nilai Rp. 36 juta dan bantuan beras sejahtera yang menyasar 59.387 keluarga dengan nilai Rp 77.660.379.900,-, serta bantuan hibah dalam negeri sebanyak 405 paket dengan nilai Rp 81 juta.
Sementara itu Bupati dalam laporan kepada Menteri Sosial, menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi yaitu 12,57 persen dari jumah penduduk 925.549 orang. Angka itu diatas nasional, tetapi untuk tingkat Jawa Tengah kita sudah di urutan bawah tetapi masih kategori kuning.
“Kehadiran program keluarga harapan (PKH) sangat kami harapkan untuk mengurangi kemiskinan di Kabupaten Pekalongan. Kalau bahasanya pak Gubernur dan Presiden bahwa kalau kita bisa kerja gotong-royong angka kemiskinan bisa kita turunkan,” tutur Bupati.
“Kami selaku Bupati sejak 2011-2015 hanya mampu menurunkan angka kemiskinan 4% belum seperti Kabupaten Banyuwangi yang sudah turun sekitar 12%. Tetapi kita riil dengan tolak ukur yang bisa diyakini. Oleh karena itu dukungan PKH ini sangat kami harapkan,” imbuhnya.(d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 9 Mei 2016
“Saya sudah mendatangi 2 sekolahan, sudah cek perorangan juga pengawasnya bahwa lembar soal datangnya tepat waktu, jumlahnya juga cukup apa kurang, materi dalamnya juga tidak ada yang rusak, perlengkapannya juga tercukupi. Semoga pelaksanaan UN berjalan lancara dan tertib” imbuhnya.
Sementara itu Plt Dindik Kabupaten Pekalongan Dra Sri Sugiarti menjelaskan bahwa Rekap peserta ujian nasional SMP / MTs, SMPLB dan paket B/ wustha jumlah 14.416 siswa terdiri sekolah Negeri 8.916 dan Sekolah Swasta 5.500 siswa.
Dengan jumlah sekolah 150 Sekolah terdiri atas Sekolah Negeri 74 dan sekolah Swasta 76. Untuk SMPN ada 63 Sekolah Negeri dan Sekolah Swasta 19 berjumlah 82 sekolah dan jumlah peserta Negeri 8.2777 sedang Swasta 1.767.
Jumlah satuan pendidikan MTs Negeru terdiri atas 2 sekolah dan mts Swasta 31. Dengan jumlah peserta MTS Negeri 494 dan MTS Swasta 2.955 sehingga berjumlah 3.449 anak
Untuk jumlah satuan pendidikan SMP terbuka Negeri 8 sekolah dengan jumlah peserta 144 Siswa. Jumlah satuan pendidikan SMPLB Negeri 1 dengan peserta 1 orang. Jumlah satuan pendidikan paket B / wustha berjumlah 26 sekolah, dengan jumlah peserta 778 peserta.
Ia berharap peringkat pendidikan tingkat pertama di Kabupaten Pekalongan meningkat. ‘ Jika pada tahun kemarin kita masuk dalam peringkat 20an semoga pada hasil UN ini kita bisa memasuki tingkat belasan untuk Jawa Tengah”terangnya.(H-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 9 Mei 2016
Oleh karena itu, lanjutnya, meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. “Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya,” jelas Anies.
Ditambahkan Anies, salah satu dukungan yang perlu diberikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya yang mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi. Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering dibicarakan seperti nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, dan sopan santun.
Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja yaitu kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. “Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat,” urainya.
Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu diperhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. “Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya,” jelasnya.
Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi, yaitu kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi. (451H & Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 2 Mei 2016
Sementara itu Kepala BNN Kab. Batang menyatakan, pihaknya menyambut baik upaya Pemkab. Pekalongan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari Narkoba. Dirinya berharap gerakan Stop Narkoba yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi bisa diterapkan di semua instansi.
Mengakhiri kegiatan tersebut, Igor menyerahkan stiker bertuliskan “Stop Narkoba” yang merupakan simbol perlawanan terhadap Narkoba kepada Bupati Pekalongan untuk kemudian dipasang di masing-masing kantor di lingkungan Pemkab. Pekalongan. (dian/dion)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 2 Mei 2016
Sedangkan terkait tema peringatan yaitu “Dengan semangat Kartini kita tingkatkan kualitas keluarga melalui generasi sehat, ekonomi kuat, perempuan bermartabat“ . Antono mengajak semua perempuan utamanya para ibu agar bisa mengaplikasikan makna dari tema peringatan, bukan hanya bisa memperingati secara seremonial saja.
Pada acara tersebut juga dilaksanakan pemberian hadiah oleh Bupati kepada para pemenang lomba termasuk kepada pemenang lomba busana ‘ala Kartini’ terbaik bagi para undangan perempuan yang penilaiannya dilakukan secara spontan pada saat berlangsungnya acara, dan dimenangkan oleh Juara 1 (Ibu Kajari Kajen – Ahelia Agustam), Juara 2 (Ibu Hari Suminto), Juara 3 (Ibu Sri Sugiarti). (dians’/di2k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 21 April 2016
Penataan secara Swadaya
Meskipun penataan kawasan Curug Kuwung Indah masih sederhana, karena dilakukan masyarakat secara swadaya, berdampak cukup baik bagi perekonomian masyarakat. Beberapa warga membuka warung yang menyediakan makanan dan minuman bagi pengunjung. Ada pula yang menyediakan MCK. Para pemuda yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) juga mengelola parkir di lokasi wisata yang hasilnya digunakan untuk penambahan fasilitas di kawasan wisata. Mereka juga menjual souvenir berupa kaos Curug Kuwung Indah di parkir bawah. Agar lebih bervariasi, mereka juga akan menyediakan hasil dari Lebakbarang lainnya seperti gula aren, madu hutan, keripik pisang, serta kerajinan sapu glagah.
Untuk meramaikan kawasan wisata Curug Kuwung Indah, pemuda Desa Karanggondang juga mengadakan lomba swa foto atau foto selfie dengan lokasi pengambilan foto di curug dan lokasi lainnya di jembatan bambu dekat curug. Lomba berhadiah uang Rp. 300.000 untuk Juara I, Rp. 200.000 untuk Juara II dan Rp. 100.000 untuk Juara I. Peserta diminta untuk mengirimkan dua lembar foto yang diambil di dua lokasi tersebut dan foto akan dinilai pada 29 Mei 2016.
Terpisah, Camat Lebakbarang, Yuhanto, S.IP, M.Si mengatakan, potensi wisata Curug Kuwung Indah baru tergali sejak setahun lalu, dan setelah ditata secara swadaya oleh masyarakat, cukup ramai dikunjungi pengunjung dari wilayah Kabupaten Pekalongan dan beberapa wilayah kabupaten/kota tetangga. “Ramainya empat bulan terakhir, terutama pada hari Jum’at, Sabtu, Minggu,” tutur Yuhanto.
Untuk mendukung wisata Curug Kuwung Indah, Yuhanto mengusulkan pada Kades dan LPMD Karanggondang agar bisa dibangun akses jalan dari parkir atas menuju curug. Saat ini jalan masih berupa tanah dan beberapa titik berbatasan langsung dengan jurang. Sebagian lahan milik masyarakat, sebagian lainnya milik perhutani. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Perhutani dan kami juga mengajak LMDH dalam pengelolaan kawasan wisatanya,” ujar Yuhanto. Pihaknya juga akan mengusulkan pembangunan toilet dan ruang ganti yang lebih memadai di lokasi curug. Saat ini fasilitas yang sudah dibangun warga yaitu jembatan bambu dan ruang ganti di lokasi curug.
Ke depan, pihaknya akan mengusulkan jembatan permanen yang menghubungkan jalan setapak dengan lokasi curug. “Kalau pembangunan jembatan permanen akan kami usulkan ke pemkab, karena itu biayanya besar dan bagaimana pun, jembatan dari bambu kurang aman bagi pengunjung, apalagi jika dibuat sudah lama,” imbuh dia. Penataan kawasan wisata akan diusahakan tetap menjaga keseimbangan alam dan ekosistem hutan.
Untuk meramaikan wisata di kawasan tersebut, pada Mei nanti akan digelar Bazaar Jajanan Rakyat dan Festival Hasil Bumi di parkir atas kawasan wisata Curug Kuwung Indah. Bazaar akan menyajikan camilan khas Lebakbarang serta hasil bumi yang berupa beras, jagung, umbi-umbian, sayuran, serta buah-buahan yang dihasilkan dari tanah Lebakbarang.
Selain Curug Kuwung Indah, objek wisata lain di Lebakbarang yakni Curug Kalijodo yang lokasinya berada di tepi jalan raya sebelum lokasi Curug Kuwung Indah. Ada juga Curug Cinde di Desa Depok yang lebih dulu dikenal. Pengunjung juga bisa berziarah ke Makam Mahameru di Dusun Parakan, Desa Sidomulyo dan mencoba mengangkat batu lumpang di Situs Batu Renjing. Bagi pengunjung yang percaya, jika bisa mengangkat batu, akan dikabulkan permintaannya. Lebakbarang pernah menjadi Pemerintahan Darurat Karesidenan Pekalongan pada tahun 1947 lalu. Pengunjung dapat melihat Monumen Perjuangan di dekat Kantor Kecamatan Lebakbarang.*)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 20 April 2016