KAJEN - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memeriksa kondisi pasien korban tanah longsor Petungkriyono yang sedang dirawat di RSUD Kajen pada Sabtu (25/01) siang. Terdapat 8 orang yang harus dirujuk ke RSUD Kajen, dan ada satu pasien yang dirawat di rumah sakit wilayah Banjarnegara.
Dalam kesempatan tersebut Wamensos Agus menanyakan kondisi korban yang sudah dirawat selama empat sampai hari Sabtu (25/01) dan memberikan santunan uang sejumlah lima juta rupiah berserta paket sembako. "Kehadiran kami ke sini untuk membesuk korban bencana tanah longsor petungkriyono yang dirawat di rumah sakit. Pada hari ini (Sabtu : Red) kami memberikan santunan kepada korban yang dirawat masing-masing lima juta rupiah dan juga paket sembako," tutur Agus Jabo Priyono kepada awak media.
Sebelumnya kemensos juga telah berkontribusi dalam memberikan bantuan kebutuhan darurat kemudian mendirikan dapur umum, sembako dan kebutuhan darurat lain. Setelah selesai menjenguk korban bencana tanah longsor di RSUD Kajen, rombongan Wamensos melanjutkan perjalanan menuju Petungkriyono untuk melihat kondisi terkini sekaligus akan memberikan santuan kepada ahli waris dari korban bencana yang meninggal dunia akibat tanah longsor Petungkriyono.
Salah satu korban selamat yang masih mendapat perawatan di RSUD Kajen Wasis Efendi berterima kasih kepada kementerian sosial atas bantuan yang diberikan, karena akibat bencana kemarin dirinya telah kehilangan harta benda sehingga dengan adanya bantuan ini bisa lebih meringankan. "Alhamdulillah saya bersyukur mendapat bantuan ini karena saya sudah kehilangan motor, desa saya terisolir dan alhamdulillah saya masih diberi keselamatan sampai terima kasih kemensos atas bantuannya," Ucap Wasis saat ditemui di ruang pemulihan RSUD Kajen.
Wasis juga menambahkan saat ini kondisinya sudah mulai membaik dan sedang dalam tahap pemulihan. Untuk terkait perawatan dan pengobatan korban bencana tanah longsor Petungkriyono, Kamis (23/01) kemarin juga telah disampaikan Bupati Fadia Arafiq semuanya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sampai sembuh.
Sabtu, 25 Januari 2025
PETUNGKRIYONO - Hari ke-4 pencarian, Satu lagi jenazah korban tanah longsor dan banjir bandang yang menerjang Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berhasil ditemukan tim SAR gabungan, Jum'at (24/1/2025).
Korban yang ke 23 ini, ditemukan tim SAR gabungan berjenis kelamin perempuan. Korban ini, ditemukan dibawah reruntuhan bangunan rumah.Saat ini, tim SAR masih dalam perjalanan menuju ke puskesmas Petungkriyono membawa korban. Selanjutnya, korban akan dilakukan pemeriksaan oleh tim INAFIS Polres Pekalongan.Di hari ke 4 pencarian, total korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia ada 23 orang, dan 3 orang masih dinyatakan hilang.Kanit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Ipda Yon Rizki mengatakan, korban yang berhasil ditemukan ini berjenis kelamin perempuan, dan setelah dilakukan pemeriksaan korban bernama Aurelya Shifa Lizhara."Berdasarkan pemeriksaan, keluarga mengetahui dari sisi wajahnya yaitu Aurel," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Ipda Yon, Jumat (24/1/2025).Kemudian untuk pakaian sendiri sudah terlepas semua, dan korban masih anak-anak dikarenakan belum mempunyai KTP."Korban belum rekam e-KTP masih anak, umur 14 tahun, dan ini sudah diambil oleh keluarga untuk dilakukan pemakaman di desa setempat," imbuhnya.Korban Aurel ditemukan jauh dari lokasi longsor. Aurel merupakan anak dari Carik Kasimpar Sularso dan Chusnul Cholifah.Satu keluarga ini menjadi korban meninggal dunia banjir bandang dan tanah longsor, dan ketiga korban sudah berhasil ditemukan semuanya oleh tim SAR gabungan.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terima bantuan paket sembako penanganan dampak bencana alam di Kabupaten Pekalongan dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Bantuan diserahkan oleh Perwakilan Sekertariat Wakil Presiden, Mustagfirin kepada Sekertarid Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, Jum’at (24/1/2025).
KAJEN - Sebagai penanggulangan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Pekalongan. Per hari Rabu (22/01) Tim Satuan Tugas PMK Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan mulai mendatangi kandang-kandang milik peternak, yang pertama adalah di Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto.
PETUNGKRIYONO - Jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bertambah menjadi 20 orang. Sementara itu, tujuh orang masih dilaporkan hilang hingga Rabu 23 Januari 2025 ini.Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan identitas para korban tewas yang telah ditemukan tersebut. Daftar Korban Meninggal Berdasarkan data yang diterima dari Posko Longsor Petungkriyono, Rabu (22/1/2025). Berikut daftar nama korban meninggal dunia dalam longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan :1. Revalina (P) 19 tahun,2. Suyati (P),3. Kiki Pramudita (L) 23 tahun,4. Sutar (L) 49 tahun,5. Riyanto (L) 50 tahun,6. Ayat (L) 27 tahun,7. Sumeri (L) 30 tahun,8. Doni (L) 27 tahun,9. Winarko (L) 27 tahun,10. Supari (L) 37 tahun,11. Sularso (L) 44 tahun,12. Inawati (P) 23 tahun,13. Afkar (L) 4 tahun,14. Husnul Cholifah (P) 35 tahun,15. Rokhim (L) 40 tahun,16. Joni Yulianto (L) 45 tahun,17. Rahmono (L) 24 tahun,18. Aisah (P),19. Ta’ari (L),20. Abian, bayi berumur 5 bulan,Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, pada Rabu (22/1/2025) pagi, tim pencarian dan SAR terus melakukan evaluasi.Selain longsor di wilayah atas Kabupaten Pekalongan, Banjir bandang akibat luapan air sungai Sengkarang juga masih dirasakan warga sejumlah Kecamatan, Seperti Wonokerto, Wiradesa dan Tirto.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo, Serta Bupati Pekalongan, Hj Fadia Arafiq kunjungi warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan. Agenda tersebut dibarengi dengan menyalurkan logistik bahan pangan kebencanaan kepada masyarakat pascabanjir.
Disampaikan Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Terdapat tiga titik posko penyaluran bahan pangan, meliputi di Gedung Kopindo, Balai Kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa, dan Balai Desa Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto. “Jadi kami kolaborasi menyalurkan bahan pangan untuk saudara kita yang terdampak banjir di Pekalongan. Dari Pemprov Jateng bawa beras 10 ton, dengan beberapa kali pengiriman,” jelas Menko Pangan.
Ditambahkan, Ada juga bantuan pangan dari Bapanas sebanyak 200 paket sembako, Perum Bulog dengan 10 ton beras, mie instan 500 boks, dan biskuit 500 boks. “Jadi kita gotong royong, ada telur juga dari asosiasi (mitra usaha pangan), minyak goreng, beras, gula, dan lainnya” kata dia.
Zulkifli menerangkan, penyaluran itu sebagai bentuk kepedulian kepada korban. Bahan pangan itu dilakukan melalui kolaborasi antara Kemenko Pangan, Pemprov Jateng, Bapanas, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mitra pelaku pangan dari sejumlah wilayah.
Sementara itu, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana menyatakan, bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di wilayahnya, menjadi tanggung jawab bersama untuk mengatasinya. Pihaknya terus melakukan langkah-langkah penanganan bencana di berbagai daerah. “Karena dari awal kami sudah koordinasi, setiap ada kejadian tanggul yang jebol, akan sangat berdampak bagi masyarakat,” ucap Nana, beberapa waktu lalu.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya untuk tanggap terhadap bencana. Cuaca ekstrem telah menyebabkan sejumlah wilayah di Jateng dilanda bencana.
Sabtu, 25 Januari 2025
Jumat, 24 Januari 2025
Sebanyak 1000 Paket sembako diterima Sekda Yulian Akbar secara simbolis, acara berlangsung di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Puluhan warga terdampak bencana juga turut dihadirkan guna menerima bantuan secara simbolis dari Pemerintah.
Disampaikan Sekda Yulian Akbar, Pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemerintah atas bantuan yang disalurkan dari Wakil Presiden Republik Indonesia. Kabupaten Pekalongan saat ini terus melakukan Langkah optimal dalam penanganan musibah longsor didaerah atas dan juga banjir diwilayah bawah. “Dengan adanya bantuan paket sembako dari Bapak Wakil Presiden ini, harapanya dapat meringankan kebutuhan logistik warga terdampak, baik musibah longsor di daerah Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, Kandangserang ataupun banjir diwilayah kecamatan Doro, Kedungwuni, Wonopringgo, Wiradesa, Wonokerto dan Tirto,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut perwakilan Sekertariat Wakil Presiden, Mustagfirin menyampaikan, turut prihatin akan musibah yang terjadi dan menimpa warga Kabupaten Pekalongan. Selain Kabupaten Pekalongan, bantuan yang sama juga disalurkan untuk korban bencana alam di kabupaten Grobokan dan Demak. “Di jawa tengah ada tida daerah yang saat ini tertima bencana, yaitu Grobokan, Demak dan Kabupaten Pekalongan, harapanya bantuan ini bisa bermanfaat untuk warga terdampak musibah,” pungkasnya.
Jumat, 24 Januari 2025
KAJEN – Dalam rangka memberikan jaminan perawatan yang baik bagi pasien korban longsor Petungkriyono, Bupati Pekalongan Dr.Hj.Fadia Arafiq, S.E.,M.M dengan Forkopimda dan para OPD terkait mengunjungi sejumlah korban di RSUD Kajen, pada Rabu (23/1/2025) siang.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap korban selamat yang sedang di rawat di RSUD Kajen. Menurutnya ‘’Saya sangat prihatin dengan kondisi semacam ini, dan saya sangat berharap bapak/ibu dapat segera sembuh baik secara fisik maupun psikologis, setelah mengalami musibah besar ini,’’. Ucapnya.
Dan untuk mempercepat proses pemulihan korban, Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menjamin perawatan yang baik untuk pemulihan korban. Sehingga korban dapat segera pulih. Dan hal tersebut menurutnya menjadi perhatian khusus pemerintah. ‘’Setelah mengalami musibah ini, selain fisik kondisi mental para korban juga pastinya terguncang. Untuk itu ini menjadi perhatian khusus peemrintah untuk menjadim perawatannya,’’.Ujarnya.
Selain itu dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia juga menuturkan bahwa total korban selamat yang dirawat di RSUD Kajen saat ini ada delapan orang dan satu orang sedang dioperasi karena dislokasi tulang di RS Banjarnegara. ‘’Saya terus berdoa dan berusaha semoga para korban bisa segera pulih,’’ tambahnya.
Dan untuk korban meninggal dituturkan Bupati Fadia hingga saat ini per tanggal 23 Januari 2025 sejumlah 21 orang dan masih ada beebrapa yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. ‘’Kami akan terus melakukan proses pencarian korban yang hilang. Selain itu, kami juga akan memberikan bantuan kepada para korban yang terdampak,’’ tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menghimbau masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap waspada dan berhati-hati di musim penghujan saat ini. Dan diharapkan masyarakat dapat menjaga keluarganya masing-masing, jangan sampai lepas dari pantauan. ‘’Musim hujan saat in intensitasnya masih tinggi. Untuk itu saya berharap bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan baik itu yang berada di bagian atas maupun bawah, untuk tetap waspada dan berhati-hati,’’pesannya.
Jumat, 24 Januari 2025
Bupati Fadia menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Korban di Posko Pengungsian Gedung Kopindo diwakilkan oleh Lurah Bener, Wiradesa Yuananto Surya Aji.Terkait kondisi banjir di Kabupaten Pekalongan, Bupati Fadia menyampaikan berdasarkan laporan saat ini intensitas hujan sudah mulai menurun, kemudian kondisi banjir juga sudah mulai surut, kemungkinan 1-2 Hari diperkirakan pengungsi bisa kembali ke rumah.
"berdasarkan laporan saat ini intensitas hujan juga sudah mulai menurun kemudian banjirnya juga sudah mulai surut, Insya Allah besok sudah bisa kembali ke rumah," tutur Fadia.
Beberapa hari yang lalu Lanjut Fadia, bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga telah melakukan upaya dengan membuat tanggul darurat dengan dibantu personil TNI Angkatan laut, Kodim 0710/Pekalongan, dan Polres Pekalongan.
Namun untuk tanggul karena bersifat sementara sehingga terbuat dari karung yabg berisi pasir seharusnya akan lebih kuat jika diisi tanah. Namun karena musim hujan seperti sekarang ini untuk mencari tanah lebih sulit. Saat ini Pemkab Pekalongan masih berusaha untuk mencari ke daerah lain karen apabila tanggul tersebut tidak diatasi bisa berdampak ke 11 desa.
Kamis, 23 Januari 2025
Rabu, 22 Januari 2025
Rabu, 22 Januari 2025
PETUNGKRIYONO – Dalam rangka gerak cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. PJ Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs.Nana Sudjana A.S., M.M., dengan didampingi Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M melakukan tinjauan langsung ke lokasi longsor terparah di Kabupaten Pekalongan yaitu Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, pada Rabu (22/1/2025) pagi.
Dalam kesempatan tersebut PJ Gubernur Jateng mengatakan bahwa Pemprov Jateng dengan Pemkab Pekalongan akan terus bersinergi mempercepat penanganan korban. Menurutnya, pemerintah pastikan proses penanganan serta pencarian korban hilang akan terus dilakukan oleh tim gabungan. ‘’Kami bersama Forkopimda Jateng dan Pemkab Pekalongan turut berduka cita atas terjadinya bencana longsor ini yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa. Proses pencarian korban yang masih hilang akan terus dilakukan,’’ jelasnya.
Dan atas nama Pemprov Jateng, Nana Sudjana mengucapkan rasa duka cita dan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban bencana longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono dan keluarga yang ditinggalkan. ‘’Saya atas nama Pemprov jateng dan pribadi mengucapkan duka cita yang teramat dalam atas kejadian ini. Semoga untuk para korban yang masih selamat segera diberikan kesembuhan. Dan untuk korban yang meninggal, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,’’ ucapnya.
PJ Gubernur Nana Sudjana melanjutkan, adapun untuk korban jiwa yang meninggal per 22 Januari 2024 di Kecamatan Petungkriyono ada sejumlah 20 orang, dan korban yang masih hilang berjumlah tujuh orang. ‘’Saya berharap untuk korban yang masih hilang saat ini, untuk segera ditemukan. Dan sesuai komitmen kami, pemerintah dan tim gabungan akan terus melakukan pencarian,’’ terangnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M saat mendampingi PJ Gubernur Jateng menyampaikan hal senada atas komitmen bersama Pemprov Jateng dan Pemkab Pekalongan yang akan terus bersinergi melakukan pencarian korban hilang dan penanggulangan bencana di Kecamatan Petungkriyono akibat bencana longsor tersebut. ‘’Selaras yang dikatakan oleh Bapak PJ Gubernur, kami akan terus bersinergi melakukan pencarian,’’ ucapnya.
Bupati Fadia melanjutkan, adapun untuk langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemkab Pemkab Pekalongan saat ini adalah mengevakuasi korban dan membersihkan material tanah longsor untuk membuka akses jalan. ‘’Adapun untuk proses mitigasi bencana, kami sudah menyampaikan melalui dinas terkait untuk menyampaikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah atas untuk selalu waspada dan berhati-hati, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi hingga saat ini,’’ pungkasnya.
Rabu, 22 Januari 2025