KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD Kabupaten Pekalongan menetapkan dua agenda strategis dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Lantai 1, Jumat (28/11/2025). Agenda tersebut meliputi Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026 serta Persetujuan Bersama Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2026.
Rapat dipimpin oleh unsur pimpinan DPRD dan dihadiri Bupati Pekalongan beserta jajaran Forkopimda, Sekda, para Kepala OPD, serta anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.
Dalam rapat tersebut, DPRD menetapkan Propemperda Tahun 2026 yang memuat berbagai rancangan regulasi strategis sebagai landasan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa penetapan Propemperda menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program pembangunan memiliki dasar hukum yang kuat dan terarah.
“Propemperda 2026 merupakan instrumen agar kebijakan daerah berjalan sesuai regulasi dan kebutuhan masyarakat. Kami berharap seluruh rancangan Perda yang masuk daftar prioritas dapat diselesaikan tepat waktu dan berkualitas,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pekalongan juga menyampaikan ringkasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Ia menjelaskan bahwa pendapatan daerah pada tahun 2026 direncanakan sebesar Rp 2,409 triliun, yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan provinsi, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.
Di sisi belanja, pemerintah daerah merencanakan alokasi sebesar Rp 2,510 triliun, yang mencakup belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, dan belanja transfer. Dengan kondisi tersebut, terjadi defisit anggaran sebesar Rp 100,87 miliar, yang akan ditutup melalui pembiayaan netto.
Pada sektor pembiayaan daerah, Bupati menyampaikan bahwa penerimaan pembiayaan diproyeksikan mencapai Rp 102,57 miliar, terutama bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan penerimaan pembiayaan utang daerah sebesar Rp 80 miliar. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp 1,49 miliar.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Pekalongan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan melalui penyusunan regulasi dan kebijakan anggaran yang akuntabel dan transparan.
“Semoga apa yang kita bahas hari ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan tata kelola pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ungkap Bupati.
Rapat Paripurna berlangsung dengan lancar dan tertib, menandai langkah penting Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam menyiapkan arah pembangunan dan kebijakan tahun 2026.
Sabtu, 29 November 2025
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Upacara Peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), bertempat di Alun-Alun Kajen, Selasa (25/11/2025). Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat, diikuti oleh ribuan guru dari berbagai jenjang pendidikan, pelajar, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Kajen : Sampaikan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 PGRI, Selasa (25/11/2025), Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sampaikan, Tahun 2026 tunjangan guru honorer naik dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu. Selain itu Pemerintah juga akan membuka beasiswa bagi 150 ribu guru hingga beban administrasi guru dikurangi.
Talun — Dorong kemandirian UMKM, Bupati Pekalongan Hj Fadia Arafiq bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan strategis pelatihan keterampilan ekonomi usaha daerah untuk pelaku UMKM di Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini sekaligus dibarengi dengan pencanangan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Bangga Kencana.
Kedungwuni - Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Gedung Serbaguna Sekretariat Nahdlatul Ulama (NU) beserta Badan Otonom NU Ranting Madukaran Pesantunan, Kelurahan Kedungwuni Barat, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pada Kamis, (20/11/2025).
SEMARANG – Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan transparansi dan pelayanan informasi publik yang optimal. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan dalam tahap Uji Publik Penilaian Monitoring Keterbukaan Informasi Publik yang digelar di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Rabu (26/11/2025).
Uji publik merupakan tahapan akhir dari rangkaian penilaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP) oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, pada tahap III, tim KI melaksanakan visitasi dan verifikasi ke Kabupaten Pekalongan untuk menilai langsung implementasi keterbukaan informasi pada badan publik daerah. Hasil visitasi tersebut kemudian menjadi dasar penilaian untuk memasuki tahap selanjutnya, yaitu presentasi uji publik oleh kepala daerah atau yang mewakili.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman memaparkan strategi, inovasi, serta capaian Pemkab Pekalongan dalam pengelolaan informasi publik. Ia menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan terus mengedepankan konvergensi digital guna menghadirkan layanan informasi yang cepat, tepat, dan mudah diakses masyarakat.
“Saya melaksanakan tugas dari Bupati Pekalongan, Ibu Fadia Arafiq, untuk mengikuti uji publik keterbukaan informasi publik yang diselenggarakan Komisi Informasi Jawa Tengah,” ujar Sukirman dalam paparannya.
Selama 15 menit, Wakil Bupati menyampaikan materi bertajuk “Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kabupaten Pekalongan”, yang memuat berbagai kebijakan, komitmen, serta penguatan infrastruktur digital dalam layanan informasi publik. Sukirman turut didampingi oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Paijal Imron, serta Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Ari Wahyu Mukti Wibowo.
Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama panelis, yaitu Prof. Dr. Ir. Sri Puryono (Guru Besar UNDIP), Setyawan Indra Kelana (Komisioner KI Jawa Tengah), dan Dr. Nanik Qosidah, S.E., M.Ak. (APINDO). Panelis menyampaikan sejumlah rekomendasi yang diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan kualitas layanan informasi publik di Kabupaten Pekalongan.
Menurut Sukirman, rekomendasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting bagi Pemkab Pekalongan.
“Yang jelas, kita sudah mencapai tahap uji publik. Artinya, keterbukaan informasi publik di Kabupaten Pekalongan menunjukkan perkembangan yang sangat luar biasa,” tegasnya.
Berdasarkan survei terbaru, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan informasi publik Kabupaten Pekalongan pada 2024 mencapai 83,5 poin dengan kategori baik. Melihat capaian tersebut, Pemkab Pekalongan optimistis dapat meraih Kategori Informatif pada penilaian KIP 2025.
“Harapan kita tentu Pemkab Pekalongan dapat meraih kategori Informatif, agar semakin memotivasi dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ungkap Sukirman.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Pekalongan akan terus memperkuat layanan melalui portal digital dengan konsep konvergensi digital, yang mengintegrasikan berbagai kanal media sosial resmi serta media internal pemerintah daerah agar lebih sinergis dan responsif.
“Kami akan terus meningkatkan pelayanan informasi publik melalui portal digital dan berbagai media yang saling terintegrasi, sehingga informasi dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” tutupnya.
Kamis, 27 November 2025
Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilantik langsung oleh Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., dan dihadiri Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., Sekretaris Daerah, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., seluruh Kepala OPD, Direktur Rumah Sakit, Camat se-Kabupaten Pekalongan, serta para Pejabat yang dilantik.
Sembilan pejabat yang dilantik masing-masing adalah Agus Pranoto, S.H., M.H., yang tugas baru menjadi Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si menjadi Asisten 1 Sekda. Anis Rosidi, S.Sos, M.Si yang kini menempati posisi Asisten 2 Sekda, sedangkan Ari Lailaini, S.TP., naik menjadi Asisten 3 Sekda Kabupaten Pekalongan.
Selanjutnya, Edi Herijanto, S.Sos., M.A.P., ditugaskan sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD). Wahyu Kuncoro, S.T., M.T., dengan tugas baru menjadi Kepala Satpol PP dan Damkar. Suprayitno, S.Sos., M.A., yang sekarang menjabat Kepala Dinsos. Haryanto Nugroho, S.STP., M.A.P., dirotasi menjadi Sekretaris DPRD, sementara Yudhi Himawan, S.T., M.Sc. ST., kini dipercaya sebagai Kepala DKPP.
Dalam amanatnya, Bupati Pekalongan menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik dan berharap amanah baru tersebut dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh Bapak/Ibu yang dilantik hari ini. Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya, loyalitas tegak lurus, dan mari bersama bergandengan tangan untuk menjaga Pekalongan tetap baik dan kondusif,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan pentingnya menjaga kekompakan di lingkungan pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa tidak semua pihak selalu senang dengan capaian atau posisi yang diterima seseorang, sehingga seluruh pejabat diminta lebih berhati-hati dalam menerima informasi maupun masukan dari pihak luar.
“Kita harus pandai menyaring informasi. Ada saja pihak yang mencoba memecah belah agar pemerintahan tidak solid. Tugas kita menjaga kapal ini tetap berlayar sampai tujuan tanpa bocor dari dalam,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan bukan merupakan hukuman, tetapi sarana untuk meningkatkan kompetensi pejabat dalam mengelola unit kerja secara lebih baik.
“Mutasi bukan hukuman. Ini kesempatan agar Bapak/Ibu semakin memahami tugas di berbagai tempat dan dapat memperbaiki kekurangan. Yang lama membantu yang baru, dan yang baru belajar dari pengalaman yang lama,” tuturnya.
Menjelang akhir tahun, Bupati meminta seluruh OPD untuk menyelesaikan anggaran dengan baik dan tepat waktu, termasuk program-program aspirasi yang masih berjalan.
“Selesaikan, rapikan, dan pastikan hak masyarakat diberikan. Jangan sampai ada kesan pemerintah menghambat. Pekalongan harus tetap kondusif dan semakin baik,” pesan Bupati.
Pelantikan ditutup dengan pembacaan doa serta pemberian ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik. Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap pejabat yang telah menerima amanah baru dapat bekerja optimal, menjaga integritas, dan memperkuat pelayanan publik demi kemajuan Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 27 November 2025
Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru atas dedikasi, perjuangan, serta pengabdian mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, saya mengucapkan selamat Hari Guru ke-80 tahun 2025. Harapan saya, bersama Pak Wakil Bupati, Pak Sekda, dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan, para guru dapat menjadi sahabat yang baik bagi para murid. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teman dan orang tua kedua yang memahami serta memperhatikan keseharian anak-anak kita,” tutur Bupati Fadia.
Bupati menekankan bahwa peran guru sangat vital, mengingat hampir separuh hari anak-anak menghabiskan waktu di sekolah bersama guru. Oleh karena itu, ia berharap para guru di Kabupaten Pekalongan dapat terus memantau, membimbing, dan menjaga peserta didik dengan sepenuh hati.
“Insya Allah, dengan kerja sama dan dedikasi bersama, kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan akan terus meningkat,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menyampaikan ucapan selamat secara khusus kepada seluruh guru di Kabupaten Pekalongan dalam rangka HUT ke-80 PGRI.
“Semoga para guru senantiasa menjadi guru yang hebat, sehat, dan terus memberikan ilmu yang bermanfaat. Guru diharapkan dapat menjadi orang tua sekaligus sahabat bagi murid-muridnya. Jaya selalu Guru Kabupaten Pekalongan!” ucapnya.
Upacara peringatan berlangsung meriah dengan penampilan dari polisi cilik SDN 01 Pekuncen, Wiradesa serta pemberian penghargaan kepada sejumlah murid & guru berprestasi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kesejahteraan guru di Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 27 November 2025
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar upacara Hari Guru Nasional dan HUT ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq membacakan amanat Mendikdasmen yang menegaskan pada tahun 2026 mendatang honor guru naik dari Rp 300 ribu menjadi Rp 400 ribu.
Selain itu Pemerintah juga akan membuka beasiswa bagi 150 ribu guru hingga beban administrasi guru dikurangi.
“Selain membuka beasiswa untuk guru sebanyak 150 ribu, Guru honorer juga dapat kado special tahun 2026 honornya naik dari Rp300 ribu menjadi Rp 400 ribu,” terangnya.
Selain menyampaikan amanat, Bupati juga memberikan penghargaan kepada sejumlah guru berprestasi, dan santunan sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah atas inovasi dan kontribusi mereka di dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, juga menyampaikan bahwa momentum Hari Guru harus menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kompetensi pendidik agar mampu menjawab tantangan zaman.
Kholid menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong program-program peningkatan kualitas guru, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga penguatan literasi dan digitalisasi sekolah.
“Kami ingin para guru di Kabupaten Pekalongan tidak hanya mampu mengajar, tetapi juga menjadi sosok yang inspiratif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan peserta didik saat ini,” ujar Kholid.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tenaga pendidik yang tetap berdedikasi meskipun menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan kurikulum hingga perkembangan teknologi yang cepat.
Kamis, 27 November 2025
Disampaikan Bupati Fadia, Inisiatif ini diharapkan dapat menguatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat program keluarga dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya dengan mendukung penuh pelaku UMKM itu berarti menjadi upaya pemerintah menumbuhkan ekonomi masyarakat.
"Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukung penuh terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai upaya, dari Pelatihan, pemasaran dan pameran kita juga upayakan setiap tahunnya," terangnya.
Ditambahkan Fadia, Melalui pelatihan yang digelar akan membekali para pelaku UMKM dengan keterampilan usaha yang praktis mulai dari produksi hingga manajemen usaha agar mereka tidak hanya mampu bertahan, tapi juga berkembang dalam pasar lokal maupun lebih luas.
Menurut Bupati, kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkrit dalam mewujudkan pemberdayaan ekonomi di level akar rumput. Dukungan Pemprov Jateng dalam bentuk pelatihan dan fasilitas ini dianggap sangat penting untuk membuka peluang baru, terutama bagi ibu-ibu PKK, pemuda, dan pelaku usaha rumah tangga di Talun.
Dikesepatan yang sama, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Nur Arafah Taj Yasin menyampaikan,
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Jateng dalam memperkuat peran keluarga dan masyarakat melalui peningkatan kapasitas ekonomi berbasis potensi lokal. Pelatihan menghadirkan ratusan peserta yang terdiri dari kader PKK, perempuan pelaku usaha, dan kelompok masyarakat desa.
"Program pengembangan ekonomi keluarga harus berjalan searah dengan gerakan PKK dan program Bangga Kencana yang menekankan pentingnya keluarga berkualitas, mandiri, dan berdaya saing. Pelatihan ini menjadi langkah konkret bagi pemerintah dalam membuka peluang usaha baru dan mendukung kemandirian ekonomi keluarga,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga meresmikan pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK Bangga Kencana di Kecamatan Talun. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara gerakan PKK, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui edukasi, pemberdayaan, serta program kependudukan dan keluarga berencana.
Ditambahkan, HKG PKK (Hari Kesatuan Gerak PKK) merupakan gerakan yang menyatukan peran PKK dalam pembangunan keluarga, sedangkan program Bangga Kencana adalah upaya pemerintah untuk menguatkan keluarga melalui program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga.
Jumat, 21 November 2025
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan rasa syukur karena dapat berkumpul bersama warga NU untuk menyaksikan secara langsung peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul untuk menjadi saksi bersama-sama, karena di sini akan dibangun gedung serbaguna sekretariat NU dan Badan Otonom Nahdlatul Ulama Ranting Madukaran Pesantunan,” ujar Sukirman.
Ia menilai pembangunan sekretariat ini merupakan catatan sejarah luar biasa bagi NU Ranting Madukaran Pesantunan. Menurutnya, semangat dan cita-cita besar yang dimiliki sebuah ranting untuk membangun sekretariat bersama menunjukkan kekuatan kebersamaan dan komitmen warga Nahdliyin.
“Ini sungguh luar biasa. Sekelas ranting memiliki semangat besar untuk membangun sekretariat bersama. Tanpa modal semangat yang luar biasa dari Bapak Ibu semua, mustahil cita-cita membangun gedung ini bisa terwujud,” tuturnya.
Wabup juga menyinggung bahwa di beberapa kecamatan masih ada Majelis Wakil Cabang (MWC) NU yang berada dalam proses pembangunan, karena itu, ia menyambut positif inisiatif NU Ranting Madukaran Pesantunan.
“Tentu kita menyambut ini sebagai sesuatu yang sangat positif demi pengembangan NU, demi terus menegakkan Ahlus Sunnah wal Jamaah,” ujarnya. Sukirman menambahkan bahwa ke depan keberadaan gedung ini juga akan berpotensi mendukung pengembangan pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya, serta memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan salam dari Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., yang tidak dapat hadir karena berbagi tugas dengan Bupati yang pada Kamis pagi mendampingi istri Wakil Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi pada kegiatan pembinaan PKK, bakti sosial lansia, serta pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan UMKM.
“Beliau menitipkan salam kepada kita semua dan tentu berharap pembangunan ini dapat terwujud dengan baik sesuai harapan panitia,” katanya.
Menutup sambutan, Wabup Sukirman berharap pembangunan gedung serbaguna ini dapat selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi jamaah dan masyarakat sekitar. “Semoga saja pembangunan ini sesuai cita-cita panitia dan bisa terwujud dalam dua bulan ke depan,” ungkapnya.
Dalam laporannya yang disampaikan oleh perwakilan Pengurus Ranting NU Madukaran Pesantunan Mudhoha, pihaknya menjelaskan bahwa Ranting NU Madukaran Pesantunan menerima titipan tanah wakaf pada tahun sebelumnya. Tanah tersebut diamanatkan oleh pihak wakif untuk dimanfaatkan sebagai gedung yang berguna bagi masyarakat.
“Kami ketitipan tanah wakaf yang diwakafkan kepada NU, dan dipesani dari pihak wakif untuk dibuat gedung yang bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama bermanfaat di bidang agama,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan sertifikat, luas tanah tersebut tercatat 165 meter persegi. Namun untuk tahap pertama, pembangunan gedung akan dilaksanakan seluas 120 meter persegi dengan konstruksi satu lantai. Proyek ini diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp168 juta.
“Hari ini baru kita mulai duduk dan harapannya dua bulan ke depan sudah bisa selesai,” katanya.
Lebih lanjut, Mudhoha menuturkan bahwa pendanaan pembangunan sepenuhnya berasal dari swadaya para aghnia dan warga Nahdliyin di lingkungan ranting Madukaran Pesantunan.
“Untuk sumber dananya kami memang swadaya, kami dari aghnia-aghnia Nahdliyin di Ranting Madukaran, belum keluar ke mana-mana,” jelasnya.
Ia pun memohon doa dan dukungan agar proses pembangunan berlangsung lancar tanpa hambatan. “Mudah-mudahan pelaksanaan rencana pembangunan ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan suatu apa pun,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Fatkhiana Dewi, dan Hj. Nisrochah dari Muslimat NU Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 21 November 2025
Kedungwuni – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya menjaga keselamatan dan kelancaran pembangunan daerah melalui pendekatan spiritual. Hal ini diungkapkan Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., saat memberikan sambutan dalam acara "Kabupaten Pekalongan Bersholawat" yang digelar di Kedungwuni pada Kamis, 20 November 2025.
Acara yang turut dihadiri oleh Al Mukaram, Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf beserta Majelis Taklim Az-Zahir, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, jajaran Forkopimda, serta para kyai, alim ulama, dan sesepuh daerah, menjadi momentum bagi Bupati Fadia untuk mengajak masyarakat memanjatkan doa bersama.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia Arafiq menekankan bahwa kegiatan bersholawat yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai kecamatan, termasuk Kajen, Wonopringgo, dan Kedungwuni, adalah sebuah ikhtiar.
"Malam hari ini dalam rangka Kabupaten Pekalongan Bersholawat. Kegiatan yang kita bagi-bagi (lokasi) ini adalah salah satu cara kita lakukan untuk mengetuk pintu langit," ujar Bupati Fadia.
Tujuan utama dari kegiatan ini, menurut Bupati, adalah memohon kepada Allah S.W.T. agar Kabupaten Pekalongan dijauhkan dari segala marabahaya, fitnah, dan dimudahkan dalam proses pembangunan.
"Kita meminta kepada Allah supaya Kabupaten Pekalongan dijauhkan dari semua mara bahaya, dan supaya saya dan Pak Wakil Bupati serta seluruh jajaran pemerintah kabupaten Pekalongan selalu dijauhkan dari fitnah dan dimudahkan Allah dalam membangun kabupaten Pekalongan yang lebih hebat, lebih cepat, lebih mudah," tegasnya.
Bupati Fadia juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan daerah tetangga yang baru saja dilanda bencana, seperti Banjarnegara dan Cilacap.
"Sama-sama kita doakan semoga bencananya cepat selesai dan dipercepat membangun daerahnya. Dan semoga kita masyarakat Kabupaten Pekalongan terhindar dari marabahaya dan yang membuat kita susah," tambahnya.
Selain acara sholawat, Bupati Fadia juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama dan organisasi masyarakat di Pekalongan.
Ia menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan baru saja melaksanakan ziarah bersama ke makam tokoh-tokoh besar, termasuk KH. Hasyim Asy'ari di Jombang dan Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Ziarah tersebut juga meliputi makam Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) yang baru saja dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden.
"semuanya bareng-bareng guyub rukun. Bareng-bareng membangun Kabupaten Pekalongan dan tidak ada perselisihan," tutup Bupati Fadia, menegaskan komitmennya untuk memimpin daerah dalam suasana yang harmonis.
Jumat, 21 November 2025
Kajen — Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si., menghadiri kegiatan “Mengaji untuk Damai Negeri” yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kader PKK berserta organisasi perempuan Kabupaten Pekalongan dan turut dihadiri Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Hj. Galuh Kirana Sukirman, S.S., M.Pd., Ketua Bhayangkari Cabang Pekalongan, Rosna Rachmad, Ketua Fatayat Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si., serta Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pekalongan, Tri Rafika Yulian Akbar.
Dalam kunjungan kerjanya, Ketua TP PKK Provinsi tidak hanya menyapa kader PKK, tetapi juga membawa sejumlah program prioritas yang menyentuh langsung masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda TP PKK di daerah, selain kunjungan ke posyandu dan lokasi binaan. Pengajian menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan bagi kader di berbagai wilayah,” ujar Ibu Nawal.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan PKK saat ini difokuskan pada tiga bidang utama, yaitu peningkatan pendidikan bagi anak usia dini, pelayanan kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Melalui rangkaian kegiatan rutin setiap bulan di berbagai daerah, TP PKK berkomitmen menyebarkan edukasi dan penguatan kapasitas kader agar program berjalan optimal.
Untuk pengajian kali ini, Ibu Nawal mengangkat tema ketenangan hati. Menurutnya, penting bagi para kader untuk memahami makna takdir Allah dengan lapang dan menumbuhkan ketenangan dalam berbagai kondisi kehidupan.
“Kami ingin mengajak ibu-ibu memaknai takdir Allah dan membangun ketenangan hati agar mampu menghadapi berbagai ketentuan-Nya dengan baik,” ungkapnya.
Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan dukungan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah terhadap pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pekalongan. Ia menegaskan bahwa program-program PKK memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
“Tiga fokus besar yang dibawa Ibu Ketua TP PKK—pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi—sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat kita. Beliau juga memberi banyak masukan positif bagi upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan,” tutur Wakil Bupati.
Wabup menambahkan bahwa penutupan kegiatan dengan pengajian turut sejalan dengan karakter masyarakat Kabupaten Pekalongan yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan.
“Di bawah kepemimpinan Ibu Bupati Fadia, tradisi keagamaan tetap terjaga. Maka kegiatan duniawi diimbangi dengan siraman rohani sebagai penguat mental dan spiritual para kader,” imbuhnya.
Kegiatan Mengaji untuk Damai Negeri berlangsung khidmat dan antusias, menjadi ruang silaturahmi sekaligus wahana penguatan spiritual bagi para kader PKK dan organisasi perempuan di Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 21 November 2025