KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi program ‘Bedah Rumah’ yang dilakukan oleh keluarga besar organisasi Islam Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan. Dimana program tersebut telah menyasar salah satu warga desa di Kecamatan Sragi yang bernama Sarji, dengan melakukan perehaban rumah.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., mengatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih dan mengapresiasi program bedah rumah yang diinisiasi oleh keluarga besar Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan. Karena menurutnya, program semacam ini sangatlah bermanfaat bagi warga, dan tentunya sangat membantu pemkab Pekalongan mengingat di Kabupaten Pekalongan masih banyak dijumpai rumah yang tidak layak huni.
‘’Ini saya datang kesini untuk memberikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar Muhammadiyah yang telah perduli terhadap masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena ada masyarakat kita yang benar-benar tidak mampu, dan dari keluarga besar Muhammadiyah ini membantu merehab rumahnya,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat menghadiri acara Peresmian dan Serah Terima Kunci Program Bedah Rumah di Kecamatan Sragi, pada pagi ini, Senin (4/10/2021).
Menurut Fadia, program bedah rumah ini bisa dijadikan contoh bagi organisasi-organisasi lain untuk bisa bersinergi bersama Pemkab Pekalongan dalam mengentaskan permasalahan nyata yang sedang dihadapi oleh warga yang benar-benar tidak mampu.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengucapkan selamat kepada penerima bantuan program bedah rumah yaitu Pak Sarji, yang merupakan warga di Kecamatan Sragi, atas berkah yang diterimanya dari bantuan tersebut.
‘’Harapan saya kepada Pak Sarji, karena sekarang kan rumahnya sudah lebih layak, semoga rejekinya juga tambah bagus lagi dan tambah sehat juga,’’ ungkapnya.
Tidak lupa, dalam kehadiranya itu atas nama Pemkab Pekalongan Ia menyerahkan bantuan berupa peralatan dapur, alat masak, pakaian, selimut, seragam sekolah dan bingkisan sembako bagi keluarga Pak Sarji.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan KH. Mulyono mengatakan bahwa program ‘Bedah Rumah’ merupakan program yang diinisiasi dan telah disetujui oleh seluruh anggota Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian sosial bagi warga yang tidak mampu untuk merehab rumah.
‘’Karena di dalam Islam, sebaik-baik manusia adalah Ia yang banyak bermanfaat bagi lingkungannya dan bagi masyarakat sekitarnya. Jadi program ini memang kita inisiasi dari hal tersebut,’’ ungkapnya.
Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat siap untuk mendukung program-program Pemkab Pekalongan yang memang bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Karena menurutnya, membantu sesama yang membutuhkan itu merupakan sebuah kewajiban dalam Islam.
Selasa, 5 Oktober 2021
‘’Bedah rumah ini bukan merupakan program yang ingin menyaingi program bedah rumah dari Pemkab Pekalongan itu tidak. Tetapi program ini memang kita tujukan sebagai bentuk dukungan bagi Pemkab Pekalongan dan masyarakat,’’ ujarnya.
Selain itu, Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan yang telah berkenan hadir dalam acara penyerahan kunci program bedah rumah terebut. Karena menurutnya kehadiran Bupati Pekalongan telah memberikan semangat baru untuk menanamkan virus ikhsan yaitu menebarkan kebaikan-kebaikan seluas-luasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengunjungi kediaman Bapak Harsono, warga Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo, Senin (04/10). Kabar Harsono beserta keluarga yang tinggal di emperan rumah tua yang sempat beredar di media social beberapa waktu lalu menarik perhatian Bupati.
“ Saya mau melihat secara langsung keadaan keluarga Bapak Harsono ini. Karena saya melihat fotonya, saya mengutus Bu Camat mengecek situasi /keadaan apakah benar rumahnya di emperan,” ungkap Bupati Fadia saat meninjau tempat tinggal Harsono di desa Wonopringgo.
Disampaikan, Pemerintah Daerah melalui pihak kecamatan akan membantu rebah rumah yang ditinggali Harsono sekeluarga.
“ Dan kalau kita membantu rehab rumah kan harus ada tanah yang miliknya. Dari seminggu yang lalu tim kecamatan sudah bergerak mengurus surat-suratnya, “ paparnya
Dalam kunjungan tersebut Bupati juga memberikan bantuan kepada anak Harsono berupa baju seragam sekolah, sepatu dan barang kebutuhan lainnya.
“Harapan kedepan, tidak ada lagi terjadi begini di Pekalongan , semua satu per satu PR akan coba saya selesaikan. Dari mulai jalan, pendidikan, kesehatan dan juga rumah-rumah yang tidak layak huni adalah PR buat saya untuk diperbaiki,” pungkas Fadia. (Ar-Kominfo)
Selasa, 5 Oktober 2021
KAJEN - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang ke-61 yang jatuh pada tanggal 24 September 2021 di halaman Kantor BPN Kabupaten Pekalongan Wiradesa, Jum’at (24/09) pagi. Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang ke 61 kali ini mengusung tema ‘ Percepatan Pemulihan Ekonomi Melalui Pelayanan Tata Ruang dan Pertanahan yang Profesional’, sekaligus juga dilakukan penyerahan sertifikat kepada organisasi kemasyarakatan dan Pemda. Selain itu dilakukan pula penyerahan penghargaan satya lencana karya satya kepada PNS di lingkungan BPN Kabupaten Pekalongan. Upacara diikuti segenap jajaran lingkungan Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pekalogan dan dihadiri pula Penjabat (Pj) Sekda Kabupaten Pekalongan.
Pj Sekda Kabupaten Pekalongan, Drs Budi Santoso.,M.Si mewakli Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM membacakan sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A.Djalil mengatakan bahwa tema ‘ Percepatan Pemulihan Ekonomi Melalui Pelayanan Tata Ruang dan Pertanahan yang Profesional’ pada peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Tahun 2021 ini mengandung maksud melaksanakan Undang Undang Cipta Kerja (UUCK ) dan turunannya untuk menciptakan lapangan kerja yang seluas luasnya bagi rakyat Indonesia dengan cara memberikan kemudahan berusaha bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta mendorong investasi.
Sejalan dengan semangat pemulihan ekonomi nasional, lanjut Sofyan, hari ini akan diluncurkan sistem pendaftaran online aplikasi LOKETKU dan aplikasi permohonan informasi online. Pelayanan pertanahan secara elektronik ini nantinya akan meningkatkan efisiensi waktu, biaya dan transparansi pelayanan.
“ Dalam rangka percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), saya mengajak Gubernur dan Bupati/Walikota untuk mensukseskan program ini dengan membantu masyarakat yang kurang mampu melalui penyediaan anggaran Pra-PTSL serta membantu meringankan beban masyarakat dengan pengurangan atau bahkan penghapusan BPHTB sehingga target tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia terdaftar dapat dicapai, “ tambahnya.
Pj sekda menambahkan, peringatan hari agraria dan tata ruang ini merupakan momentum yang sangat bagus dimana pelayanan Kementerian ATR/BPN sangat luar biasa. ” Ini menjadikan momentum yang sangat bagus dimana pelayanan Kementerian ini sangat luar biasa, yang dibutuhkan waktu cepat, yang semua nanti akan tercover bisa dilayani dalam sisi sertifikasi tanah yang ada di mereka,” ungkap Pj. Sekda Budi Santoso usai membacakan sambutan Menteri Agraria dan tata ruang.
Pj Sekda mengungkapkan kegiatan hari ini juga sekaligus penyerahan sertifikat ke Pemda dan ormas keagamaan Muhammadiyah dan NU. “ Dan hari ni juga diserahkan sertifikat sebagai bukti pelayanan baik ke Pemda dalam hal ini kami selaku mewakili Bupati, bahwa sertifikat yang ada di Pemda ini sudah ditangani dengan baik dari Kementerian ATR /BPN ini . Kemudian yang kedua ke omas keagamaan khususnya, Muhamadiyah dan NU, juga telah disampaikan termasuk dari PLN dan sekaligus jalan tol juga,” jelasnya.
Ditegaskan pula bahwa semua aset masyarakat termasuk pemerintah harus ada surat bukti dan sekaligus sertifikat yang membuktikan bahwa itu kepemilikannya. “ Tahun 2025 momen yang sangat luar biasa semua harus bersertifikat. Saya yakin Kementerian ATR/BPN mampu untuk menyelesaikannya, “pungkas Pj Sekda Budi Santoso.
Sementara itu Kepala BPN Kabupaten Pekalongan, Imawan Abdul Ghofur menjelaskan bahwa pelayanan LOKETKU ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bisa secara langsung mendaftarkan pelayanan yang ada di BPN secara mandiri. “Di LOKETKU itu nanti masyarakat harus punya akun dulu, akses ke aplikasi ‘Sentuh tanahku’ kemudian kami verifikasi. Kalau cocok,kami beri akun kemudian berdasarkan akun itu mereka bisa mendaftarkan langsung ke kami (online), “ terangnya. (Ar Kominfo)
Jumat, 24 September 2021
KAJEN - Memperingari Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021, Dinperindagkop UKM Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dan Baznas Kabupaten Pekalongan menggelar acara bertajuk ‘Kolaborasi Intervensi Replikasi Laboratorium Kemiskinan’ sekaligus Peringatan Hari Koperasi ke-74 di Desa Windurojo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/09) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM didampingi plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Abdul Kholik, Kadis Kominfo Anis Rosidi , para kepala OPD terkait, ketua Dekopinda , Ketua Baznas, Camat beserta Forkopimcam Kesesi serta kepala desa Windurojo Kecamatan Kesesi dan para tamu undangan.
Dijelaskan Bupati Fadia, dalam masa pandemi seperti saat ini, peran koperasi sangat besar manfaatnya terlebih bagi para pelaku usaha yang mengalami penurunan akibat pandemi covid. ‘Koperasi ini menurut saya pada saat pandemi ini sangat bermanfaat. Karena banyak pelaku usaha pada pandemi ini banyak yang turun. Kalau koperasinya bisa berjalan dengsn baik, bisa bermanfaat untuk para pelaku usaha dan anggotanya , itu akan membawa kehidupan ekomoninya lebih baik, ‘ tutur Fadia
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia juga mengucapkan terimakasih kepada Baznas yang telah membantu para pelaku usaha. “Ayo saling bahu membahu gotong royong dan saling menolong, apalagi saat situasi pandemi ini,” ajaknya.
Bupati juga meminta Camat dan seluruh kepala desa yang hadir agar aktif mengedukasi masyarakat khususnya yang berusia tua agar mau divaksin. Selain itu pelaksanaan vaksinasi diminta untuk dipercepat. “Vaksin ini penting sekali, tidak hanya sebagai syarat bepergian, namun yang lebih penting untuk diri sendiri supaya daya tahan tubuh jauh lebih baik. Saya minta vaksin dipercepat. Kesesi ini termasuk daerah padat , dalam waktu 2 sampai 3 hari seluruh desa sudah masuk vaksin. Jadi vaksin kita serbu ke desa-desa langsung. Dan nanti anak sekolah diatas 12 tahun wajib divaksin agar bisa sekolah tatap muka,”pinta Fadia.
Sementara itu Kepala Dinperindagkop UKM Kabupaten Pekalongan, Ir. Hurip Budi Riyantini ( Bu Tining) dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam kolaborasi tersebut ada beberapa kegiatan. Pertama, yang dilakukan oleh Dinperindagkop UKM yaitu pelatihan komprehensif bagi 20 pelaku usaha berbahan baku lokal singkong dan pisang yang potensinya cukup besar untuk meningkatkan pendapatan. Dan pelatihan sudah dilaksanakan di minggu lalu.Kemudian penguatan ekonomi pelaku usaha berbasis koperasi yang ada di desa Windurojo.
“Kemudian kolabolasi yang kami lakukan dengan Baznas sebagai lembaga pendamping melakukan intervensi melalui program Zakat Community Development yang mengalokasikan dana sebesar Rp. 30 juta guna bantuan fasilitas kesehatan bagi 8 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan pengembangan usaha sebesar Rp.15 juta bagi 10 pelaku usaha mikro,” papar Bu Tining
Selanjutnya kolaborasi dengan Dekopinda dan panitia Harkop ke 74, yaitu memberikan intervensi dalam perbaikan sarana unit produksi usaha dengan alokasi anggaran Rp.10 juta bagi 2 (dua) RTLH.
Selain itu ada pula kerjasama dengan Dindikbud, untuk mensosialisasikan sekaligus mensukseskan program ‘Ayo Kudu Sekolah’. Kemudian memastikan Gerakan ‘Njajan Njo’ bagi ASN/pegawai BUMN/BUMD yang merupakan program Pemkab sebagai langkah konkret untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku ekonomi mikro. Dan aksi nyata, pihaknya telah mengajak ASN untuk njajan, transaksinya mencapai Rp. 29 juta. (Ar-Kominfo)
Kamis, 23 September 2021
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya untuk mengambil langkah - langkah strategis guna mencegah dan menanggulangi stunting di Kabupaten Pekalongan. Salah satu langkah strategis yang diambil saat ini adalah dengan menjalin kerjasama dengan SEAMEO – RECFON ( Southeast Asian Ministers Of Education Organization Regional Centre For Food And Nutrition) dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta.
Kerjasama antara ketiganya tersebut, resmi terjalin dengan telah ditandatanganinya dua kesempakatan bersama, yang dilaksanakan pada Rabu sore (22/9/2021) di Ruang rapat Bupati Pekalongan.
Adapun dua kesepakatan bersama tersebut yang pertama adalah kesepakatan tentang Implementasi Program Anakku Sehat dan Cerdas dan Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangkal untuk Penanggulangan Stunting. Dan yang kedua adalah kesepakatan tentang Pengembangan Masyarakat, Pendidikan dan Penelitian di Bidang Pangan dan Gizi untuk Penanggulangan Stunting.
Pada acara penandatanganan kesepakatan bersama tersebut, dalam sambutanya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., mengatakan bahwa kerjasama yang baru dijalinnya saat ini bersama SEAMEO – RECFON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta diharapkan dapat memberikan dampak positif yang cukup signifikan terhadap upaya Pemkab Pekalongan untuk mencegah dan menanggulangi stunting.
Karena menurutnya, stunting dapat berdampak buruk pada pertumbuhan fisik anak-anak, khususnya metabolisme tubuh dan perkembangan otak anak dalam jangka panjang dan menurutnya, hal tersebut akan menurunkan kualitas SDM.
‘’Pada para pemimpin daerah termasuk kami akan berusaha mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, bebudi luhur, dan mempunyai nilai-nilai yang baik. Untuk itu saya sangat mendukung penuh upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Pekalongan ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga mengungkapkan bahwa kasus stunting di Kabupaten Pekalongan dari tahun 2018 sampai tahun 2020 telah mengalami penurunan yang cukup baik. Untuk itu, dengan telah ditandatanganinya dua kesepakatan bersama antara Pemkab Pekalongan dengan SEAMEO – RECFON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta dapat juga membantu menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan untuk saat ini.
‘’Upaya yang sudah kami lakukan selama ini telah membuahkan hasil alhamdulilah, yang cukup baik. Hal ini ditunjukan dengan adanya penurunan prevalency stunting. Dimana pada tahun 2018 masih 32 %, dan tahun 2019 sudah turun menjadi 21%, dan 2020 alhamdulilah sudah berhasil turun menjadi 15 %,’’ ungkapnya.
Selain itu, menutup sambutannya, Fadia mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada pihak dari SEAMEO – REFCON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta yang telah berkontribusi serta telah menyusun rencana program kerjasama bersama pihaknya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. ‘’Pada kesempatan yang baik ini, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak SEAMEO – RECFON atas kepercayaannya untuk bersepakat dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta dalam pengembangan masyarakat pendidikan dan penelitian di bidang pangan dan gizi untuk penanggulangan stunting,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 22 September 2021
KAJEN - Wayang Kulit merupakan salah satu budaya asli Indonesia yang semakin langka. Untuk itu keberadaannya harus dipertahankan serta dikembangkan. Hal ini disampaikan ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtharuddin Ashraff Abu bersama Tim Dekranasda kabupaten Pekalongan dalam tinjauan ke Industri Kecil Menengah (IKM) Wayang Kulit Desa Pait Kecamatan Siwalan, Rabu (22/09) siang.
Dari hasil tinjauannya, Ashraff mengaku sangat kagum akan kerajinan wayang kulit yang berkualitas tinggi. Menurutnya selain pemasaran, Dekranasda kabupaten Pekalongan akan mencoba mengembangkan kerajinan wayang kulit ini dengan cara mebuka pelatihan bagi anak muda.
“Selain pemasaran, kita akan coba bekerjasama dengan Beliau-beliau ini, untuk pelatihan bagi anak-anak muda agar bisa dapat ide, ketrampilan untuk membuat wayang kulit seperti ini karena kita khawatir sekrang ini ketrampilan seperti ini sudah semakin langka apalagi di kalangan orang muda.,” ucap Ashraff.
Ashraff juga mengungkapkan kebahagiaannya karena dua orang pengrajin yang ia temui adalah anak muda yang menurutnya sangat yang luar biasa dalam menghasilkan kerajinan wayang kulit.
“ Saya kagum dan akhirnnya ingin tahu. Makanya kita memang harus mendatangkan pelajar bahkan dari tingkat Sekolah Dasar biar mereka dikenalkan sejak dini tentang budaya wayang kulit,” tandasnya.
Ashraff juga berharap para anak muda di luar sana juga antusias memiliki rasa ingin tahu tentang wayang kulit. “ Jangan sampai wayang ini hilang dari bumi Indonesia karena ini adalah budaya kita dari turun temurun,” harapnya.(Ar-Kominfo)
Rabu, 22 September 2021
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada hari ini, Rabu (22/9/2021) dalam rangka merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan tahunan Kabupaten Pekalongan, sebagai acuan resmi dalam penyusunan RKPD dan Renstra Perangkat Daerah untuk lima tahun kedepan.
Musrembang tersebut dilaksankan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan yang dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M., Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa dan para kepala OPD. Serta diikuti juga oleh seluruh forkopimcam dan perangkat desa di Kabupaten Pekalongan, dan juga seluruh elemen masayarakat secara virtual.
Pada acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya menyampaikan bahwa hal penting yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun kedepan yaitu menjalankan program-program prioritas mengingat kondisi keuangan negara apalagi daerah saat ini yang masih memperihatnkan.
Untuk itu, Fadia berharap para OPD dapat merancang program-program yang sangat bermanfaat dan implementatif bagi masyarakat, serta sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, adil, merata dan berbudaya gotong-royong.
‘’Dalam musrenbang yang sangat saya perlukan yaitu masukan dari seluruh tokoh masyarakat, karena ini adalah untuk kepentingan kita semua dan yang merasakan ya kita semua, untuk membangun Kabupaten Pekalongan. Karena untuk membangun Kabupaten Pekalongan tidak hanya pemerintah saja melainkan seluruh elemen masyarakat juga harus ikut berpartisipasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, program prioritas yang harus ditekankan dalam RPJMD Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun kedepan adalah hal-hal yang krusial bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi dan infrastruktur.
‘’Kami menitikberatkan program-program itu,bukan berarti kita mengesampingkan program lain. Melainkan saat ini di masa pandemi Covid-19 kita memang harus benar-benar memfokuskan program-program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,’’ jelasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan dalam sambutannya, bahwa maksud dan tujuan kegiatan Musrembang hari ini adalah untuk memperoleh masukan dan saran dari seluruh steakholder dalam rangka penyempuraan rancangan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026. Yang berlandaskan pada UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Keuangan Nasional, Permendagri No.86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Keuangan Daerah, hingga Perda Kabupaten Pekalongan N0.13 Tahun 2018 Tentang Perencanaan Keuangan Daerah.
‘’RPJMD akan menjadi pedoman terhadap penyusunan RKPD dan Renstra masing-masing OPD. Untuk itu, output yang diharapkan pada kegiatan hari ini adalah penyempuraan rancangan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026 juga sebagai wadah untuk sharing segenap steakholder,’’ kata Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar.
Dalam kesempatan tersebut, Yulian Akbar juga memaparkan kondisi Kabupaten Pekalongan dari segi ekonomi, yang menurutnya sektor ekonomi lah yang terhantam sangat keras dengan adanya pandemi Covid-19.
Menurutnya, untuk Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan yang sangat drastis dibandingkan pada tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19. Dimana pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan saat ini tembus angka minus yaitu -1,89 persen. Artinya tidak terjadi pertumbuhan.
Sedangkan untuk Kemiskinan sendiri, lanjut Yulian, Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan jumlah warga miskin yaitu di angka 10, 19 persen. ‘’Semula kita sudah single digit tetapi setelah ada Covid-19 kita naik. Angka ini masih di bawah capaian provinsi,’’ ungkapnya.
Sementara itu, menurut Yulian , yang harus juga menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan yang mengalami penurunan. Dan di Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Pekalongan masuk dalam tiga wilayah yang mengalami penurunan IPM cukup drastis.
‘’ Ini perlu mendapat perhatian karena kita merupakan kabupaten di Jawa Tengah yang IPM nya mengalami penurunan,’’ ujarnya.
Menutup sambutannya dalam Musrenbang tersebut, Yulian Akbar menyampaikan bahwa ada 5 Issue Strategis Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026 yang sudah diterjemahkan dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan. ‘’Kerukunan hidup antar umat beragama, Membangun birokrasi yang bersih, Meningkatkan kualitas daya saing, Infrastruktur dan Pemerataan Pembangunan di daerah Kabupaten Pekalongan. Itulah lima issue strategis Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun kedepan,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 22 September 2021
KAJEN - Dalam rangka mengetahui potensi industri Kecil menengah (IKM ) kerajinan di kabupaten Pekalongan dan menjaring aspirasi dari pelaku usaha kerajinan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda ) Kabupaten Pekalongan melakukan kunjungam ke sejumlah IKM, Selasa, 21 september 2021.
Tim Dekranasda Kabupaten Pekalongan yang diketuai oleh Mukhtharuddin Ashraff Abu ini berkunjung ke tiga IKM, yaitu IKM Zaya Hand Made (Ika Sulis) Desa Karanggondang Karanganyar, Gerabah Ceria (Sigit Rammatullah) Desa Wonorejo Wonopringgo dan Kerajinan Bordir Kel Pekajangan ( Hj. Nikmah) Kedungwuni.
Ashraff mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka meninjau UMKM, diantaranya mengenai bagaimana cara kerja para pelaku UMKM serta untuk mengetahui hambatan hambatan yang ada dalam bisnis mereka. “Kita juga meninjau apa yang bisa kita bantu dari Dekranasda. Selain itu kita juga menyerap aspirasi maupun ide ide yang diberikan dan yang kita lihat apa saja yang mungkin bisa kita kembangkan. Itu tujuan utama kita kesini,” jelas Ashraff usai kunjungannya.
Ashraff juga mengungkapkan dirinya merasa senang melihat inisiatif dan kreatifitas para pelaku UMKM yang menurutnya sungguh luar biasa. Untuk itu pihaknya akan membantu baik dari segi promosi, pemasaran, alat alat bahkan kedepannya ia berharap bisa memberikan bantuan modal.
Selanjutnya dijelaskan pula rencana kegiatan yang terhambat akibat pandemi seperti kegiatan pameran dan sejenisnya dapat segera terwujud. “Sebenarnya kita sudah punya rencana banyak, tetapi terhambat adanya covid. Harapannya pandemi segera berlalu , kita ingin mengadakan pameran, kita aktifkan lagi gedung UMKM yang kita mliliki. Disana kita buat banyak acara, pameran-pameran, sehingga gedungnya aktif, UMKM juga punya wadah untuk menjual hasil produksi dan kreatifitas mereka,” pungkasnya.(Ar-Kominfo)
Selasa, 21 September 2021
KAJEN – Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Widi Riswadi melantik tiga ketua TP PKK tingkat kecamatan, yaitu dari Kecamatan Sragi, Wonopringgo dan Buaran pada siang ini, Selasa (21/9/2021) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Widi Riswadi dalam sambutanya mengatakan bahwa pelantikan tiga ketua TP PKK dari Kecamatan Sragi, Wonopringgo dan Buaran hendaknya bisa meberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
‘’Diharapkan dengan adanya pelantikan ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Karena sejatinya, sebagai pemimpin itu esensinya adalah tentang sejauh mana kita bermanfaat bagi masyarakat,’’ ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.
Karena menurtunya, ketua TP PKK harus mampu memberikan dampak yang positif. Oleh karena itu, Ia berharap tiga ketua TP PKK yang dilantik pada hari ini, dapat mencurahkan segala kemampuannya untuk membangun sebuah inovasi dan kreatifitas dalam rangka mewujudkan tujuan dan fungsi pokok TP PKK.
‘’Dengan seperti itu, maka masyarakat dapat merasakan kehadiran pemimpin secara langsung dalam kehidupan mereka,’’ ujarnya.
Ny. Widi Riswadi juga menjelaskan, bahwa acara pelantikan ketua TP PKK tingkat kecamatan ini merupakan sebuah upaya TP PKK tingkat Kabupaten Pekalongan untuk menguatkan kelembagaan atau organisasi TP PKK secara berjenjang.
Karena Ia meyakini bahwa acara pelantikan ini, bisa menjadi sebuah momentum kedepannya bagi TP PKK tingkat kecamatan untuk lebih mantap lagi dalam menjalankan tugas.
‘’Pada kesempatan yang baik ini, saya selaku pribadi juga atas nama Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan mengucapkan selamat kepada Ibu Sugiarti Riyanto ketua PKK Kecamatan Sragi, Ibu Ning Fizah Makhroji ketua TP PKK Kecamatan Buaran, dan Ibu Moureta Vitria Loreent ketua TP PKK Kecamatan Wonopringgo yang baru saja kami lantik,’’ tuturnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Ny. Widi Riswadi juga menjelaskan bahwa menjadi ketua TP PKK kecamatan bukanlah sebuah pilihan, melainkan amanah. Untuk itu, Ia sangat berharap para ketua TP PKK tingkat kecamatan yang baru saja dilantik, bisa benar-benar menjalankan amanah dengan sebaik mungkin dan penuh rasa ikhlas.
‘’ Mari bersama-sama bersinergi untuk saling memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, demi terccapainya kesejahteraan masayarakat Kabupaten Pekalongan,’’ ( Lus-Kominfo)
Selasa, 21 September 2021