KAJEN – Di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, Desa Karangsari, Kecamatan Bojong telah berhasil menjalankan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu dibuktikan dengan telah dibagikannya sejumlah 683 sertifikat tanah milik warga maupun pemerintah desa pada pagi ini, Kamis (17/9/2020) oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara Kabupaten Pekalongan Imawan secara simbolis.
Program PTSL sendiri merupakan program dari pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat untuk medapatkan sertifikat tanah dan bebas dari biaya pajak pembuatan sertifikat tanah.
Desa Karangsari sendiri dianggap sebagai desa yang telah sukses menjalankan program PTSL karena dari 700 pemohon pembuatan sertifikat , 683 telah lolos. Sehingga desa Karangsari sendiri menjadi desa percontohan atas kesuksesan pembuatan sertifikat tanah dengan program PTSL.
‘’Membuat sertifikat itu tidak mudah, tetapi dengan program pemerintah ini masyarakat bisa terbantu untuk bisa mendapatkan sertifikat tanah. Inilah program pemerintah yang tujuannya untuk mempermudah warga ketika ingin mendapatkan akses tentang sertifikat,’’ Kata Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pembagian Sertifikat Tanah secara simbolis di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong (17/9).
Bupati Asip juga mengatakan bahwa sertifikat tanah sendiri memiliki nilai ekonomis sebagai alat untuk mendapatkan bantuan modal usaha dari Bank. Sehingga Ia berharap dengan terbitnya sertifikat tanah ini, masyarakat bisa menggunakannya dengan sebaik mungkin.
Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa menjaga sertifikat tanah yang telah diterima dengan baik, karena untuk mendapatkan sertifikat ini sendiri tidak mudah ditengah pandemi Covid-19 saat ini.
‘’ Jangan sampai hilang, disimpan baik-baik karena sertifikat itu mempunyai nilai ekonomi dan sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Pekalongan Imawan mengatakan bahwa di Desa Karangsari memiliki 1.194 bidang tanah yang ditargetkan pada tahun 2020 ini setidaknya 683 bidang tanah bisa diselesaikan untuk sertifikat tanahnya. Dari 683 bidang tanah yang dapat diselesaikan tersebut 647 merupakan tanah milik warga dan 36 merupakan tanah aset pemerintah desa.
‘’Alhamdulilah target kita untuk menyelesaikan program PTSL di desa Karangsari ini bisa berhasil dengan memenuhi target kita yaitu 683 sertifikat tanah bisa kita selesaikan,’’ kata Imawan.
Selain itu Imawan juga menjelaskan bahwa untuk program PTSL di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 sendiri secara kuantitas memiliki target peta bidang tanah sebanyak 30.114 bidang, target sertifikat hak atas tanah sebanyak 23.295 bidang dengan lokasi kegiatan ada di 31 desa di 15 kecamatan dan semua target tersebut 100% telah berhasil dan tuntas.
‘’Sampai saat ini secara kuantitas target peta bidang tanah dan target sertifikat hak atas tanah di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 telah tuntas 100% dan siap untuk diserahkan kepada masyarakat,’’ jelas Imawan.
Sedangkan untuk secara kualitas program PTSL sendiri, diungkapkan Imawan, BPN Kabupaten Pekalongan telah menyelesaikan 20 desa secara lengkap yang menampilkan lokasi tanah kegiatan dan keseluruhan data secara terperinci.
Pada acara ini, Kepala Desa Karangsari mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan juga BPN yang telah mendukung penuh program PTSL di desa Karangsari sehingga 683 sertifikat tanah dapat diterima pada hari ini.
‘’Pada kesempatan ini saya berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memberikan peluang kepada desa Karangsari,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 17 September 2020
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan segera melakukan perbaikan infrastruktur akses jalan yang menghubungkan antara desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa dengan desa Dadirejo, Kecamatan Tirto.
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau ke Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto pada siang ini, Senin (14/9/2020) mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan akan mulai dikerjakan dalam dua minggu kedepan setelah kontrak pembangunan disepakati. Untuk itu Ia berharap masyarakat dapat bersabar serta mendukung penuh program pembangunan ini.
‘’ Banyak sekali masuk di medsos kaitan para pengguna jalur ini terutama dari jembatan Karangjati yang ke utara yang menuju ke sini Insyaallah dalam beberapa hari kedepan sudah ada pekerjaan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Selain itu Bupati Asip juga berharap dengan akan dibangunnya perbaikan akses jalan Karangjati – Dadiejo dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas utamanya aktivitas ekonomi yang masih berkembang pesat di wilayah tersebut. Oleh karena itu Ia mengatakan dukungan dari masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mensukseskan pembangunan akses jalan tersebut.
‘’ Jadi mohon dukungan masyarakat karena yang menghubungkan kecamatan Wiradesa dan Tirto, oleh karena itu ini sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas DPU Taru Bambang Irianto melalui Kabid Bina marga Arif Rahman menyampaikan bahwa pembangunan akses jalan Karangjati – Dadirejo akan dibangun dengan lebar 3,5 meter dan panjang lintasan yaitu 700 meter.
KAJEN – Program pemberdayaan untuk keluarga dari tahun ke tahun harus semakin diberdayakan. Program tentang 10 Program Pokok PKK bukanlah program yang bersifat utopis (khayal), tetapi program yang benar-benar sudah membumi karena sudah dirintis sejak dulu kala, tinggal dilakukan evaluasi, yang bagus pada tahun kemarin dipertahankan, kemudian yang belum, dievaluasi untuk selanjutnya di masa datang menjadi bagian dari penyempurnaan program PKK.
Hal itu diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan pada acara Orientasi Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Pekalongan, Senin (14/09) pagi di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi, Sekda dan Kepala OPD selaku anggota pembina TP PKK Kabupaten Pekalongan, Camat selaku pembina TP PKK Kecamatan, Kepala Desa/Kelurahan selaku Pembina TP PKK Desa/Kelurahan, segenap pengurus TP PKK Kabupaten Pekalongan serta ketua TP PKK Kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Pekalongan.
“ Hari ini kita mengikuti orientasi Tim Penggerak PKK untuk kecamatan Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono, Doro, Siwalan, dan Kedungwuni. Ini adalah bentuk dari evaluasi program kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, yang sudah dilaksanakan 5 tahun sejak tahan 2016. Kalau evaluasi, pasti kita akan menemukan program mana yang sudah baik, kemudian program yang harus kita dinamisir kembali untuk masa yang akan datang,” ujar Bupati.
Bupati Asip menyampaikan ada program-program inovatif seperti Gema Setia dan Gentong Hebat, yang memberikan hasil (outcome) yaitu secara kuantitatif sudah bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Program itu juga mendapat supporting dari beberapa CSR luar negeri.
KAJEN - Secara resmi Rapat Pimpinan Nasional ( Rapimnas ) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) yang berlokasi di hotel Nirwana Pekalongan dibuka oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.,SH.,M.Si pada Sabtu (12/09). Acara dihadiri oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa ( mewakili Menteri Dalam Negeri RI), Ketua umum, Sekjen, Dewan Penasehat PPDI Pusat, Totok Budi Mulyanto SE, (Asisten Pemerintahan I Kabupaten Pekalongan ), Perwakilan Forkopimda se-kabupaten/kota Pekalongan serta para peserta Rapimnas dari berbagai provinsi dan kabupaten se-Indonesia. Rapimnas PPDI kali ini mengusung tema ‘ Saatnya perangkat desa berdaya, membangun dari tepi menuju Indonesia maju’.
Di hadapan para peserta Rapimnas Bupati Asip mengucapkan selamat datang di wilayah Pekalongan. Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan mempunyai 273 atau desa 285 desa dan kelurahan. “ Desa mengajarkan kepada kita tentang guyub rukun dan gotong royong . Harmonisasi masyarakat bisa kita temukan secara nyata di desa. Dan Alhamdulilah para pemimpin kita juga kebanyakan lahir di desa, ‘ terang Bupati mengawali sambutannya.
Maka menurutnya beruntunglah para perangkat desa karena setidaknya mereka sudah mempunyai sumber daya manusia yang merupakan karunia dari Alloh SWT yang luar biasa, yang ini menjadi daya dukung utama . Yang kedua, desa punya sumber daya alam yang secara spesifik jika dikelola dengan baik oleh sumber daya manusia tadi, maka Bupati yakin hal itu akan menghadirkan kemakmuran yang senyatanya. Sumber daya yang ketiga yang ada di desa, yaitu sumber daya sosial. Bupati mengatakan sosial resource ini menjadi kekuatan yang dahsyat yang tidak dimiliki oleh desa-desa selain desa-desa yang ada di Indonesia.
“ Tiga sumber daya akan menjadi kekuatan utama , ketika tiga sumber daya ini dikelola oleh desa (perangkat desa) , yang tentu saja melibatkan peran aktif panjenengan semua. Ini saya kira mandat besar atau filosofi mengapa harus berdiri organisasi-organisasi perangkat yang ada di Indonesia, karena sadar atau tidak bahwa representasi kemakmuran Republik ini harus diwujudkan dalam sebuah tatanan kemakmuran yang wajahnya ada di desa, “ tandasnya.
KAJEN – Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Tengah Martin Suanta SE.,M.Si menyerahkan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) kepada Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti yang mewakili Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si di Kampung KB Desa Logandeng Kecamatan Karangdadap pada Rabu (09/09) pagi. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menerima penghargaan atas prestasi yang menonjol dan komitmen serta kepemimpinannya dalam menggerakkan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana untuk Terwujudnya Keluarga Berkualitas dan Penduduk Tumbuh Seimbang.
Penghargaan tersebut dirangkaikan dengan launching Kampung KB CoE desa Logandeng Kecamatan Karangdadap. Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Munafah Asip Kholbihi, para kepala OPD, Plt Dinas PMD P3A dan PPKB Drs Muchlisin, Kepala Bank Jateng Kajen Guirin Nugroho, Unsur Forkompimda, Camat Karangdadap serta forkopimcam
Martin Suanta menyampaikan penilaian mencakup 2 aspek, yaitu dukungan komitmen dan aspek Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana ( Bangga Kencana ). “ Atas nama pemerintah RI saya mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan atas dukungan dan komitmen terhadap program Bangga Kencana di Kabupaten Pekalongan. Saya harap kerja keras bupati dan wakil bupati tidak berhenti sampai disini dan penghargaan ini akan jadi pemicu , semangat untuk terus memberikan dukungan terhadap program Bangga Kencana karena keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, merupakan wahana pertama dan utama bagi penyemayam karakter bangsa,” ujar Martin
KAJEN - Salah satu intensifikasi pendapatan hasil daerah Kabupaten Pekalongan adalah bagaimana mendinamisir PBB. Hal ini diungkapkan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam acara penyerahan hadiah pemenang lomba cepat tepat Pelunasan Pajak Bumi Daerah (PBB) dan Bangunan, Rabu (02/09) di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Bupati menjelaskan ada dua hal mendasar yang perlu dikaji, pertama adalah mengenai data, data-data harus dilakukan sinkronisasi, yang kedua yaitu piutang PBB yang masih 10 milyar lebih yang harus dicari solusinya agar cepat selesai.
Yang paling penting menurut Bupati, dalam kondisi Covid 19 ini harus hati-hati untuk melakukan penarikan, satu sisi sumber pembiayaan utama adalah dari PAD kemudian sisi lain dalam situasi yang krisis seperti saat ini tinggal nanti Pemkab melihat pertumbuhan ekonomi kuartal ke selanjutnya.
Pada kuartal pertama kemarin masih positif, kemudian kuartal kedua sudah minus 5,8 jadi tinggal dilihat kuartal ketiga yang akan dihitung mulai bulan Oktober atau September. Kalau Oktober nanti asumsi pertumbuhan ekonomi masih minus berarti negara ini memasuki era yang krisis namun ini biasa saja dan bukan hanya diukur dari perkembangan aspek pertumbuhan lingkungan, juga dari aspek lain.
Karena situasi seperti itu maka pajak PBB yang dulu merupakan kewajiban sekarang menjadi kebutuhan. “ Jadi dua pihak harus saling pengertian, yang paling penting bagaimana melakukan edukasi, saya minta bantuan Pak Camat, Pak Kades agar warganya ada inovasi, ‘ pintanya.
Dikatakan pula ujung tombak penerimaan PBB ada di desa sehingga dalam hal ini peran camat menjadi penting. Mengingat kondisi masyarakat sekarang yang berbeda dengan masyarakat dulu, bupati menegaskan pendekatannya harus diubah supaya kebih humanis. “ Hal-hal yang bersifat kemanusiaan harus ditonjolkan dengan pendekatan-pendekatan yang lebih penting supaya lebih efektif, bisa dilakukan sosialisasi bahwa PBB kewajiban bersama karena berasal dari pajak, nanti bentuk feedback ke desa adalah ADD, hal itu jelas efek dari PBB dan efeknya ke desa jelas, “ paparnya
KAJEN - Tidak ada Satu jam, puluhan pengendara sepeda motor dan mobil terjaring rasia Kepatuhan berkendara dalam Giat Operasi Tindakan Pelanggaran Kasat mata oleh Satlantas Polres Pekalongan di Jl.Raya Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Rabu (2/9/2020).
Puluhan pengendara yang melanggar baik tidak mengenakan helem atau masker di kenakan saksi tilang ditempat, sedangkan bagi warga yang tidak mengenakan masker diberikan daksi edukatif dengan menghafalkan Pancasila dan UUD 45, seperti penjelasan Kasatlantas Polres Pekalongan melalui Kanit Patroli Ipda Adhi Agung Prabowo.Amd.
"Giat ini melibatkan 11 personil yang kami jalankan secara rooling di titik- titik rawan pelanggaran di wilayah Kabupaten Pekalongan, Selain Sanksi edukatif bagi warga yang tidak mengenakan masker, pengendara yang tidak memakai helem dan tak membawa kelengkapan surat berkendara juga kami tilang," Pungkas Kanit Pratoli.
Sementara itu Muna Warga Kelurahan Kedungwuni yang terjaring dalam rasia tindakan kasat mata ini juga menanggapi positif upaya Satlantas untuk menertibkan Warga Kabupaten Pekalongan agar taat menggunakan masker dan mematuhi peraturan lalu lintas, terlebih pada masa pandemi covid 19 yang belum berakhir ini (Rep.Teddy Rks)
Rabu, 2 September 2020
KAJEN - Optimalkan Jangkauan layanan Administrasi Kebendudukan bagi Masyarakat di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kependudukan dan catatan sipil (DINDUKCAPIL) setempat realisasikan trobosan Jonjang Adminduk yang sudah berjalan di Dua yaitu Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Paninggaran sejak dua bulan terakhir.
Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan catatan Sipil Kabupaten Pekalongan Abdul Baqi.SH.,S.RN saat di temui Selasa (1/9) di Kantornya. “ Program Jonjang Adminduk ini kami gagas untuk lebih mendekatkan layananan Dindukcapil Kepada Masyarakat, selain Program lain yang sudah dijalankan sebelum dan semasa pandemi Covid 19.”
Ditambahkan selama masa pandemi Covid 19 ini layanan reguler yang dilakukan Dinas kependudukan dan catatan sipil baik di 19 kecamatan ataupun di Kantor Dinduk capil berjalan dengan target yalayanan yang ditentukan setiap harinya yaitu sejumlah 210 layanan, dengan rincian kuota di masing masing kecamatan 10 orang pemohon dan di kantor dinas sejumlah 20 pemohon atau perekam KTP.
Sedangkan untuk memfasilitasi layanan terhadap warga penyandang disabilitas Dinduk Capil kabupaten Pekalongan juga mengoptimalkan pelayanan dengan petugas sapu jagat atau yang dikenal dengan program Go Disabilitas. (Rep. RKS)
KAJEN -Dalam rangka ikhtiar mewujudkan tata kelola keuangan organisasi yang akuntable dan transparan, KONI Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Bank Jateng melaunching kartu atlet dan pelatih Kabupaten Pekalongan pada Kamis (27/8) di Kantor Bank Jateng Cabang Kajen. Jumlah total atlet di Kabupaten Pekalongan yang menerima launching kartu ini ada 416 atlet, dengan total anggaran sekitar 300 juta rupiah.
Kartu tersebut nantinya dapat digunakan untuk transaksi nontunai (e-money) untuk biaya latihan dan lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja serta prestasi dari para atlet supaya lebih maju.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat menghadiri acara launching menerangkan bahwa Pemkab belajar dari sejarah tata kelola pengelolaan KONI Kabupaten Pekalongan, tata kelola keuangan daerah spirit utamanya adalah transparansi yang merupakan ruh dari sistem tata kelola pemerintahan atau tata kelola keuangan daerah.
Dalam hal ini, aturan mainnya sudah dipenuhi, aspek transparansinya juga sudah dipenuhi, kemudian akuntabilitas atau pertanggung jawabannya juga harus dipenuhi. “Kalau 3 aspek sudah selesai maka insya Allah pertanggungjawaban keuangan KONI Kabupaten Pekalongan berjalan mulus kemudian ketika diperiksa BPK pun tidak ditemukan hal-hal yang tidak kita inginkan.” Terangnya.
Bupati berpesan kepada para atlet untuk membangun kembali rasa kebersamaan dan rasa saling percaya karena hal itu adalah kunci sukses dari bergeraknya sebuah organisasi. Bupati juga mengajak para atlet untuk berprestasi dengan bersama-sama berlatih dan bertanding kalau event sudah dibuka kembali.
Dalam kesempatan tersebut dikatakan pula Pemkab berencana akan membuat kantor KONI dan gedung olahraga (GOR). Untuk pembangunan GOR center sudah disiapkan, lokasinya akan ada disamping UMKM Center Wonopringgo.
Pihaknya juga meminta doa dan dukungan masyarakat supaya pembangunan ini dapat segera terealisasi dan selesai untuk mempermudah masyarakat mengakses jalan tersebut.
‘’ Dengan pembangunan yang akan segera dilaksanakan ini saya optimis program ini akan berhasil dan mohon dukungannya juga kepada seluruh masyarakat karena akses jalan ini merupakan kebutuhan kita bersama,’’ jelasnya.
Senin, 14 September 2020
Selain itu, TP PKK Kabupaten Pekalongan juga telah melakukan upaya agar bagaimana pengenalan market industry produk UMKM Kabupaten Pekalongan, yang berupa kebaya, selendang, kain batik, kain sarung, ikat kepala dan lainnya, meningkat omsetnya. “ Hari ini pemasaran yang dilakukan anak-anak muda kita sungguh membanggakan. Ada ratusan reseller yang omsetnya ratusan milyar. Walau situasi begini, semua masih berjalan normal, “ ungkapnya.
Yang penting lagi, menurutnya adalah mendorong yang di desa . Bupati berharap dalam perencanaan pendapatan dan belanja desa( APBDes), alokasi anggaran di fokuskan untuk pemberdayaan masyarakat melalui PKK.
“ Munculkan inovasi-inovasi sebanyak mungkin, yang ini akan menjadikan kita menjadi kabupaten yang maju. Kemudian saya berharap lagi melalui acara seperti ini PKK harus lebih konsen lagi untuk menjadi garda penggerak dalam membangun, membina dan membentuk keluarga, guna mewujudkan kesejahteraan keluarga sebagai unit kelompok terkecil dalam masyarakat, “ pintanya
Bupati juga berharap kepada seluruh Tim Penggerak PKK baik kabupaten maupun desa, untuk menjalankan tugas dengan sepenuh hati guna menggerakkan masyarakat demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan di kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut memaparkan kegiatan pertemuan hari ini merupakan program agenda akhir tahun yang rutin diselengarakan oleh Tim Penggerak PKK kabupaten Pekalongan yang dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menyatukan dan memantapkan langkah seluruh Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Pekalongan dalam menyongsong kegiatan di tahun ke depan demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Kegiatan TP PKK Kabupaten Pekalongan selama 4 tahun ini baik di tingkat kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan berjalan baik. 10 program pokok PKK telah dilaksanakan dengan baik dan terus berjalan. Dikarenakan tahun 2020 ini ada pandemic, maka kegiatan evaluasi turun langsung ke lapangan diundur pelaksanaannya pada tahun2021 mendatang.
Ny Munafah juga memaparkan TP PKK mempunyai program-program inovasi yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satunya adalah program unggulan GEMA SETIA ( Gerakan masyarakat stop kematian ibu dan anak), sebagai langkah konkrit mendukung pemerintah dalam penurunan angka kematian ibu dan anak. Kemudian GENTONG HEBAT ( Gerakan gotong royong hidup bersih dan sehat) yang membawa kabupaten Pekalongan menerima penghargaan di bidang lingkungan. Ada pula GEMAS MAKIN BAIK (Gerakan menanam, makan sayur ikan dan buah anak Indonesia kreatif). Gerakan ini mengajak anak dari PAUD sampai SMP untuk gemar menanam dan makan sayur serta ikan dan buah. Selain itu ada pula pencapaian Rekor MURI perempuan berkebaya di hari Kartini tahun 2017 dan dilanjutkan di tahun berikutnya, perempuan berkebaya bersolawat dalam momen hari Ibu.
“ Kami berharap inovasi dan program yang telah berjalan ini dapat dilanjutkan pada masa yang akan datang, “ujar Ny. Munafah (Ar-Kominfo)
Senin, 14 September 2020
Kemudian, sumber daya yang terakhir, dan ini merupakan produk dari hasil kekuatan politik, menurut Bupati, adalah sumber daya finansial.
Seperti diketahui selama ini orang desa diasumsikan sebagai orang yang terbelakang atau jauh dari kekuasaan. Untuk itu Bupati mengajak merubah pandangan seperti itu.
“ Pertama dengan menguatkan suprastruktur desanya. Infrastruktur desa sudah kita bangun dengan dana desa, suprastruktur desa ini penting karena merupakan mandat yang harus dilaksanakan melalui tupoksi panjenengan. Jadi sekali lagi perangkat sangat penting , disamping kita memperjuangkan kepentingan kita untuk menjadikan lembaga perangkat desa itu kuat,” paparnya
Selanjutnya melalui momentum Rapimnas tersebut Bupati juga mengajak menggelorakan semangat PPDI untuk mereformasi secara struktural bentuk pemerintahan di desa agar lebih baik lagi. (Ar-Kominfo)
Sabtu, 12 September 2020
Martin berharap semua momentum penganugerahan penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) tersebut dapat dijadikan daya ungkit bagi sinergitas kemitraan antara BKKBN, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah khususnya Kabupaten Pekalongan, serta mitra kerja lainnya untuk mewujudkan Indonesia sejahtera.
“ Dan saya juga menghaturkan terimakasih kepada Wakil Bupati dalam hal ini Bupati Pekalongan, atas dukungan dan komitmen yang kuat terhadap program kampung KB khususnya, “ lanjutnya
Dikatakan pula Kampung KB merupakan episentrum karen a menjadi miniatur kegiatan sinergi di berbagai elemen masyarakat.
“ Saya harap setelah dibentuk kampung KB ini semakin dapat memberikan akses kemudahan informasi memberikan pelayanan dan kontribusi yang maksimal dalam program Bangga Kencana sehingga menjadi motor penggerak partisipasi semua pihak dalam penggerakan masyarakat,” pintanya
Dalam kesempatan tersebut Martin juga mengapresiasi semua jajaran bupati, wakil bupati, ketua TP PKK, juga dinas terkait yang telah mencapai 128 % pelayanan sejuta akseptor pada satu hari pada tanggal 29 Juni lalu, dimana telah tercapai secara nasional 1,4 juta pelayanan akseptor langsung.
Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti atas nama pemerintah daerah menyampaikan terimakasih kepada BKKBN, dalam hal ini BKKBN Pusat maupun Perwakilan Jawa Tengah yang telah memberikan penghargaan. “ Semoga penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk senantiasa meningkatkan kegiatan-kegiatan kependudukan maupun KB , “ kata Arini. Menurutnya hal ini merupakan bukti masyarakat Kabupaten Pekalongan tertib di dalam kependudukan , tinggi animonya pada program KB dan mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan untuk membangun setiap keluarga menjadi lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera.
Dengan diresmikannya kampung KB bahagia desa Logandeng menjadi Kampung KB percontohan, Arini berharap kampung KB dapat diimplementasikan sebagai salah satu kegiatan inovatif dengan intervensi berbagai kegiatan prioritas lintas sector.
Arini menjelaskan bahwa berbagai kegiatan prioritas yang dilaksanakan di kampung KB harus melibatkan seluruh mitra kerja dan para pemangku kepentingan serta partisipasi aktif masyarakat di lokasi kampung KB itu sendiri. Kampung KB harus diintervensi secara holistic dan integratif oleh lintas sector secara bersama-sama dengan berlandaskan gotong royong. Diharapkan kampong KB akan memberikan dampak nyata serta memberi manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Jawa Tengah Dra. Retno Sudewi,Apt,MM.,M.Si mengungkapkan pelayanan di kampung KB bukan berarti untuk pelayanan KB saja, pihaknya berharap dalam pelayanan kampung KB nanti bisa mengangkat kasus-kasus seperti stunting dan pencegahan perkawinan usia anak.
“ Menurut data, di Jawa Tengah memang sudah menurun tapi untuk level nasional menurunnya lebih drastis, sehingga lama-lama kalau kita tidak menekan, itu bisa melebihi angka nasional, “ jelas Retno. Untuk itu pihaknya berharap dengan program dair tim penggerak PKK yang bekerjasama dengan beberapa unsur bisa menekan angka pekawinan.
Selain itu di kampung KB nanti juga diharapkan diisi dengan beberapa kegiatan untuk pemberdayaan ekonomi perempuan Retno memaparkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak Provinsi Jawa Tengah sudah memulai untuk melakukan peningkatan produktifitas ekonomi perempuan pada masa pandemic ini, yaitu dengan melibatkan 17.000 perempuan rentan. ” Alhamdulilah dari 17 ribu itu, Kader PKK yang terlibat ada 58 % nya. Dan dari 2 kegiatan telah menghasilkan 2.500.000 masker, juga 2.200.000 face shield,” terangnya
Kepala Desa Logandeng, Kusnoto mengungkapkan dengan adanya kegiatan Kampung KB di desanya keikutsertaan KB mulai meningkat. Disamping itu kegiatan lain seperti untuk peningkatan taraf hidup warga juga mengalami mulai peningkatan. (Ar-Kominfo)
Rabu, 9 September 2020
Terkait PBB, Bupati menyampaikan saat ini di desa-desa sedang digerakkan supaya targetnya memenuhi. Harapannya target 10 milyar bisa tercapai dan nantinya bisa naik menjadi 13 milyar. (Ela Nurfadhila)
Rabu, 2 September 2020
Selasa, 1 September 2020
Ditambahkan bupati, Pemkab sudah mengikuti inovasi daerah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi. Untuk bidang olahraga belum, namun di sektor lain seperti lingkungan juara 2, untuk prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan masih rangking 37 . (El-Kominfo)
Kamis, 27 Agustus 2020