KAJEN - Dalam rangka kegiatan Gema Setia (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak) di Kecamatan Tirto, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si meninjau Desa Mulyorejo dan menyalurkan bantuan, Kamis (23/1/2020) siang.
Bupati mengatakan daerah itu memang merupakan daerah rob. Sebelumnya, Pemkab Pekalongan telah berusaha memperbaiki beberapa jalan dan alhamdulillah bisa mengurangi bencana tersebut. Namun demikian, tetap saja masih ada rumah warga yang tidak ada hujan namun air rob masih menggenangi dalam rumah.
''Desa ini kami jadikan laboratorium kemiskinan wilayah pantai sehingga perlu dipantau terus keberadaannya,'' katanya.
Guna menjadikan desa itu terhindar dari bencana rob, perlu adanya dukungan penuh dari seluruh pihak. Bukan hanya Pemkab yang bergerak namun Perbankan maupun lainnya harus terlibat. Sebab cukup besar anggarannya agar bisa pulih kembali seperti sedia kala atau masyarakatnya merasa nyaman karena tidak harus berhadapan dengan air rob terus menerus.
Sebenarnya, kata Bupati, untuk pendapatan masyarakat di Desa Mulyorejo cukup bagus dan mapan. Namun karena hasil kerjanya untuk membiayai perbaikan rumah, akhirnya yang seharusnya digunakan untuk kepentingan lain digunakan untuk memberi matrial atau bahan bagunan untuk meninggikan rumah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang didampingi istrinya, Ny. Munafah Asip Kholbihi, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran dan Camat Tirto menyerahkan bantuan berupa Jamban sehat dan PMT (pemberian makanan Tambahan) untuk Balita dengan permasalahan gizi kepada sejumlah warga.
Kemudian juga menyempatkan berbicara dengan masyarakat sekitar, apa yang dibutuhkan dengan kondisi tersebut. Mereka menyampaikan semua keluhan karena kampungnya sering tergenang air rob sehingga berharap, Bupati bisa memperhatikan hal itu dan segera memperbaiki kondisi di Desa Mulyorejo.
Dari hasil pembicaraan dengan salah satu perangkat desa, yang dibutuhkan sekarang adalah mesin pompa. Tempat itu memang sudah ada, namun perlu adanya tambahan mesin lagi sehingga bisa meminimalisir genangan air rob yang masuk ke pemukiman penduduk.
Mendengar hal itu, Bupati meminta agar perangkat desa setempat membuat surat permohonan pengajuan tambahan mesin pompa di kantornya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro yang ikut mendampingi Bupati ke lokasi tersebut mengatakan selama ini pihaknya sudah memperhatikan daerah itu, khususnya soal kesehatan warga sekitar. Biasanya daerah yang sering tergenang air, rawan terhadap sejumlah penyakit seperti gatal-gatal, demam, dan lainnya.
''Kami telah melakukan 'jemput bola' di desa ini dengan rutin menggelar pemeriksaan kesehatan,'' katanya.
Dengan rutinitas seperti itu, warga sekitar akhirnya menjadi terbantu karena ketika ada yang sakit maka bisa langsung memeriksakan ke tempat itu atau puskesmas terdekat. Kemudian saat periksa kesehatan, masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya karena sebagian besar sudah memiliki Jamkesda sehingga pemerintah yang membayar biaya kesehatannya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Selama empat tahun, inovasi pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai masih rendah. Terbukti, dari 72 OPD yang ada di Kabupaten Pekalongan hanya 16 diantaranya yang telah berinovasi untuk mempermudah pelayan publik. Sedangkan dari 16 OPD tersebut, sebagian besar di bidang pelayanan kesehatan.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan saat melaunching dan membuka Workshop Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/1/2020) pagi.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menjelaskan padahal, di sejumlah kabupaten, inovasi yang dilakukan juga soal kesehatan. Dengan demikian, persaingannya menjadi ketat sehingga diharapkan tahun 2020 semua OPD harus bisa berinovasi.
KAJEN - Dilihat dari populasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan, sebagian besar diantaranya berprofesi sebagai petani. Namun realisasinya, sumbangan pendapatan masyarakat dari petani hanya nomor dua yakni sekitar 19 persen. Sedangkan yang pertama malahan dari sektor industri pengolahan, mencapai 31 persen sehingga meski kabupaten namun pendapatan masyarakatnya seperti kota.
''Hal ini cukup memprihatinkan sehingga kami berharap dari sektor pertanian harus ditingkatkan,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meresmikan lumbung pangan, lantai jemur dan ricemill di Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/1 /2020) siang.
Dengan adanya peresmian lumbung padi dan lainnya, maka harapan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanan bisa direalisasikan dengan baik.
KAJEN - Hari ini, Selasa (21/1/2020) diselenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan draft perjanjian kerjasama wajib 5 Kabupaten yakni Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Purbalingga dan Banyumas atau disingkat Galang Kapurmas.
Rakor khusus membahas tiga bidang yaitu bidang pembangunan kepemudaan, bidang ketenagakerjaan, bidang pendidikan dan kebudayaan.
Acara dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dan dilangsungkan di aula lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan. Dihadiri Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta Asisten Pemerintahan dan Kesra beserta para Kepala OPD terkait dari 5 Kabupaten. Dan Rakor dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak hari Selasa ini (21/1 /2020) dan Rabu besok (22/1/2020).
Usai membuka Rakor, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si kepada awak media yang meliput menyampaikan bahwasanya hari ini sedang ada kajian-kajian mendalam yang dilakukan oleh para Sekda dan para Kepala OPD terkait di 5 Kabupaten untuk melakukan sinergitas ke lima kabupaten dengan kerjasama.
KAJEN -Turunnya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi selama beberapa jam di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin malam ( 20/01/2020) mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Salah satu tempat yang terkena banjir adalah RSUD Kraton yang berlokasi di Kota Pekalongan.
Sehubungan musibah banjir tersebut, pagi ini Selasa (21/01/2020) Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti melakukan kunjungan langsung ke RSUD Kraton. “Kemarin hujan sangat deras sekali sehingga pompa yang sudah disediakan di Rumah Sakit, dengan debit yang terlalu besar tidak mampu mengatasi, sehingga sampai terjadi banjir. Dan bahkan ada pasien yang dipindahkan dari ruang wijayakusuma ke ruang cempaka yang kebetulan pasiennya sedikit”, ujar Arini di sela sela tinjauannya ke RSUD Kraton.
Arini menjelaskan kalau debit yang berasal dari jalan raya terlalu besar, kalau itu ditambah pompa kurang efektif. Menurutnya perlu diupayakan bagaimana membendung / meninggikan titik yang rendah-rendah sehingga dari jalan tidak masuk ke Rumah Sakit.
KAJEN - Kecamatan Petungkriyono merupakan salah satu wilayah yang memiliki tempat atau objek wisata terbanyak di Kabupaten Pekalongan. Di antara lokasi tersebut, masih ada yang masih perlu pantauan khusus supaya bisa menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kota Santri yakni Telaga Sigebyar Mangunan yang berada di Desa Tlogohendro.
Tempat itu cukup eksotik dengan pemandangan alam yang sangat bagus dan berada di daerah pegunungan sehingga hanya cukup sejuk.
''Tempat ini cukup sunyi dan sangat cocok untuk bertafakur, menikmati karunia dari Allah SWT,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat meninjau telaga tersebut, Minggu (19/1/2020).
Karena masih perlu adanya tambahan agar lokasi ini lebih bagus lagi maka saat ini kawasan Telaga Sigebyar Mangunan masih dalam tahap revitalisasi. Di sekitar telaga, tepatnya di tengah-tengah, terdapat cukup banyak gambut sehingga perlu dikeruk.
KAJEN - Belum lama ini, jembatan jambu atau sering disebut jembatan ''begal'' di Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mengalami longsor. Padahal, jembatan itu fungsinya sangat fital karena menghubungkan Kecamatan Kajen dengan Kecamatan Kandangserang. Namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan, akhirnya akses jalan untuk sementara ditutup, khususnya untuk kendaraan roda empat atau lebih.
Melihat kondisi salah satu daerahnya mengalami longsor, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si bersama sejumlah pejabat lainnya langsung menyempatkan waktunya menuju ke Jembatan Jambu, Jumat siang (17/1/2020).
Setelah menyaksikan dan mamantau sendiri di lokasi kejadian, Bupati meminta agar segera dilakukan perbaikan jembatan dan maksimal waktunya tiga minggu lamanya.
''Paling lama tiga minggu kita akan kembalikan fungsi jembatan ini seperti sedia kala,'' tandasnya.
KAJEN - Tahun 2020 bisa jadi dikatakan sebagai tahun politik di Jawa Tengah. Pasalnya, ada sekitar 21 Kabupaten dan Kota di wilayah tersebut bakal diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak, salah satunya Kabupaten Pekalongan. Dengan adanya tahun seperti itu, saya berharap agar semua pihak harus netral.
Demikian dikatakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat menjadi inspektur upacara bendera di Markas Kodim 0710/ Pekalongan, Jumat (17/1/2020) pagi.
Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, tuan rumah Dandim Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS, dan sejumlah pejabat Forkopimda.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengingatkan kepada seluruh Kepala Desa yang mengikuti sosialisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk benar-benar mematuhi aturan dan prosedur yang ada.
"Saya ingatkan kepada para kades yang hadir, agar menjalankan PTSL sesuai dengan prosedur dan aturan. Jangan sampai ada pungutan diluar ketentuan, karena dalam mengurus PTSL ini biasa resminya Rp 150 ribu dan tidak boleh lebih dari itu," kata Bupati Asip usai membuka dan menghadiri sosialisasi PTSL di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Rabu (15/1/2020).
Pihaknya juga mengapresiasi kerja keras BPN Kabupaten Pekalongan. Hal ini lantaran, tahun 2019 mampu menyelesaikan target 40.000 ribu bidang tanah.
"Saya berharap agar seluruh stakeholder, dapat bersatu dalam menyukseskan program PTSL tahun 2020 yang targetnya menjadi 44.000 ribu bidang," jelasnya.
''Seluruh OPD harus bisa melakukan inovasi dalam pelayanan publik. Percuma saja kalau tidak bisa karena kita sudah menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebanyak 150 persen,''ujar Bupati kepada jajaran OPD yang mengikuti workshop kompetisi inovasi pelayanan publik.
Bupati memiliki angan-angan, dengan meningkatkan TPP cukup tinggi, maka rekan-rekan di OPD bisa berinovasi. Namun realisasinya, mereka hanya menjalankan tugas sehari-hari tanpa mau menambah performa kinerjanya. Kalau menurut bahasa Presiden RI, mereka bekerja menggunakan sistem linier dan hal inilah kunci daripada ketidakmajuan.
Selanjutnya Bupati Asip Kholbihi menjelaskan, jika berbicara masalah inovasi Kabupaten Pekalongan memang belum bisa berbicara banyak. Padahal era sekarang merupakan era inovasi dan bangsa yang cepat dan inovatif bakal memenangkan pertarungan di era global. Kunci dari semua itu karena soal kemauan, bukan hanya kemampuan. ''Orang yang mampu berinovasi cukup banyak, namun yang berkemauan sedikit sehingga tahun 2020 memerintah kepada seluruh OPD bisa menjalankan inovasi soal pelayanan publik,” tegas Bupati.
Kata Bupati, jangan takut soal hasil inovasinya itu jelek atau lainnya, namun yang penting berusaha lebih dahulu. Soal kekurangan ke depannya masih diperbaiki karena yang utama bagaimana bisa menciptakan inovasi untuk kenyamanan dalam melayani publik atau masyarakat.
Bupati mencontohkan daerah Brebes, tahun 2019 berada di top 45 Indonesia soal berinovasi. Padahal, keberadaannya lebih dahulu Kabupaten Pekalongan yang kini baru menduduki peringkat 20 di Jawa Tengah.
Diceritakan Bupati, suatu saat diundang ke salah satu daerah yang kebetulan kepala daerahnya sahabat karibnya. Bupati Asip melihat, inovasi yang di daerah sangat bagus dan menonjol sehingga terbesit untuk menanyakan soal keberhasilan tersebut kepada temmannya. Dia sangat kaget karena keberhasilan itu, kepala daerahnya tidak ikut terlibat langsung dalam menerapkan inovasi pelayanan publik. Namun semuanya diserahkan kepada Kepala OPD terkait dalam menjalankan program tersebut. Hal inilah yang patut ditiru dan diterapkan di Kabupaten Pekalongan yakni melalui kemauan keras dari seluruh OPD.
''Mudah-mudahan dengan pelaksanaan workshoo kompetisi inovasi dengan mendatangkan narasumber yang handal, inovasi di Kabupaten Pekalongan semakin banyak dan bisa melayani masyarakat dengan baik,'' tegasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kenapa harus ada lumbung padi, Bupati menjelaskan tempat itu berfungsi untuk menyimpan hasil panen para petani yakni padi. Kalau lumbung itu kosong atau tak terisi berarti kesejahteraan para petani cukup memprihatinkan dan sebaliknya apabila penuh maka usaha yang dilakukan petani di sawah sukses.
Lebih lanjut dijelaskan, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki tanggung jawab untuk subsidi swasembada pangan.
"Tahun 2019, hasil produksi pertanian berupa beras menghasilkan lebih kurang 131.000 ton dan dari jumlah tersebut, konsumsinya hampir 80 ribu ton, lalu surplusnya 51 ribu ton. Saya berharap, tahun depan kelebihan produksi beras bisa ditingkatkan dan pemerintah daerah akan mendukungnya," terang Bupati.
Dari data yang ada, luas secara keseluruhan di Kabupaten Pekalongan lebih kurang 90 ribu hektare dan 23 ribu hektare di antaranya merupakan lahan sawah. Kemudian dari jumlah sawah yang ada, 19 ribu hektare di antaranya merupakan lahan yang tak bisa dialihfungsikan. "Adapun 4000 hektare sisa lahan berada di wilayah sekitar Kecamatan Sragi, salah satu Desa Ketanonagen," jelasnya.
Selain peresmian lumbung pangan, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor dan pompa air serta klaim asuransi dari Jasindo. Semua bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian. Untuk itu, masyarakat maupun petani di desa itu harus bisa memaksimalkan dan mengelola dengan baik.
''Sekali lagi saya meminta dengan adanya bantuan ini dari sektor pertanian harus ditingkatkan, baik hasil maupun pendapatan masyarakat,'' katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ir. H. Siswanto menjelaskan tujuan pembangunan lumbung pangan dan ricemill yakni peningkatan volume stok pangan dari masyarakat. Kemudian menjamin akses dan kecukupan pangan, khususnya Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi; lalu menjaga kestabilan harga dan gabah hasil panen petani setempat, terutama di kelompok tani.
Di samping itu juga dapat mengembangkan ekonomi produktif pada kelompok tani atau kelompok lumbung pangan.
Adapun untuk bantuan alat dan mesin pertanian, harapannya memberikan kemudahan bagi para petani saat pengolahan tanah dan tanam, khususnya pada saat musim kemarau. Kemudian dapat meningkatkan indeks pertanaman dalam rangka meningkatkan produksi.selama setahun.
''Dari semula satu tanam kemudian menjadi dua tanam, dan dari dua tanam menjadi tiga kali tanam sehingga hasilnya lebih banyak,'' ujarnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut Bupati, saat ini semua kerjasama diatur yakni ada kerjasama antar Provinsi dan ada kerjasama antar daerah. "Khusus untuk kerjasama daerah, Kabupaten Pekalongan dengan 4 Kabupaten lainnya dengan tema tiga bidang itu sedang merancangnya," ujar Bupati.
Kemudian, lanjut Bupati, yang paling penting pada tataran implementasi. Karena Jawa Tengah ini menjadi target Pemerintahan Jokowoi-Maruf Amin bahwa nanti pertumbuhan ekonomi dipatok diangka 7.
"Jadi tidak hanya melalui Perpres Nomor 79 tahun 2019 saja tetapi melalui inovasi kerjasama daerah, sehingga ini juga menjadi faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi 7, serta penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan di Jawa Tengah ini," tegasnya.
"Ini di tataran draft. Saya berharap nanti betul-betul bisa dioperasionalisasikan. Jadi jangan hanya MoUnya saja yang kuat, tetapi yang lebih penting adalah pada tataran aplikasinya, tataran aksi yang lebih penting. Karena ini akan bermanfaat untuk pengembangan daerah," imbuh Bupati.
Mengenai pihak-pihak Rumah Sakit yang telah mengevakuasi pasien, Arini berterima kasih kepada pihak Rumah Sakit karena dinilai sudah bersikap tanggap, ada banjir pasien langsung dievakuasi dengan cepat sehingga pasien merasa nyaman dan pasien merasa puas dengan pelayanan Rumah Sakit.
“ Mudah-mudaha an tidak terjadi banjir lagi dengan meningkatkan tempat-tempat yang rendah sehingga tidak lagi menggelondor ke Rumah Sakit”, harap Arini.
Sementara itu dr. Eko Wigiantoro, M.Kes selaku Direktur RSUD Kraton membenarkan bahwa pasien yang ada di ruang Wijayakusuma, ruang yang terkena dampak paling parah , telah alihkan ke ruang cempaka yang bebas dari dampak banjir. Selanjutnya setelah dibersihkan, pasien kembali ke ruangan ( Humas Dinkominfo Kabupaten Pekalongan )
"Hingga sekarang, proses pengerukan sekitar 60 persen dan untuk mempercepat kegiatan itu perlu adanya peralatan tambahan dan Pemkab akan menyediakannya," terang Bupati.
Dijelaskan Bupati, agar pelaksanaan perbaikan cepat selesai, maka untuk sementara ini di kawasan telaga ditutup. Nanti kalau sudah selesai dan kondisinya jauh lebih bagus lagi maka akan segera dibuka.
Bupati yakin, telaga itu bisa menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah kerjanya dan bakal bisa menarik masyarakat luar kota maupun wisatawan untuk mengunjunginya.
Sebelumnya, sudah cukup lama Pemkab Pekalongan menghibahkan tanah agar dibuat pendopo. Paling tidak, dengan adanya tempat itu juga membuat suasana di Telaga Sigebyar Mangunan semakin apik dan diminati pengunjung.
Sementara itu, Kasi Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Dody Purwanto membenarkan belum lama ini Bupati Pekalongan meninjau untuk melihat perkembangan lebih lanjut telaga yang berada di Kecamatan Petungkriyono.
Saat musim kemarau, air di telaga memang sempat berkurang atau mengering dan pada saat itu muncul gambut di tengah telaga. Sekarang, air di lokasi itu sudah cukup banyak, namun gambut yang merupakan tumpukan dari tumbuh-tumbuhan masih tetap ada.
''Keberadaan gambut ini cukup menganggu pemandangan sehingga perlu adanya pengerukan. Sudah dilakukan beberapa kali pengerukan dan sampai sekarang realisasinya sekitar 60 persen, '' tandasnya.
Jika sudah selesai revitalisasi, maka Telaga Sigebyar Mangunan bisa menjadi pilihan wisata bagi wisatawan yang datang ke Petungkriyono. Selama ini, ada beberapa destinasi serupa yang sudah banyak dikunjungi masyarakat lokal maupun luar kota seperti Curug Sibedug, Curug Lawe, Welo Asri, Black Canyon, Curug Bajing, dan tempat berkemah.
Kemudian sekarang juga terdapat kafe Kopi yang diharapkan menjadi lokasi peristirahatan para pengunjung setelah melihat-lihat sejumlah destinasi wisata di Petungkriyono. Selain menikmati kehangatan kopi setempat, pengunjung juga bisa mengabadikannya dengan selfi atau mengambil gambar pemandangan sekitar. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Pemkab bakal menyiapkan anggaran melalui dana tak terduga supaya secepatpun mungkin perbaikan jembatan selesai. Masalahnya, jalan ini sangat fital karena masyarakat yang ada di Kajen maupun sebaliknya, Kandangserang yang naik mobil tidak bisa melintas.
Sambil menunggu perbaikan, Bupati meminta kepada seluruh jajaran yang terkait dengan kondisi tersebut agar menyiapkan jalur alternatif, terutama kendaraan roda empat. Meski harus memutar, yang penting akses jalannya tetap lancar sampai perbaikan jembatan jambu selesai.
"Imbas dari longsornya jembatan itu memang cukup besar yakni menghambat roda perekonomian masyarakat sekitar. Makanya perlu adanya jalur alternatif yang menghubungkan kedua kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kemudian untuk kendaraan besar, seperti truk supaya tidak melintas di jalur alternatif dan dirinya sudah berkoordinasi supaya menutup jalan bagi kendaraan jenis itu," ujar Bupati.
Selanjutnya dijelaskan, selama bulan Januari, kekhawatiran terjadinya bencana di Kabupaten Pekalongan memang cukup tinggi. Selain di Jembatan Jambu, juga ada beberapa titik atau lokasi yang mengalami hal serupa. Kemudian bencana banjir, khususnya di wilayah utara, meski skalanya masih kecil atau genangan airnya belum terlalu tinggi, namun masih ada terjadi.
Walau begitu, dengan kesiapan dan dukungan dari semua pihak, insya allah Pemkab Pekalongan berusaha menanganinya dengan baik. Hal itu sudah dilakukannya, masyarakat perangkat desa, maupun dari jajaran TNI dan Polri bekerjasama membantu warga yang terkena longsor.
''Semua hal yang ada kaitannya dengan becana alam, seperti longsor dan banjir akan segera diperbaiki,'' tegasnya.
Ada fase atau tahapan yang namanya rehabilitasi rekontruksi, tapi sampai sekarang skalanya masih kecil atau lokal. Mumpung belum terlambat, Bupati menyampaikan di bulan januari, musim hujan belum berakhir sehingga masyarakat harus waspada. Kemudian Pemkab dan isntansi terkait juga sudah on call dan siap siaga guna mengantisipasi datangnya bencana alam secara tiba-tiba atau mendadak. (red)
''Mari kita jaga netralitas dan profesionalitas kita sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing,'' ujar Bupati.
Sebab, kata Bupati, menjelang pelaksanaan Pilkada, suhu politik menjadi semakin panas sehingga tingkat terjadinya konflik pun tinggi. Namun apabila semua pihak berlaku netral dan menjaga kinerjanya sesuai peran masing-masing, insya Allah semuaya akan aman dan nyaman.
"Dengan demikian, harapan agar terciptanya suasana kondusif di Kabupaten Pekalongan menjelenang atau setelah Pilkada berlangsung bakal terealisasi dengan baik," terang Bupati.
Bupati menjelaskan, tahapan pelaksanaan Pilkada di daerahnya kini sudah mulai berjalan, terutama pihak penyelenggara pemilu yakni Bawaslu dan KPU. Keduanya telah membentuk struktur di tingkat kecamatan seperti Panwascam maupun PPK. Dalam tahapan pembentukan tersebut, Pemkab tetap berusaha membantu dan sepenuhnya mendukung agar pelaksanaan Pilkada di daerahnya lancar.
Bentuk dukungan itu antara lain anggaran belanja hibah untuk kedua penyelenggara pemilu dan sudah dimanfaatkan sesuai tahapan yang berjalan. Kemudian yang lebih penting lagi adalah dukungan sumber daya manusia, di mana saat Pilkada membutuhkan personel cukup banyak.
''Tolong ibu Sekda dibantu untuk rekrutmen personil supaya lancar baik di tingkat kecamatan sampai terbentuknya KPPS,''ujar Bupati saat menjadi inspektur upacara bendera.
Lebih lanjut dikatakan, dalam menjaga netralitas menjelang Pilkada berlangsung, kuncinya antara lain membuat perencanaan dengan matang, hindari kekeliruan dan meningkatkan harmonisasi. Orientasinya adalah mewujudkan harmonisasi dan soliditas tanpa saling mengintervensi dalam penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilukada serentak Di Tahun 2020 Ini.
"Kemudian juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan semangat persatuan serta kesatuan terhadap upaya dari pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah dan menghancurkan kelangsungan kehidupan bangsa maupun kekuatan NKRI, khususnya di Kabupaten Pekalongan," tandasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Asip menambahkan banyak sekali manfaat program PTSL, selain mempercepat masyarakat memperoleh sertifikat tanah, hal itu juga meminimalisasi konflik pertanahan.
"Program, dari pemerintah ini juga mampu mendorong pergerakan dan kemajuan ekonomi masyarakat bawah, karena sertifikat ini menjadi barang berharga yang bisa digunakan untuk agunan bank dan lembaga keuangan untuk modal usaha," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)