KAJEN- Penyebaran virus HIV/Aids di Kabupaten Pekalongan semakin meningkat. Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Pekalongan tekankan agar tahun 2030 bebas dari HIV/AIDS pada Rapat Kerja Warga Peduli Aids (WPA) dan Anggota untuk Penanggulangan Aids. Rabu (28/08/2019).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan yang sekaligus Ketua Penanggulan AIDS Ir. H. Arini Harimurti, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Wakil Ketua II Komisi Penanggulangan Aids Setiawan Dwi Antoro, SKM.,M.Kes, Sekretaris KPA , dan WPA.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi antar OPD yang tergabung dalam KPA untuk mewujudkan 3 Zero (bebas penularan, bebas kematian, dan bebas dari deskriminasi), menjabarkan akan tugas dan fungsi dari masing-masing anggota KPA sesuai dengan SK Bupati Pekalongan tahun 2017 tentang Komisi Penangangan Aids Daerah. Adapun sasaran kegiatan ini adalah seluruh anggota KPA dan WPA dari 23 desa dari 12 kecamatan.
“Sebenarnya persoalan AIDS ini sangat sederhana tetapi sangat membahayakan. Sederhana karena AIDS ini sebenarnya masalah perilaku, kalo perilaku kita tidak neko-neko insyallah AIDS ini bisa ditekan dan bisa ditiadakan.” Ujar Wakil Bupati
Epidermi penderita AIDS tahun 2005-2019 HIV/Aids sudah mencapai 382 penderita (205 HIV, 177 Aids meninggal). Sedangkan untuk tahun 2019 ada 31 kasus selama 6 bulan.
“Kita berupaya dengan cara Warga Peduli Aids (WPA) di desa-desa. Nanti desa sendiri akan kita minta untuk membuat kegiatan mengenai penanggulangan Aids. Ini kelihatannya sepele karena menyangkut perilaku, namun dampaknya sangat luar biasah.” Lanjut Arini.
Kegiatan rapat ini dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kasus Aids. Pemerintah berupaya menekan angka Aids agar tidak berkembang dan di tahun 2030 terwujud Kabupaten Pekalongan bebas dari Aids.
“Dari tahun ketahun kasus Aids semakin meningkat. Sejak Januari-Juli 2019 sudah ditemukan 31 kasus yang tersebar di 12 kecamatan. Berarti terhitung sejak 2005-2019 sudah ditemukan 305 kasus, dan yang meninggal 117 kasus, maka perlu dilakukan rapat untuk mengantisipasi juga menyikapi upaya dalam penagguilangan kasus Aids.” Terang Setiawan
Kegiatan rapat ini dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kasus Aids. Pemerintah berupaya menekan angka Aids agar tidak berkembang dan di tahun 2030 terwujud Kabupaten Pekalongan bebas dari Aids.
Sesuai dengan tema hari jadi Kabupaten Pekalongan “Sengkuyung” Wakil Bupati mengajak semua jajaran pemerintah Kabupaten Peklaongan dan masyarakat untuk bersama memberdayakan masyarakat tentang Aids, dan bagaimana cara menanggulangi agar tidak tertular. (red)
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerima tanda penghargaan Lencana Melati dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso yang disematkan langsung oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pronowo.
Penyematan Lencana Melati Pramuka dilakukan pada Upacara Hari Pramuka ke-58 dan Pembukaan Jambore Daerah ke-15 di Bumi Perkemahan Mustika Kabupaten Blora, Selasa (27/8/2019).
Lencana Melati sendiri merupakan lencana jasa yang diberikan sebagai tanda penghargaan kepada anggota dewasa di dalam dan di luar Gerakan Pramuka yang dianggap memiliki jasa dan pengabdian yang luar biasa bagi kepentingan Gerakan Pramuka.
Asip Kholbihi yang juga menjabat sebagai Ketua Mabicab Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan, merupakan satu dari dua Bupati yang menerima tanda penghargaan Lencana Melati. Bupati lainnya yakni Bupati Grobogan.
KAJEN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna Istimewa yang berbeda dari Rapat Paripurna pada umumnya. Karena Rapat Paripurna ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397, diselenggarakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Kajen, Senin (26/8/2019).
Sesuai dengan sejarah kelahiran Kabupaten Pekalongan, Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ditetapkan dan jatuh pada hari Jumat Kliwon, tanggal 25 Agustus 1622. Ini tidak lepas dari catatan sejarah di masa lampau yang telah ditelusuri dan ditemukan oleh Tim Penyusun Sejarah dan hasilnya telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan No. 10 Tahun 2001.
Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj. Hindun, MH mewakili atas nama Pimpinan Sementara dan Anggota DPRD kabupaten Pekalongan menyampaikan ucapan "Selamat Hari Jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan, Dirgahayu Kabupaten Pekalongan".
KAJEN - Pemkab Pekalongan menggelar Pegelaran Wayang Kulit dan Pesta Kembang Api sebagai penanda puncak dalam acara Resepsi Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 di Halaman Parkir Pendopo Kabupaten Pekalongan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (25/8/2019) malam.
Pentas wayang kulit dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi dari Surakarta dan Bintang tamunya yaitu Ustadzah Hj. Kharida Yogi Nomara Abrory. Kemudian untuk pentas wayang kulit mengangkat cerita tentang Bima Gugah. Tentunya ini sangat mendidik dan masyarakat sangat antusias sekali untuk menyaksikan.
Dalam acara resepsi, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si didampingi Waki Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti menyerahkan penghargaan kepada para tokoh inspiratif dan pemenang lomba-lomba, serta sekaligus secara simbolis menyerahkan sebuah wayang kepada dalang sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit.
KAJEN - Kirab Budaya Mapanji Cempaluk dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 dengan tema Wahyu Tumurun dilaksanakan dengan rute start dari Kecamatan Kedungwuni, Wonopringgo, Karanganyar, Kulu, Pasar Kajen, Sibedug dan berakhir di Rumah Dinas Bupati, Minggu (25/8/2019).
Dalam kirab budaya ini ada beberapa tahapan prosesi yang menggambarkan sejarah asal mula terbentuknya Kabupaten Pekalongan beserta doa, harapan dan cita-cita bagi Kabupaten Pekalongan yang disajikan secara simbolik dengan maksud dan tujuan yang mengandung makna filosofis tertentu.
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerangkan bahwa dalam kirab budaya kali ini berharap agar keberkahan, kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian, keamanan segera turun di Kabupaten Pekalongan dalam tempo yang tidak terlalu lama.
[Gambar]
KAJEN - Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 dimaknai sebagai ajang untuk merefleksikan apa yang sudah dilakukan dan membangun cita-cita idealitas tatanan masyarakat.
"Tatanan idealitas mewujudkan masyarakat yang sejahtera lahir batin, masyarakat yang menjungjung tinggi nilai-nilai lokalitas dan menghargai prinsip-prinsip keyakinan religiusitas," kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat memberikan sambutan pada acara Doa Bersama antar umat beragama dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 397 di Pendopo Bupati Pekalongan, Sabtu (24/8/2019) malam.
Dalam kegiatan tersebut di hadiri Ketua Sementara DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol. Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Wakapolres Pekalongan Kompol H. Mashudi, SH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, tokoh agama dan tamu undangan.
KAJEN – Untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, yaitu yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah kabupaten Pekalongan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan meluncurkan Aplikasi Simaurembug (Sistem Informasi Masyarakat Urun Rembug) yang merupakan salah satu output dari pelaksanaan proyek perubahan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah oleh Endang SR Juwaningsih, S.Psi.,M.Si. Kasubbid Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kinerja Pembangunan Bappeda Litbang.
Sambutan dan Launching aplikasi Simaurembug dibuka oleh Fery Irawan, ST.,MT, Kepala Bidang Program dan Monev Pembangunan Bappeda Litbang pada tanggal 22 Agustus 2019 bertempat di Aula lantai 2 Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan, dihadiri oleh Perangkat daerah, Perwakilan BPD dari beberapa desa, karang taruna, forum anak, dewan kesenian daerah, dewan pendidikan, LSM, KADIN, Gapensi, dan LPPM Politeknik Muhamadiyah Kajen. Pada acara peluncuran aplikasi tersebut juga ada pengisian materi Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika dan materi Teknik Pengisian Aplikasi Simaurembug dari Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan. Pada acara launching banyak peserta yang menyambut dengan interes / antusias dengan mengajukan banyak pertanyaan.
KAJEN - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-397 tahun 2019, jajaran Pemkab Pekalongan melakukan ziarah ke makam para Bupati pendahulu, salah satunya yakni ke makam Bupati pertama yaitu Pangeran Mandurorejo yang dimakamkan di Kaliwungu Kabupaten Kendal, Jumat (23/8/2019).
Dalam kegiatan tersebut Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si bersama Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua Sementara DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Wakapolres Pekalongan Kompol H. Mashudi, SH., Ketua Pengadilan Agama H. Suwoto, SH., MH., Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan, Perwira Penghubung Kodim 0710 Pekalongan.
Selanjutnya, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala OPD, Ketua MUI KH. Rozikin Daman, Kepala Kemenag DR. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, perwakilan Kejari Kajen.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat ditemui usai acara mengatakan, penghargaan Lencana Melati merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Kwarnas sebagai bentuk kepercayaan terhadap Ka Mabicab Kabupaten Pekalongan.
"Ini dikandung maksud agar dinamisasi gerakan pramuka untuk terus kita tingkatkan, sehingga pendidikan karakter, kebangsaan dan kecakapan hidup yang sekarang menjadi kebutuhan termasuk pramuka kekinian bisa kita elaborasi sampai di tingkat Kwarcab," kata Bupati.
Menurutnya Pramuka masih menjadi benteng yang kokoh untuk menolak paham radikalisme, arus globalisasi yang terlalu deras, faham-faham rasisme dan fenomena bulliying di media sosial. "Melalui gerakan pramuka inilah anak-anak akan menemukan jati dirinya sebagai manusia Indonesia, ini penting sekali," jelasnya.
Ke depan, kata Bupati, Kwarcab Kabupaten Pekalongan akan menggagas perkemahan wirakarya yang ditempatkan di desa-desa terisolir namun mempunyai potensi yang bagus.
"Dengan perkemahan ini, kita akan dorong laju pertumbuhan di desa, infrastruktur kita benahi, pemberdayaan masyarakat serta penanaman nilai-nilai pancasila dan kebhinekaan. Saya selaku Ka mabicab selalu melakukan koordinasi dan pemberdayaan kepada Kwarcab sehingga esensi pembinaan gerakan pramuka di kabupaten pekalongan dapat tercapai," harapnya.
Dalam menghadiri upacara Hari Pramuka Tingkat Provinsi dan Jambore Kwarda tersebut, Bupati Pekalongan didampingi oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto, M.Si beserta jajaran pengurus Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan. (didik /dinkominfo kab.pekalongan).
"Saya berharap agar kegiatan dalam rangkaian hari jadi ini tidak sekedar bersifat seremonial belaka, tetapi lebih dari itu dalam memaknai sebagai ajang untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran dan sekaligus tanah pengabdian," ucap Hindun.
Maju tidaknya Kabupaten Pekalongan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Tentu harus digiatkan pembangunan dengan semangat tinggi dan terus gelorakan semangat kebersamaan dengan gotong royong dan rasa memiliki, kembangkan kreatifitas dan inovasi untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih sejahtera.
"Sesuai dengan tagline Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, dengan Sengkuyung bersama membangun Kabupaten Pekalongan lebih baik," katanya.
Dewan mengapresiasi dan bangga atas prestasi dan kemajuan yang telah dicapai oleh Pemkab Pekalongan, namun tidak dapat menutup mata masih ada beberapa kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Ketidakberhasilan yang terjadi perlu kita jadikan catatan khusus untuk kedepannya agar diperbaiki supaya mampu memenuhi harapan masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si mengucapkan terimakasih atas dukungan dan doanya yang selama ini sudah dilakukan serta mengajak agar apa yang sudah dicapai bisa ditingkatkan dan kemudian menyelesaikan banyak PR yang belum tercapai.
"PR kita masih banyak sekali seperti infrastruktur yang belum 100%, angka kemiskinan belum turun secara maksimal walaupun untuk menuju single digit secara kualitas harus ditingkatkan," ujar Bupati Asip.
Kemudian yang paling utama adalah bagaimana untuk membangun filosofi Sengkuyung sesuai dengan tema hari jadi. Pembangunan ini harus sengkuyung bareng-bareng agar lebih dinamis, lebih maju dan lebih mensejahterakan masyarakat.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerangkan bahwa Kabupaten Pekalongan ini sudah cukup tua karena sudah berumur 397 tahun. Selain itu pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sudah Sengkuyung bersama dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
"Dalam membangun Kabupaten Pekalongan ini tentunya telah menghadapi berbagai rintangan dan tantangan. Tetapi demi mewujudkan cita-cita luhur tentunya semua akan dilalui agar terwujud untuk mensejahterahkan masyarakat," kata Bupati.
Setiap peringatan Hari jadi Kabupaten Pekalongan ini ada berbagai kegiatan seperti Kilau Raya, Pekan Raya Kajen (PRK), Mlaku-mlaku bareng Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan dengan hadiah Rumah, Umroh, Motor dan berbagai hadiah yang lain.
"Ini merupakan rangkaian hari jadi dan mudah-mudahan berjalan dengan baik," ujar Bupati Asip.
Dengan adanya acara seperti ini, masyarakat mendapatkan hiburan dan suasana tambah rukun dan guyub ditengah situasi nasional yang membutuhkan perekat sosial. Solidaritas sosial ini harus kita perekat dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
"Contohnya momentum hari jadi ini kita gunakan sebagai alat untuk mengikat solidaritas dengan berbagai kegiatan seni budaya, olahraga dan bentuk yang lain. Saya kira ini sangat penting," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH menambahkan agar selalu mengenang tentang sejarah berdirinya Kabupaten Pekalongan sampai dengan sekarang. "Kita perlu bersyukur pada para pendahulu dan juga kepada Allah SWT," kata Hindun.
Mudah-mudahan dengan adanya resepsi ini bisa memberikan satu bentuk intropeksi diri untuk Kabupaten Pekalongan dalam rangka melangkah kedepan agar lebih baik. "Saya kira ini perlu menjadi renungan sehingga nanti pembangunan akan berjalan dengan baik," terangnya.
Kita sudah melihat beberapa capaian prestasi yang dilakuklan oleh Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si dan para jajarannya baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial budaya yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
"Saya ucapkan selamat Dirgahayu Kabupaten Pekalongan ke-397. Sejahtera rakyat kita, makmur dan adil serta pelayanan untuk masyarakat bisa lebih baik lagi," tutupnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
"Insya Allah akan segera kita wujudkan dengan sengkuyung yang sesuai dengan tema hari jadi yaitu Kabupaten Pekalongan Sengkuyung," ucap Bupati.
Semua warga Kabupaten Pekalongan agar selalu sengkuyung demi membangun Kabupaten Pekalongan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Membangun karakter kebudayaan dengan kirab budaya Mapanji Cempaluk.
"Semoga membawa barokah kepada kita semua dan berdoa kepada Allah SWT agar Kabupaten Pekalongan semakin sejahtera, makmur, pemimpinnya makin melayani rakyatnya. Ini yang paling penting," harap Bupati Asip.
Sementara itu Ketua Sementara DRPD kabupaten Pekalongan, Hj. Hindun menambahkan jika beliau sangat terkesan dan mengapresiasi dengan kirab budaya ini, sebagai bentuk kebudayaan yang harus dilestarikan.
"Kajen hari ini sangat meriah, aman dan damai dan mudah-mudahan rakyatnya semakin sejahtera, makmur," ujar Hindun.
Kirab budaya ini sangat meriah, perlu dilestarikan. Ini juga sebagai bentuk rasa syukur kita dan rasa terima kasih kepada para pendahulu kita ayng sudah membangung Kabupaten Pekalongan.
"Saya sangat senang sekali bisa mengikuti acara kirab budaya ini, walaupun ternyata capek sekali," tandasnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Dijelaskan Bupati, doa bersama dimaksudkan meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar perjalanan Kabupaten Pekalongan yang sudah baik untuk dapat ditingkatkan. "Sedang yang kurang baik agar menjadi koreksi kita bersama supaya pembangunan dapat semakin dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Pihaknya optimistis, persoalan yang ada seperti angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastrukstur akan dapat diselesaikan dengan adanya modal utama yakni kerukunan dan toleransi antar umat beragama.
"Pembangunan infrastruktur terus kita galakkan diantaranya di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi serta infrastruktur dalam bidang keagamaan baik intern umat beragama maupun antar umat beragama, karena hal itu merupakan modal utama pembangunan," paparnya.
Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH mengatakan, bahwa doa merupakan ajaran agama bentuk ketertundukan kepada Tuhan yang tentunya dibarengi dengan ikhtiyar. "Sejak jaman dulu yakni sejak bupati pertama Pangeran Mandurorejo tahun 1622 M sampai kurun waktu lima tahun kepemimpinan Asip-Arini, Pemkab Pekalongan sudah berihtiyar semaksimal mungkin melakukan pembangunan," katanya.
Maksud doa bersama ini, kata Hindun, yakni berdoa agar Kabupaten Pekalongan dapat semakin maju, sejahtera, aman dan kondusif sehingga bisa melaksanakan pembangunan terus-menerus untuk mensejahterakan maayarakat. "Sejahtera ditandai dengan berkurangnya angka kemiskinan, terbebasnya kebutuhan, dan peningkatan SDM serta yang penting adalah kondisi aman," tuturnya.
Dijelaskan Hindun, selama kurun waktu lima tahun memimpin, Bupati Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Arini Harimurti telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 12,98 menjadi 10,06. "Penurunan angka kemiskinan sebesar 2,5 persen merupakan prestasi yang bagus, selain itu pertumbuhan ekonomi juga meningkat, jika pertumbuhan ekonomi terus meningkat maka angka kemiskinan akan terus berkurang," ujarnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Selama ini partisipasi publik dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan masih terbatas pada ranah perencanaan, sedangkan dalam ranah implementasi program pembangunan partisipasi masyarakat masih sangat minim. Ketiadaan ruang publik untuk berkomunikasi dua arah menyebabkan belum ada feed back dari masyarakat, sehingga pengawasan terhadap implementasi kebijakan maupun konfirmasi atas klaim kinerja pemerintah oleh masyarakat belum optimal.
Pada acara tersebut Kabid Program dan Monev Bappeda Litbang menyampaikan bahwa saat ini ada tiga isu dasar yang sangat strategis terkait paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan, yaitu tata kelola pemerintahan yang berbasis keterbukaan informasi publik, tata kelola pemerintahan berbasis Teknologi Informasi Komunikasi dan Tata kelola pemerintahan berbasis single and open data system. Proyek perubahan yang merupakan inovasi dari Endang SR Juwaningsih sangat mendukung tiga capaian paradigma baru terkait penyelenggaraan pemerintahan. Harapan ke depan sistem aplikasi Simaurembug ini dapat diimplementasikan dan membantu mengoptimalkan monitoring dan evaluasi pembangunan untuk digunakan sebagai bahan perencanaan .
Endang mengatakan bahwa dasar pemikiran membuka akses publik atas proses pelaksanaan kegiatan Pembangunan di Kabupaten Pekalongan adalah bahwa pembangunan yang dibiayai dengan dana publik harus dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting pemerintahan demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mendukung hal tersebut.
Melalui sistem aplikasi Simaurembug ini dapat diperoleh data dan informasi capaian indikator pembangunan di Kabupaten Pekalongan serta masyarakat dapat ikut serta dalam pengawasan pembangunan untuk memastikan kesesuaian antara jenis kegiatan, volume dan kualitas pekerjaan, waktu pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan, dan/ atau spesifikasi dan mutu hasil pekerjaan dengan rencana pembangunan daerah yang telah ditetapkan. Dengan adanya aplikasi Simaurembug ini masyarakat dapat melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan di kabupaten Pekalongan.
Sistem Simaurembug ini dapat terjangkau dan diakses sepanjang terkoneksi dengan jaringan internet. Aplikasi Simaurembug berbasis web ini juga dapat diakses dengan menggunakan perangkat android. Adapun server dari Simaurembug ini ada pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan dengan alamat http://simaurembug.pekalongankab.go.id. Aplikasi simaurembug ini sudah terintegrasi dengan data dari aplikasi Simpel dari bagian pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan.
Sebelum launching, uji coba aplikasi simaurembug telah dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2019 di Bappeda Litbang dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukinan dan Lingkungan Hidup dan Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata. Pelaksanaan uji coba aplikasi berjalan lancar dan disepakati peserta rapat untuk melaksanakan pemantauan atau monev di lokasi kegiatan tanggal 7-8 Agustus 2019. Hasil monev pelaksanaan kegiatan di lokasi kemudian ditindaklanjuti untuk input ke aplikasi Simaurembug dan berhasil. Tujuan dari adanya channel publik ini adalah untuk memudahkan masyarakat ikut serta aktif dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan di kabupaten Pekalongan. Pengembangan sistem aplikasi Simaurembug ini masih perlu dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dan penyempurnaan, harapanya ke depan aplikasi ini dapat diterapkan dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan terimakasih kepada penerus Pangeran Mandurorejo yang sudah menyambut kedatangan rombongan. “Tradisi ziarah ke makam Mandurorejo sudah menjadi kegiatan rutin karena sudah dilakukan oleh bupati terdahulu dan kebiasaan ini harus dipertahankan,” katanya.
Bupati menambahkan, bahwa makam-makam Bupati Pekalongan terdahulu banyak tersebar di beberapa Kota/Kabupaten di sepanjang pantai utara. “Makam Bupati Pekalongan ada yang di Kendal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan bahkan ada pula yang di Gresik,” tutur Bupati Asip.
Dijelaskan Bupati Asip, ziarah ke makam Pangeran Mandurorejo merupakan agenda penting, karena makam tersebut merupakan situs sejarah bagi lahirnya kabupaten pekalongan. “Pangeran Mandurorejo merupakan Bupati pertama Pekalongan yang sangat berjasa bagi perkembangan kabupaten pekalongan selanjutnya,” terangnya.
Bupati berharap, kepada keturunan Pangeran Mandurorejo agar dapat melanjutkan spirit perjuangannya yang sangat heroik dalam melawan pasukan VOC dan jika pada masa sekarang yakni dengan membangun wilayah masing-masing sesuai dengan kodratnya. “Semoga ziarah ini menjadi amal sholeh dan tercatat sebagai birul wailadain sehingga hajat kita dapat dikabulkan,” harapnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)