KAJEN - Sebanyak 99 orang setingkat Eselon 3 dan 4 dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Pekalongan dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan di Aula Lt. 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/8/2019).
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menerangkan bahwa kegiatan pelantikan ini dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta bagian dari pembinaan dari pola karir untuk ASN (Aparatur Sipil Negara). Beliau juga berpesan kepada yang dilantik agar bisa serius, inovatif dan amanah.
"Pesan saya, terutama untuk yang masih muda-muda agar bisa serius, tekun dan juga kreatif, inovatif serta yang paling penting amanah dalam menjalankan tugas ini," pesan Bupati.
Dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Aspek tersebut merupakan dasar utama untuk para ASN itu dipromosikan atau dimutasi. "Itu merupakan bagian yang wajar saja, bagi para ASN tentu memahami betul makna dari mutasi dan rotasi," ucapnya.
Dalam birokrasi ini, Republik Indonesia sedang mengembangkan sistem meritokrasi dalam birokrasi, yang secara harfiah adalah sebuah sistem yang memberikan kesempatan pada seseorang untuk menjadi pemimpin, berdasar pada kemampuannya, bukan pada koneksi politisnya.
"Sistem itu yang akan dilakukan dan diterapkan di Pemkab Pekalongan. Harus berani keluar dari zona aman dan menuju zona kompetitif," ujar Bupati Asip.
Pemkab Pekalongan, lanjut Bupati, akan mengevaluasi kinerja ASN yang kreatif dan berprestasi untuk mendapatkan reward kenaikan pangkat. Sedangkan yang stagnan atau tidak bisa berkembang akan berada pada posisi tetap atau diturunkan. Ini yang akan dilakukan dan dikembangkan dalam menata birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM , para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 7 Agustus 2019
KAJEN - Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan baru baru ini dikunjungi oleh Perwakilan Palang Merah dari Negeri Jepang, Mereka berkunjung dalam rangka menilai kelayakan untuk memperoleh dukungan Program bantuan dari Palang Merah Jepang. Karena PMI Kabupaten Pekalongan yang menjadi salah satu kandidat.
Ketua PMI Kabupaten Pekalongan. Hj. Arini Harimurti bersama pengurus Kepala Markas PMI Kabupaten Pekalongan Adi Prabowo, dan Tim PMI Pusat, JRCS dan PMI Provinsi Jateng, menerima perwakilan Palang Merah Jepang yang dipimpin oleh Yana Maulana di markas PMI Kabupaten Pekalongan (6/8)
Palang Merah Jepang akan membantu program Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan dalam program penguatan kesiapsiagaan di masyarakat. Program ini dilaksanakan di dua Provinsi, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah.
KAJEN - Menanggapi Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna 2 Agustus 2019 lalu, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memberikan jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (6/8/2019).
Bupati KH. Asip memberikan 3 jawaban atas pandangan umum Fraksi PAN terkait dengan optimalisasi penetapan program, kegiatan dan pendanaan tugas pembantuan, dilakukan dengan mendorong organisasi perangkat daerah yang kementeriannya memiliki dana tugas pembantuan untuk pro aktif menyampaikan usulan-usulan dan pendekatan program ke kementerian tersebut serta mengundang kementerian dalam rangka implementasi pelaksanaan program di daerah.
Berkaitan dengan pemberian stimulan kepada perusahaan-perusahaan agar tetap berada di Kabupaten Pekalongan salah satunya menciptakan kondusivitas wilayah termasuk stabilitas hubungan ketenagakerjaan.
“Terkait dukungan anggaran pemerintah terhadap penanggulangan kemiskinan, dilakukan secara bersama-sama tidak hanya oleh pemerintah daerah namun juga mengoptimalkan dana desa, CSR, dan partisipasi masyarakat luas,” ujar Bupati.
KAJEN - Keringnya Telaga Sigebyar Mangunan Desa Tlogohendro Petungkriyono menjadi perhatian Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Ia bersama dinas terkait baru baru ini melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja di Telaga tersebut. Tinjauan itu dilakukan untuk melakukan observasi langsung penyebab telaga itu bisa kering pada musim kemarau tahun 2019 ini.(1/8).
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan telaga itu kering karena sumber airnya untuk mengaliri lahan pertanian di wilayah pegunungan tersebut, dan untuk sumber kehidupan masyarakat. Dan adanya kekeringan ini malah membawa hikmah karena sebagai sarana untuk membersihan telaga sehingga permukaan lebih sehat lagi. “ Dan selanjutnya akan ditata dirancang untuk dikembangkan kolam renang batu alami seluas kurang lebih 1 atau 2 hektar lebih” terangnya.
Menurut Bupati jika beberapa waktu lalu wisata di Telaga Sigebyar ini hanya bermain perahu kolekan saja , nanti setelah ditata diharapkan bisa untuk menyelam dan selfie di dalam air. “ Penataan itu sedang dirancang oleh Kepala desa Tlogohendro dan Pokdarwis agar dapat diwujudkan segera” tandasnya.
Ia menjelaskan bahwa di Telaga Sigebyar ini ada dua telaga,yaitu telaga Lanang dan telaga Wadon . Telaga lanang ini diindentikkan sebagai tempat hulu ekosistem hidrologi dimana sumber air berasal,. Saat ini sumbernya masih besar dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertanian dan sumber air.
KAJEN - Sebagai bentuk kunjungan balasan kepada Walikota Tebing Tinggi, Bupati PEKALONGAN KH. Asip Kholbihi, SH. M.Si menghadiri acara Hari Jadi Kota Tebing Tinggi Sumatera Utara ke 102 dengan berbagai kegiatan salah satunya Pawai Budaya Kota Tebing Tinggi yang diikuti oleh 1500 orang dari tuan rumah Tebing Tinggi yang terdiri dari lintas etnis atau suku, sekolah dan Perguruan Tinggi serta perwakilan Kabupaten dan Kota sekitarnya. Walikota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terima kasih kepada para kepala daerah yang menyaksikan karnaval budaya itu. Dia juga mengatakan, kegiatan ini dimulai dari tanggal 3 Agustus 2019 dan puncaknya 7 Agustus, dengan menampilkan Tebingtinggi Expo 2019 yang dipusatkan di Anjungan Sri Mersing Lapangan Merdeka.
"Ini semua kami lakukan demi suksesnya pembangunan di kota kami, dengan mengembagkan daya tarik wisata agar orang mau datang ke Tebing Tinggi. Selain itu juga kota ini merupakan kota perdagangan dan kota smart city," terang Umar, Sabtu (3/8/2019). Titik Start Karnaval dimulai dari Kantor Koramil 13 Jalan KF Tandean menuju Lapangan Jalan Sutomo yang dilepas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Pemko Tebingtinggi, Jumpa Ukur Sembiring. Dalam karnaval kontingen Kecamatan banyak menyuguhkan atraksi budaya, seperti Jawa, Simalungun, Melayu dan barongsai, sehingga masyarakat terhibur dan antusias menyambutnya.
“Saat ini kita sedang dalam tahap pemilihan wilayah Kabupaten yang akan kita damping secara penuh. Kebetulan di Jawa Tengah rencana kandidatnya ada Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kebumen.” Ujar Yana Maulana perwakilan Palang Merah Jepang di Indonesia.
Sementara Itu Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir. Arini Harimurti menyampaikan bahwa PMI kab pekalongan menerima perwakilan palang merah jepang, dimana pmi kab. Pekalongan salah satu nominasi penerima dukungan program kegiatan dari Palang Merah Jepang.
‘ Mereka melihat potensi yang ada di kabupaten Pekalongan menjadi sasaran kegiatan dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat, dan harapannya semoga kabupaten terpilih sebagai penerima kegiatan tersebut “ tandasnya.(Red)
Selasa, 6 Agustus 2019
Selasa, 6 Agustus 2019
Menanggapi pandangan umum Fraksi PDIP, Bupati menyampaikan bahwa pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan/ dana transfer dari pemerintah pusat diupayakan dengan pelaksanaan kegiatan tepat waktu serta mengupayakan Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari semua sektor yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Untuk Fraksi Merah Putih, Bupati memberikan 2 jawaban, yakni berkaitan penurunan pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun 2019 dikarenakan berkurangnya dana bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019. Dan penganggaran kebencanaan khususnya infrastruktur penunjang dilakukan berdasarkan kesesuaian wilayah bencana, kemudian untuk mengantisipasi hal-hal yang belum direncanakan disediakan melalui anggaran dana tak terduga.
Menanggapi pandangan umum Fraksi PKB, Bupati KH. Asip memberikan 3 jawaban. Yakni untuk meningkatkan geliat pariwisata, Pemerintah Kabupaten Pekalongan membangun infrastruktur penunjang dan mempromosikan pariwisata melalui penyelenggaraan event-event dan paket wisata.
Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka pengembangan UMKM adalah melalui memberikan pelatihan-pelatihan kepada UMKM agar melek teknologi perdagangan online yang salah satunya dengan mengundang manajemen bukalapak dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Berkaitan dengan penanganan pasien di rumah sakit berdasarkan ketersediaan kamar, namun dalam kondisi darurat dapat dilayani di ruang lain yang bisa dimanfaatkan,” terang Bupati.
Untuk Fraksi Golkar yang berkaitan tentang penyerapan anggaran tahun 2019, dijelaskan Bupati bahwa sampai dengan akhir bulan Juli 2019 sebesar 37 persen. Hal ini, kata Bupati, dikarenakan sebagian kegiatan masih dalam proses pelaksanaan pekerjaan.
Terakhir jawaban untuk Fraksi Persatuan Pembangunan Sejahtera, Bupati memberikan 3 jawaban. Yakni, pertama, berkenaan dengan peningkatan daya saing untuk pengembangan produk lokal yang mendukung ekonomi masyarakat dilakukan melalui perbaikan infrastruktur jalan untuk kelancaran distribusi barang dan pembinaan terhadap kualitas produk UMKM.
Kedua, berkaitan dengan penyediaan PJU dilakukan berdasarkan prioritas sesuai kemampuan keuangan daerah dengan mempertimbangkan luasnya jangkauan jalan yang membutuhkan penerangan jalan.
“Dalam rangka antisipasi kekeringan di Kabupaten Pekalongan, telah dilakukan droping air di daerah yang membutuhkan dengan kemampuan armada tangki air sebanyak lima buah siap dioperasikan,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selasa, 6 Agustus 2019
Hal ini menunjukan bahwa keberadaan wisata ini tidak mempengaruhi kelestarian alam karena eksisenti mata air dijaga dan debit air dari masih besar untuk keperluan masyarakat, telogo lanang sebagai hulunya dan telogo wadon sebagai hilir digunakan untuk penyiraman tamanan dan rumah tangga sisanya untuk keperluan pariwisata.
“Besyukur kita di Kabupaten Pekalongan karena kaya air baku diantaranya di petungkriyono hal ini akan kita jaga. Bahkan nantii setelah dikaji cukup matang , kita kembangkan wisata yang berbasis air agar akan berfungsi lebih banyak lagi seperti pengobatan mengingat airnya yang alami dan lain sebagainya” terangnya.(Red)
Selasa, 6 Agustus 2019
Senin, 5 Agustus 2019
Senin, 5 Agustus 2019
Senin, 5 Agustus 2019
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerangkan bahwa tujuannya datang ke Kota Tebing Tinggi ini sebagai kunjungan balasan karena Walikota Tebing Tinggi pada Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 396 tahun 2018 lalu datang ke Kabupaten Pekalongan memenuhi undangan dari Bupati Pekalongan. "Tahun lalu Walikota Tebing Tinggi datang pada acara Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 396, kali ini giliran dari rombongan Kabupaten Pekalongan datang ke Tebing Tinggi untuk menghadiri acara Hari Jadi Kota Tebing Tinggi ke 102. Juga untuk menegaskan kembali bahwa hubungan antar daerah sangat bermanfaat untuk pembembangan UMKM terutama yang berkaitan dengan Batik," jelas Bupati Asip.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Minggu, 4 Agustus 2019