Berbagai upaya untuk percepatan penanggulangan kemiskinan telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui pengurangan beban pengeluaran. “ Antara lain berupa beasiswa pendidikan bagi warga miskin melalui Kartu Kajen Cerdas, Beasiswa Mahasiswa bagi keluarga miskin, pemberian jaminan kesehatan daerah melalui Kartu Kajen Sehat, Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pemberian santuan kematian bagi warga tidak mampu” ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi saat menyampaikan pengantar Laporan Keterangan Pertanggunjawaban (LKPJ) Bupati Pekalongan Akhir Tahun Anggaran 2017 kepada DPRD Kabupaten Pekalongan baru baru ini di gedung DPRD setempat, Kamis (29/3/2018) malam.
Disamping itu juga dilakukan peningkatan pendapatan antara lain berupa pelatihan dan ketrampilan kerja, pemberian modal usaha bagi keluarga dan wanita rawan sosial, dan pemberian modal bagi kelompok Usaha Bersama (KUBE) fakir miskin. Semua diyakini dapat mengurangi masalah kemiskinan. “Prosetase penduduk miskin pada tahun 2017 turun sebasar 0,29 % yaitu dari 12,90% pada tahun 2016 menjadi 12,61% pada tahun 2017”terangnya.
Hadir pada acara LKPJ ini Wakil Bupati Ir. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Wakil dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah, Perwakilan unsur Forkompinda, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), LSM, Wartawan dan segenap komponen masyarakat.
Bupati menambahkan bahwa pengurangan pengangguran terbuka telah dilakukan melalui pelatihan tenaga kerja berbasis kompetensi dan pelaksanaan mobile training unit serta penyelenggaraan job fair dan bursa kerja online yang diharapkan mampu menjadi sarana penyediaan lapangan kerja. ”Disamping itu adanya 8 perusahaan baru (PMDN) yang mampu menyerap tenaga kerja hingga tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2017 turun sebesar 2,17 % dari 6,56 % pada 2016 menjadi 4,39 % pada tahun 2017.
Sementara itu, untuk mengetahui kinerja pembangunan manusia dapat dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia, yang meliputi angka harapan hidup (AHH), Angka Rata Rata Lama Sekolah (ARLS), Angka Harapan Lama Sekolah (AHLM) dan Pengeluaran Perkapita disesuaikan. “Pencapaian Angka IPM Tahun 2016 sebesar 67,71 dan diharapkan pada tahun 2017 mencapai 68,32”terangnya.
Keberhasilan pembangunan daerah ditentukan beberapa faktor antara lain potensi daerah, kapasitas keuangan daerah, birokrasi, partumbuhan investasi swasta, kapasitas masyarakat, kondusifitas keamanan dan ketertiban serta pendayagunaan teknologi. “Secara agregat, indikator yang menunjukkan kompilasi hasil pembangunan adalah peningkatan kontribusi sektor unggulan daerah, angka pertumbuhan ekonomi, laju inflasi, indek pembangunan daerah, tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran”terangnya.
Bupati melaporkan bahwa hingga tahun 2016, kontribusi sektor industri pengolahan menjadi unggulan daerah yang besarnya hingga 31,35 %. Sedangkan sektor pendukung perekonomian daerah adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (18,74 %), sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi motor dan mobil (13,39%) dan sektor industri.
Pada tahun 2017 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,19%, yang dipengaruhi salah satunya dengan tingkat investasi swasta dan ketersediaan infrastruktur serta kenyamanan investasi. “Realisasi investasi di Kabupaten Pekalongan mencapai Rp.2,32 trilyun dan diharapkan mampu pertumbuhan ekonomi”tandasnya.
Lebih lanjut Asip menyampaikan bahwa lancarnya arus distribusi barang dan akses infromasi harga barang serta stabilnya harga komoditas strategis pada tahun 2017 berdampak terkendalinya laju inflasi di Kabupaten Pekalongan sebesar 3,35 % lebih tinggi dari tahun 2016 sebesar 2,96%. (Red)
Publisher : arif
Minggu, 1 April 2018
KAJEN – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se eks Karesidenan Pekalongan digelar di pendopo rumah dinas jabatan Bupati Pekalongan, Rabu kemarin (15/3/2018).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si selaku tuan rumah, dihadapan Plt. Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, unsur pimpinan DPRD Provinsi, dan rombongan, Bupati/Walikota di wilayah eks Karesidenan Pekalongan, serta unsur DPRD daerah, menyebutkan bahwa pembangunan di daerah yang dipimpinnya berjalan secara baik.
Potensi wisata alam seperti Petungkriyono, columnar joint Watu Bahan, serta eksotisme wisata alam lain di Kabupaten Pekalongan, mampu menggeliat selama kepemimpinannya menuju dua tahun. Bahkan produk unggulan batik, jeans, sarung palekat serta kuliner mampu menuai popularitas.
Bupati juga memaparkan terkait pembangunan ruas tol Trans Jawa di Kabupaten Pekalongan yang berada di antara jalur Jakarta dan Surabaya, sehingga pihaknya mengharapkan adanya rest area di kawasan tersebut.
Bupati mengucapkan terima kasih kepada pihak Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Pekalongan untuk penyelenggaraan Musrenbangwil tersebut, untuk kedatangan tamu-tamu dari Kabupaten/Kota tetangga, serta dari pihak Provinsi.
Jumat, 26 Januari 2018
Pemerintah Kabupaten Pekalongan selaku pihak Eksekutif dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan selaku pihak Legislatif secara bersama-sama menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2018. Persetujuan Bersama diwujudkan dengan ditandatanganinya Rancangan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2018.
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentag APBD Kabupaten Pekalongan Tahun 2018 merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018.
“Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD ini selanjutkan akan kita sampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan evaluasi agar tercapai keselarasan antara kebijakan daerah, provinsi dan nasional maupun sintergitas antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur. Disamping itu juga untuk menghindari agar peraturan daerah tentang APBD yang ditetapkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya,” ujar Bupati.
Kabupaten Pekalongan akhirnya meraih peringat pertama pada ajang Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2016 Kategori Kabupaten dengan jumlah Penduduk di bawah 1 juta jiwa. setelah menyisihkan menyisihkan tiga finalis lainnya yaitu Kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan, Bangka dan Kabupaten Pekalongan GunungKidul Propinsi Jogjakarta. Dan setelah diseleksi dari 110 kota / Kabupaten lainnya di indonesia.
IRSA merupakan program penghargaan terhadap kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan program-program keselamatan di jalan raya. Pada kesempatan ini Kabupaten Pekalongan unggul dalam penilaian Manajemen Keselamatan Jalan, Jalan yang Berkeselamatan dan Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan.
Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti atas nama Pemkab Pekalongan, Arini merasa bangga dengan terpilihnya Kabupaten Pekalongan sebagai juara IRSA dan terima kasih kepada semua pihak karena Kabupaten Pekalongan meraih prestasi ini. “Dengan terpilihnya Kabupaten Pekalongan meraih peringkat pertama ini diharapkan, saya bersama Bapak Bupati Asip Kholbihi dapat semakin giat menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di Kabupaten Pekalongan ini dan memotivasi kepada semua elemen untuk menigkatkan keselamatan jalan raya”, ucap Arini.
Untuk sekedar diketahui, ajang ini merupakan rangkaian kegiatan dari “I Wanna Get Home Safety!”. (IWGHS) yang diselenggarakan oleh Adira Insurance bekerjasama dengan Majalah SWA. Secara lebih spesifik, tujuan program ini diantaranya, untuk mengetahui dan memperoleh feedback terkait penerapan road safety di lingkungan pemerintah kota dan pemerintah kabupaten. Selain itu juga untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang menerapkan road safety management dengan baik, memberikan inspirasi dan role model bagi pemerintah daerah lain tentang pelaksanaan road safety management yang baik, dan mendorong penerapan road safety yang semakin baik dari waktu ke waktu di Indonesia. (red)
KAJEN – Nasionalisme sebagai perwujudan rasa cinta bangsa Indonesia terhadap Negara dan Tanah Air berdasarkan Pancasila kini berada dalam pusaran peradaban baru bernama globalisasi dan kian mendapat tantangan yang begitu besar. Rrasa nasionalisme yang mulai terkikis, luntur perlahan dan digantikan faham baru seiring dengan perkembangan jaman ini menjadikan Pemkab. Pekalongan Kamis pagi tadi (24/11) menggelar satu kegiatan Derap Merah Putih Siswa SMP, SMA/SMK Tahun 2016 di Lapangan Gemex Kedungwuni Pekalongan.
Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Nilai-Nilai Nasionalisme bagi Siswa SMP, SMA/SMK Tingkat Kabupaten Pekalongan tersebut bertujuan untuk memberikan kegiatan bagi siswa di alam terbuka yang menyenangkan dengan mengandung unsur olahraga dan pendidikan. Disamping itu juga untuk mendorong inisiatif guru, dalam mengimplementasikan pendidikan dan penanaman nilai-nilai nasionalisme bagi peserta didik.
Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M.Si saat memberikan sambutannya dalam acara tersebut menyampaikan bahwa hari ini nasionalisme harus direfresh kembali dengan cara antara lain menghormati lambang–lambang negara yang harus pula dimaknai secara nyata mengingat saat ini banyak yang ingin mengganti bendera kita Merah Putih. “Hari ini ada pula yang ingin merubah NKRI dengan negara yang sesuai dengan seleranya sendiri. Dan hari ini muncul pula kelompok yang tidak bertanggungjawab yang ingin agar kebhinnekaan kita dihilangkan,” ujar Asip.
Lebih lanjut Asip menyampaikan, sejatinya nasionalisme sekarang ini bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk, aksi atau kegiatan sesuai dengan kepribadian dan karakter masing-masing pribadi. “Anak-anakku bisa berperang melawan pihak pihak yang ingin mengganti Pancasila melalui media sosial seperti facebook, twitter, dan lain sebagainya. Kita akan mengcounter itu,” tegas Asip.
KAJEN – Kabupaten Pekalongan punya gawe besar, dimana selama dua hari berturut – turut yaitu 23 – 24 November 2016 digelar acara bertajuk Indonesia Forestry Summit “Membangun dari Hutan untuk Kesejahteraan Masyarakat” di Hotel Santika Pekalongan. Kegiatan yang dihadiri oleh elemen masyarakat kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemprov Jawa Tengah, Praktisi Kehutanan, LSM, Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan beserta jajaran SKPD yang membidangi kehutanan di Kabupaten Pekalongan tersebut dibuka oleh Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, MSc.
Pada hari pertama perhelatan, dilangsungkan dialog dengan panelis diantaranya Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Anggota DPR-RI Budiman Sujatmiko, Guru Besar Manajemen Lingkungan Universitas Diponegoro Prof. Sudharto P Hadi, Ph.D, Kepala Dinas Kehutanan Prov. Jateng, Bowo Suryoko, serta Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH. M.Si.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan menegaskan komitmennya untuk melestarikan dan menjaga hutan alam Petungkriyono, yang merupakan salah satu kawasan hutan alam yang tersisa di Indonesia, dan satu – satunya paru – paru Pulau Jawa, untuk itu Asip sudah mengusulkan ke pusat perihal pelarangan penebangan pohon purba di hutan seluas 12.000 hektar tersebut. Selain itu Asip juga akan menggalakkan penanaman pohon di kawasan kosong di hutan Petungkriyono. Hal itu menurutnya sangat penting dilakukan sebagai upaya penjagaan dan pelestarian hutan dan harus dilaksanakan bersama- sama.
Asip juga menyatakan bahwa pengelolaan hutan alam Petungkriyono akan dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk kesejahteraan masyarakat, seperti yang selama ini telah berjalan, karena menurutnya hutan Petungkriyono menyimpan banyak potensi diantaranya pesona alamnya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi obyek wisata, dan penelitian. Oleh karena itu Asip menyatakan akan segera membuat kebijakan yang sesuai dengan situasi riil daerah, sehingga bisa mendukung pembangunan daerah sekaligus tetap melindungi kawasan hutan tetap hijau dan lestari.
KAJEN - Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan Perpuseru dalam membangun kualitas SDM melalui transformasi perpustakaan. Penghargaan tersebut diterima Bupati Pekalongan H. AsIp Kholbihi, SH, MSi di Jakarta Rabu (16/11) lalu. “Terimakasih pada para arsiparis, para pustakawan dan para petugas penyelenggara perpustakaan taman baca - taman baca di Kabupaten, karena Kabupaten Pekalongan mendapat penghargaan perpustakaan transpormatif. Semoga bermanfaat dan menjadi kewajiban kita sebagai khodimul ummah untuk mencerdaskan masyarakat,” ujar Asip.
Lebih lanjut Asip menyampaikan bahwa kedepan lebih di tingkatkan lagi sehingga nanti juga akan dikembangkan dengan berbagai ilmu pengetahuan. “Jadi membaca adalah bagian dari bagaimana kita meningkatkan ilmu kita,” kata Asip.
Pada kesempatan tersebut Asip mengungkapkan komitmen Pemkab. Pekalongan dalam rangka mencerdaskan generasi muda, pertama akan meningkatkan kualitas sumber daya perpustakaan dengan membenahi sarana dan prasarana perpustakaan. “Kab. Pekalongan ini sudah mempunyai perpustakaan digital dan ini akan kita kembangkan. Perpustakaan desa nanti akan kita dorong di semua desa supaya terbentuk karena regulasinya memungkinkan dengan dana desa,” jelasnya.
Terkait dengan perpustakaan fase kabupaten, menurut Asip Kantor Perpustakaan Kabupaten juga akan dibenahi supaya lebih representatif lagi untuk menarik warga masyarakat supaya rajin membaca karena dengan membaca inilah masa depan akan lebih terarah, pengetahuan akan kita dapatkan, sehingga hal-hal yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat lewat perpustakaan ini semakin konkrit.
“Yang lebih penting, bahwa perpustakaan sekarang harus menyesuaikan dengan dinamika masyarakat, terutama adalah perpustakaan yang transpormatif, tentunya dengan menggunakan sarana prasarana digital. “Komputernya harus disediakan. Masing-masing desa, saya perintahkan kepada seluruh Kepala Desa nanti agar perpustakaan desa ini harus berbasis teknologi, berbasis digital, dan untuk sarana dan prasaranya nanti akan kita kerjasamakan dengan pihak lain,” lanjutnya.
KAJEN – Semarak Muharam dapat di wujudkan dalam berbagai hal yang positif seperti pengajian akbar yang di laksanakan di Lapangan Batalyon Infantri 407 Wonopringgo Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan dengan tema “Silaturahmi budaya dan pengajian umum dalam rangka Semarak Muharam 1438 H dan Hari Santri Tahun 2016” pada hari Jumat (28/10/2016).
Kegiatan pengajian akbar tersebut dimulai pada pukul 19.30 WIB dan di hadiri ribuan pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan serta diisi oleh pembicara DR. Zastrow Al Ngatawi, Ki Ageng Ganjur serta bintang tamu Mel Sandi dan Candra Malik. Hadir pula Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. M.Si, Ketua PCNU KH. Muslikh Khudori beserta pengurus dan Muspika Kec. Wonopringgo.
Bupati dalam sambutan menyambut baik kegiatan yang digelar pada malam hari itu. Katanya, kegiatan yang dilaksanakan oleh Ki Zastrow sudah menjelajah kemana-mana dalam rangka merekatkan kembali tali silaturahmi, dalam rangka merangkai kembali ukhuwah Nahdliyyah diantara kita dan dalam rangka mempertahankan NKRI.
“Karena NKRI adalah amanat dari para ulama, para kyai dan para pendiri negeri ini agar kita pertahankan di tengah situasi pergaulan global, di tengah-tengah erosi kebangsaan, dan di tengah maraknya paham keberagamaan yang kadang-kadang mengancam eksistensi NKRI,” ungkap Bupati.
Melalui acara inilah kita merefresh kembali, ayo kita kembalikan semangat juang kita di era pembangunan ini. Bupati mengajak kepada seluruh anak-anak Kabupaten Pekalongan, para generasi muda untuk membangun Kabupaten Pekalongan supaya lebih baik. Karena, terang Bupati, misi kita adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang bahagia lahir batin, memiliki ciri religiusitas serta menjunjung tinggi nilai-nilai lokal. “Karena kota kita adalah Kota Santri, maka saya berharap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan, dakwah Islamiyah, kita adakan terus-menerus guna membuka wawasan kita,” terangnya.
“Atas nama masyarakat Kabupaten Pekalongan, ijinkan saya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Plt. Gubernur Jawa Tengah beserta rombongan dan segenap delegasi peserta Musrenbangwil di Kajen. Sungguh kehadiran Bapak Plt. Gubernur dan rombongan adalah berkah bagi kami masyarakat Kabupaten Pekalongan, masyarakat santri yang takzim pada pimpinannya,” ucap Bupati.
Lebih kanjut Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam melaksanakan berbagai program pembangunan selama kurun waktu 2016-2017, alhamdulillah telah berjalan dengan baik yang didukung oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.
“Berbagai indikator makro telah mengalami peningkatan antara lain pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan, IPM, tingkat pengangguran terbuka dan berbagai indikator lainnya. Untuk itu pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mengharapkan dukungan Pemerintah Provinsi untuk mengakselerasi pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” terang Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati mengusulkan 10 prioritas Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk tahun 2019, dengan total anggaran Rp. 98.068.630.000,-. Antara lain (1) Pengembangan Pasar Kedungwuni Blok D, E, dan I dengan total anggaran Rp 25.736.000.000,-; (2) Peningkatan Jalan Gamblok – Luragung Kecamatan Kandangserang dengan volume panjang 2.112 meter, lebar 5 meter, dengan total anggaran Rp 7.035.800.000,-; (3) Peningkatan Jalan di wilayah Kecamatan Wiradesa, volume panjang 6.710 meter, lebar 5 meter, dengan total anggaran Rp 10.680.300.000,-; (4) Pembangunan TPS 3R di 7 lokasi dengan kebutuhan anggaran total Rp. 4.200.000.000,-; (5) Peningkatan Jalan Penghubung Kec. Wiradesa dengan Kec. Tirto Bagian Selatan dengan panjang total 7.000 meter, lebar 4 meter, dengan total anggaran: Rp. 5.390.000.000,-; (6) Rehabilitasi Daerah Irigasi Simbang di Desa Langkap (panjang saluran 1000 meter) dan Desa Gutomo Kecamatan Karanganyar (panjang saluran 1.500 meter) dengan anggaran total Rp 4.000.000.000; (7) Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk 1.000 rumah dengan anggaran total Rp. 10.000.000.000- (8) Peningkatan Jalan Pandanarum – Silirejo, dengan panjang total 2.500 meter, lebar 5 meter, anggaran total Rp. 3.979.250.000,- (9) Peningkatan Jalan Kalirejo – Batursari – Sipicis, Dengan panjang total 6.220 meter, lebar 4 meter, total anggaran: Rp. 5.747.280.000,-, dan (10) Pengadaan PJU Tenaga Surya, dengan mengusulkan pemasangan 470 titik PJU di Kecamatan Petungkriyono, Lebakbarang, Kandangserang, Paninggaran, Kesesi dan Talun, dengan kebutuhan anggaran total Rp. 21.300.000.000,-
Disamping itu, Bupati juga mengajukan usulan sektoral, antara lain Peningkatan Jalan Wiradesa – Kalibening Banjarnegara, Peningkatan Jalan Kebonagung – Talun, Peningkatan Status Jalan Doro – Petungkriyono – Banjarnegara menjadi Jalan Provinsi dan Pembangunan Flyover Perlintasan Kereta Api Warulor Wiradesa. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Senin, 19 Maret 2018
Lebih lanjut Bupati menuturkan, Rancangan APBD yang kita susun bersama telah diupayakan seoptimal mungkin untuk dapat memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun demikian, kata Bupati, apabila masih ada catatan dan koreksi dari Gubernur Jawa Tengah maka hasil evaluasi tersebut akan kita jadikan pedoman dalam rangka penyempurnaannya.
Dalam kesempatan Paripurna tersebut, Bupati memaparkan ringkasan RAPBD Tahun Anggaran 2018 terdiri atas Pendapatan Daerah yang direncanakan sebesar Rp 2.156.445.642.800,-. Pendapatan Daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 360.506.566.639,-; Dana Perimbangan sebesar Rp 1.313.669.114.000,-; dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp 482.269.962.161.
Lalu, Belanja Daerah tahun 2018 direncanakan sebesar Rp 2.230.242.642.800,-. “Dari komposisi pendapatan dan belanja daerah tersebut, maka terjadi defisit anggaran sebesar Rp 73.797.000.000,-. Defisit ini akan ditutup melalui pembiayaan netto,” terang Bupati.
Selanjutnya Pembiayaan Daerah tahun 2018, terdiri dari Penerimaan Pembiayaan dan Pengeluaran Pembiayan. Penerimaan Pembiayaan direncanakan berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah Tahun Sebelumnya (SiLPA) sebesar Rp 73.797.000.000,-. Adapun untuk Pengeluaran Pembiayaan direncanakan sebesar Rp 0,-.
“Dengan demikian maka terdapat Pembiayaan Netto sebesar Rp 73.797.000.000,- yang digunakan untuk menutup defisit anggaran sehingga secara riil defisit sebesar Rp 0,- (Nol Rupiah).
Rapat Paripurna DPRD dihadiri oleh Dandim 0710 Pekalongan yang baru yaitu Letkol Inf. Muhammad Ridha, SS., S.IP., para perwakilan Forkompinda, para Anggota DPRD, Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan, para pimpinan instansi vertikal, BUMN dan BUMD, KPUD serta para perwakilan partai politik se Kabupaten Pekalongan.(red)
Jumat, 29 Desember 2017
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 7 Desember 2016
Selanjutnya Asip menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan atas penyelenggaraan acara yang sangat positif untuk menyegarkan kembali semangat kita dan para Generasi Muda dengan cara menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dengan menghargai perbedaan ini. “Ini adalah ketentuan sang pencipta yang harus diterima. Dan Indonesia adalah rumah besar perbedaan itu. Ayo kita lawan mereka yang ingin mengganti Pancasila secara baik dengan tetap menjunjung nilai-nilai kebangsaan,” pesan Asip.
Sementara itu Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan Letkol Riza Anom Putranto, SIP menyampaikan, kekuatan pokok untuk melawan mereka yang ingin menghancurkan bangsa ini ada di TNI/Polri, dan kekuatan pendukung ada di semua lapisan masyarakat. “Saya harap kegiatan ini dilaksanakan dengan baik, dan selesainya dapat dipraktekkan dalam sekolah dan dalam lingkungan masyarakat sehingga NKRI tetap ada hingga akhir hayat. Ini ttugas generasi muda sebagai penerus dan perekat persatuan bangsa untuk melaksanakan nasionalisme dengan baik,” harap Dandim.
Dibagian lain Kapolres Pekalongan AKBP Roy Ardhya Chandra, S.IK memberikan pembinaan tentang Narkoba dan Penyalahgunaan Obat-obatan Terlarang. Kapolres menegaskan agar Generasi Muda menjauhi Narkoba dan jangan coba-coba menyentuhnya karena ini sangat berbahaya dan bila sudah terlibat, maka Polres akan menindaklanjuti dengan tegas. “Jangan sekali–kali mengenal atau mendekati Narkoba, karena sekali kalian mengenal Narkoba maka akan sangat sulit bagi kalian untuk lepas dari jerat Narkoba yang dapat saya pastikan akan membawa dampak buruk pada masa depan kalian!,” tegas Kapolres.
Dalam kesempatan tersebut, dalam sesi pembinaan karakter, Arif Suharsoyo dari Dindik Provinsi Jawa Tengah memberikan wawasan kebangsaan mellalui seni wayang kulit dengan mengajak dialog peserta bagaimana persatuan dan kesatuan itu.
Sementara Plt. Kepala Dindik Kab. Pekalongan Dra. Sri Sugiarti menambahkan, bentuk kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 970 siswa siswi SMP. SMA/SMK Se Kab. Pekalongan tersebut adalah kegiatan kelompok lari kecil dengan membawa Bendera Merah Putih melewati suatu rute dengan jarak kurang lebih 3 km dibagi menjadi 3 pos. (451h/d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 24 November 2016
Asip juga berpesan agar dalam mengelola dan menjaga hutan untuk kemaslahatan umat juga harus dilandasi dengan semangat religi, agar benar-benar tertanam di hati sehingga benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. “Perlu dukungan berbagai pihak, kementerian dan sejumlah pihak untuk bersama-sama berkomitmen menjaga kelestarian hutan Petungkriyono, dan dalam acara ini semuanya sudah mendukung, karena tidak bisa kalau Pemkab Pekalongan saja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Prov.Jateng mengungkapkan bahwa diperlukan langkah-langkah inovatif, dan ide-ide brilian yang langsung bisa dieksekusi dalam pengelolaan hutan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga membawa manfaat bagi masyarakat sekitarnya. “ Menteri akan melaunching Petungkriyono Forestry Park, sebagai tempat penelitian dan juga wisata hutan,” ungkapnya.
Pada bagian lain, San Afri Awang mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab. Pekalongan dalam menjaga keutuhan dan kelestarian hutan Petungkriyono, diantaranya dengan melarang penebangan pohon di hutan. San Afri juga berpesan agar kelestarian daerah – daerah dataran tinggi dijaga, karena tempat ini merupakan sumber air bersih.
Hari kedua perhelatan diteruskan dengan kegiatan field trip, yang diikuti oleh para tamu yang hadir pada saat pembukaan, Muspida, dan perwakilan SKPD terkait, dengan rangkaian acara penanaman pohon di obyek wisata Curug Bajing sebagai bentuk tindakan nyata pelestarian lingkungan, serta penandatanganan Komunike Petungkriyono untuk penyelamatan hutan dan kemanusiaan oleh pemerintah, peneliti, pecinta hutan, pemerhati lingkungan hidup yang diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan atau rekomendasi bagi semua pihak dan pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 24 November 2016
Dijelaskan Asip, saat ini ada beberapa operator jaringan seluler yang sudah bekerjasama, yang memudahkan desa mendapat akses internet yang baik. “Jadi intinya semua desa di Kabupaten Pekalongan harus ada perpustakaan yang memadai dan ini didukung oleh sistem pendanaan yang berorientasi kepada pemberdayaan. Bisa diambilkan dari dana desa dan nanti sportingnya bisa menggunakan dana APBD. Tetapi yang lebih penting, menggerakkan partisipasi dan sumberdaya serta sumberdana dari masyarakat. Saya kira ini akan lebih efektif,” jelas Asip.
Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pekalongan Tuti Iriyanti, SH, MSi mengungkapkan selama ini perpustakaan di Indonesia identik dengan sebuah tempat yang membosankan dan berbau apek. Dengan cap demikian, tak heran bila masyarakat malas berkunjung ke perpustakaan. Citra negatif itulah yang coba diubah oleh Pihak Swasta melalui program 'PerpuSeru'. “PerpuSeru merupakan program pengembangan perpustakaan di Indonesia dengan tujuan menjadikannya pusat belajar dan berkegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” tambah Tuti.
Dijelaskan Tuti, dengan adanya program PerpuSeru, perpustakaan bertranformasi menjadi sebuah tempat yang menyenangkan dan pusat belajar serta berkegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. “Masyarakat dapat merasakan secara langsung dampak dari program tersebut terhadap peningkatan kualitas hidup mereka,” ujarnya. (451h/H-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 17 November 2016
“Saya akan kembangkan beberapa program antara lain mengembalikan kembali melalui maklumat (Peraturan Daerah) Bupati Pekalongan, bertepatan dengan Hari Santri bahwa setiap waktu maghrib sampai isya kita semua harus belajar. Kita gunakan waktu tersebut untuk mengaji, untuk belajar sambil nguri-nguri apa yang dahulu sudah dilakukan oleh para pendahulu, para leluhur kita, nenek moyang dan para orang-orang tua kita,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, pada tahun 60-an, 70-an sampai penghujung 80-an setiap rumah di kampung-kampung setiap waktu setelah sholat maghrib suara yang terdengar adalah suara orang mengaji. Tetapi awal tahun 90-an tradisi ini pelan-pelan hilang dan setiap rumah suara yang terdengar adalah suara televisi. Oleh karena itu, mulai Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda kita akan bangun kembali semangat untuk mempertahankan nilai-nilai/ tradisi-tradisi lama yang baik sambil terus menerus kita melakukan inovasi dan akselerasi guna membangun masyarakat seutuhnya dengan hal-hal yang lebih baik. Dengan harapan apa yang menjadi cita-cita kita bersama yaitu Kabupaten Pekalongan yang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera akan terwujud.
Dalam kesempatan malam hari itu, Bupati juga mempromosikan Petungkriyono yang merupakan salah satu destinasi ekowisata Internasional di Kabupaten Pekalongan yang kita sebut Petungkriyono Culutral Techno Forestry Park.
Petungkriyono, kata Bupati, adalah taman hutan pertama yang ada di Indonesia. Karena apa? Karena data dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia ternyata satu-satunya hutan rimba yang tersisa di pulau Jawa adalah hanya ada di Kabupaten Pekalongan yaitu di wilayah Kecamatan Petungkriyono.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bisa datang ke Petungkriyono untuk menikmati sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT karena alamnya yang elok, hutannya yang mempersona, masyarakatnya dari hari ke hari semakin agamis. Insya Allah Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan konsisten membangun peradaban di Kabupaten Pekalongan khususnya di Kecamatan Petungkriyono dengan pendekatan kebudayaan,” ungkap Bupati,
Jalannya pengajian akbar tersebut dijaga dan diamankan oleh gabungan Polsek Wonopringgo dan Banser GP Ansor Kabupaten Pekalongan yang tersebar di seluruh area kegiatan. (d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 28 Oktober 2016