KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi menyampaikan bahwa dengan predikat Kabupaten Pekalongan sebagai Kabupaten terkumuh di Jawa Tengah yang disampaikan Staf Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman dan Penataan Propinsi Jawa Tengah, Bambang Pujo, pada acara Lokakarya dan Sinergitas Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP).
Hal tersebut sebuah tantangan tersendiri bagi Pemkab. Pekalongan. Oleh karenanya beliau mengajak Pimpinan dan seluruh staf Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pekalongan untuk bekerja keras menciptakan Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang bersih dan bebas dari sampah.
“Ini harus kita sadari. Kebersihan menjadi ujung tombak pembangunan, Ayo kita kerja keras untuk “membersihkan” Pekalongan,” ajak Asip dalam sambutannya saat melakukan Pembinaan kepada Pimpinan dan Staf DPU Kabupaten Pekalongan selasa siang tadi (19/7) di Kantor DPU Jl. Nyamok Kajen.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati bertekad akan menambah tenaga kebersihan yang ada di Kabupaten Pekalongan mengingat tenaga kebersihan yang ada saat ini tidak sebanding dengan wilayah Kabupaten Pekalongan yang cukup luas. “Tidak hanya tenaga kebersihan, tetapi armada kebersihannya pun akan kami tambah demi Kota Santri yang bersih,” ujarnya.
Dan Pemkab juga akan melibatkan semua elemen untuk mengentaskan masalah kebersihan ini diantaranya mengajak masyarakat dengan ikut menjaga kebersihan bersama-sama. “ Kita juga berencana akan mengadakan lomba kebersihan desa tingkat kabupaten sebagai upaya penghargaan kepada mereka yang telah menjaga kebersihan lingkungan”tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan pesan kepada seluruh PNS di lingkungan PU Kabupaten Pekalongan agar tidak takut dalam bekerja, dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Termasuk juga untuk selalu menjaga soliditas dengan satu komando dan satu ketentuan. “Bekerjalah semaksimal mungkin dan sesuai aturan yang ada, kalau ada masalah segera komunikasikan agar dapat dicarikan jalan keluarnya,” pesan Asip.
Sementara itu Plt. PU Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso, SIP, MH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Pembinaan Bupati kepada Pimpinan PU dan seluruh stafnya tersebut dilakukan dalam upaya memberikan motivasi kepada PU dan jajarannya didalam melaksanakan tugas sehingga dapat bekerja dengan baik.
Senada dengan Bupati Pekalongan, Wiryo Santoso menyampaikan terkait dengan keluhan Tenaga Kebersihan yang merasa kewalahan dengan sampah-sampah yang ada, sementara terkendala dengan keterbatasan armada dan personil yang ada, Wiryo meminta diberikan solusi untuk memecahannya sehingga produksi sampah di masyarakat secara berangsur dapat ditangani. (451h & Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 19 Juli 2016
KAJEN – Pengambilan sumpah/janji harus dimaknai sebagai sebuah peristiwa dimana seseorang bersumpah/berjanji/berkomitmen untuk menerima dan melaksanakan tugas selaku Abdi Negara dan Abdi Masyarakat dengan disiplin dan dedikasi tinggi serta bertanggung jawab di hadapan pimpinan dan yang paling penting disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Demikian antara lain sambutan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH, MSi saat mengukuhkan 199 orang PNS dalam acara Pengambilan Sumpah/JanjiPNS/ASN di lingkungan Pemkab. Pekalongan yang digelar di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan di Kajen (18/7).
Dari 199 PNS yang diambil sumpah dan janjinya tersebut, 131 orang dari hasil seleksi formasi umum tahun 2014, 5 orang calon PNS dari Tenaga Honorer Kategori 1, 60 orang dari tenaga honorer kategori 2 dan 3 orang dari formasi khusus. “Semua PNS disini merupakan orang yang beruntung dan terpilih dari ribuan orang yang menginginkannya, maka syukurilah karuniaNya dengan menunjukan dedikasi, integritas dan komitmen yang tinggi pada profesi,” pesannya.
Lebih lanjut Asip juga mengajak para PNS yang merupakan generasi pertama dari era reformasi birokrasi dengan menggunakan sistem perekrutan CAT (sangat transparan dan obyektif) dan dengan berlakunya Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut untuk memaknai sumpah dan janji ini sebagai awal baru dalam episode kehidupan masing-masing. “Karena mulai hari ini Saudara semua telah sepakat “Menggadaikan” sebagian kebebasan hidup Saudara untuk menjadi Aparatur Sipil Negara secara penuh yang terikat oleh aturan dan norma,” jelasnya.
Oleh karena itu, Asip menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan para PNS. Diantaranya, agar para PNS mempelajari dan memahami Undang-Undang tersebut sebagai pedoman utama untuk menjadi Aparatur yang Profesional. “Jangan larut dan terjebak pada budaya dan paradigma lama yang negatif tentang birokrasi. PNS harus teguh pada idealisme dan kreatifitas yang selaras dengan prinsip-prinsip aparatur yang profesional,” pesan Asip.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH. M.Si, hari ini (18/7) untuk pertama kalinya menjadi inspektur upacara pada upacara tiap tanggal 17 yang digelar di Lapangan Belakang setda. Upacara dihadiri oleh Ketua DPRD Kab.Pekalongan, Jajaran FKPD Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah beserta para Asisten, Staf Ahli, dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemkab. Pekalongan Serta diikuti oleh para PNS di Lingkungan Pemkab. Pekalongan.
Mengawali sambutannya, Bupati mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh peserta upacara atas kesadaran dan kesediannya untuk mengikuti upacara, selain mengucapkan selamat Idul Fitri 1437 H mohon maaf lahir dan batin, Bupati juga mengajak seluruh hadirin dan peserta upacara agar menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk kembali “fitri” dalam upaya melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan era baru kepemimpinan di Kabupaten Pekalongan, dimana terhitung sejak tanggal 27 Juni 2016 dirinya beserta Ibu Ir. Hj. Arini Harimurti telah dilantik dan dikukuhkan sebagai Bupati beserta Wakil Bupati Pekalongan periode 2016-2021. “ Visi dan misi Bupati sebagai bentuk komitment dan “janji” kepada masayarakat harus diwujudkan dalam masa kepemimpinan 5 tahun ke depan, untuk itu dibutuhkan dukungan penuh dari semua kalangan khususnya dari para pimpinan SKPD beserta jajarannya sebagai “motor pengerak” pemerintahan di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
KAJEN – Tradisi Syawalan di Kabupaten Pekalongan yang digelar di obyek wisata (OW) Linggoasri Kajen pada hari ini (13/7) berlangsung lancar. Tradisi yang rutin digelar tepat 7 hari setelah lebaran idul fitri ini diawali kirab megono gunungan dan gunungan hasil bumi dari 19 kecamatan di Kab. Pekalongan yang diberangkatkan oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Arini Harimurti dari Balaidesa Linggoasri menuju lapangan OW. Linggoasri.
Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinporapar Kab. Pekalongan, Fuadi Jaman, AP, mengungkapkan bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya tradisi syawalan pada hari ini selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunianya, juga sebagai upaya melestarikan budaya lokal, serta menjadi media silaturahim dan hiburan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.
Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si beserta istri, Wakil Bupati Pekalongan, Ketua DPRD Kab. Pekalongan, segenap jajaran Muspida, Sekretaris Daerah dan Kepala SKPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan, serta masyarakat yang hadir di Lapangan OW. Linggo Asri pada kesempatan tersebut disuguhi aneka kesenian, antara lain tarian “Renggo Manis” serta Sendratari “Wiro Cempaluk” dengan iringan gamelan jawa dari Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kab. Pekalongan.
Mengawali sambutannya, Bupati mengucapkan selamat Idul Fitri dan minal aidzin wal faidzin serta ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah turut serta mensukseskan acara Syawalan pada hari ini. Asip berpesan agar sebagai generasi penerus hendaknya kita dapat menjadi orang - orang yang gemar menjaga kebaikan yang telah dikembangkan oleh para orang tua kita, sambil terus menerus kita tingkatkan untuk menjawab dinamika dan tantangan masyarakat saat ini.
KAJEN – Hari pertama masuk kerja setelah libur lebaran (11/7), Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan menyelenggarakan “open house” atau halal bil halal dengan para PNS di seluruh Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Tampak ribuan PNS memadati Rumah Dinas untuk bersalaman langsung dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah beserta para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan,H. Asip Kholbihi, SH. MH selain mengucapkan “Minal Aidzin wal Faizin” juga menekankan 3 hal yaitu Ajakan untuk menegakkan disiplin, karena kunci kemajuan adalah disiplin, Ajakan untuk berkomitmen bersama-sama bekerja sesuai dengan Tupoksi masing-masing, serta Ajakan untuk merubah paradigma atau cara berpikir dalam bekerja, karena sejatinya filosofi bekerja dari aparatur pemerintah adalah menjadi pelayan masyarakat. “Sudah tidak jamannya lagi kalo aparatur pemerintah menjadi beban masyarakat, menjadi orang yang senang dilayani masyarakat, dan menjadi bos-nya masyarakat, Kita tidak boleh berlagak Bossy !, yang ada adalah aparat pemerintah yang siap bekerja setiap saat untuk menjadi Khodimul Umah atau pelayan masyarakat ! ” tegasnya.
Ditegaskan Asip bahwa filosofi pemerintahan kedepan adalah penataan untuk mengabdi kepada kepentingan masyarakat, dimana pengabdian tersebut didedikasikan untuk melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh, tidak boleh basa-basi. “Ini adalah landasan spiritual kita dalam memulai suatu pekerjaan baru, meski sejatimya ini adalah kerja rutin kita, untuk itu mari kita rubah paradigma, karakter, lifestyle kita sesuai Tupoksi masing-masing,” imbaunya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti pada kesempatan tersebut mengajak seluruh PNS Kab. Pekalongan untuk bekerja sesuai Tupoksi masing-masing sebaik mungkin. “Mari kita lakukan tugas melayani masyarakat dengan semangat, etos kerja, dedikasi dan loyalitas yang tinggi,” tambahnya menutup sambutan. (dian/H-)
Rumah milik Ibu Sumiati ( + 40 th ) warga Capgawen Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni rata dengan tanah setelah malam sebelumnya diamuk si “jago merah”. Kejadian yang mengejutkan masyarakat tersebut terjadi pada pukul 00.00 Wib dini hari (10/7). Tidak ada korban jiwa pada kejadian itu namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“ Pada malam itu tiba - tiba saja ada api yang membesar dirumahnya ketika bangun tidur. Mungkin berasal dari kosleting arus pendek listrik. Oleh masyarakat api dipadamkan dan pemadam kebakaran dengan bergotong royong agar tidak menjalar kerumah lain karena jarak antar rumah sangar rapat ”tandasnya.
Ia berharap ada bantuan agar dapat membangun kembali rumahnya yang telah hancur, karena saat ini sedang mengungsi ketempat saudara.
Sementara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi kemarin (10/7) siang saat mengunjungi korban kebakaran menyampaikan duka dan rasa keprihatinan yang mendalam. Dan berharap para korban tetap bersabar atas cobaan ini.
Selanjutnya Ia menyatakan bahwa secara pribadi dirinya akan turut membantu mengembalikan rumah agar seperti sediakala. Karena jika menunggu bantuan dari Pemerintah akan membutuhkan waktu lama karena memang mekanismenya membutuhkan proses panjang.
Untuk memotong hal itu dibutuhkan kebijakan yang bersifat crash program yang cepat waktu dan cepat guna tanpa bertentangan undang – undang. Cara itu adalah dengan mengaplikasikan progam ABANG RUDI yang berarti Ayo Bangun Rumah Sendiri. Program ABANG RUDI ini adalah programnya saat dirinya kampanye dulu dan akan mulai dilaksanakan perdana sekarang untuk membantu korban kebakaraan ini.
“ABANG RUDI ini akan menggali swadaya masyarakat sebagai tombak utama serta bantuan dari para donatur lainya baik bentuk CSR perusahaan atau para dermawan yang dikumpulkan khusus untuk membantu bagi mereka yang tidak memiliki tempat tinggal layak huni” tandasnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH. M.Si hari ini (1/7) melaksanakan apel perdananya setelah kemarin (30/6) secara resmi telah melakukan Serah Terima Jabatan sebagai Bupati Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Di depan para PNS Sekretariat Daerah (Setda), Bupati memberikan beberapa arahannya, diantaranya terkait implementasi Undang-Undang ASN (Aparatur Sipil Negara) yang diakuinya telah dicermatinya dengan baik.
Diungkapkan Asip bahwa kandungan utama dari UU ASN adalah tuntutan agar para ASN bekerja secara profesional dan disiplin. Dimana menurut Asip disiplin dalam hal ini adalah nilai – nilai yang tidak boleh dilupakan baik pada saat para aparatur bekerja, maupun saat mereka menjadi anggota masyarakat, yang filosofinya adalah ketaatan ASN terhadap aturan yang telah disepakati dan mengikat mereka, serta taat untuk mewujudkan visi dan misi yang diusung oleh Kepala Daerah. “ Karena ada survey yang menyatakan bahwa tingkat kepuasan masyarakat Kabupaten Pekalongan terhadap pelayanan publik angkanya masih belum memuaskan, hal ini tentunya menjadi tantangan, dorongan, motivasi, dan cambuk untuk kita agar bekerja lebih giat lagi,” imbaunya.
Hal lain yang tak kalah penting disampaikan oleh Asip adalah terkait Reward and Punishment, Asip menyatakan dirinya akan mengkaji dan merumuskan hal tersebut secepatnya sehingga akan segera bisa diketahui tingkat kompetensi dan kedisiplinan aparaturnya. “ Siapa yang layak dapat penghargaan dan siapa yang layak untuk tidak kita hargai bersama-sama, ” tegasnya. “ Ini bukan hukuman, tapi mari kita sama – sama benahi kawan-kawan kita yang saat ini tingkat kedisiplinannya belum stabil. Ayo kita dorong dan motivasi kawan-kawan kita yang belum paham terhadap kompetensi kerjanya, serta pikirannya kemana-mana saat bekerja, hal ini penting karena keberhasilan kerja 85% nya tergantung pada konsentrasi kita pada saat kerja,” terangnya. Pada kesempatan tersebut Asip juga mengungkapkan bahwa 11 ribu PNS Kabupaten Pekalongan merupakan anugerah baginya, apalagi jika mereka dalam kondisi ideal yaitu memiliki kompetensi, keahlian, dedikasi dan kedisiplinan yang baik. Namun jika kondisinya belum ideal, maka merupakan tugas bersama untuk mengidealkan hal tersebut. “ Saya sudah membaca dengan baik UU ASN, dimana spirit dan kandungan maksudnya adalah bagaimana agar kita dapat bekerja secara profesional,” tegasnya menutup arahannya. (dian/dion)
KAJEN – Angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan yang masih berada dibawah garis merah menjadi perhatian Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa bakti 2016-2021 (H. Asip Kholbihi, SH, MSi dan Ir. Arini Harimurti). Hal tersebut disampaikan Bupati dalam sambutannya pada acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2016-2021 serta Serah Terima Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan masa bakti 2016-2021 Kamis sore kemarin (30/6) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen.
Sesuai amanat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang disampaikan saat Pelantikan Bupati dan Wakilnya pada 27 Juni 2016 lalu untuk melakukan upaya-upaya strategis dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan. Asip Kholbihi mengatakan, mengentaskan kemiskinan bukanlah hal mudah karena mengentaskan kemiskinan 1% saja harus ada upaya yang benar-benar strategis. “Namun begitu, saya yakin hal tersebut akan menjadi mudah apabila kita satu gelombang, satu visi dan satu misi, serta kerjasama yang baik antar semua pihak,” tegasnya.
Persoalan besar berikutnya yang menjadi prioritas pasangan Asip-Arini adalah mencari jalan keluar untuk menangani dampak rob yang melanda 3 kecamatan utara di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu, dirinya telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan diantaranya dengan menjalin kerjasama dengan Belanda yang MOUnya akan ditandatangani pada September mendatang. “Tadi pagi saya telah melakukan kunjungan ke Kecamatan Wonokerto sebagai daerah terdampak rob paling besar di Kabupaten Pekalongan untuk memastikan publik service di daerah tersebut berjalan lancar dan normal akibat rob yang telah melanda daerah ini sejak beberapa bulan yang lalu,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut tak lupa Asip menyampaikan rasa terimakasihnya pada Bapak Antono dan Ibu Fadia yang selama 5 tahun telah menunjukkan hasil-hasil yang baik yang telah diapresiasi oleh masyarakat. Tak ketinggalan pada para Tokoh yang selama ini menjadi panutan masyarakat dan telah ikut memajukan Kabupaten Pekalongan ini. “Karya saudara masih sangat kami butuhkan. Karena membangun Pekalongan tidak bisa dilakukan sendiri, tanpa bantuan saudara dan masyarakat pembangunan tidak akan tercapai. Mohon doa restu mudah-mudahan diberi kekuatan lahir dan bathin sehingga bisa menjalankan mandat hingga masa jabatan kami berakhir,” jelasnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH, MSi yang baru dilantik 27 Juni 2016 lalu, hari ini (Selasa, 30/6) melakukan monitoring di kecamatan Wonokerto sebagai kecamatan terdampak rob paling besar di Kabupaten Pekalongan. Kunjungannya ini, untuk memastikan publik service atau pelayanan publik di daerah tersebut berjalan lancar dan normal akibat rob yang telah melanda daerah ini sejak beberapa bulan yang lalu. “Rob menjadi prioritas kami, hal ini sesuai dengan visi dan misi kami yaitu kearifan lokal, disamping mandat bapak Gubernur Jawa Tengah agar kami segera mencari jalan keluar untuk menanggulangi bencana ini,” ujarnya.
Menurut Bupati, ada dua pendekatan yang akan dilakukan untuk menangani masalah ini, yaitu dengan Rekayasa Sosial, dimana Pemkab akan melakukan re-design bangunan disekitar rob agar tetap hebit (efektif dengan masalah rob). Pendekatan kedua adalah dengan Pemanfaatan Teknologi. Dalam hal ini Pemkab. Pekalongan akan melakukan kerjasama dengan Belanda sebagai negara yang telah berpengalaman dalam masalah ini. “Saya ingin mengembangkan bagaimana masyarakat Wonokerto dan daerah pesisir lainnya punya kearifan, punya semangat, dan punya sesuatu yang bisa dikembangkan akibat dampak rob ini. Jadi tidak hanya pasrah dengan keadaan ini karena ikhtiar itu wajib,” ujarnya.
Dari Wonokerto, selanjutnya Bupati meneruskan kunjungannya ke jembatan spait terkait dengan dibukanya kembali jembatan Spait setelah beberapa waktu lalu tidak dapat dilalui karena sedang dalam perbaikan. Dalam sidaknya, Asif menegaskan bahwa mulai malam nanti (30/6) jembatan yang merupakan jalur pantura ini bisa kembali dilalui. “Kekhawatiran masyarakat akan terjadinya kemacetan panjang disepanjang jalan pantura insya Allah tidak akan terjadi,” tegasnya.
Meskipun menurutnya tidak akan terjadi kemacetan yang krusial di Kabupaten Pekalongan ini karena dua jembatan baik jembatan darurat maupun jembatan permanen bisa digunakan, namun Bupati tetap mengharapkan agar para pengguna jalan tetap berhati-hati karena jembatan ini belum selesai 100% atau hanya tinggal finishing saja. “Kepada para pemudik, saya pastikan bisa mengendarai dengan aman dan nyaman khususnya disepanjang 10 km di jalur pantura kabupaten Pekalongan ini. Telah kami sediakan beberapa rest area, semoga selamat sampai tujuan,” ujarnya. (Asih & An-an)
Hal lain yang tak kalah pentingnya yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaaten Pekalaongaan tersebut adalah penyikapan khusus aparatur pemerintahan atas perubahan paradigma birokrasi pemerintahan, terkait reformasi birokrasi yang mengutamakan dan menuntut kualitas pelayanan prima kepada Masyarakat.
Disamping itu, jelas Asip, Profil Aparatur (PNS) yang dibutuhkan di masa mendatang berhubungan erat dengan profil pemerintahan di masa mendatang, yaitu PNS yang memiliki tata nilai baru yang sesuai dengan kebutuhan etika publik, mampu beradaptasi terhadap cepatnya arus perubahan, dan menjadi PNS yang profesional, termasuk juga harus memiliki jiwa pengabdian dan juga mempunyai jiwa entrepreneur.
Terkait dengan tantangan dan tuntutan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke depan yang semakin komplek, Asip mengajak para PNS untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa PNS memang pantas menjadi Aparatur dengan senantiasa menunjukan kepekaan, kapasitas, kapabilitas dan kredibilitas diri yang lebih baik. “PNS harus menjadi insan yang mampu memberi contoh dan teladan baik kepada masarakat serta dapat menempatkan diri, menjaga ucapan, sikap dan perilaku,” ujarnya.
Ditambahkan Asip, Pemerintah sangat berharap dan menuntut kepada CPNS baru sebagai tenaga muda yang masih memiliki idealisme untuk mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki untuk membangun Kajen. “Kembangkan kreatifitas dan inovasi serta pengalaman – pengalaman dari daerah lain untuk diaplikasikan di Kabupaten Pekalongan. Dalam bekerja beranilah berbeda, beranilah “menggila” untuk mewujudkan sebuah karya tanpa bertentangan dengan norma, aturan dan ketentuan yang ada,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pekalongan Bambang Tri Edi P, SH, MH menyampaikan maksud diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Perundang-undangan di bidang Kepegawaian. “Tujuannya adalah sebagai pengakuan dan janji PNS setelah melalui proses percobaan sebagai Calon PNS,” jelasnya. (451h & Diyon)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 18 Juli 2016
Ditambahkan Asip bahwa sebagai langkah awal mewujudkan visi dan misi Bupati akan terlihat dalam penyusunan RPJMD. Untuk itu Asip menekankan pentingnya kecermatan dan pemahaman khusus tentang cara merumuskan tujuan, sasaran dan strategi yang tepat dalam penyusunan dokumen RPJMD sehingga mampu merespon kebutuhan dan aspirasi masyarakat serta kesepakatan tentang tolok ukur kinerja selama 5 (lima) tahun ke depan.
Untuk itu Bupati meminta kepada para Kepala SKPD beserta jajaranya untuk mempelajari, memahami dan mencermati sehingga diharapkan bisa menghasilkan dokumen RPJMD yang berkualitas baik, dan dokumen RPJMD Kabupaten Pekalongan Tahun 2016-2021 dapat dijadikan sebagai alat pemandu, pengarah dan pedoman dalam pelaksanaan program-program pembangunan daerah selama kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan, sekaligus juga dijadikan dasar dalam pertanggungjawaban atas pelaksanaan hasil-hasil pembangunan kepada masyarakat pada setiap akhir tahun anggaran maupun pada saat akhir masa jabatan.
Pada kesempatan tersebut, Asip mengajak seluruh jajaran birokrasi, Aparatur Sipil Negara Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama merapatkan barisan, menyatukan tekad dan persepsi akan tugas dan fungsinya, serta bersama-sama menciptakan iklim kerja yang kondusif. “Penting saya ingatkan untuk meningkatkan etos kerja, dan budaya kerja yang baik serta menjunjung tinggi etika birokrasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan, karena hal ini dapat mendorong terciptanya iklim kerja yang kondusif, dan semua itu akan bermuara pada peningkatan prestasi kerja Aparatur,” terang Asip.
Asip berharap, para ASN mampu memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan di Kab. Pekalongan, oleh karenanya ASN diharapkan senantiasa meningkatkan kualitasnya agar mampu merespon perubahan dengan daya kreatifitas dan inovasinya serta senantiasa mengikuti dinamika atau perkembangan regulasi dan tuntutan masyarakat yang begitu cepat.
Tak ketinggalan Bupati menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh pimpinan FKPD dan seluruh jajaran instansi vertikal, atas kebersamaan dan dukungannya selama ini sehingga tercipta sinergitas dan iklim yang kondusif di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya hal tersebut sangat penting demi mewujudkan Visi dan Misi Kepala Daerah dan dalam melaksanakan fungsi-fungsi pemerintahan. “Semoga kedepan hubungan komunikasi dan koordinasi yang baik ini akan semakin meningkat. Demikian juga dukungan dan sinergitas yang konstruktif untuk lebih ditingkatkan di masa mendatang,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Asip berharap kepada seluruh peserta upacara, khususnya para ASN di Lingkungan Pemkab. Pekalongan untuk bahu – membahu, bekerjasama memajukan Kab. Pekalongan. Jangan takut untuk keluar dari zona nyaman ke zona kompetitif serta jadilah aparatur yang profesional, berintegritas, serta netral dari intervensi politik. Saya juga mengajak agar seluruh aparatur pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat menjadi PR (public relation/humas) yang memiliki jiwa enterpreneur bagi Kabupaten Pekalongan (dian’s/her)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 18 Juli 2016
Lebih lanjut Asip mengungkapkan harapannya agar masyarakat Kabupaten Pekalongan khususnya masyarakat Desa Linggo Asri senantiasa ikut memiliki dan bertanggungjawab melestarikan tradisi syawalan, apalagi dengan sejarah Linggo Asri yang sudah dikenal sejak Zaman Syailendra, sebelum peradaban Pekalongan ada. Untuk itu dengan entitas peradaban yang dimiliki Asip berharap agar masyarakatnya dapat terus menggali potensi daerahnya dan menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pada saat ini. “ Kedepan event Syawalan Linggo Asri akan saya dorong agar bisa masuk dalam Kalender Pariwisata Nasional !,” tegasnya menutup sambutan.
Pada kesempatan tersebut Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Hj. Hindun atas nama masyarakat Kab. Pekalongan mengucapkan terimakasih kepada Pemkab. Pekalongan yang terus melaksanakan tradisi syawalan yang merupakan perpaduan berbagai tradisi dan nilai masyarakat Kab. Pekalongan. Hindun berharap acara seperti ini tidak hanya dijadikan rutinitas semata, namun dapat memberi makna bagi kehidupan masyarakat. “ Pada kesempatan ini, saya minta kepada Pemkab. Pekalongan agar dalam pengembangan Obyek Wisata semakin ditingkatkan, agar semakin kreatif dan inovatif,” ujarnya.
Sementara itu, sebelum memotong tumpeng pertanda dimulainya perebutan nasi megono gunungan oleh warga, Bupati menyerahkan secara simbolis Sertifikat Pemandu Eko Wisata serta menyerahkan hadiah kepada para juara lomba gunungan hasil bumi, yaitu Juara 1 diraih oleh Kecamatan Kesesi, Juara 2 Kec. Karangdadap, serta Juara 3 Kec. Kajen. (dian’s/tim dok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 13 Juli 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 11 Juli 2016
Hal ini tentunya akan meringan semua pihak. Masyarakat yang akan membantu misalnya hanya satu batu bata silahkan, bantuan tenaga silahkan atau material lainnya. Dan yang pasti saat ini sudah banyak sponsor yang menyatakan siap akan membantu program ini sehingga akan meringankan semua pihak dan mewujudkan masyarakat memiliki rumah yang layak huni sebanyak mungkin akan segera terwujud.
Program ini disamping untuk menguri–uri kembali budaya gotong-royong masyrakat kita, juga untuk membantu program Pemerintah dalam pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH) yang hanya mengcover disetiap desanya maksimal 15 rumah saja. “ Dengan program ABANG RUDI ini dapat mengambil tindakan cepat dan nyata dalam mencari solusi ketika ada masalah perumahan dan juga memancing jiwa sosial kemasyarakatan untuk turut membangun Kabupaten Pekalongan bersama sama”terangnya.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Minggu, 10 Juli 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 1 Juli 2016
Sementara itu mantan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan periode 2011-2016 Drs.H.A.Antono,Msi–Fadia Arofiq, SE, MM dalam sambutannya sesaat setelah menandatangani Berita Acara Serah Terima jabatan menyampaikan rasa terimakasihnya pada seluruh masyarakat dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan atas kerjasamanya selama ini dalam membangun Kabupaten Pekalongan ini. “Mohon maaf sekiranya dalam hubungan kerja ada hal-hal yang kurang berkenan, semua itu karena keterbatasan kami,” tambahnya.
Lebih lanjut Antono menyampaikan harapannya terkait dengan berakhirnya masa jabatannya sebagai Bupati dan Fadia sebagai wakil Bupati agar Pekalongan menjadi semakin baik. Dan harapan ini menurutnya akan tercapai apabila didukung oleh seluruh komponen masyarakat di Kota Santri ini,” harapnya. (Asih & Tim Pubdok).
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 1 Juli 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 30 Juni 2016