Durian Rindu dari desa Dororejo Kecamatan Doro akhirnya memenangkan kontes Durian Unggulan pada Festival Durian Tahun 2016 yang diselenggarakan baru baru ini (31/1) di desa Lolong Kecamatan Karanganyar. Durian yang dimiliki oleh Kastari ini menyisihkan kompetiter 16 durian unggulan lainnya yang berasal dari Kabupaten Pekalongan. Untuk pemenang kedua diraih oleh jenis durian Cabu milik Produksi Maduri 06 dari Desa Lolong Kecamatan Karanganyar dan juara ketiga diraih Durian Ijo milik bapak Roni petani dari Desa Lebakbarang Kecamatan Lebakbarang.
Menurut juri Mustagfirin Shut, MM Firin menjelaskan kemenangan durian Rindu ini dikarenakan memiliki tekstur, bau, warna dan rasa sempurna. “ Durian ini memang sangat unggul pada rasa akan tetapi pada standar yang lain juga bagus sehingga layak menjadi pemenang” tandasnya.
Sedangkan untuk durian favorit yang dinilai oleh para pejabat pemkab diraih oleh Durian Tibah milik Hasan Mukmin dari Desa Dorogunung Kecamatan Doro. Sedang Pemenang Lomba Gunungan Durian diraih oleh Kecamatan Kajen disusul Karanganyar dan Lebakbarang.
Arak- Arakan Tumpengan
Pada tahun ini pelaksanaan Festival Durian Lolong Tahun 2016 ini berlangsung meriah. Nampak ribuan Masyarakat berbondong untuk kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini. Acara ditandai dengan arak – arakan kesenian rakyat yang membawa tumpengan Durian dari masing masing RT yang ada didesa Lolong Kecamatan Karanganyar dan dari Kecamatan penghasil durian di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Panitia Penyelenggara Fuadi Jaman, AP menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka rasa syukur masyarakat atas hasil durian yang melimpah, dan untuk menumbuhkan rasa persatuan komunitas petani durian. “ Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata serta sebagai bukti nyata Kabupaten Pekalongan mewujudkan Visit Jateng Year” imbuhnya.
Wakil Bupati Pekalongan Dra. Fadia Arafiq. MM menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap berlangsungnya acara tersebut serta berharap agar acara festival tahun depan menjadi lebih baik lagi." Supaya nanti bagi pemenang dalam lomba durian berkualitas dapat tetap meningkatkan hasil duriannya. dan yang belum menang agar tetap semangat," jelasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun menyatakan penghargaannya atas kegiatan festival ini karena telah memberdayakan potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat.” Untuk Pemerintah Daerah semoga bisa meningkatkan kesejahteraaan masyarakat dengan memperdayakan potensi yang ada” terangnya.
Kepala Desa Lolong Soleh bahwa pada penyelenggaran kali ini durian yang ada terdiri dari berbagai macam seperti durian Montong, Lokal, Mentega, Kunir dan lainnya. “ Harapan saya dari festival durian ini agar membawa dampak yang lebih baik umtuk Lolong dan Kabupaten Pekalongan,” terang Soleh.
Festival durian dihadiri oleh Wakil bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE, MM Anggota DPRI Bisri Romli dan Wakil Anggota DPRD Jawa Tengah Sukirman. Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer, MM, Ketua DPRD dan perwakilan Forum FKPD. (RED)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Editor : arif.kominfo
Senin, 1 Februari 2016
Kajen - Suasana meriah nampak di desa Rogoselo Kecamatan Doro. Puluhan ribu masyarakat berbondong-bondong menuju tempat hajat diadakannya tasyakuran durian petani desa "Sri Pudang" atau Sidoharjo, Rogoselo, Pungangan dan Pedawang Kecamatan Doro(24/1).
Acara diawali dengan iring-iringan berupa tumpengan duren yang diikuti para petani dengan diawali secara simbolis penyerahan hasil bumi oleh orang tertua didesa Rogoselo kepada Wakil bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE, MM didampingi oleh Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer, MM dan perwakilan Forum FKPD sebagai simbol pengabdian masyarakat kepada pemimpinnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Budi Santoso menyampaikan kegiatan ini adalah sebagai rasa syukur petani durian kepada Allah SWT yang telah memberikan panen durian yang melimpah di desa yang tergabung dalam “Sripudang “. Syukuran petani durian terhadap panen yang melimpah diaplikasikan dalam bentuk membagikan durian gratis dan menggelar hiburan kesenian rakyat.” Sejak pintu masuk desa Rogoselo hingga sepanjang jalan berbagai atraksi seni rakyat digelar seperti orkes melayu, atraksi Seni Sirkus Kuntulan dan Kuda Kepang” terangnya.
Sementara itu Kepala Desa Rogoselo menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini dan berharap tahun depan dapat menggelar dengan lebih baik. Ia berjanji jika pada tahun ini para petani membagikan 2016 gratis tahun depan akan ditambah lagi. “ Saya berjanji jika tahun depan panen durian melimpah mencapai 60 persen dari jumlah pohon, panitia akan menyediakan durian gratis hingga 5000 butir. Oleh karena itu kami mohon dukungan dan doa serta tertib dalam pelaksanaan pembagian agar cita-cita tersebut dapat terwujud” imbuhnya.
Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE yang mewakili Bupati menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tahunan yang kedua kalinya ini.. Ia berharap kegiatan ini menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain, bagaimana membuka potensi yang ada untuk mensejahterakan masyarakat. “ Ini kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat, yang harapannya setiap tahun dapat meningkat penyelenggaraan dan durian yang dibagikan” tandasnya.
KAJEN- Apel pagi di halaman Sekretariat Daerah pagi tadi, Rabu (20/1) pukul 07.00 WIB kali ini disertai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh para Kasubag yang merupakan pejabat eselon IV dari 9 Bagian di Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer, MM, selaku pembina apel dalam sambutannya mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para pejabat eselon IV yang telah melakukan penandatanganan pakta integritas. Beliau berharap pakta integritas bukan hanya diberlakukan para pejabat namun juga diturunkan kebawah yaitu kepada para staf di pemerintahan.”Pegawai Setda adalah pegawai pilihan, bukan sembarangan, maka orang pilihan harus menjadi lebih baik karena kinerja kita akan menjadi contoh oleh pegawai lain dan kinerja kita akan dilihat oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan”ujarnya.
Selanjutnya beliau meminta Pegawai Negeri Sipil untuk mengevaluasi kinerja di tahun 2015 dan memperbaikinya. “Kedepan kita harus bekerja lebih keras, starter langsung jalan langsung” tegasnya.
Sekda menambahkan bahwa PNS Setda merupakan kiblat bagi Pegawai Negeri Sipil yang ada di Kabupaten Pekalongan. Oleh Karena itu hendaknya dapat menjadi contoh bagi yang lainnya. “ Kedisiplinan dan Ketaatan tata pengelolaan manajemen menjadi panutan bagi PNS di SKPD lain”ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan kembali akan pentingnya etika birokrasi yang harus diterapkan dalam diri pegawai negeri. Hal ini disampaikan karena ada indikasi beberapa PNS yang kurang memahamii tata aturan birokrasi dan penerapan etika birokrasi. “Hidup adalah sebuah pilihan, kita sudah memilih untuk menjadi PNS maka segala konsekuensi, kewajiban dilakukan dan dijalankan dengan baik, saling menghormati dan menghargai satu sama lain karena diatas langit masih ada langit. Kita adalah jajaran, kita adalah sahabat, maka jaga selalu etika birokrasi” terangnya.
KAJEN- Dalam suasana penuh keakraban Asisten Pemerintahan Sekda Kab. Pekalongan Drs. Ali Riza M,Si hari ini (19/1) menerima kunjungan kerja (KUNKER) dari Komisi A DPRD Kota Magelang. Rombongan yang terdiri dari Komisi A DPRD Kota Magelang beserta unsur Pemkot Magelang, dan perwakilan dari 17 kelurahan, 4 kecamatan di wilayah tersebut diterima di Aula lantai 1 Setda Kab. Pekalongan di Kajen.
Dalam sambutannya, Ali Riza mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada rombongan DPRD Kota Magelang dan berharap melalui Kunker tersebut dapat saling berbagi ilmu dalam berbagai bidang. Ditambahkan Ali Riza bahwa Kab. Pekalongan memiliki 10 industri besar, diantaranya industri batik, industri rumah tangga lain, serta sektor pertaniannya yang saat ini cukup berkembang. Beliau juga memperkenalkan beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan termasuk acara tahunan Festival Durian Lolong yang akan diadakan akhir Januari 2016 nanti.
Sementara itu, Adi Candra Pamungkas A,Md, selaku ketua rombongan dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab. Pekalongan yang telah memberikan sambutan luar biasa kepada rombongannya. Tak lupa Adi juga memperkenalkan rombongannya dan menjelaskan secara singkat kondisi Kota Magelang yang merupakan sebuah kota kecil dengan luas ± 18,2 Km². Namun demikian diungkapkan Adi bahwa kota Magelang ingin menjadi ikon Bakorwil Kedu.
Tak lupa Adi juga mengungkapkan maksud atau tujuan dari kunjungannya kali ini ke Kab. Pekalongan diantaranya untuk mengadopsi materi terkait keunggulan Kab. Pekalongan. Untuk itu dirinya berharap rombongan yang dibawanya tersebut dapat menyerap materi yang diberikan oleh Pemkab. Pekalongan dengan baik. Melengkapi acara Kunker, Asisten Pemerintahan Sekda selaku tuan rumah bertukar kenang-kenangan dengan Ketua Rombongan yang berupa plakat. (Aan/Juwita)
KAJEN - Seperti biasa, pada tanggal 17 setiap bulannya, Pemkab.Pekalongan menggelar upacara bendera di lapangan Setda Kabupaten Pekalongan di Kajen. Demikian pula dengan upacara bendera tanggal 17 Januari 2016 ini digelar pagi ini, Senin, 18 Februari 2016 dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer M,Si, para Kepala SKPD serta karyawan dan karyawati di lingkungan Setda Kabupaten Pekalongan.
Namun kali ini ada yang berbeda dari upacara biasanya, dimana dalam upacara ini diserahkan penghargaan kepada SKPD terbaik dalam rangka penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan Pemkab. Pekalongan Tahun 2015. Penghargaan tersebut diberikan dengan tujuan sebagai pelaksanaan evaluasi kinerja sebagai salah satu bentuk pembinaan Pemkab. Pekalongan terhadap unit pelayanan dan untuk memberikan apresiasi atas kinerja unit pelayanan sekaligus memotivasi seluruh jajaran organisasi perangkat daerah dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.
Menurut leading sektor Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Pekalongan Noor Kholis, SH, ruang lingkup penilaian unit pelayanan publik adalah kinerja unit pelayanan publik yang meliputi visi, misi, dan motto pelayanan; standar pelayanan dan maklumat pelayanan; sestem, mekanisme dan prosedur pelayanan. “Disamping itu SDM, sarana dan prasarana pelayanan, penanganan pengaduan, sistem informasi pelayanan publik, dan produktivitas dalam pencapaian target pelayanan juga menjadi kriteria penilaian,” jelas Noor Kholis.
Adapun berdasrakan penilaian administrasi dan verivikasi lapangan Tim evaluasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Lingkungan Pemkab. Pekalongan tahun 2015 menetapkan Dinduk Capil sebagai Peringkat Terbaik I, Dinsos Nakertrans sebagai Terbaik II dan DPPKD sebagai terbaik III. Masing-masing dalam kategori Dinas Daerah. Sedang dalam kategori Lembaga Teknis Daerah, terbaik I diperoleh BPM PPT, Terbaik II Kankesbangpol dan Terbaik III oleh BKPP. Sementara untuk kategori Kecamatan berhasil dimenangkan sebagai terbaik I oleh Kecamatan karangdadap, Terbaik II Kec. Bojong dan Terbaik III oleh Kecamatan Lebakbarang. Masing masing peringkat mendapatkan tropi dan piagam penghargaan serta uang pembinaan untuk terbaik I sebesar 3 juta rupiah, terbaik II 2,5 juta rupiah dan terbaik III 2 juta rupiah.
KAJEN – Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan, Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si beserta seluruh jajarannya mulai dari Asisten, Staf Ahli Bupati, serta seluruh Kepala SKPD di Kabupaten Pekalongan, hari ini (15/1) menandatangani Pakta Integritas yang diantaranya berisi komitmen untuk pro aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), bersikap transparan, jujur, obyektif dan akuntabel serta menghindari pertentangan kepentingan (conflict of interest) dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Penandatanganan tersebut nantinya diikuti secara serentak oleh seluruh PNS di Pemkab. Pekalongan.
Penandatanganan disaksikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan, Drs. H. Amat Antono, M.Si, dan Ketua DPRD Kab. Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH. Di Aula Lantai 1 Gedung Sekretariat Daerah Kab. Pekalongan dan dilanjutkan dengan penyerahan APBD TA. 2016.
Kepala DPPKD Kab. Pekalongan, Totok Budi Mulyanto, SE dalam laporannya mengungkapkan bahwa Postur APBD Kab. Pekalongan TA. 2016 yaitu Pendapatan direncanakan sebesar Rp. 1.854.438.065.509,- atau naik sebesar 9,83%, sedangkan perkiraan belanja sebesar Rp. 1.882.800.850.086,- naik sebesar 3,11%. Ini berarti diperkirakan akan terjadi defisit sebesar Rp. 28.362.784.477,-,dimana kekurangan tersebut akan ditutup dengan anggaran pembiayaan.
Mengawali sambutannya, Bupati Pekalongan mengucapkan terimakasih kepada para pejabat yang telah menandatangani Pakta Integritas, karena menurutnya meski Pakta integritas merupakan hal yang wajar, namun masih ada orang yang tidak mau melakukannya. Padahal Pakta integritas merupakan sebuah bentuk kesadaran dan tanggungjawab moral untuk melaksanakan tugas yang lebih baik dan sesuai Peraturan Perundang-undangan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menginstruksikan agar APBD TA. 2016 segera dilaksanakan atau ditindaklanjuti karena APBD merupakan starter atau pengungkit ekonomi masyarakat. Jangan sampai pelaksanaan APBD menumpuk di Bulan Desember atau akhir tahun, karena itu berarti APBD tidak berfungsi sebagai starter dan manfaatnya tidak akan optimal. Ditambahkan Antono, dalam rangka mewujudkan APBD sebagai starter dan penilaian BPK yang lebih baik maka harus ada evaluasi terutama pada diri sendiri dan oleh Sekretaris Daerah. Tak ketinggalan, Bupati juga mengingatkan agar seluruh PNS di lingkungan Pemkab. Pekalongan agar menyadari fungsi dan statusnya. “ Mari kita bekerja lebih baik lagi!” tegas Antono. Sedangkan terkait insiden pengeboman dan penembakan yang terjadi di Jakarta, Bupati mengungkapkan keprihatinannya, dan menghimbau kepada para pejabat di wilayahnya agar bertindak pro aktif dimana dalam hal ini pejabat diminta untuk peduli dengan kondisi keamanan daerahnya. “ Koordinasikan dengan semua unsur yang ada di masing-masing wilayahnya untuk menngantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, bantu TNI dan POLRI,” imbaunya. (dian/H-)
KAJEN – Bupati Pekalongan, Drs. Amat Antono, M.Si hari ini (7/1) memberikan secara langsung SK Penetapan Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kepada 27 Puskesmas di Kab. Pekalongan, SK diterimakan oleh para Kepala Puskesmas se-Kab. Pekalongan. Hadir dalam acara yang diselenggarakan di Puskesmas Bojong ini antara lain, Ketua DPRD Kab. Pekalongan beserta Ketua Komisi D, Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan beserta jajaran, Camat se-Kab. Pekalongan, Para Kades se- Kec. Bojong, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat se- Kab. Pekalongan.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan, dr. Setiabudi, M.Kes mengungkapkan bahwa persiapan penerapan BLUD bagi Puskesmas sudah dilaksanakan sejak 2 tahun lalu, namun dirinya yakin masih ada kekurangan. Untuk itu dirinya mohon bimbingan dan arahan agar dapat berjalan dengan baik. “ Kami akan terus berusaha agar kekurangan yang ada bisa terkejar dan terpenuhi sehingga tujuan BLUD untuk melayani masyarakat lebih baik dapat terwujud,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya kepada Kab. Pekalongan karena perhatiannya pada bidang kesehatan sangat baik. Ditambahkan Yulianto bahwa dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat ada 3 pilar yang dikuatkan yaitu Paradigma sehat, peningkatan Sarpras, serta Jaminan Kesehatan nasional, dimana salah satunya adalah penerapan sistem BLUD dimana dengan sistem ini maka Puskesmas akan memiliki fleksibilitas dalam 3 hal yaitu Penganggaran, pengelolaan SDM, serta pengadaan barang dan jasa, namun dengan tetap bertujuan meningkatkan pelayanan publik khususnya dalam hal Urusan Kesehatan Masyarakat (UKM). “Jadi BLUD bukan swastanisasi, karena orientasi utamanya adalah peningkatan pelayanan publik bukan menghasilkan keuntungan, dan jika orientasi tersebut berubah atau melenceng dapat dievaluasi atau ditinjau kembali,” tegasnya. Pada kesempatan tersebut Bupati Pekalongan menyampaikan harapannya agar dengan perubahan Puskesmas menjadi BLUD dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kab. Pekalongan. Senada dengan Kadis. Kesehatan Prov. Jateng, Antono juga mengingatkan bahwa jika orientasi Puskesmas berubah maka akan dievaluasi. Sedangkan kepada Asisten 3 agar segera menata Sumber Daya Manusia dengan membuat peta personil, kalau perlu tenaga teknis yang ada di Dinas Kesehatan dan RSUD Kraton dan Kajen bisa didorong ke Puskesmas karena Puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di Kab. Pekalongan. Tak lupa Bupati juga menyampaikan masukan kepada Kadis Prov. Jateng agar Rumah Sakit Kajen dapat didorong untuk menjadi Rumah Sakit Rujukan Korban Narkoba di Jawa Tengah. “ Saya siapkan lahan yang cukup untuk itu,” ujar Antono. Terakhir Bupati berpesan agar para Kades dan Camat untuk mensosialisasikan perubahan Puskesmas menjadi BLUD kepada masyarakat. Menutup acara Bupati memukul Gong tanda dimulainya penerapan BLUD bagi Puskesmas se-Kab. Pekalongan dan meninjau kondisi Puskesmas Bojong. (dian/dion)
Pergantian Tahun Baru di Kabupaten Pekalongan terasa berbeda dari tahun sebelumya. hal ini dikarenakan beberapa bangunan ikon Kabupaten Pekalongan seperti Tugu Nol Kilometer, Taman Dadi Kajen dan Jembatan Surobayan menjadi tempat untuk menikmati pergantian tahun baru ini.
Seperti yang terjadi di jembatan Surobayan banyak warga yang berkumpul meniup terompet dan bermain kembang api untuk menunggu detik detik pergantian tahun 2016. " Menunggu pergantian tahun baru di jembatan Surabayan disamping tempatnya yang indah juga karena ada jam digital raksasa yang memungkinkan kita bersama-sama menghitung mundur menuju pergantian tahun 2016" ungkap Widi (39 th) warga Tirto.
Meriah
Sementara itu meski sempat diguyur hujan deras di wilayah Kajen, acara Semarak Tahun Baru yang digelar oleh Pemkab berjalan meriah dan semarak. Beberapa ruas jalan terlihat macet dan padat merayap memadati jalan Mandurorejo dan sekitarnya. Ketiga panggung hiburan kesenian dan layar tancap yang di gelar di komplek Alun Alun Kajen semuaya dipadati masyarakat untuk menonton hiburan menunggu kembang api sebagai puncak acara.
Bupati Pekalongan Amat Antono MSi menyatakan terima kasihnya kepada warga Kabupaten Pekalongan yang telah bersama sama dengan Pemkab membangun serta menjaga keamanan sehingga terasa kondusif. " Untuk tahun 2015 Bupati mengajak warga untuk dijadikan sebagai tahun yang indah dalam kenangan dan untuk tahun 2016 kita songsong dengan kerja keras dan saling mengisi untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Indra Krismayadi, SIK menghibau kepada masyarakat untuk menjaga keamanan."Kita disini untuk bersenang menyambut tahun baru oleh karena itu jangan melakukan kegiatan menyimpang mengganggu keamanan lingkungan" terang Krismayadi. Semetara itu Ketua DPRD Ibu hj Hidun berharap tahun 2016 mudah mudahan menjadi tahun lebih baik sejahtera dan sukses." Mari kita songsong tahun 2016 ini dengan lebih baik"terangnya.Pada puncak acara dilakukan penekanan tombol kembang api bersama sama antara forum komunikasi Pimpinan daerah dengan para tokoh lintas agama seluruh Kabupaten Pekalongan atas dimulainya penghitungan mundur pergantian tahun baru 2016. (fred)
Pembagian Durian Ricuh
Pada pembagian durian gratis terjadi kekacauan ditempat pembagian durian gratis. Panitia kewalahan menghalau masyarakat yang berusaha berebut durian gratis. Mereka terus merengsek kedepan untuk memaksakan berebut mendapat durian. Meskipun panitia sudah mengisyaratkan agar tertib dalam pelaksanaan namun diabaikan sehingga beberapa masyarakat terlihat terluka dan terinjak sesama penonton.
Menurut Sijek(40th) pengunjung dari Kajen mengatakan bahwa memang berebut durian merasakan sensasi tersendiri akan tetapi jika membahayakan diri sendiri dan orang lain ini menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. “ Saya berharap panitia kedepan bisa menata pelaksanaan pembagian durian gratis ini lebih baik agar berjalan tertib serta menata tempat parkir yang lebih dekat dari tempat pelaksanaan yang terasa jauh hingga 2 km”tandasnya.(red)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
arif.kominfo
Senin, 25 Januari 2016
Selanjutnya beliau mengintruksikan akan penataan tertib administrasi. “ Persiapan penataan sejak awal ini untuk meringankan kita dalam pemeriksanaan. Baik tertib administrasi keuangan, Pelaporan maupun Kepegawaian. Persiapkan semuanya dengan baik”imbaunya.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Editor : arif.kominfo
Rabu, 20 Januari 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Editor : arif.kominfo
Selasa, 19 Januari 2016
Di bagian Sekretaris Daerah yang pagi itu bertindak sebagai Pembina Upacara, saat membacakan sambutan Bupati Pekalongan antara lain menyampaikan bahwa upacara bendera merupakan salah satu kegiatan yang merefleksikan kesiapan dalam kedisiplinan selaku aparatur pemerintah dalam mengemban tugas.
Terkait dengan tanggap bencana, Sekda menekankan perlunya upaya antisipasi dini seperti sosialisasi tanggap bencana, persiapan sarana dan logistik serta personil dalam menghadapi musim penghujan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Maret 2016 dan berpotensi menimbulkan bencana. “Tingkatkan komunikasi, koordinasi dan kerjasama antar pihak sehingga jika terjadi bencana maka penangannya dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” pesannya.
Lebih lanjut Mukaromah tak bosan-bosan mengingatkan untuk menguasai tupoksi dan aturan yang ada dengan baik dan senantiasa merencanakan dan mengevaluasi serta fokus pada setiap kegiatan yang dilaksanakan. Sedangkan berkaitan dengan pelaksanaan Anggaran Tahun 2016 ia meminta untuk mempersiapkan dengan baik dan matang khususnya dalam hal penerapan akuntansi berbasis akrual.
Pada kesempatan tersebut Sekda juga mengharapkan seluruh Kepala SKPD untuk lebih berkomitmen meningkatkan kinerjanya di tahun 2016 ini. “Bekerjalah dengan semangat dalam melayani masyarakat sebagai perwujudan birokrasi yang transparan, akuntabel, bersih dan bertanggungjawab sehingga kita dapat menjadi pelayan masyarakat dan menjadi teladan masyarakat,” pesannya.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Editor : arif.kominfo
Selasa, 19 Januari 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Editor : arif.kominfo
Jumat, 15 Januari 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
@rif
Jumat, 8 Januari 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
@rif
Senin, 4 Januari 2016
KAJEN – Untuk mensosialisasikan penyaluran dan pertanggungjawaban dana desa agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh desa, dan juga adanya keinginan untuk bisa berkomunikasi secara langsung dengan para Kepala Desa di wilayah Kabupaten Pekalongan, Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia Prof. Dr. Mardiasmo, MBA, AK Selasa (22/12) pagi tadi melakukan Kunjungan Kerja di Kabupaten Pekalongan.
Dalam kunjungan kerjanya, Wamenkeu didampingi oleh Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi dan Teknologi Informasi Susi Wiyono, Staf Khusus Bidang Komunikasi Politik Arif Budimanto, Direktur Dana Perimbangan Rukijo, Kepala Biro KLI (Komunikasi Layanan Informasi) Neng Euis Fatimah dan Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Ngalim Sawega. Mereka diterima langsung oleh Bupati Pekalongan Drs.H.A,Antono, MSi, Para FKPD, Sekda Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya serta dihadiri oleh para Kepala Desa se Kabupaten Pekalongan.
Menurut Mardiasmo, dalam kunjungan kerjanya kali ini beliau ingin mendengar secara langsung apa yang terjadi di lapangan, baik keluhan maupun masukan dari Para Kepala Desa agar dapat ditindaklanjuti dan kedepan diperbaiki mengingat dana desa tersebut baru pertama kali disalurkan pada tahun 2015 ini. “Kami ingin mendengar aspirasi langsung dari para Kepala desa sehingga dana desa ini bisa optimal penggunaannya,” ujar Menkeu.
Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa secara nasional, dana desa pada APBN 2015 meningkat 3,23% dari dana transfer ke daerah atau setiap desa di Indonesia akan menerima 280 juta rupiah. Dan pada tahun 2016 nanti, akan meningkat lebih dari 2 kali lipat yaitu menjadi 628 juta rupiah. Dari jumlah tersebut, pada tahun 2017 nanti akan kembali meningkat karena direncanakan per desa akan menerima bantuan kurang lebih 1 milyar rupiah. “Di kabupaten Pekalongan, pada tahun 2015 dana desa mencapai 77,7 milyar dan pada tahun 2016 akan naik menjadi 174,5 M. Dengan junlah desa 272 desa maka rata-rata desa akan mendapat bantuan 641,6 juta rupiah, ini belum dari pendapatan lain-lain diluar APBN,” jelas Wakil Menkeu.
Ditambahkannya, sumber pendapatan desa sebenarnya bukan hanya dari APBN saja, tetapi juga bisa didapat dari APBD Propinsi/Kabupaten, Hibah dan Sumbangan Pihak Ketiga, Pajak dan Retribusi Daerah dan juga pendapatan lain yang syah. “Kalau dijumlah, dana desa yang ada didesa selain dari APBN sangat banyak. Oleh karena itu, perlu perencanaan, pengelolaan, implementasi dan akuntabilitas,’ jelas Wamen.
Dana desa itu sendiri menurut Mardiasono diprioritaskan untuk mendanai pembangunan, rehabilitasi, pemeliharaan sarana dan prasarana desa serta untuk pengembangan ekonomi lokal. “Dana ini bisa dimanfaatkan untuk semuanya, untuk rakyat, untuk membangun desa, untuk mengurangi angka penganguran, menciptakan lapangan kerja dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan Drs.H.A. Antono, MSi dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasihnya daerahnya telah menjadi salah satu tempat kunjungan menkeu ini. “Saya melihat ini sangat bagus dan penting mengigat dana desa merupakan program baru yang mana para Kades baru mulai tahun 2015 ini diberi dukungan pembiayaan secara memadai walaupun belum optimal,” ujar Bupati.
Antono juga melihat kegiatan ini sangat tepat walau agak sedikit terlambat. Dijelaskannya bahwa dengan keanekaragaman latar belakang Kades di Kabupaten Pekalongan dan program yang baru ini, maka tidak menutup kemungkinan ada kekurangtepatan dalam mengelola dana tersebut. Keterbatasan SDM dan program yang begitu banyak ini membuat kita harus mawas diri dan mempersiapkan diri. “Saya berharap para Kades dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan baik, gali hal-hal yang perlu diketahui sebagai bekal dalam mengelola dana desa agar tidak terjebak pada masalah. Tolong perhatikan dan pedomani!,” pesannya.
Selanjutnya kepada Menteri, Bupati juga menyampaikan harapannya agar disamping Kepala Desa, para Kepala Kelurahan juga dapat didukung dalam pembiayaan karena kemampuan kelurahan yang sangat terbatas. “Ini harapan kami, apakah mungkin ada dana kelurahan?” harap Antono.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
@rif
Rabu, 23 Desember 2015