SEMARANG - Wujudkan pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, tandatangani Pakta Integritas.
Penandatanganan tersebut dilakukan dalam kegiatan Dialog Antikorupsi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Senin 30 Maret 2026.
Selain Sukirman, pakta integritas juga ditandatangani oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, Pimpinan DPRD Jawa Tengah, serta para bupati, wali kota, dan ketua DPRD kabupaten/kota se-Jawa Tengah sebagai bentuk komitmen bersama pemberantasan korupsi.
Kegiatan yang menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi ini bertujuan memperkuat strategi preemtif dan preventif dalam mencegah tindak pidana korupsi di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto bersama Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK Ely Kusumastuti memberikan arahan kepada kepala daerah dan DPRD sebagai langkah pencegahan praktik korupsi, sekaligus merespons sejumlah operasi tangkap tangan (OTT) di Jawa Tengah.
Dalam arahannya, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya integritas bagi seluruh aparatur sipil negara dan pejabat publik. Ia menyebut kasus OTT yang menjerat sejumlah kepala daerah harus menjadi pelajaran agar setiap pejabat menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan bebas dari korupsi.
Sementara itu, Fitroh Rohcahyanto mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Tengah dalam memperkuat pencegahan korupsi. Ia berharap penandatanganan pakta integritas tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam penyelenggaraan pemerintahan guna menekan perilaku koruptif secara berkelanjutan.
Senada, Plt Bupati Pekalongan, Sukirman juga merespon baik agenda tersebut, Pihaknya berharap
Penandatanganan Pakta Integritas menjadi pondasi yang kuat untuk semua pihak dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi.
"Harapannya ini menjadi pondasi yang kuat dalam mewujudkan good ang Celine Government," terangnya.
Acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto, Sekda Jateng Sumarno, serta para kepala OPD dan wakil kepala daerah se-Jawa Tengah.
Selasa, 31 Maret 2026
KAJEN – Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pekalongan Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/3/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., meninjau langsung proses perbaikan ruas jalan Kertoharjo–Karangdadap pada Sabtu (14/03/2026) siang. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan perbaikan jalan berjalan sesuai rencana serta dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
LKPD tersebut diterima Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah. Penyerahan ini merupakan kewajiban pemerintah daerah sesuai ketentuan, yakni paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir untuk dilakukan pemeriksaan oleh BPK.
Penyerahan LKPD unaudited ini juga dilakukan secara serentak oleh 35 pemerintah daerah lainnya di Jawa Tengah, sebagai bentuk komitmen dalam tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.
Pada kesempatan tersebut, Sukirman menegaskan bahwa penyusunan laporan keuangan dilakukan dengan mengedepankan integritas dan akuntabilitas, serta memastikan penggunaan anggaran tepat sasaran dan minim kebocoran.
“Prioritas keuangan diarahkan pada program nasional seperti penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, serta pendampingan proyek strategis nasional,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama para kepala daerah se-Jateng, serta diikuti sekretaris daerah, inspektur, dan kepala BPKAD dari seluruh wilayah.
Sementara itu, Ahmad Luthfi mengapresiasi seluruh pemerintah daerah yang telah menyelesaikan dan menyerahkan LKPD tepat waktu. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan komitmen dan kerja sama yang baik dari seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Dibutuhkan komitmen, kerja keras, dan kerja sama seluruh jajaran. Kami sangat mengapresiasi dedikasi Bapak dan Ibu sekalian,” ungkapnya.
Ia menambahkan, BPK akan segera melakukan pemeriksaan terinci atas laporan keuangan yang telah diterima guna memastikan kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah serta kewajaran penyajian laporan.
Lebih lanjut, ia berharap komunikasi antara tim pemeriksa dan pemerintah daerah dapat berjalan baik sehingga proses pemeriksaan berlangsung lancar. Ia juga mengingatkan bahwa laporan keuangan yang baik mencerminkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selasa, 31 Maret 2026
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., didampingi jajaran Forkopimda, Sekda serta para asisten, kepala OPD, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman menyampaikan bahwa tradisi Syawalan merupakan warisan budaya leluhur yang memiliki nilai luhur untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat silaturahmi antarwarga.
“Syawalan ini bukan sekadar tradisi berkumpul, tetapi mengandung nilai kebersamaan dan gotong royong yang harus terus kita jaga. Tradisi ini menjadi bagian dari identitas masyarakat Pantura, termasuk Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan Syawalan tahun ini terasa berbeda karena adanya perbedaan waktu perayaan Idulfitri, namun hal tersebut tidak boleh menjadi perpecahan.
“Perbedaan ini jangan dijadikan sesuatu yang prinsip. Ini justru menjadi bagian dari keragaman yang harus kita syukuri bersama,” kata Sukirman.
Pada kesempatan itu, Plt. Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin. Dalam menjalankan pemerintahan tentu ada kekurangan, untuk itu kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Kegiatan Harmony Syawalan Megono 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara, salah satunya lomba kreasi penyajian Sego Megono, makanan khas Pekalongan yang menjadi simbol utama dalam tradisi Syawalan.
Plt. Bupati menegaskan bahwa Sego Megono tidak hanya sekadar kuliner, namun memiliki nilai budaya yang perlu terus dipromosikan agar semakin dikenal luas, bahkan dapat menjadi daya tarik wisata.
“Megono ini adalah kekayaan kuliner kita. Tradisi Syawalan dengan Megono ini harus terus kita kampanyekan dan sosialisasikan, agar menjadi kebanggaan daerah sekaligus mampu menarik wisatawan,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menyiapkan ribuan bungkus Sego Megono yang dibagikan kepada masyarakat. Plt. Bupati mengajak seluruh warga untuk menikmati sajian tersebut bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan kesederhanaan.
“Silakan dinikmati bersama. Tidak perlu berebut, kita antri dengan tertib. Ini momentum kebersamaan kita,” pesannya.
Pemkab Pekalongan berharap kegiatan Harmony Syawalan Megono dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya mempererat silaturahmi masyarakat, namun juga mampu mendukung promosi wisata dan budaya lokal Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 27 Maret 2026
Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., dan dihadiri jajaran anggota DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.
Dalam penyampaiannya, Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., memaparkan gambaran umum penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Pekalongan sepanjang Tahun Anggaran 2025, termasuk capaian indikator makro daerah.
Ia menyampaikan bahwa Indeks Daya Saing Daerah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2025 tercatat sebesar 3,69, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 3,61. Selain itu, tingkat kemiskinan pada tahun 2025 juga mengalami penurunan menjadi 8,05 persen, dibandingkan tahun 2024 sebesar 8,95 persen.
“Capaian tersebut menunjukkan adanya upaya bersama dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Tentunya capaian ini masih perlu terus ditingkatkan melalui sinergi seluruh pihak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Plt. Bupati menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan tahun 2025 mencapai 5,38 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar 5,08 persen. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 berada pada angka 72,71, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 71,95.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati juga menyampaikan gambaran struktur APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2025 (unaudited). Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp2,416 triliun, dengan realisasi sebesar Rp2,332 triliun atau 96,52 persen. Sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp2,488 triliun, dengan realisasi sebesar Rp2,330 triliun atau sekitar 93,87 persen.
Ia menambahkan, berdasarkan laporan sementara, terdapat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2025 sebesar Rp68,434 miliar, yang masih menunggu hasil audit dari BPK RI.
Pada akhir penyampaian, Plt. Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, jajaran perangkat daerah, serta seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan atas dukungan terhadap program pembangunan daerah selama tahun 2025.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan, sehingga mampu meraih berbagai capaian dan prestasi sepanjang tahun 2025,” tuturnya.
Rapat paripurna ini menjadi bagian penting dalam rangka evaluasi serta peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan Kabupaten Pekalongan yang semakin maju dan sejahtera.
Kamis, 26 Maret 2026
Dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan atas segala kekurangan dan kelemahan dalam pelayanan pemerintah selama ini.
"Pada kesempatan yang mulia ini, izinkan saya dan seluruh jajaran Pemkab Pekalongan menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat. Kami menyadari masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam pelayanan publik dan kami berkomitmen untuk terus berbenah dan memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat," terangnya.
Lebih lanjut, Plt Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Fitri ini sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki diri untuk kedepannya. "Kami berharap, salat Idul Fitri ini menjadi titik awal bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan berkontribusi positif bagi daerah ini," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Plt Bupati juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Beliau menekankan bahwa salat Idul Fitri adalah momen yang seharusnya dimanfaatkan untuk kebersamaan, bukan untuk tindakan yang bisa membahayakan orang lain.
Salah satunya, Plt Bupati meminta masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara dan menyalakan petasan yang berisiko terhadap keselamatan.
"Tolong ingatkan kepada keluarga dan tetangga untuk tidak menerbangkan balon udara, karena selain dapat membahayakan keselamatan penerbangan, juga dapat menimbulkan kebakaran. Demikian juga dengan petasan, yang sering menimbulkan gangguan dan potensi kecelakaan, Mari kita jaga keamanan dan kenyamanan bersama," tegasnya.
Sebagai penutup, Plt Bupati Pekalongan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di Kabupaten Pekalongan, dan berharap semoga perayaan kali ini membawa berkah serta kedamaian bagi masyarakat.
"Semoga kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan di bulan yang suci ini. Mari kita saling menjaga dan merawat kedamaian serta keamanan di Kabupaten Pekalongan," pungkasnya.
Sabtu, 21 Maret 2026
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas serta kelengkapan fasilitas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Plt. Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat selama arus mudik telah diantisipasi dengan baik oleh pihak kepolisian, terutama pada titik-titik rawan kemacetan yang menjadi pusat aktivitas, seperti kawasan kuliner dan titik keramaian lainnya.
“Alhamdulillah, kita melihat kesiapan dari kepolisian dan seluruh petugas di lapangan sudah cukup baik, terutama dalam mengantisipasi potensi kemacetan di titik-titik strategis,” ujarnya.
Selain itu, Plt. Bupati juga mengapresiasi keberadaan Posko Banser Rembun yang dinilai strategis dan memberikan kontribusi besar bagi kenyamanan pemudik. Posko tersebut menyediakan fasilitas istirahat, akses tempat ibadah, hingga layanan kesehatan.
“Posko ini sangat membantu para pemudik. Selain tempat istirahat, juga tersedia fasilitas kesehatan, bahkan ada layanan pijat untuk membantu mengurangi kelelahan selama perjalanan,” tambahnya.
Ia menuturkan, sejumlah pemudik yang singgah di posko tersebut berasal dari berbagai daerah tujuan, seperti Madura, Jepara, hingga Solo, sehingga keberadaan posko sangat penting sebagai titik singgah yang aman dan nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan berbagai persiapan, termasuk memastikan stabilitas pasokan kebutuhan pokok dan bahan bakar melalui koordinasi dengan berbagai stakeholder seperti PLN, Bulog, dan Pertamina.
“Hasil koordinasi kita, baik dari sisi ketersediaan bahan pokok, BBM, maupun kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, semuanya dalam kondisi aman dan stabil,” jelasnya.
Terkait infrastruktur jalan, Pemkab Pekalongan juga telah melakukan penanganan sementara berupa penambalan lubang guna menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik. Ke depan, perbaikan jalan secara permanen akan menjadi prioritas.
Plt. Bupati mengimbau kepada seluruh pemudik untuk memanfaatkan posko-posko yang telah disediakan, baik oleh pemerintah maupun organisasi masyarakat, untuk beristirahat secukupnya.
“Kami berharap para pemudik dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, menjaga kondisi kesehatan, dan tetap berhati-hati di perjalanan agar selamat sampai tujuan dan dapat berkumpul bersama keluarga,” pungkasnya.
Selasa, 17 Maret 2026
Di sela kegiatan, Plt. Bupati mendapati bahwa SD Negeri 01 Wonosari belum memiliki ruang kantor untuk kepala sekolah maupun guru. Saat ini, aktivitas administrasi sekolah masih memanfaatkan ruang perpustakaan.
“Tadi tanpa sengaja, setelah kita mengecek jalan, kita menemukan SD Negeri 01 Wonosari yang belum memiliki ruang kantor untuk kepala sekolah maupun guru. Saat ini masih menginduk di ruang perpustakaan,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi temuan baru yang akan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ia menilai, penggunaan ruang perpustakaan sebagai kantor dapat mengganggu proses pembelajaran, khususnya kegiatan literasi siswa.
“Ini tentu akan mengganggu proses anak-anak dalam berliterasi, membaca, dan kegiatan belajar lainnya, karena ruang perpustakaan tidak difungsikan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi ruang perpustakaan yang ada juga dinilai sudah tidak layak, sehingga membutuhkan penanganan segera, baik melalui rehabilitasi maupun pembangunan ruang baru.
“Kondisinya sudah tidak layak dan sudah saatnya dilakukan rehabilitasi atau dibangun ruang baru. Nanti akan kita cek lebih lanjut dan kita pastikan tindak lanjutnya,” tegas Sukirman.
Ia berharap, dengan adanya perbaikan sarana dan prasarana, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, para guru dan kepala sekolah juga dapat bekerja dengan lebih nyaman.
“Harapannya, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, dan bapak ibu guru serta kepala sekolah dapat bekerja dengan lebih baik, sehingga bisa lebih fokus dan kreatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkasnya.
Selasa, 17 Maret 2026
Dalam keterangannya, Plt. Bupati menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya menjelang momentum Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya mobilitas warga.
“Kita untuk kesekian kalinya melakukan pengecekan ruas-ruas jalan yang kita miliki, khususnya dalam rangka pekerjaan rehabilitasi maupun peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi menjelang Lebaran, di mana aktivitas mudik akan meningkat dan jalan-jalan ini menjadi jalur utama yang dilalui masyarakat,” ujarnya.
Ia mengakui, masih terdapat sejumlah ruas jalan di wilayah desa, kampung, maupun jalan poros yang memerlukan penanganan. Namun demikian, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan perbaikan pada jalan-jalan penghubung antar kecamatan dan antar kabupaten.
“Kami menargetkan pekerjaan ini dapat selesai paling lambat H-3 Lebaran, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Dalam peninjauan tersebut, Plt. Bupati juga menegaskan bahwa ruas jalan Sragi–Pait menjadi salah satu prioritas karena merupakan jalur strategis dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi, serta menghubungkan kawasan penting di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Ia menargetkan pada tahun 2027 kondisi jalan mantap di Kabupaten Pekalongan dapat mencapai minimal 40 persen.
“Kita canangkan tahun 2027 sebagai tahun infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan, dengan dukungan dari berbagai sumber pembiayaan baik provinsi, pusat, maupun desa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan, Mudiarso, S.P., M.T., menjelaskan bahwa prioritas penanganan saat ini difokuskan pada jalan protokol dan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan, terutama akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Beberapa ruas yang sedang dikerjakan antara lain ruas Petungkriono–Seragi, Seragi–Kesesi, hingga Kesesi–Karanganyar melalui Kwasen. Selain itu, ruas Petungkriono–Seragi juga terus kami percepat pengerjaannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain ruas utama, pihaknya juga melakukan perbaikan pada jalan-jalan di wilayah perkotaan, termasuk jalan lingkungan yang kondisinya mengalami kerusakan.
“Seluruh pekerjaan ini ditargetkan selesai sebelum arus mudik Lebaran, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.
Selasa, 17 Maret 2026
Sukirman menyampaikan apresiasi kepada tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU TARU) Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja keras memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada tim dari Dinas PU Taru Kabupaten Pekalongan yang sudah bekerja siang dan malam. Laporannya kepada kami bahkan sampai pukul 8 malam dan terus kita lakukan kontrol,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Ia menjelaskan, selain ruas jalan Kertoharjo–Karangdadap, perbaikan juga tengah berlangsung di sejumlah wilayah lain seperti Sragi dan Kandangserang. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan langsung guna memastikan proses pekerjaan berjalan optimal.
Menurutnya, beberapa laporan perbaikan sebelumnya telah diterima dalam bentuk dokumentasi foto. Namun, ia memilih meninjau langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya serta progres pekerjaan yang sedang berjalan.
“Memang perlu kerja keras, tetapi dengan keterampilan para petugas di lapangan insya Allah semua bisa teratasi,” katanya.
Sukirman juga menyoroti kondisi jalan di depan salah satu pabrik yang masih berupa timbunan tanah. Ia berharap pihak-pihak terkait, termasuk pemilik usaha di sekitar lokasi, dapat ikut berperan dalam mendukung perbaikan infrastruktur tersebut.
“Kami mendorong stakeholder seperti pemilik pabrik atau pelaku usaha di sekitar untuk ikut terlibat membantu,” tambahnya.
Terkait target penyelesaian, Sukirman mengatakan perbaikan jalan poros milik kabupaten ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri, sesuai arahan dari Gubernur Jawa Tengah.
“Instruksi dari Pak Gubernur, H-3 Lebaran jalan-jalan poros milik kabupaten harus sudah tuntas. Insya Allah akan terus kita upayakan. Untuk jalan provinsi juga sudah mulai berjalan dan kita terus berkomunikasi,” pungkasnya.
Seperti yang pernah disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Marga Kabupaten Pekalongan Al-Faruq saat ditemui di ruang kerjanya pada pekan kemarin. Pihak meminta doa dan dukungan masyarakat agar proses perbaikan jalan di wilayah Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan baik, khususnya menjelang arus mudik Lebaran tahun ini.
Mengingat pada tahun ini tingkat kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Pekalongan tergolong cukup berat. Berdasarkan data yang ada di Bidang Bina Marga DPU TARU Kabupaten Pekalongan, sekitar 30 persen jalan beraspal mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan yang cepat.
“Kami mohon doa dari masyarakat agar perbaikan jalan ini bisa kami laksanakan sebaik mungkin. Tahun ini memang kerusakan jalan cukup berat, hampir 30 persen aspal mengalami kerusakan sehingga perlu penanganan yang super cepat untuk mengejar arus mudik,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan perbaikan dengan pengaspalan di sejumlah titik. Namun apabila kondisi tidak memungkinkan untuk dilakukan pengaspalan secara menyeluruh dalam waktu singkat, maka akan dilakukan penanganan sementara.
“Jika nantinya tidak cukup waktu untuk diaspal semua, maka akan kami uruk dan ratakan menggunakan material LPA atau beskos. Walaupun jalannya mungkin belum sepenuhnya nyaman, tetapi yang terpenting tetap aman dilalui masyarakat,” jelasnya.
Menurut Al-Faruq, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna jalan selama periode mudik. Setelah Lebaran, perbaikan jalan akan kembali dilanjutkan secara bertahap hingga kondisi jalan dapat kembali optimal.
“Kami akan lanjutkan lagi perbaikan jalan secara menyeluruh setelah Lebaran,” pungkasnya.
LPA merupakan akronim dari Lapis Pondasi Agregat Kelas A dimana lapisan konstruksi jalan yang berada langsung di bawah lapisan aspal (permukaan) dan di atas LPB (Lapis Pondasi Bawah). Terbuat dari campuran batu pecah dan abu batu berkualitas tinggi, LPA berfungsi sebagai pondasi kuat, stabil, serta penyebar beban lalu lintas untuk menahan beban roda.
Minggu, 15 Maret 2026