Kajen - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU TARU) Kabupaten Pekalongan melalui Bidang Bina Marga melakukan penanganan kerusakan jalan serta pembersihan saluran drainase di sejumlah titik pada Senin (20/04/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Kepala DPU TARU Murdiyarso, S.P., M.T., melalui Kepala Bidang Bina Marga DPU TARU Kabupaten Pekalongan, Al-Faruq, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan keprasan aspal pada ruas jalan Kedungwuni-Doro, Doro-karangdadap, dan Karangdadap-Kota Pekalongan. Ruas tersebut merupakan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akibat beban kendaraan berat, khususnya truk bermuatan.
“Kerusakan menyebabkan permukaan jalan menggunung atau mletot sehingga membahayakan masyarakat. Oleh karena itu, kami melakukan pemaprasan untuk meratakan kembali jalan agar aman dilalui,” ujarnya.
Selain penanganan jalan, pada hari yang sama DPU TARU juga melakukan pembersihan gorong-gorong di sepanjang ruas jalan dari SMA Negeri 1 Kajen hingga wilayah Sibedug, Desa Kebonagung. Meski ruas tersebut merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kajen dengan Karanganyar, pihaknya tetap mengambil langkah responsif guna mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat hujan.
Menurut Al-Faruq, genangan air di lokasi tersebut disebabkan oleh tersumbatnya saluran drainase akibat tumpukan material seperti sampah, tanah, serta kerusakan pada saluran air.
“Kami menerjunkan tim lapangan untuk membersihkan gorong-gorong agar aliran air kembali lancar dan tidak terjadi genangan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan sementara, kondisi aliran air saat ini sudah membaik dan belum ditemukan laporan genangan kembali. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi.
“Harapannya, upaya ini dapat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat, meskipun lokasi tersebut merupakan kewenangan provinsi. Ini bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang optimal,” pungkasnya.
Rabu, 22 April 2026
Doro - Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama TNI resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Rabu pagi (22/04/2026). Program yang dilaksanakan oleh Kodim 0710/Pekalongan ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Kajen - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan memastikan sebanyak 941 calon jemaah haji (CJH) tahun 2026 telah memenuhi syarat kesehatan atau lulus istitoah. Kepastian tersebut diperoleh setelah serangkaian pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di puskesmas dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
KAJEN - Sebagai bentuk apresiasi atas peran dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan salurkan insentif kepada 900 marbot atau petugas kebersihan masjid se-Kabupaten Pekalongan. Penyaluran insentif sebesar Rp 1 juta secara simbolis disampaikan Plt Bupati Pekalongan, Sukirman di Masjid Al-Muhtarom, Kajen, Selasa (21/4/2026).
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mengintensifkan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui program cek kesehatan gratis yang digelar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (20/04/2026).
Program ini menjadi bagian dari prioritas pemerintah dalam mencegah berbagai penyakit, baik menular maupun tidak menular, melalui deteksi dini kondisi kesehatan.
Kajen - Sebanyak 41 abdi negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS). Prosesi pengambilan sumpah dan penyerahan SK tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah, (17/4/2026).
Meski ditengah guyuran gerimis tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2026. Seperti yang disampaikan oleh pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., bahwa upacara ini adalah kegiatan yang wajib dilakukan dan tidak boleh diundur sehingga dirinya pun tetap menjadi pemimpin upacara meski pagi itu hujan mengguyur hampir wilayah Kecamatan Doro dan sekitarnya.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata pengabdian dan kolaborasi seluruh elemen dalam membangun masyarakat.
“Program ini merupakan bentuk pengabdian dan pengorbanan kita bersama untuk masyarakat. Mari kita laksanakan TMMD ini dengan penuh semangat kebersamaan selama satu bulan ke depan,” ujarnya.
Sukirman juga mengajak seluruh elemen, baik TNI, Polri, perangkat daerah, maupun masyarakat, untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, selain mempererat persaudaraan, TMMD juga menjadi momentum untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian desa.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun era baru perekonomian masyarakat Desa Sawangan,” tambahnya.
Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Pekalongan Sukirman ditandai dengan pembacaan surat Al-fatihah. Dirinya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Cpl. Yulian Cahyono menjelaskan bahwa program TMMD kali ini difokuskan pada kegiatan fisik dan nonfisik. Untuk kegiatan fisik, dilakukan pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan lebar 3 meter pada segmen pertama, serta 150 meter dengan lebar yang sama pada segmen kedua.
“Pembangunan ini bertujuan menghubungkan akses hingga Jembatan Garuda, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, seperti sosialisasi UMKM, kesehatan, serta wawasan kebangsaan.
Yulian menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program yang sejalan dengan arahan pemerintah pusat guna meningkatkan konektivitas dan memperlancar transportasi masyarakat, khususnya di Desa Sawangan, Kecamatan Doro.
Melalui program TMMD Sengkuyung ini, diharapkan terwujud sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Rabu, 22 April 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dengan mengusung tema “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi”, bertempat di Aula Setda Lantai 1 Kajen, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah serta mendorong kesetaraan gender di berbagai bidang kehidupan.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, yakni Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., Hakim Pengadilan Agama Kajen Ulfa Nurwindiasari, S.H.I., serta akademisi dari Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro, Dr. Phil. Nuriyatul Lailiyah, S.Sos, M.I.Kom.
Peringatan Hari Kartini ini diikuti oleh perwakilan organisasi perempuan, perangkat daerah terkait, para pelaku UMKM, serta berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap isu pemberdayaan perempuan.
Plt. Bupati Pekalongan yang diwakilkan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Ia menegaskan bahwa perempuan saat ini telah terbukti memiliki peran strategis, baik sebagai pilar ekonomi keluarga, penjaga nilai budaya, pemimpin komunitas, inovator, maupun pelaku usaha.
“Perempuan memiliki kontribusi besar dalam memperkuat ketahanan keluarga dan kemajuan daerah. Karena itu, sinergi dan kolaborasi organisasi perempuan harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Siti Masruroh juga mengajak seluruh organisasi perempuan untuk turut berperan aktif dalam mengatasi berbagai persoalan sosial yang masih menjadi perhatian, di antaranya pernikahan dini, stunting, hingga peningkatan keterwakilan perempuan dalam bidang politik.
Ia menyebutkan, berdasarkan data hingga Maret 2026, angka pernikahan dini di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Selain itu, prevalensi stunting juga masih perlu ditekan agar dapat mencapai target nasional.
“Dengan sinergi bersama, kita optimistis persoalan-persoalan tersebut dapat diatasi secara bertahap, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, menekankan pentingnya peran perempuan dalam membangun keluarga yang berkualitas. Menurutnya, semangat Kartini harus terus ditanamkan sebagai inspirasi lintas generasi, terutama bagi perempuan muda agar mampu menjadi pribadi yang mandiri, berdaya, dan berkontribusi bagi lingkungan.
Dalam sesi pemaparan materi, Hakim Pengadilan Agama Kajen Ulfa Nurwindiasari, S.H.I. turut mengulas persoalan pernikahan dini dari aspek hukum dan sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan edukasi dan pendampingan kepada remaja agar mampu merencanakan masa depan secara lebih matang.
Sedangkan Dr. Phil. Nuriyatul Lailiyah dari Universitas Diponegoro memaparkan pentingnya komunikasi publik dan literasi media dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Ia menekankan bahwa perempuan perlu memiliki ruang yang lebih luas dalam menyuarakan aspirasi serta meningkatkan kapasitas diri agar mampu beradaptasi di era digital.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta turut menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman seputar peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, maupun pembangunan daerah.
Melalui peringatan Hari Kartini Tahun 2026 ini, Pemkab Pekalongan berharap semangat perjuangan R.A. Kartini dapat terus hidup dan menjadi inspirasi lintas generasi dalam mewujudkan perempuan yang tangguh, berdaya, serta berperan aktif dalam pembangunan Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 22 April 2026
Kedungwuni – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan resmi menggelar pelatihan khusus bagi pemuda di Kecamatan Kedungwuni. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (21-22 April 2026), ini merupakan bagian dari program unggulan "Kecamatan Berdaya" melalui Program Zilenial, (21/04/26).
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas kewirausahaan pemuda, khususnya di bidang desain konten kreatif dan strategi pemasaran digital.
Kabid Kepemudaan Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Ari Lanang, menjelaskan bahwa pemilihan materi videografi dan digital marketing didasarkan pada kebutuhan zaman. Menurutnya, pemuda Kedungwuni yang dikenal memiliki jiwa usaha tinggi harus dibekali keterampilan teknis agar mampu bersaing.
"Materi yang diberikan meliputi teknik dasar videografi, pengambilan gambar, hingga editing. Tujuannya agar mereka menjadi konten kreator yang mandiri. Mengingat banyak pemuda di Kedungwuni yang bergerak di bidang usaha, materi digital marketing diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan mereka," ujar Ari Lanang saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ari menambahkan, sebanyak 75 peserta yang ikut serta tidak akan dilepas begitu saja. Pihaknya telah membentuk grup pendampingan khusus untuk memastikan para peserta bisa menciptakan peluang usaha baru dan menekan angka pengangguran di wilayah tersebut.
"Harapannya, mereka bisa menularkan 'virus kebaikan' dan keterampilan ini kepada pemuda lainnya, sehingga dampak ekonomi dari program ini bisa dirasakan secara luas di Kecamatan Kedungwuni," imbuhnya.
Program ini disambut antusias oleh para peserta. Ferry Kurniawan, salah satu peserta asal Desa Rengas, mengaku bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
"Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, bahkan ini momen yang kami tunggu-tunggu. Materinya sangat pas untuk bekal kami terjun ke masyarakat dan berkarya ke depannya," kata Ferry.
Selain pelatihan teknis, para peserta juga dibekali dengan kartu Zilenial sebagai bagian dari program Kecamatan Berdaya yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kartu ini diharapkan menjadi simbol kesiapan para pemuda dalam menyongsong dunia kerja dan membangun kemandirian ekonomi desa.
"Harapan saya, acara semacam ini terus ada secara berkelanjutan untuk membekali kami di masa depan," tutupnya.
Rabu, 22 April 2026
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Pekalongan, H. Muhammad Khoirudin, S.Kep., Ns., M.Kes., saat ditemui tim RKS di ruang kerjanya pada Selasa (21/04/2026) siang, mengatakan bahwa jemaah yang dinyatakan lulus istitoah berhak diberangkatkan karena kondisi kesehatannya telah memenuhi standar.
“Sebanyak 941 calon jemaah haji telah dinyatakan lulus istitoah. Artinya, mereka dalam kondisi sehat dan telah mendapatkan keterangan resmi dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai oleh calon jemaah saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci, antara lain meningitis, polio, COVID-19, influenza, heatstroke, dan gagal jantung. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinkes melakukan tes kebugaran atau ROKPOT sebelum pemberangkatan.
Tes tersebut meliputi pemeriksaan tekanan darah, suhu tubuh, serta detak jantung setelah aktivitas fisik seperti jalan kaki. Bagi jemaah lansia, diberikan waktu berjalan kaki sekitar 6–7 menit, sementara jemaah non-lansia menjalani rute jalan kaki dengan jarak lebih panjang.
“Dari hasil tes kebugaran ini, kami bisa mendeteksi dini jika ada kelainan. Jika ditemukan indikasi tertentu, akan kami rekomendasikan untuk dirujuk,” jelasnya.
Khoirudin menambahkan, sebagian besar jemaah lansia memiliki risiko penyakit degeneratif seperti diabetes melitus dan hipertensi. Kondisi tersebut, menurutnya, juga dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang sehat.
Untuk itu, pihaknya mengimbau calon jemaah haji agar rutin berolahraga ringan, seperti jalan kaki setelah salat subuh, guna menjaga kebugaran tubuh. Hal ini penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima.
“Ibadah haji memerlukan kekuatan fisik, mulai dari tawaf, sa’i, hingga lempar jumrah. Karena itu, kebugaran harus dipersiapkan sejak dini,” tambahnya.
Pada musim haji 2026, Kabupaten Pekalongan terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 11, 12, 13, 14, dan 18. Setiap kloter akan mendapatkan pendampingan tenaga kesehatan sejak keberangkatan hingga kepulangan.
Dinkes juga menyiapkan dua unit ambulans serta tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat untuk mengawal jemaah dari Alun-Alun Kajen menuju Asrama Haji Donohudan.
Selain itu, selama perjalanan hingga di pesawat dan di Tanah Suci, jemaah akan didampingi oleh Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang bertugas melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.
“Kami akan memastikan kesehatan jemaah terjaga mulai dari keberangkatan, selama di Tanah Suci, hingga kembali ke Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Dari Kabupaten Pekalongan, tercatat empat tenaga kesehatan tergabung dalam TKHD, sementara TKHI merupakan tim dari Kementerian Kesehatan yang ditugaskan di setiap kloter melalui proses seleksi.
Selasa, 21 April 2026
Disampaikan Sukirman, Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperhatikan peran marbot yang selama ini kerap luput dari perhatian. Menurutnya, meskipun nilai insentif yang diberikan belum besar, program tersebut mencerminkan keberpihakan anggaran kepada kelompok yang memiliki kontribusi langsung terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.
“Ini adalah wujud perhatian pemerintah daerah. Kami menyisihkan anggaran untuk honorarium Bapak-Ibu sekalian yang telah menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan masjid,” terangnya.
Ditambahkan, Jumlah insentif yang diterima belum sepenuhnya memenuhi harapan para marbot. Namun demikian, ia berharap bantuan tersebut dapat diterima sebagai bentuk kepedulian sekaligus penguatan hubungan antara pemerintah dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Lebih jauh, Sukirman menekankan pentingnya peran marbot dalam menjaga standar kebersihan masjid. Menurutnya, kebersihan merupakan aspek mendasar dalam menjaga kesucian tempat ibadah. “Kalau kebersihannya terjaga, insya Allah kesuciannya juga akan terjaga dalam kita melaksanakan ibadah,” katanya.
Selain fungsi teknis, pemerintah daerah juga melihat marbot sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi. Sukirman meminta para marbot turut membantu mensosialisasikan program-program pemerintah kepada masyarakat luas, mengingat posisi mereka yang berada langsung di tengah komunitas.
“Kami titip agar apa yang telah dilakukan pemerintah bisa disampaikan kepada masyarakat. Pemerintah hari ini bekerja serius untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan pelayanan,” ujarnya.
Dikesempatan yang sama, Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, Siti Masruroh menjelaskan bahwa program insentif tersebut telah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Pekalongan dan mengacu pada keputusan bupati tertanggal 26 Februari 2026. Ia menyebutkan, total penerima mencapai 900 marbot yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Setiap marbot menerima insentif sebesar Rp1.000.000, dengan jumlah bersih Rp950.000 setelah dipotong pajak penghasilan sesuai ketentuan. Penyaluran dilakukan melalui transfer rekening Bank Jateng untuk mempermudah proses pencairan tanpa prosedur yang berbelit.
Masruroh menambahkan, penyaluran dilakukan secara bertahap. Pada Senin (20/4/2026), sebanyak 429 marbot dari tujuh kecamatan telah menerima insentif. Sementara sisanya disalurkan pada Selasa (21/4/2026) kepada marbot dari sejumlah kecamatan lainnya, termasuk Buaran, Doro, hingga Wonokerto.
Program ini dinilai tidak hanya sebagai bantuan finansial, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun kepercayaan publik. Dengan melibatkan marbot sebagai mitra sosial, Pemkab Pekalongan berharap pesan pembangunan dapat tersampaikan lebih efektif sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung program daerah.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Bapperida Trisno Suharsanto, Kepala BPKD Edi Harijanto, jajaran Baznas, BPJS, perwakilan Kementerian Agama, serta para kepala organisasi perangkat daerah dan Camat Kajen.
Selasa, 21 April 2026
Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan dipusatkan di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan melibatkan tiga OPD, yakni Dinas Kominfo, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Petugas kesehatan menjelaskan, sebelum menjalani pemeriksaan, peserta diwajibkan melakukan pendaftaran dan skrining mandiri melalui aplikasi pesan singkat. Setelah itu, peserta mengikuti pemeriksaan langsung di lokasi.
Rangkaian pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah. Selain itu, dilakukan pula skrining Tuberkulosis (TB), pemeriksaan mata dan telinga, serta pemeriksaan gigi dan mulut.
Peserta juga menjalani pemeriksaan darah, yang mencakup gula darah sewaktu dan profil lipid, seperti kolesterol, trigliserida, dan HDL. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit tidak menular, termasuk stroke, khususnya bagi peserta berusia 40 tahun ke atas.
Bagi peserta yang terindikasi hipertensi atau diabetes melitus, maupun yang memiliki risiko tinggi, dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa elektrokardiogram (EKG) guna mengetahui kondisi kesehatan jantung.
Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Hal ini mengingat banyak penyakit tidak menular yang kerap tidak menunjukkan gejala awal atau dikenal sebagai silent killer.
Dengan adanya layanan cek kesehatan gratis ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memeriksakan diri saat sakit, tetapi juga secara berkala meskipun dalam kondisi sehat, sehingga potensi penyakit dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.
Kegiatan ini disambut positif oleh para ASN di kabupaten Pekalongan khususnya yang dijadwalkan pada hari itu Dinas Kominfo, Bakesbangpol, dan Bapperida.
Kepala Bidang Pengsosbud Bapperida Kabupaten Pergamangan, Rohmawan, menyampaikan, “Kami mengucapkan terima kasih atas program cek kesehatan gratis dari Bapak Prabowo untuk seluruh masyarakat, khususnya pada pelaksanaan cek kesehatan dini bagi ASN di Kabupaten Pekalongan saat ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Plt Bupati Kabupaten Pekalongan serta Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan di wilayah yang telah melaksanakan tes CKG hari ini. Kami berharap ke depan program ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi ASN sehingga produktivitasnya dapat meningkat.”
Sementara itu, pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Henry Susdiyanto, mengatakan, “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan, khususnya Dinas Kesehatan, yang telah menyediakan layanan cek kesehatan gratis. Program ini sangat bermanfaat untuk mengetahui sejak dini berbagai penyakit menular, baik di lingkungan dinas kami maupun secara umum di Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kami berharap ke depan, melalui kegiatan ini, potensi penyakit menular dapat terdeteksi lebih awal.”
Senin, 20 April 2026
Dalam arahannya, Sukirman menekankan bahwa status PNS menuntut komitmen tinggi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia mengajak para pegawai baru untuk memacu kreativitas dan menjadi motor penggerak inovasi di unit kerja masing-masing, alih-alih sekadar menjalankan tugas administratif secara rutin.
Terkait etika profesional, Sukirman secara khusus menyoroti pentingnya penempatan loyalitas. Ia mengingatkan agar para PNS mengutamakan dedikasi kepada institusi dan sistem pemerintahan, bukan kepada figur atau pimpinan tertentu.
Menurutnya, dengan berfokus pada sistem yang terbangun, pelayanan publik akan tetap terjaga profesionalitasnya tanpa bergantung pada sosok pemimpin.
"Bapak/Ibu harus loyal kepada lembaga. Bukan loyal kepada Sukirman, kepada Sekda, atau siapa pun secara personal. Dengan demikian, siapa pun yang memimpin nanti, sistem itu sudah terbentuk dan berjalan dengan baik," tegasnya di hadapan para peserta.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pekalongan, Ajid Suryo Pratondo, menjelaskan bahwa pegawai yang dilantik merupakan bagian dari CPNS formasi 2024 yang telah menuntaskan masa percobaan selama setahun sejak April 2025. Dari total 43 peserta formasi awal, sebanyak 41 orang kini resmi menyandang status PNS yang tersebar di 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ajid menambahkan, proses pengangkatan ini telah sah secara hukum berdasarkan pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) tertanggal 25 Maret 2026. Adapun dua peserta lainnya dari formasi awal, yakni jabatan penyuluh pertanian, telah dialihkan status kepegawaiannya ke Kementerian Pertanian per Januari 2026.
Minggu, 19 April 2026
Kegiatan yang dipusatkan di SD Negeri 01 Kalipancur, Kecamatan Bojong, tersebut mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Menuju Generasi Cerdas dan Berkarakter.” Acara dihadiri Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Kholid, unsur Forkopimcam Bojong, Kepala Desa Kalipancur Muhroji, serta tamu undangan lainnya.
Kholid menjelaskan, pelaksanaan LCC tingkat kabupaten merupakan bagian strategis dalam menjaring talenta pelajar terbaik dari seluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan. Ia menyebut, ajang ini merupakan lanjutan dari seleksi berjenjang di tingkat kecamatan yang diikuti perwakilan dari 19 kecamatan.
“Ini menjadi langkah awal untuk menemukan talenta-talenta terbaik yang nantinya dipersiapkan mengikuti lomba di tingkat lebih tinggi, baik provinsi hingga nasional,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, salah satu siswa dari SD Negeri di wilayah Bojong akan mewakili Kabupaten Pekalongan dalam lomba Matematika tingkat nasional yang dijadwalkan pada 29 September mendatang. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa potensi pelajar daerah mampu bersaing di kancah yang lebih luas.
Lebih lanjut, Kholid menegaskan bahwa LCC tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti integritas, kemampuan berpikir kritis, serta kerja sama tim.
“Harapannya, kegiatan ini mampu membentuk generasi pelajar yang berkarakter, memiliki daya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas,” tambahnya.
Dindikbud Kabupaten Pekalongan, lanjutnya, berkomitmen memberikan pendampingan maksimal kepada peserta yang berhasil melaju ke tingkat provinsi. Ia menekankan pentingnya peran guru dalam membimbing dan mempersiapkan peserta didik.
“Guru memiliki peran strategis sebagai pendamping agar siswa siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Surajak menyampaikan bahwa LCC tahun ini diikuti 57 siswa yang merupakan perwakilan dari 19 kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
“Total peserta sebanyak 57 siswa dari 19 kecamatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh tahapan lomba dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat wilayah hingga kabupaten, dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Adapun materi yang dilombakan meliputi Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), serta Bahasa Indonesia.
Hasil dari Lomba Cerdas Cermat (LCC) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat kabupaten tahun 2026 SD Muhammadiyah Kajen berhasil meraih Juara I, disusul Juara II diraih oleh SDN 01 Paninggaran, dan juara III diraih oleh SDN Lemahabang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual siswa sejak dini, sekaligus memperkuat pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 19 April 2026