Kedungwuni - Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.M. menyalurkan "Sembako Ramadan 1447 Hijriah/2026" Masehi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pekalongan kepada ratusan warga yang membutuhkan, Sabtu (14/03/2026).
Penyaluran zakat tersebut dilaksanakan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolsek Kedungwuni IPTU Amin, S.H., Danramil 06/Kedungwuni Kapten Inf. Nur Hajari, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dra. Siti Masruroh, M.Si, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno, S.Sos., M.A., Camat Kedungwuni Bambang Dwi Yuswanto, S.IP., serta Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan H. Muhtarom.
Sukirman menjelaskan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan penyaluran zakat yang telah dihimpun oleh Baznas kepada masyarakat yang berhak menerima, seperti warga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.
“Hari ini kami menyalurkan zakat di dua titik. Di Kecamatan Doro ada 200 kantong yang berisi (2 x 2,7kg beras) untuk penerima manfaat, sedangkan di Kecamatan Kedungwuni terdapat 289 paket sembako untuk penerima,” ujar Sukirman.
Ia menambahkan, penyaluran zakat akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, tepatnya Selasa, 17 Maret 2026 di kecamatan Kajen dan Kesesi.
Menurut Sukirman, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya pemerintah daerah untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadan.
Ia juga berpesan kepada para penerima agar bantuan yang diberikan dapat diterima dengan ikhlas. Selain itu, ia meminta masyarakat turut mendoakan agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat bekerja lebih baik dalam melayani kebutuhan masyarakat.
“Kami juga berharap masyarakat ikut membantu menyosialisasikan berbagai program pemerintah daerah, seperti penanganan anak tidak sekolah dan percepatan penurunan stunting, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas di Jawa Tengah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap bantuan zakat dapat meringankan beban masyarakat serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Disampaikan oleh Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan H. Muhtarom bahwa untuk yang tahun ini belum dapat, bisa mendaftarkan ke kantor BAZNAS Kabupaten Pekalongan tentunya dengan syarat-syarat tertentu, salah satunya adalah warga kurang mampu.
"Pokoknya, Alhamdulillah, kami bisa membantu pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam bidang penyaluran dana sosial, tapi memang belum terlalu banyak. Karena memang menyesuaikan dengan jumlah dana yang ada di BAZNAS Kabupaten Pekalongan," ucapnya dalam sambutan di penyaluran Sembako Ramadan di Kecamatan Kedungwuni.
Beberapa program bantuan dari BAZNAS kepada masyarakat selain penyaluran dana langsung diataranya adalah Z-Mart, Z-Chicken, Z-Auto, dan juga Perbaikan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), dengan penjelasan sebagai berikut:
* Zmart (Pemberdayaan Warung Mikro): Bantuan modal, renovasi fisik warung, branding, serta dukungan rantai pasok (supply chain) untuk diversifikasi produk warung ritel.
* ZChicken (Usaha Ayam Krispi): Bantuan berupa gerobak, peralatan masak lengkap, bahan baku, modal usaha, serta pelatihan dan pendampingan harian dari produksi hingga pemasaran.
* Z-Auto (Bengkel Motor): Bantuan modal dan peralatan perbengkelan, pelatihan keahlian teknis (mekanik), serta pendampingan untuk pengembangan usaha bengkel motor.
* Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah program stimulan pemerintah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk merenovasi hunian menjadi layak, aman, dan sehat.
Minggu, 15 Maret 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Pengajian Akbar dan Doa Bersama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang berlangsung di Aula Setda Lantai 1, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pekalongan sebagai upaya memperkuat nilai spiritual dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kajen - Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. melaksanakan kegiatan tarawih keliling di Masjid Al-Muttaqin, Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis malam (12/03/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mendekatkan diri sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
KAJEN – Polres Pekalongan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Apel berlangsung di halaman Jalan Mandurorejo, Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman.
Paninggaran - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan resmi selesai dilaksanakan pada Rabu (11/03/2026). Program tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat karena memberikan dampak nyata bagi pembangunan infrastruktur desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, para kepala OPD, serta menghadirkan penceramah Prof. Dr. H. Sam'ani, M.Ag.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan bahwa pengajian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus sebagai pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah agar senantiasa menjalankan tugas dengan berpedoman pada nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, nasihat dan tausiyah yang disampaikan dalam pengajian dapat menjadi bekal dalam memimpin serta melayani masyarakat, termasuk dalam mengambil kebijakan yang selalu mengacu pada nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis.
“Pengajian seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua dalam menjalankan amanah, baik dalam melayani masyarakat maupun dalam memimpin. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis harus selalu menjadi rujukan dalam setiap kebijakan yang kita ambil,” ujarnya.
Sukirman menambahkan bahwa kegiatan pengajian di lingkungan Pemkab Pekalongan selama ini rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi ASN.
Sementara itu, dalam tausiyahnya Prof. Dr. H. Sam’ani menyampaikan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga peran para ulama dan seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan kemajuan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan spiritual agar tercipta keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pengajian seperti ini merupakan salah satu bentuk pembangunan spiritual masyarakat. Ini penting sebagai pengingat bagi kita semua bahwa dalam kehidupan pasti ada berbagai ujian dan cobaan, namun semuanya harus dihadapi dengan kesabaran dan keyakinan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pengajian ramadhan dan doa bersama ini, diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat semakin memperkuat keimanan, meningkatkan kebersamaan, serta terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Jumat, 13 Maret 2026
Dalam kesempatan itu, Sukirman menyampaikan bahwa kegiatan tarawih keliling bertujuan mendengar berbagai kebutuhan dan keluhan masyarakat secara langsung. Ia mengatakan, aspirasi yang muncul sebagian besar masih berkaitan dengan persoalan infrastruktur.
“Melalui kegiatan tarawih keliling ini kami ingin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung aspirasi warga. Ternyata sebagian besar masih berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur,” ujarnya.
Salah satu aspirasi yang disampaikan oleh Misdiyanto warga desa Sambiroto adalah terkait kondisi jembatan di desa yang dinilai belum sempurna meskipun sudah dibangun. Warga mengeluhkan kondisi jembatan yang masih terasa tidak rata atau “gasruk” saat dilalui kendaraan.
Selain itu, warga juga menyoroti banyaknya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mengalami kerusakan. Keluhan tersebut disampaikan oleh salah seorang warga bernama Taryatun.
Menanggapi hal itu, Sukirman memastikan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Perhubungan akan segera melakukan pengecekan dan perbaikan.
“Tadi ada pertanyaan dari Ibu Taryatun terkait banyaknya PJU yang rusak. Nanti melalui Dinas Perhubungan akan kami lakukan pengecekan dan perbaikan. Ini akan ditangani oleh Pemkab Pekalongan, bukan oleh desa ataupun kecamatan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, di beberapa desa masih ditemukan kasus lampu PJU yang hilang setelah dipasang.
“Kami mohon masyarakat ikut merawat fasilitas yang sudah ada. Di beberapa tempat lampu PJU yang sudah dipasang justru hilang. Hal-hal seperti ini tentu perlu kita jaga bersama,” tambahnya.
Plt. Bupati Sukirman juga memberikan pemahaman bahwa beberapa usulan Terkait insfratruktur dan program di desa juga bisa diusulkan kepada kepala desa agar nantinya di bahas di Musrenbang atau jug bisa melalui aspirasi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan. Mengingat Sambiroto juga terdapat anggota DPRD Kabupaten Pekalongan yaitu Patmisari.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan ke depan akan terus melakukan pembenahan, khususnya pada sektor infrastruktur seperti perbaikan jalan dan sistem drainase yang dinilai masih kurang baik di sejumlah wilayah.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Kami bersama jajaran Pemkab Pekalongan akan fokus memperbaiki jalan-jalan yang paling penting. Di samping itu, pelayanan kesehatan dan pendidikan juga akan terus kami tingkatkan,” pungkasnya.
Dalam momen tersebut pemerintah kabupaten Pekalongan juga memberikan Bantuan Hibah Untuk Masjid Al-Muttaqin Desa Sambiroto sebesar seratus juta rupiah. Harapannya bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk masjid mengingat saat ini Masjid Al-Muttaqin sedang dalam proses renovasi.
Mewakili Pengurus Masjid Al-Muttaqin Desa Sambiroto H. Casudi, M. Pd., mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Plt. Bupati Sukirman beserta rombongan yang sudah berkenan hadir.
"Kami mewakili takmir Masjid Al-Muttaqin mengucapkan beribu terima kasih kepada Pak Kirman beserta rombongan yang sudah berkenan hadir. Tentunya ini merupakan berkah bagi warga desa Sambiroto karena didatangi oleh jajaran dari Pemerintah Kabupaten pekalongan," tandasnya.
Casudi juga menambahkan bahwa masjid Al-Muttaqin ini sudah berdiri sekitar 50 tahun. Sedangkan untuk perbaikan atau renovasi masjid ini sudah berjalan kurang lebih 1,5 tahun. Saat ini proses pembangunan sudah sudah mencapai 50 persen.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.S.I., Wakapolres Pekalongan Kompol M. Nurkholis, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir., perwakilan dari Kodim 0710 Pekalongan, Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan serta perwakilan Pimpinan OPD di Wilayah Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 13 Maret 2026
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pekalongan, Rahmat C Yusuf menyampaikan, Operasi Ketupat Candi berlangsung selama 13 hari dari tanggal 13-25 Maret 2026. Giat ini melibatkan sejumlah 561 personil gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta berbagai instansi terkait lainnya.
"Kita siapkan Tiga Pos Pengamanan dengan puluhan pos pelayanan yang menjadi sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang melintas di jalur-jalur utama," terangnya.
Sementara itu Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman saat membacakan amanat Kapolri menyampaikan, Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idulfitri dan Hari Raya Nyepi di seluruh wilayah Indonesia.
"Operasi Ketupat Candi 2026 melibatkan personel gabungan Para personel akan disiagakan di sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan titik-titik rawan kepadatan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pekalongan," terangnya.
Selain pengamanan lalu lintas, petugas juga akan melakukan pengamanan di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, objek wisata, serta lokasi keramaian lainnya selama masa libur Lebaran.
Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman.
Kamis, 12 Maret 2026
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan rasa syukur atas rampungnya kegiatan TMMD tersebut. Ia menilai program ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan di wilayah pedesaan.
“Alhamdulillah hari ini kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Werdi telah selesai. Masyarakat sangat antusias menyambut program ini, bekerja sama dan bersinergi sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” ujar Sukirman.
Menurutnya, masyarakat merasa senang dan bersyukur karena pembangunan yang dilakukan melalui TMMD mampu memperbaiki akses jalan di lingkungan desa. Jalan yang sebelumnya kurang layak kini bahkan berdasarkan informasi dari Kepala desa Werdi Lukman. Terakhir dilakukan pengaspalan jalan itu sekitar 10 tahun yang lalu. Sekarang telah diperbaiki sehingga lebih baik dan dapat dilalui dengan lancar oleh warga. Jalan ini menjadi penghubung alternatif ke Kecamatan Kandangserang atau lebih tepatnya ke Desa Sukoharjo.
Ia berharap hasil pembangunan tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama.
“Semoga jalan yang sudah dibangun ini terus dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga bisa awet dan bertahan lama, sebagaimana yang disampaikan oleh Pangdam,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus melanjutkan program pembangunan di berbagai sektor, khususnya infrastruktur. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus memprogramkan pembangunan di Kabupaten Pekalongan dengan berbagai cara, terutama dengan konsentrasi pada pembangunan infrastruktur,” jelasnya.
Mayor Cpl. Yulian Cahyono menjelaskan bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 difokuskan pada pembangunan fisik berupa pengaspalan jalan desa sepanjang 791 meter dengan lebar 3 meter.
“Dalam program TMMD Sengkuyung tahap pertama tahun 2026 ini, kegiatan difokuskan pada pembangunan fisik berupa pengaspalan jalan desa sepanjang 791 meter dengan lebar 3 meter. Melalui TMMD ini kami dari TNI bersama Polri dan masyarakat membantu pemerintah daerah dalam melakukan perbaikan jalan, sehingga hasilnya nanti benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat khususnya dan masyarakat Kabupaten Pekalongan pada umumnya,” ujar Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan Mayor Cpl. Yulian Cahyono.
Ia menambahkan bahwa selain kegiatan fisik, TMMD juga menyasar berbagai kegiatan nonfisik.
“Untuk sasaran nonfisik ada banyak kegiatan, di antaranya pengobatan gratis, donor darah, pemberdayaan UMKM, penanganan stunting, serta pemberian wawasan kebangsaan kepada masyarakat,” jelasnya.
Kamis, 12 Maret 2026
Rapat yang merupakan high level meeting ini dipimpin oleh Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., serta dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, serta berbagai pemangku kepentingan seperti Bulog, Pertamina, BUMN, BUMD, dan instansi pelayanan publik lainnya.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan bahwa rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mengendalikan inflasi serta memastikan ketersediaan barang kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya.
“Ini merupakan rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang melibatkan seluruh stakeholder di daerah. Tidak hanya pemerintah kabupaten dan Forkopimda, tetapi juga berbagai pihak yang memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti Pertamina, Bulog, BUMN, BUMD, dan lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam rapat tersebut adalah memastikan pengendalian harga dan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok. Sebelumnya, pemerintah daerah juga telah melakukan pengecekan langsung ke pasar guna memastikan kondisi harga dan pasokan di lapangan.
Selain itu, rapat juga membahas upaya mendorong pertumbuhan ekonomi serta memastikan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Idul Fitri, mengingat meningkatnya aktivitas masyarakat baik untuk mudik maupun bersilaturahmi.
“Pelayanan kepada masyarakat harus dipastikan berjalan dengan baik, mulai dari ketersediaan pangan, pelayanan listrik, layanan perbankan seperti ATM Bank Jateng, hingga distribusi pangan oleh Bulog,” jelasnya.
Sukirman menambahkan, berdasarkan laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, ketersediaan beras di Kabupaten Pekalongan masih mencukupi hingga sekitar enam bulan ke depan. Selain itu, layanan perbankan juga dipastikan tetap berjalan hingga tanggal 17, serta berbagai posko pelayanan lalu lintas mulai dipersiapkan.
“Artinya seluruh pihak sudah mulai bersinergi dan terkonsolidasi dengan baik. Namun demikian, masih ada waktu untuk terus melengkapi apabila terdapat kekurangan,” imbuhnya.
Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina juga memaparkan bahwa ketersediaan BBM dan LPG dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya.
Menanggapi kondisi inflasi yang disebut masih tinggi di Jawa Tengah, Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus berupaya meningkatkan daya beli masyarakat, menjaga keterjangkauan harga, serta memastikan ketersediaan barang.
“Kita akan terus mendorong daya beli masyarakat, menjaga keterjangkauan harga, serta memperkuat ketahanan pangan agar stabilitas harga tetap terjaga,” pungkasnya.
Rabu, 11 Maret 2026
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa proses pencairan saat ini sudah berjalan setelah penandatanganan Surat Keputusan (SK) pencairan bersama sejumlah pihak terkait.
“Alhamdulillah tadi saya bersama Pak Sekda, BPKD, serta dinas terkait termasuk Dinas Pendidikan sudah menandatangani SK pencairan. Untuk jumlahnya nanti akan kita rilis secara resmi, namun prosesnya sudah berjalan,” ujar Sukirman usai Rapat High Level Meeting, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, pencairan gaji dan THR tersebut ditargetkan paling lambat sudah masuk ke rekening masing-masing penerima pada Jumat, 13 Maret 2026. Penerima meliputi tenaga pendidik, tenaga kesehatan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), ASN, serta pegawai terkait lainnya.
Selain itu, Tunjangan Profesi Guru (TPG) juga akan direalisasikan lebih awal. Menurut Sukirman, pencairan TPG kemungkinan sudah mulai diluncurkan pada hari berikutnya.
“Untuk TPG bahkan akan direalisasikan lebih dulu, kemungkinan sudah diluncurkan besok. Selain kepada tenaga pendidik, bantuan juga diberikan kepada lembaganya,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap pencairan gaji dan berbagai tunjangan tersebut dapat membantu meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus mendukung kesiapan para pegawai dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri.
“Alhamdulillah semuanya akan kita realisasikan,” pungkasnya.
Rabu, 11 Maret 2026
Rakor dipimpin oleh Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. dan dihadiri unsur Forkopimda, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Tengah terkait kesiapan daerah dalam menghadapi momentum Lebaran.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan berbagai sektor, mulai dari arus mudik, keamanan dan ketertiban masyarakat, hingga ketersediaan bahan pokok.
“Kami baru saja menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimda untuk menindaklanjuti arahan dari Bapak Gubernur. Ini memang rutin dilakukan dalam rangka persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Semua sektor kita cek, mulai dari kesiapan arus mudik, lalu lintas, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengamanan lalu lintas dan situasi kamtibmas akan menjadi perhatian utama dan akan ditangani langsung oleh jajaran Polri bersama TNI serta didukung oleh instansi terkait lainnya.
Selain itu, Pemkab Pekalongan juga telah melakukan pengecekan langsung ke pasar guna memastikan ketersediaan bahan pokok. Dari hasil pemantauan di lapangan, stok kebutuhan pokok di Kabupaten Pekalongan dinilai aman dan mencukupi.
“Ketersediaan bahan pokok kita cukup, bahkan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga sekitar tiga bulan ke depan,” jelasnya.
Dalam rakor tersebut juga dibahas mengenai pelaksanaan takbir keliling serta berbagai imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama perayaan Idul Fitri. Pemerintah bersama aparat keamanan juga akan melakukan pengawasan di sejumlah titik jalur mudik serta lokasi yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas.
Sukirman juga mengajak masyarakat untuk menjaga suasana kondusif dengan menghindari kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi, trek-trekan, perang sarung maupun menyalakan petasan atau mercon. Mari bersama-sama menjaga ketertiban sehingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung aman, nyaman dan penuh suka cita,” pungkasnya.
Selasa, 10 Maret 2026
Dalam kegiatan tersebut, Plt Bupati didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, di antaranya Kapolres, Dandim, Kajari, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Sukirman menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi harga berbagai komoditas di pasar tetap stabil serta tidak terjadi praktik monopoli yang merugikan masyarakat.
“Bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Kajari, serta OPD terkait, kami sengaja melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kepastian harga kebutuhan pokok dan komoditas lainnya yang dijual di pasar. Alhamdulillah, dari hasil pemantauan sementara, harga-harga masih relatif stabil,” ujarnya.
Selain memantau harga, Pemkab Pekalongan juga mendorong para pedagang di pasar untuk dapat berperan sebagai pemasok dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pemerintah daerah.
“Kami juga ingin mendorong para pedagang di pasar ini agar nantinya bisa menjadi supplier dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah, karena sebagian komoditas yang dijual di program tersebut berasal dari para pedagang pasar,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menanggapi keluhan pedagang terkait kondisi atap pasar yang mengalami kebocoran akibat terpaan angin kencang beberapa waktu lalu. Ia memastikan perbaikan akan segera dilakukan.
“Insya Allah kalau tidak sore ini, paling lambat besok sudah akan kita perbaiki. Secara teknis hanya mengganti bagian fiber atau asbes yang rusak,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga akan menindaklanjuti persoalan kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan pasar agar tercipta kondisi pasar yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.
Melalui peninjauan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selasa, 10 Maret 2026