KAJEN - RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan menjadi rujukan StudI Banding dari daerah lain. Stud Banding seperti dilakukan oleh rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Rabu (08/12/2021).
Rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo dipimpin oleh dr. Wasis Nupikso, Sp. OG tiba di RSUD Kraton disambut langsung oleh Direktur RSUD Kraton, dr. Eko Wigiantoro, M.Kes. StudI Banding rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo bertujuan untuk bertukar ilmu dan melihat pelayanan Unit Kemoterapi di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan
Dalam Study Banding pihak RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan memberikan paparan bahkan menunjukKan sarana prasarana penunjang pelayanan Unit Kemoterapi.
Pimpinan rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, dr. Wasis Nupikso, Sp. OG menyampaikan bahwa tujuan kedatanganNya untuk melaksanakan StudI banding, terutama untuk belajar dan melihat secara langsung proses pelayanan unit Kemoterapi di RSUD Kraton.
"Kami mendapat arahan untuk studi banding ke RSUD Kraton karena yang memiliki posisi setara sama-sama Tipe B Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah, dan RSUD Kraton sudah mengembangkan pelayanan Unit Kemoterapi ini, " katanya.
Diakui dengan studi banding tersebut nanti bisa diterapkan di RSUD Sidoarjo Jawa Timur untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Adapun dalam kesempatan sama, Direktur RSUD Kraton, dr. Eko Wigiantoro, M.Kes mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari RSUD Kabupaten Sidoarjo untuk menjadi tempat studi banding. Menurutnya, pelayanan Kemoterapi di RSUD Kraton selama ini berjalan kurang lebih sudah 8 tahun dengan sistem One Day Care.
Adapun pelayanan Kemoterapi sebelumnya pasien harus dirujuk ke RSU Dr. Kariadi Semarang. Namun sejak RSUD Kraton memiliki dokter Sub Spesialis Onkologi sendiri palayanan Kemoterapi mulai dikembangkan dengan sistem One Day Care. Pelayanan onkologi dan Kemoterapi adalah layanan bagi pasien dengan diagnosa kanker, kebetulan merupakan salah satu pelayanan unggulan dan prioritas RSUD Kraton.
"Pengembangan kedepan kami sudah merencanakan ruangan khusus kemoterapi dengan kapasitas 20 tempat tidur. Kedepan kami juga segera memiliki dokter Sub Spesialis Onkologi baru dan dokter Sub Spesialis Hemato Onkologi, "terangnya.
RSUD Kraton juga terus mengembangkan pelayanan onkologi dan kemoterapi kedepan agar masyarakat merasa nyaman dengan meningkatkan sarana dan prasaranan yang lebih baik. Bahkan sampai saat ini,setiap Kamis masih menerima rujukan pasien dari wilayah Tegal, Batang, Kendal, Pemalang dan rumah sakit sekitar.
Untuk jadwal pelayanan Klinik Bedah Onkologi Hari Senin dan Kamis, sedangkan Jadwal Kemoterapi Senin sampai dengan Sabtu.
"Semoga studi banding dari RSUD Kabupaten Sidoarjo membawa manfaat bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena sekarang masyarakat sangat terbantu untuk tidak menjalani antrian yang panjang dan lama hanya untuk Kemoterapi di rumah sakit pusat seperti RSU Kariadi, " imbuhnya. (Red)
Rabu, 8 Desember 2021
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM meresmikan rekonstruksi jalan di Kecamatan Wonokerto, tepatnya ruas jalan Desa Wonokerto menuju kampung nelayan yang ada di sebelah kiri sungai Mrican, serta jalan Kepatihan – Bebel pada Senin (06/12) siang. Kehadiran Bupati Pekalongan beserta rombongan, antara lain perwakilan dari Forkopimda, Sekda beserta para asisten dan OPD terkait, disambut dengan meriah oleh warga Wonokerto yang mengaku bersuka cita dengan terlaksananya rekonstruksi jalan di wilayah Wonokerto Kulon dan Wonokerto wetan.
KAJEN - Suryan atau dipanggil Ryan terpilih sebagai ketua umum KONI Kabupaten Pekalongan setelah melalui pemilihan secara akalamasi . Ia menggantikan Plt KONI Suryono. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, M.M berharap ketua umum terpilih nantinya bisa bekerjasama dengan jajaran kepengurusan KONI dan pengurus cabang sehingga nantinya dapat melahirkan atlet-atlet yang potensial untuk berprestasi dan mampu mengharumkan nama daerah pada kancah kejuaraan olahraga regional maupun nasional.
KAJEN - M Yulian Akbar S Sos.,M.Si resmi terpilih secara definitif menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan periode 2021 – 2026. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM melantik dan mengambil Sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan secara langsung di Aula lantai I Setda pada Jum’at (03/12) sore.
KAJEN - Warga Nahdliyin mempunyai tanggungjawab untuk membesarkan dan menjaga nama baik Nahdlatul Ulama (NU). Apalagi eksistensi ormas NU di kabupaten Pekalongan tidak diragukan lagi. Di sector sektor pendidikan, NU di Kabupaten Pekalongan telah memiliki lembaga pendidikan dari TK, SMK bahkan sampai tingkat pendidikan tinggi yaitu ITS NU. Hal ini disampaikan Bupati Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutan pengarahannya pada acara ‘Silaturahim Bupati Pekalongan Dalam Rangka Membangun Sinergitas Pemerintah Daerah Dengan Ormas Tingkat Kecamatan, MWC NU Kesesi’, di SMK Ma’arif NU Kesesi, Rabu (01/12) malam.
KAJEN - 2 (Dua) Raperda Kabupaten Pekalongan, yaitu Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah kabupaten Pekalongan nomor 10 tahun 2018 tentang penambahan penyertaan modal daerah kabupaten Pekalongan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 telah disetujui bersama untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (30/11) siang di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan.
Gelar Pengawasan Daerah tersebut, merupakan salah satu program dari Inspektorat Kabupaten Pekalongan sebagai lembaga pengawas internal untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pekalongan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dan pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., mengatakan dalam sambutannya bahwa acara Gelar Pengawasan Daerah yang diselenggarakan oleh Inspektorat, akan pihaknya jadikan acuan dan catatan supaya bisa memperbaiki kinerja kedepannya. Dan Fadia berharap untuk para kepala OPD, camat serta pimpinan lembaga yang mendapat nilai kurang baik dari hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Pekalongan tahun 2021 ini, untuk segera menyiapkan langkah dan strategi perbaikan kinerja. Utamanya SDM para aparatur sipil negara yang diharapkan bisa ditingkatkan lagi profesionalismenya sehingga kekeliruan yang saat ini dilakukan bisa diperbaiki untuk ke depannya.
‘’Pada hari ini sama-sama melihat paparan langsung dari kepala inspektorat kita dimana hasil temuan dan laporan ada saya selalu baca dan perhatikan laporan dari inspektorat sampai dengan kesimpulannya. Ini menjadi catatan dari saya apabila dari dinas-dinas yang mungkin ditemukan adanya kesalahan-kesalahan dengan ketidaksengajaan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Selanjutnya, Fadia menambahkan bahwa untuk meningkatkan profesionalisme kinerja di masing-masing OPD, tahun 2022 mendatang pihaknya akan merumuskan langkah untuk bisa memberikan reward pada lima besar dinas terbaik dan 5 besar dinas terburuk kinerjanya. Menurutnya, hal tersebut bisa dijadikan pemantik oleh masing-masing OPD untuk bekerja lebih baik lagi.
‘’ Karena nanti tahun 2022 saya minta pak Sekda untuk bisa merumuskan cara bagaimana dinas-dinas yang terbaik sampai limas besar agar bisa mendapatkan reward berupa anggaran tambahan. Karena kerja kalau ada reward kan jadi semangat ya,’’ ungkap Fadia.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Inspektorat Kabupaten Pekalongan Drs. Ali Riza, M.Si., selaku penyelenggara acara menyampaikan bahwa Gelar Pengawasan Daerah yang pihaknya lakukan adalah sebagai wadah untuk memaparkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah pihaknya lakukan kurun waktu tahun 2020 dan tahun 2021 ini.
Menurut Ali Riza, untuk tahun 2021 ini, Inspektorat Kabupaten Pekalongan hanya berhasil melakukan pemeriksaan sebanyak 27 LHP saja, karena imbas Covid-19 jadi banyak anggaran yang direfokusing. Jadi LHP tahun 2021 menurun drastis daripada tahun 2020.
‘’Di tahun 2020 kita bisa menyelesaikan 85 LHP dari 911 objek pemeriksaan, namun tahun 2021 ini kita hanya 27 LHP,’’ jelas Kepala Inspektorat Kabupaten Pekalongan Ali Riza.
Ali Riza juga menuturkan bahwa di tahun 2021 ini, untuk hasil pemeriksaan secara umum sudah baik. Namun ada beberapa spot-spot yang masih perlu diperbaiki utamanya untuk laporan keuangannya di tingkat desa-desa dan kecamatan.
Menurut Ali Riza, untuk bisa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Provinsi Jawa Tengah, indicator utama penilaiannya adalah laporan keuangan daerahnya. Sehingga Ia berharap para OPD juga bisa segera menyelesaikan laporan keuangannya dengan baik.
‘’Menuju WTP Ketujuh ada di laporan keuangan pemerintah daerah. Semoga WTP ketujuh bisa kita capai,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 7 Desember 2021
Terlaksananya rekonstruksi jalan di daerah Wonokerto ini merupakan wujud dari program ‘jalannya alus rejeki mulus’, dimana selain bidang inrfastruktur ( pembangunan jalan), ada pula sektor yang menjadi prioritas utama dari visi misi Bupati/Wakil Bupati, yakni sektor pendidikan dan kesehatan.
Bupati Fadia mengungkapkan alasan pihaknya menfokuskan pembangunan di Wonokerto, yakni ia ingin para nelayan bisa menikmati jalan yang halus. “ Insyaalloh di tahun 2022 ada pembangunan drainase senilai 5 Milyar, di desa SI Api api,desa Sijambe, Desa Pecakaran , Pesanggrahan, Tratebang dan Bebel. Kemudian 12 Miyar untuk pebaikan jalan TPI. Ada pula pembangunaan pengendalian banjir di desa depok senilai 3 Milyar. Normalisasi sungai Mrican sebesar 2,3 Milyar,normalisasi sungai buangan Tratebang sebesar 750 juta, juga normalisasi sungai buangan Pekuncen SIApi Api 450 juta, “ terangnya.
Lebih lanjut Bupati berpesan kepada warga Wonokerto untuk menjaga jalan yang telah bagus dengan baik. “ mudah-mudahan nanti seluruh jalan kabupaten Pekalongan alus dan rejekinya semua mulus,” harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas DPU Tata Ruang Kabupaten Pekalongan, Ir Bambang Irianto yang hadir mendampingi Bupati menjelaskan, kondisi ruas jalan Wonokerto ke kampung nelayan ini sebelumnya buruk lalu beberapa kali dilakukan pengurukan karena selalu teremdam rob. “Hari ini Jalan yang tadinya masih berupa pengerasan sebagian, karena tahun lalu kita baru menyelesaikan kurang lebih separohnya, hari ini paripurna. Kita kerjakan dengan konstruksi rigit cor beton sehingga ketinggiannya sudah memenuhi karena sudah diuruk beberapa kali. Untuk dana nggarannya mencapai 1,8 Milyar,” jelas Bambang.
Salah satu warga Wonokerto (wakil dari perumahan nelayan), Rosyati dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas terlaksananya rekonstruksi jalan di desanya. ‘ Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerinah Kabupaten Pekalongan, jalannya sudah bagus karena sebelumnya rumah-rumah tererndam banjir,” ucap Rosyati. (Ar-Kominfo)
Senin, 6 Desember 2021
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Perwakilan Kodim 0710 Pekalongan, Asisten 1 Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budimulyanto dan beberapa unsur forkopimda lain.
Pada kesempatan itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan PLN untuk mengkomunikasikan tentang peningkatan pelayanan fasilitas dan mutu PLN bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena menurut Fadia, listrik merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan aktivitas.
Untuk itu, Ia berharap PLN bisa memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan, utamanya spot-spot pelayanan publik esensial seperti rumah sakit dan kantor-kantor pelayanan yang langsung bersinggungan dengan masyarakat.
‘’ Saya berharap PLN bisa melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan maksimal. Apalagi saat ini sedang musim hujan. Musim hujan ini akan banyak potensi bencana yang kita hadapi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan kemungkinan lainnya yang harus kita antisipasi secar cepat. Untuk itu, saya minta dengan sangat berikan pelayanan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat memberikan sambutan dalam acara Multi Steakholder Forum Kabupaten Pekalongan, yang diselenggarakan oleh PT. PLN (Persero) UP3 Pekalongan.
Selanjutnya, pada forum tersebut, Fadia juga menuturkan kepada pihak PLN untuk bisa lebih memperhatikan CSR di Kabupaten Pekalongan lagi, sehingga PLN bisa bersinergi dengan pemkab untuk membangun Kabupaten Pekalongan.
‘’Instalansi di pasar, kan ada dua pasar baru harap diperhatikan saya minta untuk diperbaiki instalansinya supaya lebih bagus dan rapih serta tidak membahayakan masyarakat,’’ ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Muhammad Khadafi Manager PT. PLN (Persero) UP3 Pekalongan mengatakan dalam sambutannya, bahwa tujuan utama diadakannya acara Multi Steakholder Kabupaten Pekalongan adalah untuk menjalin komunikasi dengan berbagai steakholder yang ada di Kabupaten Pekalongan guna meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat. Sehingga PLN bisa ikut bersinergi bersama pemkab untuk membangun Kabupaten Pekalongan.
‘’PLN berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan mensukseskan pembangunan ekonomi khususnya di Kabupaten Pekalongan dengan menciptakan pelayanan listrik yang berkualitas dan berdaya saing,’’ jelasnya.
Manager PT. PLN (Persero) UP3 Pekalongan menambahkan, di Kabupaten Pekalongan sektor tertinggi yang menggunakan jasa PLN adalah sektor industri dan bisnis. Untuk itu, pihaknya menjamin akan terus melakukan transformasi untuk meningkatkan pelayanan dan menyediakan berbagai jenis layanan terutama layanan premium dan tentunya ini memberikan nilai tambah dimana akan mendapat jaminan listrik lebih tinggi di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Ada sekitar 232.249 pelanggan di Kabupaten Pekalongan yang meliputi sektor industri 13,21 %, bisnis 11,46%, serta rumah tangga 5,14 %. Jadi di Kabupaten Pekalongan ini dominan pada sektor industri dan bisnis,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 6 Desember 2021
Hal itu disampaikan Bupati saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Pekalongan di Pendopo Bupati, Sabtu (4/12/2021).
Kegiatan Musorkablub ini diselenggarakan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI yaitu untuk memilih ketua umum fefinitif pada KONI Kabupaten Pekalongan untuk masa bhakti hingga tahun 2023. “Pergantian kepemimpinan sebuah lembaga atau organisasi merupakan hal yang biasa dan Lazim adanya . Sehingga saya minta pelaksanaan musyawarah nanti bisa berjalan dengan tertib, serius tapi santai dan melalui musyawarah mufakat dapat dihasilkan seorang Ketua KONI yang definitif,” Kata Fadia.
Bupati menambahkan, dalam membangun arah dalam bidang olahraga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri maka harus dengan prinsip kolaborasi atau kerjasama terutama dengan para pelatih, orang tua atlet, pengurus cabang olahraga dan segenap instansi terkait termasuk para pengusaha serta masyarakat yang mencintai olahraga.
“Mari kita support peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Pekalongan , segenap kepala instansi, OPD terkait dan satuan pendidikan semua kita bergandeng tangan untuk mengukir sejarah olahraga di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
“Dan baru-baru ini kita mendapat berkah dan nama daerah kita menjadi harum, dikarenakan ada seorang atlet renang dari NPCI Kabupaten Pekalongan yang telah meraih dua medali emas dan satu medali perak di ajang PEPARNAS ke enam belas / XVI tahun 2021 di Papua atas nama Fikki. Titik tonggak ini bisa dijadikan motivasi bagi para pengurus KONI Kabupaten dalam membina dan melatih para atlet untuk meraih prestasi di masa mendatang,” terangnya.
Sementara itu Plt Ketua Umum KONI dalam sambutannya mengatakan, dalam Musorkablub kali ini lebih dari 2/3 cabang olahraga hadir sehingga secara aturan sudah memenuhi kuorum. “Musorkablub terselenggara atas bantuan pemerintah daerah yang menganggarkan pada perubahan anggaran 2021. Dan dari tim penjaringan telah memunculkan satu calon yang memenuhi persyaratan yakni Suryan. Semoga dengan kepimpinan yang baru prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan bisa terangkat,” harapnya. (Red)
Sabtu, 4 Desember 2021
Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi oleh Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H.,M.M, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtarudin Ashraff Abu.
Disampaikan Bupati Fadia, bahwa kedatangannya ke MWC NU talun bermaksud untuk melakukan silaturahmi dengan masyarakat guna mendengar aspirasi dari rakyat secara langsung, sebagai bahan pertimbangan pihaknya mengambil kebijakan di pemerintahan.
‘’Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan acara ini dengan sebaik-baiknya. Karena kita bertatap muka, kalau tidak ada program dan masukan dari bapak/ibu ini akan sangat rugi sekali. Jadi ayo bersama-sama saling bersinergi menjelankan kewajiban masing-masing untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang semakin maju,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat lakukan silaturahmi dalam angka membangun sinergitas Pemda dengan Ormas tingkat desa, di UBK MWC NU Talun.
Selanjutnya, Bupati Fadia menuturkan, sebagai warga NU, Ia mengajak masyarakat NU Talun untuk bisa kompak dalam rangka membesarkan NU di Kabupaten Pekalongan, yang menurutnya saat ini hampir 60% masyarakat Kabupaten Pekalongan merupakan warga NU.
‘’Saya berharap NU di Kabupaten Pekalongan tidak kalah kompaknya. Mungkin ada salah satu yang kesusahan ya kita harus saling membantu ya,’’ harapnya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Fadia juga menuturkan bahwa mulai bulan Januari 2022 nanti, masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak memiliki kartu BPJS dan KIS, mulai bisa menikmati fasilitas pelayanan kesehatan gratis kelas tiga, bagi warga yang tidak mampu di RSUD Keraton, RSUD Kajen dan RSUD Kesesi.
‘’Jadi sementara ini, kami bisa memberi pelayanan di kelas tiga ya bapak/ibu. Kami berharap dengan adanya program kesehatan gratis ini, masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa sehat-sehat semua,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H.,M.M, mengatakan bahwa terkait ustad/ustadzah setiap tahun juga sudah diperhatikan untuk pemberian insentifnya. Jadi Ia berharap para ustad/ustadsah bisa lebih semangat lagi dalam mengajar anak-anak.
‘’Ingin kami berikan maksimal. Namun karena kondisi Covid-19 dan kondisi keuangan semakin menipis, dan belanja daerah juga tentunya meningkat untuk penanganannya. Jadi kami benar-benar menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 3 Desember 2021
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan di diikuti dan disaksikan oleh Ketua DPRD Hj Hindun MH beserta forkopimda, Pj Sekda Drs Budi Santoso M.Si beserta istri, para asisten/staf ahli Bupati, para kepala OPD, camat, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD serta tamu undangan lainnya.
Bupati Fadia mengucapkan selamat atas terpilihnya M Yulian Akbar sebagai Sekda Kabupaten Pekalongan. Fadia berpesan kepada Sekda terpilih agar siap bekerja keras dalam mengabdi untuk masyarakat. “ Sekda ini membawahi ribuan ASN kabupaten Pekalongan. Tugasnya membantu Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan visi misinya serta ikut membantu mensejahterakan masyarakat kabupaten Pekalongan. Artinya memang siap bekerja keras, bekerja 24 jam mengabdi untuk kabupaten Pekalongan, “ tutur Fadia.
Selanjutnya kepada Pj Sekda Budi Santoso yang masa tugasnya telah berakhir, Bupati mengucapkan rasa terimakasih atas pengabdian Budi Santoso untuk Kabupaten Pekalongan selama ini.
Sementara itu Sekda terpilih, Yulian Akbar usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, mengungkapkan bahwa dirinya selaku Sekda mempunyai tugas membantu Bupati mewujudkan visi misi Bupati/Wakil Bupati Pekalongan selama periode 2021 -2026. “ Kita harus kerja keras, bupati memerintahkan kepada kami untuk kerja all out 24 jam melayani masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya selaku Sekda bersama-sama dengan kawan-kawan akan mengkonsolidasikan birokrasi, membangun birokrasi dalam rangka mewujudkan visi misi Bupati/Wakil Bupati, “ungkap Yulian Akbar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan.
Yulian Akbar juga memaparkan tugas pertama yang akan dilakukannya adalah melaksanakan APBD. “ APBD 2022 harus dipastikan berjalan tepat waktu. Kedua, mewujudkan apa yang sudah ada dalam APBD tadi, yang prioritas adalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Dan menghadapi musim penghujan , kita antisipasi terkait banjir dan rob,” pungkasnya.
Sementara itu Pj Sekda Budi Santoso membacakan sebuah puisi dalam sambutan singkatnya. Dalam kesempatan itu Budi sekaligus menyampaikan mohon diri untuk kembali bertugas di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (Ar-Kominfo)
Jumat, 3 Desember 2021
Tampak hadir dalam silaturahim ini antara lain KH Muslih Khudlori, Camat beserta Forkopimcam Kesesi, Keluarga besar PCNU kabupaten Pekalongan, Kepala sekolah/guru/pengurus SMK Ma’arif NU Kesesi , Plt Kepala Dinas Pendidikan Subagyo, Kepala desa Kaibahan, Pengurus PCNU Kesesi, para pengasuh pondok pesantren se-kecamatan Kesesi, para tokoh agama/masyarakat serta keluarga besar Muslimat dan Fatayat NU Kesesi.
Dalam silaturahim dengan keluarga besar NU Kesesi ini, Bupati Fadia mengaku sangat senang dan ia menyebut bahwa dirinya adalah warga NU. “ Saya dan keluarga adalah warga NU. Sebagai warga nahdliyin kita punya tanggungjawab untuk membesarkan NU. Mari kita menjadi orang NU yang hebat dimanapun kita berada, mari kita besarkan dan jaga nama baik NU, dan NU di kabupaten Pekalongan harus lebih besar lagi,” ucap Fadia.
Selanjutnya bupati juga memaparkan bahwa dengan adanya pandemic covid,sector ekonomi menjadi terdampak. Oleh karenanya Bupati meminta kepada seluruh warga terutama para lansia agar mau divaksin. “Vaksin ini bagi muslim merupakan ikhtiar. Selain kita wudhu, bersih-bersih dan ikhtiar paling maksimalnya vaksin. Kepada bapak/ibu yang sepuh saya minta tolong diperhatikan, agar mau divaksin,” pintanya.
Ditambahkan, Kabupaten Pekalongan saat ini mendapatkan stok vaksin yang melimpah. Setelah sebelumnya menerima 185 ribu vaksin dari pemerintah pusat, beberapa waktu terakhir Kabupaten Pekalongan menerima lagi 189 ribu vaksin. Bahkan dengan jumlah vaksin yang melimpah ini, ada Kabupaten lain yang meminjam vaksin milik Kabupaten Pekalongan. Untuk itu Bupati Fadia meminta agar hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh warga kabupaten Pekalongan. “Alangkah sayang nya kalau warga kabupaten Pekalongan tidak memanfaatkan ini dengan baik. Dan jika ada yang bilang divaksin itu bisa meninggal, itu adalah hoaks. karena saya dan semua jajaran termasuk Forkopimcam disini yang sudah divaksin semua sehat. Dan vaksinnya juga tidak dibedakan, artinya dosis juga jenisnya sama, “ terang Fadia.
Selain itu, disampaikan pula tentang adanya peraturan presiden bahwa yang tidak mau divaksin ,tidak bisa mendapatkan bantuan kesehatan, PKH ,BLT dan sebagainya. Dan anak usia 12 tahun ke atas yang belum divaksin tidak bisa ikut ujian. Termasuk orangtuanya yang belum divaksin, anaknya tidak bisa ikut ujian.
Dalam silaturahim tersebut tak lupa bupati memberikan apresisasi kepada forkopimcam Kesesi yang telah sukses menggelar sebuan vaksin mencapai 2600 dosis vaksin.
Menutup sambutannya Bupati Fadia menambahkan bahwa Kabupaten Pekalongan akan memberikan hibah untuk NU pada tahun 2022 mendatang. “Hibah ini kalau bisa sampai ke tingkat kecamatan sampai desa-desa,” pungkasnya.(Ar-Kominfo)
Rabu, 1 Desember 2021
Mengiringi persetujuan bersama ini, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM meng ucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah melakukan pembahasan terhadap substansi 2(dua) Raperda tersebut, yang selanjutnya disetujui bersama untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah.
Dalam sambutannyan pada Rapat Paripurna ini Bupati Fadia menyampaikan bahwa pemerintah daerah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membangun daerahnya serta memiliki daya saing yang tinggi untuk mengkombinasikan kondisi ekonomi, sumber daya manusia dan teknologi agar lebih berkembang dan berdaya saing. Dan dengan disetujuinya Raperda ini, Fadia berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yakni terwujudnya kesejahteraan masyarakat kabupaten Pekalongan.
“Rancangan peraturan daerah tentang APBD ini selanjutnya akan kita sampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan evaluasi agar tercapai keselarasan antara kebijakan daerah, provinsi dan nasional maupun sinergitas antara kepentingan public dan kepentingan aparatur disamping juga untuk menghindari agar peraturan daerah tentang APBD yang ditetapkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, “ jelasnya.
Sementara itu Sekretaris badan anggaran DPRD Kabupaten Pekalongan , Agus Pranoto SH.,MH menyampaikan hasil rapat kerja DPRD bersama TAPD dan OPD terkait dalam rangka membahas Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangannya sebagai dasar penetapan menjadi Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2022, bahwa Badan anggaran DPRD sepakat dan menyetujui Raperda tentang APBD kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangannya untuk ditetapkan menjadi Perda tentang APBD kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangan. Kedua, RKA semua OPD agar segera dilengkapi dan diusulkan sehingga kegiatan pada masing-masing OPD bisa dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan peraturan yang berlaku.
Rapat paripurna DPRD dalam rangka persetujuan bersama 2 (dua) Raperda kabupaten Pekalongan ini dibuka oleh ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH, dan terbuka untuk umum. Tampak hadir pula dalam rapat paripurna DPRD ini para anggota Forkopimda, ketua dan para wakil ketua DPRD, Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.SI beserta para asisten, para kepala OPD dan tamu undangan lainnya. (Ar-Kominfo)
Rabu, 1 Desember 2021