KAJEN – Mengisi sambutan pada rapat paripurna DPRD dalam rangka penetapan PROPEMPERDA Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 dan penyampaian Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022, senin (22/11) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM memaparkan bahwa mengantar penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022, disampaikan bahwa berdasarkan hasil pembahasan bersama terkait Propemperda Tahun Anggaran 2022 antara Bapemperda dengan pihak Pemerintah Daerah telah disepakati 14 (empatbelas) Raperda, yang terdiri dari 4 (empat) Raperda inisiatif DPRD, yaitu Raperda tentang penyelenggaraan pondok pesantren, usaha ekonomi kreatif, pengelolaan pasar rakyat dan tentang organisasi kepemudaan. Sedangkan yang merupakan usulan pemerintah daerah terdiri dari 10 Raperda.
Kepada perangkat daerah yang terkait penyusunan dan pembahasan Raperda baik inisiatif DRRD maupun usulan pemerintah daerah, Bupati berpesan agar benar benar melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab dengan mempedomani peraturan perundang-undangan.
Dalam kesempatan itu disampaikan pula penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 berpedoman pada regulasi terkini yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah dan peraturan daerah pengelolaan keuangan daerah yang telah ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 2 Tahun 2021.
“ Perencanaan dan penganggaran tahun 2022 ini, penyusunan dokumen dan proses tahapannya menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) mulai dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), penyusunan KUA-PPAS termasuk penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang bersumber dari Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) yang diinput dari masing masing perangkat daerah” terangnya.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan struktur rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2022, antara lain Pendapatan Daerah, Belanja daerah dan pembiayaan Daerah. Pendapatan daerah tahun 2022 direncanakan sebesar Rp. 2.151.787.150.560,00. Belanja daerah direncanakan sebesar Rp. 2.156.287.150.560,00.
Penerimaan pembiayaan daerah yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Daerah tahun sebelumnya (Silpa) diperkirakan sebesar Rp. 9.000.000.000,00. Sementara untuk pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal sebesar Rp. 4.500.000.000,00 diperuntukkan penyertaan modal pada PDAM Tirta Kajen melalui pembiayaan reimburse dari pemerintah pusat. Dengan demikian secara riil defisit sebesar Rp.0,00 ( Nol Rupiah).
Rapat paripurna DPRD dalam rangka penetapan PROPEMPERDA Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 dan penyampaian Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 dihadiri pula Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH, ketua DPRD Hj Hindun MH, para wakil ketua beserta segenap anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, unsur Forkopimda, Pj Sekda beserta para asisten dan staf ahli bupati serta para kepala OPD. ( Ar-Kominfo)
Senin, 22 November 2021
KAJEN – Saat ini Kabupaten Pekalongan masih bertengger di level 3 Covid-19. Hal tersebut menjadi trigger Pemkab untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat supaya mau melakukan vaksinasi. Hal tersebut terlihat pada Selasa (16/11/2021), dimana Pemkab Pekalongan dengan unsur Forkopimda melakukan Tinjauan Vaksinasi di Kecamatan Petungkriyono, sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Afariq SE.,MM menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan kebijakan umum anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 dan menyampaikan jawaban Bupati Pekalongan atas pandangan umum fraksi fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan terhadap 2(dua) Raperda yaitu Raperda tentang RPJMD Kabupaten Pekalongan 2021-2026 dan Raperda tentang perubahan atas Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2018 tentang penambahan penyertaan modal daerah kabupaten Pekalongan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang diselenggarakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, senin (15/11).
KAJEN - Prospek market budidaya ikan payau khususnya udang Vaname sangat menjajikan. Namun hal ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh para petani budidya ikan air payau di wilayah pesisir utara Kabupaten Pekalongan terutama di 3 kecamatan seperti Wonokerto Siwalan dan Tirto. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Payau ( Bimbingan Teknis Budidaya Udang Vaname )Tahun 2021 yang diselenggarakan di aula Dinas Kelautan dan Perikanan, Kamis (11/11/2021) siang.
KAJEN – Menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang tingkat vaksinasinya belum memuaskan, Forkopimcam Kajen meenggelar kegiatan ‘Vaksinasi Kajen Berhadiah’ dengan tema ‘MAS DAVIN KAJEN SEHAT’ (Masyarakat Datang Divaksin Menuju Kajen Sehat), yang dilaksanakan pada pagi ini, Rabu (10/11/2021) di halaman Kantor Kecamatan Kajen.
Apel Kesiapsiagaan Bencana tersebut, dihadiri langsung oleh Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si., Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan.
Dalam acara tersebut, mewakili Bupati Pekalongan yang berhalangan hadir, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si., mengatakan bahwa apel kesiapsiagaan yang digelar oleh leading sektor antar kota dan kabupaten Pekalongan tersebut dilaksanakan dalam rangka melakukan koordinasi untuk mengecek seberapa jauh kesiapan untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam.
Menurut PJ Sekda, acara tersebut diinisiasi oleh Kodim 0710 Pekalongan yang mengajak seluruh forkopimda untuk bersama-sama bersinergi menyatukan kekuatan guna lebih cepat mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya bencana alam.
‘’Prinsip dari semua sisi itu siap dikerahkan untuk penanganan bencana secepat dan sedini mungkin termasuk adalah dari sisi early warning sistemnya atau peringatan dininya, apakah itu banjir, rob, tanah longsor maupun puting beliung yang sebenarnya bencana alam ini bisa diprediksi daerah mana yang rawan, daerah mana yang miss. Ini sudah kita petakan semuanya.,’’ kata PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa.
Selanjutnya, PJ Sekda menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pemetaan titik-titik lokasi yang berpotensi terjadi bencana alam. Menurutnya, untuk daerah yang rawan longsor ada di daerah atas seperti Kandangserang, Lebakbarang, Paninggaran dan Petungkriyono. Adapun untuk daerah yang rawan banjir dan rob ada di daerah pesisir seperti Siwalan, Wonokerto dan Tirto.
‘’Dan pemetaan itu tentunya akan kami jadikan dasar untuk mengambil kebijakan. Baik itu dari sisi pemukiman untuk penduduk yang kira-kira rawan, tentu kedepan harapannya tidak diijinkan untuk didirikan pemukiman baru,’’ ucapnya.
Adapun untuk bencana banjir dan rob yang berpotensi akan terjadi di perbatasan kota dan kabupaten Pekalongan, semua unsur baik dari TNI, Polri dan BNPB siap digerakan apabila nanti terjadi kembali bencana tersebut. Dan Ia juga berharap seluruh masyarakat juga bisa ikut berperan aktif dalam rangka upaya antisipasi tersebut.
‘’Untuk daerah pesisir tentunya berpotensi rob dan banjir. Ini kebetulan yang daerah pesisir berbatasan dengan daerah kota dan kabupaten Pekalongan. Sehingga ini langkah yang bagus untuk kerjasama penanganan termasuk kesiapsiagaan yang berkaitan seperti bendung dan rehabilitasi. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 19 November 2021
Dalam tinjauan tersebut, tampak hadir PjSekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso, Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Asisten 1 Setda Totok Budimulyanto, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwi Antoro.
Mewakili Bupati Pekalongan yang berhalangan hadir, Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso, mengatakan bahwa untuk wilayah di Kabupaten Pekalongan, Kecamatan Petungkriyono merupakan kecamatan dengan prosentase vaksinasi Covid-19 yang terendah. Prosentase vaksinasi untuk suntikan pertama di Kecamatan Petungkriyono bahkan masih dibawah 30%.
"Saya berharap masyarakat Petungkriyono khususnya lansia usia di atas 60 tahun mau melakukan vaksinasi. Karena vaksinasi ini merupakan upaya terakhir kita supaya dapat terhindar dari paparan Covid-19," kata Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso.
Apalagi, lanjut Pj Sekda Budi Santoso, vaksinasi saat ini sangat dipermudah oleh pemerintah, mulai dari pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah benar-benar mengupayakan supaya persediaan vaksin melimpah, serta gratis supaya masyarakat segera melakukan vaksinasi. Bahkan saat ini telah dihadirkan Bus Vaksinasi dari Pemprov Jateng yang sudah beroperasi di Kabupaten Pekalongan, untuk bisa menjangkau seluruh masyarakat.
‘’Kami hadir di tengah-tengah bapak/ibu sekalian memberikan bantuan telur sekaligus kami ingin tahu bagaimana vaksin di tempat bapak/ibu saat ini. Dan kami juga menyampaikan salam dari Ibu Bupati Pekalongan yang berhalangan hadir untuk menyapa bapak/ibu semua, karena beliau ada tugas di Medan,’’ kata Budi Santoso.
Jadi, menurutnya sudah tidak ada alasan lagi bagi masyarakat yang memenuhi syarat, untuk tidak melakukan vaksinasi supaya Kabupaten Pekalongan bisa turun dari level 3 bahkan zero Covid-19. ‘’Ini adalah upaya terakhir kita supaya masyarakat tidak terkena paparan Covid-19, dan Kabupaten Pekalongan segera turun dari level 3, bahkan kalau bisa sampai tidak ada Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, silahkan nantinya bapak/ibu saya minta tolong untuk segera lakukan vaksinasi untuk segera divaksin ke puskesmas. Terutama yang lanjut usia ayo segera lakukan vaksin,’’ jelasnya.
Menutup sambutannya, Pj Sekda Budi Santoso mengatakan bahwa untuk masyarakat lansia yang berusia di atas 60 tahun, yang mau melakukan vaksinasi akan diberikan kupon untuk mendapatkan hadiah yang akan diundi pada akhir tahun 2021 mendatang. (Lus-Kominfo)
Selasa, 16 November 2021
Kepada anggota dewan yang hadir, Bupati Fadia menyampaikan bahwa untuk pandangan umum fraksi-fraksi berupa pertanyaan akan dijawab sekaligus, Sedangkan untuk pertanyaan dan tanggapan yang berbeda dari masing-masing fraksi akan dijawab secara fraksional. Untuk pandangan umum dari beberapa fraksi yang berupa apresiasi dan masukan, saran maupun himbauan akan diperhatikan dan tindaklanjuti sebagai pertimbangan dalam proses selanjutnya.
Selanjutnya Bupati menyampaikan jawaban umum secara garis besar terhadap Raperda tentang RPJMD kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026 . “Pada kesempatan pertama akan kami sampaikan jawaban atas pandangan umum dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa sebagai berikut, pemerintah Kabupaten Pekalongan terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sebagai pintu masuknya adalah layanan kesehatan gratis cukup dengan pakai KTP. Tentunya harus diikuti dengan perbaikan sarana prasarana peningkatan kualitas SDM kesehatan, inovasi pelayanan dan membangun kerjasama yang baik dengan stakeholder kesehatan lainnya,” paparnya
Menanggapi pandangan umum dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Bupati menyampaikan bahwa tolak ukur keberhasilan kerja kepada Kepala Daerah atau wakil Kepala Daerah sampai tahun 2024 dilihat dari ketercapaian target kinerja setiap tahun sampai akhir jabatan atau sampai dengan tahun 2024.
Sementara untuk Fraksi Persatuan Pembangunan, Bupati memberikan jawaban, dari beberapa hasil telaah terhadap isu-isu strategis pembangunan maka dapat diidentifikasikan lima isu strategis pembangunan daerah kabupaten Pekalongan dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. Terkait program unggulan kesehatan telah dijabarkan dalam isu keempat yaitu perlunya peningkatan kualitas daya saing sumber daya manusia dan upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dengan sasaran salah satunya adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.
Kemudian disampaikan pula jawaban atas pandangan umum dari Fraksi Gerakan Indonesia Raya, PAN dan Partai Golkar.
Selanjutnya disampaikan jawaban atas pandangan umum terhadap Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 10 tahun 2018 tentang penambahan penyertaan modal daerah Kabupaten Pekalongan pada Badan Usaha Milik Daerah.
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan kebijakan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 dan jawaban bupati Pekalongan atas pandangan umum fraksi fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan terhadap 2 (dua) Raperda yaitu Raperda tentang RPJMD kabupaten Pekalongan 2021-2026 dan Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 10 tahun 2018 tentang penambahan penyertaan modal daerah kabupaten Pekalongan pada Badan Usaha Milik Daerah, dipimpin langsung oleh ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH, dan dihadiri pula Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH, para wakil ketua dan segenap anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, perwakilan Forkopimda, para asisiten Sekda dan staf ahli Bupati serta para kepala OPD yang hadir. (Ar-Kominfo)
Senin, 15 November 2021
‘’Di sekolah itu yang nomer satu adalah kenyamanan siswa-siswi kita dalam belajar. Karena kalau mereka tidak nyaman, pada akhirnya mereka malah tidak mau sekolah. Untuk itu saya benar-benar apresiasi sekali acara Deklarasi Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan yang diselenggarakan oleh SMK Ma’arif NU Tirto ini’’ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menghadiri acara Deklarasi Sekolah Anti Perundungan dan Kekerasan di SMK Ma’arif Tirto.
Menurut Fadia, apabila kenyamanan dapat diciptakan oleh pihak sekolah, maka siswa-siswi yang belajar akan merasa nyaman dan senang menempuh pendidikan di tempat Ia bersekolah. Untuk itu, Fadia berharap apa yang telah dideklarasikan oleh SMK Ma’arif NU Tirto itu bisa dilaksanakan dengan baik, supaya dapat mewujudkan sekolah yang benar-benar anti terhadap perundungan dan kekerasan. ‘’Dan apabila ini bisa dijalankan, saya yakin murid-muridnya yang saat ini seribu lebih bisa bertambah menjadi tiga ribu lebih kedepannya,’’ ujar Fadia.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menyampaikan bahwa ‘Deklarasi Anti Perundungan dan Kekerasan’ yang diselenggarakan oleh SMK Ma’arif NU Tirto ini, merupakan sebuah kegiatan yang pertama diadakan oleh sekolah di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, Ia berharap kegiatan tersbut bisa dijadikan contoh oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Pekalongan, dalam rangka menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa-siswi di Kabupaten Pekalongan dalam menempuh pendidikan.
Selain itu, Fadia juga berpesan kepada siswa-siswi SMK Ma’arif NU Tirto untuk tetap semangat dalam belajar, supaya kedepannya bisa memiliki daya saing yang tinggi di masa depan dan bisa menjadi orang yang sukese. Karena menurut Fadia, masa depan dapat ditata sejak kita berada di sekolah. Apabila siswa-siswi bisa belajar disiplin, ulet dan cekatan, maka kedepannya mereka tidak akan kaget saat memasuki dunia kerja. ‘’ Jadi saya minta, yang perempuan juga. Kalian harus semangat sekolah karena contoh hari ini pemimpin juga bisa diduduki oleh perempuan. Perempuan harus kuat, perempuan juga bisa memimpin,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 15 November 2021
Acara deklarasi dan pengukuhan Satgas Covid 19 Kabupaten Pekalongan dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM beserta asisten, juga perwakilan Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Tampak hadir pula wakil dari OPD terkait seperti Dinas Kesehatan dan BPBD, Camat dan Forkompimcam Bojong, Kepala satuan pendidikan dan pimpinan pondok pesantren serta pelajar dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA serta dari pondok pesantren.
Dijelaskan bupati Fadia, deklarasi dan pengukuhan Satgas Covid 19 pelajar Kabupaten Pekalongan yang terdiri dari pelajar SD sampai tingkat pondok pesantren merupakan bukti pemerintah daerah serius dalam menangani covid 19. “ Kita nggak main-main untuk menghilangkan copid ini supaya level kita cepat menurun. Anak-anak sekolah yang baru mulai masuk sekolah juga kita swab semua, “ungkap Fadia
Dengan adanya Satgas Covid 19 Pelajar Kabupaten Pekalongan ini diharapkan level Kabupaten Pekalongan segera turun ke level 2. Menurut Fadia, saat ini kabupaten Pekalongan masih berada di level 3 karena banyak warga yang belum divaksin.
Bupati Fadia mengatakan kepada para Satgas Covid 19 pelajar Kabupaten Pekalongan bahwa tugas mereka adalah memastikan di lingkungan belajar mereka (sekolah dan pondok pesantren), semua sudah divaksin. Hal ini sesuai aturan dari pemerintah yang mana vaksin merupakan syarat mengikuti ujian sekolah. “Pemerintah akan mengeluarkan satu aturan, anak di atas 12 tahun yang tidak divaksin tidak boleh ikut ujian. Ayo kita rayu teman – teman supaya mau divaksin dan orang tuanya juga nanti dicek sudah divaksin atau belum, “jelasnya
Lebih lanjut Fadia juga menegaskan bahwa jenis vaksin yang diberikan adalah sama, Dan jika ada isu yang mengatakan vaksin bisa menyebabkan seseorang meninggal, itu adalah hoak. Untuk itu para Satgas Covid diharapkan bisa mengedukasi tentang pentingnya vaksin terutama bagi para lansia.“Nanti kasih tahu orang tuanya yang tidak mau divaksin,mau buat KTP, KK atau surat apapun kalau tidak divaksin akan dipersulit karena supaya ikut aturan pemerintah. Ayo sehat bareng karena ini merupakan ikhtiar paling maksimal, “ pintanya
Ditambahkan, vaksinasi untuk pelajar ditargetkan selesai pada bulan Desember mendatang. (Ar-Kominfo)
Senin, 15 November 2021
Kegiatan Bimtek dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH. Dalam Bimtek Budidaya Udang Vaname tersebut sekaligus dilakukan penyerahan bantuan sarana budidaya air payau berupa waring dan bambu, serta bantuan jalan produksi tambak Depok panjang 211 meter secara simbolis oleh Wakil Bupati H Riswadi SH didampingi didampingi Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan dan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan kepada para penerima bantuan.
Dalam sambutannya,Wakil Bupati Riswadi mengungkapkan bahwa banyak keluhan para petani budidaya ikan terkait sarana prasarana dan infrastruktur. “sekitar 2-3 bulan yang lalu kami hadir ke Depok terkait panen udang vaname. Saya lihat ini agak bagus dan menarik dan saya dengar ada prospek kedepan yang lebih baik. Selain itu kami mendengar banyak keluhan baik infrastruktur maupun sarana prasarana. Lalu kamipun memberikan bantuan maupun edukasi kepada petani udang di daerah sana.” ujar Riswadi mengawali sambutannya.
Riswadi menjelaskan bahwa di dalam APBD Perubahan pihaknya mencoba memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada petani. “Saya melihat bahwa mereka mengangkut hasil panen itu masih dipikul sekitar 300-400 meter baru pakai kendaraan roda dua. Saya minta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk membantu, ternyata di APBD penetapan ini mencapai sekitar 500 juta ( 200 juta untuk fisik dan sisanya bantuan waring dan bambu). Semoga dana yang tidak banyak itu bisa bermanfaat dan dalam waktu dekatpun kami akan melihat daerah lain seperti Jeruksari,Mulyorejo dan Api-api. Semua Itu kulturnya sama,” terangnya.
Dijelaskan pula, saat ini tidak sedikit yang menjadi petani budidaya ikan secara otodidak. Untuk itu melalui Bimtek budidaya udang Vaname ini para petani budidaya ikan bisa mendapatkan pendidikan (edukasi) terkait budidaya udang Vaname. “ Budidaya udang vaname ini ternyata tidak bisa modal otodidak saja. kami banyak bercerita dengan salah satu petani yang berhasil (Pak Sulaiman), memang intinya bermain udang itu bukan memelihara udangnya tetapi mentreatment airnya. Harapannya ini bisa dilakukan di setiap daerah seperti Wonokerto, Siwalan dan Tirto, Ternyata memang masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal .Dan dengan bimtek ini harapannya mereka memahami akan budidaya dan mempraktekkan ilmunya, “ pungkas Riswadi
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs Sirhan dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Payau ( Bimbingan Teknis Budidaya Udang Vaname )Tahun 2021 adalah untuk memotivasi para pelaku usaha perikanan dalam meningkatkan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan produksi dan nilai produksi perikanan budidaya. Adapun sasarannya adalah para pembudidaya air payau dan air tawar. Peserta bimtek sebanyak 310 orang yang terbagi dalam 7 angkatan.(Ar-Kominfo)
Kamis, 11 November 2021
Acara dilaunching oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, dihadiri pula Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, PJ Sekda Budi Santosa, Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwiantoro, dan semua unsur Forkopimcam Kecamatan Kajen.
Pada acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi terobosan dari Forkopimcam Kajen, untuk meningkatkan daya tarik warganya melakukan vaksinasi dengan membuat acara yang cukup menarik banyak perhatian itu. ‘’Saya benar-benar mengapresiasi kegiatan ini. Karena ini merupakan inisiatif luar biasa dari Forkopimcam Kajen, yang bisa memberikan hadiah dan membuat orang-orang antusias untuk melakukan vaksin,’’ kata Bupati Fadia.
Menurutnya, apabila kegiatan ini benar-benar berhasil dan setiap kecamatan juga berinovasi untuk meningkatkan minat vaksinasi warganya, maka tidak menutup kemungkinan Kabupaten Pekalongan di penghujung tahun nanti, dapat tembus 80% target vaksinasi suntikan pertama.
Untuk itu, Fadia berharap ketersediaan vaksin yang saat ini melimpah di Kabupaten Pekalongan, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. ‘’ Biasanya di daerah lain, vaksin itu sulit untuk didapatkan, bahkan kita juga dulu sempat seperti itu. Tetapi sekarang di Kabupaten Pekalongan itu vaksin sudah melimpah, karena kami meminta langsung kepada DPR RI, dan kemarin kita dapat 185.000 vaksin masuk ke Kabupaten Pekalongan. Untuk itu ayo manfaatkan apa yang kita punya saat ini dengan baik,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Camat Kajen Agus Purwanto mengatakan pihaknya adakan kegiatan ini supaya antusias warga tinggi untuk melakukan vaksinasi. Karena menurutnya, 2 bulan lalu diwilayahnya target vaksinasi benar-benar sulit dicapai. Karena minat warganya yang sangat rendah.
Dengan kegiatan Vaksinasi Kajen Berhadiah tersebut, Ia berharap Kecamatan Kajen bisa memenuhi target 50% suntikan vaksinasi pertama maupun kedua. ‘’ Sekitar 2-3 bulan yang lalu, vaksinasi di Kecamatan Kajen begitu sulit mencapai target sasaran vaksinasi. Per minggu kita memvaksin 100-200 orang. Sehingga dengan gebrakan ini diharapkan memicu masyarakat untuk berduyun duyun untuk vaksin,’’ ujarnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 10 November 2021
Dalam sambutannya pada acara Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, yang dilaksanakan pada Selasa (9/11/2021) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, mengatakan perihal upaya yang dilakukan oleh pemkab dan Forkopimda untuk menurunkan Kabupaten Pekalongan dari level 3.
‘’Bisa kita lihat bersama ya, usaha pemkab sudah sangat maksimal supaya kita bebas dari Covid-19. Mulai dari usaha untuk mendapatkan vaksin yang banyak seperti saat ini, operasi giat malam dan lainnya. Namun kita masih saja saat ini berada di level 3,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, permasalahan yang dihadapi pemkab saat ini adalah minat masyarakat untuk divaksin yang masih cukup rendah. Hal itu terbukti dari presentasi suntikan vaksin tahap pertama yang belum tembus target 50%.
Fadia berharap pihaknya beserta unsur Forkompinda serta Satgas Covid-19 mulai dari tingkat kabupaten sampai ke kecamatan, bisa meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat supaya mau divaksin. ‘’ Pokoknya sosialisasi harus kita gencarkan baik itu melalui medsos maupun spanduk,’’ ujarnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengungkapkan usulan, supaya masyarakat mau divaksin, bahwa untuk bisa masuk pasar harus menunjukan kartu vaksinasi. Karena pasar merupakan tempat umum yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. ‘’Saya sih berharap apabila kita bisa membuat peraturan masuk pasar harus bawa kartu vaksin, maka itu akan memicu mereka mau melakukan vaksinasi, mengingat banyak orang yang akan pergi ke pasar tentunya,’’ tuturnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan bahwa per tanggal 6 November 2021 ini, wilayah Kabupaten Pekalongan tidak ada kasus aktif Covid-19. Dan semua wilayah di Kabupaten Pekalongan menunjukkan warna hijau semua.
‘’ Ini artinya penambahan kasus tersebut sudah tidak ada lagi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Namun saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak euphoria yang berlebihan dan kendor prokesnya. Kita harus tetap ketat prokes, jangan terlena,’’ jelas AKBP Arief Fajar Satria.
Selanjutnya, Kapolres Pekalongan menyampaikan bahwa tantangan di depan mata, yang saat ini pihaknya waspadai adalah gelombang tiga penularan kasus Covid-19 yang berpotensi pada perayaan Natal dan tahun baru mendatang. Menurut AKBP Arief, dua momen tersebut berpotensi menyebabkan klaster baru Covid-19. Untuk itu, Ia berharap masyarakat untuk tidak melakukan bepergian yang tidak perlu, tetap mematuhi prokes dan jangan berkerumun.
Selain itu, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa dalam acara Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 itu menyampaikan bahwa langkah terdekat yang akan dilakukan pemkab dengan bekerjasama dengan Pemprov Jateng, adalah akan adanya serbuan vaksin bagi masyarakat dengan bus vaksinasi.
‘’Kami benar-benar serius mau menekan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dengan melakukan vaksinasi. Dan kami akan lakukan serbuan vaksinasi bekerjsama dengan Pemprov Jateng dengan bus vaksinasi yang akan segera beroperasi di Kabupaten Pekalongan,’’ terangnya.
Dengan hal tersebut, diharapkan wilayah-wilayah di Kabupaten Pekalongan yang masih rendah tingkah vaksinasinya bisa tersentuh. ‘’ Walaupun saat ini kita zero kasus, kita harus bekerja keras, dalam rangka penyadaran masyarakat. Apalagi masih ada 7 kecamatan yang rata-ratanya di bawah 50% cakupan vaksinasinya. Yaitu Kajen, Wiradesa, Siwalan, Talun, Wonokerto, Kandangserang, dan Petungkriyono. Bahkan Petungkriyono terendah menempati posisi di bawah 30%,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 9 November 2021