KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menerima penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik dalam ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tingkat Nasional Tahun 2021 atau Sinovik. Kali ni penghargaan diraih oleh inovasi Aplikasi Kudu Sekolah Kabupaten Pekalongan. Penghargaan diberikan oleh Menteri PANRB RI Tjahjo Kumolo Kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM secara virtual pada hari Selasa (09/11/2021) di Ruang Rapat Bupati Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq memaparkan program Kudu Sekolah ini dirancang agar anak anak di KAbupaten Pekalongan yang putus sekolah atau kesulitan bersekolah bisa kembali masuk sekolah. Pihaknya mempermudah cara cara agar mereka bisa bersekolah lagi.“ Program ini untuk anak-anak yang putus sekolah, yang tadinya bersekolah sulit, kita datangi dan berikan semangat dan Alhamdulilah hampir sekitar 800 anak yang putus sekolah sekarang kembali sekolah lagi. Karena kita permudah cara cara mereka untuk bisa sekolah kembali walaupun usianya sudah agak sedikit ketinggalan,” ungkap Bupati Fadia usai penerimaan penghargaan secara virtual dari Menteri PANRB RI.
Fadia juga mengapresiasi kerjasama para OPD kabupaten Pekalongan bersama KOMPAK sehingga Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan tersebut. ‘Harapannya kedepan kita lebih banyak lagi mendapat penghargaan karena ini juga kerjasama yang baik dari KOMPAK dan juga OPD-OPD Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja tanpa kenal lelah untuk membangun kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik, " pungkasnya.
Aplikasi Kudu Sekolah Kabupaten Pekalongan merupakan inovasi pelayanan publik yang diinisiasi oleh Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan. Aplikasi Kudu Sekolah ini berbasis web dan android guna menjawab kebutuhan updating, transparansi dan monitoring Anak Tidak Sekolah dalam satu jendela informasi. Aplikasi ini lebih lengkap baik fitur maupun variabelnya, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), juga mengintegrasikan data dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Aplikasi Kudu Sekolah didukung oleh Mitra Pembangunan, yakni KOMPAK. (Ar-Kominfo)
Selasa, 9 November 2021
KAJEN - Sebagai bentuk penghargaan bagi desa/kelurahan yang tepat waktu dalam pelunasan pajak, Pemerintah Kabupaten Pekalogan melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) menyelenggarakan kegiatan penyerahan hadiah Lomba Cepat Tepat Pelunasan PBB –P2 Tahun 2021 di aula lantai I setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (04/11) pagi. Hadiah diserahkan oleh Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.Si kepada para pemenang lomba cepat tepat pelunasan PBB. Acara dihadiri oleh Kepala OPD terkait, para camat dan kepala desa/lurah pemenang lomba cepat tepat pelunasan PBB serta wakil pimpinan bank Jateng.
KAJEN – Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan, pemkab salurkan bantuan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di TPI Jambean, Kecamatan Wonokerto. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., pada Rabu sore (3/11/2021). Dimana bantuan tersebut berupa life jacket, alat pendeteksi ikan, pelampung dan radio monitor. Yang akan diberikan kepada 84 orang nelayan. Selain terdapat juga bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah berupa Solar gratis untuk 261 nelayan yang masing-masing mendapat 200 liter.
KAJEN - Sebagai wadah yang menaungi para pelaku usaha UMKM, Dekranasda Kabupaten Pekalongan harus mampu menjalankan fungsinya. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutannya pada acara Pengukuhan pengurus Dekranasda Kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021 – 2026 di aula Lantai I Setda, Selasa (02/11/2021) siang.
KAJEN – Memasuki bulan November, cuaca di Kabupaten Pekalongan bisa dibilang sudah cukup ekstream. Hal itu ditandai dengan curah hujan yang sudah sangat intens mengguyur sebagaian besar wilayah di Kabupaten Pekalongan.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Pekalongan bersama Forkopimda dan BPBD Kabupaten Pekalongan lakukan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana di Kabupaten Pekalongan, yang dilaksanakan pada pagi ini, Selasa (2/11/2021) di halaman Polres Pekalongan. Dengan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj. Hindun, MH, Polres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa.
" Apabila dua urusan tersebut, yaitu dari sector ekonomi dan kesehatan sudah membaik, maka tidak dipungkiri Kabupaten Pekalongan akan segera terbebas dari permasalahan yang diakibatkan oleh Covid-19"ungkap Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., saat menghadiri acara Dialog Kebangsaan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Karanganyar, Sabtu malam (6/11/2021).
Pada acara dialog kebangsaan yang mengusung tema ‘’ Peran Pemuda dalam Membangun Kabupaten Pekalongan Pasca Pandemi’’ tersebut. H. Riswadi berharap pemuda di Kabupaten Pekalongan, khususnya pemuda Muhammadiyah ikut ambil bagian dalam rangka membangun Kabupaten Pekalongan di masa pandemic dan setelahnya nanti.
Riswadi menyampaikan, tantangan saat ini tidak berhenti pada pembebasan diri dari Covid-19 saja. Melainkan tantangan selanjutnya, apabila Covid-19 benar-benar sudah reda, adalah planning kedepan tentang upaya-upaya apa yang harus dilakukan untuk bangkit dari pandemi Covid-19. ‘’Situasi semacam ini redanya tidak jelas. Saya kemarin diundang ke provinsi bahwa situasi keuangan nasional memang agak berat. Karena defisit nasional yang besar,’’ ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Riswadi sebagai pemuda memiliki ekstra tenaga dan pikiran yang lebih untuk ikut bersinergi dengan Pemkab Pekalongan agar bisa kembali bangkit pasca pandemi nantinya. ‘’Tetapi ini tantangan yang harus kita hadapi, dalam menghadapi suatu kesulitan. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadikan kita patah arah dan patah semangat,’’ tuturnya.
Diakhir sambutan Riswadi mengapresiasi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang telah menyelenggarakan acara dialog kebangsaan ini dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Menurutnya, esensi kegiatan yang dianggapnya sudah sangat bagus ini, akan hancur mana kala tidak menjalankan prokes yang ketat. ‘’Saya benar-benar bangga sekali kepada rekan-rekan pemuda Muhammadiyah yang telah menyelenggarakan acara ini dengan cukup baik,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Sabtu, 6 November 2021
Untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan sebagai garda terdepan selalu melakukan evaluasi setiap tahun, dengan Komisi Informasi Provinsi Jateng (KIP Jateng) sebagai tim evaluasinya, dan hari ini (04/11/2021) Komisioner KIP Jateng, Widi Heriyanto, S.Sos beserta tim melakukan visitasi, verifikasi dan evaluasi ke Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya Widi mengungkapkan bahwa KIP Jateng membawa mandat UU Nomor 14 Tahun 2008, yaitu untuk mewujudkan keterbukaan informasi bagi masyarakat. Diungkapkan Widi, bahwa Pemerintah hanyalah sebagai fasilitator sehingga semua dapat berkontribusi untuk pemerintah, demi kepentingan dan kemajuan negara. “Niat kami bukan golek- golek (cari- cari), kami menelisik itu niatnya untuk ngewangi (membantu) agar semua badan publik menjadi lebih baik dalam memberikan informasi kepada publik,” ujarnya
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos. M.Si dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasih dan apresiasi kepada KIP Jateng dan juga OPD yang mau berperan aktif mewujudkan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Pekalongan.” Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk dukungan dan komitmen kita untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik,” ungkapnya.
Anis juga menegaskan pentingnya kegiatan hari ini, yaitu verifikasi dan evaluasi, karena dengan adanya tahapan ini maka akan diketahui kekurangan atau kelemahan kita dalam tata kelola pemerintahan berbasis keterbukaan informasi publik. “Keterbukaan informasi publik memang muaranya ada di Kominfo, namun menjadi tanggung jawab seluruh OPD di Kabupaten Pekalongan, untuk itu sangat penting bagi kita untuk tahu kekurangan kita, sedangkan reward itu nomer sekian,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Anis menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan dalam hal ini Dinkominfo akan terus mendorong semua OPD di Kabupaten Pekalongan untuk mengedepankan keterbukaan informasi publik, dan memberikan informasi yang efektif, efisien dan transparan. “Kami siap melaksanakan rekomendasi – rekomendasi dari KI Provinsi Jawa Tengah demi kemajuan Kabupaten Pekalongan,” ujar Anis. (dian’s)
Kamis, 4 November 2021
Mewakili Bupati Fadia Arafiq, Pj Sekda Budi Santoso mengatakan bahwa Bupati Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada jajaran desa/kelurahan yang telah cepat, tepat didalam kerangka pelunasan PBB nya sekaligus selamat untuk para pemenang lomba.
Dikatakan Pj Sekda, Bupati Fadia juga menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pelunasan PBB di lingkungan Kabupaten Pekalongan. Diantaranya tentang kemungkinan penambahan klasifikasi untuk lomba termsuk yang diatas 100 Juta. Selain itu penghargaan bagi para Camat yang bisa mendorong desanya melunasi PBB dengan cepat. Budi Santoso juga berharap Bank Jateng cabang Kajen ikut andil memberikan hadiah pada lomba ini.
“Bapak/Ibu maturnuwun, upaya yang telah dilaksanakan ini menjadikan kabupaten Pekalongan dari sisi pendapatan daerah semakin meningkat walaupun di 2 (dua) tahun terakhir ini kita mengalami pandemi sehingga terkontraksi ekonomi masyarakat kita. Maka ada warga yang sampai sekarang masih nunggak PBB nya sehingga perlu dorongan bagi para penunggak, menjadi catatan kita semua khususnya lurah/Camat bisa mendorong mereka,”papar Budi.
Dalam kesempatan itu disampaikan pula bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan yang signifikan sehingga kemampuan anggaran di Kabupaten Pekalongan untuk membangun dari sisi fisik khususnya infrastruktur juga menagalami kendala. “Inilah konsep optimalisasi pajak dan retribusi yang terus kita tingkatkan. Fungsi dari sumber daya manusia (SDM) penarik pajak menjadi kunci utama keberhasilan dari penarikan optimalisasi pajak ini. Disamping SDM para penarik tentu para pimpinannya di tingkat desa/kelurahan maupun kecamatan. Sehingga lurah/camat menjadi motor penggerak SDM penarik retribusi. Selain itu adalah sistem yang dibangun, semisal dengan model e-banking. Disamping sistemnya, tentu juga sarana prasarana yang lainnya,” ujarnya
Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan dan Penagihan BPKD, Maria Goretti Krisnurendah dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan penyerahan hadiah lomba cepat tepat pelunasan PBB tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2021 adalah untuk memberikan motivasi kepada petugas pemungut PBB tingkat desa/kelurahan , juga meningkatkanPendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi yaitu pemungutan PBB.
Peserta lomba adalah desa /Keluarahan se-Kabupaten Pekalongan, adapun waktu pelaksanaan lomba dari 26 April – 30 September 2021.
Adapun Kategori Baku PBB s/d 10 Juta, Juara I diraih desa Wonosido Lebakbarang, Juara 2 desa Depok Lebakbarang dan juara 3 Desa Mulyorejo Tirto. Untuk juara harapan I diraih desa Pecakaran Wonokerto.
Kategori Baku PBB diatas 10 Juta s/d 20 Juta, juara I diraih desa Songgodadi Petungkriyono, juara 2 desa Brengkolang Kajen, juara 3 desa Mendolo Lebakbarang. Juara harapan I diraih desa Gumelem Petungkriyono, juara harapan 2 desa Sampih Wonopringgo, juara harapan 3 desa Kutorembet Lebakbarang.
Sementara untuk kategori diatas 20 Juta s/d 30 juta, juara I diraih desa Kutorojo Kajen, juara 2 desa Mejasem Siwalan, juara 3 desa Jetaklengkong Wonopringgo. Juara harapan I desa Kemasan Bojong, juara harapan 2 desa Kaliombo Paninggaran, juara harapan 3 desa Bodas Kandangserang.
Kategori diatas 30 Juta s/d 50 Juta diraih juara I desa Simego Petungkriyono, juara 2 desa Lebakbarang, juara 3 desa Sidomulyo Lebakbarang. Juara harapan I desa Proto Kedungwuni, juara harapan 2 Salakbrojo Kedungwuni, juara harapan 3 Babalan kidul Bojong.
Kategori Baku PBB diatas 50 Juta s/d 100 juta, juara I diraih desa Kempong Wiradesa, juara 2 desa Blimbingwuluh Siwalan, juara 3 desa Ponolawen Kesesi. Juara harapan I desa Legokclile Bojong, juara harapan 2 desa Bulakpelem Sragi, dan juara harapan 3 desa Sidosari Kesesi. (Ar-Kominfo)
Kamis, 4 November 2021
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengungkapkan bahwa tujuan utama diadakanya penganggaran untuk bantuan tersebut adalah memotivasi para pelaku perikanan dalam meningkatkan produksi nilai perikanan, baik penangkapan, budidaya dan pengolahan hasil perikanan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu Fadia berharap bantuan yang telah diberikan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga penghasilan nelayan dan pelaku usaha kelautan bisa maksimal.‘’Bantuan yang sudah kita berikan hari ini mungkin belum semua, tetapi saya yakin ini sudah maksimal. Dan saya berharap ini bantuannya tidak boleh diperjual belikan, melainkan dimanfaatkan dan dipergunakan dengan baik, sehingga hasilnya pun bisa maksimal,’’ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arfiq.
Selain itu, Fadia juga menyampaikan bahwa untuk memaksimalkan fungsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jambean, pihaknya telah menganggarkan berbagai program pembangunan jalan menuju TPI Jambean supaya konsumen bisa dipermudah untuk melakukan transaksi jual beli. Karena Ia meyakini, apabila support pemkab sudah maksimal untuk pembangunan infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi masyarakat di daerah pesisir, maka nilai ekonomi di Kabupaten Pekalongan pun akan ikut naik. ‘’ Hal itu karena memang kondisinya sangat memprihatinkan menurut saya. Yang sudah kita lakukan yaitu pembangunan jalan arah ke TPI Jambean ini sudah dianggarkan sebesar 600 juta dan sekarang sedang dilaksanakan,’’
‘’Selain itu, Jalan Wonokerto ke perumahan nelayan telah kita anggarkan untuk pembangunan sebesar 2,3 milyar. Dan di nanti tahun 2022 saya usahakan jalan menuju ke TPI Jambean Wonokerto ini bisa dianggarkan 7 Milyar,’’ jelasnya. Sementara itu, dalam acara tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan menuturkan dalam sambutannya, bahwa program bantuan bagi para nelayan dan pelaku usaha hasil laut dari Pemkab Pekalongan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2021. Yang langsung ditujukan untuk peningkatan hasil tangkap nelayan. ‘’Sumber anggaran dari APBD Tahun Anggaran 2021 dan Hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Yang kami tujukan kepada peserta yang kami diundang sebanyak 98 orang terdiri dari nelayan 84 orang, pembudidaya 10 orang , pengolah dan pemasar 4 orang,’’ tuturnya. Dan Sirhan berharap, program semacam ini akan terus bisa pihaknya anggarkan di tahun-tahun berikutnya, untuk membantu nelayan dan pelaku usaha kelautan.
Selain itu, mewakili para penerima bantuan, Ketua TPI Jambean Rajan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan kepada para nelayan. Dan Ia berharap, para nelayan, pembudidaya ikan dan pelaku usaha hasil laut bisa lebih diperhatikan lagi kedepannya. ‘’Saya ucapkan terimakasih sebanyak kepada Ibu Bupati yang telah datang kesini untuk memberikan bantuan kepada kami, ditengah situasi pandemic yang menyulitkan kami ini,’’ ujarnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 3 November 2021
“Rasululloh itu seperti Al Qur’an berjalan. Mudah-mudahan kita semua bisa mengikuti semua ajaran Rosululloh, mengikuti segala tingkah lakunya, lalu kita terapkan dalam diri kita. Semoga dengan peringatan Maulid ini keimanan, rasa cinta kepada Rasul bertambah, dan akhlak kita semakin baik. ”ucap Bupati Fadia mengawali sambutannya.
Dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi ini Bupati juga menyampaikan pentingnya vaksin. “Level di kabupaten Pekalongan, indikatornya adalah vaksin. Kenapa Kabupaten Pekalongan kemarin sudah level 2 tapi sekarang naik ke level 3? Itu ternyata karena jumlah masyarakat yang divaksin masih sedikit,” terangnya.
Oleh karenanya, Fadia meminta warga agar segara melakukan vaksin. Karena menurutnya vaksin adalah ikhtiar maksimal menuju kehidupan normal. Terlebih jenis vaksin yang ada di Kabupaten Pekalongan termasuk vaksin yang bagus. “Vaksin yang ada ini yang paling bagus. Itu saya jamin, “ tegasnya
Ditambahkan, sebelumnya Kabupaten Pekalongan setiap minggunya hanya dapat 7 ribu vaksin, namun sekarang 185 ribu vaksin. Untuk itu Fadia berharap seluruh warga kabupaten Pekalongan memanfaatkannya dengan baik. “ Jadi kalau ibu/bapak tidak memanfaatkan dengan baik, rugi. Karena sesuai Peraturan Pemerintah,orang yang belum divaksin, jaminan kesehatan maupun sosial, tidak dapat dipergunakan. Dan anak usia 12 tahun ke atas belum divaksin tidak boleh ikut ujian sekolah. Jadi segera vaksin kalau mau kehidupan segera normal,” tandasnya.
Dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi tersebut sekaligus dilakukan penyerahan santunan terhadap anak yatim oleh Bupati Pekalongan dan suami. (Ar-Kominfo)
Rabu, 3 November 2021
KAJEN – Di masa persidangan kedua tahun 2021, Komisi VIII DPR RI lakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pekalongan. Kunjungan tersebut dilaksankan pada hari ini, Rabu (3/11/2021). Yang telah diterima Bupati Pekalongsn di Aula Setda Kabupaten Pekalongan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Sadzily menyampaikan bahwa Ia bersama rombongan datang ke Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk silaturahmi juga yang spesifik yaitu melaksanakan pengawasan pelaksanaan program perlindungan social di Kabupaten Pekalongan berjalan dengan baik. ‘’Sengaja kami melakukan kunjungan ke Kabupaten Pekalongan ini lebih spesifik adalah untuk memastikan berbagai program kementrian social yang diberikan ke Kabupaten Pekalongan ini betul-betul bisa terealisasi dengan sebaik-baiknya,’’ ungkap Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI.
Karena menurut Ace Sadzily, pihaknya telah mendengar kabar bahwa banyak terjadi masalah di daerah lain terkait mekanisme bantuan perlindungan sosia tersebut.Untuk itu, Ia berharap di Kabupaten Tidak terjadi kendala, dan masyarakat yang membutuhkan bisa benar-benar mendapatkan bantuan. ‘’Kita tahu bahwa kementrian social ini banyak sekali programnya yang langsung berkaitan dengan masyarakat. Misalnya PKH, kami di komisi VIII telah menyetujui anggaran yang cukup besar hampir 30 Triliun anggaran untuk PKH,’’ ungkapnya. Ace Sadzuly menyampaikan, permasalahan bantuan perlindungan social yang terjadi di daerah lain itu berupa bantuan yang tidak tepat sasaran. Hal tersebut disebabkan karena system data kependudukan atau system data terpadu kesejahteraan social yang dijadikan dasar untuk mendistribusikan bantuan tersebut masih ditemukan banyak masalah. Sehingga permaslahan bantuan yang tidak tepat sasaran tersebut terjadi.
Untuk itu, Ace Sadzuly berharap partisipasi aktif dari pemerintah daerah untuk dapat melakukan pemutakhiran data terutama pemutakhiran data dari penerima bantuan bantuan social itu. Sehingga Data Terpadu Kesejahteraan Sosial bisa betul-betul terupdate dan termutakhirkan. ‘’Karena apabila bantuan tersebut salah sasaran, itu akan menimbulkan masalah yang harus kita tanggulangi. Untuk itu saya disini juga memastikan permasalahan tersebut tidak terjadi di Kabupaten Pekalongan,’’ pungkasnya. Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, menyampaikan bahwa permasalahan bantuan perlindungan social yang tidak tepat sasaran di Kabupten Pekalongan tengah Ia tangani dengan program terobosan yang cukup ekstrem. Dimana pihaknya telah melakukan instruksi untuk Labelisasi Rumah Warga Penerima Program Bantuan Sosial dari Kemensos yang telah berjalan dengan lancar.
Menurut Fadia, intruksi untuk melabelisasi rumah warga yang menerima bantuan tersebut, bertujuan supaya masayrakat bisa sadar tentang siapa saja yang berhak mendapat bantuan. Sehingga masyarakat yang dianggap cukup mampu bisa mengundurkan diri dari program perlindungan social tersebut, dan bisa diganti dengan warga lain yang lebih berhak mendapatkan bantuan. ‘’Dari program labelisasi tersebut, di Kabupaten Pekalongan ada lebih dari 4000 an orang yang mengundurkan diri sebagai penerima PKH. Itu artinya program ini bisa dibilang cukup berhasil sebagai terobosan untuk meminimalisir salah sasaran pada program PKH,’’ jelasnya. Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga menyampaikan bahwa dengan jumlah warga di Kabupaten Pekalongan yang hapir tembus 1 juta orang. Dan banyak warga yang mengalami keterpurukan akibat pandemic Covid-19. Ia berharap Komisi VIII DPR RI bisa membantu Pemkab Pekalongan dalam rangka membantu masyarakat yang butuh diperhatikan dimasa sulit seperti saat ini.
‘’Tetapi juga pada situasi seperti ini, saya laporkan banyak sekali masyarakat kita yang harus diperhatikan. Orang yang tidak mampu yang belum dapat bantuan, karena masih banyak yang belum dapat. Sedangkan kami Pemkab Pekalongan apabila harus mengcover semua dengan situasi keuangan saat ini, akan sangat sulit buat kami. Jadi mohon sekali bantuannya,’’ katanya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 3 November 2021
“ Saya mengucapkan selamat atas dikukuhkannya pengurus Dekranasda kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021 -2026. Bukan hanya dikukuhkan secara seremonial saja, tapi semua harus berjalan sesuai fungsinya karena Dekranasda ini, kalau berjalan dengan baik, ekonomi kabupaten Pekalongan akan berjalan dengan baik. Karena UMKM ini dibawah Dekranasda,” tutur Fadia
Fadia berharap eksistensi Dekranasda melaui media sosial bisa mendongkrak UMKM bangkit kembali. Dan ia menegaskan dirinya akan mensupport dan mendukung penuh program Dekranasda yang berencana mengadakan pameran produk UMKM di luar kota. Menurutnya, kegiatan pameran ini dimasukkan dalam anggaran tahun 2022 mendatang.
Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Hj Atikah Ganjar Pranowo melalui Sekretaris Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Eko Partono juga menyampaikan ucapan selamat atas dikukuhkannya pengurus Dekranasda kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021-2026. Atikoh berharap kepengurusan yang baru bisa lebih meningkatkan performa dan semangat Dekranasda kabupaten Pekalongan dalam mengembangkan potensi daerah khususnya kerajinan kabupaten Pekalongan agar siap bersaing di kancah Jawa tengah ,nasional maupun global.
Atikah mengatakan saat ini hampir semua orang memanfaatkan medsos termasuk Gubernur Ganjar punya yang namanya ‘Lapak Ganjar’ dan ini bisa dimanfaatkan para pelaku UMKM untuk bisa masuk dalam’ Lapak Ganjar’ ini.“ Mudah-mudahan melalui upaya-upaya yang luar biasa terjadi transaksi yang kontinyu bagi UMKM kita dan jangkauan pasarnyapun semakin luas. Dengan demikian UMKM bisa kembali bangkit berjalan berlari dan melaju kencang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mensejahterakan masyarakat, “pungkas Atikah.
Sementara itu Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtaruddin Ashraff Abu memaparkan pihaknya akan berupaya membawa UMKM lokal ke kancah lebih luas yaitu sampai tingkat nasional bahkan go internasional. Salah satu program Dekranasda di waktu dekat ini, kata Ashraff, akan secepatnya mengadakan pameran di luar kota.
Terkait peningkatan kualitas produk UMKM, Ashraff menyampaikan pihaknya telah meninjau langsung aktifitas para pelaku UMKM.
“ Kita sudah mendatangi banyak UMKM untuk memastikan cara kerja mereka dan kita beri masukan-masukan dan kita akan bantu support dalam memperbaiki kualitas produk-produk mereka, contohnya ada produk UMKM keripik, kita bantu bagaimana kemasannya, lalu cara promosi dan pemasarannya,’ terang Ashraff
Tampak hadir pada Pengukuhan pengurus Dekranasda Kabupaten Pekalongan masa bhakti 2021 – 2026, antara lain Sekretaris Dekranasda Provinsi Jawa Tengah Eko Partono, Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.Si , Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan, para kepala OPD yang hadir, para pimpinan BUMD, pimpinan Bank Jateng, Direktur PDAM, wakil dari BKK Kabupaten Pekalongan, segenap pengurus Dekranasda Kabupaten Pekalongan serta para pelaku UMKM dan tamu undangan lainnya. (Ar-Kominfo)
Selasa, 2 November 2021
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj. Hindun, MH, mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi upaya pemkab dan Forkopimda dalam rangka mengupayakan kesiapsiagaan apabila terjadi bencana di Kabupaten Pekalongan. "Hari ini saya sangat berterimakasih kepada Pak Kapolres, Pemkab Pekalongan, juga Forkopimda. Karena dengan adanya apel semacam ini saya yakin persiapan yang dilakukan dalam rangka menanggulangi bencana kalau itu terjadi ini kita sudah bersiap dari awal. Sehingga apabila nanti terjadi bencana kita benar-benar sudah bersiap," ungkap Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan bahwa dalam rangka kesiapsiagaan bencana tersebut, pihaknya akan menerjunkan 205 personil. Yang akan ditugaskan untuk bergabung bersama tim kesiapsiagaan bencana Kabupaten Pekalongan. "Selain itu dibantu juga dari BPBD Kabupaten Pekalongan dan para relawan yang tergabung dalam tim Penanganan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Pekalongan. Dimana mereka akan standby 24 jam seperti biasanya. Dari unsur TNI, Polri, relawan. Jadi kita akan bekerja dengan maksimal," tuturnya.
Selain itu, dalam kessmpatan tersebut PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa juga menuturkan bahwa peralatan untuk penanganan mungkin perlu ditingkatkan lagi dan diupayakan untuk diadakan pengadaan peralatan untuk kesiapsiagaan bencana alam di Kabupaten Pekalongan. "Peralatan Early Warning System perlu dilakukan pengadaan di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 2 November 2021