KAJEN – Imbas dari adanya pandemic Covid-19 yang menghantam perekonomian di Kabupaten Pekalongan, UMKM Center mengalami kelesuan. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya kios-kios yang tutup dan pedagang yang gulung tikar.
Dengan situasi yang demikian, Pemkab Pekalongan bersama Dekranasda Kabupaten Pekalongan tengah berusaha untuk menyusun cara-cara supaya UMKM Center yang menjadi pusat wisata kuliner di Kabupaten Pekalongan bisa hidup kembali seperti sedia kala.
Dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., saat melakukan kunjungan di UMKM Center pada siang ini, Senin (11/10/2021), bahwa Ia sangat prihatin melihat kondisi UMKM Center yang saat ini sepi. Untuk itu pihaknya akan melakukan berbagai upaya supaya UMKM Center bisa ramai kembali.
‘’Hari ini kita lakukan kunjungan ke UMKM Center, dengan membawa turut serta para OPD terkait dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan. Hal ini bertujuan untuk mengecek mengapa UMKM Center di Kabupaten Pekalongan ini kurang berjalan dengan maksimal,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia melanjutkan, untuk planning terdekat saat ini, pihaknya akan melakukan beberapa perbaikan gedung dan penambahan panggung hiburan di halaman UMKM Center untuk menarik pengunjung. ‘’ Penambahan papan nama di depan gedung UMKM, pembuatan panggung hiburan, supaya ada sedikit hiburan disini. Dan kalau kita sudah level Covid-19 nya menurun maka hiburannya bisa kita jalankan,’’ jelasnya.
Selain itu, untuk rencana jangka panjangnya, Fadia menjelaskan bahwa pihaknya akan menyusun pola-pola aturan dan peninjauan peraturan untuk dapat menggaet investor supaya bisa masuk ke UMKM Center. Sehingga dengan hal tersbut diharapkan kedepnnya UMKM Center akan bisa berkembang pesat dan menjadi primadona wisata kuliner di Kabupaten Pekalongan.
‘’Kedepan kita juga akan mencoba mengaet investor supaya UMKM Center ini lebih berkembang. Dan saat ini kami sedang melihat dari segi aturannya untuk berjalan ke arah sana. Supaya investor bisa masuk ke sini,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 12 Oktober 2021
KAJEN - RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, mendapatkan anugrah dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Tahun 2021. RSUD Kraton mendapat penghargaan dengan kategori Optimisasi Keselamatan Radiasi Pada Pasien Radiologi. Penganugerahan tingkat nasional ini diberikan kepada Heriyani, ST Msi. selaku Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) untuk sub kategori Inovasi Implementasi Optimisasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi.
KAJEN – Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan Tim Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kota Cimahi di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, kamis (7/10/2021).
Asisten Pemerintahan dan Kesra kabupaten Pekalongan, Totok Budi Mulyanto, S.E. dalam sambutannya mengatakan selamat datang kepada Bapak/ Ibu Tim Penerapan SPM dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kota Cimahi di Pemerintahan Daerah Kabupaten Pekalongan atas kehadirannya.” Semoga pertemuan kita hari ini dapat membawa manfaat bagi pribadi dan Pemerintahan kita pada umumnya.” Katanya.
KAJEN - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan Mukhtharuddin Ashraff Abu bersama tim Dekranasda meninjau beberapa tempat UMKM di wilayah Kabupaten Pekalongan. Rombongan tim Dekranasda memulai tinjauannya ke Batik Putra Arjuna Warulor Kecamatan Wiradesa, lalu ke Perajin Batik Sakura Desa Tosaran Kecamatan Kedungwuni, Perajin / ATBM Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran dan terakhir ke Alvin Hanger Desa Kertijayan Kecamatan Buaran.
KAJEN – Menyikapi jumlah anak yatim yang terdampak pandemi Covid-19 cukup banyak karena ditinggal orangtuanya. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggandeng sejumlah pihak seperti Baznas Provinsi Jawa Tengah, Baznas Kabupaten Pekalongan dan Bank Jateng untuk ikut andil dalam membantu anak yatim/piatu/yatim piatu melanjutkan pendidikan.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menghadiri acara pengukuhan pengurus paguyuban Kepala Desa/Lurah Bahurekso Kabupaten Pekalongan periode 2021-2025 yang dilangsungkan di Pendopo Kajen, Rabu (06/10) siang. Tampak hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH, Ketua DPRD Hj Hindun.,MH, Ketua Dekranasda Ashraff, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, perwakilan kejaksaan, perwakilan Dandim, kepala Dinas PMD P3A PPKB Subagyo, para camat yang hadir dan para pengurus Bahurekso 2021-2025.
KAJEN - Kegiatan seremonial Bedahan Pintu Bendung Gembiro Kesesi tahun ini ditiadakan. Pembertahuan tidak dilaksanakannya kegiatan Bedahan Pintu Bendung Gembiro tersebut tertera dalam surat resmi yang dikeluarkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pekalongan Nomor 611/1247 pada tanggal 4 Oktober 2021.
Disampaikan Direktur RSUD Kraton, dr Eko Wigiantoro MKes. Acara yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kamis (7/10/2021) kemaren ini, mengusung tema Integrasi Sistem Informasi Perizinan dan Inspeksi berbasis Risiko pada Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Era Pandemi Covid-19.
"Jurnal lomba yang kami ajukan dengan judul Implementasi Proteksi Radiasi di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan,” terang Direktur RSUD Kraton.
Pengahargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Nuklir Bapeten Prof Dr Jazi Eko Istiyanto MSc IPU Asean Eng, Sesuai UU No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.
Prof Dr Jazi Eko Istyanto MSc IPU Asean Eng. mengatakan kegiatan Anugerah Bapeten ini adalah lomba meskipun peserta tidak saling bersaing.
Total penerima Anugerah Bapeten pada penyelenggaran ke-7 Tahun 2021 ini sebanyak 346 Instansi dan/atau perorangan. Anugerah Bapeten 2021 diberikan kepada 180 instansi medik, 105 instansi penelitian dan industri untuk pemegang izin bidang Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif; 46 instansi dan 5 (lima) orang untuk kategori Optimisasi Keselamatan Radiasi Pada Pasien Radiologi; 3 (tiga) Laboratorium dosimmetri; 3 (tiga) orang Petugas Proteksi Radiasi (PPR); dan 4 (empat) provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten.
“Masing-masing pemegang ijin itu akan menunjukkan bahwa mereka patuh dengan aturan nuklir sehingga keselamatan dan keamanan nuklir lebih terjamin,” ungkap Prof Jazi Eko Istyanto.
Dengan adanya Anugerah Bapeten, kata Prof Jazi Eko Istyanto, maka budaya keselamatan akan terbentuk. “Mungkin suatu ketika semuanya memenuhi syarat, proses inspeksi yang dilakukan bentuknya akan berbeda,” imbuhnya.
Dia bersyukur bahwa saat ini di Bapeten fasilitas teknologi informasinya sudah sangat bagus, dan setiap saat akan terus di-update. Menurutnya, dengan adanya sarana teknologi informasi yang bagus itu memudahkan penilaian dan memudahkan pelaporan dari pemegang ijin, sehingga mereka bisa bergerak lebih cepat dan ada penghematan
“Karena bagi orang bisnis ini yang penting adalah penghematan biaya, kalau beban biayanya besarmaka ditimpakan ke konsumen juga akan besar. Ini usaha kami untuk mengurangi biaya-biaya itu di masa pandemi, juga bermanfaat, karena inspeksi tidak perlu datang. Terutama di daerah luar jawa yang sulit dijangkau transportasi,” terangnya.
Dengan penghargaan yang telah diraih tersebut, Direktur RSUD Kraton dr Eko Wigiantoro MKes menyampaikan ucapan selamat kepada Heriyani ST Msi yang telah berhasil mendapatkan anugrah Bapeten 2021, pihaknya berharap anugrah tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh unit Pelayanan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.(Tim Liputan RKS FM Kajen)
Publisher : aris
Senin, 11 Oktober 2021
Berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal.
Totok juga menambahkan, bahwa diketahui bersama Standar Pelayanan Minimal merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. “ Tahapan Standar Pelayanan Minimal yang kita semua lakukan adalah Pengumpulan Data, Penghitungan kebutuhan pemenuhan pelayanan dasar, Penyusunan rencana pemenuhan pelayanan dasar dan Pelaksanaan pemenuhan pelayanan dasar.” Tambahnya.
Masih menurut Asisten pemerintahan dan Kesra, di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Pekalongan, Standar Pelayanan Minimal ini sudah melangkah pada pelaksanaan pemenuhan pelayanan dasar namun masih belum bisa optimal. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Daerah masih belum memahami penghitungan target indikator SPM, rencana pencapaian SPM dan penganggarannya juga belum tercakup dalam RPJMD Tahun 2016 – 2021. “ Untuk Kabupaten Pekalongan sendiri pada akhirnya berupaya menyelesaikan dasar pelaksanaan Penerapan SPM tersebut dengan selesainya Penyusunan Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Daerah Standar Pelayanan Minimal di kabupaten Pekalongan Tahun 2021 – 2025.” Katanya.
Totok berharap dalam kunjungan tersebut RAD SPM ini bisa meningkatkan ketercapaian indikator SPM Kabupaten Pekalongan, serta memberikan pedoman bagi para stakeholder terkait dalam pencapaian SPM tersebut, “Tugas besar kami agar RAD tersebut dapat diintegrasikan pada dokumen perencanaan dan mampu diimplementasikan, diterapkan dan dicapai oleh Pemerintah kabupaten Pekalongan.” Harapnya.
Acara tersebut dihadiri Tim Penerapan SPM dari Kabupaten Karawang, Tim Penerapan SPM dari Kabupaten Tasikmalaya, Tim Penerapan SPM dari Kota Tasikmalaya, Tim Penerapan SPM dari Kota Cimahi. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten Pekalongan pengampu SPM (Dindikbud, Dinkes, Dinsos, Satpol PP dan Damkar dan Dinas Perkim LH), Bappeda dan Tapem. Kunjungan kerja 4 daerah lain di acara tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan acara.
Publisher : aris
Minggu, 10 Oktober 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan dalam sambutannya, bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mengapresiasi perkembangan UMPP yang sangat pesat. Dan menurutnya, UMPP merupakan salah satu universitas yang menjadi motto penggerak dan penerang pembangunan taraf pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Untuk itu, atas nama Pemkab Pekalongan, Ia berharap dengan perkembangan yang cukup pesat tersebut, UMPP dapat bersinergi bersama Pemkab Pekalongan untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah yang menjadi tumpuan pendidikan di wilayah pantura.
‘’Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan selamat kepada UMPP yang sebentar lagi kita akan meresmikan gedung rektorat yang baru ini. Dan ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dan sebagai mana yang telah diketahui bersama, bahwa UMPP merupakan universitas pencetak lulusan kesehatan terbanyak di wilayah Pekalongan, Bupati Fadia juga berharap UMPP bisa menerjunkan lulusannya untuk turut andil dalam membantu program Pemkab Pekalongan yang akan segera melaksanakan kegiatan vaksinasi masal beberapa hari kedepan.
‘’Dan alhamdulilah kemarin saya meminta langsung kepada Pak Menteri Kesehatan RI dan dikawal langsung oleh DPR RI sehingga per tadi malam kita diberikan vaksin dari pusat dengan jumlah hampir 190 ribu untuk Kabupaten Pekalongan,’’
‘’Ini artinya kita sangat memerlukan sinergitas dari UMPP ini, agar lulusannya bisa membantu kegiatan vaksin masal yang akan segera kita gerakan kembali di Kabupaten Pekalongan ini.
Sehingga dengan hal tersebut diharapkan levelnya bisa turun kembali,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia juga mengatakan bahwa dengan diresmikannya gedung baru rektorat UMPP ini, diharapkan kedepannya UMPP akan semakin baik lagi dan bisa menjadi universitas percontohan.
‘’Saya dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mendukung sekali dan ikut andil untuk membesarkan UMPP supaya lebih maju lagi,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 10 Oktober 2021
Ketua Dekranasda Ashraff mengatakan bahwa di tengah situasi pandemi saat ini, para pelaku usaha mikro di kabupaten Pekalongan masih bisa berjalan meski tak dipungkiri mengalami beberapa kendala.
“Hari ini saya dan tim Dekranasda keliling dari tempat ke tempat untuk pelaku-pelaku UMKM dan kita melihat kegiatan mereka . Ternyata Alhamdulilah mereka masih berjalan. Mungkin ada beberapa kendala karena pandemi dan tujuan kita keliling ini adalah akan mensupport apa yang kita bisa, “ tutur Ashraff usai berkunjung di Alvin Hanger, Kamis (07/10/2021) siang.
Dijelaskan, Dekranasda kabupaten Pekalongan akan mengambil langkah strategi untuk pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM. Salah satu strategi tersebut adalah dengan mengaktifkan kembali gedung UMKM Senter yang berlokasi di Madukaran Kecamatan Kedungwuni yang selama ini terlihat kurang difungsikan dengan baik.
“Di kabupaten Pekalongan kita punya UMKM Senter yang selama ini kelihatannya tidak difungsikan dengan baik dan akhirnya banyak yang terbengkalai. Mungkin salah satu strategi saya, saya mau mengaktifkan UMKM Senter , diantaranya mungkin nama UMKM Senter yang tadinya di dalam sehingga orang tidak tahu itu gedung apa, saya taruh diluar agar orang tahu, “ paparnya
Selanjutnya disampaikan pula pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas dinas terkait untuk memperbaiki / merenovasi gedung UMKM tersebut supaya para pelaku UMKM mendapat tempat / ruang untuk mendisplay dan menjual produk mereka.
Selain itu, para pelaku usaha mikro juga akan dibantu dari segi permodalan. Menurut Asraff, pihaknya telah merencanakan kerjasama dengan salah satu Bank yang telah siap mensupport Dekranasda untuk memberikan pinjaman tanpa agunan bagi para pelaku UMKM.
“ Kita sedang intens supaya para pelaku usaha khususnya mikro, bisa terbantu karena kita semua tahu masalah utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah permodalan,” terangnya.
Sementara untuk kisaran plafon kredit yang diberikan, menurutnya besarannya relatif. Diperkirakan plafon kreditnya mulai Rp.1 – 5 juta, Rp.5 – 10 Juta dan Rp.10 – 50 Juta. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 9 Oktober 2021
Sabtu, 9 Oktober 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.M.M., mengatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk bisa mensupport anak-anak yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Pekalongan semaksimal mungkin. Karena menurutnya, musibah yang dialami anak-anak ini sangatlah berat. Sehingga pemerintah dan pihak terkait harus hadir ditengah-tengah mereka untuk memberikan dukungan.
‘’Jadi saya minta juga kepada anak-anaku semuanya yang disini. Walaupun tidak semua, karena ini batasan umurnya 4 sampai 14 tahun yang disini. Saya minta anak-anak untuk tetap semangat. Semangat belajar, tidak usah takut karena ada kami disini yang akan selalu disamping kalian,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat memeberikan sambutannya dalam acara Penyerahan Bantuan bagi anak yatim/piatu/yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena Covid-19, pada pagi ini, Kamis (7/10/2021), yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.
Dikatakan Fadia bahwa jumlah total anak-anak yang ditinggal orangtuanya, di Kabupaten Pekalongan untuk rentang usia 4 – 18 tahun sejumlah 237 anak. Dan yang hadir dalam acara kali ini ada 85 anak untuk rentang usia 4-14 tahun untuk menerima bantuan.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut atas nama Pemkab Pekalongan Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak dari Baznas Provinsi Jawa Tengah, Baznas Kabupaten Pekalongan dan Bank Jateng yang pada hari ini telah ikut membantu memberikan santunan bagi anak-anak yang terdampak Covid-19. Juga atas kesanggupan Baznas Provinsi Jawa Tengah khusunya, yang telah menyatakan siap untuk mensupport pendidikan anak-anak tersebut.
‘’Saya sangat apresiasi sekali kepada Baznas Provinsi Jawa Tengah yang sampai pendidikan anak-anak kedepannya juga sudah dipikirkan. Jadi ini Bazsnas memang luar biasa, dan tidak usah diragukan lagi,’’ pungkasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Tiga Baznas Provinsi Jawa Tengah Drs. H.M. Zain Yusuf, MM., mengatakan dalam sambutannya pada acara Penyerahan Bantuan Bagi Anak Yatim/piatu/yatim piatu tersebut, bahwa Baznas Provinsi Jawa Tengah siap untuk mendukung anak-anak terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan untuk terus melanjutkan pendidikan sampai lulus.
Karena menurutnya, saat ini saja pihaknya telah menangani 3.474 anak di Provinsi Jawa Tengah yang memang terdampak Covid-19. Jadi, sudah tidak perlu diragukan lagi bahwa Baznas Provinsi Jawa Tengah akan benar-benar mendukung anak-anak di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Disamping kami memberikan santunan, kedepannya pogram Baznas Provinsi Jawa Tengah akan juga mensupport anak yatim/piatu dan yatim piatu untuk bisa sekolah sampai lulus. Karena kami sudah berkoordinasi dengan pondok-pondok pesantren yang mempunyai pendidikan formal, yayasan yang punya pendidikan formal. Maka anak-anak itu akan kami titipkan sekolah di pondok pesantren dan yayasan yang membiayai adalah Baznas Provinsi Jawa Tengah,’’
‘’Jadi dari lulus SD, sampai ke SMA. Dan kalau memang nanti akan masuk ke perguruan tinggi kami Baznas Provinsi Jawa Tengah pun siap membantu dan memang ada beasiswa untuk S1 bahkan S3,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 8 Oktober 2021
Bupati Fadia Arafiq dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terpilihnya para pengurus periode 2021 -2025 dan berharap para pengurus yang terpilih dan dikukuhkan dapat bekerja maksimal sesuai fungsinya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati menyampaikan beberapa poin, diantaranya posisi Kabupaten Pekalongan yang saat ini berada di level 3 untuk kasus covid. Menurutnya, hal ini salah satunya disebabkan sebagian warga yang belum divaksin. “ Saya yakin bapak/ibu kepala desa sudah maksimal, termasuk bupati/wakil, dandim, kapolres, DPRD sudah bekerjasama membuat covid di kabupaten Pekalongan turun. Tapi ternyata indikasi penghitungan kita masuk di level 3 itu karena kita masih banyak yang belum divaksin. Jadi saya minta bapak/ibu kepala desa/lurah agar sama sama, khususnya mengajak yang sepuh untuk mau divaksin,” ujar Fadia.
Dijelaskan, vaksinasi merupakan ihktiar maksimal untuk menghindari covid. “ Ikhtiar maksimal yang kita lakukan adalah vaksin. Tapi kalau vaksin kita ngga mau, ini susah. Begitu level naik, kita semua ikut susah. Kita seluruh jajaran pemerintahan kabupaten Pekalongan khususnya bapak/ibu kepala desa/lurah , agar yang tidak mau divaksin ini diberi edukasi/pengertian,” pintanya.
Bupati menjelaskan bahwa upaya vaksinasi yang ditempuh adalah dengan menyerbu di tiap kecamatan. Contohnya di Kecamatan Kesesi telah kita serbu sampai ke desa desa. Satu kecamatan itu seluruh desa kita masuki semua.,” lanjutnya.
Ditambahkan pula bahwa vaksinasi juga telah diterapkan di lingkungan sekolah bahkan sebagai syarat mengikuti ujian sekolah. Dengan demikian diharapkan seluruh warga Kabupaten Pekalongan mendapatkan vaksin semua.
Selain vaksinasi, Bupati Fadia juga menyampaikan bahwa Pilkades akan segera digelar. Untuk itu ia meminta segala sesuatunya dipersiapkan dengan baik, termasuk dalam pelaksanaannya situasinya harus kondusif jangan sampai terjadi kegaduhan dan kerumunan.
Poin lainnya yaitu tentang Bumdes yang saat ini tengah merambah di desa-desa. Bupati menegaskan bagi desa yang mempunyai potensi/keunikan tersendiri, pihaknya akan membantu mensosialisasikan agar dikenal sampai ke luar daerah. “ Nanti kita bantu sosialisasikan, desa- desa yang punya keunikan, kita promosikan supaya orang orang dari luar daerah tahu bagaimana indahnya desa-desa di Kabupaten Pekalongan,” ucapnya.
Sementara itu ketua umum Paguyuban Kepala Desa/Lurah Bahurekso terpilih, Drs Hartono Taslani ( Lurah Ponolawen) mengungkapkan Lurah/Kepala desa senantiasa akan mengabdi kepada masyarakat. “ Paguyuban Bahurekso akan bersinergi dengan Forkopimda, tokoh ulama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan semua unsur yang bisa mendukung paguyuban Bahurekso menjadi besar. Paguyuban Bahurekso akan melejit menjadi besar dengan dibantu semua unsur ,” ungkap Hartono.
Hartono juga menegaskan pihaknya akan mendukung visi misi Bupati Wakil Bupati untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 7 Oktober 2021
Dalam surat tersebut Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ir Bambang Irianto menyatakan Berdasarkan surat Kepala Badan Pengelolaan Sumber Daya Air Pemali Comal perihal pengeringan total jaringan irigasi, sesuai dengan jadwal akan dilaksanakan penutupan pintu intake pada tanggal 1 – 15 Oktober 2021. Namun dengan pertimbangan masih dalam masa pandemi, guna menghindari kerumunan masa maka pada tahun 2021 ini kegiatan seremonial Bedahan pintu Bendung Gembiro tidak akan dilaksanakan. ( Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 6 Oktober 2021