KAJEN- Bersamaan dengan kegiatan wisuda ke-52 Universitas Pekalongan (Unikal), Pemkab Pekalongan dan Unikal melakukan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) tentang Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Rektor Unikal Suryani, SH.,M.Hum, di Sahid Convention Center Kota Pekalongan, Sabtu (14/3/2020) pagi.
Bupati dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati, sambil berharap semoga ilmunya akan bermanfaat bagi masyarakat. “Unikal ini adalah universitas yang memberkahi. Hal ini bisa dilihat banyak tokoh baik nasional, regional, maupun lokal yang sudah terbukti manfaatnya untuk membangun daerah. Semua itu karena didikan dan integritas Rektor Unikal beserta jajaran,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa. Hal ini perlu dikelola dan salah satunya faktor penentu pengelolaan kelembagaan yang baik adalah sumber daya manusia. Menurutnya, salah satu pilar dari sekian sumber daya manusia yang memadai di Kabupaten Pekalongan adalah Universitas Pekalongan.
“Jadi kalau nanti ada tes CPNS adik-adik silahkan ikut untuk menjadi bagian dari kita semua untuk membangun Kabupaten Pekalongan. Ayo bersama-sama dengan kami untuk mewujudkan amanah tri dharma perguruan tinggi yaitu kita semua untuk menjadi orang yang lebih berguna dengan ilmu yang telah kita terima dari para dosen di perguruan tinggi,” terang Bupati.
Bupati Asip menyampaikan ilmu itu semakin baik dan semakin berkembang ketika kita amalkan. Sebaliknya ilmu itu akan semakin surut, semakin tidak ada artinya apabila kita hanya simpan saja. “Tidak usah berpikir ilmu yang kita miliki sedikit, itu tidak perlu. Tugas kalian sekarang adalah mengamalkan ilmu agar barokah, apalagi kalau mengamalkannya di Kabupaten masing-masing tentu akan lebih barokah dan hal itu dibutuhkan oleh saudara-saudara kita,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati menginformasikan terkait capaian pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Dijelaskan, sejak 2016 hingga tahun 2020 pembangunan yang sedang dan akan kita laksanakan ini mencapai hasil yang membanggakan. Ini semua karena dukungan penuh dari perguruan tinggi seperti Unikal.
“Capaian penurunan angka kemiskinan dari 12,98 pada tahun 2016, sekarang alhamdulillah sudah turun menjadi single digit yakni di angka 9,71. Kemudian angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada saat ini walaupun situasinya tidak menentu kita masih tumbuh di angka 5,8. Mohon maaf, angka ini lebih tinggi dibanding dengan tingkat nasional, tingkat regional Jawa Tengah dan Kota Pekalongan,” papar Bupati.
Bupati Asip memaparkan, Pemkab Pekalongan saat ini sedang mengembangkan investasi untuk mendukung penyerapan tenaga kerja. Ia menyadari bahwa banyak berdirinya perguruan tinggi dan sekolah-sekolah kejuruan di Kabupaten Pekalongan adalah tantangan untuk bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai.
“Hari ini sedang kita rancang, sudah mulai dilakukan pembangunan kawasan industri yang bisa menyerap hingga dua puluh ribu tenaga kerja. Untuk itu, mohon doa dari kita semua agar hal tersebut bisa segera terwujud. Dalam situasi seperti sekarang ini pun kehadiran industri yang sedang kita rancang agar bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Bupati Asip mengungkapkan, Kabupaten Pekalongan adalah salah satu Kabupaten yang dengan pertumbuhan UMKM sangat besar yakni sejumlah 43 ribu. Pihaknya menantang para lulusan Unikal untuk berwiraswasta. Karena, menurutnya, disamping ilmu yang sudah kita miliki, watak asli orang Pekalongan adalah berwiraswasta atau berdagang. Untuk itu, gunakan kesempatan untuk berwiraswasta.
“Kami membuka UMKM Center di Wonopringgo, kami juga membuka pelatihan-pelatihan UMKM dengan pemasaran dan lainnya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi,” tutur Bupati.
“Saya mengundang adik-adik lulusan Unikal, dengan ilmu yang sudah didapat untuk digunakan untuk menata alam Kabupaten Pekalongan yang eksotik. Kita memiliki 25 destinasi wisata baru. Ada Petungkriyono dengan berbagai wisata alamnya, ada Lemahabang Kecamatan Doro dengan Columnar Joint (Watu Bahan), ada batu yang paling besar dengan luas 2 hektar di Kandangserang yaitu Watu Ireng, dan potensi-potensi yang lain. Alhamdulillah sekarang sudah bergerak dan sudah mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Ilmu adik-adik ini sangat penting bagi pengembangan di destinasi-destinasi wisata tersebut,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN – Pemkab Pekalongan mencanangkan Gerakan Menanam Pohon “Sak Wong Selawe Uwit” di Desa Paninggaran Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/3/2020) pagi. Dengan gerakan ini diharapkan setiap warga selama hidupnya bisa menanam 25 pohon, sehingga kondisi tutupan vegetasi di Kabupaten Pekalongan kian tinggi.
Pencanangan dilakukan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi Kapolres AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Kepala Kejaksaan Negeri Mardani, SH., Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan H. Sutaji, SH.,MH., Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV DLHK Jateng Endang Sudaryati, Adm KPH Pekalongan Timur Didiet Widhy Hidayat, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM dan sejumlah Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.
Bupati Asip Kholbihi mengatakan, pencanangan gerakan pohon “Sak Wong Selawe Uwit” dalam rangka merealisasikan 12 Mandat Rakyat, yaitu menanam sejuta pohon. “Ini sudah tahun ke empat, kita canangkan gerakan menanam 25 pohon setiap orang,” katanya.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M.Si mengajak para generasi kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal itu disampaikan bupati saat membuka dan memberikan sambutan pada acara Konferensi Cabang XX IPPNU dan sekaligus Konferensi Cabang XXI IPNU Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/03/20) malam. Konferensi XX IPPNU digelar di MTs Salafiyah Wonoyoso Kecamatan Buaran dan Konfetensi XX IPNU di SMP Islam Simbangwetan Kecamatan Buaran.
.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengambil sumpah dan melantik H. Abdul Baqi, SH.,Sp.N sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) dan 18 pejabat fungsional di Aula Lantai 1 Setda, Selasa (10/3/2020).
Bupati berharap pelayanan kependudukan semakin baik dan berkualitas, termasuk menuntaskan tiga persoalan di Disdukcapil, yakni masih ada 16 ribu surat keterangan (Suket), 10 ribu warga belum melakukan perekaman e-KTP, dan masih rendahnya pelayanan akta kelahiran.
"Kita melantik yang paling pokok kepala Disdukcapil dari yang lama ke Pak Abdul Baqi. Saya harapkan segera menuntaskan persoalan yang ada di sana," ujar Bupati.
Persoalan di Dindukcapil, lanjut Bupati, pertama adalah masih ada 16 ribu "Suket jumlahnya masih sekitar 10 ribu hingga 20 ribu. Woro-woro untuk segera diganti dengan KTP. Blangko KTP hari ini aman karena masih ada sekitar 9 ribu, yang ini nanti untuk Suket tadi," ujar Bupati.
Persoalan kedua, ujar Asip, Dindukcapil masih rendah dalam pelayanan akta kelahiran. "Nanti dibuat pola bekerja sama dengan kepala desa dan camat, Puskesmas, dan bidan desa agar bayi yang baru lahir bisa mendapatkan akta kelahiran," kata dia.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dalam peresmian Masjid Jami’ Al Ula Desa Menjangan Kecamatan Bojong sekaligus khaul para Masayikh Desa Menjangan, memberikan himbauan kepada warga untuk tidak khawatir virus corona, Rabu (4/2/2020).
Bupati berharap masyarakat semua sebagai umat Islam dan merupakan warga NU tidak usah khawatir dengan musibah virus corona. “Tidak usah berlebihan ya ibu-ibu, ada resep, resepnya 2, satu dari aspek kesehatan kita harus lebih bersih lagi, yang ke dua ada petunjuk dari pengurus besar NU disamping dari pemerintah agar kita meningkatkan lagi hidup bersih. Alhamdulillah sebagai umat Islam sudah suci setiap wudhu Insya Allah akan jauh dari virus corona,” jelas Bupati.
Bupati berharap agar Masjid Jami’ Al Ula ini dijadikan sarana ibadahnya masyarakat warga menjangan, dan karena masjid ini dibangun oleh warga menjangan dengan cucuran keringat panitia, sejak awal 5 tahun yang lalu para panitia masyarakat menjangan sangat luar biasa.
Kemudian rencananya madrasah akan di geser dengan bantuan dari Pemkab melalui bapak Masbukhin selaku DPR, sehingga halaman masjid akan semakin luas dan bagus, sesuai dengan komitmen Pemkab yaitu agar lembaga pendidikan di Menjangan ini berjalan dengan baik. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi.SH.M.Si membuka Wisuda Kader Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Kabupaten Pekalongan di Gedung Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan, Rabu (4/3/2020).
Wisuda Kader Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Kabupaten Pekalongan ini juga di hadiri Perwakilan Pekka dari Kabupaten Batang dan Kompak.
Dalam sambutannya Bupati Asip menyampaikan perempuan merupakan tiang keluarga yang memiliki peran yang sangat penting untuk kualitas pendidikan buah hatinya.
Pihaknya berharap para alumnus Akademi Paradigta dapat ikut memperkuat Tata Kelola Desa, sehingga pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dapat terwujud secara cepat dan transparan.
KAJEN - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dalam paparannya di Forum Gabungan OPD Kabupaten Pekalongan bidang perindustri dan pertanian menyampaikan program kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan pembudidayaan ikan dan pengelolaan penyelenggaraan tempat pelelangan ikan (TPI).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Pekalongan, Sirhan menyampaikan bahwa kaitannya dengan pengelolaan pembudidayaan ikan salah satunya rehabilitasi Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Karanganyar karena biasanya melihat kolam yang ada disana setiap tahunnya selalu rusak.
"Rehabilitasi ini bertujuan untuk penyediaan prasarana pembudidayaan ikan dan supaya kolam-kolam itu bisa digunakan untuk pembenihan, menampung benih dan menampung indukan yang ada disana," ucap Sirhan saat diwawancara setelah acara Forum Gabungan OPD di Aula Dinperindagkop Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/3/2020).
Terkait dengan pengembangan yang lain seperti ikan siap konsumsi, Sirhan menjelaskan karena sampai saat ini belum ada payung hukumnya dan Perdanya belum direvisi sehingga tertunda untuk pengembangan ikan siap konsumsi.
KAJEN - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-107 di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 ini akan dilaksanakan di Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi pada pertengahan Maret mendatang.
Pada momentum TMMD reguler tersebut, Pemkab Pekalongan berencana akan menggelar pasar sandang murah.
“Kita tahu bersama bahwa Kecamatan Kesesi sebagai lumbung pangan, untuk itu kita akan gelar pasar sandang murah guna meringankan masyarakat,” kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH., M, Si usai mengikuti Rakornis TMMD ke-107 Tahun Anggaran 2020, dengan tema “TMMD Pengabdian Untuk Negeri”, yang digelar di aula Makodam IV/Diponegoro Semarang, Selasa (3/3/2020).
Rakornis dipimpin langsung oleh Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal TNI Mochamad Effendi. Diikuti seluruh Danrem dan Dandim se Jawa Tengah. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS dan Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar serta Kepala Dinas PMD P3A PPKB HM. Afib, S.Sos.
KAJEN - Dalam rangka mengembangkan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar di Kabupaten pekalongan, Pemkab Pekalongan melaunching “Gerakan Indonesia Menabung ( GIM ) bagi para pelajar di Kabupaten Pekalongan”. Acara ini diresmikan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi SH.M.Si, pada Selasa (03/03/2020) pagi di halaman parkir Pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen.
Bupati Asip dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Percepatan Akses Keuangan Daerah di Kabupaten Pekalongan guna meningkatkan inklusi keuangan bagi para siswa/pelajar di 84 sekolah SMP dan 35 MTs.
"Otoritas Jasa Keuangan bersama industri jasa keuangan khususnya bank umum dan BPR saat ini sedang melakukan kegiatan edukasi untuk menumbuhkan budaya menabung sejak usia dini. Kegiatan dimaksud telah direalisasikan melalui inisiasi program Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB) yang memiliki fitur bebas biaya administrasi dan setoran yang terjangkau," ujar Bupati.
Bupati Asip menyampaikan, anggaran di desa pun bisa dialokasikan untuk kegiatan penanaman pohon, terutama untuk desa di daerah atas. Pasalnya, daerah atas itu daerah aliran sungai, dan catchment area untuk daerah tangkapan air. Selain itu, kata dia, masih ada sekitar 21 ribu lahan kritis di luar kawasan hutan yang harus ditangani dengan kegiatan penghijauan.
“Yang paling penting gerakan ini bukan sekedar seremonial tapi sebuah gerakan yang diikuti oleh masyarakat dengan kesadaran hati bahwa menanam adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan sekarang kalau ingin menyelamatkan anak cucu kita,” ujar Bupati.
Kejadian banjir di wilayah Kabupaten Pekalongan, ujar Bupati, memberi pelajaran agar lebih memperhatikan daerah aliran sungai, terutama di daerah hulu. “Paninggaran ini merupakan salah satu hulu dari sungai besar di Kabupaten Pekalongan. Sehingga perlu kita jaga. Jika semua hulu sungai tanamannya rimbun, saya meyakini air akan ketangkap di atas, tidak mengalir begitu bebas ke bawah. Banjir bisa kita atasi,” terang Bupati.
Selain mengatasi banjir, dengan menanam pohon udara bisa terjaga kualitasnya dan pencemaran bisa diminimalisir. “Kalau kita bisa menanam pohon yang produktif seperti buah-buahan hasilnya bisa kita nikmati. Tidak ada ruginya ketika kita itu menanam pohon,” tandasnya.
Disebutkan, “Sak wong selawe wit” bisa dilakukan sejak dini. Di usia anak SD sudah menanam 5 pohon, usia SMP tanam 5 pohon, di usia SMA nanam 5 pohon, dan pada saat menikah menanam lagi 5 pohon. Sehingga, di saat menikah total sudah menanam 25 pohon. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan merupakan langkah mulia. Menjaga lingkungan, kata dia, juga bagian dari perintah agama, bukan sekedar melaksanakan mandat rakyat, atau surat Menteri.
Kepala Dinas Perkim dan LH Trinanto, menyampaikan, maksud kegiatan itu untuk mencanangkan gerakan menanam dan memelihara pohon “Sak wong selawe uwit” seumur hidup, bagi warga Kabupaten Pekalongan. Sedangkan tujuannya untuk mengkampayekan budaya peduli alam dan lingkungan melalui gerakan tanam dan pelihara pohon, menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa hutan merupakan paru-paru bumi yang harus ditanam, dirawat, dan dilestarikan; dan meningkatkan tutupan vegetasi dan mengkampayekan peran pohon dalam mencegah erosi, penyimpanan air tanah menjaga iklim mikro dan menjaga udara dari polusi.
“Tujuan lainnya melaksanakan konservasi lahan kritis melalui penanaman, melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengawetan mata air, konservasi air di daerah tangkapan air dengan penambahan tutupan vegetasi,” kata dia.
Ditambahkan, pada kegiatan itu dilaksanakan pembagian dan penanaman serentak 50 ribu bibit tanaman kepada kelompok tani se-Kecamatan Paninggaran, dengan jenis tanaman sengon, mahoni, bungur, randu, salam, dan tanaman produktif berupa buah-buahan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut bupati, Pemkab Pekalongan sudah dibantu oleh seluruh jajaran pengurus NU, mulai dari tingkat cabang sampai ranting. “Salah satu ciri utama dari organisasi NU adalah mengembangkan sifat toleran terdiri pada aspek kejujuran, kemudian tetap istiqomah serta memaknai makna toleransi dengan referensi yang begitu luas sehingga kita bisa diterima di seluruh golongan. Banyak persoalan kemasyarakatan yang ini bisa kita sengkuyung bareng- bareng karena kita melaksanakan bersama-sama apa yang menjadi tanggung jawab kita kepada masyarakat,“ ujar bupati.
Bupati juga menuturkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah mandat didirikannya NKRI sekaligus mandat didirikannya jam’iyyah NU. “KH Hasyim Ashari dalam sebuah risalah, beliau menyatakan bahwa tujuan utama pembentukan jam’iyyah NU adalah untuk mendampingi, untuk mengentaskan, untuk bersama-sama menyejahterakan kaum agar selamat baik dunia maupun di akhirat,” paparnya.
Oleh karena itu, kata Bupati, tugas utama generasi IPNU-IPPNU adalah memperkaya khasanah keilmuan, memperbanyak khasanah yang ini nanti akan jadi bekal ketika menjadi pemimpin di masa yang akan datang.
Pemkab Pekalongan menyambut baik adanya Konferensi IPNU XXI dan IPPNU XX Kabupaten Pekalongan. Dengan harapan, konferensi ini dijadikan wahana untuk melatih diri, berdisiplin organisasi, menghargai pendapat sesama. Kemudian menjunjung tinggi keputusan yang sudah diputuskan bersama.
“Selamat berkonferensi, mudah-mudahan nanti bisa memilih atau meneruskan ketua baru dengan prinsip mempertahankan hal lama yang sudah dicapai pada periode lama, kemudian harus mencari lagi hal baru yang lebih inovatif. Jangan lupa harus melakukan proses inovasi”, ucap bupati mengakhiri sambutannya.
Konferensi dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi X Drs. H. Bisri Romly, MM., Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslih Khudori, M.Si., Camat Buaran beserta unsur Muspika, Ketua Fatayat NU Hj. Mufasiroh, pengurus Muslimat NU Kabupaten Pekalongan dan segenap tamu undangan lainnya.(didik/ dinkominfo kab.pekalongan)
Ke depan, kata Bupati, Pemkab juga akan membuat 'warning card' atau kartu peringatan. "Kartu ini untuk memberi tanda bagi kehamilan. Misalnya jika diberi kartu warna hijau silahkan hamil lagi, kalau diberi kartu merah pasangan suami istri agar hati-hati karena biasanya ada faktor risiko tinggi kehamilan. Jika diberi kartu kuning, silahkan mau hamil lagi atau tidak tergantung dari moodnya masing-masing. Nanti akan ada 'warning card' untuk mendeteksi ibu yang baru melahirkan," ujarnya.
Persoalan ketiga adalah masih ada sekitar 10.003 warga yang belum melakukan Perekaman e KTP, atau sekitar 1,44 persen dari 697.044 wajib KTP. "Warga yang belum melakukan perekaman agar diupayakan untuk melakukan perekaman. Ini biasanya karena merantau atau boro, di kebun atau sawah, dan faktor lainnya. "Dicari kiat khusus agar seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang sudah mempunyai hak untuk memegang KTP bisa memiliki KTP. Karena sekarang KTP sangat penting. Semua bermula dari situ. Nasib kita semua ini tergantung dari KTP. Kerjasama dengan desa dan kecamatan serta sosialisasi ke sekolah-sekolahan terutama SMA dan SMK agar anak yang sudah 17 tahun bisa melakukan perekaman," jelasnya.
Ditandaskan, seluruh warga dokumen kependudukannya harus lengkap. Termasuk pemkab mendorong proses istbat nikah, yakni proses nikah yang belum tercatat atau belum mempunyai akta nikah. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Peran perempuan atau ibu-ibu itu sangat penting, Negara yang baik didukung oleh perempuan yang terdidik dengan baik, apa yang sudah diperoleh melalui pendidikan yang difasilitasi Pekka dan pemerintah daerah harus dapat diaktualisasikan di masyarakat khususnya Masyarakat Desa,” pesannya.
Bupati Asip juga mengatakan banyak dampak positif pada pembangunan keluarga dan perempuan dari hasil pendidikan di Akademi Paradigta. Di antaranya para peserta dan alumni akademi kini memiliki kemampuan dan keberanian untuk bicara.
Dengan begitu para perempuan menjadi mampu memberikan pendapat dan akhirnya lahir inisiatif-inisiatif dan prakarsa untuk menyelesaikan persoalan di desa. Ia mengungkapkan sektor pemberdayaan perempuan mempunyai bobot yang besar dalam visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Pemerintah daerah, ujarnya, sangat komit pada upaya pemberdayaan perempuan sehingga nantinya mampu berkontribusi dalam proses percepatan pembangunan Desa.
“Rumusnya kalau kita bicara tentang rumah tangga-rumah tangga, maka perempuan itu punya peranan dan pengaruh signifikan atau sebagai tiangnya. Karena itu dalam proses penguatan desa-desa, ini juga termasuk penguatan peran perempuan supaya rumah tangga-rumah tangga itu terjamin bisa berdaya. “terangnya.
Mewakili Pemerintah pihaknya berharap para alumni Akademi Paradigta dapat berperan menggerakkan masyarakat juga dapat membantu menggerakkan ekonomi rumah tangga seperti melalui usaha mikro kecil} menengah dan penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga termasuk di sektor pertanian atau pangan rumah tangga. Melalui cara tersebut dirinya meyakini rumah tangga akan menjadi lebih cepat mandiri. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kaitannya dengan pengelolaan penyelenggaraan tempat pelelangan ikan atau TPI juga ada pengembangan. Di Kabupaten Pekalongan sendiri mempunyai dua TPI yakni TPI Jambean dan TPI Wonokerto. Kondisi keduanya bisa dikatakan rusak berat karena diterjang rob selama ini. Sementara anggaran dari Pemda itu terbatas dan tiap tahunnya hanya bisa merehab sedikit-sedikit.
"Untuk tahun 2020 ini kami mengalokasikan untuk rehab TPI di dua tempat tersebut masing-masing untuk tempat pelelangan ikannya. Untuk yang lainnya mudah-mudahan di tahun 2021 Pemda bisa menyediakan anggaran untuk rehab TPI sehingga bisa diperbaiki dan memberikan pelaynan yang bagus dan baik kepada nelayan," ujarnya.
Selain itu, Sirhan juga menyampaikan bahwa hasil tangkapan ikan dari nelayan yang dilelangkan bisa dipastikan merupakan ikan yang dalam keadaan higeinis karena selalu diawasi dan di uji lab.
"Kami sudah ada anggaran untuk pengawasan setiap bulannya, kami juga membawa hasil dari tangkapan nelayan ke lab semarang dan hasilnya negatif, tidak ada indikasi seperti formalin. Petugas lelang dan TPI selalu mengamati ikan yang ada disana sehingga jika ada ikan yang dicurigai berformalin akan diambil sampelnya dan selama ini tidak ada. Ikan yang dilelang adalah ikan yang higenis dan fresh," tandasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut Bupati, nanti Pemkab akan menggandeng sejumlah pabrik tekstik dan juga pengusaha pakaian agar mau menjual barangnya dengan harga yang sudah didiskon. “Apalagi ini sebentar lagi kita akan menyambut Ramadhan dan Idul Fitri sehingga pasar sandang murah sangat pas momentumnya,” ujar Bupati.
Selain itu, kata Bupati, pasar sandang murah juga sebagai ajang meramaikan kegiatan Pemkab dangan TNI, sehingga kemanunggalan rakyat dengan TNI akan benar-benar terwujud. “Kita ingin memvariasikan TMMD dengan kegiatan lain sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga kegiatan TMMD akan dirasakan oleh warga,” jelasnya
Selain sasaran fisik, kata bupati, TMMD reguler juga akan diisi dengan kegiatan non fisik yang akan di back up penyelenggaraaanya oleh Pemkab. “Sasaran fisik akan ada pembangunan jalan dan non fisik berupa kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, kita sudah siapkan dananya yang juga nanti akan di bantu oleh Provinsi,” pungkas Asip.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Lebih lanjut Bupati mengungkapkan, dalam rangka meningkatkan kesadaran menabung dan inklusi keuangan bagi para pelajar, tanggal 20 Agustus telah ditetapkan sebagai Hari Indonesia Menabung yang kemudian diimplementasikan melalui Gerakan Indonesia Menabung, dengan Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah pilot project dan pelajar SMP/MTs/setingkat sebagai prioritas sasaran.
Yang lebih penting untuk diperhatikan, menurut bupati Asip, bahwa GIM ini menjadi tanggung jawab semua, tidak hanya kalangan perbankan, tapi juga pemerintah, kemudian bagaimana kita melakukan sosialisasi agar seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan berpartisipasi.
"Dengan launching Gerakan Indonesia Menabung bagi para pelajar di Kabupaten Pekalongan ini diharapkan dapat meningkatkan budaya menabung pada kalangan pelajar di Kabupaten Pekalongan dan juga menumbuhkan edukasi mengenai pentingnya menabung sejak usia dini," tandas Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, SH.M.Si.
Sementara itu Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto mengatakan GIM merupakan salah satu langkah strategis hasil dari survei nasional literasi keuangan. Bahwa salah satu strategi nasional yang telah ditetapkan pemerintah adalah bagaimana kita bisa mendorong kemandirian generasi muda melaui suatu gerakan nasional yang namanya GIM.
Gerakan ini dimaksudkan untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih hemat dan membudayakan menabung, khususnya bisa mengenalkan industri jasa keuangan/ perbankan sebagai sarana untuk kegiatan menabung karena salah saru masalah yang utama di masyarakat adalah tingkat konsumtif yang sangat tinggi.
"Kita coba ajarkan ke generasi muda di tingkat SMP/SMA untuk hidup hemat Di akhir tahun ini, diharapkan lebih dari 80 persen pelajar di wilayah jateng sudah memiliki rekening di tabungan” paparnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)