KAJEN – Bupati Asip Khobihi mengajak kader muda Nahdatul Ulama Kabupaten Pekalongan untuk bersinergi bersama pemerintah mewujudkan tatanan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang berakidah kuat guna menghadapi tantangan jaman yang semakin maju. Hal itu dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi saat menghadiri acara Do’a Untuk Negeri dan Pelantikan IPNU & IPPNU Pimpinan Cabang Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum Kajen, pada Minggu malam (9/8/2020).
‘’ Ayo bareng-bareng dengan pemerintah dan seluruh jajaran masyarakat untuk mewujudkan tatanan Kabupaten Pekalongan yang adil, makmur, sejahtera lahir batin,’’ katanya. Dengan jaman yang semakin maju ini, ungkap Bupati Asip, akidah adalah suatu hal yang penting untuk dimiliki masyarakat, sehingga Ia berpesan kepada para kader muda Nahdatul Ulama yang telah dilantik ini untuk bisa membantu menanamkan benih-benih akidah yang baik di tengah-tengah masyarakat. Karena tidak bisa dipungkiri, tutur bupati, apabila masyarakat sudah berakidah kuat maka kesejahteraan dan semua cita-cita yang diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan akan lebih mudah dicapai.
‘’ Mari mewujudkan masyarakat yang mempunyai cita-cita atau idealisme, masyarakat yang berbahagia, masyarakat yang akidahnya kuat yaitu akidah Islam ahli sunah wal jmaah dan sekaligus seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan terutama yang bernaung di bawah kebesaran Nahdatul Ulama menjadi masyarakat yang cerdas, masyarakat yang peduli, masyarakat yang tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi masyarakat yang berguna bagi sesama,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, dalam sambutannya ini Bupati Asip Kholbihi juga mengucapkan selamat kepada kader muda IPNU dan IPPNU Kabupaten Pekalongan yang pada kesempatan ini telah dilantik. Dan Ia berpesan, apa yang menjadi tujuan dan pedoman Nahdatul Ulama bisa dijalankan dengan baik. ‘’Saya menyampaikan selamat atas pelantikan pengurus IPPNU dan saya berharap IPPNU Kabupaten Pekalongan bisa melaksanakan dan mempedomani apa yang menjadi tujuan,’’ tutunya. (Lus-Kominfo)
Minggu, 9 Agustus 2020
KAJEN - Bertempat di Pendopo rumah dinas Bupati Pekalongan, Senin (03/08) malam, digelar acara Lepas Sambut Dandim 0710 Pekalongan dari Letkol Arfan Johan Wihananto S.IP M.,M.,S kepada Letkol Czi Hamonangan Lumbax Toruan S.IP.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M,Si atas nama seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan mengucapkan selamat jalan kepada Letkol Arfan Johan Wihananto dan mohon maaf sebesar-besarnya apabila banyak yang kurang berkenan atas kerjasama selama ini. Setelah melaksanakan tugasnya di Kabupaten Pekalongan, Letkol Arfan Johan Wihananto dikenal sebagai sosok yang sangat berprestasi, beliau sangat dikenal di kalangan masyarakat dan tidak pamrih dalam berjuang,
“Selama 16 bulan bergaul bersama beliau dan melakukan hal-hal sesuai fungsinya masing-masing, Alhamdulillah berjalan dengan baik, beliau dikenal sangat berprestasi termasuk prestasi beliau saat menjalankan penyelenggaraan TMMD sengkuyung tahap 1 tahun 2019 di tengah-tengah pandemi covid 19.” ucap Bupati.
KAJEN – Sebagai titik tolak untuk tetap melestarikan kebudayaan di tengah pandemic yang masih berlangsung, PGRI Kabupaten Pekalongan melaunching Paguyuban Seni Karawitan ‘Hijau Laras’ yang diinisiasi oleh para guru di wilayah Kecamatan Karanganyar. Secara seremonial acara pembukaan Paguyuban Hijau Laras ini dilakukan di gedung PGRI Kabupaten Pekalongan, sore ini Senin (3/8/2020) dengan dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati, Asisten 1 Setda Toto Budi Mulyanto dan Inspektur Ali Riza.
KAJEN - Pembangunan fisik di desa Kajongan Kajen dinilai bagus dan oleh pemerintah kabupaten akan diplot program pembangunan jamban di kampung tersebut. Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam rangkaian kunjungan kerja monitoring di desa Kajongan Kecamatan Kajen, Senin (03/08) pagi. Kegiatan kunjungan kerja Bupati didampingi Camat Kajen, muspika, Danramil, kapolsek dan Kades desa Kajongan.
“Di desa Kajongan dulu rumah yang layak bisa dihitung dengan jari, belum ada penerangan masih gelap dan jalannya susah,” ujar bupati. Dikatakannya kampung Kajongan didirikan sejak dulu kala sebagai pusat pengembangan Islam di Kajen. Dari aspek administrasi saat ini pembangunannya baik, dari generasi ke generasi kondisinya sudah makmur. “Saya minta tanaman padi jangan ditukar dengan sengon. Padi, menurut fiqih itu tanaman yang menjadikan kuat sehingga dizakati. Oleh karena itu panjenengan menanam padi saja. Itu Insyaalloh barokah,” pinta bupati.
Kaitannya dengan masalah musibah covid 19, Bupati mengatakan kabupaten Pekalongan mengalami peningkatan, sejak dari 11 kasus, hari ini total 51 kasus tapi yang dirawat 18. Kemudian untuk mengantisipasi, Bupati kembali mengingatkan warga untuk ikhtiar dengan cara pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak, karena selain penyakit ini belum ada vaksinnya, juga belum ada para ahli yang memprediksi kapan wabah ini akan hilang. “ Sebagai orang Islam kita terima dengan sabar,” ucapnya. (Humas Kominfo)
KAJEN - Adanya perkembangan perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan menjadikan sektor pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin maju. Hal ini dijelaskan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Hasyimim Desa Tanjung Kulon Kecamatan Kajen, Minggu (2/8).
Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mendukung program pembangunan masjid yang berdiri diatas tanah wakaf seluas 2465 meter persegi dan memiliki 2 akses utama yaitu jalan utama dan jalan antar desa. Pemkab akan memback up untuk membantu supaya pembangunan berjalan dengan baik sehingga masjid ini bisa berfungsi dengan baik, apa lagi dilengkapi dengan sarana-sarana pendukung, baik sarana pendidikan maupun sosial.
Menurut Bupati, masjid ini menjadi penting bagi masyarakat untuk melakukan keseimbangan, karena masyarakat butuh muara, sebagai pintasan jalan di depan masjid akan dilebarkan sehingga lalu lintas bisa berkembang baik.
KAJEN – Salah satu bentuk memelihara kekayaan budaya lokal sekaligus melakukan tradisi sedekah bumi, pemerintah desa Kalipancur kecamatan Bojong bersama warga masyarakat menggelar acara pertujukan wayang golek dan campur sari ‘Ngudi Laras’ pada Rabu malam (22/07) bertempat di balai desa Kalipancur dengan dalang Ki Hadi. Acara pagelaran wayang golek sekaligus sedekah bumi ini dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si didampingi Asisten I, Camat Bojong, unsur muspika, kades serta tokoh masyarakat setempat.
Momentum acara sedekah bumi menurut bupati Asip dijadikan sarana masyarakat berkumpul dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sekaligus pihaknya akan sosialisasi kaitannya dengan “urip anyar’.
“Urip anyar itu bagaimana? maskeran, sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, lalu setelah acara seperti ini sampai rumah ganti baju, untuk jaga kesehatan, ” terangnya.
Bupati kembali mengingatkan setelah sekian lama lockdown, dirinya minta masyarakat agar kalau keluar rumah jangan lupa pakai masker. ”Ini program pemerintah karena hari ini musibah covid19 belum hilang. Jadi masih tetap harus diwaspadai. Yang belum pakai masker, tolong pakai masker karena penting sekali untuk kesehatan kita bersama,” pinta bupati.
Mengenai beredarnya berita di medsos yang mengabarkan kalau Kabupaten Pekalongan zona hitam, bupati mengkonfirmasi bahwa berita itu salah. “Kita zona kuning. Sebab yang dirawat di Rumah Sakit akibat covid19 jumlahnya sekarang ada 11 orang,” paparnya. Meski di desa Kalipancur tidak ada kasus positif, bupati menginstruksikan Kades agar warga masyarakatnya dianjurkan supaya hidup sehat.
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengapresiasi berdirinya Kampung Candi di Desa Tanjung, Kecamatan Tirto. Menurutnya program yang dilakukan oleh Polresta Pekalongan ini merupakan kegiatan positif sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan, kesehatan dan solidaritas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini. ‘’Saya sangat mengapresiasi penuh program ini dan juga berterimakasih kepada Pak Kapolresta yang terus-menerus melakukan pembinaan baik pada aspek keamanan teritorial, maupun ketangguhan di bidang lain,’’ kata Bupati Asip saat menghadiri acara Peresmian Kampung Siaga Candi 2020, di Desa Tanjung, Kecamatan Tirto, pagi ini Selasa (21/7/2020).
Program Kampung Siaga Candi merupakan program yang diinisiasi oleh Polda Jateng dan telah dielaborasi oleh Polresta Pekalongan untuk mewujudkan ketahanan masyarakat di berbagai bidang pada masa pandemi Covid-19. Bupati Asip menyadari, bahwa ketahanan masyarakat itu sangatlah penting di tengah pandemi ini, baik itu ketahanan ekonomi, kesehatan dan juga solidaritas antar masyarakat, untuk bersama-sama menghadapi musibah ini.
Oleh karena itu pihaknya sangat menyambut baik program Kampung Siaga di Desa Tanjung, Kecamatan Tirto yang secara administratif di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pekalongan. ‘ Ditengah-tengah pandemi Covid-19 ini, ketahanan baik itu ketahanan pangan, ketahanan soliditas sosial ini menjadi penting karena kalau tidak ditangani dengan baik, ketidaksolidan di masyarakat akan berpengaruh ke Kamtibmas,’’ ujarnya.
KAJEN – Pemkab Pekalongan kembali melakukan penyerahan bantuan sembako bagi warga yang terdapak covid19. Kali ini daerah yang mendapat bantuan adalah kelurahan Kepatihan Kecamatan Wiradesa. Penyerahan bantuan sembako diserahkan langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si kepada warga yang berhak menerima pada Senin (20/7) siang di kantor kelurahan Kepatihan Wiradesa. Acara penyerahan bantuan juga disaksikan kepala Dinas Sosial, kepala Dinas Kesehatan, Kabag Tata Pemerintahan, Camat Wiradesa, kepala Desa se kecamatan Wiradesa dan kepala Kelurahan se Kabupaten Pekalongan, Danramil, Kapolsek Wiradesa serta tokoh masyarakat. “ Pemerintah melalui berbagai program membantu warga masyarakat dengan harapan warga ikut berdoa agar kabupaten Pekalongan aman,” ujar bupati saat memberikan sambutan penyerahan bantuan.
Dalam kesempatan tersebut bupati memaparkan kaitannya perkembangan kasus covid19 di kabupaten Pekalongan. Sebelumnya oleh Bappenas Kabupaten Pekalongan ditetapkan zona hijau karena dari bulan Maret hingga Juni kasus covid19 hanya 11 orang. Sedangkan oleh pemerintah provinsi ditetapkan sebagai daerah dengan kategori resiko rendah. Namun sekarang grafiknya naik seiring pergerakan masyarakat yang agak bebas sehingga saat ini ada 30 orang, dengan catatan 2 meninggal, 11 sembuh dan 12 dirawat. Selanjutnya disampaikan pula akan digalakkannya program ‘jogo tonggo’ yang diintegrasikan dengan program kampung siaga.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus upayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan dengan meningkatkan mutu pendidikan. Upaya tersebut dapat terlihat dengan telah terjalinnya kerjasama antara Pemkab Pekalongan dengan Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang.
“Peningkatan kualitas pendidikan penting dilakukan karena masyarakat sekarang sudah mengalami transformasi kultur. Oleh karena itu, pihaknya sangat menyambut baik kedatangan pengurus UNTAG Semarang yang akan menjalin kerjasama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pekalongan” ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menerima kunjungan dan kerjasama antara Pemkab Pekalongan dengan Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang, di Kantor Bupati, pagi ini Senin (20/7/2020)..
Kultur masyarakat sekarang sudah mengalami transformasi utamanya pada bidang pendidikan.Dan ini menjadi triger kita untuk memaksimalkan regulasi dan memfasilitasi terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Pekalongan,’’ Kata Bupati Asip.
Bupati menambahkan pihaknya sangat beruntung mempunyai kolega yang punya dedikasi terhadap Kabupaten Pekalongan. Dan kepada Letkol Arfan Johan Wihananto bupati berpesan selama tugas di Kabupaten Pekalongan agar dijadikan sebagai kenangan yang baik ( Humas Kominfo )
Senin, 3 Agustus 2020
Dalam sambutanya Bupati Asip Kholbihi mengapresiasi penuh terbentuknya paguyuban kesenian Hijau Laras, dan menurutnya paguyuban ini bisa menjadi ikon dari PGRI Kabupaten Pekalongan pada aspek pelestarian budaya. ‘’ Ini paguyuban seni Ijo Laras itu luar biasa semua dari guru-guru Karanganyar. Saya sangat mengapresasi, dan mudah-mudahan ini menjadi ikon kita. Karena ini merupakan titik tolak kita untuk cinta terhadap budaya,’’ ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa paguyuban Hijau Laras ini merupakan inovasi dunia pendidikan dalam mengupayakan siswa-siswinya untuk tetap menggairahkan semangat belajar di tengah pandemic Covid-19. Dan tidak dipungkiri oleh bupati, bahwa para siswa-siswi sudah mengalami kebosanan selama belajar di rumah.
Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada para guru yang sudah berhasil menginisiasi paguyuban hijau laras ini, untuk bisa kembali berinovasi dalam membangkitkan semangat anak didiknya dengan berbagai kreativitas supaya kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan walaupun belum bisa secara tatap muka, ‘’ Monggo bapak ibu guru yang punya cara yang bisa menyentuh hati anak didik kita supaya tetap semangat belajar dengan kondisi apapun. Dan saya harap tetap dikontrol anak didiknya, supaya peran guru masih melekat pada siswa-siswi,’’ jelasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno mengatakan bahwa Paguyuban Hijau Laras ini merupakan inisiasi dari PGRI Kabupaten Pekalongan cabang Karanganyar yang dipimpin langsung oleh ketua cabangnya. Selain itu, menurut Rejo PGRI Kabupaten Pekalongan juga telah menjalankan program-program kegiatan, diantaranya adalah donor darah yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Pekalongan ,pembagian paket sembako dan uang tunai serta akan membentuk satgas bencana alam pada bulan Agustus ini.
Oleh karena itu pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah mendukung program PGRI untuk tetap berjalan di tengah pandemic. ‘’ Atas nama PGRI Kabupaten Pekalongan dan seluruh guru saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang selalu membantu dan memberikan dorongan kepada kita dalam menjalankan program,’’ paparnya. (Lusi Rismawati)
Senin, 3 Agustus 2020
Senin, 3 Agustus 2020
Pusat pendidikan akan berada disekitar Kabupaten Pekalongan terutama yang di kota nantinya akan dipindah ke Kabupaten, termasuk UNIKAL dan STIMIK yang juga sudah mulai akan pindah di Kabupaten Pekalongan. Tidak hanya perguruan tinggi, Yayasan Al Azhar juga sudah survei sejak 6 bulan yang lalu di Kabupaten Pekalongan. (Ela)
Minggu, 2 Agustus 2020
Selanjutnya bupati berharap pagelaran wayang golek tersebut bisa menjadi tuntunan untuk mencintai tanah air dan hasil kerja masyarakat desa. Bupati juga berpesan kepada Kades Kalipancur agar sedekah bumi dijadikan acara untuk sosialisasi program desa.
Sementara itu Kades Kalipancur dalam kesempatan tersebut menyampaikan pihaknya minta maaf kepada warga kaitannya masalah dana bantuan BLT dan lainnya yang tidak bisa merata pembagiannya ( Humas Kominfo)
Kamis, 23 Juli 2020
Apalagi, menurutnya program Kampung Candi 2020 ini bersifat partisipatif yang melibatkan keaktifan masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah dan aparat untuk mencegah penularan Covid-19 dan mewujudkan ketahanan masyarakat. ‘’Program dari kepolisian ini yang berupa kampung siaga yang kemudian dilaksanakan dengan membentuk gugus tugas di unit Rw, dan ini sangat baik karena bersifat partisipatoris, semua masyarakat terlibat,’’ tuturnya.
Selain itu bupati juga menjelaskan, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan kembali masuk zona kuning, tetapi pihaknya tetap melakukan upaya untuk menekan angka penularan Covid-19 secara masif dan tetap berusaha menjalankan roda perekonomian di Kabupaten Pekalongan. Upaya tersebut diantaranya adalah dengan membuat regulasi yang telah disusun sesuai kearifan lokal dengan tujuan semua kegiatan yang dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. ‘ kita sudah menyusun regulasi yang kita sesuaikan dengan kearifan lokal agar semua kegiatan-kegiataan kita mengacu pada keputusan empat menteri sehingga akselerasi pengendalian bisa kita lakukan,’’ jelasnya.
Sehingga menurutnya, langkah yang dilakukan tidak hanya menyelamatkan pada aspek kesehatan saja tetapi perekonomian dan akses publik juga tetap berjalan. ‘’Ekonomi tetap kita jalankan, tetapi jangan kita buka akses publik terlalu lebar, karena situasi sekarang masih dalam situasi pandemi Covid-19. Inilah yang menjadi tugas kita semua, pemerintah utamanya untuk menyeimbangkan langkah ini,’’ pungkasnya. (Lusi Rismawati)
Selasa, 21 Juli 2020
Ditambahkan pula di Kecamatan Wiradesa tahun 2020 ini setidaknya ada 3 persiapan pembangunan. Pertama,pasar Wiradesa yang akan dibangun senilai 92 Milyar. Kemudian akan dibangun fly over senilai 250 Milyar, dan persiapan berdirinya Rumah Sakit Kraton II di Kauman depan pom bensin. “ Nanti juga akan kita bangun taman-taman kota setelah program 3 proyek itu selesai,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Bambang Sujatmiko SH dalam laporannya menyampaikan penyelenggaraan penyerahan bantuan sembako diberikan untuk masyarakat yang terdampak covid. Adapun jenis bantuan berupa beras 10 kg, gula pasir 1kg minyak goreng 2 liter dan kecap. “ Masyarakat yang menerima bantuan ini adalah masyarakat yang terdampak covid19, yang di PHK, yang miskin, dan non PKH non DDSH, non prakerja dan non BLT,” ucap Bambang Sujatmiko . Sedangkan jumlah kelurahan yang menerima sembako sebanyak 13 kelurahan di 5 kecamatan ( Buaran, Kedungwuni, Kajen, Wiradesa dan Sragi ) dengan jumlah total 168.201 paket.
Camat Wiradesa, Bambang Dwi Yuswanto S.IP menambahkan dalam kegiatan penyerahan bantuan sembako tersebut sekaligus dilakukan penyerahan secara simbolis alat peraga atau alat bantu untuk kegiatan jogo tonggo yang merupakan bantuan dari pemrov Jateng yang akan diserahkan kepada masing-masing kepala kelurahan ( Humas Kominfo)
Senin, 20 Juli 2020
‘’Sekarang Kabupaten Pekalongan sudah tidak lagi zero pergurusan tinggi, karena sudah banyak perguruan tinggi yang berdiri disini. Jadi, tidak hanya terkenal dengan batiknya saja, melainkan pendidikanya pula,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UNTAG Semarang Prof DR Drs. Suparno, Msi mengatakan bahwa kedatanganya kali ini bersama para pengurus akan menjalin hubungan kerjasama sekaligus silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Dimana menurutnya, kerjasama ini dilakukan untuk mewujudkan terciptanya kualitas sumber daya manusia yang baik di Indonesia.
‘’Kami hadir kesini juga berkaitan dengan kerjasama.Dan karena sudah terjalin hubungan yang baik antara kita, maka saya mempunyai prinsip jangan pernah ada jarak antar sesama. Mari kita bangun kerjasama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,’’ Kata Rektor UNTAG Semarang. (Lusi Rismawati)
Senin, 20 Juli 2020