KAJEN - Jumat (24/2020) siang, bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan dilaksanakan kegiatan pembukaan Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup II Piala Bupati Pekalongan tingkat Eks. Karesidenan Pekalongan tahun 2020.
Hadir dalam kegiatan antara lain Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si., Kapolres Pekalongan diwakili Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP Susilo Kalis Rubiyono, S.H., Dandim 0710 Pekalongan diwakili Danramil Kajen 0710 Pekalongan Kapten Inf. Nurkhan, S.H.
Selanjutnya, hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, S.E., Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra, Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi, Ketua PSHT Terate Madiun Jatim, Ketua PSHT Terate Kabupaten Pekalongan Gozali Arba, Ketua Cabang PSHT Terate se-Eks Karesidenan Pekalongan Mas Khun, Kontingen Peserta Kejuaraan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dalam sambutannya menyampaikan Pencak silat adalah olah raga bela diri asli Indonesia. Dan Pencak Silat Indonesia telah mendapat pengakuan dari Unesco untuk olah raga tradisional dari Indonesia.
"Pencak Silat sudah diminati tidak hanya di Indonesia bahkan di manca negara, oleh karena itu saya mengajak untuk adik adik agar ikut PSHT Terate semua," ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, Pencak silat mempunyai jiwa kesatria yang selalu menghargai seniornya dan dapat memberikan manfaat kesehatan bagi semua. "Saya berharap kepada KONI Kabupaten Pekalongan untuk selalu membina kepada olah raga pencak silat di Kabupaten Pekalongan," harapnya.
"Selamat bertanding dan jaga sportifitas dalam bertanding serta semoga dapat memberikan manfaat bagi semua," imbuh orang nomor satu di Kota Santri tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi dalam sambutan mengucapkan puji syukur alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan baik yang tak terlepas dari Pemerintahan Kabupaten Pekalongan dengan segala dukungannya.
Komunikasi dan koordinasi yang telah dilakukan oleh PSHT Terate sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. "Saya berharap kepada para pendekar agar nanti banyak menciptakan prestasi di Kabupaten Pekalongan. Kami telah melakukan MoU dengan Nahdatul Ulama bahwa bagi nanti bagi atlit yang berprestasi akan mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi," ungkap Gus Eko.
KONI Kabupaten Pekalongan, kata Gus Eko, akan terus mendukung untuk kemajuan olah raga di Kab. Pekalongan salah satunya pencak silat yang lahir dari Pesantren.
Sedangkan Ketua PSHT Terate Korwil Eks. Karesidenan Pekalongan Mas Khun dalam sambutannya menyampaikan bahwa PSHT Terate ini punya agenda kejuaraan dunia yang rencana akan dilaksanakan di Akmil Magelang.
"Kejuaraan yang dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan ini merupakan ajang pemanasan bagi kami untuk menghadapi itu semua," tuturnya.
Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup II Piala Bupati Pekalongan tingkat Eks. Karesidenan Pekalongan tahun 2020 berlangsung selama 3 hari dari tanggal 24 s.d 26 Januari 2020 di Gedung Pertemuan Umum Kajen Kab. Pekalongan.
Untuk peserta kejuaraan diikuti 24 kontingen 306 atlit terdiri 7 Kab dan Kota se-Eks Karesidenan Pekalongan di tambah eksibishi dari Kab. Magelang dan Kab. Banjarnegara.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN- Sebanyak 55 pejabat dan pegawai Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan mengikuti tes Urine yang dilakukan oleh Tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Pekalongan, di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan, Jumat (24/1/2020) pagi.
“Tim P4GN Kabupaten Pekalongan memang diundang oleh Ketua PN Pekalongan untuk melakukan tes narkoba di kantornya. Harapan saya mudah-mudahan hal yang semacam ini tidak hanya dilakukan di PN saja. Saya instropeksi juga di lingkungan kabupaten sendiri juga sudah lama tidak melakukan tes seperti ini. Mudah mudahan hal seperti ini bisa DIRUTINKAN," ucap Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti saat meninjau kegiatan tersebut.
Untuk lingkungan kabupaten sendiri menurut Arini nanti tidak semua. “Nanti kita pilih. Mana yang memungkinkan, yang punya resiko tertinggi itu yang mana. Nanti akan secara bertahap kita lakukan pemeriksaan seperti ini”, terang Arini.
Harapannya , para petugas, ASN bersih terbebas dari narkoba. Menurut Arini , hal ini menjadi semacam pemantik bagi organisasi lain. “Memang selama ini kita sudah menfasilitasi tetapi hanya pada event-event terentu saja. Misal kemarin pada hari anti narkoba kita lakukan juga, tetapi belum secara rutin bagi OPD OPD maupun sekretariat Nanti Kita kaji dulu mana yang paling beresiko. Untuk waktunya, kita bicarakan dulu, kita petakan dulu karena pendanaan kita juga ada keterbatasan”, imbuhnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama para Habib, para Kyai Kabupaten Pekalongan beserta ratusan jamaah menghadiri Haul Almarhum Almaghfurlahum KH. Hasan Bulqin bin Thoha dan Sesepuh Desa Surobayan Kecamatan Wonopringgo, di pemakaman umum Desa Surobayan, Jumat (24/1/2020) pagi.
Acara haul dimulai pukul 06.00Wib yang diawali dengan pembacaan surat yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muhammadun Raden Jundi. Dilanjutkan dengan penyampaian sambutan atas nama keluarga oleh KH. Sabilal Rosyad dan diakhiri dengan sambutan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa dirinya pernah mengenal almarhum almaghfurlah KH. Hasan Bulqin semasa hidupnya. “Secara pribadi saya sempat mengenal beliau karena saya adalah menantu adik beliau yakni Ny. Fatimah,” ujar Bupati.
KAJEN - Dalam rangka kegiatan Gema Setia (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak) di Kecamatan Tirto, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si meninjau Desa Mulyorejo dan menyalurkan bantuan, Kamis (23/1/2020) siang.
Bupati mengatakan daerah itu memang merupakan daerah rob. Sebelumnya, Pemkab Pekalongan telah berusaha memperbaiki beberapa jalan dan alhamdulillah bisa mengurangi bencana tersebut. Namun demikian, tetap saja masih ada rumah warga yang tidak ada hujan namun air rob masih menggenangi dalam rumah.
''Desa ini kami jadikan laboratorium kemiskinan wilayah pantai sehingga perlu dipantau terus keberadaannya,'' katanya.
Guna menjadikan desa itu terhindar dari bencana rob, perlu adanya dukungan penuh dari seluruh pihak. Bukan hanya Pemkab yang bergerak namun Perbankan maupun lainnya harus terlibat. Sebab cukup besar anggarannya agar bisa pulih kembali seperti sedia kala atau masyarakatnya merasa nyaman karena tidak harus berhadapan dengan air rob terus menerus.
KAJEN - Selama empat tahun, inovasi pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai masih rendah. Terbukti, dari 72 OPD yang ada di Kabupaten Pekalongan hanya 16 diantaranya yang telah berinovasi untuk mempermudah pelayan publik. Sedangkan dari 16 OPD tersebut, sebagian besar di bidang pelayanan kesehatan.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan saat melaunching dan membuka Workshop Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/1/2020) pagi.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menjelaskan padahal, di sejumlah kabupaten, inovasi yang dilakukan juga soal kesehatan. Dengan demikian, persaingannya menjadi ketat sehingga diharapkan tahun 2020 semua OPD harus bisa berinovasi.
KAJEN - Dilihat dari populasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan, sebagian besar diantaranya berprofesi sebagai petani. Namun realisasinya, sumbangan pendapatan masyarakat dari petani hanya nomor dua yakni sekitar 19 persen. Sedangkan yang pertama malahan dari sektor industri pengolahan, mencapai 31 persen sehingga meski kabupaten namun pendapatan masyarakatnya seperti kota.
''Hal ini cukup memprihatinkan sehingga kami berharap dari sektor pertanian harus ditingkatkan,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meresmikan lumbung pangan, lantai jemur dan ricemill di Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/1 /2020) siang.
Dengan adanya peresmian lumbung padi dan lainnya, maka harapan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanan bisa direalisasikan dengan baik.
KAJEN - Hari ini, Selasa (21/1/2020) diselenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan draft perjanjian kerjasama wajib 5 Kabupaten yakni Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Purbalingga dan Banyumas atau disingkat Galang Kapurmas.
Rakor khusus membahas tiga bidang yaitu bidang pembangunan kepemudaan, bidang ketenagakerjaan, bidang pendidikan dan kebudayaan.
Acara dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dan dilangsungkan di aula lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan. Dihadiri Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta Asisten Pemerintahan dan Kesra beserta para Kepala OPD terkait dari 5 Kabupaten. Dan Rakor dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak hari Selasa ini (21/1 /2020) dan Rabu besok (22/1/2020).
Usai membuka Rakor, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si kepada awak media yang meliput menyampaikan bahwasanya hari ini sedang ada kajian-kajian mendalam yang dilakukan oleh para Sekda dan para Kepala OPD terkait di 5 Kabupaten untuk melakukan sinergitas ke lima kabupaten dengan kerjasama.
KAJEN -Turunnya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi selama beberapa jam di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin malam ( 20/01/2020) mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Salah satu tempat yang terkena banjir adalah RSUD Kraton yang berlokasi di Kota Pekalongan.
Sehubungan musibah banjir tersebut, pagi ini Selasa (21/01/2020) Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti melakukan kunjungan langsung ke RSUD Kraton. “Kemarin hujan sangat deras sekali sehingga pompa yang sudah disediakan di Rumah Sakit, dengan debit yang terlalu besar tidak mampu mengatasi, sehingga sampai terjadi banjir. Dan bahkan ada pasien yang dipindahkan dari ruang wijayakusuma ke ruang cempaka yang kebetulan pasiennya sedikit”, ujar Arini di sela sela tinjauannya ke RSUD Kraton.
Arini menjelaskan kalau debit yang berasal dari jalan raya terlalu besar, kalau itu ditambah pompa kurang efektif. Menurutnya perlu diupayakan bagaimana membendung / meninggikan titik yang rendah-rendah sehingga dari jalan tidak masuk ke Rumah Sakit.
KAJEN - Kecamatan Petungkriyono merupakan salah satu wilayah yang memiliki tempat atau objek wisata terbanyak di Kabupaten Pekalongan. Di antara lokasi tersebut, masih ada yang masih perlu pantauan khusus supaya bisa menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kota Santri yakni Telaga Sigebyar Mangunan yang berada di Desa Tlogohendro.
Tempat itu cukup eksotik dengan pemandangan alam yang sangat bagus dan berada di daerah pegunungan sehingga hanya cukup sejuk.
''Tempat ini cukup sunyi dan sangat cocok untuk bertafakur, menikmati karunia dari Allah SWT,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat meninjau telaga tersebut, Minggu (19/1/2020).
Karena masih perlu adanya tambahan agar lokasi ini lebih bagus lagi maka saat ini kawasan Telaga Sigebyar Mangunan masih dalam tahap revitalisasi. Di sekitar telaga, tepatnya di tengah-tengah, terdapat cukup banyak gambut sehingga perlu dikeruk.
Sementara menurut Ketua PN Pekalongan H Sutaji, SH.MH, tes urin ini diikuti 55 orang mulai dari ketua pengadilan sampai pegawai honorer. “Adapun tujuannya adalah bentuk pertanggungjawaban kami terhadap masyarakat karena kami adalah lembaga peradilan yang menangani perkara-perkara narkoba, maka bisa dipastikan bahwa kita memusuhi narkoba”, ujarnya.
Acara Tes urin ini dilakukan di pengadilan setidaknya setahun sekali. Respon para pegawai antusias , mereka datang semua mengikuti tes ini. Acara dilakukan secara mendadak, tidak ada rekayasa.
Adapun menurut Sudaryanto selaku pengelola kegiatan pengendalian narkotika psikotropika dari Dinkes kabupaten Pekalongan menjelaskan bahwa total yang diperiksa sebanyak 55 sasaran, namun 5 berhalangan hadir. Secara umum hasilnya negatif, tidak ada indikasi penggunaan zat zat terlarang. “ Adapun 1 positif karena masih minum obat dari resep dokter”, ungkap Sudaryanto.(red)
Bupati mengungkapkan, tahun 1990an dirinya menyaksikan langkah almarhum KH. Hasan Bulqin sebagai seorang ulama. Menurut Bupati, pergaulan beliau sangat luas sekali. Di kalangan para kyai, almarhum KH. Hasan Bulqin menjalin silaturahmi dengan sangat baik.
“Di kalangan santri, beliau adalah seorang ulama yang sangat disegani dan di kalangan masyarakat, beliau membimbing masyarakat dengan prinsip memandang manusia dengan pandangan kasih sayang agar selamat dunia dan akhirat,” terangnya.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan, ulama dan umaro bagaikan saudara kembar. Oleh karena itu hubungannya harus saling melengkapi. “Oleh karena itu kami dalam rangka membangun Kabupaten Pekalongan senantiasa dalam bimbingan, nasehat dan pengawasan para ulama, termasuk didalamnya Maulana Habib Baqir yang terus-menerus memberikan dukungan yang luas lahir batin kepada kami dalam menjalankan amanah,” katanya.
Kabupaten Pekalongan ini, kata Bupati, merupakan Kabupaten yang terkenal dengan banyak santrinya. Tentu hal ini paralel dengan banyaknya kyai juga. Sejarah keberadaan para kyai dan ulama ini terkenal sejak lama.
“Saya punya tulisan, ketika awal perkembangan Islam masuk yakni abad ke-14, daerah Pekalongan ini sudah dikenal sebagai salah satu basis perkembangan Islam. Dan Karena Kabupaten Pekalongan banyak “mutiara” tersebut menyebar ke daerah-daerah seperti Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, Tirto, Wiradesa dan Siwalan. Kemudian, sekarang penyebaran Islam di Kabupaten Pekalongan sudah merata di semua Kecamatan yang ada, dengan penduduk Islamnya 99,8 persen dan 0,2 sisanya penduduk non Islam, dan Alhamdulillah semuanya berprinsip kepada nilai-nilai Islam ahlissunnah wal jamaah,” papar Bupati dengan gamblangnya.
“Yang terpenting, melalui Haul ini saya mengajak seluruh warga Kabupaten Pekalongan untuk mendidik anak-anak kita dan jangan lupa pendidikan yang utama adalah pendidikan agamanya. Saya ajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mengaji agar selamat dunia dan akhirat,” ajak Bupati.
Dalam kesempatan pagi itu, dihadapan para jamaah Bupati menyampaikan programnya dalam memimpin Kota Santri berkaitan dengan urusan mengaji. Dikatakan, mengaji itu ada dua, pertama, memang secara kultur masyarakat Pekalongan sudah terbiasa dengan trasidi mengaji. Kedua, secara struktur, Pemerintah terus-menerus berupaya, berikhtiar agar anak didik kita, terutama yang ada di sekolah-sekolah merasakan mendapatkan ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Salah satunya kami di sekolah-sekolah Negeri, baik SDN maupun SMPN memberikan pelajaran Akidatul Awwal pada tingkat dasar dengan berbahasa Jawa. Hal ini juga agar bahasa Jawa kulturnya tidak hilang. Kitabnya yang kita ajarkan yaitu Kitab Risalah Awwal,” ungkap Bupati.
Ditambahkan Bupati, haul ini mengandung maksud agar perjuangan almarhum almaghfurlah KH. Hasan Bulqin untuk terus-menerus ditingkatkan. Kata Bupati, putra beliau almukarom KH. Sirajudin yang merupakan alumni Ponpes Kaliwungu Kendal, saat ini disamping merintis pesantren, atas perintah gurunya juga mendirikan sekolah. Sehingga pengembangan atau pengayaan pendidikan Pesantren, didirikannya sekolah formal dan saat ini sudah ada sekolah SMP dan sedang dibangun gedung.
“Kami mohon hal ini bisa kita dukung secara bersama-sama. Kami dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus-menerus melakukan bimbingan dan dukungan agar keberadaan lembaga pendidikan yang dikelolanya bisa eksis dan bermanfaat untuk anak-anak kita semua,” ujar Bupati.
“Kami mohon doa dari para habaib, para kyai, para ulama dan segenap masyarakat Kabupaten Pekalongan agar kami dalam menjalankan amanah sesuai dengan tuntutan baik hukum agama maupun hukum Negara kita. Dan pada endingnya kami bisa mewujudkan kemaslahatan di Kabupaten Pekalongan,” pinta Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sebenarnya, kata Bupati, untuk pendapatan masyarakat di Desa Mulyorejo cukup bagus dan mapan. Namun karena hasil kerjanya untuk membiayai perbaikan rumah, akhirnya yang seharusnya digunakan untuk kepentingan lain digunakan untuk memberi matrial atau bahan bagunan untuk meninggikan rumah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang didampingi istrinya, Ny. Munafah Asip Kholbihi, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran dan Camat Tirto menyerahkan bantuan berupa Jamban sehat dan PMT (pemberian makanan Tambahan) untuk Balita dengan permasalahan gizi kepada sejumlah warga.
Kemudian juga menyempatkan berbicara dengan masyarakat sekitar, apa yang dibutuhkan dengan kondisi tersebut. Mereka menyampaikan semua keluhan karena kampungnya sering tergenang air rob sehingga berharap, Bupati bisa memperhatikan hal itu dan segera memperbaiki kondisi di Desa Mulyorejo.
Dari hasil pembicaraan dengan salah satu perangkat desa, yang dibutuhkan sekarang adalah mesin pompa. Tempat itu memang sudah ada, namun perlu adanya tambahan mesin lagi sehingga bisa meminimalisir genangan air rob yang masuk ke pemukiman penduduk.
Mendengar hal itu, Bupati meminta agar perangkat desa setempat membuat surat permohonan pengajuan tambahan mesin pompa di kantornya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro yang ikut mendampingi Bupati ke lokasi tersebut mengatakan selama ini pihaknya sudah memperhatikan daerah itu, khususnya soal kesehatan warga sekitar. Biasanya daerah yang sering tergenang air, rawan terhadap sejumlah penyakit seperti gatal-gatal, demam, dan lainnya.
''Kami telah melakukan 'jemput bola' di desa ini dengan rutin menggelar pemeriksaan kesehatan,'' katanya.
Dengan rutinitas seperti itu, warga sekitar akhirnya menjadi terbantu karena ketika ada yang sakit maka bisa langsung memeriksakan ke tempat itu atau puskesmas terdekat. Kemudian saat periksa kesehatan, masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya karena sebagian besar sudah memiliki Jamkesda sehingga pemerintah yang membayar biaya kesehatannya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
''Seluruh OPD harus bisa melakukan inovasi dalam pelayanan publik. Percuma saja kalau tidak bisa karena kita sudah menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebanyak 150 persen,''ujar Bupati kepada jajaran OPD yang mengikuti workshop kompetisi inovasi pelayanan publik.
Bupati memiliki angan-angan, dengan meningkatkan TPP cukup tinggi, maka rekan-rekan di OPD bisa berinovasi. Namun realisasinya, mereka hanya menjalankan tugas sehari-hari tanpa mau menambah performa kinerjanya. Kalau menurut bahasa Presiden RI, mereka bekerja menggunakan sistem linier dan hal inilah kunci daripada ketidakmajuan.
Selanjutnya Bupati Asip Kholbihi menjelaskan, jika berbicara masalah inovasi Kabupaten Pekalongan memang belum bisa berbicara banyak. Padahal era sekarang merupakan era inovasi dan bangsa yang cepat dan inovatif bakal memenangkan pertarungan di era global. Kunci dari semua itu karena soal kemauan, bukan hanya kemampuan. ''Orang yang mampu berinovasi cukup banyak, namun yang berkemauan sedikit sehingga tahun 2020 memerintah kepada seluruh OPD bisa menjalankan inovasi soal pelayanan publik,” tegas Bupati.
Kata Bupati, jangan takut soal hasil inovasinya itu jelek atau lainnya, namun yang penting berusaha lebih dahulu. Soal kekurangan ke depannya masih diperbaiki karena yang utama bagaimana bisa menciptakan inovasi untuk kenyamanan dalam melayani publik atau masyarakat.
Bupati mencontohkan daerah Brebes, tahun 2019 berada di top 45 Indonesia soal berinovasi. Padahal, keberadaannya lebih dahulu Kabupaten Pekalongan yang kini baru menduduki peringkat 20 di Jawa Tengah.
Diceritakan Bupati, suatu saat diundang ke salah satu daerah yang kebetulan kepala daerahnya sahabat karibnya. Bupati Asip melihat, inovasi yang di daerah sangat bagus dan menonjol sehingga terbesit untuk menanyakan soal keberhasilan tersebut kepada temmannya. Dia sangat kaget karena keberhasilan itu, kepala daerahnya tidak ikut terlibat langsung dalam menerapkan inovasi pelayanan publik. Namun semuanya diserahkan kepada Kepala OPD terkait dalam menjalankan program tersebut. Hal inilah yang patut ditiru dan diterapkan di Kabupaten Pekalongan yakni melalui kemauan keras dari seluruh OPD.
''Mudah-mudahan dengan pelaksanaan workshoo kompetisi inovasi dengan mendatangkan narasumber yang handal, inovasi di Kabupaten Pekalongan semakin banyak dan bisa melayani masyarakat dengan baik,'' tegasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kenapa harus ada lumbung padi, Bupati menjelaskan tempat itu berfungsi untuk menyimpan hasil panen para petani yakni padi. Kalau lumbung itu kosong atau tak terisi berarti kesejahteraan para petani cukup memprihatinkan dan sebaliknya apabila penuh maka usaha yang dilakukan petani di sawah sukses.
Lebih lanjut dijelaskan, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki tanggung jawab untuk subsidi swasembada pangan.
"Tahun 2019, hasil produksi pertanian berupa beras menghasilkan lebih kurang 131.000 ton dan dari jumlah tersebut, konsumsinya hampir 80 ribu ton, lalu surplusnya 51 ribu ton. Saya berharap, tahun depan kelebihan produksi beras bisa ditingkatkan dan pemerintah daerah akan mendukungnya," terang Bupati.
Dari data yang ada, luas secara keseluruhan di Kabupaten Pekalongan lebih kurang 90 ribu hektare dan 23 ribu hektare di antaranya merupakan lahan sawah. Kemudian dari jumlah sawah yang ada, 19 ribu hektare di antaranya merupakan lahan yang tak bisa dialihfungsikan. "Adapun 4000 hektare sisa lahan berada di wilayah sekitar Kecamatan Sragi, salah satu Desa Ketanonagen," jelasnya.
Selain peresmian lumbung pangan, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor dan pompa air serta klaim asuransi dari Jasindo. Semua bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian. Untuk itu, masyarakat maupun petani di desa itu harus bisa memaksimalkan dan mengelola dengan baik.
''Sekali lagi saya meminta dengan adanya bantuan ini dari sektor pertanian harus ditingkatkan, baik hasil maupun pendapatan masyarakat,'' katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ir. H. Siswanto menjelaskan tujuan pembangunan lumbung pangan dan ricemill yakni peningkatan volume stok pangan dari masyarakat. Kemudian menjamin akses dan kecukupan pangan, khususnya Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi; lalu menjaga kestabilan harga dan gabah hasil panen petani setempat, terutama di kelompok tani.
Di samping itu juga dapat mengembangkan ekonomi produktif pada kelompok tani atau kelompok lumbung pangan.
Adapun untuk bantuan alat dan mesin pertanian, harapannya memberikan kemudahan bagi para petani saat pengolahan tanah dan tanam, khususnya pada saat musim kemarau. Kemudian dapat meningkatkan indeks pertanaman dalam rangka meningkatkan produksi.selama setahun.
''Dari semula satu tanam kemudian menjadi dua tanam, dan dari dua tanam menjadi tiga kali tanam sehingga hasilnya lebih banyak,'' ujarnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut Bupati, saat ini semua kerjasama diatur yakni ada kerjasama antar Provinsi dan ada kerjasama antar daerah. "Khusus untuk kerjasama daerah, Kabupaten Pekalongan dengan 4 Kabupaten lainnya dengan tema tiga bidang itu sedang merancangnya," ujar Bupati.
Kemudian, lanjut Bupati, yang paling penting pada tataran implementasi. Karena Jawa Tengah ini menjadi target Pemerintahan Jokowoi-Maruf Amin bahwa nanti pertumbuhan ekonomi dipatok diangka 7.
"Jadi tidak hanya melalui Perpres Nomor 79 tahun 2019 saja tetapi melalui inovasi kerjasama daerah, sehingga ini juga menjadi faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi 7, serta penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan di Jawa Tengah ini," tegasnya.
"Ini di tataran draft. Saya berharap nanti betul-betul bisa dioperasionalisasikan. Jadi jangan hanya MoUnya saja yang kuat, tetapi yang lebih penting adalah pada tataran aplikasinya, tataran aksi yang lebih penting. Karena ini akan bermanfaat untuk pengembangan daerah," imbuh Bupati.
Mengenai pihak-pihak Rumah Sakit yang telah mengevakuasi pasien, Arini berterima kasih kepada pihak Rumah Sakit karena dinilai sudah bersikap tanggap, ada banjir pasien langsung dievakuasi dengan cepat sehingga pasien merasa nyaman dan pasien merasa puas dengan pelayanan Rumah Sakit.
“ Mudah-mudaha an tidak terjadi banjir lagi dengan meningkatkan tempat-tempat yang rendah sehingga tidak lagi menggelondor ke Rumah Sakit”, harap Arini.
Sementara itu dr. Eko Wigiantoro, M.Kes selaku Direktur RSUD Kraton membenarkan bahwa pasien yang ada di ruang Wijayakusuma, ruang yang terkena dampak paling parah , telah alihkan ke ruang cempaka yang bebas dari dampak banjir. Selanjutnya setelah dibersihkan, pasien kembali ke ruangan ( Humas Dinkominfo Kabupaten Pekalongan )
"Hingga sekarang, proses pengerukan sekitar 60 persen dan untuk mempercepat kegiatan itu perlu adanya peralatan tambahan dan Pemkab akan menyediakannya," terang Bupati.
Dijelaskan Bupati, agar pelaksanaan perbaikan cepat selesai, maka untuk sementara ini di kawasan telaga ditutup. Nanti kalau sudah selesai dan kondisinya jauh lebih bagus lagi maka akan segera dibuka.
Bupati yakin, telaga itu bisa menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah kerjanya dan bakal bisa menarik masyarakat luar kota maupun wisatawan untuk mengunjunginya.
Sebelumnya, sudah cukup lama Pemkab Pekalongan menghibahkan tanah agar dibuat pendopo. Paling tidak, dengan adanya tempat itu juga membuat suasana di Telaga Sigebyar Mangunan semakin apik dan diminati pengunjung.
Sementara itu, Kasi Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Dody Purwanto membenarkan belum lama ini Bupati Pekalongan meninjau untuk melihat perkembangan lebih lanjut telaga yang berada di Kecamatan Petungkriyono.
Saat musim kemarau, air di telaga memang sempat berkurang atau mengering dan pada saat itu muncul gambut di tengah telaga. Sekarang, air di lokasi itu sudah cukup banyak, namun gambut yang merupakan tumpukan dari tumbuh-tumbuhan masih tetap ada.
''Keberadaan gambut ini cukup menganggu pemandangan sehingga perlu adanya pengerukan. Sudah dilakukan beberapa kali pengerukan dan sampai sekarang realisasinya sekitar 60 persen, '' tandasnya.
Jika sudah selesai revitalisasi, maka Telaga Sigebyar Mangunan bisa menjadi pilihan wisata bagi wisatawan yang datang ke Petungkriyono. Selama ini, ada beberapa destinasi serupa yang sudah banyak dikunjungi masyarakat lokal maupun luar kota seperti Curug Sibedug, Curug Lawe, Welo Asri, Black Canyon, Curug Bajing, dan tempat berkemah.
Kemudian sekarang juga terdapat kafe Kopi yang diharapkan menjadi lokasi peristirahatan para pengunjung setelah melihat-lihat sejumlah destinasi wisata di Petungkriyono. Selain menikmati kehangatan kopi setempat, pengunjung juga bisa mengabadikannya dengan selfi atau mengambil gambar pemandangan sekitar. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)