KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajak masyarakat dapat memaknai momen pergantian tahun baru hijriyah dengan semangat bangkit dari pandemic Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1443 Tingkat Kabupaten Pekalongan, pada hari ini, Senin (9/8/2021) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan.
‘’Mari kita bersama-sama memanjatkan doa kepada Allah SWT dimomen pergantian tahun baru Islam ini supaya musibah yang saat ini sedang kita hadapi bersama yaitu pandemic Covid-19 bisa segera berakhir,’’ tuturnya
Hadir dalam acara tersebut, PJ. Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Totok Budimulyanto, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraf Abu.
Dikatakan Fadia, bahwa acara peringatan pergantian tahun baru hijriyah, haruslah menjadi momen dimana masyarakat dapat memanjatkan doa dan harapan kepada sang pencipta supaya pandemic Covid-19 dapat segera berakhir. Sehingga kehidupan social bisa berjalan normal seperti sedia kala. Untuk itu, diperlukan adanya sebuah usaha bersama untuk segera bangkit dari musibah saat ini.
‘’Saya benar-benar berharap kita semua, baik pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama untuk mempunyai semangat untuk bisa bangkit dari keterpurukan ini,’’ ungkapnya.
Fadia juga mengingatkan, supaya masyarakat dapat tetap mematuhi protocol kesehatan dan instruksi PPKM Level 4, supaya kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dapat turun.
Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Fadia meminta seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat menyempatkan waktunya sejenak saat ini, untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT di momen pergantian tahun baru hijriyah supaya segala hal baik dapat datang di Kabupaten Pekalongan.
‘’Semoga dengan berdoa kita semua bisa diberi nikmat sehat, umur panjang dan diberikan rezeki yang lancar oleh Allah SWT,’’ harapnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 9 Agustus 2021
KAJEN - Baznas Kabupaten Pekalongan memberikan bantuan paket sembako Rp. 90.700.000,-00 untuk para pedagang dan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sedang melakukan isolasi mandiri karena Covid-19. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menyerahkan bantuan secara simbolis bantuan paket sembako tersebut kepada perwakilan pedagang kaki lima dan warga Kedungwuni yang terdampak PPKM, pada senin (09/08) siang di kawasan Gemek Kedungwuni. Tampak hadir dalam kegiatan bantuan paket sembako Baznas tersebut antara lain Camat Kedungwuni beserta Forkopimcam, pimpinan Baznas Kabupaten Pekalongan beserta jajaran serta kabag Kesra.
KAJEN - Pemkab Pekalongan mengadakan pembinaan Camat dan pengenalan program desa digital dan optimalisasi penyelenggaraan data terpadu kesejahteraan sosial dengan menghadirkan tim dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, kamis (5/08/2021) sore di aula lantai I setda. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dan diikuti oleh para Camat se kabupaten Pekalongan. Tampak hadir pula dari OPD terkait yakni kepala bapeda, Inspektur, kepala Dinsos, kepala PMDP3A serta Kabag Kesra.
KAJEN - Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan bisa mensosialisasikan dan mensukseskan program visi mis Bupati/Wakil Bupati sampai ke masyarakat tingkat bawah. Selain itu PKK juga merupakan agen mengedukasi masyarakat dalam penerapan protocol kesehatan. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutannya pada acara Pelantikan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan di Aula Lantai I Setda, Kamis ( 5/08) pagi. Pelantikan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan oleh Bupati Pekalongan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati H Riswadi SH beserta istri, Hj. Widi Riswadi selaku ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Pj Sekda Drs. Budi Santoso M.Si beserta para asisten Sekda, beberapa kepala OPD yang hadir serta tamu undangan dan disaksikan pula secara virtual.
KAJEN – Seperti yang telah diketahui bersama, bahwa saat ini Kabupaten Pekalongan telah masuk kedalam kategori wilayah yang memiliki angka penularan Covid-19 cukup tinggi sehingga naik menjadi level 4. Untuk itu, pemkab Pekalongan melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan PPKM di Kecamatan Wonopringgo, pada hari Rabu (4/8/2021).
KAJEN – Di tengah pandemi Covid-19 ini, tidak dipungkiri bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan kembali meningkat. Untuk itu, kini selain fokus memulihkan kesehatan masyarakat, pemkab juga tengah fokus untuk menurunkan angka kemiskinan dengan berupaya memulihkan perekonomian di tengah masyarakat.
KAJEN - Waktu yang tersisa 5 (lima) bulan pada tahun 2021 ini hendaknya menjadi perhatian bagi seluruh OPD untuk segera meyelesaikan kegiatan yang belum terlaksana. Selain itu di masa pandemic yang bepengaruh melelmahnya keuangan pemerintah daerah, OPD juga diharapkan bisa membuat inovasi dan kreativitas untuk menopang ekonomi. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat membuka secara resmi acara rapat koordinasi dan rapat percepatan pembangunan kabupaten Pekalongan serta penandatangan kesepakatan antara pemerintahan Kabupaten Pekalongan dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda, Selasa ( 3/08) pagi. Tampak hadir Pj Sekda Drs. Budi Santoso.,M.Si, Kajari Pekalongan Abun Hasbullah Syambas ,SH.,MM serta para asisten sekda, para kepala dinas/kabag/kepala kantor dan para Camat se Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) selenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19 pada hari ini , Selasa (3/8/2021) di Kampus 2 Fakultas Ilmu Kesehatan UMPP, Kedungwuni. Dimana kegiatan vaksinasi tersebut diperuntukan bagi mahasiswa UMPP, masyarakat umum dan para tokoh lintas agama yang ada di Kabupaten Pekalongan dengan jumlah total yaitu 1.613 peserta.
Bupati Fadia dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi lembaga Baznas atas terselenggaranya bantuan paket sembako tersebut. Menurutnya apa yang dilakukan Baznas ini sangat tepat dimana pada masa pandemic ini, para pedagang terutama pedagang kaki lima sangat membutuhkan bantuan social. Fadia berharap selain di Kedungwuni, bantuan juga yang diberikan ke tempat lain.
Selain bantuan berupa paket sembako, Baznas juga memberikan bantuan peralatan tim pemakaman covid. “ Terimakasih Baznas sampai soal pemakaman juga diperhatikan, ini luar biasa sekali,” ucap Fadia.
Dalam kesempatan itu Bupati juga meminta agar tidak ada pungutan liar terhadap para pedagang.“ Yang berlaku adalah yang ditetapkan Pemda. Tapi kalau ada pungutan liar apalagi dalam masa pandemic ini, tolong dilaporkan. Nanti saya Insyaalloh segera akan membuat Gemek ini sebuah peraturan, sehingga semua bisa kita pantau, pungutan-pungutan liar biar hilang supaya tidak memberatkan pedagang,” tegasnya
Selanjutnya Bupati Fadia juga meminta seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan mendukung dan bersedia divaksin. “Saya minta kalau ada vaksin jangan menghindar, karena vaksin itu penting. Semoga level kita yang saat ini di level 4, bisa cepet turun ke level 3, 2, 1 dan hilang. Saya pesan jaga kesehatan, ikuti aturan prokes, pakai masker itu wajib, cuci tangan wajib, kerumunan dihindari,” pungkasnya.
Sementara itu Plt Ketua Baznas, KH Mukhosin menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan Baznas Kabupaten Pekalongan adalah berupa bantuan sembako kepada pedagang kaki lima yang terdampak PPKM.
“ Setelah kami data, pedagang kaki lima di Gemek ini berjumlah 372 orang. Nanti juga akan kami berikan bantuan kepada warga Kedungwuni yang terdampak covid yang isolasi mandiri berupa bantuan sembako juga berjumlah 1438 orang. Dan untuk program bantuan selain sembako adalah perlengkapan tim pemakaman covid 19 yang berupa peralatan yang nilainya mencapai Rp. 30.800.000 . Totalnya dari sembako dan peralatan tim pemakaman sejumlah Rp. 90.700.000,-00, “ jelas KH Mukhosin (Ar-Kominfo)
Senin, 9 Agustus 2021
Dalam stressing yang disampaikannya Bupati Fadia menyampaikan acara pembinaan camat dan pengenalan program desa digital dan optimalisasi penyelenggaraan data terpadu kesejahteraan sosial di kabupaten Pekalongan tahun 2021 itu guna mengoptimalkan pelayanan kesejahteraan sosial melalui penguatan data berbasis partisipasi masyarakat dan pengembangan desa digital. Menurut Fadia, digitalisasi desa sangat tepat dalam memasarkan potensi desa sampai ke tingkat nasional bahkan mancanegara. Untuk itu ia meminta camat turun ke desanya masing-masing dan melihat potensi di desanya.
“Camat harus bisa mapping potensi di desanya. Kalau potensi desa/pariwisata kita lebih dikenal, ini akan membuat PAD kita bertambah. Jika potensi yang ada kita populerkan secara digital maka akan menarik perhatian dari nasional bahkan manca,” serunya
Selanjutnya Bupati Fadia menyampaikan beberapa poin penting diantaranya terkait Data DTKS, Ia meminta Dinas Sosial segera membuatkan tim, serta Kepala Dinsos beserta camat turun melihat secara langsung, mana yang berhak mendapat bantuan dari pemerintah.
Selain itu, akan terapkan mekanisme bagi penerima bantuan social akan ada tanda tulisan yang disemprot depan rumahnya sebagai tanda telah menerima bantuan.
Poin lainnya yaitu optimalisasi verifikasi dan validasi secara berkala dengan melibatkan babinkamtibmas, babinsa, TKSK, tokoh masyarakat, agar data yang diusulkan sesuai dan tepat sasaran.
Sementara itu Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.Si saat menyampaikan pengantar pada acara pembinaan camat sekaligus pengenalan program dari kemendes RI yang berkaitan dengan pembangunan desa tersebut, bahwa data desa yang terakhir dikenalkan ada desa tertinggal, desa berkembang dan desa mandiri.
“Prinsip, dari 3 kategori itu desa tertinggal kita masih 26 % lebih. Dari desa berkembang ternyata 51 % nya desa berkembang. Sedangkan desa mandiri itu hanya 4 % persennya, “ jelas Sekda
Pj Sekda Budi Santoso menjelaskan prinsip yang persepsinya harus disamakan, bahwa data DTKS adalah data paten 40 % jumlah penduduk yang masih standarnya terbawah. Itu sebagai jaring pengaman sosial yang nantinya yang miskin bisa naik ke pra sejahtera, sejahtera sampai menuju ke kemandirian atau kesejahteraan.
“ Dari sisi itu, bantuan sosial itu bukan berarti bantuan yang hanya diberikan oleh masyarakat miskin, tetapi adalah jejaring pengaman yang 40% nya penduduk kita itu agar tidak jatuh pada saat ada di level 40 % itu. Maka sangat beda konsepnya dengan pengentasan kemiskinan,” tambahnya
Oleh karena itu, lanjut sekda, persepsi inilah yang harus dibangun, termasuk para pengampu kebijakan bahwa pasti 40% penduduk itu akan terjadi inklusif eror apabila dikaitkan dengan data kemiskinan. (Ar-Kominfo)
Kamis, 5 Agustus 2021
Dalam sambutannya Bupati Fadia meminta Ketua TP PKK untuk melaporkan secara langsung kepadanya, apa yang sudah dikerjakan dan program-program apa yang akan dikerjakan sehingga dirinya selaku Bupati bisa ikut membatu secara maksimal.
Dikatakan, suksesnya program bupati /wakil Bupati bermuara dari PKK. “Organisisi PKK ini berbeda dengan organisasi atau ormas lain, oleh sebab itu yang paling penting adalah program dari bupati/wakil Bupati yang harus kita sukseskan. Apalagi, sebagian penduduk kabupaten Pekalongan adal ah perempuan. Program PKK ini bisa membuat komunikasi yang aktif karena suksesnya program bupati wakil Bupati ini justru dari PKK. PKK ini terjun sampai tingkat desa bahkan RT, jadi cara agar masyarakat mengenal program bupati /Wakil Bupati ya di PKK ini, ‘terang Fadia
Bupati Fadia juga memastikan dirinya akan menunjang program PKK secara maksimal dan tentunya ditunjang pula oleh OPD terkait.
Menyinggung saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 4 untuk kasus covid, Fadia mengutip pesan dari Gubernur Ganjar bahwa yang lebih penting PKK juga agen untuk mengedukasi masyarakat dalam penerapan prokes . Menurutnya pemkab dan PKK harus bekerjasama untuk mengajarkan masyarakat tentang prokes. “ Ibu-ibu kan banyak aktif di pengajian, banyak ke pasar, banyak yang sampai sekarang tidak paham arti pakai masker, cuci tangan, dan sebagainya, ini pekerjaan rumah (PR) penting untuk mengedukasi masyarakat supaya level kita cepat kembali ke 3,2 dan 1 dan hilang. Itu juga tugas dari keluarga besar PKK,” paparnya
Tak lupa Bupati Fadia juga berpesan kepada seluruh anggota PKK agar menpelajari dan bisa menjabarkan 10 program PKK sesuai dengan arahan dan aturan. (Ar-Kominfo)
Kamis, 5 Agustus 2021
Dimana kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Kapolres Pekalongan AKBP Darno, Dandim 0710 CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kejari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, Pj. Sekda Bambang Irianto, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwi Antoro dan beberapa OPD terkait lainnya.
Kegiatan monitoring dan evaluasi PPKM tersebut, diawali dengan acara pembinaan oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi di Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo. Dimana Riswadi dengan tegas meminta camat Wonopringgo untuk memperketat pemberlakukan PPKM diwilayahnya dan tidak sungkan untuk berkoordinasi dengan pemkab apabila ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tersebut.
Menurut Riswadi, antara kepala desa, camat sampai ke pemkab harus memiliki komunikasi yang baik supaya PPKM Level 4 di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan lancar, sehingga kasus Covid-19 bisa mereda.
‘’Satgas Covid-19 ini sangat terbatas, untuk itu saya mohon supaya kita bisa sepaham bahwa Covid-19 ini berbahaya dan harus kita tekan penularannya dengan melakukan kerjasama yang baik,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Riswadi juga berpesan, supaya kepala desa Rowokembu untumk gencar melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat setempat supaya bersedia untuk dilakukan vaksinasi mengingat angka penularan yang masih cukup tinggi.
‘’Jadi, apabila masyarakat mau divaksin, tingkat penyembuhannya akan semakin tinggi, dan tingkat penularannya akan semakin rendah,’’ tegas Riswadi.
Sementara itu, dalam pembinaan tersebut, Kepala Desa Rowokembu Mufreni berkesempatan menyampaikan hasil evaluasi kasus Covid-19 di desanya. Menurut Kades untuk kasus penularan Covid-19 di Rowokembu saat ini sudah mereda. Hal itu dibuktikan dengan sudah tidak ada masyarakat Desa Rowokembu yang tengah melaksanakan Isolasi mandiri.
Menurut kades, hal tersebut terjadi karena kegiatan Jogo Tonggo gencar dilakukan oleh perangkat desa dengan cukup baik dan protokol kesehatan dianjurkan dengan sangat ketat pada warganya. Sehingga penurunan kasus Covid-19 di Rowokembu bisa menurun.
‘’Kondisi Rowokembu ini alhamdulilah untuk Covid-19 disini sudah mereda. Artinya masyarakat kami yang melakukan isolasi mandiri sudah tidak ada,’’ ungkapnya.
Selain itu, kegiatan yang melibatkan potensi kerumunan juga sudah berhenti dilakukan cukup lama, lanjut kades. Sehingga menurutnya, dapat dipastikan bahwa Desa Rowokembu sudah benar-benar melaksankan protokol kesehatan dan kegiatan Jogo Tonggo. ‘’Jadi, kami benar-benar melaksankan protokol kesehatan dan kami juga akan mengedukasi masyarakat supaya mau melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19,’’ ujarnya.
Selanjutnya, pemkab melanjutkan kegiatan tersebut dengan melakukan pembinaan di Desa Getas Kecamatan Wonopringgo dan dilanjutkan dengan melakukan tinjauan ke tempat yang akan dijadikan untuk isolasi pasien Covid-19 di Desa Sampih Kecamatan Wonopringgo.(Lus-Kominfo)
Rabu, 4 Agustus 2021
Salah satu langkah yang dilakukan oleh pemkab adalah dengan melakukan Pembinaan Kepala Desa untuk menyelaraskan program pemerintah daerah dengan pemerintah desa, supaya pembangunan di Kabupaten Pekalongan dapat dilakukan dengan lebih baik lagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.
‘’Kita kumpulkan para kepala desa yang ada di Kecamatan Kesesi ini, karena nanti saya sudah meminta kepada Pak Totok untuk membuat acara dimana saya akan turun di setiap desa se Kabupaten Pekalongan karena saya akan mendengar langsung masukan-masukan dari tokoh masyarakat tentang kekurangan-kekurangan di desanya yang bisa saya bantu,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, saat melakukan pembinaan para Kepala Desa se-Kecamatan Kesesi di Desa Windurejo, Kesesi yang dilaksankan pada siang ini, Rabu (4/8/2021)
Karena menurut Bupati Pekalongan, untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, sejahtera, adil dan merata sesuai visi misinya itu, dibutuhkan kerjasama atau sinergitas antar pimpinan mulai dari tingkat desa sampai ke tingkat pemerintah daerah.
Untuk itu, Fadia berharap para kepala desa bisa benar-benar ikut ambil bagian untuk bersama-sama dengan pemkab mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangkit dari keterpurukan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19.
‘’Membangun Kabupaten Pekalongan harus cepat, dan juga jangan lupa harus transparansi. Karena kita harus benar-benar melayani masyarakat dengan baik. Karena pengawasan eksternal dari masyarakat sekarang sudah sangat mudah dilakukan,’’ ungkap Fadia.
Selain itu, Fadia juga menyinggung masalah penyaluran bantuan sosial yang ada di masing-masing desa. Ia mengatakan bahwa kepala desa harus benar-benar adil dalam menyalurkabn bantuan sosial, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini banyak bantuan sosial yang turun dari pemerintah pusat. Untuk itu Ia berharap kepala desa dapat benar-benar amanah dalam menyalurkan bantuan yaitu diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
‘’Pada masa pandemi banyak bantuan yang turun dari pusat, untuk itu harus kita manfaatkan untuk mengecek data lagi yang benar-benar membutuhkanlah yang harus mendapatkan,’’ tuturnya.
Fadia menambahkan, untuk menjamin penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pusat dapat tepat sasaran, pihaknya akan segera menurunkan tim independen yang akan Ia kerahkan utnuk melakukan pengecekan secara langsung ke masing-masing desa, untuk mendata masyarakat yang benar-benar seharusnya layak mendapat bantuan sosial, sehingga tidak salah sasaran.
‘’ Jadi bantuan harus disalurkan sesuai dengan yang benar-benar membutuhkan. Karena saya akan menurunkan tim independen mungkin dari mahasiswa yang nanti akan mengecek langsung ke desa-desa supaya bapak/ibu tidak disalahkan apabila ada yang tidak dapat bantuan,’’ pungkasnya.
Dalam kesempatan kegiatan pembinaan Kades se Kecamatan Kesesi tersebut, Bupati Pekalongan juga menyerahkan bantuan sembako kepada 40 warga miskin desa setempat yang tidak tercover oleh bansos lainnya. Disamping itu juga menyerahkan bantuan hibah kepada masjid dan musholla.(Lus-Kominfo)
Rabu, 4 Agustus 2021
“Saya mengumpulkan seluruh asisten, kepala dinas/kabag/kepala kantor sampai camat, karena ini adalah waktu kita tinggal lima bulan, bukan waktu yang panjang, tadi saya lihat beberapa kegiatan yang belum terlaksana. Artinya harus jadi perhatian kita semua. Masuknya keluarga besar Kejaksaan ini menjadi satu kesatuan dengan kita, menjadi bagian dalam pembangunan kabupaten Pekalongan,” ucap Bupati Fadia.
Bupati Fadia menyakini bahwa pemkab mempunyai visi misi yang sama.dengan Kejaksaan maupun Polres, yaitu sama-sama punya niat untuk bagaimana pembangunan di kabupaten Pekalongan bisa terlaksana secara maksimal.
Dalam rapat koordinasi ini Fadia menekankan poin penting yaitu memastikan terjadinya percepatan pembangunan dan serapan anggaran dalam kurun waktu yang tersisa. “Dari data terlihat lampu kuning, merupakan peringatan bagi kita untuk segera melaksanakan semua kegiatan baik yang ditenderkan maupun yang tidak. Dan saya minta para kepala OPD masukkan semua pelaksanaan hasil pengadaan barang/jasa agar tepat waktu, tepat mutu dan taat azas, “ tandasnya.
Disampaikan pula pada rapat koordinasi yang sekaligus penandatangan kerjasama antara Pemkab dengan Kejaksaan Negeri Kajen tersebut, Kajari diminta pula untuk memberi masukan, pengarahan serta dukungan bagi jajaran Pemkab agar mantap melaksanakan tugas pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“ Ini adalah wujud dari kejaksaan negeri yang peduli terhadap kabupaten Pekalongan dengan harapan kedepan, kerjasama ini berjalan harmonis dan mengedepankan unsur kekeluargaan. Dan percepatan pembangunan harus segera dilaksanakan karena waktu tinggal 5 bulan. Saya meminta Kajari memberi arahan dan masukan supaya kedepan kerjasama ini terjalin dengan baik, menjadi keluarga besar yang baik dan juga bisa membuat kabupaten Pekalongan ini pembangunannya maju pesat, ,” tegas Fadia
Pj Sekda Drs. Budi Santoso.,M.Si saat menyampaikan kata pengantar menyebut penandatangan kesepakatan antara Pemerintahan Kabupaten Pekalongan dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan merupakan sebuah MOU sekaligus mencoba harmonisasi dan kolaborasi pelaksanaan APBD kabupaten Pekalongan tahun 2021 dan selanjutnya. “Hadirnya Bupati dan Kajari ini, harapannya kita mendapat pencerahan bersama dari sisi kegiatan APBD yang belum bisa kita laksanakan maupun yang telah dilaksanakan maupun sudah dalam kontrak pekerjaan maka perlu dorongan kita bersama dan harapan itu nanti kita wujudkan dengan kerja keras kita yang masih sisa 5 bulan ini,” papar Pj Sekda Budi Santoso.
Untuk itu Pj Sekda meminta arahan dan pembinaan dari Bupati dan Kajari beserta jajaran, agar pelasanaan APBD berjalan dalam kerangka on the track dan secara normatif sesuai target yang ditentukan.
Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas ,SH.,MM dalam sambutan pengarahannya mengatakan pihak Kejaksaan wajib mendukung penuh kebijakan terkait penanganan covid 19 dan pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan ketentuan.
“ Kami disini untuk sama sama membangun kabupaten Pekalongan. Kita sama sama mengawal.Intinya kita harus bersinergi membangun supaya penyerapan anggaran itu kalau bisa 100 persen,” tegas Abun Hasbullah Syambas.(Ar-Kominfo)
Selasa, 3 Agustus 2021
Selasa, 3 Agustus 2021
Kegiatan vaksiansi tersebut merupakan wujud sinergitas UMPP untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menekan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang saat ini sudah naik menjadi level 4 dari sebelumnya level 3.
Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dari UMPP yang telah menyelenggarakan kegiatan vaksinasi Covid-19 tersebut.
‘’Saya sangat mendukung sekali kegaitan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh UMPP ini karena saya ingin seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa mendapatkan vaksinasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat hadir dalam acara Vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh UMPP.
Fadia mengatakan, kegiatan vaksinasi tersebut dapat membantu pemkab yang saat ini tengah berusaha keras untuk kembali menurunkan level angka penularan Covid -19 di Kabupaten Pekalongan, yang pada hari Sabtu lalu (31/7/2021) Kabupaten Pekalongan naik level, dari level 3 menjadi level 4 untuk tingkat angka penularan Covid-19.
Oleh karena itu, Fadia berharap para mahasiswa dan masyarakat yang akan melaksanakan vaksinasi bisa benar-benar memperhatikan arahan dari petugas kesehatan supaya vaksinasi bisa terlaksana dengan lancar, sehingga dapat terhindar dari paparan Covid-19.
‘’ Saya juga berharap kepada semua anak-anaku yang divaksin kali ini, kan sebelum divaksin ada skriring harus dijawab dengan jujur ya jangan berbohong, supaya vaksinasinya bisa berjalan dengan lancar,’’ ungkapnya.
Selain itu, pada kesempatan ini Fadia juga mengajak untuk seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bergotong-royong mencegah penularan Covid-19 dengan tetap mematuhi himbauan pemerintah dan menjalankan protokol kesehatan.
‘’Tidak bosan saya mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan, ayo kita tekan bersama penularan Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan pola hidup sehat,’’ tandasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rektor UMPP Dr. Nur Izzah, S.Kp., M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh pihaknya itu bertujuan untuk mencegah penularan Covid-19 yang ada di Kabupaten Pekalongan, utamanya bagi para mahasiswanya.
Untuk itu, Izzah berharap kegiatan vaksinasi dapat berjalan dengan lancar, dan tanpa ada halangan suatu apapun. ‘’Untuk itu dalam kegiatan ini kami mohon arahan dari Ibu Bupati Pekalongan mudah-mudahan kegiatan vaksinasi ini bisa berjalan lancar tanpa halangan suatu apapun,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 3 Agustus 2021