KAJEN - Pencanangan pembangunan zona integritas yang merupakan langkah awal dan bagian dari menyukseskan reformasi birokrasi, saat ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan melakukan penaatan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, efisien, pelayanan prima dan memuaskan. Selasa (16/6).
Sekretaris Daerah, Dra. Mukaromah Syakoer, MM menjelaskan, “Pencanangan ini juga merupakan salah satu syarat dari penilaian mandiri reformasi birokrasi yang diamanatkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.” Jelas dalam sambutannya di aula lantai 1 setda Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, reformasi birokrasi yang menjadi komitmen seluruh institusi beserta aparatur pemerintah dan pelayanan publik , dapat dinilai dari seberapa besar perubahan yang dilakukan secara bertahap yang diharapkan dapat membentuk karakter aparatur birokrasi secara pribadi maupun kelembagaan, yang pada akhirnya dampak positif dari perubahan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Hal ini dapat dimulai dengan upaya strategis membangun karakter aparatur dan organisasi yang beretika dan profesional.” tambahnya. Dengan demikian melalui hal tersebut, diharapkan setiap institusi dan aparaturnya memiliki akuntabilitas dan kualitas kinerja yang semakin baik, sehingga harapan publik terhadap pelayanan yang berkualitas hasilnya tuntas dan terukur serta mudah diakses, dengan sendirinya akan terwujud.
Sekda menegaskan bahwa pencanangan pembangunan zona integritas ini merupakan upaya penting bersama dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan menjadi zona yang berintegritas, sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Sekda juga menyampaikan selamat kepada keluarga besar BPS Kabupaten Pekalongan atas dideklarasikannya pencanangan pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM dilingkungan Badan Pusat Statistik Kabvupaten Pekalongan. Pemkab berharap semoga dalam dilaksanakannya deklarasi ini akan semakin meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Sementara itu kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Siti Mardiyah, menyampaikan bahwa BPS telah melaksanakan pembangunan zona integritas dan kabar baik bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini sudah mengalami peningkatan dimana pada tahun 2017 mencapai 57,63 kemudian 2018 mencapai 58,99 kemudian ditahun 2019 mencapai 69,53. Siti Mardiyah Berharap semoga di tahun 2020 dan kedepannya akan mencapai angka yang lebih tinggi lagi, semua ini merupakan upaya jajaran BPS Kabupaten pekalongan yang telah bekerja dengan baik dan bersungguh-sungguh mewujudkan zona yang bersih dan integritas di Kabupaten Pekalongan.
BPS siap bekerja dan bekerjasama untuk sama-sama bekerja dalam membangun dan menjaga zona integritas ini dengan tulus, “Semoga Allah SWT meridhoi segala upaya yang kita kerjakan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.” Tambahnya.(ela)
Selasa, 16 Juni 2020
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan keunggulan pada masing-masing desa di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan lakukan serangkaian kegiatan tinjauan lapangan atau monitoring ke sejumlah desa. Tinjauan kali ini dilakukan di Desa Banjarsari Kecamatan Talun pada pagi ini, Senin (15/6/2020).
Hadir dalam tinjauan ini, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, Kepala Dinas DPU Taru Bambang Iriyanto,Kepala Bappeda Yualian Akbar, Kepala Dinas Perkim LH Trinanto ,Kepala Dinas Kesehatan Setiyawan Dwi Antoro, Inspektur Ali Riza,Kepala Dinas PMD P3A DAN PPKB Muhammad Afif.
Dikatakan oleh Bupati Asip bahwa kedatangan Pemkab kali ini memiliki berbagai tujuan yang diataranya adalah silaturahmi dengan masyarakat setempat,monitoring langsung berkaitan dengan kendala apa saja yang ada di Desa Banjarsari serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait persiapan Kabupaten Pekalongan menuju era Normal Baru.
KAJEN – Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan BPN melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan hari ini Senin ( 15/06) melakukan launching aplikasi house to house HTP dan PBB , di aula asisten 2 Setda . Acara ini dihadiri Sekretaris daerah kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer,MM., serta Plt kepala kantor pertanahan Gusmanto, S.H.,M.M.
Dari data kantor Pertanahan, kabupaten Pekalongan baru 39% yang disertifikatkan. Untuk itu akan segera ditindaklanjuti pensertifikatannya dengan tim khusus. Menurut Gusmanto, House to House sudah terealisasi, tinggal pemanfaatan data. Aplikasi tersebut berguna untukmembuka data wajib pajak. Aplikasi ini sangat bermanfaat karena akan sinkron antara data yang di BPN dengan yang di Bappeda. Hal ini dimaksudkan untuk sertifikasi tanah aset pemkab.
´saya harap kita tindaklanjuti dengan tim khusus. Dengan surat pernyataan tanah tersebut menjadi aset akan disertifikatkan. Kaitannya dengan akan dibentuk tim pembangunan data pertanahan, itu melibatkan unsur kantor pertanahan, pemda dan desa. Yang intinya membangun database pertanahan sampai di tingkat desa menjadi desa lengkap. Jadi nanti data pertanahan di desa itu lengkap, bisa digunakan berkaitan dengan perencanaan kebijakan pembangunan atau untuk kepentingan yang lain”, ungkap Gusmanto.
KAJEN - Dalam acara paguyupan komunitas pangkas rambut dan babershop Kabupaten Pekalongan, Bupati mengajak komunitas tersebut siap hadapi new normal dengan menerapkan protokol kesehatan ditemat kerjanya, Minggu (14/6)
Bupati berpesan agar mereka segera menyiapkan diri menuju new normal, “Harus memakai masker, sering-sering cuci tangan, jaga jarak, makan bergizi, tidur yang enak, karna.” Jelas Bupati saat berpidato di acara tersebut di Kedungwuni.
Kabupaten pekalongan dataya berubah terus, sampai hari ini masuk dalam zona hijau, karena yang positif hanya 8, dari 8 yang positif 5 orang sembuh, 1 orang meninggal dan berKTP Depok Jawa Barat, sedangkan 2 orang sedang di rawat.
Bupati berharap knpa harus pakai protokol kesehatan karena virus ini belum hilang dan seluruh ahli penyakit menular sampai hari ini belum bisa menentukan kapan virus ini hilang dan belum menemukan vaksinnya
Kajen,14 Juni 2020 – Seiring dengan persiapan menuju era normal baru di Kabupaten Pekalongan yang saat ini masuk salah satu kabupaten yang rendah resiko Covid-19 dari 136 kabupaten/kota di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sosialisasikan masyarakat untuk tetap menjalankan protocol kesehatan.
Sosialisasi ini juga terlihat dalam silaturahmi Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si,yang pada hari ini Minggu (14/6/2020) menghadiri acara Silaturahmi Lajanah Thoriqoh Muslimat Wathonah bersama Maulana Habib Luthfi , yang diselenggarakan oleh PC Muslimat NU Kabupaten Pekalongan di Bojong.
Bupati Asip mengatakan bahwa acara tersebut diharapkan bisa memupuk rasa kecintaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam situasi pandemic Covid-19 ini. Sehingga seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa aman dan siap juga untuk menuju era normal baru.
‘’ Silaturahmi ini mari kita gunakan dalam rangka untuk memupuk rasa kecintaan kita dalam berbangsa dan bernegara, utamanya adalah menghadapi musibah dari Allah SWT,’’
Kajen,12 Juni 2020 – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus lakukan perbaikan dan evaluasi terkait penyusunan anggaran untuk tahun anggaran 2021.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah berprinsip untuk bisa menyusun anggaran sesuai dengan basis kepentingan masyarakat luas terutamnya masyarakat di desa-desa, yang menurut Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si setiap desa di Kabupaten Pekalongan memiliki keunggulan masing-masing.
‘’Desa-desa di Kabupaten Pekalongan itu memiliki keunggulan masing-masing yang bisa dikembangkan dan didukung supaya bisa lebih baik lagi. Pemerintah berfungsi memfasilitasi dan mendukung supaya desa-desa di Kabupaten Pekalongan bisa lebih maju lagi,’’ kata Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, pada kunjunganya di wilayah Kecamatan Karangdadap, Jumat (12/6/2020).
Dijelaskan Bupati, dengan keunggulan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa mendukung penuh masing-masing desa supaya keunggulan yang sudah ada itu bisa dikembangkan lagi.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., menyampaikan pentingnya 4 langkah konkrit yang harus disosialisasikan di tengah masyarakat dalam menjalani era kehidupan new normal. Hal itu disampaikan bupati dalam acara halal bihalal keluarga besar Pemkab Pekalongan bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), pada jumat (12/06) di aula lantai I setda kabupaten Pekalongan. Acara halal bihalal sekaligus pengajian jum’at pagi kali ini menghadirkan pembicara KH Zuhdi Hariri dari Buaran, dan dihadiri wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, sekretaris daerah Mukaromah Syakoer,MM., serta para kepala OPD se kabupaten Pekalongan.
“ Hari ini kita melaksanakan acara halal bihalal. Di dalam halal bihalal, hal yang paling penting adalah saling maaf memaafkan, selain itu, proses saling mendoakan, kemudian kita mendapatkan maidhoh khasanah, tausiyah yang sangat penting untuk bekal kita selanjutnya”, ucap bupati mengawali sambutannya.
Lewat momentum halal bihalal tersebut bupati mengajak seluruh ASN membangkitkan kembali spirit halal bihalal dengan spirit rasa pengabdian di tengah pandemi covid19 yang secara nasional trendnya belum menunjukkan kurva yang landai bahkan cenderung naik. “ Untuk itu apa yang kita sebut dengan prakondisi , new normal, itu harus betul-betul kita jalankan”, tegasnya.
KAJEN - Dalam rangka menggali data untuk pengambilan kebijakan, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Buaran, Kamis (11/6/2020).
Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra H. Totok Budi Mulyanto, SE., Kepala Dinas PU Taru Ir. H. Bambang Irianto, M.Si., Kepala Dinas PMD P3A PPKB H. Moh. Afib, S.Sos., Kepala Dinas Perkim LH Ir. Trinanto AM, dan Kepala Bappeda Litbang H. Yulian Akbar, melakukan kunjungan kerja ke Desa Pakumbulan, Watusalam, Wonoyoso dan Paweden.
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si menyampaikan bahwa kunjungan kerjanya adalah untuk mendengar langsung aspirasi dari masyarakat guna mengetahui secara langsung persoalan-persoalan yang ada di desa-desa. Khususnya Desa Pakumbulan sebagai modal awal bagi pihaknya dalam mengambil kebijakan.
"Kedatangan kami ini untuk melakukan pengecekan terhadap desa-desa sehingga bisa tahu persis persoalan sehingga nanti saat mengambil kebijakan, bisa sesauai dengan yang diharapkan oleh masyarakat," ujar bupati Asip ditengah kunjungan kerjanya di desa Pakumbulan.
KAJEN – Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Kajen dan salah satu bentuk ikhtiar menghadapi masa prakondisi normal baru, Pemerintah Kabupaten Pekalongan meluncurkan aplikasi SIDOL (Sistem Informasi Pendaftaran Online) untuk memepermudah pendaftaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat di RSUD Kajen, pada hari ini Rabu (10/6/2020).
‘’Kita hari ini melanunching aplikasi SIDOL (Sistem Informasi Pendaftaran Online) RSUD Kajen sebagai salah satu gerakan untuk masa prakondisi New Normal di rumah sakit Kajen ini yang bisa langsung didowanload di playstore dan nanti bisa daftar secara online,’’ kata Bupati Asip.
Selain aplikasi SIDOL Bupati Asip juga meresmikan poli jantung yang ada di RSUD Kajen, yang dijelaskan oleh bupati Asip bahwa poli jantung ini menambah pelayanan baru yang sebelumnya belum ada. Sehingga dengan hal tersebut, masyarakat yang membutuhkan pelayanan pada poli jantung,sekarang sudah tersedia di RSUD Kajen.
‘’Kemudian yang kedua meresmikan poli jantung untuk pertama kali yang ada di RSUD Kajen. Tentu ini menambah bobot pelayanan di rumah sakit Kajen terhadap masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ jelas Bupati Asip.
Rangkaian monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dijelaskan oleh Bupati Asip utamanya adalah sebagai evaluasi kinerja Pemkab dalam mengambil kebijakan-kebijakan di Pemerintahan. Dimana pihaknya berharap monitoring ini bisa mendapat aspirasi langsung dari masyarakat berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil supaya sesuai dengan basis kepentingan masyarakat.
‘’Kemudian yang kedua, hal ini juga sebagai evaluasi kami berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang telah kita ambil. Dan juga kebijakan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi, karena tugas kami adalah sebagai agrigator atau penerus kebijakan dari pusat dan provinsi,’’ jelas Bupati Asip.
Selanjutnya,berkaitan dengan sosialisasi untuk menghadapi New Normal, Bupati Asip mengungkapkan bahwa masyarakat diharapkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan,karena pihaknya telah membuka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi di Kabupaten Pekalongan,walaupun masih dalam skala kecil.
‘’Karena Kabupaten Pekalongan saat ini masuk dalam zona hijau dan menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah dengan resiko penularan Covid-19 yang rendah. Maka saat ini Kabupaten Pekalongan tengah mempersiapkan diri menuju New Normal,’’
‘’Mendasari hal tersebut, maka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi kemasyarakatan sudah kita buka. Masjid,pasar dan pariwisata juga sudah kita buka. Namun walaupun seperti itu,masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,’’ ungkap Bupati Asip.
Adapun untuk pengelolaan di Desa Banjarsari,Bupati Asip mengatakan pihaknya dari DPRD akan melakukan identifikasi dan mengawal yang juga berkaitan dengan penggunaan dana desa. Karena menurut Bupati Asip tugas DPRD adalah sebagai representasi mewakili masyarakat.
"Terkait dengan pengelolaan desa nanti akan kita identifikasi dan dikawal oleh DPRD karena tugas DPRD itu untuk representasi mewakili masyarakat," kata Bupati Asip. (Lusi Rismawati)
Senin, 15 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Bupati berpesan kepada komunitas tersebut untuk lebih berhati-hati dengan melihat KTP pelanggannya, agar selamat bersama. Ketika mencukurpun harus memakai masker baik itu pencukurnya atau pelanggannya, dan sediakan tempat cucu tangan, karena tidak tau siapa yang datang apakah membawa virus atau tidak, hal ini untuk kebaikan semua. Hal ini merupakan lagkah prefentif yang paling sederhana.
Dalam pertemuan itu bupati menerangkan pemerintah sangat memperhatikan terutama dengan pengurangan pengangguran yang totalnya hampir 200 orang di Kabupaten Pekalongan, dan komunitas pangkas rambut sudah mengurangi pengangguran di Kabupaten Pekalongan, pemerintah sangat mengapresiasi adanya komunitas ini.
Bupati mendorong bahwa ini potensi luar biasa dijadikan sarana minimal untuk meningkatkan pengalaman untuk mendapatkan profesionalisme dengan yang lebih senior berbagi ilmu dengan yang muda, bupati menjelaskan “kepuasan pelanggan adalah segala-galanya, harga itu nomer 2 yang penting pelanggannya puas, yang paling penting, silahkan komunitas organisasi ini matangkan karena manfaatnya banyak sekali, segala sesuatu kalau dikerjakan kolektif lebih enak, kemudian kalau ada masalah ketika konsumen kurang puas kalian harus bareng-bareng mengatasi.”
Bupati juga berpesan, “Pesan terakhir tolong guyup rukun, nanti sekretariat akan dibuatkan termasuk bantuan-bantuan lain.” Kata Bupati. (Ela Nurfadhila)
Minggu, 14 Juni 2020
‘’ Dengan keyakinan dan ikhtiar kita, saat ini posisi Kabupaten Pekalongan sampai hari ini masih dalam zona hijau, karena di tempat kita yang positif Corona itu ada 8 orang dimana 5 sehat, 1 meninggal dunia, 2 sehat dan masih dirawat. Kita juga masuk menjadi kabupaten yang rendah resiko Covid-19 dari 136 kabupaten/kota lain di Indonesia,’’ kata Bupati Asip.
Bupati menambahkan, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah masuk zona hijau dan menjadi salah satu dari 11 daerah di Provinsi Jawa Tengah yang diperkenankan memasuki era Normal Baru, masyarakat diharapkan bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk bisa menjalankan semua program yang digunakan untuk kebaikan bersama supaya terhindar dari virus Covid-19.
‘’ Kabupaten Pekalongan saat ini sedang menuju masa New Normal, daerah yang sudah diperkenankan memasuki tahapan Normal Baru di Jawa Tengah itu ada 11 yang salah satunya adalah Kabupaten Pekalongan,’’
‘’ Yang terakhir, saya minta tolong kepada masyarakat semua, supaya dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk menjalankan semua program yang kaitanya menuju kemaslahatan bersama, termasuk masalah ini, karena pasar sudah kami buka , tempat wisata sudah kita buka yang jumlahnya ada 22 wisata di kabupaten.Tetapi protocol kesehatan tetap harus dijalankan," jelas Bupati Asip.
(Humas Kominfo)
Minggu, 14 Juni 2020
‘’Silaturahmi ini kita laksanakan, pertama karena kita sedang menyusun persiapan anggaran tahun anggaran 2021, walaupun tahun kemarin kita sudah lumayan baik, tapi kita akan tetap perkuat usulan tertulis baik itu dari hasil Musrenbangdes, Musrenbangcam bahkan yang sudah kita rancang di Musrenbang Kabupaten,’’ katanya.
‘’Ini kita terjun langsung, supaya kita itu menyusun anggaran bisa berbasis sesuai dengan kebutuhan masyarakat,’’ tegas Bupati Asip.
Disamping itu, terkait dengan Covid-19 Bupati Asip selalu menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berhati-hati dan menjalankan protokol kesehatan, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan tengah menuju transisi new normal dan masuk sebagai salah satu kabupaten dengan resiko penularan Covid-19 yang rendah di Indonesia.
‘’Saat ini Kabupaten Pekalongan itu masuk 136 kabupaten dengan resiko Covid-19 rendah. Tapi walaupun seperti itu, kita tidak boleh lengah, jadi kita harus terus berikhtiar terus supaya masyarakat benar-benar aman,’’ himbau Bupati Asip Kholbihi.
Dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto, Kepala Bappeda dan Litbang H. Yulian Akbar, Kepala DPU Taru Bambang Irianto, Kepala Dinas PMD P3A PPKB M. Afib, Inspektur Ali Riza, dan pejabat Perkim LH., Bupati Pekalongan melakukan kunjungan kerja ke Desa Kebonrowopucang, Kalilembu dan Kaligawe. (Humas Dinkominfo)
Jumat, 12 Juni 2020
Bupati juga menjelaskan bahwa acara halal bihalal tersebut sekaligus memberikan contoh kepada ribuan jamaah pengjian yang sudah mengajukan ijin ke pemerintah. “ Masyarakat kita berikan contoh, bahwa silahkan berkumpul dalam skala terbatas, tapi jangan lupa protocol kesehatan menjadi sebuah keniscayaan, karena Covid 19 belum ada obatnya, kemudian belum ada satu ahlipun yang melakukan prediksi secara predictable kapan covid ini akan hilang di kabupaten Pekalongan, di Indonesia bahkan dunia”, tuturnya.
Ditambahkan bupati, sampai hari ini di Kabupaten Pekalongan masih ada 2 yang positif. 1 anak-anak, 1 sudah 25 hari dirawat. Sedang angka pasitif covid total ada 8. 5 sembuh, 1 meninggal ( KTP Depok). Pemerintah pusat sudah memetakan 136 kabupaten/kota dengan resiko rendah, dan Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu kabupaten dengan resiko rendah. Untuk itu pihaknya terus melakukan ikhtiar diantaranya melakukan sosialisasi ke pasar-pasar, ke desa-desa mensosialisasikan bahwa new normal ini setidaknya diikuti dengan 4 langkah konkrit, yaitu pakai masker, cuci tangan pakai sabun, makan bergizi dan cukup tidur. ( Humas Kominfo)
Jumat, 12 Juni 2020
Tidak dipungkiri dengan terus melakukan pengecekan ke desa-desa, dikatakan Bupati Asip itu bisa menjadi bahan evaluasi dan salah satu bentuk upaya untuk terus melakukan perbaikan kinerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang ia pimpin.
Sehingga dengan hal tersebut, bupati berharap berbagai perbaikan seperti perbaikan infrastruktur pelebaran jalan yang saat ini memang dibutuhkan oleh masyarakat di Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran bisa segera terealisasi pada tahun 2021.
"Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten sangat memperhatikan desa-desa yang mengalami perubahan menuju desa yang semakin baik, termasuk salah satunya adalah Pakumbulan. Apalagi masyarakat di Pakumbulan itu kreatif-kreatif, ada kerajinan tenuni," ujarnya.
"InsyaAllah semoga lancar semuanya,sehingga pada tahun 2021 nanti kita pesan dalam perencanaan semoga kita bisa mulai melakukan pelebaran jalan yang penting ini ya," kata Bupati Asip.
Selain itu, Bupati Asip menuturkan bahwa kaitanya dengan masa pandemi yang masih dialami oleh berbagai daerah di Indonesia termasuk Kabupaten Pekalongan, pihaknya menegaskan kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dan melakukan pola hidup sehat.
Bupati melanjutkan, saat ini Kabupaten Pekalongan masuk dalam salah satu wilayah yang rendah resiko penyebaran virus Covid-19,sehingga pihaknya tengah mempersiapkan langkah-langkah untuk memasuki masa new normal.
"Sekarang kita masih dalam situasi pandemi Covid-19. Kabupaten Pekalongan merupakan kabupaten yang cukup baik karena resiko rendah,sehingga kita tengah mempersiapkan new normal . Oleh karena itu kita harus membiasakan untuk tetap cuci tangan, tidur cukup dan makan yang cukup dan bergizi,serta tetap mematuhi protokol kesehatan," jelas bupati Asip.
Bupati Asip juga mengungkapkan untuk acara -acara seperti keagamaan itu sudah dibuka. Namun untuk acara-acara besar yang melibatkan banyak orang belum bisa dibuka untuk meminimalisir penyebaran kembali virus Covid-19.
"Jadi sekarang sudah mulai kita buka mulai minggu ini. Tetapi seperti acara besar dan menimbulkan keramaian orang banyak itu kita belum buka karena kita masih dalam masa new normal ini. Sebab penyakit ini belum ada obatnya belum ada vaksinya dan yang kedua belum ada satupun praktisi kesehatan dunia yang memastikan bahwa penyakit ini sudah hilang dari suatu daerah," ungkap Bupati Asip.
Kamis, 11 Juni 2020
‘’Kita tidak boleh berhenti berinovasi dan mengupayakan hal-hal lain untuk mengupayakan masyarakat mempunyai habit terhadap masa pandemi sekaligus sehat,untuk menghadapi masa transisi ini,’’
‘’Nanti setelah panduan masa normal baru keluar dari pak gubernur,nanti kita akan megikuti itu,tapi masa-masa sekarang ini merupakan masa untuk bersosialisasi dan menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi masa normal baru,’’ kata Bupati Asip.
Adapun untuk kesiapan Kabupaten Pekalongan dalam menghadai masa normal baru,diungkapkan oleh bupati Asip bahwa saat ini Pemkab Pekalongan sedang memersiapkan segala sesuatunya termasuk sarana dan prasarana untuk memasuki masa normal baru tersebut.
‘’Prakondisi menjelang normal baru ini yang sedang kita siapkan. Dengan kegiatan kegamaan yang sudah mulai kita buka, yang tentunya dengan melakukan protokol kesehatan yang tetap,’’ ungkap Bupati Asip Kholbihi. ( Red )
Rabu, 10 Juni 2020