Jumat, 6 September 2019
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si meminta kepada pelajar Papua yang ada di wilayahnya untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan sebagai rumah ke dua, setelah kampung halamannya sendiri.
“Kabupaten Pekalongan adalah rumah ke dua bagi siswa-siswi asal Papua. Karena Kabupaten Pekalongan masyarakatnya ramah dan menghargai keberadaan mereka, sehingga saya melihat dari ekspresi mereka, Kabupaten Pekalongan sudah seperti rumah mereka sendiri,” ungkap Bupati pada pada acara silaturahmi dengan siswa-siswi asal Papua di SMA I Bojong, Kamis (5/9/2019).
Silaturahmi yang diinisiasi oleh Polres Pekalongan dengan tajuk “Kita Semua Bersaudara, Kita Satu Bangsa Indonesia, Kita Jaga Keutuhan NKRI” dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Wakapolres Kompol Mashudi, SH beserta jajaran Polres Pekalongan. Hadir pula Dandim 0710 Pekalongan yang diwakili Danramil Bojong Kapten Arh. Wiyoto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Drs. Ali Riza, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati, S.Pd.,M.AP.
Bupati Asip Kholbihi mengatakan, akan memberikan beasiswa kepada siswa-siswi asal Papua yang belajar di Kabupaten Pekalongan dan berharap agar mereka dapat menyelesaikan sekolah dengan baik dan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. “Di Pekalongan sudah ada beberapa perguruan tinggi seperti UNDIP, IAIN Pekalongan, ITS NU, UMPP,” ungkap Asip.
KAJEN – Keberadaan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemkab Pekalongan dan memberikan kontribusi yang nyata untuk pengembangan wilayah serta pembangunan di Kabupaten Pekalongan dengan slogannya KOTA SANTRI.
Demikian harapan Ketua Program Studi Sarjana Terapan Perencanaan Tata Ruang Dan Pertanahan Sekolah Vokasi UNDIP, Khristiana Dwi Astuti, ST, MT saat menyampaikan laporan pada acara Penerimaan Mahasiswa Baru dan Pendidikan Karakter Program Studi DIII Perencanaan Wilayah Dan Kota (PWK) dan Prodi DIII Akuntansi PSDKU UNDIP Tahun Akademik 2019/2020.
Mahasiswa baru yang terdiri dari 32 mahasiswa Prodi PWK dan 55 mahasiswa Prodi Akuntansi itu diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti di Aula Lantai 1 Setda, Rabu (4/9/2019). Kegiatan dihadiri para dosen dan mahasiswa baru PSDKU UNDIP.
Tahun 2019 ini merupakan tahun ke 2 PSDKU menerima mahasiswa di Kabupaten Pekalongan untuk ke-2 program studi, yakni Prodi PWK dan Prodi Akuntansi.
KAJEN – Sebanyak 6.580 rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa bibit ayam dan sarpras. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Penyerahan bantuan program BEKERJA tersebut dilakukan secara bertahap. Seperti pada hari Selasa (3/9/2019), bertempat di Balai Desa Watugajah Kecamatan Kesesi, diserahkan bantuan bibit ayam atau doc sebanyak 3.000 ekor yang diperuntukan bagi 60 RTM di Desa Watugajah dan RTM Desa Karangrejo.
Dr. Dodin Kuswanudin, penanggungjawab kegiatan program BEKERJ Kementerian Pertanian RI mengatakan, pihaknya akan menyerahkan bibit ayam dan sarpras untuk Kecamatan Kesesi bagi 1.846 RTM, dimana setiap RTM mendapatkan bantuan sebanyak 50 ekor bibit ayam (doc).
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, bantuan dari Kementerian Pertanian RI berupa anak ayam atau doc diberikan kepada 6.580 rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Pekalongan.
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan optimis pada kurun waktu 3 tahun kedepan, diwilayah Kabupaten sudah bebas kasus stunting. "Hal ini dimungkinkan karena kami sudah melakukan intervensi bersama - sama dari OPD Kabupaten hingga pemerintahan desa, BUMN, Ormas desa serta ormas. Ini yang membuat kita optimis tidak mencapai tahun 2030 kita sudah selesai permasalahan ini" Ungkap Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti pada acara aksi rembug percepatan penurunan Stunting di desa Sabarwangi kecamatan Kajen (3/9).
Menurut Arini, bahwa masa depan bangsa ini sangat tergantung dari tingkat kesehatan masyarakat khususnya anak-anak kita. Kita berharap anak –anak kita di masa mendatang sehat, cerdas, kreatif. Dalam kenyataannya kita mempunyai permasalahan yaitu stunting. Hal ini kaitannya dengan perbaikan gizi sehingga harus dilaksanakan secara komprehensif.
“Hasil pencatatan data yang dilakukan pada tahun 2018, masih ada 32,13 % atau 3039 anak dari 67.953 balita. Namun tentu saja angka tersebut masih perlu divalidasi, apakah alat ukurnya sudah standar, lalu cara ngukurnya”terangnya.
Perlu diketahui penyebab stunting, apakah karena asupan gizi yang kurang , factor lingkungan, atau juga barangkali karena gaya hidup karena kadang-kadang masyarakat masih memprioritaskan keluarga bukan anak yang baru lahir atau dalam kandungan.
KAJEN - Kita orang Jawa namun kadangkala kita lupa pada jati diri budaya orang Jawa atau dikenal dengan Sangkan Parani Dumadi. Oleh karena itu Pemkab Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-397 menggelar kirab budaya dengan tema Wahyu Temurun. “Meskipun ada beberapa kekurangan namun hal ini merupakan ikhtiar kita dalam rangka nguri-nguri budaya Jawa,” ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada acara Goro Suro Tahun Baru 1953 Jawa di Desa Legokkalong Kecamatan Karanganyar, Minggu (1/9/2019) malam.
Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penganut kepribaden untuk mempertahankan budaya Jawa agar tetap eksis. Sebagai bukti Pemkab Pekalongan mengapresiasi dengan mengajak mereka untuk turut dalam kegiatan doa bersama antar umat beragama pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397.
Menurut Bupati dengan berkebudayaan itu penting dalam rangka mengasah nurani pikiran, agar tidak menjadi orang yang suka menang sendiri. Yang dalam falsafah Jawa dikenal dengan karakter adigang adigung adiguno “Padahal jika kita mampu mengalahkan sifat adigang adigung adiguno akan timbul sifat lemah lembut, sopan, ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake,”terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan kepada para pelajar SMA I Bojong secara umum dan pelajar asal Papua khususnya, bahwa sebagai tugas siswa yaitu belajar giat dan tekun, serta hormat pada orang tua. “Karena dalam semua agama dan peradaban, kunci sukses seseorang adalah mereka yang menghormati, patuh pada orang tua termasuk guru,” tutur Bupati.
Bupati juga berpesan, kita harus mencintai tanah air, suku bangsa kita sendiri serta menjaga keamanan daerah dan tanah air karena hal itu adalah modal yang penting untuk dapat hidup dengan rasa nyaman.
“Manusia di dunia dilahirkan dari berbagai suku bangsa, pada dasarnya supaya saling mengenal peradaban-peradaban yang ada. Perbedaan agama, suku, ras sejatinya agar kita bisa menghargai keberagaman sehingga menjadi manusia yang cinta tanah air,” tandas Bupati.
Lebih lanjut bupati berharap setelah menyelesaikan studi di Kabupaten Pekalongan kelak para pelajar asal Papua tersebut bisa kembali ke daerah asalnya dengan bekal pendidikan dan pengetahuan serta wawasan yang luas. Bupati sangat mengagumi Papua yang menurutnya sangat indah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan kepada masyarakat secara umum, agar tidak melakukan hal-hal yang menyinggung perasaan orang lain, tak terkecuali warga Papua yang merupakan saudara kita sendiri. “Jangan melakukan perbuatan atau menyampaikan perkataan apalagi menggunakan media sosial untuk menyinggung perasaan mereka,” pinta Bupati.
Sebelumnya, Kepala SMAN Bojong, Drs. Bambang Wirudi menyebutkan ada sepuluh pelajar asal Papua yang belajar di sekolahnya. Bambang memperkenalkan para pelajar tersebut kepada Bupati, Kapolres, dan para tamu undangan yang hadir.
Papua Bagian dari Indonesia
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, SIK, M.Si mengajak para pelajar sebagai generasi sekarang untuk menjaga keamanan, seperti dahulu pada waktu mempertahankan Irian dari penjajah.
“Pemerintah memperhatikan Papua. Kesehatan, infrastruktur, semua diperhatikan, karena Papua bagian dari Indonesia. Kita semua bangsa Indonesia bersaudara, yang terjadi negatif di provinsi lain jangan ditiru. Kita harus berpikir luas ke depan. Potensi yang kita miliki harus digunakan untuk hal-hal yang positif, jangan merugikan,” ungkap Kapolres.
Senada dengan Bupati dan Kapolres Pekalongan, Danramil Bojong Kapten Arh. Wiyoto mewakili Dandim 0710 Pekalongan berpesan agar para siswa asal Papua untuk belajar yang tekun dan giat dengan bimbingan dari para guru untuk meraih masa depan yang cemerlang.
Selain itu, para pelajar juga diharapkan bisa memilah dan memilih informasi yang bermanfaat dan mengacuhkan informasi yang tidak bermanfaat. “Tugas adik-adik sekalian yang dari Papua adalah belajar. Yang nanti mungkin sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, akan menjadi pemimpin di wilayah Papua sendiri atau bahkan di negara kita, Indonesia, yang akan menentukan kemajuan bangsa Indonesia, kemajuan Papua pada masa depan, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandas Kapten Wiyoto.
Danramil Bojong juga berharap agar siswa-siswi Papua di SMA Bojong bisa diijinkan untuk saling berjumpa atau bersilaturahim dengan siswa asal Papua lainnya yang ada di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.
Sekcam Talun, Mores Erson Kubela, mewakili warga Papua yang ada di Kabupaten Pekalongan mengatakan, selalu berupaya untuk memberikan pemahaman, agar pelajar Papua yang ada di Kabupaten Pekalongan fokus untuk menuntut ilmu dan tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Prinsipnya, anak-anak saya, yang semua tahu dan kenal saya, mudah-mudahan tidak terpengaruh dengan pemberitaan miring. Kami anak-anak Papua yang ada di rantau cinta NKRI. Kami tidak akan terpengaruh dengan provokasi Papua Merdeka atau yang lainnya,” tandas Mores yang menyatakan mewakili siswa-siswi dan saudara-saudaranya asal Papua.
Dia menegaskan, tidak akan mengikuti ajakan-ajakan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan Negara ini. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Kamis, 5 September 2019
Khristiana Dwi Astuti, ST, MT menjelaskan, pembukaan PSDKU UNDIP di Kabupaten Pekalongan didasarkan pada Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No 1 Tahun 2017 tentang Pembukaan, Perubahan, dan Penutupan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Lebih lanjut dijelaskan, PSDKU merupakan program studi yang diselenggarakan di Kabupaten/Kota administratif yang tidak berbatasan langsung dengan Kampus Utama. Kampus Induk UNDIP saat ini berlokasi di Kota Semarang. “Peraturan ini lah salah satu yang mendasari dibukanya PSDKU UNDIP di Kabupaten Pekalongan.
Dikatakan, keberadaan Kampus UNDIP di Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk meningkatkan akses, pemerataan, mutu dan relevansi pendidikan, khususnya vokasi. “Karena sekarang yang sedang digalakkan adalah pendidikan vokasi di seluruh wilayah Indonesia,” tandas Khristiana.
Selain itu juga peningkatan mutu, relevansi, penelitian ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang akan melibatkan staf pengajar, dosen maupun tenaga kependidikan dan mahasiswa.
Usai diterima secara resmi oleh pihak Pemkab Pekalongan, para mahasiswa mendapatkan materi-materi tentang Kepemimpinan, Etika, Kejujuran dan Keadilan. Materi diharapkan dapat menjadi modal dasar mahasiswa baru untuk menempuh studi.
Khristiana mengucapkan terima kasih atas support yang luar biasa dari Pemkab Pekalongan dan berharap hal ini dapat memberikan motivasi yang kuat bagi mahasiswa untuk belajar di UNDIP.
Wakil Bupati Pekalongan dalam sambutannya berpesan kepada para mahasiswa baru PSDKU UNDIP agar jangan sampai terpapar radikalisme. “Saya benar-benar berpesan kepada anda. Karena radikalisme, selain merugikan diri kita, juga merugikan bangsa dan negara. Oleh karena itu, bentengi kalian semua, jangan sampai faham radikalisme merasuki anda dan lingkungan anda, termasuk keluarga maupun lingkungan tempat tinggal anda. Ini benar-benar saya titipkan,” ungkap Arini. Selain itu, Arini juga berpesan agar para mahasiswa bisa menjadi suri teladan dan pemersatu serta selalu menjaga nama baik Kabupaten Pekalongan.
Wabup juga mengatakan, jika para mahasiswa mengalami permasalahan terkait studi dan program studi, diharapkan bisa disampaikan kepada pihak pengelola (UNDIP) dan jangan dibagikan ke media sosial. “Pesan saya, jalin komunikasi yang baik dengan semua pihak dan jangan suka memviral-viralkan hal-hal yang kurang produktif di media sosial,” imbuh Arini. (Didik & Lilik Dinkominfo Kabupaten Pekalongan)
Rabu, 4 September 2019
Rabu, 4 September 2019
Rabu, 4 September 2019
Angka kemiskinan itu, tutur Bupati, diukur dari belanja per rumah tangga. Bagaimana masyarakat akan belanja kalau tidak punya incomenya? Nah kita akan bergerak di sektor incomenya. Dan program bantuan bibit ayam ini menjadi program unggulan.
“Bantuan seperti ini nanti akan didiversifikasi dengan bantuan unggulan lainnya. Dan Pemkab Pekalongan sudah menyusun itu. Mudah-mudahan cita-cita kita untuk menurunkan angka kemiskinan sampai 9 persen (single digit) bisa tercapai sesuai dengan RPJMD yang sudah kita sepakati,” tandas Bupati.
Penyerahan bantuan ayam dan sarpras program BEKERJA, dihadiri oleh Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. Juga dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selasa, 3 September 2019
Selasa, 3 September 2019
Lebih lanjut Arini menyadari tangan, telinga, mata pemerintah terbatas, walau masing-masing OPD sudah melakukan kegiatan dan programnya. Oleh karena itu perlu uluran, dorongan dari masyarakat.
Sementara itu Kadinkes Kabupaten Pekalongan Setyawan Dwi Antoro, S.Km MKes menyampaikan , Pencegahan stunting bisa dilakukan pada saat perawaatan kehamilan sampai anak usia 2 tahun. Adapun penyebab stunting adalah disebabkan oleh faktor multi yang tidak hanya oleh faktor fisik saja tetapi masa kehamilan juga . Oleh karena itu , penanganan stunting perlu dilakukan dengan koordinasi antar lembaga dan kalangan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan.
Dan adapun fokus stunting pada tahun 2019 ini ada di 4 Kecamatan pada 10 desa. Dan pada tahun 2020 lokasi intervensi stunting dikalangan antar OPD , organisasi agama, dan masyarakat. Adapun tujuan kegiatan rembug Stunting ini diantarnya adalah Menyampaikan hasil intervensi penurunan stunting yang terintegrasi di Kabupaten Pekalongan , Mendeklarasikan komitmen Pemda dan menyepakati kegiatan intervensi terhadap stunting yang terintegrasi. “Membangun Publik komitmen dalam penurunan stunting yang terintegrasi di Kabupaten Pekalongan”terangnya.
Selasa, 3 September 2019
Dijelaskan Bupati, kita menguri-nguri budaya untuk megembalikan entitas kita sebagai orang Jawa. Ada sebuah tulisan, disebutkan bahwa Jawa sebagai pulau terindah di dunia sehingga banyak orang yang mengunakan Java sebagai nama Jalan. Contoh di Negara Israel, Prancis, Rusia, Amerika disana ditemukan Jalan java. “Mereka mengapresiasikan dalam bentuk jalan dikarenakan kita dikenal sebagai ras yang entengan atau rajin. Ini karunia Allah SWT yang luar biasa bagi kita,”tandasnya.
Oleh karena itu, kata Bupati, dalam rangka penghormatan tahun baru Jawa ini Bupati mengajak kita semua untuk menguri-uri budaya karena kalau bukan kita siapa yang akan merawat.
“Sebagai ikhtiarnya setiap hari Kamis pada kegiatan pemerintahan, kita mengunakan bahasa Jawa dalam upacara maupun kegiatan pemerintahan lainnya. Dan ini menjadi role model agar budaya tetap eksis ditengah gempuran arus globalisasi yang dapat menghilangkan jati diri,” tutur Bupati.
Ia berharap agar kegiatan Goro Suro ini terus-menerus dilakukan turun-temurun sebagai iktiar kita dalam menjaga tradisi budaya Jawa. Hal ini, kata Bupati, sebagai pengingat bahwa orang tua kita dahulu memiliki penanggalan Jawa atau pranatan yang pantas disandingkan dengan penanggalan lainnya.(red)
Senin, 2 September 2019