KAJEN - Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan tetap berjalan selama Bulan Puasa. Vaksinasi bahkan dilaksanakan baik pada malam hari maupun siang hari, sehingga target vaksinasi di wilayah ini sudah mencapai 28.129 (20,30%) untuk dosis 1 dan dosis ke-2 sebanyak 22.492 (16,23%). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menargetkan 138.555 warganya mendapatkan vaksin Covid-19 yang akan diselesaikan hingga 31 Desember 2021.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Casmudi S.Kep, MM, Selasa (18/5/2021) mengatakan, selama Bulan Puasa, vaksinasi diselenggarakan di sejumlah puskesmas dan desa/kelurahan.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia menyatakan bahwa Vaksin Covid-19 Tidak Batalkan Puasa. Sebagaimana dilansir laman , Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Pusat Selasa (16/03) siang menggelar sidang pleno untuk memutuskan Fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 pada Saat Berpuasa. Khusus terkait vaksinasi sendiri, Komisi Fatwa MUI Pusat sudah pernah mengeluarkan Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.
“Ini sebagai panduan bagi umat Islam agar dapat menjalankan puasa Ramadhan dengan memenuhi kaidah keagamaan. Pada saat yang sama, ini dapat mendukung upaya mewujudkan herd immunity melalui vaksinasi Covid-19 secara masif,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, Selasa (16/03) di Jakarta.
Dia menyampaikan, vaksinasi sendiri adalah pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau diteteskan ke dalam mulut, untuk meningkatkan produksi antibodi guna menyangkal penyakit tertentu. Pada kasus vaksinasi Covid-19 ini, jenis vaksin yang digunakan dengan menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot. Model ini dikenal juga dengan istilah injeksi intramuskular.
“Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular (suntik) tidak membatalkan puasa. Hukum melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang sedang berpuasa dengan cara injeksi intramuskular adalah boleh, sepanjang tidak menyebabkan bahaya (dharar),” ujarnya.
Rekomendasikan Vaksinasi Malam Hari
Agar vaksinasi tetap berlangsung lancar, fatwa tersebut, ujar Kiai Niam, juga merekomendasikan agar vaksinasi dilaksanakan pada malam hari. Jika vaksinasi dilaksanakan pada siang hari, dikhawatirkan bisa membahayakan masyarakat yang sedang berpuasa karena kondisi fisik mereka lemah.
“Umat Islam wajib berpartisipasi dalam program vaksinasi Covid-19 yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mewujudkan kekebalan kelompok dan terbebas dari wabah Covid-19,” paparnya.
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito sebagaimana dikutip laman menyatakan, Indonesia Lebih Siap Hadapi Pandemi di Bulan Suci Tahun Ini dibandingkan tahun sebelumnya. Yang mana, pengalaman penanganan di tahun lalu menjadi pembelajaran dalam melakukan persiapan untuk tahun ini. Bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah, menjadi pengalaman kedua Indonesia menghadapi pandemi COVID-19. Penanganan pandemi COVID-19 di tengah umat muslim yang menjalankan ibadah puasa tahun ini, dapat menjadi tantangan tersendiri. Dimana saat ini, tren perkembangan penanganan COVID-19 semakin membaik.
"Yang membedakan pada tahun ini, pemerintah Indonesia relatif lebih siap untuk menghadapi semua tantangan yang mungkin muncul selama bulan suci Ramadhan dan juga saat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Kesiapan ini adalah pembelajaran dari pengalaman sebelumnya," Wiku dalam agenda Internasional Media Briefing, Selasa (13/4/2021) yang disiarkan Kanal YouTube BNPB Indonesia.
Saat ini, secara umum perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia membaik. Hal ini terlihat dari perkembangan kasus aktif terus menurun, kasus terkonfirmasi positif dan kasus kematian semakin terkendali, dan rata-rata kesembuhan meningkat setiap harinya. "Dan tidak perlu dikatakan lagi, bahwa pemerintah terus mempertahankan tren positif ini," imbuh Wiku.
Agar penanganan COVID-19 semakin terkendali selama bulan puasa dan lebaran kelak, Pemerintah melalui Kementerian Agama mendukung perkuatan penanganan dengan mengeluarkan Surat Edaran No. 4 Tahun 2021 sebagai panduan menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. Aturan lainnya yang juga dikeluarkan pemerintah terkait Idul Fitri adalah Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 No. 13 2021 yang meniadakan mudik lebaran yang diberlakukan pada 6 - 17 Mei 2021.
"Tidak seperti tahun sebelumnya, tahun ini pemerintah ketat membatasi mobilitas. Mengingat bahwa kasus positif kerap meningkat dampak dari adanya libur panjang. Dan ini merupakan pembelajaran dari pengalaman sebelumnya," pungkas Wiku.
Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia mulai dilakukan oleh pemerintah, pada 13 Januari lalu di Istana Negara. Orang yang pertama kali disuntik vaksin buatan Sinovac adalah Presiden Joko Widodo. Pada saat yang sama, sejumlah pejabat, tokoh agama, organisasi profesi serta perwakilan masyarakat turut mengikuti vaksinasi. Hal ini diberitakan pada laman
Ada empat tahapan yang dilalui oleh Presiden saat menerima suntikan vaksin COVID-19. Pertama, pendaftaran dan verfikasi data yang dilakukan di Meja 1, skrinning berupa anamnesa dan pemeriksaan fisik sederhana di Meja 2 dengan melakukan pengecekan tekanan darah dan suhu tubuh. Pada Meja 3 Presiden menerima suntikan vaksin COVID-19 yang disuntikan oleh vaksinator Prof. dr. Abdul Muthalib yang merupakan dokter kepresidenan. Usai divaksin, Presiden menuju ke Meja 4 untuk dilakukan pencatatan, dan harus menunggu selama 30 menit untuk mengantisipasi apabila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sebagai penerima vaksin, Presiden juga diberi kartu vaksinasi dan edukasi pencegahan COVID-19.
Setelah dilakukan penyuntikan vaksin COVID-19, Presiden juga turut mengingatkan agar seluruh masyarakat yang nantinya akan divaksinasi agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan.
Sehari setelah penyuntikan kepada Presiden Joko Widodo, vaksinasi akan dilakukan serentak dan bertahap kepada tenaga Kesehatan dan tenaga penunjang Kesehatan di 34 provinsi di Indonesia. Vaksinasi dapat dilakukan setelah terbitnya izin penggunaan darurat Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta fatwa halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Sebagai bagian dari tahap awal pelaksanaan vaksinasi, Kementerian Kesehatan kembali mengirimkan SMS Blast untuk registrasi kepada 500 ribu kelompok prioritas penerima vaksinasi COVID-19 di 91 kabupaten/kota.
Di Kabupaten Pekalongan, penerima vaksin pertama adalah Bupati Asip Kholbihi dan anggota Forkompinda serta sejumlah pejabat lainnya. Pencanangan vaksin Covid-19 dilakukan oleh bupati dan menandai dimulainya vaksinasi covid-19 tahap 1 bagi Tenaga Kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan sebagaimana dirilis . )* Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda pada Dinkominfo Kab. Pekalongan.
Selasa, 18 Mei 2021
KAJEN - Pasca libur lebaran yang berlangsung sejak tanggal 13 sampai 15 Mei 2021, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., lakukan sidak di hari pertama kerja ke sejumlah dinas-dinas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan, pada hari ini, Senin (17/5/2021). Dalam sidak tersebut, Bupati Asip didampingi oleh Pj. Sekda Kabupaten Pekalongan Ir.Bambang Irianto dan Asisten 1 Setda Totok Budimulyanto dan Kadis Kominfo Anis Rosidi, SSos MSi.
Sidak dilaksanakan di beberapa kantor OPD diantaranya kantor Setda Kabupaten Pekalongan, Kantor BKD dan kantor Inspektorat.
Adapun dari hasil sidak tersebut, dikatakan oleh Bupati Asip bahwa 100 persen ASN di kantor yang Ia sidak tidak ada yang bolos. Artinya, lanjut Bupati Asip, ini menunjukan kedisiplinan, kemudian tanggung jawab dan dedikasi para ASN di Kabupaten Pekalongan sangat tinggi. Dan Ia berharap kedisiplinan semacam ini dapat terus ditingkatkan.
‘’ Saya mengucapkan terimakasih, apresiasi setinggi-tingginya dan mudah-mudahan bisa dipertahankan terus situasi seperti ini, walaupun kita tahu di Kabupaten Pekalongan ini ada suasana sosial, situasi yang sangat mempengaruhi saat-saat lebaran yang biasanya ini belum normal seperti biasanya pasca lebaran. Namun ini khusus ASN sudah normal kembali, dan hampir semua yang kita sidak ini tingkat kehadiannya 100 persen,’’ jelasnya.
Bupati Asip menambahkan, apabila kedisiplinan dan tanggung jawab para ASN di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pekalongan bisa terus seperti ini, maka akan sangat berdampak terhadap pembangunan di Kabupaten Pekalongan yang akan semakin baik lagi.
‘’Saya yakin jika terus meningkat kedisiplinan semacam ini, maka tidak dapat dipungkiri bahwa pembangunan di akan meningkat juga,’ tuturnya.
Selanjutnya, saat disinggung mengenai sanksi apakah yang akan diberikan jika ada ASN yang bolos kerja, Bupati Asip menjawab bahwa pihaknya tentunya akan memberikan sanksi jika ada laporan ASN yang bolos kerja.
‘’ Namun, yang jelas seperti kemarin yang sudah saya sampaikan bahwa ASN yang tidak disiplin itu sudah bukan jamannya ya, karena sekarang yang dituntut adalah profesionalitas ASN, kemudian kedispilinan dan tanggung jawab karena ini merupakan bagian dari pembinaan ASN,’’ paparnya.
Adapun untuk jam kerja, lanjut Bupati Asip, ini sudah normal kembali seperti biasa dan para ASN di lingkungan pemerintahan Kabupaten Pekalongan sudah siap melayani masyarakat kembali dengan semaksimal mungkin untuk mewujudkan pelayanan publik yang baik.
Bupati Asip menegaskan bahwa untuk sejumlah tempat wisata di Kabupaten Pekalongan masih dibuka dengan sistem buka tutup dan prokes yang dikendalikan dengan sangat ketat. Artinya, jika 30-50 persen penuh maka tempat wisata akan di tutup supaya bisa bergantian.
‘’ Mekanisme ini saya meyakini akan mengurangi tingkat kerumunan di basis-basis tempat wisata kita,’’ pungkasnya.
Senin, 17 Mei 2021
KAJEN – Setelah sempat viral di media ,seorang penyandang disabilitas bernama Gading Oga Saputra yang berjualan di kompleks alun alun Kajen menarik perhatian Menteri Sosial RI Dr.Ir Tri Rismaharini ,M.T.
Dengan didampingi Dirjen rehsos , Direktur rehab sosial penyandang disabilitas dan kepala BBRVPD Cibinong, Mensos Risma mendatangi kediaman Gading di Dukuh Bubak Desa Kebonagung Kecamatan Kajen guna penyerahan bantuan layanan atensi berupa modal usaha sebesar Rp.2.000.000,- dan motor roda tiga Viar senilai Rp.17.500.000,-. pada Minggu (16/05) siang.
Rombongan Mensos diterima Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, Pj Sekda Ir Bambang Irianto M.Si serta Kadinsos kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Mensos Risma menyampaikan Kemensos akan berusaha menolong para penyandang disabilitas karena tahun ini pihaknya akan membuat alat bantu kurang lebih 490 unit untuk mobilitas disabilitas dan nilainya kurang lebih 15 Milyar.
“Mudah-mudahan ini menyemangati saudara-saudara kita disabilitas untuk tidak putus asa dan tidak menyerah karena dibalik kekurangan yang diberikan Alloh kepada kita, Alloh pasti memberikan kelebihan ,” ucap Risma
Risma menjelaskan dirinya mengetahui Gading dari pemberitaan media. Dikatakan pula ia berterima kasih kepada Bupati Pekalongan beserta seluruh jajaran yang telah merespon.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si mengungkapkan pemerintah mengambil inisiatif kemudian melakukan pemetaan sekaligus pendampingan terhadap disabilitas dan selanjutnya akan dibantu sesuai dengan kebutuhan.
“ Gading ini kan jualan di alun-alun sini, sudah dibuatkan sepeda motor yang dobel fungsi sekaligus bisa untuk jualan.” ungkapnya
Menurut Bupati Asip tidak hanya Gading saja yang menerima bantuan. Dinas sosial sudah mempunyai data para penyandang disabilitas dari semua tuna (netra, rungu, dan sebagainya) yang nantinya akan didampingi. “Prinsip, pemerintah terus melakukan upaya untuk membantu seluruh lapisan masyarakat,”imbuhnya.(Ar-Kominfo)
Minggu, 16 Mei 2021
KAJEN - Momentum Hari Raya Idul Fitri 1442 H hendaknya bisa untuk terus memupuk rasa persaudaraan, rasa saling kasih sayang dalam rangka meringankan beban sesama. Hal ini diungkapkan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat memberikan sambutan sebelum sholat Ied di Masjid Al Muhtarom Kajen, Kamis (13/05) pagi.
Selain itu ia juga mengingatkan bahwa saat ini kita masih berikhtiar bersama mencegah penyebaran covid 19.
"Dan yang lebih penting lagi adalah tetap bersabar menghadapi covid 19 yang Insyaalloh sebentar lagi akan bisa kita ikhtiari, agar segera hilang dari bumi Indonesia," tandasnya.
Selanjutnya Bupati menyampaikan Penyelenggaraan sholat di masjid Al Muhtarom ini menjadi contoh penyelenggaraan sholat yang sesuai dengan prokes yang ketat, seperti mengatur jarak, jamaah semua yang dites suhu ,dan para jamaah memakai masker.
Pada kesempatan ini Bupati juga berharap pelaksanaan ibadah seluruh masjid di kabupaten Pekalongan maupun yang ada di lapangan bisa menyelenggarakan sholat Ied dengan tertib dan khusuk serta sesuai prokes. (Ar-Kominfo)
Kamis, 13 Mei 2021
KAJEN – Kegiatan shalat Ied di Kabupaten Pekalongan tidak dilarang, namun semua masjid atau tempat ibadah diwajibkan untuk menerapkan standar protocol kesehatan dan ada pembatasan kapasitas jamaah di masing-masing masjid atau pembatasan tempat ibadah. Adapun untuk acara usulan dari warga masyarakat, seperti wayang kulit dan hiburan –hiburan, sementara ini masih ditunda dahulu menunggu perkembangan lebihlajut.‘’ Jadi, dari Satgas Covid-19 masih menunda kegiatan-kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan,’’ tegas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi pada saat memantau1 pos pemeriksaan atau pos pelayanan operasi ketupat candi 2021, pada Rabu (12/5/2021) malam.
Dalam pemantauan tersebut, hadir Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti, Kapolres Pekalongan AKBP Darno, unsur dari Kodim 0710 Pekalongan dan beberapa OPD terkait.
Bupati Asip menambahkan jumlah pemudik di Kabupaten Pekalongan sebelum adanya aturan dari pemerintah pusat itu jumlahnya sekitar 15.667 orang, dengan konsentrasi banyak ada di wilayah Kecamatan Kajen, Kandangserang dan Paninggaran.
Olehkarenanya Pemerintah kabupaten dalam rangka mengantisipasi efek negatif pemudik tadi adalah dengan melakukan upaya-upaya strategis. Diantaranya melakukan sampling atau pengecekan sampling dengan swab antigen. "Ada lima pemudik setidaknya yang terindikasi. Kemudian lima orang tersebut telah kita berikan perawatan dan sekarang berada di rumah masing-masing untuk melakukan isolasi mandiri di bawah pengawasan dari dinas kesehatan kita,’’ jelasnya
Ia menambahkan bahwa saat ini situasi Kamtibmas di Kabupaten Pekalongan secara umum berjalan dengan lancar, aman dan terkendali. Dan yang menjadi konsen Satgas Covid-19 saat ini adalah bagaimana cara mengantisipasi ledakan pemudik pasca pemerintah melakukan pengetatan terhadap pemudik sejak tanggal 6 Mei 2021 kemarin.
Pantauan saat ini disamping menegaskan aparat di lapangan dan semuanya sudah bekerja dengan baik dari unsur TNI/Polri kemudian dari tim Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan unsur masyarakat yang tentunya kami sangat berterimakasih . Dan semua ini kita lakukan dalam rangka mengantisipasi agar arus orang bisa lancar, tetap menggunakan protocol kesehatan yang harus dijaga sehingga penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini bisa kita antisipasi sedini mungkin.
Dalam kesempatan ini Bupati Asip juga berterimakasih kepada aparat keamanan dari unsur TNI, Polri dan masyarakat yang telah membantu menjaga kondusifitas selama bulan ramadhan sampai menjelang hari raya ini.
‘’ Saya ucapkan selamat hari raya idul fitri 1442 hijriyah kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan kemudian mohon maaf lahir batin dan mohon doanya agar upaya pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 ini, sehingga tahun depan kita bisa merayakan hari raya idul fitri dengan kondisi yang normal sehingga semuanya berjalan dengan baik,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 12 Mei 2021
KAJEN – Seminggu menjelang hari raya Idul fitri 1442 Hijriyah, Bupati Pekalongan H.Asip Khobihi, SH.M.Si., menutup acara Pengajian Jumat Pagi yang biasa dilaksanakan setiap hari Jumat selama bulan ramadhan. Acara tersebut dilaksanakan pada pagi ini, Jumat (7/5/2021) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Dalam acara tersbut, Bupati Asip menyampaikan bahwa Ia sangat bersyukur ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa rutin mengikuti acara Pengajian Jumat Pagi yang dilaksanakan oleh Pemkab sejak awal Ramadhan. Karena menurutnya ‘pengajian itu penting sebagai sarana untuk mempelajari ajaran agama Islam yang terdapat dalam Al quran.
Menurut Bupati dalam mengaji pun harus teliti dan mencari guru yang benar. Karena menurutnya, agama itu tidak bisa dipelajari dengan menggunakan pendapat sendiri dan harus diajarkan oleh orang yang benar-benar paham. ‘’Jika menafsirkan agama dengan pendapat sendiri itu mesti banyak kelirunya. Dan yang benar adalah melalui rangkaian-rangkaian proses panjang, tentang siapa yang berhak menentukan hukum, kemudian kita generasi berikutnya hanya mencari referensi-referensi yang kita cari, kemudian kita sesuaikan dengan kondisi kontekstual’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Asip juga mengucapkan terimakasih kepada Ustad Abi yang telah berkenan mengisi acara Pengajian Jumat Pagi selama bulan Ramadhan di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan. ‘’Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada ustad Abi dan kita doakan beliau panjang umur, sehat selalu dan ilmunya bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan, serta terus-menerus membina generasi kita,’’ tuturnya.
Dalam kesempatan ini Bupati Asip juga menghimbau seluruh ASN yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk tidak mudik ke luar kota. Karena menurutnya, apabila tetap nekat melakukan mudik, ini akan memperparah penularan covid-19. Untuk itu pihaknya sangat melarang para ASN dilingkungan kerjanya untuk tidak melakukan mudik. ‘’ Dan yang paling penting kita semua yang dari luar kota untuk bisa mematuhi aturan, serta saudara-saudaranya yang ada di luar kota juga tidak boleh mudik sejak kemarin ( Lus-Kominfo)
Jumat, 7 Mei 2021
KAJEN - Menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H, Polres Pekalongan melaksanakan apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2021 dengan tema ‘ melalui apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2021 kita tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Idul Fitri 1442 H di wilayah hukum Polres Pekalongan’. Dalam apel gelar pasukan tersebut dibacakan amanat dari Kapolri yang menekankan rasa aman bagi masyarakat dalam rangka memperingati 1 syawal 1442 H.
“Hal yang paling esensial adalah aman dari covid 19. Kita sangat kuatir karena angka pemudik sudah cukup tinggi, per hari ini di angka 7 ribu,” ucap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si usai mengikuti apel gelar pasukan operasi ketupat candi 2021 di halaman Polres Kajen, Rabu (05/05)pagi.
Oleh karena itu, menurut Bupati, daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga perlu diperketat. Dan pihaknya telah memerintahkan para camat/kepala desa agar menelisik kembali potensi para pemudik yang baru datang dari luar kota supaya tidak menimbulkan kluster baru yaitu kluster pemudik,seperti yang ditekankan Kapolri.
“Tetapi saya melihat Alhamdulilah kerjasama selama ini dengan pihak kepolisian berjalan dengan baik sehingga tentu ini berkorelasi terhadap penurunan penyebaran covid 19 di kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Dikatakan pula Pemkab sangat apresiasi terhadap pemusnahan miras yang sudah berhasil disita oleh Polres Pekalongan.
“Alhamdulilah kita dari jajaran pemerintah sigap menaggapi keluhan-keluhan dari masyarakat. Insyaalloh Polres Pekalongan selalu siap mengayomi warga masyarakat kabupaten Pekalongan terutama untuk menjalankan 2(dua) agenda sangat penting bagi umat Islam yaitu puasa Romadhon dan Syawal 1442 H,”tandasnya.
Sementara itu Kapolres PekalonganAKBP Darno SH.,SIK menyebut pihaknya telah mendirikan pos pengamanan lebaran di 4 titik, yaitu di Siwalan, IBC, tugu Nol dan Kedungwuni. Sedangkan sebagai alternatif seandainya exit tol Bojong dibuka, pihaknya juga telah menyiapkan pospasm di exit tol Bojong.
Lebih lanjut, AKBP Darno mengungkapkan Polres Pekalongan menurunkan sekitar 320 personel , yang nanti juga akan dibantu dari TNI, Brimob dan stakeholder lain seperti dinas perhubungan, satpol PP dan Dinkes termasuk BPBD. “Jadi nanti dengan adanya kegiatan penyekatan atau pengecekan terhadap para pemudik yang ada ini tentunya akan membutuhkan banyak personel, termasuk stakeholder yang lain yang akan kita laksanakan seperti contohnya cek antigen dan lain sebagainya,” paparnya. (Ar-Kominfo)
Rabu, 5 Mei 2021
KAJEN - Desa Wonorejo Kecamatan Kajen terpilih menjadi desa diterapkannya aplikasi sistem informasi managemen dan pelayanan desa (Simpeldesa) yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu masyarakat mengetahui informasi terbaru serta mempermudah proses administrasi dari masyarakat dan mempermudah proses pendataannya. Pemkab Pekalongan didukung Telkom melaunching aplikasi simpeldesa ‘Penerapan Digitalisasi Pembangunan Desa berbasis SDGs Desa dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Public dan Pemulihan Ekonomi Desa Melalui Padat Karya Digital’, pada Senin (03/05) sore di Balai desa Wonorejo.
Launching ini dihadiri Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, Kepala Dinas Kominfo Anis Rosidi SSos.,M.Si, Plt Kepala Dinas PMD PPPA PPKB Sri Yuliasih, Camat Kajen ,Kapolsek ,Danramil serta Kades Wonorejo. Sementara dari Telkom tampak hadir GM Witel Pekalongan Nanang Setyo Utomo beserta tim, juga CEO Simpeldesa Reno Sundara dan Smart City Experience Managemen Harun Triyantoro.
Launching Simpeldesa adalah salah satu upaya mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) desa. SDGs desa ini merupakan perintah dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) agar seluruh desa di dunia bisa membangun desanya dengan baik, warga masyarakat mendapat akses ke pemerintah secara baik, dari tingkat kesehatan, pendidikan, ekonomi, semuanya juga berjalan dengan baik. Maka muncullah upaya-upaya bagaimana menciptakan suprastruktur dan infrastruktur yang mendukung ke arah SDGs desa. Hal tersebut dikatakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya.
“Di desa-desa di kabupaten Pekalongan yang jumlahnya 273, mempunyai setidaknya empat sumber daya yang kalau dimaksimalkan maka akan menjadi kekuatan utama dalam mendukung terwujudnya SDGs desa, “ujar Bupati.
Dijelaskan, keempat sumber daya itu antara lain sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya social dan sumber daya financial. ‘Sumber daya pertama adalah sumber daya alam. Seluruh desa di kabupaten Pekalongan alamnya subur. Yang kedua, kita punya sumber daya manusia. Yang ketiga sumber daya social. Ada tatanan nilai-nilai yang ini merupakan kekuatan desa seperti gotong royong, tepo sliro. Sumber daya yang keempat, yang menurut saya menjadi daya dukung utama, yaitu sumber daya financial (keuangan), “ terangnya.
Ditambahkan, sumber daya manusia sebagai salah satu sumber daya utama untuk menopang pembangunan desa ini sangat menentukan.
Melalui simpeldesa ini, Bupati juga meminta Kades Wonorejo mendidik anak muda agar lebih produktif dalam penggunaan smartphone dan bisa memberikan nilai lebih. “ Saya pesen monggo kita dukung launching ini, kemudian agar dimanfaatkan sebaik-baiknya ,” pintanya
Wahyu Andi Prasetyoatmojo , kepala desa Wonorejo dalam sambutannya menyampaikan terkait simpel desa, mengacu kebijakan dari pusat bahwa prioritas dana desa tahun 2021 salah satunya adalah digitalisasi desa. “ Desa harus mandiri, siap dalam layanan, regulasi, apalagi yang berhubungan dengan SDGs pembangunan berkelanjutan, ke depannya untuk masalah data, pembangunan fisik,human progress, pembangunan manusia, sumber daya manusianya harus siap, harus kerja untuk maju bersama,” ungkap Wahyu.
Wahyu menambahkan Desa Wonorejo,dari semua pihak baik lembaga, masyarakat, semuanya membantu membangun bersama dalam sebuah aplikasi yaitu simple desa.
Sementara itu GM Witel Pekalongan Nanang Setyo Utomo berharap pihaknya bisa memberikan sumbangsih dalam aplikasi simpel desa tersebut.” Sebagaimana namanya simpel desa, harapannya kita membuat semuanya simpel. Jadi simpel informasinya, simpel pengurusan keperluan-keperluan yang berkaitan dengan desa, dan juga simpel dalam peningkatan perekonomian di desa,” tutur Nanang.
Nanang juga meminta kerjasama para pejabat, masyarakat agar aplikasi tersebut bermanfaat dan bisa dijadikan sebagai pemicu untuk meningkatkan perekonomian di masa pandemic ini. (Ar-Kominfo)
Senin, 3 Mei 2021
KAJEN – Guna memastikan masing-masing sekolah yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka di Kabupaten Pekalongan mematuhi protocol kesehatan, tim satgas Covid-19 yang pimpin Pj Sekretaris Daerah Ir. Bambang Irianto M.Si didampingi Asisten Pemerintahan Kesra Totok Budi Mulyanto SE, bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwi Antoro, serta Ketua tim ahli Covid-19 Kabupaten Pekalongan melaksanakan kegiatan monitoring di sejumlah sekolah pada pagi ini, Jumat (30/04/2021).
Totok Budi Mulyanto, selaku tim satgas Covid-19, saat melakukan monitoring di SMK N 1 Sragi, menyampaikan bahwa intinya monitoring kali ini dilaksanakan untuk melihat apakah pendidikan tatap muka di Kabupaten Pekalongan sudah benar-benar mentaati protocol kesehatan atau belum. ‘’ Kalau protocol kesehatan itu ditaati ya kita sangat mengapresiasi tentunya kepada kepala sekolah, kepada bapak/ibu guru dan kepada anak-anak didik serta semuanya yang terlibat di sekolahan,’’ ungkapnya.
Namun, lanjut Totok, jika protocol kesehatan belum dilaksanakan dengan baik, menjadi kewajiban pihaknya untuk mengingatkan agar protocol kesehatan betul-betul ditaati, karena menurutnya protocol kesehatan merupakan harga mati. ‘’ Pendidikan tatap muka itu harga matinya adalah mentaati protocol kesehatan. Kalau sudah tidak taat protocol kesehatan ya nanti kita tinjau kembali,’’ ujarnya.
Totok menambahkan, bahwa rekomendasi pendidikan tatap muka itu diserahkan kepada satgas Covid-19 kabupaten/kota bukan dari gubernur, sehingga yang mengizinkan dan merekomendasikan adalah satgas Covid-19 kabupaten/kota. ‘’Oleh sebab itu, kami mewajibkan satgas ini untuk melihat pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka ini,’’ tuturnya.
Adapun untuk hasil dari monitoring sendiri, dijelaskan Totok bahwa secara umum pelaksanaanya sudah baik, hanya saja ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi. ‘’ Hasilnya tadi di SMA 1 Kajen, SMP 1 Kajen, MTS 2 Kesesi dan ini SMK N 1 Sragi secara umum sudah baik, hanya saja seperti yang sudah saya sampaikan tadi masih ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan lagi dan lalu diawasi,’’ jelasnya.
Selain itu, Totok juga berpesan kepada masing-masing kepala sekolah yang telah Ia monitor untuk dapat melakukan evaluasi secara berkala, supaya perkembangan yang sekecil apapun yang berpotensi memicu penularan itu bisa segera diatasi. ‘’Termasuk juga saya berpesan kepada kepala sekolah untuk memberikan izin kepada anak didik, guru dan karyawan di sekolah apabila ada gejala flu, batuk dan suhu badan melebihi 37,3 untuk tidak masuk ke lingkungan sekolah,’’ pesannya.
Totok juga menambahkan, untuk uji coba pembelajaran tatap muka di tahap kedua di Kabupaten Pekalongan ada penambahan delapan sekolah, diantaranya adalah SMK Negeri Kedungwuni, SMA 1 Kajen, SMP 1 Kajen, SMP N 1 Bojong, SMP N Petungkriyono, SMP Negeri Lebakbarang, SMP Negeri Talun dan SMK N 1 Sragi. "Di tahap kedua ini ada penambahan delapan sekolah lagi yang melaksanakan pembelajaran tatap muka,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 30 April 2021