KAJEN - Pemkab Pekalongan memberikan bantuan sosial kepada para marbot ( penjaga kebersihan masjid ) sebanyak 842 orang se Kabupaten Pekalongan. Acara penyerahan bantuan sosial oleh Bupati Pekalongan di Pendopo Rumdim Bupati di Kajen, Kamis (14/05) pagi. Bantuan sosial ini diberikan mengingat peran marbot dalam menjaga kebersihan dan kesucian masjid sekaligus mensosialisasikan program-program Pemkab dalam pencegahan virus covid 19.
"Kehadiran para marbot penting sekali sebagai mitra kita untuk sosialisasi pencegahan penyebaran virus covid di tengah-tengah masyarakat yang berbasis masjid”, tutur bupati. Yang jelas marbot penting sekali karena basisnya masjid, yang menjaga masjid sehingga setahun sekali pemkab memberikan bisyaroh senilai 1 juta per orang.
Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa Kebijakan Pemkab dengan Pemerintah pusat, menghimbau agar hari raya Idul Fitri sholat di rumah masing masing. Kemudian yang paling penting masjid harus tetap dijaga, karpet-karpet digulung, juga kamar mandi dan tempat wudhu harus dibersihkan terus.
Dalam kesempatan itu Bupati Asip mengatakan masjid Muhtarom Kajen kali ini tidak menyelenggarakan sholat Idul Fitri. Hal ini karena pihaknya lebih preventif lagi terkait situasi hari raya Idul Fitri kali ini ternyata jumlah pemudik di Kabupaten Pekalongan makin meningkat. “ Sekali lagi perlu kerjasama yang baik, saudara kita yang mudik dihimbau dengan hormat agar melakukan isolasi mandiri. Kemudian masyarakat juga memahami sehingga di masyarakat terjadi guyub rukun, tidak ada pertentangan antara yang mudik dengan masyarakat lokal ”, pinta bupati.
Yang penting lagi menjelang hari raya Idul Fitri, menurut Bupati, masjid-masjid sekiranya daerah itu hijau ( hanya Petungkriyono ), yang lain walaupun tidak ada yang suspect tetapi kecamatan lain ada ODP dan PDP nya sebagai daerah kuning. “Kita mengevaluasi terus perkembangannya dari hari ke hari mudah-mudahan nanti menjelang hari raya sudah ada perubahan karena ini menyangkut bagaimana kita memberikan sosialisasi ke masyarakat", tandasnya
Adapun jika ada daerah yang masyarakatnya bersikeras menyelengarakan sholat Ied maka bupati berpesan agar protocol kesehatan harus dijaga. Juga pemudik yang baru pulang dari daerah merah dihimbau untuk dirumah. Selanjutnya masyarakat dihimbau bekerjasama dengan pemerintah menaati program-program dari pemerintah untuk kebaikan bersama. (Aris Kominfo )
Kamis, 14 Mei 2020
KAJEN – Kondisi pandemi corona di wilayah Kabupaten Pekalongan menyentuh KORPRI (Korps Pegawai Republik Indonesia ) Kabupaten Pekalongan untuk ikut berbagi bagi saudara2 yang terdampak covid 19. Melalui sebuah kegiatan sosial KORPRI sebagai wadah para Pegawai Negeri ini membagikan 100 paket sembako yang disalurkan kepada relawan2 yang bertugas di 3 (tiga) posko di Kabupaten Pekalongan yaitu di Kecamatan Siwalan, Kèdungwuni dan Kajen.
Bantuan paket sembako ini diberikan sebagai rasa terimakasih kepada para relawan sebagai garda terdepan selain tenaga kesehatan dalam tugas kemanusiaan di posko tersebut. “Trimakasih kepada para relawan yang telah berbesar hati melakukan tugas mulia dengan membantu saudara2 di Pekalongan ini. Kinerja kalian ini adalah kinerja kemanusiaan dan kinerja sosial. Semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan ditambah rejekinya, “ ujar ketua Korpri Kabupaten Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, MM saat menyalurkan bantuan tersebut.
KAJEN – Dengan masih berlangsungnya pandemic Covid-19, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memastikan bahwa pelayanan terhadap masyarakat di Kabupaten Pekalongan tidak akan terganggu. Melalui Sekda Kabupaten Pekalongan Dra.Hj. Mukaromah Syakoer,MM, yang menyatakan bahwa para ASN akan tetap bekerja melayani masyarakat dengan system kerja WFH (Work From Home) sampai kondisi membaik.
‘’Yang penting pelayanan pada masyarakat tidak terganggu, sehingga harapan masyarakat terhadap kegiatan-kegiatan yang ada di pemerintan daerah tidak terganggu. Kita masih tetap bekerja dengan WFH (Work From Home),’’ kata Sekda Kabupaten Pekalongan Dra.Hj. Mukaromah Syakoer,MM, saat ditemui di Kantor BPBD Kabupaten Pekalongan dalam acara KORPRI berbagi pada hari ini, Kamis (14/5/2020).
Melanjutkan hal tersebut, Sekda menambahkan bahwa system kerja WFH diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran terbaru dari Kemenpan RI. ‘’ Kemarin ada surat edaran dari Kemenpan RI bahwa WFH diperpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang. Kita tetap mengikuti, karena kondisinya masih seperti ini,’’ kata Sekda Mukaromah Syakoer.
Adapun terkait dengan kerja para ASN menjelang lebaran, beliau menjelaskan bahwa ASN akan tetap bekerja dengan system Work From Home (WFH) karena tidak ada cuti bersama. Libur lebaran hanya pada tanggal 24 dan 25 Mei 2020 setelahnya tetap bekerja. ‘’Libur hanya dua hari, tanggal 24 dan 25 Mei 2020. Tanggal 26 nya sudah masuk. Cuti bersamanya itu ada edaran menjadi nanti pada bulan desember,akhir tahun semua, sejumlah enam hari,’’ jelas Sekda Mukaromah Syakoer.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, melakukan kunjungan ke Exit tol Bojong yang masih dalam proses pembangunan pada hari ini, Selasa (12/5/2020). Kunjunganya kali ini bertujuan untuk memastikan exit tol Bojong dapat segera difungsikan sebagaimana yang telah ditargetkan akan mulai berfungsi pada bulan November mendatang. Hal ini diungkapkan Bupati Asip sebagai langkah konkret pemerintah dalam mempersiapkan recovery perekonomian pasca pandemic Covid-19 nanti. ‘’ Berdasarkan keterangan dari PBTR (Pemalang Batang Tol Road) mengatakan InsyaAllah pembangunan ini akan kelar bulan November, yang seharusnya lebaran sudah bisa difungsikan. Namun,karena ada Covid-19 kebijakan mudik juga dibatasi dan yang paling penting cuaca juga sangat mempengaruhi,’’ kata Bupati Asip.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan tata ruang baru seiring dengan adanya jalan tol dan exit tol Bojong, yang diharapkan dapat menimbulkan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar. ‘’Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah menyiapkan tata ruang seiring dengan adanya jalan tol termasuk exit tol ini. Saya berharap kalau exit tol ini jadi maka arah ke Kajen akan semakin cepat karena jaraknya hanya 1,4 km dari ruas tol jalan utama sehingga masuk ke jalur provinsi ruas Wiradesa –Kajen itu akan menjadi sesuatu yang dapat menimbulkan efek ekonomi yang luar biasa untuk kecematan Bojong,Kajen dan Wiradesa karena di daerah Waru nanti juga akan kita buat flyover termasuk lokusnya juga sudah kami petakan,’’ ungkap Bupati Asip.
KAJEN - Pemkab Pekalongan membangun rumah sakit Lini 3 untuk pasien ODP dan PDP. Hal ini dikarenakan jumlah ODP di Kabupaten Pekalongan masih cukup banyak. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.,M,Si saat peresmian Rumah Sakit Darurat Lini 3 di desa Werdi kecamatan Wonokerto, Selasa (12/05) menjelaskan jumlah ODP di Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan 0,23 %, dari 432 orang menjadi 433 orang . Dengan rincian selesai dipantau 202 , sedang dipantau 230 dan meninggal 1 orang.
Kemudian yang PDP sebanyak 28 orang. Tidak mengalami kenaikan ( 0 %). Terdiri masih dirawat 2 orang, sembuh 14 orang, meninggal 12 orang. Angka kasus positif covid 19 sebanyak 7 orang. Terdiri dari sembuh 3 orang, isolasi mandiri 2 orang, masih dirawat 1 orang, meninggal 1 orang.
“ Mengapa Rumah Sakit Darurat ini kita siapkan? karena masih tingginya angka ODP dan PDP yang harus mendapat penanganan yang sangat serius dari pemerintah sehingga kalau nanti ODP nya terpantau , PDP nya bisa sehat maka ini tentu akan menekan laju kenaikan covid yang positif. Supaya kurvanya turun”, ungkap bupati Asip.
KAJEN - Dalam rangka hari koperasi nasional, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Pekalongan mengadakan sarasehan disensi koperasi ditengah-tengah wabah Coovid-19 ini, serta memberikan paket sembako dari gerakan Koperasi Kabupaten pekalongan yang bersatu padu. Acara digelar diKantor disperindag, Senin (11/5). Pada kesempatan ini juga telah diterima bantuan sembako dari Dewan Koperasi indonesia daerah (Dikopinda), koperasi jasa, juga dari koperasi kota santri, dan semua gerakan koperasi bersatu membantu berupa paket sembako untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Bupati Asip Kholbihi menyampaikan terimakasih atas bantuan yang diterima. “Terimakasih karena pada hari ini mendapat banyak rejeki, dari baznaz, koperasi, bank BNI, insya Allah besok ada lagi lah, ini semua kita salurkan ke masyarakat.” Jelas Bupati.
Bupati berharap di momentum hari koperasi ini ada kebangkitan baru Koperasi Kabupaten Pekalongan, yaitu bagaimana agar pengurus operasi di seluruh Kabupaten Pekalongan sejahtera, maka anggotanya juga akan ikut sejahtera.
KAJEN – Baznas Kabupaten Pekalongan kembali salurkan bantuan paket sembako tahap kedua bagi warga masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Bantuan paket sembako tahap kedua ini diberikan untuk warga yang terdampak pandemi Covid-19 khususnya pada bulan ramadhan seperti saat ini. Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron menuturkan bahwa dana yang dialokasikan untuk bantuan tahap kedua ini sejumlah 400 juta rupiah dalam bentuk paket sembako bagi para Kyai,para mubaligh dan mubaligoh,para guru-guru swasta,pengurus masjid,marbot masjid,takmir masjid,kaum duafa dan juga yatim piatu, serta pemberian beasiswa bagi mahasiswa Thailand yang berjumlah lima orang. ‘’ Tahap kedua ini jumlahnya ada 400 juta dengan sasaran masjid se-Kabupaten Pekalongan,kalau mushola itu hanya sebagian karena kita tidak bisa menjangkau semua mushola yang jumlahnya hampir 3000 lebih,’’
‘’ Ini yang masjid ada 800 an plus minusnya yang sudah kita alokasikan 1600 paket, terus yang guru-guru tanpa honorer dari mana-mana itu 250, yatim piatu kita alokasikan 50 dengan tambahan tokoh masyarakat 214 dan juga untuk mubaligh dan mubaligoh yang kita fokuskan kesitu karena dibulan-bulan pandemi ini kan tidak ada job untuk diundang ceramah kemana-mana dan juga mahasiswa Thailand yang berjumlah 5 orang yang telah diusulkan,’’ kata ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron di Pendopo Rumah Bupati pada Senin (11/5/2020).
KAJEN – Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, melakukan tinjauan ke sejumlah desa di Kecamatan Tirto yang terdampak limpasan sungai Meduri. Tinjaunnya kali ini bertujuan untuk melihat langsung kondisi sejumlah desa yang terdampak limpasan, yaitu desa Mulyorejo,Tegaldowo,Jeruksari dan Karangjompo. Dan untuk menangani hal tersebut ,Bupati Asip mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan segera merealisasikan pembangunan tanggul darurat guna menghalangi air masuk ke pemukiman warga. ‘’Ini kita mencari solusi dengan kepala desa Mulyorejo,Tegaldowo,Jeruksari dan Karangjompo kaitanya dengan dampak limpasan sungai Meduri ini,’’
‘’Nanti pas air pasang mulai jam 2 ,ini bisa masuk ke pemukiman warga,oleh karena itu ini harus ada penanganan darurat dengan tanggul darurat karena sungai Meduri ini secara kewenangan ada di PSDA provinsi yang tahun ini akan ada proyek pembangunan parapet sepanjang sungai ini, sehingga penahan tebing sungai ini lebih kuat lagi,’’ kata bupati Asip.
Kepada yang sakit, tak lupa Mukaromah berpesan untuk tetap sabar dan tabah dengan harapan segera sembuh dan bisa beraktifitas kembali. “Tetap jaga kesehatan, dan patuhi protokol kesehatan sehingga kawan2 yang lain tidak tertular,” pesannya. ( Red )
Kamis, 14 Mei 2020
Selain itu Sekda Mukaromah Syakoer juga mengatakan terkait dengan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang akan tetap diberikan kepada ASN Eselon 3 kebawah. Sedangkan untuk Eselon 2 dan pejabat daerah serta pejabat negara tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). ‘’Sesuai dengan Perpres Nomor 24 Tahun 2020 yang dikeluarkan tiga hari lalu menyatakan bahwa pemerintah memberikan THR kepada Eselon tiga kebawah. Untuk Eselon 2 dan pejabat daerah serta pejabat negara tidak mendapat, Yang diterima berupa gaji pokok,tunjangan suami istri,tunjangan anak dan tunjangan jabatan,’’ kata Sekda Mukaromah Syakoer.
Adapun untuk kebutuhan bahan makanan pokok menjelang lebaran, Sekda mengungkapkan bahwa persediaan bahan pangan di Kabupaten Pekalongan masih aman dan stabil. ‘’ Untuk persediaan pangan menjelang lebaran menurut laporan Dinas Pertanian, khususnya beras masih aman sampai dengan bulan Mei. Persediaan pangan aman semua dan stabil,’’ ungkap Sekda Mukaromah Syakoer. (Lusi-Dinkominfo)
Kamis, 14 Mei 2020
Bupati melanjutkan,bahwa dengan adanya akses keluar masuk jalan tol di exit tol Bojong , diharapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pasca pandemic Covid-19 nanti. Oleh karena itu, bupati berharap exit tol Bojong ini akan segera dapat difungsikan. ‘’Pintu keluar masuk jalan tol itu menjadi sebuah keuntungan sendiri untuk mempecepat laju pertumbuhan ekonomi karena Kabupaten Pekalongan ini merupakan aerah produksi industry sandang,jadi harus didukung dengan infrastruktur yang memadai,’’kata Bupati Asip.
Sementara itu pimpinan proyek pembangunan PBRT (Pemalang Batang Road) , Hari menambahkan bahwa tahap pembangunn exit tol Bojong ini sudah 74,9 persen yang direncanakan tanggal 10 September 2020 mendatang konstruksi akan segera selesai sehingga dua minggu setelahnya akan dilakukan pembukaan exit tol Bojong. ‘’ Pembangunan exit tol Bojong ini sudah 74,9 persen . Rencananya tanggal 10 September 2020 kita akan selesai konstruksi dan pembukaan mungkin satu atau dua minggu setelah rekonstruksi selesai,’’. Kata Hari kepala proyek Pemalang Batang Road.
Selasa, 12 Mei 2020
Dengan selesainya Rumah Sakit lini 3 ini, menurut Bupati di Kabupaten Pekalongan Rumah Sakitnya sudah lengkap. “Rumah Sakit Rujukan Lini 1 di RSUD Kraton, Lini 2 yang ada di Rumah Sakit Kajen, Kemudian lini 3. Jadi yang RS Kraton khusus merawat pasien positif covid. Sedang yang PDP dan ODP nanti akan kita rawat ke sini. ODP yang punya penyerta penyakit lain akan kita rawat disini”, terangnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pemkab Pekalongan terus menerus berupaya untuk menanggulangi wabah pandemi covid 19 dengan langkah – langkah yang terukur dengan memperhatikan regulasi yang ada.
RS Darurat Covid 19 Kabupaten Pekalongan tersebut dikerjakan selama 1 bulan dengan jumlah tenaga yang telah dipersiapkan sebanyak 133 orang terdiri dari 3 dokter spesialis, 15 dokter umum, 78 paramedis /perawat, 18 bidan, dan 19 tenaga penunjang ( Humas Kominfo )
Selasa, 12 Mei 2020
Saat ini koperasi di Kabupaten Pekalongan jumlahnya cukup banyak yaitu 400an lebih kemudian yang terdaftar sekitar 350, sementara data baru dari disperindag yang sudah melakukan RAB Bulan Mei ini baru 73 koperasi. Menurut Bupati, yang terpernting bukanlah besar dan kecilnya koperasi, sekecil apapun perserikatan koperasi jika dipengelola dengan baik maka akan memberikan manfaat. (Ela Nurfadhila)
Senin, 11 Mei 2020
Adapun untuk tahap berikutnya KH.M Dzukron menjelaskan bahwa bantuan akan dialokasikan dari zakat fitrah yang akan dibagikan ke seluruh Kabupaten Pekalongan termasuk outsourcing tukang sampah yang berjumlah 390,guru wiyata bhakti sejumlah 900, fakir miskin,kaum duafa dan juga tukang ojek pangkalan yang berjumlah 450. ‘’Tahap berikutnya nanti InsyaAllah karena ini dibulan puasa saja sudah sekian jumlahnya.Kalau Zakat fitrah nanti akan kita bagi keseluruh Kabupaten Pekalongan termasuk outsourching tukang sampah-tukang sampah yang ada 390,kemudian guru wiyata bhakti yang hampir seribu lebih namun kita jatah 900 supaya yang lainya seperti kaum duafa,fakir miskin dan juga tukang ojek pangkalan kita juga pikirkan yang kemarin sudah kita ambil sekitar 450,’’. Jelas Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, mengatakan bahwa dengan adanya bantuan paket sembako tahap kedua ini diharapkan bisa memberikan spirit warga masyarakat di bulan ramadhan dalam situasi musibah wabah virus Corona seperti saat ini. ‘’ Harapanya ini mudah-mudahan bisa memberikan spirit bagi kita semua agar dalam situasi ramadhan dan situasi yang masih dilingkupi wabah virus Corona yang trendnya di Kabupaten Pekalongan ini belum menunjukan trend penurunan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Bupati Asip juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan supaya tetap menjalankan protokol physical dan social distancing, serta menggunakan masker yang harus dijalankan ditengah situasi seperti saat ini. ‘’Saya berpesan agar protokol tentang physical dan social distancing ini tetap kita jalani bareng-bareng. Memang kita akui sekarang ini semenjak masuknya bulan puasa kalau sore itu pasti ramai sekali. Oleh karena itu,jika bepergian harus wajib menggunakan masker sebagai bentuk ikhtiar kita bersama agar ketika kita sakit itu tidak menularkan kepada yang sehat begitupun sebaliknya,’’. Pesan Bupati Asip Kholbihi ( Red )
Senin, 11 Mei 2020
Adapun untuk realisasi pembangunanya sendiri, bupati Asip mengungkapkan bahwa pembuatan tanggul darurat ini akan segera direalisasikan dan Pemkab Pekalongan telah berkoordinasi dengan PSDA provinsi Jawa Tengah. ‘’Pembuatan tanggul darurat ini akan langsung kita realisasikan dan kami sudah berkoordinasi dengan PSDA provinsi,’’ ungkap bupati Asip. Sementara untuk sumber anggaran pembuatan tanggul darurat ini, bupati Asip mengatakan bahwa ini menggunakan anggaran dari provinsi terlebih dahulu.
‘’Untuk anggaranya, sementara dari provinsi dahulu. Kemudian dari Kabupaten nanti melalui BPBD dan DPU akan menyediakan karung-karung untuk membantu penyiapannya,’’ kata Bupati Asip. Selain itu, Bupati Asip juga mengatakan bahwa tinjauanya kali ini sekaligus untuk mengecek kondisi sosial kemasyarakatan dengan adanya dampak Covid-19.
‘’Sekaligus kali ini kita juga mengecek kondisi sosial kemasyarakatan dengan adanya dampak Covid-19. Dan ada laporan dari kepala desa bahwa bantuan tahap pertama dari Pemkab Pekalongan yang telah disalurkan ternyata cukup membanyu masyarakat dan InsyaAllah minggu depan akan kita salurkan lagi untuk tahap kedua,’’. Kata Bupati Asip Kholbihi. (Lusi)
Selasa, 5 Mei 2020
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali mencanangkan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Wonokerto. Pembangunan ini akan dilakukan untuk perbaikan infrastruktur di Kecamatan Wonokerto setelah pembangunan tanggul melintang terdahulu yang digunakan untuk mencegah banjir rob. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si saat menghadiri acara pendistribusian bantuan paket sembako untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kecamatan Wonokerto pada hari ini Kamis (30/4/2020).
‘’ Dan khusus Kecamatan Wonokerto, saya menekankan lagi karena robnya ini telah hilang , kemudian tinggal penataan lingkungan , maka nanti setelah situasinya kembali normal itu tentunya akan kita tata lagi terutama akses jalan, kemudian saluran dan nanti di tanggul ada long storage yang nanti akan kita bikin water treatment sumber air baku baru, untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.’’
‘’Setelah itu beres maka nanti sumur-sumur dalam ini kita tutup karena menurut penelitian dari IPB salah satu penyebab turunya permukaan tanah di Kabupaten Pekalongan di daerah Pantai Utara Pekalongan adalah banyaknya sumur-sumur dalam ini.’’ Kata Bupati Asip.
Bupati Asip mengatakan pembangunan infrastruktur Long Storage ini bertujuan untuk mencegah banjir rob terulang kembali dan supaya masyarakat dapat mendapatkan sumber daya air lebih baik lagi di daerah pesisir. ‘’ Nanti kalau sumber air ini nanti bisa kita manfaatkan , pelan-pelan sumur ini akan kita gantikan. Ini untuk cadangan saja. Terutama ini juga banyak dikelola oleh Konsimas, ada pabrik yang menggunakan ini, nanti kalo sudah beres akan digantikan dengan pengelolaan air dari longstorga yang berfungsi dan juga efektif untuk mengurangi rob di Kecamatan Wonokerto.’’kata Bupati Asip.
" Kecamatan Wonokerto disamping kita cek infrastrukturnya, yang paling penting adalah kita perhatikan masyarakat yang basicnya nelayan-nelayan terutama yang terkena dampak Covid-19. "Konsentrasinya kalo disini adalah masyarakat nelayan dan buruh tani,buruh di perusahaan-perusahaan. Ini basis kemiskinan kita ada disitu. Oleh karena itu,para kepala desa sudah mendata dan hari ini Bantuan bahan pangan Sembako sebanyak 2.178 paket akan segera didistribusikan di Kecamatan Wonokerto", ungkap bupati pekalongan Asip kholbihi saat menyalurkan bantuan terdampak covid 19 di Wonokerto(Red)
Kamis, 30 April 2020